Belajar SEO (Search Engine Optimization) merupakan hal yang wajib dilakukan jika menginginkan peringkat satu di mesin pencari.

Website Anda akan dilihat lebih banyak orang sehingga memiliki peluang lebih baik untuk dikunjungi jumlah audiens yang lebih besar. Nantinya, jumlah pengunjung ini dapat Anda konversikan sebagai sumber pemasukan.

Dengan begini, berada di peringkat pertama secara otomatis menjanjikan keuntungan yang luar biasa bagi website Anda.

Menariknya lagi, ilmu SEO ini bukan eksklusif milik bagi para “mastah” saja. Segala sesuatunya dapat Anda pelajari dan kembangkan sendiri. Pemula pun bisa mulai belajar!

Melalui artikel ini saya akan membimbing Anda belajar SEO dari tingkatan paling dasar. Ada dua bahasan utama di sini: On-Page SEO dan Off-Page SEO.

Semua Hal yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Belajar SEO

Seperti namanya, SEO memang tidak dapat dipisahkan dari mesin pencari.

Sejak awal mesin pencari internet diciptakan, teknik-teknik optimasi mesin pencari sebenarnya sudah dikenal. Ada banyak versi menyoal kelahiran SEO pertama kali. Menurut Search Engine Land, SEO diperkirakan lahir sekitar tahun 1991. Artinya, hingga saat artikel ini ditulis, ilmu belajar SEO blog telah ada kurang lebih 27 tahun – bahkan sebelum Google lahir!

Tahun 1990-an menjadi tonggak awal meroketnya popularitas mesin pencari. Saat itu jumlah pengguna internet belum sebanyak sekarang, namun sudah cukup bertambah jika dibandingkan dekade sebelumnya.

Internet merupakan dunia yang sangat luas. Konten informasi yang dibagikan bisa dibilang tak terhitung jumlahnya. Tanpa ada tool pencarian, rasanya tidak mungkin kita bisa menemukan informasi dengan mudah.

Inilah alasan utama para pengguna membutuhkan mesin pencari. Fungsi dasarnya ada dua: (1) indeksasi dokumen di jaringan www; dan (2) menyediakan jawaban berdasarkan query.

Hasil pencarian yang muncul memang disesuaikan dengan query atau kata kunci yang dimasukkan. Jadi, pada prinsipnya, pengguna akan mendapatkan apa yang mereka cari di halaman hasil pencarian berdasarkan kata kunci ini.

Permasalahan yang kemudian muncul adalah kualitas informasi yang ditampilkan. Search engine memang menampilkan informasi atau dokumen dengan kata kunci yang diinginkan.

Namun, hal ini tidak diimbangi dengan tingkat relevansi serta kualitas informasi yang baik.

Banyak pemilik website yang asal memasukkan kata kunci ke dalam halaman website mereka agar cepat terindeks dan muncul di halaman pertama hasil pencarian.

Istilahnya, keyword stuffing.

Tidak, ini bukan berarti memasukkan kata kunci ke dalam konten website Anda tidak diperbolehkan. Hanya saja, keyword dengan konten website Anda haruslah sesuai.

Melibatkan kata kunci ke dalam konten bukanlah soal memasukkan kata kunci tertentu sebanyak-banyaknya.

Buat apa website muncul di mesin pencari tapi isinya tidak sesuai dengan keinginan pengguna? Tentu, dari sudut pandang si pengguna, hasil pencarian seperti ini tidak dibutuhkan sama sekali.

Tak dapat dipungkiri masih banyak pengguna yang belajar SEO awam menerapkan cara ini. Padahal, “jurus” ini sudah jelas-jelas tidak diperbolehkan (Google sendiri melarang praktik seperti ini).

Jika suatu saat Anda bertemu ahli SEO untuk menerapkan cara ini, Anda sebaiknya bersikap lebih kritis dan tidak memercayainya begitu saja. Kami sungguh tidak menyarankannya.

Kalau tidak percaya, coba saja terapkan dan website Anda akan terkena penalty!

Sesungguhnya tidak ada aturan baku dalam dunia SEO. Tidak ada pula jalan pintas yang secara mutlak dapat menjamin suatu website solid di posisi teratas hasil pencarian.

