Aura Nisrina Hesanty I am currently working as a SEO content writer at Niagahoster. When I am not writing, you will find me buried in pile of fiction books, killing my time on movies, or zeroing on console games.

Mengenal Third Level Domain [Lengkap dengan Fungsi & Contohnya!]

5 min read

Third Level Domain adalah

Ingin membuat blog atau toko online di website Anda secara khusus, tapi tidak mau membeli domain baru? Menggunakan third level domain bisa menjadi solusinya!

Penggunaan third level domain adalah cara efektif untuk membuat bagian dari sebuah website dengan domain tersendiri dengan lebih mudah. Mengapa bisa demikian? Lalu, apa saja sih contoh third level domain yang bisa menjadi inspirasi Anda?

Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, Anda perlu menyimak artikel ini sampai tuntas. Yuk, scroll ke bawah!

Apa Itu Third Level Domain?

Third level domain adalah domain yang letaknya sebelum nama domain utama (Second Level Domain) dan ekstensi domain (Top Level Domain). Sebutan lain dari third level domain adalah subdomain. 

Third level domain bisa mengarahkan pengunjung ke halaman spesifik dalam sebuah website. 

Ibarat domain adalah rumah, third level domain adalah ruangan di dalam rumah tersebut, yang bisa langsung diakses tanpa harus masuk melalui pintu depan dulu.

Sebagai contoh, kalau Anda ingin membuat halaman berita perusahaan, Anda dapat membuat subdomain seperti news.namadomain.com. Jadi, nantinya pengunjung bisa langsung mengakses ke subdomain apabila ingin mengakses halaman berita di website tersebut. 

Penggunaan subdomain cukup penting karena pengunjung tersebut akan yakin bahwa berita yang mereka baca berasal dari Anda. Sebab, nama domain utama yang digunakan sama. 

Artinya, bisa dikatakan bahwa subdomain memiliki nama yang sama dengan domain utama karena merupakan salah satu bagiannya. Pun demikian, bisa saja bagian tersebut merupakan sebuah website yang terpisah.

Sudah paham pengertian third level domain, ‘kan? Mari pelajari lebih lanjut fungsinya.

Fungsi Third Level Domain

Di bawah ini adalah fungsi subdomain yang perlu Anda ketahui:

1. Membuat Halaman Khusus pada Website

Fungsi third level domain adalah untuk memudahkan Anda mengorganisir konten pada beberapa halaman website, tanpa harus membuat domain baru. 

Misalnya, Anda mempunyai website yang membagikan ulasan film dan ingin menjual merchandise buatan Anda tentang dunia perfilman. Maka, Anda bisa membuat halaman toko online dengan subdomain seperti shop.namadomain.com atau store.namadomain.com.

Baca Juga: Kegunaan Domain .store

Langkah ini bisa Anda lakukan dengan berbagai halaman lain yang akan membantu mengembangkan website. Sebab, seluruh halaman tersebut tetap di domain yang sama. Contohnya, blog, forum, atau lainnya. 

2. Melakukan A/B Testing

Sebuah website kadang akan mengalami pembaruan sesuai kebutuhan  atau strategi tertentu, ‘kan? Biasanya, web developer akan membuat versi testing dari sebuah website sebelum pembaruan tersebut diluncurkan. 

Nah, sebuah halaman baru dengan subdomain seringkali digunakan untuk menunjukkan tampilan baru sebuah website yang disebut A/B testing.

Dengan subdomain, web developer bisa melakukan A/B testing tanpa mempengaruhi kinerja website utama. Selain itu, cukup menghapus subdomain tersebut apabila ternyata pembaruan yang dilakukan kurang mendapat hasil yang baik. 

3. Membuat Tampilan Website Versi Mobile

Pada tahun 2015, Google mengutamakan konten mobile-friendly lebih sering muncul di hasil pencarian, seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna perangkat mobile. 

Itulah mengapa, pemilik website mulai membuat website versi mobile dengan memanfaatkan subdomain yang menunjukkan domain utama.

Sebagai contoh, saat Anda akan mengakses Facebook melalui handphone, Anda akan diarahkan ke versi mobile mereka dengan alamat m.facebook.com. Itu tandanya, Anda akan masuk ke versi mobile dari Facebook. 

