Aldwin Nayoan Aldwin is a content writer at Niagahoster. Specializing in web hosting and WordPress, he is eager to help people uplevel their business on the internet. Apart from being a tech junkie, Aldwin likes fiction and photography.

Perbedaan Domain dan Subdomain yang Perlu Anda Tahu

3 min read

Bagi Anda yang menggunakan website pasti sering mendengar istilah domain dan subdomain. Tapi, apa ya perbedaan domain dan subdomain?

Singkatnya, domain berfungsi sebagai alamat utama website, sedangkan subdomain adalah alamat tambahan untuk bagian khusus di website.

Selain itu, tentunya masih ada perbedaan subdomain dan domain lainnya. Mari simak bersama di artikel ini!

Apa Itu Domain dan Subdomain?

Domain adalah alamat yang memudahkan Anda untuk mengakses website. Dengan adanya domain, Anda cukup mengetikkan alamat website alih-alih IP addressnya.

Misalnya, jika Google tidak memiliki domain, Anda harus mengetikkan 172.217.20.4. Tentunya, angka-angka seperti itu lebih sulit diingat daripada google.com.

jenis domain

Domain dibagi menjadi tiga jenis, yaitu top level domain (TLD), second level domain (SLD), dan third level domain.

Umumnya, yang disebut sebagai domain adalah gabungan second level domain dan top level domain. Contohnya, niagahoster.co.id.

Lalu, bagaimana dengan subdomain? Nah, subdomain adalah nama lain dari third level domain. Letaknya berada di depan second level domain.

Subdomain terikat dengan domain dan umumnya digunakan sebagai alamat halaman di suatu website. Misalnya, Niagahoster memiliki kursus online, yaitu Niagahoster Course, yang bisa Anda akses melalui course.niagahoster.co.id. “course” di alamat tersebut adalah contoh subdomain.

Contoh domain dan subdomain lainnya juga bisa Anda temukan di Niagahoster. Untuk mengecek status layanan Niagahoster, Anda cukup akses status.niagahoster.co.id.

Niagahoster Course sebagai contoh untuk menjelaskan perbedaan domain dan subdomain

Untuk mendapatkan domain, Anda harus membelinya di registrar atau penyedia domain. Harganya bervariasi, tergantung pilihan top level domain dan di mana Anda membelinya.

Sedangkan jika ingin memiliki subdomain, Anda harus memiliki domain terlebih dahulu. Setelah itu, Anda bisa membuat beberapa subdomain sesuai kebutuhan website Anda.

Lalu, apa sebenarnya perbedaan domain dan subdomain lainnya? Mari simak penjelasannya di bawah ini.

Baca juga: Cara Membuat Multisite di Subdomain 

4 Perbedaan Domain dan Subdomain

Berikut ini adalah perbedaan subdomain dan domain:

1. Cara Mendapatkan

Perbedaan domain dan subdomain yang pertama adalah cara mendapatkannya. Agar bisa memiliki domain, Anda harus membelinya.

Namun, tidak demikian dengan subdomain. Untuk memiliki subdomain, Anda harus sudah memiliki domain. Dengan kata lain, subdomain tidak bisa berdiri sendiri.

2. Harga

Domain sifatnya berbayar, sedangkan subdomain itu gratis. Untuk menggunakan domain, Anda harus membayar biaya berlangganan yang dibayarkan tiap jangka waktu yang ditentukan penyedia domain.

3. Fungsi

Perbedaan domain dan subdomain lainnya adalah dari segi kegunaan. Domain berfungsi sebagai alamat utama website, sedangkan subdomain berguna untuk mengarahkan pengunjung ke bagian tertentu dari website tersebut.

Baca juga: Cara Instal WordPress di Subdomain

4. Kaitannya dengan Upaya SEO

Perbedaan subdomain dan domain juga bisa Anda lihat dari segi SEO (optimasi mesin pencarian).

Google menganggap subdomain sebagai domain tersendiri. Dengan kata lain, jika website Anda memiliki subdomain, Google akan menganggap halaman-halaman yang terkait dengan subdomain itu terpisah dari domain utama.

Itu artinya, Anda bisa memanfaatkan subdomain untuk menarget kata kunci lain yang tidak dioptimalkan untuk domain utama Anda.

Contohnya, Anda memiliki blog jurnalisme dan ingin membuat cabang dari blog tersebut yang khusus berbicara tentang kuliner. Untuk keperluan itu, Anda membuat subdomain, misalnya kuliner.jurnalku.com. Tentunya, topik kata kunci yang Anda bidik di subdomain itu akan berbeda dari yang sudah Anda bidik di domain utama.

