Imas Indra A detail-oriented and innovative writer. She developed her creative talent and expertise after years of practice in journalism, academic research, essay writing, and blogging. Currently in Niagahoster, she boosted more people to #BuildSuccessOnline using SEO and content marketing strategies. When it comes to writing, her goal is to make complex topics enjoyable.

Cara Memulai Bisnis Properti di 2020 [Khusus untuk Target Pasar Milenial]

13 min read

memulai bisnis properti

Bisnis properti adalah cara paling menjanjikan untuk mendapat uang. Tak heran kalau banyak orang yang tertarik menjajal. Apakah Anda salah satunya? Kalau iya, artikel ini akan membantu Anda belajar bisnis properti dan memulai bisnis properti Anda sendiri.

Bisnis properti memang tak ada mati. Makin tahun, permintaannya semakin tinggi. Soal harga, tak usah ditanya lagi. Asal Anda punya properti, hampir dipastikan akan selalu uang masuk ke rekening.

Namun, jangan salah. Bisnis properti sekarang tak bisa disamakan dengan bisnis properti yang sudah-sudah. Target pasar bisnis properti kini didominasi milenial usia 22-40 tahun (64 persen). Anda tahu apa itu artinya?

spanduk bisnis properti

Artinya, Anda perlu strategi berbeda untuk mempromosikan bisnis Anda. Sebagai generasi yang melek internet, target pasar Anda sangat bergantung pada informasi online. Jadi, kalau Anda masih pakai promosi spanduk dan nomor telepon…. THANK U, NEXT!

Untungnya, tak sulit untuk mengikuti cara bisnis properti yang kekinian. Dengan sedikit usaha dan ongkos promosi yang tak seberapa, Anda bisa menggali potensi pasar dengan maksimal. Tak perlu lagi mengandalkan spanduk atau baliho yang justru mengganggu pemandangan. 

Namun, sebelum sampai ke bahasan itu, Anda tentu perlu punya objek untuk dipromosikan. Dengan kata lain, Anda harus punya properti atau bekerja sama dengan pemilik properti (menjadi makelar). Baru dari situlah, Anda bisa menerapkan tips memulai bisnis properti yang kami bagikan.

Berikut adalah cara memulai bisnis properti yang akan kami bahas secara tuntas:

  1. Buat profil Google My Business.

    Beri tahu lokasi dan informasi seputar properti Anda lewat fitur Google.

  2. Membuat website.

    Tampilkan informasi lengkap soal properti Anda di satu tempat.

  3. Promosikan properti dengan content marketing.

    Lakukan soft-selling lewat strategi promosi konten.

  4. Sediakan opsi tur virtual.

    Beri klien kemudahan untuk tahu kondisi properti Anda.

  5. Tulis spesifikasi properti.

    Beri tahu spesifikasi properti secara lengkap.

  6. Kumpulkan leads.

    Gunakan beberapa strategi untuk dapatkan kontak klien potensial.

  7. Pasang iklan online.

    Perluas potensi pasar lewat iklan di media sosial dan Google.

  8. Buat referral program.

    Kerja sama dengan beberapa pihak untuk ikut mempromosikan properti Anda.

  9. Beri iming-iming bonus.

    Tambahkan berbagai bonus untuk menarik klien.

  10. Ikuti pameran properti.

    Lakukan promosi offline untuk menjaring target pasar yang lebih konvensional.

Supaya pembahasan cara memulai bisnis properti ini bisa mendalam dan tetap fokus, kami sengaja membagi topik ke dalam dua bagian. Poin 1 dan 2 akan kami bahas di bagian memulai  bisnis properti. Lalu, poin 3-12 akan kami bahas dalam tips memulai bisnis properti.

Memulai Bisnis Properti itu Mudah!

Anda tidak percaya? Hmm. Kalau begitu, Anda mungkin terlanjur menganggap bisnis properti seperti yang ada di tv-tv. Lengkap dengan iklan berdurasi panjang, wajah dan suara khas Feni Rose, serta kata-kata “Senin harga naik”.

Padahal bisnis properti tak melulu harus seperti itu. Bermodalkan tanah dan bangunan sederhana saja, Anda bisa memulai bisnis properti sendiri. Misalnya, menyewakan properti untuk kos-kosan, rumah kontrakan, toko, dan lain sebagainya. 

