Nida Regita F SEO Technical Writer at Niagahoster. An aquarius girl who loves music, watching movies and of course writing.

15+ Panduan Menggunakan VPS Tanpa Panel [Terlengkap]

5 min read

Featured image vps kvm

Meskipun control panel memudahkan Anda untuk mengelola VPS, tapi resource yang dibutuhkan control panel cukup besar. Maka, menggunakan VPS tanpa panel bisa jadi pilihan. 

Memangnya bisa menggunakan VPS tanpa panel? Tentu bisa, dong! Nah, Anda sudah berada di halaman yang tepat untuk mempelajarinya.

VPS tanpa panel memungkinkan Anda meringankan kinerja RAM dan mengurangi penggunaan disk space di VPS. Pun demikian, Anda bisa tepat melakukan instalasi dan konfigurasi aplikasi sesuai kebutuhan. Artinya, tetap bisa lebih fleksibel dalam mengelola server.

Nah, kami sudah menyiapkan panduan lengkap mengelola VPS tanpa panel untuk Anda!

1. Mengganti Sistem Operasi VPS

Untuk mengelola server, Anda membutuhkan VPS yang sudah terinstall sistem operasi. Kebanyakan server VPS menggunakan sistem operasi Linux.

Di Niagahoster, Anda bebas memilih sistem operasi yang akan digunakan pada saat melakukan order layanan Cloud VPS Hosting.

Pun demikian, Anda tetap bisa mengubahnya saat layanan VPS sudah aktif melalui dashboard VPS di Member Area Niagahoster. 

Yang perlu diperhatikan, penggantian sistem operasi ini akan menghapus semua data VPS di sistem operasi sebelumnya. Jadi, selalu lakukan backup sebelum mengganti sistem operasi VPS.

 

2. Menghubungkan Domain ke VPS

Jika sudah memiliki domain dan layanan VPS yang aktif, Anda bisa menghubungkan domain tersebut ke VPS. Dengan begitu, domain dapat diakses dengan baik dan bisa menampung trafik yang tinggi sesuai resource VPS yang digunakan.

Ada dua cara untuk menghubungkan domain ke VPS, yaitu menggunakan Name Server atau menggunakan A Record. Pengaturan ini bisa Anda lakukan di Member Area Niagahoster pada menu Kelola Domain.

3. Membuat Koneksi SSH ke Server VPS

Secure Socket Shell (SSH) adalah protokol yang bisa memberikan akses administrator pada server secara remote. Bagi Anda pengguna VPS yang tidak menggunakan panel, akses SSH sangat diperlukan untuk membuat koneksi ke server saat mengelola VPS. 

Ada dua metode yang bisa Anda lakukan untuk membuat koneksi ke server melalui SSH, yaitu dengan menggunakan key ataupun tanpa menggunakan key.

4. Mengganti Port SSH di VPS

Port default yang dipakai SSH adalah port 22. Port ini tidak cukup aman karena sudah banyak orang yang mengetahuinya. Jadi, bisa saja orang lain mencoba melakukan brute-force login ke server Anda.  

Maka dari itu, untuk alasan keamanan, lebih baik Anda mengganti port SSH untuk koneksi ke server. 

Untuk mengubah port SSH, Anda perlu login dulu ke server menggunakan port 22. Kemudian, jalankan perintah untuk mengubah port di terminal server Anda.

5. Install LAMP di VPS

LAMP (Linux, Apache, MySQL/MariaDB dan PHP) berfungsi untuk membuat server website serta menjalankan sebuah aplikasi secara lengkap. 

LAMP bisa diinstall di berbagai sistem operasi server VPS, termasuk di CentOS 7, Debian 9 dan Ubuntu. Sesuaikan saja dengan sistem operasi VPS Anda dan pastikan mengikuti langkah yang tepat.

6. Install LEMP di VPS

Sama seperti LAMP, LEMP berfungsi untuk membuat server website dan membantu agar aplikasi menjadi dinamis. Bedanya, LEMP menggunakan Linux, Nginx, MySQL/MariaDB dan PHP untuk mendukung pengelolaan website di VPS.

Perbedaan LAMP dan LEMP hanya pada web servernya, dimana Apache untuk LAMP dan Nginx untuk LEMP. Anda bebas memilih Apache atau Nginx sesuai dengan kebutuhan Anda.

LEMP juga bisa diinstal di berbagai sistem operasi distro Linux, seperti CentOS 7, Debian dan Ubuntu.

7. Install MySQL di VPS CentOS 7

MySQL adalah database server yang bisa berjalan pada berbagai sistem operasi. Namun, VPS dengan sistem operasi CentOS 7 akan menggunakan MariaDB sebagai default database servernya. 

Nah, kalau Anda lebih nyaman menggunakan MySQL, Anda bisa menginstall MySQL di CentOS 7 dan melakukan konfigurasi terlebih dahulu.

8. Install phpMyAdmin di VPS Ubuntu

phpMyAdmin merupakan tools yang penting untuk memudahkan Anda mengelola database. Tanpa phpMyAdmin, Anda harus mengelola database melalui terminal. Merepotkan sekali, kan?

Untuk menginstall phpMyAdmin, Anda perlu menginstall LAMP atau LEMP di VPS terlebih dulu. Jika sudah siap, instalasi phpMyAdmin bisa dilakukan melalui alamat http://IP-Server-Anda/phpmyadmin.

9. Install WordPress di VPS

WordPress adalah salah satu Content Management System terpopuler untuk membuat website yang bisa Anda gunakan di VPS. 

Pada VPS tanpa panel, Anda harus menginstal WordPress secara manual dengan melakukan download file zip WordPress melalui SSH. 

