Putri Aprilia Putri is an SEO Content Writer at Niagahoster. She has experience in SEO writing with business and tech topic.

Jiwa Wirausaha: Kunci Sukses Membangun Bisnis Di Era Digital!

14 min read

Jiwa Wirausaha: Kunci Sukses Membangun Bisnis Modal Berani Mencoba

“Ah.. aku sih nggak bakat jadi wirausaha”

“Nggak usah coba-coba buka usaha deh, emang nggak bakat bisnis udah..” 

Memang memutuskan menjadi wirausaha adalah tantangan tersendiri bagi banyak orang. Apalagi, tidak memiliki jiwa wirausaha masih diyakini dapat menjadi hambatan dalam membangun bisnis. 

Ada kenyataan menarik bahwa 95 persen perusahaan di Indonesia ternyata merupakan bisnis keluarga. 

Artinya, beberapa wirausahawan mungkin mendapatkan warisan bakat kuat dari keluarga yang sudah sukses dengan bisnisnya. Bahkan, mereka jadi tak perlu mulai dari nol lagi.

Apakah benar semuanya begitu?

Tidak juga lho. Banyak pebisnis yang berhasil membangun jiwa wirausaha dan memiliki bisnis yang sukses seperti Nadiem Makarim dengan GoJek dan Ali Muharam dengan Makaroni Ngehe-nya. 

Jadi, apa sih pengertian wirausaha dan benarkah wirausaha itu hanya tentang bakat? Lalu, adakah tipsnya menjadi wirausaha sukses bagi yang ingin mempelajarinya?

Tenang, Anda akan temukan jawabannya di artikel ini! Yuk baca sampai selesai ya!  

Pengertian Wirausaha 

Mari mulai dulu dengan memahami kata wirausaha. Antha Prerna dianggap sebagai asal dari kata wirausaha, yang berarti “motivasi diri”. Sedangkan, wirausahawan adalah entrepreneur dalam bahasa Inggris, yang berarti “risk-taker”. 

Sementara itu menurut ahli, Dan Stein dan John F. Burgess (1993), wirausaha adalah orang yang mengelola, mengorganisasikan, dan berani menanggung risiko untuk menciptakan peluang usaha. 

Jadi, bisa dikatakan bahwa pelaku wirausaha adalah orang yang berani mengambil risiko dengan tanggung jawab dan motivasi diri untuk menjadi sukses dalam bisnis. 

Perbedaan Wirausaha dan Wiraswasta 

Perbedaan Wirausaha dan Wiraswasta

Anda mungkin mengira istilah wirausaha dan wiraswasta memiliki pengertian yang sama. Faktanya, keduanya memiliki beberapa perbedaan. 

Definisi wirausaha sebenarnya baru muncul ketika perkembangan teori ekonomi modern. Pengertian kewirausahaan atau wirausaha adalah orang yang mampu menciptakan sebuah inovasi dalam berbisnis. Seorang wirausaha juga disebut sebagai orang yang berani mengambil risiko dari usaha yang dijalaninya. 

Sementara pengertian wiraswasta sendiri populer di kalangan Generasi X dan Baby Boomer atau muncul sekitar tahun 1970. Jadi, wiraswasta merupakan orang yang memiliki sikap, pikiran, dan tindakan untuk mengadakan pekerjaan, mencari uang, dan bekerja dengan sikap mandiri. 

Hal yang membedakan secara signifikan antara wiraswasta dan wirausaha adalah fokus usahanya. Fokus usaha wirausaha adalah mencakup keseluruhan waktu yang dimiliki. Sementara, wiraswasta bisa dikatakan masih disambi dengan pekerjaan di tempat lain. 

Tujuan Wirausaha yang Paling Populer

Itu tadi definisi wirausaha dan wiraswasta yang wajib Anda ketahui. Nah, berikut ini beberapa alasan seseorang memutuskan menjadi wirausahawan. 

1. Menghasilkan Nilai Lebih suatu Barang 

Menjadi wirausaha berarti mampu meningkatkan nilai suatu barang. Sebagai contoh, sepatu buatan pengrajin lokal bisa dihargai lebih tinggi setelah Anda branding dengan menarik. Sehingga, sepatu tersebut dapat menghasilkan nilai yang lebih tinggi dari sebelumnya. 

Yasa Singgih, pemilik bisnis Men’s Republic juga merupakan salah satu contohnya. Dari pengrajin lokal di Cibaduyut, ia berhasil menjual produk berkualitas dengan harga yang terjangkau. 