Hanya saja, memang ada semacam kisi-kisi yang biasa disebut ranking factors atau anjuran optimasi yang bisa Anda jadikan acuan.

Google, misalnya, memang memberikan anjuran melalui tool seperti Google Search Console. Anjuran yang ada di sana dapat Anda terapkan pada website agar “lebih disukai” Google.

Hal ini dikarenakan sifat mesin pencari yang sangat dinamis: konten dapat berubah dengan cepat dan semua orang dapat terlibat dalam persaingan secara langsung.

Bahkan, bukan tidak mungkin website besar yang sudah ada bertahun-tahun dapat Anda kalahkan peringkatnya di mesin pencari.

Persaingan di mesin pencari memang dikenal sangat keras, terutama pada kata-kata kunci populer yang banyak digunakan. Jika Anda tidak mempersiapkan website dengan baik, sebaiknya Anda siap-siap tertinggal dari persaingan.

Antar mesin pencari juga bersaing dengan sengit, lho.

Siapa yang tidak kenal Google?

Search engine bikinan Sergey Brin dan Larry Page ini memang menguasai dunia pencarian di internet.

Bukan bermaksud mengesampingkan search engine lain, tapi Google benar-benar tidak boleh Anda abaikan. Berdasarkan informasi resmi dari Google Search Statistics, setiap hari ada sekitar 3,5 milyar pencarian diproses.

Apa iya website Anda tidak ingin tampil di sana supaya lebih mudah diakses banyak orang?

Selain Google memang ada mesin pencari lain seperti Yahoo!, Bing, maupun DuckDuckGo. Banyak yang berguguran, namun banyak juga yang muncul ke permukaan. Hanya saja, saat ini belum ada yang berhasil menyaingi kedigdayaan Google.

Ada alasan mengapa Google dapat mempertahankan posisi nomor satu mereka hingga sekarang.

Pada tahun 1998, Sergey & Larry menerbitkan makalah di Stanford University berjudul “The Anatomy of a Large-Scale Hypertextual Web Search Engine”.

Makalah ini memuat gagasan menarik bernama PageRank, suatu sistem penentuan peringkat di mesin pencari berdasarkan kualitas konten secara keseluruhan, bukan semata soal kata kunci saja.

PageRank dapat membantu pengguna mendapatkan hasil pencarian yang lebih akurat sesuai yang diharapkan. Beberapa ahli beranggapan bahwa inilah awal mula teknik SEO modern diimplementasikan.

Konten adalah Raja

Mesin pencari telah mengalami banyak perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan ini, tentu saja, dipengaruhi oleh kecanggihan teknologi serta perilaku pengguna.

Sebagai gambaran, Google menambahkan update alogaritma mesin pencari mereka sebanyak 1-2 kali dalam satu hari. Dan ini terjadi setiap hari. Terbayang ‘kan seberapa besar perubahannya?

Tren optimasinya pun banyak berubah dari waktu ke waktu. Keyword stuffing yang sempat saya singgung dalam bagian sebelumnya hanyalah salah satu contoh. Selain itu masih banyak cara yang dulu diperbolehkan namun sekarang penggunaannya dilarang.

Salah satu tren paling panas dalam beberapa tahun terakhir adalah mobile-friendly.

Sudah bukan rahasia bahwa website dengan fitur mobile-friendly, atau website yang dioptimasi agar dapat diakses dengan baik secara mobile, menjadi fokus Google dalam beberapa tahun belakangan.

Mobile Queries

Menurut laporan dari Backlinko, saat ini 58% volume pencarian datang dari perangkat mobile & tablet, mengalahkan pencarian dari desktop yang hanya sekitar 42% saja.

Selain itu, Anda perlu mencurahkan perhatian lebih pada konten website Anda.

Semakin baik konten website Anda, semakin tinggi peluang website Anda disukai Google.

Tidak hanya Google saja, mesin pencari lain pun lebih menyukai website dengan kualitas konten baik. Seperti yang sudah saya sebutkan di bagian sebelumnya, kualitas konten bukan hanya soal jumlah kata kunci saja. Keterkaitan konten dengan kata kunci secara keseluruhan dapat secara signifikan memengaruhi peringkat website Anda di halaman hasil pencarian.

