Alya Iqlima Product Content Writer. A specialist in writing technical content, specifically tutorials on Niagahoster Knowledge Base page.

Apa Itu Domain? [Semua Hal yang Harus Anda Ketahui]

8 min read

Apa Itu Domain? [Semua Hal yang Harus Anda Ketahui]

Kata domain sendiri sudah banyak tersebar di internet. Namun, apa Anda benar-benar paham apa itu domain? Secara singkat, domain adalah alamat website. Alamat yang Anda tuliskan pada URL bar browser favorit Anda dengan berakhiran .com, .co.id, .id, .ac.id itulah yang disebut dengan nama domain.

Pengertian Domain

Apa itu domain? Domain adalah alamat yang akan mengantarkan Anda ke website yang Anda tuju. Pada dasarnya, domain merupakan bentuk sederhana dari alamat IP yang berupa kombinasi angka rumit. Dengan banyaknya website yang tersebar di internet, menghafalkan kombinasi angka tersebut tentu sangat sulit.

Fungsi domain merupakan alat untuk mengidentifikasi sebuah web hosting. Contoh domain, misalnya adalah niagahoster.co.id.

Niagahoster merupakan website yang ingin Anda tuju, sementara .co.id merupakan ekstensi domain yang dipilih. Dengan nama domain, Anda tidak perlu repot-repot mengecek alamat IP dari website yang ingin Anda tuju. Simple, bukan?

Untuk memiliki nama domain Anda sendiri, maka Anda perlu mendaftarkan nama domain yang Anda inginkan tersebut. Domain akan terdaftar di organisasi bernama ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers) yang menentukan ekstensi domain apa saja yang bisa digunakan.

Saat mendaftarkan nama domain, Anda dapat memilih nama website Anda dan ekstensi domain sesuai keinginan Anda.

Contoh domain yang akan didaftarkan: Google.com. Hal ini berarti, Anda akan mendaftarkan nama Google sebagai nama web Anda, dan .com sebagai ekstensi domain TLD yang Anda inginkan.

Namun perlu diingat, Anda tidak bisa mendaftarkan nama domain yang sudah terdaftar. Setiap nama domain adalah nama unik, yang artinya tidak akan ada dua nama domain aktif yang sama persis.

Cara Kerja Domain

Setelah memahami apa itu domain, sekarang saatnya mengetahui cara kerja domain.

Masih segar di ingatan, bahwa domain berfungsi sebagai alamat untuk mengantarkan Anda menuju website tertentu. Perlu Anda tahu, di dunia ini ada jutaan domain. Meski sudah unik, pasti tetap sulit menemukannya jika alamat-alamat ini tersebar tak karuan.

Karena itu, domain-domain ini dikumpulkan ke dalam sebuah daftar kontak. Anggap saja seperti buku telepon. Nah, buku telepon ini disebut dengan DNS Server. Layanan web hosting Anda lah yang mengelola buku telepon ini.

Ketika domain yang Anda cari sudah ditemukan dalam DNS Server, browser akan menampilkan halaman yang Anda inginkan. Namun jika alamat tersebut belum juga ditemukan, maka akan dicari di DNS Server lainnya.

Perbedaan Domain dan Hosting

Kami sering menyebutkan hosting di penjelasan domain di atas. Perlu Anda ketahui bahwa hosting dan domain adalah dua hal yang berbeda. Lalu, apa itu domain dan hosting?

Seperti yang sudah dijelaskan, domain adalah alamat yang akan membawa Anda ke suatu website. Nah, sedangkan hosting adalah tempat untuk menyimpan semua file pada website tersebut.

Masih bingung? Baik, supaya memudahkan, kami akan menggunakan analogi perumahan. Pada perumahan, domain adalah alamat rumah Anda. Sedangkan hosting adalah rumah yang Anda tinggali dan menjadi tempat menyimpan berbagai perabotan.

Tanpa adanya alamat, tak ada orang yang bisa mengunjungi rumah Anda. Sama dengan hosting. Tanpa domain, netizen tak akan bisa mengunjungi website tersebut.

Begitu juga sebaliknya, tanpa adanya rumah, orang hanya akan mendapati tanah kosong jika mengunjungi alamat Anda. Tanpa hosting, netizen hanya akan menemukan halaman website kosong yang tak ada kontennya.

Baca juga: Yuk Kenali Jenis-Jenis Layanan Hosting!

Cara Daftar Domain

Cara daftar domain bisa berbeda tergantung penyedia hosting atau provider yang Anda pilih. Berikut cara daftar domain di Niagahoster:

  1. Cek ketersediaan nama domain pilihan Anda terlebih dahulu di sini
  2. Masukkan nama domain yang Anda inginkan beserta ekstensinya. Misalnya, nama domain websiteuntukkucing dengan domain .com. Jika domain tersedia, Anda bisa klik Tambahkan ke Cart. Tapi, jika domain tidak tersedia, Anda bisa mengganti nama atau mengganti ekstensinya.
    cara daftar domain di Niagahoster langkah kedua
  3. Pilih opsi Tanpa Hosting jika Anda hanya ingin membeli domain saja. Setelah itu, klik Lanjutkan.
    cara daftar domain di Niagahoster langkah ketiga
  4. Lakukan pembayaran dengan metode pembayaran yang Anda inginkan. 
  5. Setelah pembayaran Anda terkonfirmasi, domain Anda akan langsung aktif dan bisa digunakan.

Domain Name System & Nameserver

Ketika anda membeli domain dan hosting, mereka tidak langsung terhubung begitu saja. Karena pada dasarnya keduanya adalah 2 hal yang berbeda. Namun, anda bisa menghubungkan keduannya dengan bantuan DNS. Nah apa itu DNS dan apa saja komponennya? Silakan simak penjelasan berikut ini.

Domain Name System  (DNS):  DNS adalah suatu sistem database yang berfungsi untuk mentranslasi / mengarahkan nama domain menjadi IP address atau sebaliknya.

DNS terdiri dari beberapa Record, diantaranya NS Record, A Record, PTR, CNAME, TXT, SOA, dan sebagainya.

Dengan DNS ini anda bisa mengarahkan domain ke IP server yang Anda kehendaki melalui setting DNS di domain panel tempat anda membeli / mendaftarkan domain.

Nameserver (NS):  Nameserver adalah nama unik yang mewakili nama server penyimpan database domain name system (Server DNS) di mana di dalamnya terdapat keterangan IP address yang menuju ke server hosting yang telah ditentukan sebelumnya. Umumnya nameserver dibuat menggunakan nama domain agar lebih mudah diingat dan digunakan.

Contoh:

Ns1.domainku.com
Ns2.domainku.com

Dari penjelasan di atas, Anda saat ini mengetahui bahwa Anda membutuhkan bantuan DNS agar domain dan hosting yang Anda miliki dapat saling terhubung. Dengan DNS tersebut pula, Anda bisa leluasa mengarahkan domain ke layanan manapun yang anda inginkan.

Agar Anda lebih memahami tentang cara menghubungkan domain hosting, Anda bisa membaca lebih lanjut di → Cara Menghubungkan Domain dengan Server Hosting Sendiri

Apa itu Domain dan Subdomain?

Domain dan subdomain tidak dapat dipisahkan. Subdomain bisa digunakan untuk memisahkan domain lain yang masih merupakan turunan dari domain utama yang Anda miliki. Di Niagahoster, Anda bisa mendapatkan subdomain gratis apabila memiliki domain yang terdaftar di sini.

Subdomain merupakan alias dari domain Anda. Biasanya, subdomain akan memuat kata atau nama yang lebih khusus dari keseluruhan website Anda. blog.domain.com merupakan subdomain dari www.domain.com. Kata “blog” yang berada di depan “domain.com” inilah yang disebut dengan subdomain.

Subdomain biasanya digunakan agar konten yang berada di dalamnya tidak tercampur dengan konten utama dari website yang dimiliki user. Jika Anda memiliki toko online namun Anda juga ingin memberikan edukasi tentang barang yang Anda pasarkan, Anda dapat membuat subdomain “blog“. Dengan adanya subdomain ini, Anda tidak akan bingung menempatkan artikel tanpa merusak estetika toko online Anda.

