Aura Nisrina Hesanty I am currently working as a SEO content writer at Niagahoster. When I am not writing, you will find me buried in pile of fiction books, killing my time on movies, or zeroing on console games.

Apa itu Company Profile: Fungsi, Contoh, & Cara Membuatnya

7 min read

Company Profile

Bagaimana cara Anda bisa mengenalkan bisnis kepada audiens dengan baik? Menggunakan company profile adalah salah satu langkah yang tepat. Sebuah company profile mampu menampilkan citra perusahaan dengan menarik dan relevan bagi target audiens.   

Tapi, sebenarnya apa itu company profile? Apakah fungsi company profile sekadar meyakinkan audiens untuk memilih bisnis Anda? 

Artikel ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Pastikan Anda menyimak hingga tuntas karena kami juga akan menjelaskan bagaimana cara membuat company profile.

Apa itu Company Profile?

Company profile adalah media yang dibuat untuk menjelaskan gambaran umum perusahaan agar masyarakat dapat mengenalnya dengan baik. 

Lewat company profile, perusahaan dapat memberi kesan pertama yang baik tentang bisnis yang dijalankan, dan produk dan jasa yang ditawarkan.

Jika dianalogikan, company profile ibarat resepsionis yang bertugas memberikan informasi yang dibutuhkan oleh tamu. Profil perusahaan harus mampu menyediakan informasi yang lengkap tentang perusahaan kepada audiens.

Dalam praktiknya, company profile bisa disampaikan lewat berbagai media. Mulai dari bentuk buku, brosur, video, website, dan lainnya. 

Dengan perkembangan teknologi saat ini, website company profile menjadi platform yang paling relevan untuk menjangkau audiens lebih luas. 

Nah, setelah tahu apa itu company profile, pasti Anda penasaran fungsi company profile, ‘kan? Simak lebih lanjut yuk.

Apa Fungsi Company Profile bagi Perusahaan?

Nah setelah mengetahui apa itu company profile, kira-kira, apa sih fungsi company profile? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.

1. Menyajikan Gambaran Umum Tentang Perusahaan

Fungsi company profile yang pertama adalah menjadi media yang memberikan gambaran umum tentang perusahaan. Sebuah profil perusahaan yang baik berisi tentang sejarah, visi, misi, dan detail informasi perusahaan lainnya dengan lengkap.

Saat membaca company profile, audiens diharapkan akan mengetahui tentang perusahaan dengan lebih tepat menurut sumber dari perusahaan tersebut. Bahkan, audiens juga bisa mendapat gambaran secara umum tentang produk atau jasa yang ditawarkannya.

2. Menjadi Media Promosi dan Publikasi

Secara tidak langsung, company profile bisa berperan sebagai media promosi. Utamanya, melalui halaman informasi produk.

Dengan adanya informasi tentang produk atau jasa ini, pembaca akan mendapat pengetahuan tentang detail produk atau jasa. Sehingga, bisa menarik mereka untuk menjadi calon konsumen produk atau jasa perusahaan.

Yang tak kalah penting, profil perusahaan juga dapat berfungsi sebagai media publikasi resmi tentang kiprah perusahaan dan berbagai pencapaiannya. Informasi tersebut dapat membantu perusahaan menunjukkan kredibilitas bisnis yang dijalankan.

3. Memperkuat Branding Perusahaan

Selain kedua fungsi company profile di atas, fungsi selanjutnya adalah untuk memperkuat branding. Kenapa demikian?

Profil perusahaan bisa menjelaskan kelebihan yang dimiliki oleh perusahaan, baik dari sisi bisnis maupun produknya. Kelebihan ini dapat menjadi pembanding antara perusahaan Anda dan kompetitor, terutama dalam hal Unique Selling Point atau faktor pembeda bisnis.

Hal itulah yang bisa menjadi alasan mengapa sebuah profil perusahaan dapat memperkuat branding perusahaan.

Setelah membahas tentang pengertian dan fungsi company profile, pasti Anda ingin tahu cara membuat company profile, ‘kan? Scroll lagi untuk tahu lebih lanjut.

Cara Membuat Company Profile 

Bagaimana sih cara membuat company profile yang benar? Simak penjelasan di bawah ini.

1. Tentukan Tone Penyampaian Company Profile

Langkah pertama sebelum menulis profil perusahaan adalah menentukan tone dalam pembuatan profil perusahaan, yaitu cara menyampaikan informasi di dalamnya.

Kenapa hal tersebut penting? Sebab, profil perusahaan harus memiliki tone yang sesuai dengan target audiens-nya. 

Sebagai contoh, jika bisnis Anda bergerak di bidang kreatif dengan target audiens anak muda, maka tone yang cocok digunakan adalah santai, ceria, dan modern. 

2. Pilih Media yang Tepat

Masih berhubungan dengan poin sebelumnya, memilih media untuk menyampaikan profil perusahaan juga harus disesuaikan dengan target audiens Anda. 

Sebagai contoh, target audiens Anda adalah anak muda yang setiap hari menggunakan gadget dan mengakses informasi online. Nah, apakah Anda akan membuat profil perusahaan berupa buku atau brosur?

Tentu akan lebih tepat membangun website yang bisa diakses online dan informasinya bisa dipromosikan lewat media sosial, ya?

3. Tulis Detail Informasi tentang Perusahaan

Ketika Anda berkenalan dengan seseorang, pasti Anda akan menyebut nama, umur, daerah asal, bahkan nomor telepon Anda. Hal yang sama berlaku dalam cara membuat company profile. 

Bedanya, informasi yang diberikan adalah sebagai berikut:

  • Nama perusahaan
  • Lokasi perusahaan
  • Tanggal perusahaan didirikan
  • Kontak perusahaan (website, email, nomor telepon)
  • Link media sosial
  • Visi dan misi perusahaan
  • Deskripsi produk atau jasa yang ditawarkan

4. Ceritakan Sejarah tentang Perusahaan

Tak hanya informasi utama di atas, sejarah perusahaan merupakan salah satu komponen yang tak lepas dari sebuah profil perusahaan. Tujuannya, mengajak audiens memahami perjalanan bisnis Anda dengan baik. 

Tak hanya membuat audiens merasa terhubung dengan perjalanan perusahaan Anda, hal ini dapat menunjukkan kredibilitas bisnis dalam perjalanannya. Hal ini dapat menjadi jurus jitu untuk menggaet audiens.

5. Sampaikan Keunggulan Perusahaan

Selanjutnya, tunjukkan keunggulan perusahaan dalam profil tersebut. Informasi ini penting untuk citra perusahaan dan kelebihannya dibanding kompetitor.

Anda bisa mencari keunggulan dari perusahaan Anda saat ini, tapi umumnya meliputi hal berikut:

  • Sertifikat atau penghargaan yang diraih terkait kualitas produk
  • Project yang pernah dan sedang dijalankan dengan berhasil
  • Ulasan atau testimoni dari pelanggan yang positif
  • Pengakuan dari media atau portal berita tentang kinerja yang baik

6. Gunakan Desain yang Menarik

Selain harus memuat informasi seperti pada poin-poin di atas, profil perusahaan memang harus atraktif agar dapat menarik perhatian audiens. 

Anda dapat membuat desain tersebut sendiri, baik untuk profil perusahaan dalam bentuk brosur atau website. Atau, Anda bisa memanfaatkan template company profile yang praktis tapi menarik. 

Yang paling penting, pastikan desain profil perusahaan Anda sesuai dengan karakteristik dan identitas perusahaan. 

Nah, sudah tahu bagaimana cara membuat company profile, ‘kan? Sekarang yuk simak contoh company profile perusahaan di bawah ini.

10+ Contoh Company Profile Perusahaan

Berikut ini adalah beberapa contoh company profile perusahaan terkenal:

1. Pertamina International Shipping

Bentuk Company Profile: Brosur

Contoh company profile perusahaan yang pertama adalah milik Pertamina International Shipping (PIS). Profil perusahaan ini disajikan dalam bentuk brosur. 

Profil perusahaan PIS didominasi dengan warna merah sesuai brand mereka, yang artinya  ketegasan, keuletan, dan keberanian dalam menghadapi berbagai kesulitan. 

Dalam profil perusahaannya, PIS menyampaikan informasi tentang sejarah, visi dan misi, hingga core values. Yang cukup unik, PIS juga memaparkan profil spesifikasi armada kapal yang digunakan untuk menunjukkan bahwa PIS menjamin kecepatan dan keamanan barang yang didistribusikan. 

2. Bank BCA

Bentuk Company Profile: Buku

Contoh company profile perusahaan BCA

BCA menunjukkan profil perusahaan mereka dalam bentuk buku dengan informasi yang cukup lengkap. Bahkan, keseluruhan informasinya mencapai lebih dari 60 halaman. 

Untuk membuatnya lebih dekat dengan keseharian nasabah, profilnya didesain dengan paduan warna biru dan emas, sesuai dengan warna kartu ATM yang digunakan. 

Kelengkapan profil perusahaan dari BCA ini cukup baik. Selain informasi umum perusahaan, BCA juga mencantumkan struktur organisasi serta profil direksi serta tugas dan tanggung jawabnya. 

3. Nestlé

Bentuk Company Profile: Buku

Tampilan company profile bentuk buku milik Nestle

Sama seperti dengan BCA, Nestlé memilih buku sebagai bentuk profil perusahaannya. Nestlé memilih desain yang lebih sederhana dengan warna biru sebagai warna dasar yang berarti kemakmuran, kemurnian, perhatian, dan kebaikan. 

Tentunya, di dalam profil perusahaan tersebut juga dikenalkan berbagai produk unggulan mereka. Pun demikian, tidak sekadar memamerkan produk, Nestlé juga memberikan informasi tentang program kepedulian Nestlé untuk membantu sesama. 

Contoh company profile perusahaan Nestlé bisa menjadi inspirasi bagaimana informasi tambahan seperti itu dapat meyakinkan audiens tentang kredibilitas perusahaan. Seolah ingin menegaskan bahwa memang Nestlé membuktikan visi dan misi utama mereka dalam wujud nyata.

4. Telkomsel

Bentuk Company Profile: Video

Contoh company profile perusahaan bentuk video milik Telkomsel

Telkomsel menggunakan pendekatan berbeda dalam profil perusahaan mereka, yaitu dalam bentuk video. 

Tak hanya agar sesuai dengan citra perusahaan mereka yang berhubungan dengan komunikasi dan teknologi, video masih menjadi media yang disukai oleh audiens untuk memahami sebuah brand. 

Itulah mengapa Anda dapat menjadikan video sebagai media untuk membuat profil perusahaan karena cukup efektif.

Dalam video profil perusahaan tersebut, Telkomsel menampilkan bahwa perusahaan mereka memiliki jangkauan yang luas. Pesan yang diberikan dalam video berupa berbagai tempat mulai dari daerah pegunungan hingga persawahan. 

Informasi utama lainnya juga tak ketinggalan menjadi pesan dalam video tersebut, yaitu core values perusahaan, jumlah karyawan, investor yang mendukung mereka, dan penghargaan yang mereka peroleh. 

5. Danone

Bentuk Company Profile: Website

Tampilan company profile bentuk website milik Danone

Daftar penghargaan, informasi project, dan liputan media, semuanya ditampilkan lengkap di profil perusahaan Danone.

Berbeda dengan empat perusahaan di atas, Danone lebih mengutamakan penggunaan website untuk memastikan semua konsumen mereka bisa mengaksesnya dengan mudah.  

Meskipun informasinya cukup lengkap, profil perusahaan Danone terlihat rapi dengan penataan informasi sesuai topik. Tidak hanya mencantumkan deretan penghargaan, Danone juga menuliskan komitmen bisnis mereka seperti mendesain kemasan yang 100% dapat didaur ulang. 

Bahkan di website profil perusahaan tersebut, Danone juga terus mempromosikan salah satu kepedulian mereka terhadap water sustainability. Ini tentu sejalan dengan produk yang mereka tawarkan kepada konsumen.  

6. Samsung

Bentuk Company Profile: Website

Profil perusahaan Samsung

Website profil perusahaan milik Samsung cukup menarik. Dari halaman awal, sudah terlihat bagaimana Samsung mengusung tema modern dan minimalis untuk menunjukkan citra mereka sebagai sebuah perusahaan teknologi dunia.  

Yang berbeda dari contoh company profile dari Samsung adalah informasi tentang  etika bisnis Samsung dan standar etika karyawannya. Informasi ini seolah ingin meyakinkan audiens bagaimana transparansi yang dibangun oleh perusahaan untuk mendapatkan produk terbaik.  

Apa wujud transparansi tersebut? Di dalam profil perusahaan mereka, Samsung menyajikan grafik persentase keluhan konsumen dan keluhan terkait korupsi. Ini merupakan sebuah langkah tegas dan berani demi membangun kepercayaan audiens, bukan?

7. Bank Mandiri

Bentuk Company Profile: Website

Contoh profil perusahaan Bank Mandiri

Sesuai dengan misinya untuk menyediakan perbankan digital bagi nasabah, Bank Mandiri memilih website sebagai platform untuk menyajikan profil perusahaannya secara online.  