Menariknya, peluang berbisnis tak cuma dipunyai pemilik properti saja. Anda yang tak punya bisa ikut meraup untung dengan cara menjadi makelar. Apalagi di zaman serba online seperti sekarang. Menjadi makelar bahkan bisa dilakukan dengan modal gadget dan koneksi internet saja!

cara bisnis properti

Bagaimana? Bisnis properti ternyata mudah, bukan? Supaya Anda punya gambaran lebih lengkap soal bisnis satu ini, lanjutkan baca bagian selanjutnya ya~ Di sana, Anda akan dapatkan banyak tips belajar bisnis properti untuk target pasar yang lebih kekinian.

7+ Tips Memulai Bisnis Properti untuk Target Pasar Milenial

Memang ada banyak sekali cara untuk mempromosikan properti. Namun, delapan tips di bawah ini dijamin membantu Anda membidik target pasar Anda secara tepat.

1. Buat Google My Business

Ketika bicara soal bisnis properti, bangunan bukan satu-satunya daya tarik. Justru, lokasi lah yang sangat menentukan harga jual maupun ongkos sewa properti. Sebab, bangunan bisa saja direnovasi tapi lokasi tak bisa diubah. Tak heran kalau prinsip location-location-location sangat terkenal dalam bisnis satu ini.

real estate quote

Maka dari itu, jelaslah lokasi adalah hal pertama yang akan ditanyakan klien. Supaya tak perlu menjelaskannya berulang-ulang, pastikan properti Anda sudah ada di Google Maps. 

Dengan begitu, Anda tinggal beri tahu lokasi via link saja. 

Anda juga tak perlu repot-repot menjelaskan detail lokasi properti yang Anda promosikan. Misalnya, informasi jarak ke pusat kota, sarana transportasi yang ada, atau informasi sejenisnya. Sebab, itu semua sudah ada secara detail di Google Maps.

Semisal properti Anda belum bisa ditemukan lewat Google Maps, coba ikuti cara ini untuk menambahkan info properti ke sana:

  1. Buka halaman Google My Business;
  2. Klik tombol Mulai Sekarang;
  3. Masukkan nama properti;
  4. Masukkan alamat lengkap properti;
  5. Sesuaikan alamat dengan koordinat peta;
  6. Isi keterangan tentang kategori bisnis;
  7. Masukkan nomor telepon dan website (jika ada);
  8. Terakhir, pilih apakah ingin berlangganan newsletter Google atau tidak.

Setelah mendaftar, Google akan langsung mengecek info yang Anda masukkan. Google akan mengirim surat berisi kode verifikasi ke alamat properti. Ketika Anda sudah menerima surat tersebut, Anda tinggal masukkan kode verifikasi ke akun Google My Business.

Voilà! Tak butuh waktu lama, properti Anda sudah ada di Google Maps.

2. Buat website

Website adalah media yang tepat untuk mempromosikan properti. Dibandingkan medsos ataupun blog biasa, website punya kemungkinan besar untuk nangkring di hasil pencarian teratas Google. Tentu saja ini jadi poin plus agar properti Anda agar lebih banyak diketahui orang.

Toh, dengan website Anda bisa leluasa memasukkan info apa saja tentang properti. Mulai dari lokasinya, deskripsi, foto-foto menarik, harga, dan sebagainya. Lebih penting lagi, website bisa dipakai untuk membentuk branding sesuai target pasar Anda.

Baca juga: Cara Membuat Website Gratis, Gak Pake Lama

Namun, jangan salah. Website tak cuma jagoan untuk promosi online saja. Anda bisa menggunakannya untuk promosi offline. Alih-alih menuliskan nomor telepon di spanduk atau baliho promosi, tulis saja alamat website Anda. 

Alamat website jelas lebih mudah diingat dibandingkan nomor telepon. Kemungkinan orang mengunjungi website juga lebih tinggi. Jadi, jelas lebih efektif kan?

meme bisnis properti

Kalau untuk membuat website, Anda tinggal ikuti panduan ini → Cara Membuat Website WordPress (Tutorial Lengkap). Nah, karena di situ sudah dijelaskan lengkap, di sini kami akan bahas tiga hal yang wajib dipunyai website bisnis properti.

Mobile friendly

Mobile friendly artinya website dapat diakses lewat ponsel. Website akan tampil secara pas menurut layar di masing-masing ponsel. Mengapa mobile friendly penting? Alasan utamanya karena lebih dari separuh orang di dunia mengakses internet lewat ponselnya. 

Baca juga: 7 Alasan Anda Harus Memiliki Website Mobile Friendly

Untuk membuat website mobile friendly, Anda perlu memakai dan menyusun elemen website yang mobile friendly. Contohnya seperti tema, menu, kolom pencarian, font, dan sebagainya. Ingin tahu lebih lengkap? Baca: Cara Membuat Website Mobile Friendly dalam 11 Langkah.

Live chat

Live chat memudahkan Anda berkomunikasi dengan klien. Dari sana, Anda bisa mendapatkan kontak pelanggan untuk disimpan. Selain itu, live chat juga membuat website nampak lebih profesional. Itu mengapa, live chat wajib ditambahkan ke website.

live chat bisnis properti

Sejauh ini, ada dua cara menambahkan live chat ke website. Pertama, dengan menginstall plugin chat ke website. Kedua, dengan menghubungkan Facebook Messenger ke website. Pilih salah satu cara yang menurut Anda paling mudah.

Navigasi mudah dan efektif

Menu navigasi yang efektif membantu pengunjung menjelajah halaman web dengan mudah. Mereka tak perlu dibuat berputar-putar ke halaman yang sama karena menu yang membingungkan.

Sebenarnya, tak ada cara khusus untuk membuat navigasi yang efektif. Tapi, Anda bisa ikuti tips di bawah ini untuk memudahkan Anda:

  • Tentukan informasi penting apa saja yang ingin ditampilkan;
  • Kelompokkan informasi tersebut ke dalam beberapa topik atau kategori;
  • Beri nama kategori tersebut dengan kata kunci;
  • Jadikan kata kunci tersebut sebagai menu navigasi di website.

Supaya menu navigasi Anda tidak membingungkan, pastikan Anda tak memakai gambar untuk tombol navigasi. Pastikan juga Anda tak memasukkan broken links ke dalam navigasi.

3. Content marketing

Anda sudah punya website. Sekarang giliran mengisi website dengan konten. Nantinya, konten ini bisa Anda jadikan materi promosi lewat content marketing.

Mengapa konten penting?

Konten membantu klien meyakinkan dirinya untuk membeli atau menyewa properti Anda. Lewat konten, Anda bisa menjawab semua pertanyaan yang klien punya. Dari situ pula, Anda bisa menunjukkan bahwa Anda memahami berbagai pertimbangan klien soal properti.

Itu alasan utama. Ada lagi alasan strategis lainnya. Konten meningkatkan kemungkinan website Anda terindeks oleh mesin pencari. Hal ini tentu membantu website Anda agar lebih banyak diakses oleh target pasar. Apalagi kalau Anda membuat konten-konten yang tidak jauh dari topik properti berikut segala tipsnya.

contoh content marketing untuk bisnis properti

Secara garis besar, ada dua macam konten yang harus Anda masukkan ke dalam website.

  • Pre-cursor ─ jenis konten yang meyakinkan klien agar membeli atau menyewa properti. Konten macam ini harus mampu menghilangkan keraguan di benak klien. Contohnya, konten soal fasilitas properti, objek hiburan di sekitar, atau komunitas yang ada di sekitar properti.
  • Post cursor ─ jenis konten yang memberi ide bagaimana klien menggunakan propertinya. Contohnya, Anda bisa beri ide dekorasi dan desain interior, inspirasi kegiatan yang bisa dilakukan di dalam properti, tips perawatan rumah, dan sejenisnya. 

Supaya tak membosankan, Anda bisa buat dua macam konten tersebut dalam berbagai bentuk. Misalnya, konten artikel poin-poin (listicles), life hack, tips, rekomendasi film, resep, video, dan lain sebagainya. 

Baca juga: 50+ Topik Blog yang Menarik untuk Meningkatkan Pengunjung

Kalau Anda tak ingin setengah-setengah menjalankan content marketing, ada baiknya Anda baca → 7 Langkah Membuat Strategi Content Marketing Untuk Bisnis. Di sana, Anda akan diajak untuk membuat strategi yang lebih tepat sasaran dan menghasilkan uang.

4. Tur Virtual

Setelah mengisi website dengan konten, jangan lupa untuk tambahkan foto. Foto sangat-sangat bermanfaat untuk promosi bisnis. Sebanyak 87 persen orang mengaku foto bisa membantu mereka memutuskan membeli/menyewa properti atau tidak.  

Jadi, pastikan Anda serius ketika mengambil foto-foto properti. Jika perlu, sewa saja fotografer profesional agar properti Anda betul-betul nampak ciamik.

Kalaupun Anda memilih mengambil foto sendiri alias do-it-yourself, Anda bisa ikuti tips di bawah untuk dapatkan foto yang maksimal:

  • Sempatkan waktu untuk pelajari bagian-bagian properti. Terutama ruang tamu, kamar tidur, dapur, kamar mandi, dan halaman rumah.
  • Pilih waktu pengambilan foto yang tepat. Sangat disarankan untuk mengambil foto pada siang hari untuk dapatkan cahaya natural.
  • Nyalakan lampu untuk dapatkan hasil foto yang hangat.
  • Bereskan ruangan dan tambahkan properti jika diperlukan.
  • Gunakan alat pendukung untuk ambil gambar. Misalnya, tripod, filter lensa, flash, umbrella bracket, dan sebagainya.
  • Cari sudut pandang yang unik agar foto makin menarik.

Baca juga: Memilih Format Gambar yang Tepat untuk Website Anda

Kira-kira itulah hal yang perlu dilakukan agar calon klien melirik properti Anda. Tapi, itu semua hanyalah langkah paling sederhana. Anda mau tahu bagaimana caranya memukau klien?

Jawabannya, yaitu dengan memberikan tur virtual. Berbekal foto-foto tadi Anda bisa menyusunnya menjadi realitas virtual 360°. Dengan begitu, pengunjung web menengok kondisi properti persis seperti masuk ke dalamnya.

virtual tour bisnis properti

Mereka bisa melihat seluruh bagian properti. Mulai dari lantainya, tembok, furnitur di dalamnya, langit-langit, sampai menyusuri lorong di dalam properti. Keren sekali, kan? Bagaimana caranya? Anda bisa install plugin tambahan untuk itu. Kapan-kapan kami akan bahas caranya secara lengkap.

5. Tulis spesifikasi properti

Anda memang sudah mengisi website dengan konten dan foto. Namun, jangan sampai lupa untuk menaruh info soal spesifikasi properti yang Anda jual atau sewakan. Justru, info inilah yang dicari-cari oleh klien.

Ada tiga level cara menulis spesifikasi untuk properti. Anda mungkin sudah menerapkan salah satunya. Tapi, akan lebih bagus lagi kalau Anda upgrade ke level selanjutnya.

Level 1

Tulis detail properti seperti luas properti, jumlah kamar tidur, jumlah kamar mandi, dan bagian-bagian lainnya.

Level 2

Tulis detail properti berupa material atau bahan pembuatan properti. Misalnya, rangka apa yang digunakan atau jenis lantai apa yang dipakai properti. Detail info macam ini akan membantu calon klien yang memang punya perhatian lebih soal spesifikasi properti.

Level 3

Cara yang satu ini belum banyak digunakan. Namun justru itulah yang membuat cara promosi lebih mencolok dari yang lain. Level 3 ini mengharuskan Anda membuat cerita dari properti yang Anda promosikan.

Baca juga: Cara Membuat Landing Page di WordPress

Semisal, target pelanggan Anda ialah keluarga muda. Ya, buat saja cerita bagaimana keluarga muda ini merasa nyaman tinggal di rumah/apartemen yang Anda promosikan. Ceritakan saja apa yang mereka lakukan dan mengapa properti tersebut merupakan pilihan yang pas.

Semua detail informasi di Level 1 dan Level 2 tidak disebutkan secara gamblang. Malahan, menjadi satu kesatuan dengan cerita yang Anda buat.

6. Kumpulkan leads

Di titik ini, Anda sudah punya website dan segala isinya yang ciamik. Tapi jangan sampai itu semua percuma hanya karena Anda lupa tak mengumpulkan leads. 

Apa itu leads? Leads adalah orang-orang yang punya potensi besar untuk diprospek jadi pelanggan. Mereka akan meninggalkan kontak berupa email atau nomor telepon agar bisa dihubungi secara leluasa.

meme promosi properti

Ada beberapa cara bisnis properti mengumpulkan leads. Berikut adalah beberapa ide yang bisa Anda coba:

  • Buat opsi berlangganan konten di website. Selain Anda bisa dapatkan kontak klien, klien pun merasa diuntungkan karena terus mendapatkan update berupa konten.
  • Beri diskon atau promo. Berikan promo khusus untuk calon klien yang memberikan kontaknya pada Anda.
  • Buat survey bertema properti. Anda bisa dapat leads dengan membuat survei atau kuis bertema properti.
  • Jadikan opsi untuk isian buku tamu event. Ketika Anda membuat event offline, persilakan pengunjung untuk memberikan kontaknya lewat Google form.