Nah, jika Anda ingin menjual produk dengan nilai yang lebih baik, mungkin terjun ke dunia wirausaha adalah solusinya! 

2. Membuka Lapangan Pekerjaan 

Tujuan yang cukup populer dari wirausaha adalah keinginan untuk membuat lapangan pekerjaan bagi banyak orang. Dengan mengembangkan bisnis yang lebih besar, Anda tentu bisa membuka kesempatan kerja lebih banyak. 

Tujuan ini tentu merupakan hal yang patut didukung sepenuhnya. Apalagi, mengingat tingkat pengangguran di Indonesia per Agustus 2021 diperkirakan naik hingga 7,35%

Dengan terjun menjadi wirausaha, Anda juga turut membantu meningkatkan kesejahteraan banyak orang. 

3. Menginspirasi Orang Lain untuk Berwirausaha 

Siapa sangka sukses berwirausaha juga mampu menginspirasi orang lain untuk mengikuti jejak suksesnya. Beberapa pebisnis sukses yang telah menginspirasi banyak orang di seluruh dunia misalnya saja Jack Ma, Bill Gates, Jeff Bezos, dan masih banyak lagi. 

Terlebih jika para wirausahawan ini sering membagikan pengalaman dan pembelajaran pada calon pebisnis baru. Ilmu yang disampaikan tentu akan sangat berguna bukan? 

Di Indonesia sendiri, banyak pebisnis sukses yang lahir dari bimbingan dari wirausahawan lainnya. Sebut saja Chairul Tanjung (pendiri Trans Corp) dan Hary Tanoesoedibjo (pendiri MNC corp) yang dimentori oleh Sudono Salim (Pendiri Indofood, dll). 

4. Mengembangkan Potensi Jiwa Wirausaha yang Dimiliki 

Tak sedikit juga alasan pebisnis terjun di dunia wirausaha adalah karena ingin mengembangkan potensi jiwa wirausaha yang dimilikinya. 

Misalnya saja Yoyok Rubianto, pebisnis panci beromzet miliaran rupiah ini berhasil mengembangkan potensinya jeli melihat peluang. Ditambah lagi, ia selalu menerapkan sikap ulet dan memiliki tekad yang kuat.

Jadi, jika memiliki potensi wirausaha, tak ada salahnya untuk coba memulai bisnis sembari terus mengasah potensi tersebut.

Jiwa Wirausaha adalah Bakat atau Skill? 

Apa Itu Jiwa Wirausaha? Apakah Jiwa Wirausaha adalah bakat atau skill?

Mungkin Anda bertanya-tanya apakah wirausaha adalah bakat atau skill?

Founder Institute, sebuah institusi pelatihan wirausaha, pernah melakukan penelitian dan menemukan bahwa jika seseorang memiliki DNA wirausaha, ia berpeluang sukses menjadi pelaku wirausaha. 

Selain itu, 61 persen wirausahawan percaya bahwa bakat sedari lahir akan mendukung kesuksesan wirausaha. Yang lain, menganggap bahwa jiwa wirausaha bisa didapatkan dari pelatihan atau pendidikan. 

Artinya.. jiwa wirausaha itu bisa dibentuk? 

Jawabannya, tentu saja bisa! 

Pelatihan mampu menciptakan karakter wirausaha sukses ke dalam diri seseorang dengan cara yang tepat. Bahkan, bentuk mentoringnya tidak harus formal.

Contohnya, Robert Herjavec, pemilik sebuah perusahaan IT security, Herjavec Group.

Suatu hari ketika melihat penjual hotdog di depan kantornya, bosnya mengatakan bahwa menjadi vendor yang memasok hot dog jauh lebih menjanjikan kesuksesan dibanding menjadi penjual hotdognya. 

Semenjak itu, Robert menyadari perlunya langkah besar untuk bisa scale up, terlepas dari kerja keras yang selama ini telah ia lakukan.

Pada akhirnya, ia memutuskan berhenti dari pekerjaannya sebagai karyawan perusahaan IT dan membangun usaha IT security sendiri.

Memiliki bakat dalam berwirausaha bisa menjadi modal yang baik. Namun, membangun mindset yang tepat dan karakter jiwa wirausaha juga tak kalah penting. 

Yuk Kenali 5+ Karakter Wirausaha Sukses!

Baik Anda merasa memiliki bakat wirausaha atau tidak, inilah karakter wirausaha sukses yang perlu Anda miliki agar berhasil membangun bisnis: 

1. Disiplin 

Disiplin adalah Salah Satu Karakteristik Wirausaha Sukses

Pelaku wirausaha yang sukses selalu memiliki disiplin yang tinggi. Salah satunya, disiplin waktu. Bagaimana mungkin bisa menjalankan bisnis dengan baik jika rencananya selalu ditunda-tunda, ya? 

