Aldwin Nayoan Aldwin is a content writer at Niagahoster. Specializing in web hosting and WordPress, he is eager to help people uplevel their business on the internet. Apart from being a tech junkie, Aldwin likes fiction and photography.

Perbedaan Shared Hosting dan Dedicated Hosting yang Harus Anda Tahu

3 min read

Pengertian Hosting, Jenis, dan Fungsinya

Ketika membangun sebuah website, Anda akan dihadapkan pada pilihan untuk menggunakan shared hosting atau dedicated hosting. Nah, karena berpengaruh pada performa website Anda, sebaiknya kenali dulu perbedaan shared hosting dan dedicated hosting.

Meskipun kedua jenis layanan hosting tersebut bisa Anda gunakan sesuai kebutuhan website Anda, ada kelebihan dan kekurangan masing-masing.   Nah, biar tidak salah pilih, mari kenali masing-masing jenis hosting dan perbandingan keduanya di artikel ini!

Apa Itu Shared Hosting?

ilustrasi shared hosting

Shared hosting adalah jenis web hosting yang servernya Anda gunakan bersama dengan beberapa pengguna lain. Artinya, Anda harus berbagi sumber daya hosting, seperti penyimpanan dan memori.

Secara umum, berbagi sumber daya tidak akan mempengaruhi performa website dengan penggunaan wajar. Sebab, pihak hosting tentu sudah menentukan pengaturan yang optimal bagi pengguna. 

Pun demikian, ada beberapa hal yang harus diingat ketika menggunakan layanan shared hosting. 

Pertama, Anda hanya bisa menggunakan sumber daya sesuai batas yang ditetapkan penyedia hosting. Kedua, Anda tidak bisa menambahkan fasilitas atau fitur khusus di shared hosting selain yang sudah ditentukan.

Jika diibaratkan, shared hosting seperti sebuah rumah kos, di mana Anda berbagi fasilitas umum seperti dapur, kamar mandi, dan tempat parkir. Penggunaan salah satu fasilitas secara berlebihan, seperti parkir, akan berdampak pada pengguna yang lain. 

Baca Juga: Cara Kerja Shared Hosting

Apa Itu Dedicated Hosting?

Jenis layanan hosting - ilustrasi dedicated hosting

Dedicated hosting adalah jenis web hosting yang servernya hanya digunakan satu pengguna.  Dengan begitu, Anda bebas memanfaatkan sumber daya yang dimiliki dan menambahkan fasilitas sesuai kebutuhan website.

Jenis hosting tersebut bisa diibaratkan sebagai rumah pribadi lantaran Anda bebas menggunakan fasilitasnya. Bahkan, Anda bisa menambahkan fasilitas lain, seperti kolam renang dan taman.

Dengan server khusus untuk digunakan sendiri, kualitas dari website tentu akan lebih baik. Bahkan, Anda bisa menggunakannya untuk jenis website yang membutuhkan sumber daya tinggi. 

Pun demikian, tentu ada kekurangan dari dedicated hosting yang perlu Anda pertimbangkan sebelum menggunakannya.  

Jadi, mari simak lebih jauh perbedaan shared hosting dan dedicated hosting bukan hanya dari penggunaan servernya. 

Baca juga: Daftar Lengkap Kekurangan Hosting Gratis

Perbedaan Shared Hosting dan Dedicated Hosting

Ini dia perbandingan antara shared hosting dan dedicated hosting dalam lima kriteria:

1. Performa

Baik shared hosting maupun dedicated hosting bisa menghasilkan performa atau kinerja yang baik.

Bedanya, kalau menggunakan shared hosting, performa hosting Anda bisa terganggu jika ada pengguna lain yang menggunakan sumber daya berlebihan. Akibatnya, performa website Anda secara umum akan berkurang jika hal itu terjadi.

Sementara itu, performa dedicated hosting tentunya lebih stabil berkat penggunaan  server sendiri. Jadi, tidak akan terjadi penurunan kecepatan website akibat pihak lain seperti pada shared hosting. 

Pun demikian, Anda perlu menentukan pengaturan terbaik untuk mendapatkan performa yang lebih optimal jika menggunakan dedicated hosting.

2. Keamanan

Shared hosting dan dedicated hosting sama-sama aman digunakan untuk berbagai jenis website. Bahkan, tak jarang penyedia hosting memberikan perlindungan tambahan untuk menjamin keamanan website Anda.

Yang membedakan keduanya adalah kebebasan pengguna untuk mengubah pengaturan keamanan sesuai kebutuhan website.

Di shared hosting, Anda tidak bisa menambahkan aplikasi atau skrip sesuai keinginan untuk keamanan tambahan. Sebab, penyedia hosting sudah menentukan penggunaan fitur keamanan tertentu yang dianggap optimal.

Sementara itu, dedicated hosting memungkinkan Anda untuk mengatur keamanan hosting sendiri dengan leluasa. Anda bisa menentukan konfigurasi atau menambahkan aplikasi untuk membangun sistem keamanan yang diinginkan.

