Yasin K Yasin K is a Technical Content Writer for Niagahoster Blog. Other words is unimportant things you will never need to know. Let the content speak for itself :grin:

Cara Optimasi SEO On Page di Website Anda

5 min read

Cara Optimasi SEO On Page di Konten Website Anda-01

Di dalam proses Belajar SEO, terdapat topik yang cukup luas untuk dibahas, salah satunya cara optimasi SEO On Page. Sampai dengan saat ini, ada beberapa cara optimasi SEO On Page. Namun, sebelumnya membahas mengenai cara optimasi SEO On Page, kita akan coba ulas dulu apa itu SEO On Page secara singkat.

Anda juga dapat membaca terlebih dahulu Apa itu SEO dan Bagaimana Konsep Dasarnya agar lebih mudah untuk mempelajari artikel ini.

SEO On Page

SEO On-Page merupakan salah satu bentuk optimasi SEO yang diterapkan pada konten yang Anda terbitkan. Saat konten terbit, maka pada saat itu pula Anda menerapkan SEO di dalamnya.

Jadi pada saat membuat konten, Anda harusnya sudah mengerti bagaimana SEO tersebut bekerja pada sebuah konten supaya muatan konten lebih maksimal untuk optimasi SEO.

SEO On Page menjadi hal yang penting untuk dipelajari, apalagi saat Anda ingin mengembangkan situs web untuk AdSense yang mana itu merupakan salah satu Cara Mendapatkan Uang dari Internet Tanpa Keluar Rumah. 

Jika dapat memaksimalkan SEO On Page di situs, hal itu dapat menjadi faktor untuk  Meningkatkan Pengunjung Blog Secara Signifikan.

Bagaimana SEO On-Page menjadi salah satu kunci SEO?

Setelah konten diterbitkan, maka secara otomatis mesin pencari akan mencoba menemukan konten Anda. Pencarian ini berdasarkan kata kunci (keywords) yang dipakai pada konten tersebut, kejelasan, dan lain sebagainya.

Hal-hal tersebut merupakan bagian dari pengelolaan SEO On-Page.

Secara garis besar SEO On-Page terbagi menjadi 5 komponen utama yaitu judul, URL dan permalink, heading, gambar, dan konten itu sendiri.

Di sini, judul mendapatkan peran penting untuk meningkatkan kualitas SEO.

Cara Optimasi SEO On Page Menggunakan 5 Komponen Utamanya

Di dalam proses optimasi SEO On Page ada 5 komponen yang menjadi poin untuk dikembangkan, antara lain:

  1. Judul
  2. URL & Permalink
  3. Konten
  4. Heading
  5. Gambar

Kelima komponen ini menjadi faktor penentu dari beberapa faktor lainnya.

Baca jugaSEO WordPress untuk Website Anda dalam 16 Tips Mudah Ini

1. Judul

Setelah menemukan kata kunci yang tepat, Anda perlu menentukan judul yang sesuai dengan kata kunci yang Anda temukan untuk digunakan.

Saat membuat judul, usahakan judul tetap mengandung kata kunci.

Sebagai contoh, artikel ini menggunakan kata kunci “cara optimasi SEO On Page” dengan judul “Cara Optimasi SEO On Page di Konten Website Anda” atau kata kunci “apa itu cpanel” pada Apa Itu cPanel dan Cara Menggunakannya? (Tersedia Ebook).

Judul juga harus menarik sehingga bisa digunakan sebagai daya tarik pengunjung dan bisa mendeskripsikan secara luas isi dari konten.

Apa Saja Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membuat Judul untuk SEO?

Daya TarikJudul harus terlihat menarik. Tujuannya adalah untuk mengundang calon pengunjung untuk mengklik artikel yang kita buat.
Hindari Judul dengan Arti GandaHindari membuat judul dengan arti ganda atau bahkan hanya menggunakan satu kata.

Jika judul yang dibuat berarti ganda, maka yang terjadi adalah calon pengunjung akan bingung karena tidak bisa langsung menyimpulkan isi dari konten.

Bisa mendeskripsikan isi dari konten merupakan fungsi utama dari judul.

Mesin pencari mempunyai kemampuan untuk menentukan topik dari artikel Anda dari judulnya saja, jadi semakin judul sesuai dengan isi konten maka semakin baik nilai SEO konten Anda.