Nah, pelatih wirausaha, Bill Aulet, dalam bukunya, Discipline Entrepreneurship mengatakan bahwa eksekusi yang disiplinlah yang membuat seseorang bisa menjadi pengusaha yang sukses. 

Tak hanya perihal waktu, pelaku wirausaha sukses juga perlu disiplin dalam mengatur keuangan bisnisnya. Anda perlu memisahkan uang pribadi dan uang bisnis dengan tepat.

Meskipun bisnis Anda masih kecil, bukan berarti Anda bebas mencampur adukkan keduanya. Untuk itu, Anda harus membuat rincian anggaran dan catat setiap pengeluaran dengan detail dan konsisten. 

2. Kreatif 

Kreativitas dibutuhkan oleh seorang wirausahawan untuk dapat menciptakan produk yang menarik untuk dijual. 

Mungkin Anda pernah dengar kisah Agung Setia Budi, seorang difabel yang menyulap barang bekas menjadi kerajinan tangan beromset jutaan rupiah. Hasil kerajinannya berhasil menembus pasar global di Amerika.

Tak hanya untuk menciptakan produk bernilai jual, kreativitas juga dibutuhkan untuk memasarkan produk. 

Kunci Sukses Wirausaha adalah Kreatif. Uwitan Bisnis Furniture Online yang Sukses Go Online

Aji, founder dari bisnis furniture Uwitan bisa menjadi contohnya. Peluang menjual produk furniture dari pabrik yang kelebihan stok terkendala tidak adanya toko untuk menjualnya. Akhirnya, ia menyulap garasi mobil rumahnya menjadi showroom. 

Karena garasi itu tak mampu menampung banyak pengunjung, ia langsung memutuskan berjualan online. Ternyata solusi ini cukup berhasil. 

Berbekal kreativitas untuk mengatasi masalah, bisnis furniturenya berkembang hingga menjangkau banyak pembeli dari mancanegara. 

3. Memiliki Passion 

Karakteristik Wirausaha adalah Memiliki Passion

Bingung mau memulai bisnis apa? Cobalah dari hal yang menjadi passion Anda! Ada banyak lho wirausaha yang sukses menjalankan bisnis dari hobi. 

Kusumo salah satunya. Pemilik Laku Pet Shop ini merintis usaha pakan hewan peliharaan karena memahami formula pakan yang tepat. Itu semua berkat kecintaannya pada burung dan pergaulannya dengan komunitas pecinta burung. 

Meskipun cukup berat menjalani bisnis kala pandemi, kecintaannya tersebut membuatnya bertahan dan berbuah manis ketika ia mulai menjalankannya secara online. 

4. Jeli Melihat Peluang

Kalau Anda ingin sukses berwirausaha, Anda perlu mengasah kejelian dalam melihat peluang. Dengan begitu, Anda jadi tahu bagaimana memenangkan persaingan pasar.

Hisbarudin salah satu pengrajin kayu yang jeli melihat peluang
Source: https://economy.okezone.com

Melihat tren bersepeda di masyarakat, Hisbarudin, salah satu pengrajin kayu, membuat produk perlengkapan sepeda, seperti bike stand berbahan dasar kayu. Berkat kejeliannya melihat peluang, ia mampu menjual lebih dari 2000 produk setiap harinya. 

Anda juga bisa meniru kisah sukses Izzy, pendiri Mijek, ojek online di Mimika. Melihat kebutuhan transportasi yang tinggi di Mimika, Izzy meluncurkan Mijek dengan meniru strategi bisnis dan branding ojek online besar di Indonesia

Nah, untuk bisa menemukan peluang yang tepat, Anda perlu melakukan riset pasar dengan baik dulu, ya.  

5. Berani Mengambil Risiko 

“To win big, you sometimes have to take big risks.” – Bill Gates. 

Kutipan di atas sepertinya sangat cocok menggambarkan karakteristik sukses wirausaha adalah berani mengambil risiko. 

Yap, salah satu karakter wirausahawan adalah berani mengambil risiko. Dalam memulai bisnis, terkadang Anda akan dihadapkan dengan berbagai pilihan yang memiliki risiko tersendiri. Namun, tanpa keberanian itu, peluang sukses Anda mungkin hanya sekadar impian. 