Penjelasan lebih mendalam mengenai konten akan saya bahas di bagian selanjutnya. Jadi, terus baca artikel ini sampai habis ya 😉

Alasan Anda Perlu Belajar SEO

Search engine menawarkan potensi luar biasa bagi kesuksesan Anda di dunia online. Di tengah kerasnya persaingan yang ada, rasanya tidak ada alasan bagi Anda untuk tidak mempertimbangkan search engine sebagai salah satu kanal efektif untuk mendatangkan pengunjung website.

Nah, SEO dapat menjadi senjata rahasia website Anda sukses di dunia online. Konten apa saja, asalkan berkualitas baik dan berguna bagi pembaca, dapat lebih mudah untuk.

Persiapan Belajar SEO

Sebelum menerapkan ilmu SEO ke dalam website, Anda perlu melakukan beberapa konfigurasi terlebih dahulu.

Pertama, pasang Google Analytics pada website untuk menganalisa data pengunjung yang masuk ke website Anda. Melalui tool besutan Google ini Anda dapat melihat dari mana mereka berasal, jumlah pengunjung harian, berapa lama mereka berada di website Anda, dan masih banyak lagi.

Data Analytics ini selanjutnya dapat Anda gunakan untuk menentukan keputusan apa yang tepat bagi keberlangsungan website Anda.

Kedua, daftarkan website Anda di Google Webmaster Tools agar Anda dapat memantau halaman mana saja dari website Anda yang diindeks Google.

Bisa dibilang ini adalah pintu masuk mesin pencari bisa menemukan website Anda di hasil pencarian.

Selain itu, Google Webmaster Tools akan memberikan masukan supaya website Anda dapat memiliki performa yang lebih baik lagi.

Ketiga, Anda dapat memanfaatkan Google Adwords untuk mendongkrak SEO website Anda.

Google Adwords merupakan layanan untuk beriklan di halaman mesin pencari Google. Tool ini memang efektif untuk “membeli” trafik yang masuk ke website Anda. Hanya saja, karena sifatnya iklan, Anda memerlukan biaya tambahan agar website Anda dapat tampil di sana. Biayanya memang bervariasi, namun bisa jadi Anda menghabiskan terlalu banyak biaya supaya iklan Anda berhasil dengan baik.

Belajar SEO On-Page

SEO On-Page merupakan salah satu bentuk optimasi SEO yang diterapkan pada konten yang Anda terbitkan. Saat konten terbit, maka pada saat itu pula Anda menerapkan SEO di dalamnya.

Jadi pada saat membuat konten, Anda harusnya sudah mengerti bagaimana SEO tersebut bekerja pada sebuah konten supaya muatan konten lebih maksimal untuk optimasi SEO.

Bagaimana SEO On-Page menjadi salah satu kunci SEO?

Setelah konten diterbitkan maka secara otomatis mesin pencari akan mencoba menemukan konten Anda. Pencarian ini berdasarkan kata kunci yang dipakai pada konten tersebut, kejelasan, dan lain sebagainya.

Hal-hal tersebut merupakan bagian dari pengelolaan SEO On-Page.

Secara garis besar SEO On-Page terbagi menjadi 5 komponen utama yaitu judul, URL dan permalink, heading, gambar, dan konten itu sendiri.

Di sini, judul mendapatkan peran penting untuk meningkatkan kualitas SEO.

Kata Kunci (Keyword)

Hal yang pertama kali dilakukan adalah Anda harus melakukan penelitian kata kunci yang akan dipakai untuk memulai membuat konten. Ini bertujuan menjaga agar saat penulisan Anda bisa menentukan fokus kata yang dipakai.

Kata kunci menjadi kunci apa yang calon pengunjung akan cari berdasarkan apa yang mereka banyak cari. Misalnya saja jika Anda ingin membuat artikel tentang SEO, maka Anda harus mencari kata kunci atau kalimat apa yang banyak dicarioleh  calon pengunjung yang berhubungan dengan SEO.

Semakin banyak kata/kalimat itu dicari, semakin bagus pula kata kunci tersebut untuk dibuat kontennya dan di kembangkan dengan tujuan untuk optimasi SEO.

Saya contohkan seperti artikel yang menggunakan kata kunci “belajar SEO adalah”. Jadi semua pembahasan harus fokus kepada kata kunci “belajar SEO adalah”.

Riset mencari kata kunci bisa dilakukan dengan menggunakan alat gratis yang banyak disediakan di internet seperti Ubersuggest, Google AdWords Keyword Planner, Google Trends, Google WebMaster Tools, dan Google Suggest.

Anda juga bisa melakukan riset beberapa kali, mengumpulkan beberapa kata kunci pada sebuah daftar tabel. Sehingga ke depan bisa langsung membuat beberapa artikel langsung tanpa melakukan riset kembali sebelum membuat artikel.

Carilah kata kunci yang relevan dengan konten Anda, semakin relevan semakin baik.

Kata kunci juga sangat disarankan digunakan pada judul, url, di dalam konten, dan bisa juga digunakan di nama gambar.

Hal yang perlu diperhatikan saat menentukan kata kunci adalah :

  1. Besar pencarian yang dilakukan.
  2. Relevansi dengan konten yang ingin Anda buat.
  3. Lihat website lain yang menggunakan kata kunci yang sama. Bandingkan dan cari apa yang bisa dikembangkan nantinya.

Judul

Setelah menemukan kata kunci yang tepat, Anda perlu menentukan judul yang sesuai dengan kata kunci yang Anda temukan untuk digunakan.

Saat membuat judul, usahakan judul tetap mengandung kata kunci.

Sebagai contoh, artikel ini menggunakan kata kunci “belajar SEO” dengan judul “Belajar SEO : On Page dan Off Page”.

Judul juga harus menarik sehingga bisa digunakan sebagai daya tarik pengunjung dan bisa mendeskripsikan secara luas isi dari konten.

Apa saja diperhatikan saat membuat judul untuk SEO?

1. Daya Tarik

Judul harus terlihat menarik.

Tujuannya adalah untuk mengundang calon pengujung untuk mengklik artikel yang kita buat.

2. Hindari Judul dengan Arti Ganda

Hindari membuat judul dengan arti ganda atau bahkan hanya menggunakan satu kata.

Jika judul yang dibuat berarti ganda, maka yang terjadi adalah calon pengunjung akan bingung karena tidak bisa langsung menyimpulkan isi dari konten.

Bisa mendeskripsikan isi dari konten merupakan fungsi utama dari judul.

Mesin pencari mempunyai kemampuan untuk menentukan topik dari artikel Anda dari judulnya saja, jadi semakin judul sesuai dengan isi konten maka semakin baik nilai SEO konten Anda.

Sebagai gambaran, Anda bisa memasukan kata kunci pada judul seperti yang dijelaskan sebelumnya. Itu juga akan lebih baik untuk kinerja SEO konten Anda.

Anda juga bisa mencoba menuliskan judul pada sebuah kertas dan memberikannya pada orang lain. Minta dia untuk menjelaskan isi dari kontennya.

Jika apa yang dijelaskannya sesuai dengan isi dari konten, maka judul yang Anda buat sudah baik dan bisa mewakili isi dari konten.

3. Perhatikan Jumlah Karakter

SEO akan bekerja dengan baik jika judul hanya menggunakan 20 – 60 karakter dengan batasan 2 – 20 kata.

Ini dikarenakan mesin pencari hanya akan menampilkan 60 karakter pertama dari judul konten Anda. Jika lebih, maka judul yang Anda buat hanya akan ditampilkan 60 karakter saja dan sisanya diberikan tanda titik – titik.

Meskipun begitu, Anda masih bisa menyesuaikan jika memang harus menggunakan judul yang panjang, yaitu dengan mengatur meta title.

  • Hal terkait meta title akan coba kita bahas di lain artikel secara lengkap –

Format menentukan judul yang kebanyakan dipakai

Secara tidak langsung kebanyakan penulis akan menggunakan format berikut untuk menentukan judul dari artikel yang akan dibuatnya.

  1. <kosong> Rahasia dari <kosong>
  2. Bagaimana cara untuk <kosong>
  3. Kenapa <kosong> membutuhkan <kosong>

Pada intinya, yang perlu diingat adalah calon pengunjung pasti datang dengan pertanyaan. Sehingga yang perlu Anda lakukan adalah membuat judul yang paling tidak menggambarkan jawaban dari sebuah pertanyaan.

URL & Permalink

Jika Anda mengujungi sebuah halaman website maka pada setiap artikelnya akan menampilkan alamat URL yang berbeda.

Terkadang ada yang menggunakan simbolik dan ada juga yang menggunakan judul dari artikel itu sendiri.

Untuk memaksimalkan SEO, disarankan menggunakan URL / permalink yang mengandung kata kunci. Sebagai contoh pada artikel ini menggunakan URL www.namadomain.com/belajar-seo-off-page-on-page.

Pada URL di atas tidak meggunakan kata “dan” dikarenakan kata tersebut merupakan “stop words” atau “kata dasar” yang tidak mempengaruhi SEO konten.

Apa saja hal yang perlu diperhatikan pada saat mengatur URL?

  1. Hapus kata dasar
  2. Gunakan URL yang pendek
  3. Sambungkan setiap kata menggunakan tanda penghubung (“-”)
  4. Tempatkan kata kunci pada URL

Konten

Inti dari sebuah artikel adalah kontennya. Konten yang berkualitas baik akan membuat pengunjung betah dan bertahan lama untuk membaca. Terkadang konten juga berperan banyak untuk penyebaran artikel Anda.

Perlu diketahui bahwa saat ini algoritma google sudah mempertimbangkan isi konten untuk hasil mesin pencarian yang dilakukan. Tentu saja konten yang relevan dan sesuai dengan topik yang sedang dibahas akan menaikan nilai SEO konten Anda dan bisa jadi mendapatkan tempat di atas pada hasil pencarian.

Mesin pencari hanya akan menampilkan satu baris konten, maka dari itu Anda perlu menunjukkan jika artikel yang Anda buat terdapat nilainya. Nilai yang dimaksud adalah isi konten yang mengindikasikan jawaban dari apa yang pengunjung cari.

Bagaimana membuat konten yang baik untuk SEO?

1. Ulangi kata dan frasa

Salah satu cara agar konten yang Anda buat menuju pada satu topik adalah dengan mengulangi kata dan frasa yang sama. Tidak hanya satu atau dua kali akan tetapi beberapa kali pegulangannya.

Perlu diingat bahwa jangan pernah ‘memaksakan’ kata dan frasa yang berulang. Terkadang hal tersebut bisa membuat isi dari konten menjadi diluar topik yang sedang dibahas.

2. Batasi Jumlah Kata

Hampir sama seperti membuat judul, sebuah konten juga perlu batasan jumlah kata. Paling tidak setiap bagian mengandung 3 – 4 paragraf, hanya mengandung 6 – 8 baris pada setiap paragraf, dan 13 – 15 kata pada setiap barisnya.

Hal ini bertujuan agar konten nyaman untuk dilihat.

3. Pisahkan Setiap Bagian

Terkadang pada setiap artikel membutuhkan pembahasan yang sangat panjang. Ini akan mengurangi kenyamanan pengunjung pada saat membaca, bisa dikarenakan monitor hanya berukuran kecil dan konten tidak bisa terlihat maksimal atau bisa juga karena kurang nyaman dilihat mata.

Namun, ada cara mengurangi kemungkinan konten yang buruk, bisa dengan menggunakan subheading, foto, ruang kosong, dan potongan dari konten yang dibuat quote.

Perlu diingat bahwa, tujuan utamanya adalah membuat pengunjung membaca konten Anda. Jadi belajar SEO saja tidak cukup, Anda harus juga belajar untuk membuat konten yang baik dan rapi.

Heading

Heading adalah format teks yang biasanya digunakan untuk menandai suatu bagian pada artikel. Saat Andamenambahkan heading pada artikel, itu merupakan bagian dari optimasi dari SEO konten Anda.

Jika Anda memperhatikan, ada menu pengaturan format pada saat mengedit artikel.

Google hanya memberikan perhatian pada heading tipe 1 sampai dengan tipe 3 atau h1 – h3. Hal ini memberikan gambaran bahwa heading juga termasuk bagian penting dalam meningkatkan kualitas SEO konten Anda.

Apa perbedaan setiap heading?

    1. H1, Heading1 digunakan sebagai penanda topik utama
    2. H2, Heading2 digunakan untuk sub topik
    3. H3, Heading3 menerangkan rincian dari sub topik

Fungsi utama heading tujuannya lebih untuk memudahkan pengujung membaca keseluruhan isi dari artikel. Jika menggunakan heading maka setiap bagian isi dari konten bisa di pisah sesuai dengan topiknya masing – masing.  

Gambar

Daya tarik lain dari sebuah konten adalah adanya gambar yang membuat tampilan lebih segar. Tidak bisa dibayangkan jika semua konten isinya hanya teks saja tidak ada gambar sama sekali. Tentu hal tersebut sedikit membosankan untuk beberapa orang yang tidak terlalu suka untuk membaca.

Gambar juga sangat membantu saat konten yang dibuat mengarah ke panduan. Biasanya pengunjung akan lebih suka melihat konten yang bergambar daripada tidak, biasanya karena lebih mudah diikuti dan lebih segar dipandang.

Gambar juga sangat wajib ditambahkan jika konten berisi grafik.

Bagaimana menggunakan gambar yang baik dan benar?

  1. Gunakan gambar yang sesuai dengan topik.
  2. Ganti nama gambar yang mengandung kata kunci.
  3. Jangan gunakan gambar dengan ukuran file terlalu besar, justru gunakan gambar dengan resolusi yang tinggi namun ukuran tidak terlalu besar.
  4. Gunakan alternatif teks pada gambar
  5. Jangan menggunakan gambar dengan hak cipta

Perlu diingat bahwa tidak semua gambar yang berada pada hasil pencarian Google Search bebas digunakan. Maka dari itu pastikan jika gambar yang ingin Anda tambahkan tidak mengandung hak cipta dan selalu gunakan gambar :

  1. Dibuat oleh anda sendiri.
  2. Tidak mengandung hak cipta.
  3. Sudah Anda beli sesuai dengan lisensinya.

Beberapa contoh website yang bisa Anda coba pakai mencari gambar untuk konten Anda antara lain www.pexels.com, www.unsplash.com, dan www.pixabay.com.

Belajar SEO Off-Page

Belajar SEO tidak hanya pada kontennya saja melainkan harus mempelajari juga bagaimana mengelola hal – hal yang diluar konten untuk mendukung optimalisasi SEO pada halaman website.

SEO yang tidak termasuk kedalam bagian dari page adalah off-page SEO.

Off-page SEO juga sangat mempengaruhi bagaimana SEO bekerja, bagaimana mesin pencarian menentukan bagian mana yang akan ditampilkan lebih dulu?, itu menggunakan elemen off-page SEO.

Pada kasus tertentu mesin pencari menggunakan authority untuk menentukan konten mana yang mempunyai kualitas baik.

Pada bagian ini saya akan coba membahas satu persatu hal apa saja yang ada pada off-page SEO.

Elemen Off-Page SEO

Ada 3 hal mengenai off-page SEO yang akan saya bahas, yaitu authority, backlink, dan Interlinking.

Mari kita coba bahas satu persatu,

Authority

Authority (wewenang) menjadi penentu bagaimana mesin pencari akan pertama kali menentukan bahwa website Anda dengan domain tersebut merupakan website yang berkualitas.

Hal ini akan menentukan peringkat website atau domain Anda pada hasil pencarian mesin pencari.

Mesin pencari akan menampilkan hasil pencarian dengan beberapa pertimbangan khusus untuk memastikan bahwa website tersebut dapat dipercaya.

Bagaimana meningkatkan authority?

Ada 5 faktor yang mempengaruhi authority website atau domain Anda.

1. Site History

Anda harus meneliti terlebih dahulu apakah domain Anda mempunyai sejarah atau tidak. Hal ini dikarenakan bisa saja mempengaruhi kualitas dari authority dari domain Anda.

Apakah domain Anda sudah pernah dipakai untuk tindak kejahatan?

Apakah domain Anda sudah pernah digunakan untuk penggunaan SEO yang buruk?

Kedua pertanyaan tersebut akan lebih baik jika dijawab ‘tidak’. Kenapa?, karena jika domain Anda sudah pernah mengalami hal tersebut dan pernah terdeteksi oleh Google sebagai domain yang berbahaya maka akan sedikit sulit untuk meningkatkan authority pada domain Anda.