Baca Juga: Cara Membuat Subdomain di cPanel

Tidak hanya berguna untuk memisahkan konten khusus dari domain utama Anda, subdomain memiliki manfaat lain. Kegunaan subdomain diantaranya adalah:

  • Search engine melihat subdomain sebagai website unik yang tidak terhubung dengan domain utama Anda. Hal ini berarti, peringkat subdomain Anda juga bisa naik dan menjajari domain utama. Tentunya, hal ini berarti Anda bisa menggeser turun website kompetitor.
  • Jika digunakan dengan benar, subdomain juga bisa langsung terindeks dengan cepat dan mendapatkan manfaat dari domain utama.

Jenis-Jenis atau Tipe Domain

Selain subdomain, domain juga umumnya dibagi ke dalam tiga kategori, yakni Top Level Domain, Second Level Domain, dan Third Level Domain.

1. TLD atau Top Level Domain

Sejatinya, Top Level Domain merupakan ekstensi domain yang berada di belakang nama website. TLD sendiri adalah ekstensi yang sudah sangat populer. Diantaranya, .com, .net, .gov, .org dan lain-lain.

Banyak yang lebih memilih menggunakan Top Level Domain karena berbagai alasan. Salah satunya adalah karena lebih mudah diingat dan lebih umum. Alasan ini biasanya digunakan oleh website yang sifatnya lebih personal atau tidak merujuk ke suatu organisasi tertentu. Top Level Domain juga membuat hosting/website klien memiliki peringkat yang lebih unggul di search engine Google.

Baca juga: Apa itu Top Level Domain (TLD)? Berikut Pengertian dan Kegunaannya!

Berikut beberapa jenis domain TLD:

ccTLD – country code Top Level Domains

CCTLD

ccTLD – Country Code Top Level Domain berarti, domain tersebut akan membawa identitas negara dan menunjukkan bahwa isi website tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang berada di negara tersebut, seperti domain dengan akhiran inisial negara .id, .sg, .au.

Di Indonesia sendiri, banyak variasi domain yang dapat digunakan perusahaan untuk melengkapi URL website mereka. Contohnya:

  • .ac.id: digunakan bagi lingkungan akademik/perguruan tinggi dengan ketentuan dan kebijakan yang telah ditentukan.
  • .co.id: digunakan bagi organisasi komersial yang hanya diperuntukan bagi perusahaan tersebut.
  • .sch.id: digunakan bagi akademik/sekolah
  • .web.id: digunakan oleh personal maupun organisasi Indonesia.

Kelebihan domain ccTLD

  • Kejelasan identitas ( mendaftar domain ccTLD bisanya mengharuskan mengupload scan identitas atau passport )
  • Peluang digunakan untuk penipuan ataupun kegiatan melanggar hukum sangat kecil karena pendaftaran diharuskan menggunakan identitas.
  • Lebih banyak pilihan nama domain karena pengguna domain ‘.ccTLD’ belum sebanyak ‘.com’
  • Pada search engine didahulukan untuk pasar negara bersangkutan.

Kekurangan domain ccTLD

  • Penamaan ekstensi nama domain kurang populer.
  • Prosedur pendaftaran yang membutuhkan verifikasi identitas sehingga aktivasi tidak secepat .com & sejenisnya.
  • Pada beberapa ekstensi cctld harga domain cenderung lebih tinggi dari domain gTLD seperti .com & sejenisnya.

Domain ccTLD cocok untuk …

  • Pemilik bisnis yang ingin terlihat lebih profesional.
  • Alternatif domain .com yang sudah dimiliki oleh orang lain.

gTLD – generic Top Level

TLD

gTLD atau Generic Top Level Domain adalah domain dengan ekstensi umum dan paling banyak digunakan user di dunia.  Domain yang terdapat pada jenis ini memiliki akhiran .com, .net, .biz, .org, .edu, dan lain-lain. Tiap-tiap ekstensi juga memiliki penjelasan dan kegunaannya masing-masing.