Sikap itu ditunjukkan Fachrudin, seorang petugas cleaning service yang akhirnya sukses sebagai pemilik bisnis mainan. 

Fachrudin mantan tukang pel yang sukses bisnis mainan dengan berani mengambil risiko
Source: https://www.boombastis.com/

Dengan gaji pas-pasan dan kebutuhan keluarga yang semakin besar, Fachrudin memutuskan terjun berjualan mainan anak secara online. Namun, karena sekadar sampingan, penghasilannya juga tidak cukup banyak.

Hingga akhirnya, ia memilih resign dari pekerjaan yang telah digeluti selama 5 tahun agar bisa fokus berbisnis. Hasilnya, omset bisnisnya meningkat bahkan hingga miliaran rupiah. 

Namun, selalu perhitungkan risiko yang akan diambil ya. Sehingga Anda masih tetap bisa menjalankan bisnis meskipun ada kegagalan yang bisa saja ditemui. 

6. Mudah Beradaptasi 

Kondisi yang terus berubah mengharuskan pelaku wirausaha untuk mampu beradaptasi dengan baik. Jika tidak, bisnis yang dibangun bisa kalah bersaing dan ditinggalkan konsumen, apapun skala bisnis yang dimiliki. 

Pelajaran berharga bisa dipetik dari perjalanan Brian Chesky, founder dari Airbnb, perusahaan akomodasi internasional. Kondisi pandemi benar-benar mengguncang lini bisnisnya sehingga terpaksa merumahkan banyak karyawannya.

Namun, Airbnb mencoba bertahan. Salah satu strategi Brian saat itu adalah membayar ganti rugi pada pemilik rumah sewa yang komplain atas pembatalan pengunjung. Ini bertujuan untuk terus menjalin hubungan profesional yang baik. 

Selain itu, Brian juga mengubah pemasaran dari skala internasional menjadi fokus ke destinasi lokal. Ini tentu langkah adaptasi dari adanya pembatasan kegiatan selama pandemi. 

Tren Airbnb yang tetap positif walau pandemi

Hasilnya, di tengah dampak pandemi bagi bisnis akomodasi, tren pencarian akan Airbnb tetap positif. Bahkan, jauh lebih tinggi dari kompetitor mereka di bisnis akomodasi dalam setahun terakhir.

Hal ini terbukti bahwa kesuksesan berbisnis didukung oleh sikap wirausaha salah satunya bersikap positif dalam hal menghadapi berbagai tantangan.

Baca juga: Yuk Belajar dari Para Penerima Forbes 30 Under 30 asal Indonesia!

5 Faktor Keberhasilan Wirausaha 

Selain karakter wirausaha yang telah disebutkan di atas, ada beberapa faktor yang sangat mempengaruhi kesuksesan bisnis. Berikut penjelasannya. 

1. Peluang Bisnis yang Menjanjikan

Salah satu faktor kesuksesan wirausaha adalah mengambil peluang yang menjanjikan. Sebagai contoh, saat pandemi kebutuhan produk makanan frozen meningkat. Anda bisa memanfaatkan peluang tersebut dengan menjual produk tersebut.  

Untuk itu, Anda perlu mengasah kejelian Anda melihat peluang. Berikut yang diperlukan dalam menciptakan peluang usaha adalah melakukan riset pasar. Saat ini, riset pasar bisa dilakukan lebih mudah dan akurat dengan tools riset seperti Google Trends. 

Anda hanya tinggal masukkan kata kunci yang ingin Anda cari. Anda juga bisa membandingkan beberapa produk untuk melihat mana yang lebih populer. Contohnya, seperti gambar di bawah ini. 

Google Trends

2. Perencanaan yang Matang 

Selain peluang bisnis yang menjanjikan, perencanaan yang matang juga menjadi salah satu faktor keberhasilan wirausaha. 

Untuk itu, Anda perlu membuat perencanaan bisnis atau business plan yang baik. Ibarat berperang, Anda perlu menyiapkan rencana dan strategi yang tepat supaya bisa memenangkan pertempuran. 

Faktanya, membuat bisnis plan terbukti mampu meningkatkan keberhasilan sebuah bisnis hingga 8 persen. Itulah mengapa membuat bisnis plan itu penting. 

Setidaknya, dalam sebuah bisnis plan, Anda perlu membuat deskripsi dan tujuan bisnis, membuat produk dan layanan yang ditawarkan, menentukan target pasar, strategi penjualan, dan pendanaan. 