Setidaknya itulah empat ide mendapatkan leads paling realistis untuk bisnis properti. Kalau Anda tertarik menjajal cara yang lain, jangan lupa mampir ke artikel → 15 Cara Ampuh Mendapatkan Leads [Anti-Gagal].

7. Pasang iklan online

Pasang iklan online adalah hal yang wajib dilakukan. Apalagi kalau Anda sudah punya website dan mengisinya dengan konten-konten oke punya. 

Dibandingkan iklan konvensional, iklan online punya sejumlah kelebihan. Anda bisa mempromosikan properti ke target yang betul-betul potensial. Biaya beriklan online juga jauh lebih murah. Pun, Anda bisa mengevaluasi efektivitas iklan itu sendiri.

Di bagian ini, kami akan bahas tiga cara beriklan online, yaitu Facebook Ads, Instagram Ads, dan Google Ads. 

Beriklan di Facebook 

Untuk beriklan di Facebook, Anda wajib memiliki halaman resmi di Facebook. Baru setelah itu, Anda bisa memulai membuat kampanye iklan. Anda bisa ikuti panduan singkat ini untuk beriklan di Facebook.

  1. Buka halaman atau page di akun Facebook;
  2. Pilih dan klik tab Ad Center di bagian header;
  3. Klik Create Ad;
  4. Pilih tujuan iklan. Kami sarankan Anda untuk pilih Get More Website Visitors untuk mendulang pengunjung ke website;
  5. Isi konten yang dibutuhkan seperti URL, format iklan, materi, judul, teks, dan call to action;
  6.  Pilih target audiens yang dituju dan biaya yang ingin dikeluarkan;
  7. Bayar dan iklan siap ditampilkan.

Untuk panduan beriklan yang lebih lengkap, Anda bisa baca artikel → Cara Membuat Facebook Ads dari A-Z.

Beriklan di Instagram

Iklan di Instagram itu satu manajemen dengan iklan di Facebook. Karenanya, Anda tetap perlu mempunyai halaman Facebook untuk dapat membuat iklan di Instagram. Ikuti panduan singkat di bawah untuk beriklan di Instagram.

  1. Buka halaman Facebook Ads Manager;
  2. Pilih dan klik tab Kampanye;
  3. Klik Buat iklan;
  4. Pilih tujuan iklan, jenis iklan, dan target audiens;
  5. Tentukan penempatan iklan di Instagram;
  6. Pilih waktu penayangan iklan;
  7. Hubungkan dengan akun Instagram;
  8. Pilih format iklan (karosel, gambar tunggal, video tunggal, tayangan slide, atau koleksi);
  9. Isi judul, teks, gambar, dan URL;
  10. Lakukan pembayaran.

Kalau Anda membutuhkan panduan yang disertai gambar, Anda boleh langsung baca panduan lengkap di → Cara Beriklan di Instagram Ads untuk Pemula.

Beriklan di Google Ads

Kalau dua cara sebelumnya memungkinkan Anda beriklan di media sosial, cara satu ini memungkinkan Anda memasang iklan di hasil pencarian Google. Ikuti cara berikut untu bisa memasang iklan di Google.

  1. Buka website Google Ads;
  2. Buat akun baru atau sambungkan dengan Gmail;
  3. Pilih tujuan iklan (kunjungi toko offline, telpon bisnis, atau kunjungi website);
  4. Pilih jangkauan lokasi untuk iklan;
  5. Pilih kategori bisnis untuk diiklankan;
  6. Tambahkan teks dan foto;
  7. Tentukan budget beriklan;
  8. Pilih metode pembayaran dan lakukan pembayaran.

Kami menyediakan panduan lengkap kalau Anda tertarik beriklan di Google Ads. Silakan baca panduannya di sini → Tutorial Google Ads Lengkap untuk Pemula.

8. Referral Program

Anda sudah berusaha memulai bisnis properti secara online. Tapi tak ada salahnya kok untuk merambah ke promosi offline. Salah satu caranya, yaitu menerapkan program referral alias kerja sama dengan makelar.