  • .com: digunakan untuk keperluan komersial
  • .biz: digunakan untuk keperluan bisnis
  • .org: digunakan untuk keperluan organisasi
  • .edu: digunakan untuk keperluan edukasi/pendidikan

Kelebihan domain gTLD

  • Ekstensi terpopuler dibandingkan TLD lainnya.
  • Tidak dibutuhkan dokumen identitas untuk mendaftarkan.
  • Harga yang relatif murah dari domain Premium atau beberapa ccTLD.

Baca juga: Strategi Memilih Nama Domain untuk Bisnis Anda

Kekurangan domain gTLD

  • Pencarian nama domain yang sulit karena banyak yang telah mendaftarkan nama yang sama sebelumnya.
  • Relatif rentan dipergunakan untuk tindak kejahatan karena tidak dibutuhkan scan identitas yang valid.

Domain TLD cocok untuk …

  • Anda yang membutuhkan domain ektensi populer seperti .com, .net .org agar lebih mudah diingat.
  • Anda yang tidak ingin terlalu direpotkan dengan persyaratan dokumen.

Premium TLD

Walaupun terhitung baru, domain premium TLD merupakan alternatif penamaan domain yang menggunakan ekstensi-ekstensi premium seperti .site, .web , .travel , .host , .doctor dan ekstensi lainnya. Domain Premium TLD cenderung menekankan ke spesifikasi sebuah website.   Misalkan domain yang menggunakan ekstensi .travel kemungkinan besar akan membahas tentang travel atau merupakan layanan produk / jasa travel. Begitupula dengan ekstensi lainnya.

Kelebihan domain Premium TLD

  • Spesifik merujuk ke spesifikasi suatu website.
  • Alternatif domain .com yang sudah dimiliki oleh orang lain.

Kekurangan domain Premium TLD

  • Harga yang relatif lebih mahal dari ekstensi domain lainnya.
  • Ekstensi domain yang tidak sefamiliar domain gTLD biasa.

Domain premium TLD cocok untuk …

  • Website dengan kategori spesifik.  Misalnya domain .host  untuk layanan hosting, kemudian domain .travel untuk penyedia layanan travel.
  • Alternatif nama domain selain .com yang sudah dimiliki oleh orang lain.

2. SLD  atau Second Level Domain

SLD adalah nama domain yang Anda daftarkan. Cara membaca domain adalah dari bagian paling belakang, kemudian lanjut ke depan. Nah, pada domain niagahoster.co.id, nama “niagahoster” itulah yang disebut dengan SLD. Lebih mudahnya, Anda dapat mengartikan SLD sebagai nama website Anda.

3. Third Level Domain

Atau yang seringkali disebut juga sebagai subdomain. Letaknya berada paling depan dari kesatuan URL nama domain yang Anda miliki. Misalnya, “www.niagahoster.co.id“, maka “www” inilah yang dikategorikan sebagai Third Level Domain.

Baca juga: 5 Tips Memilih Nama Domain Unik dan Menarik untuk UKM

Addon Domain dan Parking Domain

Selain pengertian apa itu domain dan subdomain di atas, Anda juga pasti sangat familiar dengan dua istilah ini. Biasanya, layanan penyedia web hosting akan menawarkan gratis addon domain yang dapat Anda gunakan setelah membeli sebuah domain utama. Di Niagahoster, Anda bisa mendapatkan addon domain jika memilih paket web hosting Pelajar, Personal dan Bisnis.

Addon Domain

Addon domain adalah domain yang ditambahkan setelah Anda memiliki domain utama. Namun, addon domain tidak bekerja seperti subdomain. Jika subdomain masih menggunakan nama domain utama Anda, addon domain bisa menjadi sebuah domain independen dengan konten yang sangat berbeda. Domain ini nantinya akan masuk ke sub-direktori pada folder public_html web hosting Anda.

Meski begitu, pengunjung website kedua Anda mungkin tidak sadar jika domain tersebut merupakan addon domain. Hal ini dikarenakan tampilannya yang seperti sebuah website dengan domain terpisah.

Misalnya, jika contohdomain.com adalah addon domain dari tamanbermain.com, maka folder contohdomain.com akan berada di dalam folder public_html milik tamanbermain.com. Namun, konten yang ada di contohdomain.com bisa sangat berbeda dari domain utamanya.