3. Mengelola Keuangan dengan Baik 

Modal banyak ataupun sedikit sebenarnya tidak selalu menentukan keberhasilan sebuah bisnis. Bahkan, ada banyak wirausahawan yang memulai bisnis tanpa modal. 

Hal yang terpenting adalah Anda bisa mengelola keuangan bisnis dengan baik. Setiap pengeluaran dan pemasukan dapat tercatat dengan baik. Sehingga Anda tidak salah mengambil keputusan dalam menggunakan budget. 

Anda juga perlu membuat analisis keuangan bisnis Anda untuk menghitung BEP (break event point) atau mengetahui kapan Anda balik modal. 

Untuk menentukan modal yang dibutuhkan, Anda perlu merancang kira-kira berapa biaya produksi, biaya pemasaran, dan operasional lainnya. Lalu, hitung target penjualan bisnis per bulan dan harga rata-rata produk. 

Untuk lebih jelasnya lihat contoh berikut: 

  • Modal yang dibutuhkan Rp50.000.000.
  • Target penjualan per bulan adalah 200 pcs.
  • Harga rata-rata produk Rp50.000 

BEP = Total modal / (Target penjualan per bulan x Harga produk) 

BEP = Rp50.000.000 / (200x Rp50.000)

BEP = 5 bulan 

Nah, dari perhitungan di atas, artinya, Anda baru akan balik modal dan mendapatkan profit kira-kira setelah 5 bulan penjualan. 

4. Menggunakan Strategi Pemasaran yang Efektif 

Strategi pemasaran adalah rangkaian perencanaan untuk menjangkau target pasar dan mengubah mereka menjadi konsumen produk Anda. 

Ada banyak jenis pemasaran, baik offline maupun online yang tersedia sesuai dengan tujuan bisnis Anda. Namun, di era digital saat ini, Anda sebaiknya memaksimalkan strategi pemasaran online. 

Beberapa strategi pemasaran online yang bisa Anda coba, yaitu email marketing, social media marketing, SEO (Search Engine Optimization), SEM (Search Engine Marketing), dan website. 

Dibanding pemasaran offline, strategi online ini jauh lebih mudah, murah, dan tentunya efektif. Penjelasan lebih detail mengenai penggunaan pemasaran online akan kami bahas pada bab berikut, ya! 

5. Terus Berinovasi 

Bisa dikatakan, inovasi merupakan kunci bisnis untuk terus maju. Apalagi ketika dihadapkan dengan kondisi yang menuntut perubahan. 

Misalnya saja, HokBen yang semenjak pandemi melakukan inovasi produk makanan siap makan dalam kemasan (heat to eat). 

Inovasi HokBen

HokBen juga menyediakan layanan pemesanan online melalui aplikasi ojek online, aplikasi HokBen, hingga website. Dengan strategi ini, konsumen dapat lebih mudah memesan makanan tanpa perlu keluar rumah. 

Semua langkah inovasi yang dilakukan oleh HokBen ini terbukti mampu membuat bisnisnya bertahan di tengah pandemi.

Beberapa Penyebab Gagalnya Wirausaha

Tahukah Anda kalau beberapa hal berikut ini bisa menyebabkan bisnis gagal? Yuk simak penjelasannya berikut ini, supaya Anda bisa mempelajari dan menghindari kegagalan bisnis. 

1. Pengelolaan Dana yang Kurang Baik

Banyak usaha yang terpaksa harus gulung tikar akibat kendala pada dana. Misalnya saja Sariwangi, produk teh celup yang sempat populer di tahun 2000-an. 

Sariwangi Bangkrut Terlilit Hutang

Perusahaan tersebut dinyatakan pailit karena tak mampu membayar utang 1,5 triliun kepada sejumlah bank. Diketahui, Sariwangi telah mengeluarkan sejumlah uang yang cukup banyak untuk meningkatkan produksi perkebunan dengan mengembangkan teknologi air. 

Namun, ternyata hasilnya tak sesuai harapan, sehingga pembayaran utang macet. 

Dari kasus Sariwangi, Anda bisa belajar untuk lebih cermat dan hati-hati dalam menginvestasikan sejumlah dana. 

2. Kurangnya Skill dan Pemahaman dalam Bisnis 

Membangun bisnis tanpa dibarengi skill yang mumpuni, ibarat nyemplung di kolam yang dalam tanpa belajar berenang atau dibekali pelampung. Hasilnya Anda akan tenggelam, bukan? 

Itulah mengapa Anda perlu terus mengasah skill, baik skill teknis maupun non teknis. Anda juga perlu terus update dengan perkembangan bisnis terkini. Apalagi jika Anda terjun ke bisnis online, seperti digital marketing.

3. Kurang Siap Menghadapi Tantangan

Mungkin sudah tak asing lagi dengan nama Kodak. Merek kamera yang sempat populer di tahun 90-an ini harus menerima kenyataan bahwa bisnisnya tak mampu lagi bersaing di pasaran. 

Faktor Kegagalan Wirausaha adalah Kurang siapnya Menghadapi Tantangan, seperti Kodak.

Di tengah tantangan perkembangan teknologi yang pesat, Kodak lambat dalam berinovasi. Sementara mulai muncul produk-produk kamera digital, Kodak justru tetap bertahan dengan kamera roll filmnya, karena takut membunuh bisnis roll film jika mengembangkan produk digital. 

Alhasil, di tahun 2009, Kodak resmi mengumumkan perhentian produksinya. 

Termasuk, di era pandemi, banyak produk yang tak mampu bertahan sehingga harus gulung tikar. Misalnya, Matahari, Giant, dan Centro. 

Baca juga: 7 Alasan Bisnis Gagal Online

Wirausaha Zaman Now Belum Online? Pikirkan Lagi! 

Nah, tadi Anda sudah mengetahui karakteristik wirausaha, faktor keberhasilan dan kegagalan berwirausaha. 

Salah satu karakteristik wirausaha adalah kejelian Anda melihat peluang. Maka, seharusnya Anda memahami bahwa tren online tidak dapat dibendung. Artinya, kalau usaha yang Anda jalankan masih offline, Anda harus siap untuk kalah bersaing.  

Nah, sebenarnya kenapa sih wirausahawan zaman now harus go online?

1. Peluang Untung Lebih Besar

Sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia, hampir semua sektor beralih ke digital dan menawarkan kemudahan transaksi online. Bahkan, transaksi secara online meningkat hingga 400 persen

Selain itu, sudah lebih dari 300 ribu UMKM yang beralih ke online dan terbukti makin cuan.

Website Cottonology

Salah satu contohnya, brand fesyen pria asal Bandung, Cottonology. Meski industri fesyen terpengaruh pandemi, penjualan Cottonology justru meningkat hingga 60 persen

Rahasianya adalah mengeluarkan produk fesyen rumahan, seperti boxer dan kaos berbahan nyaman yang banyak dicari untuk bekerja dari rumah. Bukan hanya itu, mereka menggenjot pemasaran lewat platform online, baik itu e-commerce dan juga website.  

2. Menjangkau Pelanggan Lebih Luas 

81,6 persen pelaku wirausaha ternyata baru menjangkau sebatas lingkungan sekitar mereka saja. Hanya 3,9 persen yang mampu menjangkau mancanegara.

Dengan jangkauan pasar yang terbatas, potensi keuntungan tentu tidak bisa optimal. 

Pelaku wirausaha yang jeli tentu tak ragu untuk terjun ke dunia online untuk menjual produk. Apalagi saat ini perkembangan teknologi memudahkan hal tersebut. 

Cerita Ceppy, pemilik TanamanMart, yang mampu melakukan penjualan tanaman hingga ke seluruh Indonesia dan Asia bisa menjadi inspirasi Anda. 

Website TanamanMart

Bisnis bibit buah yang berskala kecil mampu menjadi bisnis besar dan menjangkau pasar internasional setelah dijalankan secara online.  

Apa rahasia TanamanMart menarik banyak pembeli? Websitenya terus muncul di halaman pertama hasil pencarian Google setiap orang mencari bibit buah. Hal ini berkat upaya optimasi SEO yang efektif untuk mendatangkan trafik.

Baca juga: Belajar SEO untuk Pemula [Terbaru]

3. Pemasaran Online lebih Efektif 

Anda masih ingin promosi bisnis lewat spanduk, poster? Sebaiknya, dipikirkan lagi deh. 

Sebab, biaya untuk iklan konvensional tersebut tidaklah sedikit. Ditambah lagi, Anda tidak bisa mengetahui jumlah orang yang membeli dari iklan tersebut. Sehingga sulit untuk mengukur efektivitasnya.  

Tak heran, banyak wirausaha yang mulai meninggalkan cara kuno tersebut. Sebagai gantinya, mereka mulai beralih menggunakan pemasaran online. 

Sudah tahu kan cerita Yoyok, penjual panci yang mampu meraup omzet miliaran rupiah per hari? Rahasianya, Yoyok memanfaatkan Facebook Ads untuk menjangkau pasar internasional. 