Instalasi tersebut bisa dijalankan dengan beberapa perintah saja sesuai sistem operasi yang Anda digunakan. Baik CentOS, Debian atau Ubuntu dengan web server Apache maupun Nginx.

10. Install Laravel di VPS

Laravel adalah framework PHP untuk membuat website lebih mudah dan cepat dengan fitur yang powerful. Di VPS, Anda bisa menginstal Laravel dengan syarat sudah menginstal LAMP terlebih dulu. 

Setelah melakukan instalasi Laravel, jangan lupa untuk mengubah konfigurasi Apache dan mengaktifkan modul Laravel. Setelah itu, restart Apache untuk mengaktifkan konfigurasi tersebut.

11. Membuat FTP Server di VPS

FTP adalah sebuah protokol yang digunakan untuk melakukan pertukaran data. Dengan FTP, Anda bisa mengirim file ke komputer (download) ataupun mengirim file ke server (upload) dengan mudah.

Untuk membuat FTP server di VPS, Anda bisa menggunakan Very Secure FTP Daemon (VSFTPD). 

Ada empat langkah untuk melakukannya, yaitu: instalasi VSFTPD, konfigurasi VSFTPD, membuat user FTP dan melakukan pengaturan user jail.

12. Install SSL Let’s Encrypt di VPS

Let’s Encrypt adalah sertifikat SSL gratis untuk menjamin keamanan website lewat enkripsi pada proses pertukaran data.

Dengan SSL, nantinya website Anda bisa diakses pada protokol HTTPS  dengan status Secure. Status ini penting untuk mendukung upaya SEO dan menempatkan website di peringkat atas mesin pencari. 

Di VPS, Anda bisa mendapatkan sertifikat SSL dengan bantuan Certbot yang merupakan penyedia sertifikat keamanan web Let’s Encrypt. Jika Certbot sudah terinstall di server VPS, lanjutkan dengan menginstal SSL Let’s Encrypt.

13. Melakukan Reset Firewall VPS dari SSH

Firewall adalah sistem keamanan yang melindungi server VPS dari berbagai ancaman di jaringan internet. Jika firewall VPS error, Anda akan kesulitan untuk melakukan koneksi ke IP public.

Namun tenang saja, masalah ini bisa diselesaikan dengan cara melakukan reset firewall VPS langsung dari SSH dengan menjalankan beberapa baris perintah.

14. Mengamankan VPS dengan Iptables

Iptables adalah salah satu tools firewall pada sistem operasi Linux. Iptables memungkinkan Anda untuk mengatur lalu lintas jaringan agar server aman dari serangan yang berasal dari luar.

Dengan iptables, Anda bisa membatasi koneksi yang masuk, keluar atau yang sekedar lewat dengan membuat suatu aturan yang disebut iptables rules

Cara menggunakan iptables pun cukup mudah, Anda hanya dengan tiga langkah saja: melakukan instalasi iptables, membuat rules iptables, dan menyimpan konfigurasi iptables secara permanen.

15. Cara Mengubah Hostname pada VPS

Hostname adalah nama dari sebuah komputer yang berada di jaringan. Menggunakan hostname yang simple agar mudah diingat sangat dianjurkan.

Nah, kalau ingin mengubah hostname pada VPS, ada empat cara yang bisa Anda lakukan, yaitu: melalui Member Area Niagahoster, menggunakan perintah hostnamectl, menggunakan perintah hostname dan mengubah hostname secara manual.

16. Melakukan Backup VPS

Backup perlu dilakukan sebagai langkah antisipasi agar Anda tidak kehilangan data jika terjadi error di VPS. Sebaiknya, Anda melakukan backup secara rutin untuk menyimpan data terbaru.

Di VPS, Anda bisa melakukan backup dengan tiga cara, yaitu: backup menggunakan SSH, backup menggunakan WinSCP dan fitur auto backup Niagahoster. 

Jika Anda menggunakan layanan VPS Niagahoster, Anda akan mendapatkan kemudahan backup dengan fitur auto backup yang otomatis dilakukan setiap minggu sekali. Jadi, Anda tidak perlu repot lagi melakukan backup secara manual.

Kesimpulan

Demikianlah panduan menggunakan VPS tanpa panel. Mengelola VPS tanpa panel artinya Anda akan melakukannya menggunakan command line pada server melalui SSH. VPS tanpa panel akan memaksimalkan performa dan resource yang dimiliki VPS. 

Namun, itu saja belum cukup karena tetap harus didukung dengan layanan VPS yang mumpuni agar performa VPS lebih optimal. Nah, layanan Cloud VPS Hosting Niagahoster bisa jadi pilihan yang tepat. 

Berkat dukungan Cloud System dengan SSD, cloud VPS Niagahoster memiliki performa andal dan lebih cepat.

Tak hanya itu, dengan jaminan uptime sebesar 99,98%, Anda tidak perlu khawatir server Anda mengalami down sehingga website tidak bisa diakses. 

Dan yang paling penting, Anda juga akan mendapatkan Full Root Access atau kontrol penuh atas pengelolaan server. Jadi, Anda bebas melakukan konfigurasi sesuai kebutuhan.

Menariknya, fitur tersebut bisa Anda nikmati dengan harga mulai dari Rp104rb/bulan saja, loh! Sudah murah, berkualitas, fiturnya juga lengkap, kurang apa lagi coba? Yuk, mulai berlangganan Cloud VPS Hosting Niagahoster sekarang! 

Nida Regita F SEO Technical Writer at Niagahoster. An aquarius girl who loves music, watching movies and of course writing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *