Ilham Mubarok Ilham loves to write, trying to help people to understand about website, web hosting, and online marketing in the most convenient way.

Panduan Lengkap Social Media Marketing 2019

5 min read

social media marketing

Social media marketing atau pemasaran media sosial kini tidak dapat dipandang sebelah mata. Bahkan media sosial menjadi ujung tombak pemasaran saat ini. Sebab di media sosial lah Anda bisa menemukan konsumen yang tepat dan membangun citra perusahaan.

Perlu menggunakan strategi yang handal agar hasil yang didapat dari social media marketing memuaskan. Pada artikel ini Anda akan belajar social media marketing secara lengkap.

Apa Itu Social Media Marketing?

Social media marketing adalah kegiatan mempromosikan produk atau layanan di platform media sosial menggunakan strategi tertentu. Definisinya memang cukup sederhana, yaitu mempromosikan produk atau layanan di media sosial. Akan tetapi, inti sebenarnya dari social media marketing terletak pada strateginya.

Anda tidak bisa hanya sekadar membuat akun bisnis Anda di media sosial lalu membuat konten tanpa strategi.

Baca juga: Marketing Mix: Konsep dan Penerapannya di Bisnis Masa Kini

Media Sosial Populer di Indonesia

Sebelum membuat strategi social media marketing, ada baiknya Anda memahami sekilas tentang penggunaan media sosial di Indonesia. Meskipun kebanyakan media sosial bersifat global yang bisa menghubungkan penggunanya tanpa batas geografis, media sosial populer di setiap negara berbeda-beda.

Misalnya, popularitas WhatsApp memang tinggi di Indonesia, tetapi tidak begitu populer di Korea Selatan. Twitter bisa jadi merupakan media sosial populer di Indonesia, tetapi popularitasnya belum tentu sama di Myanmar, misalnya.

Berdasarkan riset We Are Social 2018, 10 platform media sosial paling populer di Indonesia adalah sebagai berikut: YouTube, Facebook, WhatsApp, Instagram, LINE, BBM, Twitter, Google+, FB Messenger, dan LinkedIn.

Apakah Anda harus melakukan kampanye social media marketing di semua platform tersebut? Tentu saja tidak. Anda perlu melakukan riset untuk menentukan platform mana yang paling cocok dan paling menghasilkan untuk bisnis Anda.

Sebagai gambaran singkat, berikut adalah beberapa profil pengguna media sosial Indonesia:

social media marketing facebook
Sumber: NapoleonCat
social media marketing
Sumber: NapoleonCat
social media marketing
Source: Emarketer

Strategi Social Media Marketing 2019 

Mengelola media sosial tanpa strategi sama saja bekerja tanpa rencana. Tidak jelas target apa yang ingin dicapai, siapa yang ingin dijangkau, dan masalah apa yang ingin diselesaikan. Menjalankan social media marketing tanpa strategi akan berakibat negatif terhadap bisnis Anda. Oleh karena itu, langkah pertama social media marketing adalah menyusun strategi. Berikut adalah langkah-langkah menyusun strategi untuk kampanye media sosial Anda:

1. Riset Audiens

Seperti yang sudah saya sebutkan di awal, Anda tidak bisa menggunakan semua platform untuk kampanye media sosial Anda. Sebab masing-masing bisnis memiliki target konsumen yang berbeda dan setiap platform media sosial juga memiliki karakteristik pengguna masing-masing.

Bisa jadi sebuah bisnis perlu melakukan kampanye media sosial di Instagram, Facebook, dan Twitter. Sedangkan bisnis lainnya mungkin hanya perlu menggunakan Instagram saja. Mungkin bisnis Anda perlu melakukan pemasaran media sosial di Instagram, LinkedIn, dan LINE.

Baca juga: Strategi Jitu Memulai Twitter Marketing

Bagaimana menentukan media sosial yang cocok untuk bisnis Anda? Jawabannya adalah riset. Anda perlu melakukan riset audiens untuk menentukan media sosial mana yang paling cocok untuk bisnis Anda.  

Salah satu cara metode riset audiens yang efektif adalah teknik Bulls Eye yang dikembangkan oleh Gabriel Weinberg dan Justin Mares untuk memetakan strategi pemasaran di media sosial.

social media marketing

Baca Juga: Memaksimalkan Media Sosial untuk Bisnis Online

2. Buat Goals yang Jelas

Strategi apa pun jika tidak memiliki goals atau tujuan yang jelas tidak dapat disebut sebagai strategi yang baik. Begitu juga dengan strategi social media marketing. Anda harus menentukan tujuan social media marketing terlebih dahulu sebelum memulai kampanye di media sosial.