Faktor Keberhasilan Wirausahan adalah dengan Pemasaran yang Efektif. Yoyok penjual panci beromzet miliaran rupiah

Cukup dengan budget 100 ribu, 200 ribu, hingga satu juta, Yoyok bisa mendapat profit hingga berkali-kali lipat. 

Selain media sosial, banyak pilihan media pemasaran online yang  menjanjikan seperti Google Ads dan SEO. Kelebihannya, Anda bisa melihat berapa orang yang melihat iklan dan melakukan pembelian. Sehingga, Anda bisa mengevaluasi strategi promosi Anda sesuai dengan tujuan dan anggaran yang dimiliki. 

Menariknya lagi, Anda bisa mudah melakukan remarketing pada calon pelanggan yang pernah klik iklan tetapi belum melakukan pembelian. 

Baca juga: Belajar Digital Marketing untuk Pemula

4. Bisnis Mudah Ditemukan Kapan dan Di mana Saja 

Ketika Anda membuka toko offline, pelanggan hanya bisa mengunjungi toko di jam tertentu. Kalau Anda  buka selama 24 jam, tentu perlu ongkos operasional lebih banyak untuk listrik dan karyawan. 

Selain itu, konsumen toko offline tentu terbatas dari wilayah tertentu saja kan? 

Lain cerita kalau Anda memiliki toko online. Selain konsumen bisa mengunjungi toko Anda kapan saja, pembelinya pun bisa berasal dari berbagai daerah karena kemudahan belanja lewat laptop atau gadgetnya.  

Baca juga: Bisnis Online vs Bisnis Offline

Nah, untuk semakin menarik perhatian konsumen untuk berbelanja, jangan ragu untuk mengadakan promo ongkos kirim. Sebab, itulah yang paling ditunggu oleh konsumen dari berbagai daerah.

Website Men's Republic

Bisnis fesyen pria, Men’s Republic, adalah salah satu yang melakukannya. Selain memiliki gerai offline di Bandung, toko online yang dibangun berupaya untuk menjangkau konsumen dari seluruh Indonesia dengan kemudahan pengiriman dengan harga terjangkau.

Go Online dengan Website Adalah Pilihan Terbaik Berwirausaha

Untuk go online, ada tiga pilihan media yang bisa Anda pakai, yaitu marketplace, media sosial, dan juga website. 

Umumnya, media sosial dan marketplace banyak digunakan oleh pemula karena gratis dan mudah digunakan. Berjualan di marketplace masih dianggap menjanjikan. Padahal, Anda harus dihadapkan pada perang harga yang kurang menguntungkan.

Contohnya, jika Anda menjual produk sepatu yang juga dijual oleh penjual lain. 

Ketatnya persaingan pasar "sepatu olahraga" di Shopee

Karena merek dan kualitas yang ditawarkan sama, tentu pembeli akan memilih yang paling murah. Dengan kondisi tersebut Anda harus rela menjual produk dengan margin keuntungan yang kecil.

Itu kenapa, membangun  website toko online bisa menjadi pilihan terbaik. 

Sudah banyak kok wirausaha yang sudah sukses membangun bisnis dengan memanfaatkan peluang di marketplace dan juga website. Misalnya saja, Elira, brand sepatu lokal. 

Website toko online Elira

Awalnya, Budi Irawan, pemilik Elira hanya menjadi dropshipper sepatu di marketplace. Setelah dua tahun merintis bisnis dropship, ia memutuskan untuk membuat brand sepatu sendiri yang lebih berkualitas.

Merasa marketplace kurang fleksibel dalam branding dan administrasi pencatatan stok, Budi memutuskan untuk membuat website. Dengan website, Budi lebih diuntungkan karena bisa:

  • Menciptakan branding yang kuat – website tidak terikat aturan baik dari segi tampilan dan pengiriman seperti di marketplace. 
  • Membangun hubungan customer jangka panjang – Anda bisa mendapatkan data customer, seperti alamat email yang dapat digunakan untuk remarketing.
  • Mengelola bisnis lebih fleksibel  – Anda bisa lebih leluasa membuat administrasi bisnis sesuai kebutuhan yang tak didapatkan di marketplace. 
  • Memperkecil persaingan pasar  – website toko online Anda tidak akan berdampak pada ketatnya persaingan pasar di marketplace. 

Baca juga: Marketplace vs Toko Online: Mana yang Terbaik? 

Wujudkan Website Terbaik dengan Niagahoster!

Membuat website untuk bisnis itu mudah dan hasilnya cukup menjanjikan. Tapi, jangan asal-asalan, ya. 