Parking Domain

Parking domain adalah istilah yang sering Anda dengar. Namun, apakah Anda sudah benar-benar paham apa itu parking domain? Istilah parking domain atau parked domain adalah nama domain yang diarahkan ke domain utama Anda.

Lalu, apa bedanya dengan redirect? Tentu saja beda.

Redirect adalah jika Anda memiliki domain utama example.com, kemudian Anda membuat domain baru example.id. Domain example.id ini di-redirect ke domain utama, sehingga pengunjung yang mengakses domain example.id akan langsung ter-redirect ke example.com

Sementara itu, parking domain atau parked domain bekerja seperti ini:

Anda memiliki domain utama contoh.com kemudian Anda membuat domain contoh.net. Pengunjung yang mengakses contoh.net akan melihat isi halaman yang sama persisdengan domain contoh.com. Namun jika ada link yang terdapat pada website itu, nantinya akan diarahkan kembali ke domain utama Anda.

Baca juga: Setelah Beli Domain, Apa yang Bisa Dilakukan?

Kesimpulan

Jadi, apa pengertian domain?

Domain merupakan alamat yang akan membawa Anda ke website yang ingin Anda kunjungi. Dengan nama domain, Anda menghemat waktu untuk menghafalkan alamat IP yang sangat rumit. Untuk memiliki domain, Anda perlu mendaftarkannya terlebih dahulu.

Di Indonesia, layanan penyedia domain dan web hosting sudah sangat banyak. Salah satunya adalah Niagahoster. Di Niagahoster, Anda bisa mendapatkan nama domain unik dengan harga murah yang sesuai keinginan Anda.

Anda juga tidak perlu khawatir dengan ekstensi domain yang tersedia di Niagahoster. Temukan promo domain com serta ekstensi lainnya dan onlinekan bisnis Anda sekarang juga!

Kalau Anda sudah punya domain dan ingin beralih ke Niagahoster, Anda bisa melakukan transfer domain secara mudah ke Niagahoster.

Demikian artikel mengenai penjelasan tentang apa itu domain dan subdomain serta istilah-istilah di dalamnya. Setiap minggu akan ada artikel baru yang akan di terbitkan, jangan sungkan subscribe untuk mendapatkan artikel terbaru dari Niagahoster Blog. Terima kasih.

Alya Iqlima Product Content Writer. A specialist in writing technical content, specifically tutorials on Niagahoster Knowledge Base page.
[{"code":"","label":"Coba Lagi","win":false},{"code":"HOSTING50","label":"Extra Diskon 50rb ","win":true},{"code":"HOSTING20","label":"Extra Diskon 20rb ","win":true},{"code":"HOSTING100","label":"Extra Diskon 100rb ","win":true},{"code":"","label":"Belum Beruntung","win":false},{"code":"HOSTING20","label":"Extra Diskon 20rb ","win":true},{"code":"","label":"Coba Lagi","win":false},{"code":"HOSTING50","label":"Extra Diskon 50rb ","win":true},{"code":"HOSTING20","label":"Extra Diskon 20rb ","win":true},{"code":"FREESHIPPING","label":"Coba Lagi","win":false},{"code":"","label":"Sedikit Lagi! ","win":false},{"code":"HOSTING50","label":"Extra Diskon 50rb ","win":true}]
[{"code":"","label":"Coba Lagi","win":false},{"code":"HOSTING50","label":"Extra Diskon 50rb ","win":true},{"code":"HOSTING20","label":"Extra Diskon 20rb ","win":true},{"code":"HOSTING100","label":"Extra Diskon 100rb ","win":true},{"code":"","label":"Belum Beruntung","win":false},{"code":"HOSTING20","label":"Extra Diskon 20rb ","win":true},{"code":"","label":"Coba Lagi","win":false},{"code":"HOSTING50","label":"Extra Diskon 50rb ","win":true},{"code":"HOSTING20","label":"Extra Diskon 20rb ","win":true},{"code":"FREESHIPPING","label":"Coba Lagi","win":false},{"code":"","label":"Sedikit Lagi! ","win":false},{"code":"HOSTING50","label":"Extra Diskon 50rb ","win":true}]