Kalau Anda punya properti sendiri, opsi promosi ini mungkin perlu Anda coba. Sebab, mau bagaimanapun juga, makelar lebih mengerti kondisi pasar dan punya lebih banyak koneksi.

Anda bisa saja bekerja sama dengan makelar via agen. Biasanya, makelar macam ini akan meminta imbalan berupa komisi. Jumlah komisinya tergantung dari harga properti yang dijual, berkisar 1-3 persen.

Di luar itu, Anda juga bisa bekerja sama dengan makelar yang beroperasi sendirian. Dalam kasus seperti ini, Anda lebih baik berdiskusi langsung untuk menentukan jumlah komisi yang perlu dibayar.

9. Beri iming-iming bonus

Supaya makin cetar, Anda bisa juga menarik klien dengan iming-iming bonus. Salah satu contoh yang cukup bombastis adalah beli rumah dapat istri.

beli rumah dapat istri

Tentu saja iming-iming istri bukanlah hal yang sebenarnya. Istri adalah singkatan dari Internet, Sofa, Telepon, Refrigerator (kulkas), dan iPad. 

Cara promosi dengan bonus macam ini bisa saja Anda tiru. Tapi jangan lupa untuk sesuaikan cara promosi dengan target pasar Anda. Jangan sampai target Anda justru ilfil (ilang feeling) gara-gara cara promosi yang tak sesuai dengan persona pembeli.

Kalau target pasar Anda berusia 22-40 tahun, coba pikirkan hal-hal ini sebelum menentukan bonus:

  • Fasilitas apa yang paling dibutuhkan klien?
  • Gaya properti macam apa yang diminati oleh klien?
  • Hal apa yang bisa dijadikan nilai tambah untuk menarik klien?

Misalnya, target pasar Anda adalah pelajar atau mahasiswa. Maka, akan sangat menarik kalau Anda menawarkan bonus meja dan kursi kerja yang ergonomis.

Beda lagi kalau target pasar Anda berusia 30-40 tahunan. Mungkin, mereka sudah tak tertarik lagi bekerja di rumah. Malah, mereka ingin menjadikan rumah sebagai tempat istirahat. Jika begitu, akan menarik untuk memberi mereka bonus kursi malas, bean bag dan coffee table, atau malah gazebo.

Apapun bonus yang nanti Anda tawarkan, pastikan itu benar-benar diinginkan oleh calon pelanggan. Dengan begitu, kemungkinan properti Anda untuk dilirik dan laku akan semakin besar.

10. Ikut pameran properti

Satu lagi cara bisnis properti mempromosikan diri ialah lewat pameran. Meski tergolong cara konvensional, tak ada salahnya kok untuk dicoba. Apalagi kalau Anda merupakan pebisnis properti skala besar atau pengembang.

Cara seperti ini justru membuka peluang Anda untuk berinteraksi dengan klien. Entah itu memang yang jadi target pasar Anda maupun bukan. 

Semisal Anda memang tertarik mengikut pameran, berikut beberapa tips yang bisa kami bagikan:

  • Perhatikan lokasi pameran. Semakin strategis tempatnya, semakin banyak pula pengunjung yang akan datang. Begitu pula sebaliknya. 
  • Perkirakan profil pengunjung yang akan datang. Sebisa mungkin gunakan dekor dan bahasa promosi yang sesuai dengan target pasar.
  • Dekorasi booth agar semenarik mungkin. Semakin menarik, booth Anda akan semakin banyak dikunjungi.
  • Sediakan brosur properti. Buat brosur supaya calon klien tak melupakan info penting seputar properti Anda.
  • Berikan promo menarik. Buat promo untuk mempercepat deal ataupun closing dengan klien. 
  • Hadirkan staf atau SPG berpengalaman. Taruh staf atau SPG berpengalaman untuk meyakinkan calon klien agar berinvestasi di properti Anda.
  • Fokus kumpulkan kontak klien yang potensial. Transaksi di tempat pameran itu jarang sekali terjadi. Makanya, fokus saja kumpulkan leads dari calon klien.

Itu tadi hal-hal yang perlu Anda persiapkan ketika mengikuti pameran properti. Namun, jangan sampai lupa untuk melakukan follow up dengan calon klien yang sudah memberikan kontaknya.