Bahkan di halaman Tentang Mandiri, terdapat topik yang terpisah dalam menu yang rapi. Perhatian pada pengalaman pengguna (user experience) seperti ini bisa menjadi salah satu cara menunjukkan komitmen perusahaan untuk melayani dengan baik.  

Profil perusahaan Bank Mandiri juga terbagi dalam berbagai informasi yang memudahkan audiens untuk mengetahui lebih dalam tentang perusahaan. Mulai dari informasi umum hingga program perusahaan untuk membantu permasalahan sosial. 

8. Nike

Bentuk Company Profile: Website

Contoh company profile perusahaan milik Nike

Sebagai sebuah perusahaan sepatu dunia, Nike memanfaatkan platform website untuk menunjukkan profil perusahaannya. 

Meskipun produk mereka bisa digunakan siapa saja, melalui profilnya, Nike ingin menunjukkan bahwa mereka target audiens utama mereka adalah siapapun yang aktif berolahraga. Hal ini menjadi informasi utama di halaman depan website mereka. 

Tak hanya itu, semua informasi tentang perusahaan bisa dilihat di berbagai menu di bagian bawah website. Mulai dari community impact yang menunjukkan mereka peduli tentang konsumen dan lingkungan, hingga visi perusahaan dan berita terbaru. 

9. Female Daily

Bentuk Company Profile: Website

Tampilan profil perusahaan Female Daily

Jika perusahaan Anda bergerak pada bisnis produk kecantikan, Female Daily bisa menjadi contoh company profile yang baik. Dengan target audiens perempuan muda, Female Daily membuat profil perusahaan dalam bentuk website. 

Dalam halaman About Us, Female Daily memamerkan berbagai pencapaian yang telah diraih oleh perusahaan. Ada jumlah member, forum post, hingga pageviews per bulannya.

Tidak berhenti di situ, Female Daily menyuarakan women empowerment dengan menampilkan foto berbagai model perempuan tanpa melihat standar kecantikan. Ini tentu menjadi hal yang  menarik perhatian target audiens.

10. Philips

Bentuk Company Profile: Website

Contoh profil perusahaan Philips

Contoh company profile perusahaan yang terakhir adalah dari Philips. 

Untuk menggambarkan bahwa Philips mendukung perkembangan teknologi, perusahaan ini membuat profilnya dengan bentuk website.

Dilihat dari profil perusahaannya, Philips memilih desain website yang sederhana tapi mengutamakan visual. Perusahaan ini menyisipkan banyak dokumentasi perusahaan yang juga menggambarkan bahwa Philips mengedepankan kesehatan konsumen. 

Pada halaman sejarah, Philips menambahkan foto hitam-putih hingga foto alat-alat elektronik modern. Philips menunjukkan bahwa perusahaannya terus berinovasi untuk menyediakan alat elektronik yang dapat mengubah kehidupan orang lain menjadi lebih baik.

Miliki Website Company Profile Sekarang!

Company profile adalah salah satu komponen penting dalam berbisnis. Selain dapat berfungsi sebagai bentuk perkenalan diri, profil perusahaan juga dapat berperan sebagai media marketing dan untuk memperkuat branding. 

Ada berbagai bentuk profil perusahaan yang bisa Anda buat sesuai contoh di atas. Pun demikian, agar bisa menjangkau audiens yang lebih luas, profil perusahaan dalam bentuk website adalah media yang paling tepat. 

Membuat company dalam bentuk website juga bukan hal yang sulit, kok. Cukup dengan berlangganan hosting dan membeli domain, lalu lakukan instalasi dan pengaturan platform website agar siap diakses online. 

Ingin langkah lebih mudah? Gunakan Layanan Membuat Website dari Niagahoster. Anda hanya perlu memilih tema sesuai perusahaan, melakukan order, dan melakukan pembayaran. Tanpa menunggu lama, website Anda sudah siap untuk diakses online.

Yang paling menarik, website company profile impian Anda bisa didapatkan dengan harga terjangkau, yaitu mulai Rp 51 ribu per bulan.  Anda akan mendapatkan berbagai fitur menarik mulai dari tampilan, kecepatan, hingga keamanan.  

Nah, tunggu apa lagi? Yuk buat website company profile Anda di Niagahoster!

Aura Nisrina Hesanty I am currently working as a SEO content writer at Niagahoster. When I am not writing, you will find me buried in pile of fiction books, killing my time on movies, or zeroing on console games.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

[class^="wpforms-"]
[class^="wpforms-"]
[class^="wpforms-"]
[class^="wpforms-"]