Goals social media marketing Anda harus spesifik dan terukur. Jika ini adalah kali pertama Anda menyusun strategi social media marketing, mungkin Anda masih bingung tujuan seperti apa yg harus Anda tetapkan. Salah satu contoh tujuan social media marketing adalah meningkatkan Brand Awareness

Media sosial adalah platform di mana konsumen Anda menghabiskan sebagian besar waktunya di internet. Menurut riset APJII, pengguna internet Indonesia menghabiskan 87,13 persen waktunya di internet untuk mengakses media sosial.

Hal ini tentu sebaiknya dimanfaatkan untuk membangun persona brand Anda di platform media sosial. Jangan fokus pada konten-konten promosi saja, tetapi isi media sosial bisnis Anda dengan konten yang mampu menunjukkan persona merek Anda sehingga konsumen Anda selalu mengingat merek Anda.

3. Gunakan Metrik yang Jelas

Dari dua langkah pertama, Anda sudah mendapatkan goals dan target audiens social media marketing Anda. Agar bisa selalu mengevaluasi performa strategi social media marketing, Anda perlu menetapkan metrik yang jelas dan terukur.

Metrik berguna untuk mengukur goals atau tujuan strategi social media marketing Anda. Jadi Anda bisa mengetahui apakah goals Anda sudah tercapai atau belum melalui metrik ini.  

Berikut adalah beberapa metrik yang sering digunakan di kampanye media sosial:

  • Reach

Reach adalah jumlah unique user yang melihat postingan Anda di media sosial

  • Engagement

Engagement adalah jumlah interaksi di konten media sosial Anda.

  • Hashtag and Keyword Performance

Hashtag dan Keyword Performance adalah performa konten media sosial Anda di hashtag dan keyword tertentu

4. Riset Kompetitor

Hampir semua pemilik bisnis kini memanfaatkan media sosial untuk pemasarannya. Begitu juga dengan kompetitor Anda. Supaya bisa memenangkan kompetisi di media sosial, Anda perlu melakukan riset terhadap kompetitor bisnis Anda.

Pelajari seperti apa bentuk kampanye media sosial kompetitor Anda. Keyword apa yang mereka gunakan, hashtag apa yang mereka gunakan, hingga konsep konten seperti apa yang mereka terapkan. Bukan berarti Anda mencuri ide kompetitor, tetapi lebih sebagai analisis untuk pertimbangan dalam menjalankan strategi media sosial Anda.

5. Buat Konten yang Relevan dan Menarik

Setelah menentukan platform media sosial yang cocok, menemukan target audiens, dan menetapkan goals, kini saatnya Anda membuat konten.

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum membuat konten. Sebab ada beberapa konten yang bukannya mendatangkan keuntungan, bahkan bisa membuat orang unfollow atau unlike media sosial bisnis Anda. Berikut adalah enam faktor seseorang unfollow/unlike profil media sosial sebuah bisnis berdasarkan riset Sprout Social:

  • Terlalu Banyak Konten Promosi (46 persen responden)

Terlalu banyak konten promosi akan menyebabkan orang meninggalkan media sosial Anda. Namun, membuat konten non-promosi berlebihan juga bisa berakibat buruk, yaitu menurunnya pembelian. Oleh karena itu, Anda perlu membuat konten yang seimbang antara konten promosi dan non-promosi.

  • Konten Tidak Relevan (41,1 persen responden)

Konten yang tidak relevan dengan bisnis Anda akan membuat orang bingung, “Brand ini jualan apa sih?”. Kebingungan konsumen akan berbuntut pada ketidakyakinan mereka terhadap produk Anda. Jadi selalu pastikan konten yang Anda rilis relevan dengan bisnis/layanan Anda.

  • Terlalu Sering Posting (34,9 persen responden)

Jangankan brand yang terlalu sering posting. Bahkan teman sendiri yang terlalu sering posting pun akan di-unfollow. Sebaiknya buat jadwal posting konten media sosial dengan jumlah posting per hari yang masih masuk akal. Tentu jumlah posting per hari untuk setiap bisnis berbeda-beda. Anda perlu melakukan berbagai riset dan percobaan untuk menentukan jumlah posting per hari yang pas.