Contoh lainnya adalah ketika Anda ingin memasarkan website untuk audiens yang berbeda bahasa. Jika domain Anda tokoku.com, Anda bisa membuat en.tokoku.com untuk menarget audiens internasional dengan kata kunci berbahasa Inggris.

Baca Juga: 10 Tips Memilih Nama Domain yang Tepat

Kapan Anda Harus Menggunakan Subdomain?

Ini dia beberapa kriteria di mana Anda bisa memanfaatkan subdomain:

1. Membuat Alamat untuk Halaman Khusus Website Tertentu

Mungkin website Anda terdiri dari beberapa bagian dengan fungsi yang berbeda, seperti katalog produk, blog, dan forum. Nah, Anda bisa menggunakan subdomain untuk membuat alamat bagi masing-masing bagian tersebut. Misalnya, blog.namadomain.com.

Dengan penggunaan subdomain, pengunjung website jadi tahu ke mana tujuan link yang mereka klik.

Baca juga: Cara Setting Subdomain ke Hosting Lain

2. Membuat Versi Website Berbahasa Lain

Apakah audiens website Anda berasal dari berbagai belahan dunia? Jika ya, Anda bisa membantu audiens memahami konten Anda dengan menyediakan beberapa versi website Anda dalam berbagai bahasa.

Untuk memudahkan identifikasi masing-masing versi website, Anda bisa menggunakan subdomain. Misalnya, versi berbahasa Inggris menggunakan en.domain.com.

3. Membuat Versi Mobile untuk Website Anda

Website dengan tampilan mobile-friendly sudah menjadi hal wajib. Selain karena kebanyakan pengguna internet mengakses website melalui smartphone dan tablet, tampilan mobile-friendly merupakan syarat dari Google.

Sebagian besar platform pembuatan website kini memudahkan Anda untuk membuat website mobile-friendly melalui tema yang disediakan. Namun, jika Anda ingin membuat versi website mobile sendiri, Anda tentu perlu membedakan alamatnya. Untuk itu, Anda bisa menggunakan subdomain, seperti m.domain.com atau mobile.domain.com.

Baca Juga: Cara Membuat Website Mobile Friendly dalam 11 Langkah

4. Melakukan A/B Testing

Ketika ingin melakukan pembaruan desain website, Anda perlu melakukan A/B testing terlebih dahulu. Tujuannya, agar bisa membandingkan efektivitas dan performa desain yang lama dengan yang baru.

Dalam melakukan A/B testing, tentunya Anda perlu meng-onlinekan versi website dengan desain yang baru. Nah, Anda bisa menggunakan subdomain sebagai alamat versi website tersebut.

Dengan begitu, nantinya Anda tinggal menghapus subdomain tersebut ketika Anda selesai membandingkan desain yang lama dengan yang baru.

Baca juga: Subdomain ke Blogspot

Sudah Tahu Perbedaan Domain dan Subdomain, kan?

Di artikel ini Anda sudah belajar tentang perbedaan domain dan subdomain. Domain merupakan alamat website, sedangkan subdomain adalah tambahan di depan domain. Salah satu contoh domain dan subdomain adalah course.niagahoster.co.id.

Anda bisa membuat alamat website menggunakan subdomain untuk beberapa keperluan, termasuk:

  • Membuat halaman khusus di website
  • Membuat versi website dengan bahasa yang berbeda
  • Membuat versi mobile website
  • Membuat website dengan desain berbeda untuk A/B testing

Untuk memiliki subdomain, Anda harus sudah memiliki domain terlebih dahulu. Sebab, subdomain terikat dengan domain Anda.

Nah, jika Anda ingin membeli domain dengan harga terjangkau, Niagahoster adalah penyedia domain yang tepat. Sebab, pilihan top level domain di Niagahoster beragam dan harganya mulai dari Rp14.000/bulan. Kami juga menyediakan berbagai ekstensi, termasuk ekstensi ID domain seperti .id, .co.id, .web.id, .or.id, dan masih banyak yang lain.

Selain itu, Niagahoster menawarkan fitur pengelolaan domain yang lengkap, termasuk domain forwarding, DNS management, dan unlock domain.

Setelah membeli domain dan menghubungkannya ke website, nantinya Anda bisa membuat subdomain melalui panel kontrol layanan hosting yang Anda gunakan.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera pilih domain yang Anda inginkan untuk membuat subdomain!

Aldwin Nayoan Aldwin is a content writer at Niagahoster. Specializing in web hosting and WordPress, he is eager to help people uplevel their business on the internet. Apart from being a tech junkie, Aldwin likes fiction and photography.

Leave a Reply

Your email address will not be published.