Sebagai gambaran, Anda bisa memasukan kata kunci pada judul seperti yang dijelaskan sebelumnya. Itu juga akan lebih baik untuk kinerja SEO konten Anda.

Anda juga bisa mencoba menuliskan judul pada sebuah kertas dan memberikannya pada orang lain. Minta dia untuk menjelaskan isi dari kontennya.

Jika apa yang dijelaskannya sesuai dengan isi dari konten, maka judul yang Anda buat sudah baik dan bisa mewakili isi dari konten.

Perhatikan Jumlah KarakterSEO akan bekerja dengan baik jika judul hanya menggunakan 20 – 60 karakter dengan batasan 2 – 20 kata.

Ini dikarenakan mesin pencari hanya akan menampilkan 60 karakter pertama dari judul konten Anda. Jika lebih, maka judul yang Anda buat hanya akan ditampilkan 60 karakter saja dan sisanya diberikan tanda titik – titik.

Meskipun begitu, Anda masih bisa menyesuaikan jika memang harus menggunakan judul yang panjang, yaitu dengan mengatur meta title.

Format Menentukan Judul yang Kebanyakan Dipakai

Secara tidak langsung kebanyakan penulis akan menggunakan format berikut untuk menentukan judul dari artikel yang akan dibuatnya.

  1. <kosong> Rahasia dari <kosong>
  2. Bagaimana cara untuk <kosong>
  3. Kenapa <kosong> membutuhkan <kosong>

Pada intinya, yang perlu diingat adalah calon pengunjung pasti datang dengan pertanyaan. Sehingga yang perlu Anda lakukan adalah membuat judul yang paling tidak menggambarkan jawaban dari sebuah pertanyaan.

Baca jugaSukses di Bulan Ramadhan dengan Lima Bisnis Populer Ini!

2. URL & Permalink

Jika Anda mengunjungi sebuah halaman website maka pada setiap artikelnya akan menampilkan alamat URL yang berbeda.

Terkadang ada yang menggunakan simbolik dan ada juga yang menggunakan judul dari artikel itu sendiri.

Untuk memaksimalkan SEO, disarankan menggunakan URL/permalink yang mengandung kata kunci. Sebagai contoh pada artikel ini menggunakan URL www.namadomain.com/belajar-seo-off-page-on-page.

Pada URL di atas tidak menggunakan kata “dan” dikarenakan kata tersebut merupakan “stop words” atau “kata dasar” yang tidak mempengaruhi SEO konten.

Apa saja hal yang perlu diperhatikan pada saat mengatur URL?

  1. Hapus kata dasar
  2. Gunakan URL yang pendek
  3. Sambungkan setiap kata menggunakan tanda penghubung (“-”)
  4. Tempatkan kata kunci pada URL

3. Konten

Inti dari sebuah artikel adalah kontennya. Konten yang berkualitas baik akan membuat pengunjung betah dan bertahan lama untuk membaca. Terkadang konten juga berperan banyak untuk penyebaran artikel Anda.

Perlu diketahui bahwa saat ini algoritma google sudah mempertimbangkan isi konten untuk hasil mesin pencarian yang dilakukan. Tentu saja konten yang relevan dan sesuai dengan topik yang sedang dibahas akan menaikan nilai SEO konten Anda dan bisa jadi mendapatkan tempat di atas pada hasil pencarian.

Mesin pencari hanya akan menampilkan satu baris konten, maka dari itu Anda perlu menunjukkan jika artikel yang Anda buat terdapat nilainya. Nilai yang dimaksud adalah isi konten yang mengindikasikan jawaban dari apa yang pengunjung cari.

Baca juga: Cara Menulis Artikel SEO Friendly yang Baik dan Benar

Bagaimana Membuat Konten yang Baik untuk SEO?

Ulangi Kata dan FrasaSalah satu cara agar konten yang Anda buat menuju pada satu topik adalah dengan mengulangi kata dan frasa yang sama. Tidak hanya satu atau dua kali akan tetapi beberapa kali pengulangannya.

Perlu diingat bahwa jangan pernah ‘memaksakan’ kata dan frasa yang berulang. Terkadang hal tersebut bisa membuat isi dari konten menjadi diluar topik yang sedang dibahas.