Yak! Akhirnya selesai juga bahasan 10 tips memulai bisnis properti. Kami harap semua tips di atas dapat membantu Anda menjalankan bisnis properti Anda sendiri. 

Kalau Anda butuh inspirasi contoh bisnis properti, simak bagian selanjutnya ya. Kami akan kupas trend bisnis properti di tahun 2020~

Tren Bisnis Properti di 2020

Tren bisnis properti ke depannya masih belum jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kebanyakan orang akan berinvestasi properti untuk mendapatkan uang kembali. Ini dilakukan dengan cara menyewakan kembali properti yang dibeli.

tren bisnis properti

Mengikuti tren tersebut, berikut adalah contoh bisnis properti yang baiknya Anda tiru di tahun 2020.

1. Kos Eksklusif

Kos eksklusif adalah salah satu ide bisnis properti yang menguntungkan. Apalagi kalau properti ini dibangun di daerah perkotaan ataupun dekat kampus. 

tren bisnis kos eksklusif

Peminat properti macam ini sangatlah banyak. Mulai dari karyawan kantoran, mahasiswa, ataupun pengusaha yang masih lajang.

Tentu saja untuk memulai bisnis properti macam ini, Anda tak boleh memberikan fasilitas seadanya. Sebaliknya, Anda perlu memberikan fasilitas ekstra agar kos-kosan yang Anda tawarkan betul-betul eksklusif.

Beberapa fasilitas yang musti ada, antara lain:

  • Furnitur kamar yang lengkap (kasur, lemari, meja, kursi, dsb);
  • Fasilitas TV kabel;
  • Layanan laundry dan cleaning service;
  • Kunci digital.

Dengan fasilitas sebanyak ini, tentu Anda bisa menarik target pasar menengah ke atas. Karenanya, Anda dapat peluang lebih besar passive income yang jumlahnya lebih banyak.

2. Cottage

Bisnis properti tak melulu harus di lokasi strategis. Kalau Anda punya tanah di daerah pedesaan, bangun saja cottage atau rumah kecil.

tren bisnis cottage

Properti macam ini biasanya diminati untuk tujuan staycation alias liburan di rumah. Target pasarnya pun lebih beragam. Misalnya, orang-orang kota yang ingin merasakan suasana tenang, orang-orang yang ingin bekerja tanpa diganggu, atau malah turis mancanegara yang ingin membaur dengan lingkungan sekitar.

Jika memang tertarik untuk memulai bisnis properti macam ini, pastikan Anda memang mendesainnya seperti rumah sendiri. Lengkap dengan fasilitas seperti tv, lemari es, peralatan dapur yang lengkap dan sebagainya. Anda pun bisa menambahkan layanan ekstra seperti sarapan dan paket wisata. 

3. Co-working Space

Selain properti yang bentuknya hunian, Anda juga bisa memulai bisnis properti dalam bentuk co-working space. Contoh bisnis properti satu ini prospeknya cukup bagus. Apalagi melihat semakin banyak orang membutuhkan tempat nyaman untuk bekerja.

Untuk memulai bisnis macam ini, Anda tak melulu harus mengurus semuanya sendiri. Anda bisa fokus menyediakan tempat dan fasilitas untuk co-working. Contohnya, meja, kursi, ruang meeting, proyektor, dan sebagainya.

Kemudian ajak orang lain untuk melengkapi co-working Anda dengan fasilitas F&B. Sediakan beragam pilihan minuman dan makanan yang cocok untuk bekerja. Misalnya, kopi, jus, roti isi, dan sebagainya.

Dengan berbagi peran, Anda tentu lebih fokus untuk mengurus bisnis co-working. Jika sudah sukses di satu tempat, tak menutup kemungkinan untuk buka di tempat lain kan?

Kisah Sukses Antologi Collaboractive Space: Sempat Ditolak Investor, Kini Jadi Coworking #1 di Jogja

4. Student Apartemen 

Ide apartemen untuk mahasiswa sebetulnya hampir mirip dengan kos eksklusif. Hanya saja, apartemen biasanya terletak lebih strategis. Terutama di dekat kampus ataupun daerah perkotaan.

Soal fasilitas pun, apartemen menang banyak. Tak cuma dalamnya saja yang biasanya sudah full furnished, fasilitas di luar itu pun biasanya jauh lebih lengkap. Apartemen biasanya sudah dilengkapi dengan gym, kolam renang, roof top, mini market, dan sebagainya.

tren bisnis student apartemen

Jika ingin berinvestasi di tipe properti ini, Anda memang harus mengeluarkan modal yang cukup banyak. Harga satu unit saja bisa sampai ratusan bahkan miliaran rupiah.