4. Membuat Versi Website Bahasa Lain

Website yang tersedia dalam berbagai bahasa dapat menjangkau lebih banyak audiens. Sebab, 72,1% orang lebih nyaman mengunjungi website yang menggunakan bahasa ibu mereka.

Nah, adanya subdomain memungkinkan Anda untuk membangun website dalam versi bahasa lain dalam satu nama domain. Misalnya jika Anda ingin membuat website dengan bahasa Jepang, maka Anda dapat membuat subdomain seperti jp.namadomain.com.

Nah, sudah mempelajari tentang fungsi dari third level domain, selanjutnya mari kita bahas contoh third level domain dari berbagai website. 

10 Contoh Third Level Domain

Berikut ini adalah beberapa contoh third level domain:

1. Niagahoster Forum

Third Level Domain: forum.niagahoster.co.id

Contoh third level domain yang pertama adalah Niagahoster Forum

Contoh third level domain pertama adalah Niagahoster Forum. Kata “forum” menunjukkan bahwa subdomain ini digunakan untuk menyediakan wadah bagi pengguna untuk berbagi informasi dan memecahkan masalah yang dialami.

Subdomain ini juga memudahkan Niagahoster untuk membuat tampilan website yang berbeda dari website utama tanpa membeli domain baru.

2. Google Help

Third Level Domain: support.google.com

Tampilan third level domain Google Help

Contoh subdomain kali ini adalah Google Help, sebuah halaman berisi informasi yang dibutuhkan pembaca tentang penggunaan produk Google. 

Dengan banyaknya produk yang dimiliki, membuat sebuah halaman FAQ adalah hal penting. Nah, Google merancang halaman Frequently Asked Questions (FAQ) mereka terbagi dalam beberapa kategori khusus untuk memudahkan pengguna mencari informasi.

Tak cukup pada pembagian kategori, membuat halaman khusus dengan subdomain juga dianggap sebagai strategi yang tepat.

3. Niagahoster Course

Third Level Domain: course.niagahoster.co.id

Contoh third level domain selanjutnya adalah Niagahoster Course

Contoh third level domain yang selanjutnya adalah Niagahoster Course. Subdomain ini digunakan untuk membagikan informasi tentang layanan kursus pembelajaran online gratis. 

Subdomain ini dibuat supaya Niagahoster tidak perlu mengubah tampilan website utama saat mengunggah informasi baru tentang kelas online.

4. YouTube Music

Third Level Domain: music.youtube.com

Tampilan subdomain YouTube Music

YouTube memang dikenal sebagai platform yang digunakan untuk berbagi video. Namun YouTube mulai mengembangkan layanannya menjadi platform streaming musik. 

Untuk memisahkan platform streaming musik ini, YouTube membuat subdomain baru yaitu music.youtube.com. Dengan subdomain ini, pengguna bisa streaming audio musik sekaligus membaca liriknya hingga membuat playlist lagu. 

5. HubSpot Blog

Third Level Domain: blog.hubspot.com

Tampilan third level domain HubSpot Blog

HubSpot Blog berisi tentang artikel yang tidak hanya tentang software Customer Relationship Management saja, tetapi topik lain seperti web development. 

Adanya subdomain ini tidak hanya untuk menjaga website agar tetap terorganisir, tetapi juga memudahkan pengunjung untuk mencari konten apa yang mereka butuhkan.  

6. Microsoft Store

Third Level Domain: apps.microsoft.com

Contoh third level domain Microsoft Store

Website utama Microsoft difokuskan untuk membagikan konten informasi tentang produk yang ditawarkan. 

Nah, ketika Anda mengunjungi subdomain apps.microsoft.com, Anda akan melihat tampilan website yang difokuskan untuk menjadi toko aplikasi. Subdomain ini akan memudahkan Anda mencari dan meng-install aplikasi dan tema yang Anda sukai.

7. Wikipedia Indonesia

Third Level Domain: id.wikipedia.org

Tampilan subdomain Wikipedia Indonesia

Wikipedia menggunakan subdomain untuk membuat website sesuai dengan bahasa yang digunakan untuk menyampaikan informasinya. Hal ini karena audiens wikipedia berasal dari berbagai negara, dan informasinya akan lebih dipahami dengan bahasa audiens. 