Batasi Jumlah KataHampir sama seperti membuat judul, sebuah konten juga perlu batasan jumlah kata. Paling tidak setiap bagian mengandung 3 – 4 paragraf, hanya mengandung 6 – 8 baris pada setiap paragraf, dan 13 – 15 kata pada setiap barisnya.

Hal ini bertujuan agar konten nyaman untuk dilihat.

Pisahkan Setiap BagianTerkadang pada setiap artikel membutuhkan pembahasan yang sangat panjang. Ini akan mengurangi kenyamanan pengunjung pada saat membaca, bisa dikarenakan monitor hanya berukuran kecil dan konten tidak bisa terlihat maksimal atau bisa juga karena kurang nyaman dilihat mata.

Namun, ada cara mengurangi kemungkinan konten yang buruk, bisa dengan menggunakan subheading, foto, ruang kosong, dan potongan dari konten yang dibuat quote.

Perlu diingat bahwa, tujuan utamanya adalah membuat pengunjung membaca konten Anda. Jadi belajar SEO saja tidak cukup, Anda harus juga belajar untuk membuat konten yang baik dan rapi.

4. Heading

Heading adalah format teks yang biasanya digunakan untuk menandai suatu bagian pada artikel. Saat Anda menambahkan heading pada artikel, itu merupakan bagian dari cara optimasi SEO On Page konten Anda.

Jika Anda memperhatikan, ada menu pengaturan format pada saat mengedit artikel.

Google hanya memberikan perhatian pada heading tipe 1 sampai dengan tipe 3 atau h1 – h3. Hal ini memberikan gambaran bahwa heading juga termasuk bagian penting dalam meningkatkan kualitas SEO konten Anda.

Apa perbedaan setiap heading?

    1. H1, Heading1 digunakan sebagai penanda topik utama
    2. H2, Heading2 digunakan untuk sub topik
    3. H3, Heading3 menerangkan rincian dari subtopik

Fungsi utama heading tujuannya lebih untuk memudahkan pengunjung membaca keseluruhan isi dari artikel. Jika menggunakan heading maka setiap bagian isi dari konten bisa dipisah sesuai dengan topiknya masing – masing.

Baca jugaPengertian Blog Beserta Jenis, Fungsi, dan Contohnya 

5. Gambar

Komponen terakhir yang termasuk ke dalam cara optimasi SEO On Page adalah gambar.

Daya tarik lain dari sebuah konten adalah adanya gambar yang membuat tampilan lebih segar. Tidak bisa dibayangkan jika semua konten isinya hanya teks saja tidak ada gambar sama sekali. Tentu hal tersebut sedikit membosankan untuk beberapa orang yang tidak terlalu suka untuk membaca.

Gambar juga sangat membantu saat konten yang dibuat mengarah ke panduan. Biasanya pengunjung akan lebih suka melihat konten yang bergambar daripada tidak, biasanya karena lebih mudah diikuti dan lebih segar dipandang.

Gambar juga sangat wajib ditambahkan jika konten berisi grafik.

Bagaimana menggunakan gambar yang baik dan benar?

  1. Gunakan gambar yang sesuai dengan topik.
  2. Ganti nama gambar yang mengandung kata kunci.
  3. Jangan gunakan gambar dengan ukuran file terlalu besar, justru gunakan gambar dengan resolusi yang tinggi namun ukuran tidak terlalu besar.
  4. Gunakan alternatif teks pada gambar
  5. Jangan menggunakan gambar dengan hak cipta

Perlu diingat bahwa tidak semua gambar yang berada pada hasil pencarian Google Search bebas digunakan. Maka dari itu pastikan jika gambar yang ingin Anda tambahkan tidak mengandung hak cipta dan selalu gunakan gambar :

  1. Dibuat oleh anda sendiri.
  2. Tidak mengandung hak cipta.
  3. Sudah Anda beli sesuai dengan lisensinya.

Beberapa contoh website yang bisa Anda coba pakai mencari gambar untuk konten Anda antara lain www.pexels.com, www.unsplash.com, dan www.pixabay.com.

0
Yasin K Yasin K is a Technical Content Writer for Niagahoster Blog. Other words is unimportant things you will never need to know. Let the content speak for itself :grin:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen − 4 =