Namun, itu tentunya bukan masalah kalau Anda pintar memutarnya kembali jadi penghasilan. Anda dapat menyewakan unit apartemen untuk jangka panjang. Kalau pun ingin praktis, Anda dapat juga menyewakannya dalam kurun harian.

5. Ruko

Untuk bisnis properti yang satu ini, Anda perlu modal lokasi strategis. Boleh dibilang itu saja kuncinya. Sebab, hal itulah yang pertama akan dipertimbangkan calon klien.

Jika dibandingkan contoh bisnis properti lainnya, menyewakan ruko terbilang sedikit lebih mudah. Sebab spesifikasi bangunan dan fasilitas di dalamnya tidak neko-neko. Waktu sewa pun bisa jauh lebih panjang. Sesuatu yang memudahkan Anda sekaligus menambah nominal passive income.

Bedanya lagi, Anda tentu perlu bersiap dengan segala pengajuan izin dan dokumen resmi lainnya.

Siap Mendulang Untung dari Bisnis Properti di 2020?

Finally! Selesai sudah artikel cara memulai bisnis properti di 2020. Setelah membahas berbagai tips dan tren bisnis secara lengkap, kami harap artikel panjang ini bisa membantu Anda belajar bisnis properti dengan lebih mudah.

Baca juga: 5 Sifat Penting Ini Wajib Dimiliki Pengusaha Sukses

Eiiitsss. Sebelum buru-buru beranjak memulai bisnis, jangan lupa kalau Anda butuh website untuk mengeksekusi semua ide promosi di atas. Supaya lebih efektif dan bebas gangguan, Anda butuh website yang cepat, selalu online, dan mudah didesain sesuai kebutuhan.

Itu mengapa kami sarankan Anda pakai paket hosting dari Niagahoster. Untuk bisnis properti skala kecil, Anda bisa pakai layanan Unlimited Hosting. Kalau Anda pengembang dan pemilik jaringan properti, Anda kami sarankan untuk pakai Cloud Hosting. Keduanya sama-sama mudah digunakan dan cocok untuk kebutuhan Anda.

4
Imas Indra A detail-oriented and innovative writer. She developed her creative talent and expertise after years of practice in journalism, academic research, essay writing, and blogging. Currently in Niagahoster, she boosted more people to #BuildSuccessOnline using SEO and content marketing strategies. When it comes to writing, her goal is to make complex topics enjoyable.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten − 3 =

[{"code":""
[{"code":""
"label":"Coba Lagi"
"label":"Coba Lagi"
"win":false}
"win":false}
{"code":"HOSTING50"
{"code":"HOSTING50"
"label":"Extra Diskon 50rb "
"label":"Extra Diskon 50rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":"HOSTING20"
{"code":"HOSTING20"
"label":"Extra Diskon 20rb "
"label":"Extra Diskon 20rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":"HOSTING100"
{"code":"HOSTING100"
"label":"Extra Diskon 100rb "
"label":"Extra Diskon 100rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":""
{"code":""
"label":"Belum Beruntung"
"label":"Belum Beruntung"
"win":false}
"win":false}
{"code":"HOSTING20"
{"code":"HOSTING20"
"label":"Extra Diskon 20rb "
"label":"Extra Diskon 20rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":""
{"code":""
"label":"Coba Lagi"
"label":"Coba Lagi"
"win":false}
"win":false}
{"code":"HOSTING50"
{"code":"HOSTING50"
"label":"Extra Diskon 50rb "
"label":"Extra Diskon 50rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":"HOSTING20"
{"code":"HOSTING20"
"label":"Extra Diskon 20rb "
"label":"Extra Diskon 20rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":"FREESHIPPING"
{"code":"FREESHIPPING"
"label":"Coba Lagi"
"label":"Coba Lagi"
"win":false}
"win":false}
{"code":""
{"code":""
"label":"Sedikit Lagi! "
"label":"Sedikit Lagi! "
"win":false}
"win":false}
{"code":"HOSTING50"
{"code":"HOSTING50"
"label":"Extra Diskon 50rb "
"label":"Extra Diskon 50rb "
"win":true}]
"win":true}]