Website yang sering bermasalah dan tak bisa diakses akan ditinggalkan pembeli. Akhirnya, Anda bisa kehilangan peluang mendapatkan untung. 

Hasil riset di Inggris bahkan menunjukkan bahwa akibat website yang buruk, penjual online kehilangan potensi penjualan hingga 10,6 miliar poundsterling.

Anda tentu tak ingin hal itu terjadi pada bisnis Anda, bukan? 

Oleh karena itu, pastikan website Anda memiliki performa baik dengan menggunakan layanan hosting yang bisa diandalkan. Salah satunya, Niagahoster.  

Kenapa layanan Niagahoster bisa menjadi pilihan terbaik untuk website bisnis Anda? 

1. Akses Website Lebih Stabil 

Niagahoster memberikan jaminan uptime hingga 99,98%. Artinya, website Anda akan lebih stabil dan bisa diakses dengan baik.  

Beberapa pengujian membuktikan bahwa performa tersebut dapat diandalkan. Salah satunya,  pengujian data uptime server Niagahoster yang dilakukan Penasihat Hosting, website review hosting terpercaya. 

Website Niagahoster Lebih Stabil

Dari pengujian yang dilakukan, hasilnya cukup positif termasuk ketika terjadi maintenance sekalipun. Performa ini dicapai berkat dukungan server berteknologi Green Data Center Tier-4 standar internasional

2. Loading Super Cepat 

Server Niagahoster juga didukung oleh server LiteSpeed yang merupakan web server tercepat yang menjamin loading website Anda bisa ngebut.

Bahkan dari pengujian terbaru, LiteSpeed mampu mengungguli performa server seperti Apache dan Nginx:

Server LiteSpeed membuat loading website lebih cepat

Kenapa kecepatan website penting bagi bisnis?

Alasannya, 53 persen pengguna akan meninggalkan website yang loadingnya lebih dari 3 detik. Jadi, kalau loading website Anda lelet, pengunjung bisa saja pindah ke kompetitor. 

3. Aman dari Serangan Hacker 

Niagahoster menyediakan fitur keamanan Imunify360 untuk melindungi website Anda dari malware. Anda bisa mengaktifkan berbagai perlindungan mulai dari advanced firewall, malware detection, hingga patch management.

Hal ini penting mengingat aktivitas cyber crime terus meningkat.

Data terbaru menunjukkan bahwa di tahun 2019 saja sudah ada lebih dari 65 juta malware baru yang siap menyerang website siapa saja

Yang paling mengkhawatirkan, terutama bagi pebisnis adalah serangan malware diprediksi dapat menyebabkan kerugian hingga 6 triliun dollar

4. Bantuan Tim CS 24/7

Mengelola website itu mudah. Namun, bisa saja terjadi kendala yang perlu diatasi dengan tepat. 

Nah, jika layanan hosting yang Anda gunakan memiliki layanan customer service 24 jam seperti Niagahoster, masalah Anda tentu dapat diatasi dengan cepat. Apalagi channel komunikasi yang disediakan cukup lengkap, mulai live chat, email, hingga telepon. 

Sudah Siap Jadi Wirausaha Sukses? 

Itu tadi penjelasan lengkap mengenai pengertian kewirausahaan, karakter wirausaha, faktor kesuksesan dan kegagalan wirausaha, hingga tips sukses berwirausaha. 

Memang, sukses menjadi wirausaha adalah bakat, tetapi tak wirausaha juga dapat dipelajari kok. Terbukti banyak wirausaha sukses karena mampu memupuk jiwa wirausaha dan membangun bisnis dari nol. 

Kunci sukses wirausaha adalah terus mengasah skill dan tumbuhkan karakter wirausaha dalam diri Anda. Mulai dari disiplin, berani mengambil risiko, mudah beradaptasi, hingga jeli melihat peluang. 

Jangan lupa, perhatikan tren bahwa wirausaha saat ini mulai beralih ke ranah online. Anda perlu sigap bukan hanya dalam membuat produk terbaik tapi juga platform bisnis yang tepat, yaitu website. 

Dengan website toko online cepat, aman dan mampu diakses 24 jam, bisnis Anda akan lebih mudah berkembang untuk jangka panjang. Maka, penting untuk memilih layanan hosting yang bisa diandalkan seperti Niagahoster. 

Nah, Anda sudah tidak sabar ingin segera terjun berwirausaha dan mewujudkan website untuk bisnis Anda, kan?

Putri Aprilia Putri is an SEO Content Writer at Niagahoster. She has experience in SEO writing with business and tech topic.