3. Kemudahan Penggunaan

Shared hosting bisa dikatakan lebih cocok untuk pemula karena server sudah dikonfigurasi oleh penyedia hosting. Bahkan komponen penting seperti sistem operasi (OS) server dan panel kontrol sudah terinstal dan siap digunakan. 

Singkatnya, ketika menggunakan shared hosting, Anda sudah bisa langsung menggunakannya untuk membuat website.

Tak hanya itu, untuk mengelola hosting dan website, Anda cukup klik berbagai menu di panel kontrol shared hosting tersebut. Jadi, shared hosting adalah jenis hosting untuk pemula yang unggul dari sisi kemudahan penggunaannya. 

Sementara itu, dedicated hosting menawarkan kebebasan mengatur konfigurasi server. Anda bisa menginstal OS server dan panel kontrol sendiri sesuai yang diinginkan. 

Dengan begitu, pengaturan hosting bisa disesuaikan dengan kebutuhan website tanpa batasan. Sayangnya, kebebasan ini menuntut keahlian teknis yang baik. Kalau terjadi salah setting, justru akan berakibat buruk pada website Anda. 

Baca Juga: Perbandingan VPS dan Dedicated Server yang Harus Anda Tahu

4. Skalabilitas

Jika pengunjung website bertambah banyak, Anda membutuhkan hosting dengan spesifikasi yang mampu menangani lonjakan akses ke website. 

Shared hosting menawarkan sumber daya website yang lebih cocok untuk jumlah pengunjung standar. Contohnya, blog, company profile, dan toko online yang masih kecil. 

Untuk website yang ramai pengunjung, dedicated hosting bisa menjadi pilihan yang lebih tepat. Alasannya, jenis hosting ini memiliki sumber daya yang jauh lebih tepat untuk menangani trafik yang tinggi. 

Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Shared Hosting yang Perlu Anda Ketahui

5. Harga

Harga shared hosting sangat terjangkau. Anda bisa membelinya mulai dari Rp10.000 per bulan saja. Ini tentu menjadi pilihan bagi pengguna yang baru mulai membangun website.

Sementara itu, harga dedicated hosting lebih mahal karena memberikan spesifikasi lebih tinggi, yaitu mulai Rp1,8 juta per bulan. Namun, harga tersebut wajar untuk sumber daya besar dan kebebasan untuk mengatur hosting sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Shared Hosting vs Cloud Hosting: Mana yang Lebih Bagus?

Sudah Tahu Perbandingan Shared Hosting dan Dedicated Hosting, kan?

Itu tadi perbandingan antara shared hosting dan dedicated hosting. Untuk memudahkan Anda menimbang-nimbang di antara keduanya, Anda bisa simak rangkuman poin-poinnya di bawah ini:

Shared hosting:

  • Performa: cukup stabil, kecuali jika terjadi penggunaan sumber daya berlebihan
  • Keamanan: cukup aman, tapi dengan pengaturan yang sudah ditentukan
  • Kemudahan penggunaan: cocok bagi pemula karena pengaturan server dilakukan penyedia hosting, sehingga bisa langsung digunakan
  • Skalabilitas: cocok untuk website dengan pengunjung yang belum terlalu banyak
  • Harga: mulai dari Rp10.000/bulan

Dedicated hosting:

  • Performa: bisa lebih stabil selama Anda melakukan pengaturan yang tepat
  • Keamanan: bisa mengubah pengaturan dan menambahkan fitur keamanan sesuai kebutuhan website
  • Kemudahan penggunaan: lebih cocok untuk pengguna dengan kemampuan teknis yang baik
  • Skalabilitas: cocok untuk website yang ramai pengunjung
  • Harga: mulai dari Rp1,8 juta/ bulan

Apa yang bisa Anda pelajari dari perbedaan shared hosting dan dedicated hosting di atas?

Jika Anda baru ingin membuat website sederhana, shared hosting sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan Anda. Apalagi didukung dengan harga yang relatif terjangkau. 

Nah, Niagahoster merupakan salah satu pilihan tepat bagi Anda membangun website tersebut. Niagahoster tidak hanya menawarkan shared hosting dengan performa dan keamanan website yang baik tapi juga fitur unggulan, termasuk:

  • Server dengan kecepatan optimal seperti LiteSpeed agar website selalu lancar
  • Jaminan uptime yang tinggi, memungkinkan website untuk selalu online
  • Sistem keamanan Imunify360 untuk mencegah serangan malware
  • SSL gratis untuk mengamankan transfer data antara website dan pengunjung
  • Customer support 24 jam yang bisa Anda hubungi melalui berbagai media
  • Backup website otomatis untuk mencegah kehilangan data website

Anda bisa menikmati semua fitur tersebut dengan hanya Rp10.000 per bulan. Jadi, tunggu apa lagi? Segera pilih paket shared hosting yang Anda inginkan!

Aldwin Nayoan Aldwin is a content writer at Niagahoster. Specializing in web hosting and WordPress, he is eager to help people uplevel their business on the internet. Apart from being a tech junkie, Aldwin likes fiction and photography.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

[class^="wpforms-"]
[class^="wpforms-"]
[class^="wpforms-"]
[class^="wpforms-"]