  • Istilah Tidak Cocok dengan Brand (29,9 persen responden)

Istilah dan jargon yang Anda gunakan juga perlu menjadi perhatian. Gunakanlah istilah dan jargon yang bisa dipahami oleh konsumen Anda. Penggunaan istilah dan jargon yang tidak sesuai dengan bisnis Anda akan membingungkan konsumen.

  • Media Sosial Terlalu Sepi (17,9 persen responden)

Terlalu banyak posting tidak baik. Begitu juga dengan terlalu sedikit posting. Terlalu sedikit posting akan membuat konsumen berasumsi bisnis Anda sudah tidak aktif lagi. Tentukan porsi posting di media sosial yang pas melalui riset dan percobaan.

  • Tidak Menjawab Pesan (15,3 persen responden)

Salah satu fungsi media sosial adalah untuk menghubungkan konsumen dengan bisnis Anda. Jika Anda tidak interaktif dalam komunikasi dengan konsumen tentu akan membuat konsumen merasa tidak dihargai dan meninggalkan bisnis Anda.

Enam poin di atas bisa sedikit memberikan gambaran bagaimana mengelola konten media sosial yang efektif.

6. Tentukan Waktu Posting yang Tepat

Kelebihan media sosial dari platform-platform marketing lainnya adalah memungkinkan Anda untuk memiliki komunikasi dua arah dengan konsumen. Hal ini juga menuntut Anda untuk selalu hadir di media sosial setiap saat.

Untuk menemukan waktu yang tepat untuk merilis konten media sosial juga memerlukan riset dan percobaan. Sebab setiap bisnis punya karakteristik dan kebiasaan konsumen yang berbeda-beda. Selain itu, masing-masing platform media sosial juga memiliki kebiasaan pengguna yang berbeda-beda.

Setelah menemukan waktu terbaik untuk merilis konten media sosial, sebaiknya buat juga jadwal konten media sosial. Dengan adanya jadwal, Anda bisa mengatur konten apa saja yang perlu diproduksi dalam kurun waktu tertentu. Anda bisa membuat jadwal konten media sosial mingguan, bulanan, atau tahunan.

7. Manfaatkan Ads

Jangkauan di media sosial tidak hanya didapatkan melalui jangkauan organik saja. Anda juga bisa memanfaatkan layanan ads masing-masing platform media sosial untuk meningkatkan jangkauan postingan media sosial Anda.

Terlebih lagi timeline media sosial seperti Instagram dan Facebook menerapkan sistem acak, bukan lagi berdasarkan waktu posting. Hal ini bisa menyebabkan konten media sosial Anda terlewat. Anda bisa mengatasinya dengan menggunakan layanan ads. Untuk itu Anda bisa memanfaatkan layanan ads media sosial. Membuat ads sangatlah mudah. Anda bisa mengikuti panduan cara membuat Facebook Ads dan cara membuat Instagram Ads.

8. Evaluasi Performa

Langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah evaluasi performa strategi social media marketing Anda. Tanpa evaluasi Anda tidak bisa mengetahui apa yang perlu dipertahankan, apa yang perlu ditiadakan, dan apa yang perlu ditingkatkan.

Agar evaluasi strategi social media marketing lebih efektif, Anda memerlukan bantuan aplikasi pengelola media sosial. Kebanyakan aplikasi pengelola media sosial memang berbayar, tetapi penting untuk keberlangsungan strategi social media marketing Anda.

Dengan menggunakan platform pengelola media sosial, Anda bisa mendapatkan analisis dan insight mendalam mengenai kampanye media sosial Anda. Beberapa platform pengelola media sosial yang cukup terkenal adalah SproutSocial, Buffer, HootSuite, dan lain-lain.

Baca Juga: Belajar Digital Marketing Lengkap untuk Pemula

Kesimpulan

Mengelola media sosial untuk bisnis tidak sama dengan mengelola media sosial untuk pribadi. Di akun media sosial pribadi Anda bisa dengan bebas membuat konten apa saja, posting kapan saja, tanpa perlu mempertimbangkan audiens.

Ketika mengelola akun media sosial untuk bisnis Anda memerlukan strategi yang matang dan terukur agar bisa mencapai tujuan yang menguntungkan bisnis Anda. Untuk membuat strategi yang baik Anda membutuhkan banyak riset dan percobaan. Strategi di artikel ini adalah dasar-dasar social media marketing yang bisa Anda modifikasi sesuai kebutuhan bisnis Anda. Selamat mencoba!

2
Ilham Mubarok Ilham loves to write, trying to help people to understand about website, web hosting, and online marketing in the most convenient way.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × one =