Itulah kenapa  subdomain id.wikipedia.org digunakan untuk halaman wikipedia yang memuat artikel yang  ditulis dalam bahasa Indonesia dan ditujukan untuk audiens di Indonesia. 

8. Gojek Career

Third Level Domain: career.gojek.com

Tampilan third level domain Gojek Career

Subdomain career biasanya digunakan untuk memudahkan job seeker mencari lowongan pekerjaan di sebuah perusahaan. 

Seperti halaman karir Gojek pada gambar di atas, penggunaan subdomain memudahkan Gojek untuk menampilkan informasi khusus lowongan dengan lengkap. Tidak hanya mencantumkan daftar lowongan, tetapi juga menampilkan testimoni dari karyawan Gojek tentang pengalaman selama bekerja di perusahaan ini.

9. Kompas Edukasi

Third Level Domain: edukasi.kompas.com

Contoh subdomain Kompas Edukasi

Kompas menggunakan website utamanya untuk mengunggah berita terkini. Supaya lebih terorganisir, Kompas memisahkan topik-topik beritanya menggunakan subdomain. 

Seperti subdomain edukasi.kompas.com yang memudahkan pengunjung untuk mencari topik berita tentang pendidikan. 

10. Twitter Mobile

Third Level Domain: m.twitter.com

Tampilan subdomain Twitter Mobile

Contoh third level domain yang terakhir adalah versi mobile dari media sosial Twitter. Apabila Anda menggunakan mobile device untuk mengakses Twitter melalui web, maka secara otomatis, Anda akan langsung dialihkan ke website versi mobile.

Bagaimana? Sudah tahu beberapa contoh third level domain, ‘kan? Sekarang, yuk kita bahas perbedaan subdomain dengan addon domain. 

Perbedaan Third Level Domain dengan Addon Domain

Third level domain seringkali dianggap sama dengan addon domain karena berada pada satu hosting yang sama. Benarkah demikian?

Third level domain adalah bagian dari sebuah domain utama dan masih akan memiliki nama domain utama tersebut. Contohnya developers.google.com. 

Sementara itu, addon domain adalah sebuah domain yang berbeda dari domain utama di dalam sebuah hosting.

Misalnya, Anda punya domain akusiap.com dalam sebuah hosting. Lalu, membeli domain kitasiap.com untuk hosting yang sama. Nantinya, Anda dapat mengatur kedua domain ini menjadi dua website terpisah yang dikelola di satu akun hosting.

Baca Juga: Perbedaan Domain dan Subdomain yang Perlu Anda Tahu

Tertarik Buat Pakai Third Level Domain?

Third level domain adalah domain yang menjadi bagian dari domain utama dan sering disebut sebagai subdomain karena masih menggunakan nama domain tersebut. Contohnya adalah en.wikipedia.org.

Fungsi subdomain cukup banyak. Mulai dari memudahkan Anda membuat halaman khusus dari sebuah website, sampai membangun website baru dengan bahasa yang berbeda. Namun, jangan samakan subdomain dengan addon domain, ya. Subdomain punya nama domain yang sama dengan website utama, sedangkan addon domain memiliki domain berbeda, tetapi bisa dikelola dalam satu layanan hosting.

Menariknya, pengguna Niagahoster bisa memanfaatkan subdomain maupun addon domain sesuai kebutuhan. Anda bisa membuat subdomain di cPanel atau menambahkan addon domain dengan panduan yang sudah kami berikan. 

Baik subdomain maupun addon domain bisa Anda kelola dengan mudah saat berlangganan web hosting di Niagahoster. Harganya ramah di kantong lho, mulai dari Rp10.000/bulan saja! Menarik, ‘kan? 

Yang istimewa, kalau Anda ingin menambahkan domain, Niagahoster memiliki  pilihan domain dengan berbagai ekstensi yang bisa didapatkan dengan harga terjangkau:

Pilihan domain Niagahoster

Ga cuma itu, Anda juga berkesempatan untuk mendapat free domain di Niagahoster!

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, miliki domain Anda sekarang!

Aura Nisrina Hesanty I am currently working as a SEO content writer at Niagahoster. When I am not writing, you will find me buried in pile of fiction books, killing my time on movies, or zeroing on console games.

Leave a Reply

Your email address will not be published.