Seperti contohnya pada saat Anda mencoba belajar SEO tutorial dan menerapkan beberapa aturan SEO yang berlebihan pada website Anda. Google akan mendeteksi aturan tersebut dan bisa saja terdeteksi sebagai domain yang berbahaya.

2. Traffic Trend

Tidak terlalu penting berapa banyak website Anda dikujungi. Bagaimana kecenderungan trafik pada website Anda yang lebih penting, jika trafik website Anda cenderung naik maka akan nilai authority akan semakin baik. Sebaliknya, jika kecenderungan trafiknya menurun maka akan mengurangi nilai authority website Anda.

Kencenderungan trafik yang turun menunjukan ada yang salah pada website tersebut dan jika tidak ditangani maka bisa jadi website tersebut akan tenggelam pada mesin pencarian.

3. Site Age’s

Semakin lama domain aktif akan menambah nilai dari authority. Mesin pencari akan lebih percaya dengan domain yang sudah lama aktif, daripada domain yang baru saja diaktifkan.

Jika domain Anda termasuk domain yang baru dibuat, Anda bisa menaikan kepercayaan dari mesin pencari dengan melakukan perpanjangan masa aktif domain Anda

dan memastikan tanggal kadaluarsa lebih dari 12 bulan.

4. Content

Unik, asli, dan menarik adalah hal wajib Anda terapkan pada konten Anda. Semakin baik konten Anda maka akan banyak pengunjung yang akan membagikan konten Anda.

Saat pengunjung membagikan konten Anda, secara otomatis bisa menjadi dampak besar penyebaran website kemana – mana.

Jadi, sangat penting membuat konten yang menarik dan se-bagus mungkin.

5. Link Equity

Kepercayaan mesin pencari pada website Anda dibangun juga dari kepercayaan melalui beberapa website lain. Kepercayaan website Anda menjadi salah satu poin kekuatan website untuk menempati peringkat tertinggi pada hasil pencarian. Kekuatan tersebut terbangun dari popularitas website Anda.

6. Jumlah Links

Bagaimana jumlah link mempengaruhi popularitas website Anda?

Referensi dari website lain ke website Anda akan sangat membantu mesin pencari untuk menentukan bahwa website Anda terpercaya.

Link disini bisa menggunakan link dari media sosial layaknya facebook.com, twitter.com, atau halaman lainnya.

Jadi hubungkan website Anda dengan layanan – layanan tersebut untuk optimasi SEO website Anda.

Bisa dengan melakukan posting tautan yang berhubungan dengan website Anda atau dengan menyantumkan website Anda pada biografi profil.

7. Jumlah Domain Unik

Referensi dari domain unik bisa menjadi poin yang sangat baik untuk meningkatkan kepercayaan website Anda.

Bagaimana agar website lain mau untuk mereferensikan website Anda?

Hal yang perlu diperhatikan adalah konten. Konten yang baik dan menarik akan membuat pengunjung atau pengelola website lain mencoba untuk mereferensikan website yang anda kelola.

Sebagai contoh, website www.niagahoster.co.id yang saat ini sudah banyak review yang ditujukan pada website ini khususnya untuk layanan yang diberikan. Setiap review yang diberikan biasanya akan menyantumkan link niagahoster sebagai link referensinya. Ini akan sangat menguntungkan alamat yang direferensikan, meskipun review yang diberikan tidak terlalu baik.

Backlink dan Link

Ada banyak cara untuk membangun backlink pada website Anda.

Saya akan coba menjabarkan satu persatu hal apa saja yang perlu diperhatikan saat membangun backlink :

1. Profil & Postingan Sosial Media

Bangun backlink website Anda melalui sosial media dengan menyertakan domain website di profil sosial media.

Bisa juga menyertakan domain website Anda melalui post yang Anda buat di sosial media. Ada beberapa sosial media yang bisa Anda gunakan untuk mengenalkan website Anda, seperti facebook, twitter, google+, pinterest, dan scoopit.

Semua link yang Anda sebarkan dari sosial media tersebut akan dihitung sebagai total link yang terhubung dengan website Anda.

Kedua cara tersebut dianggap cukup membantu untuk menumbuhkan kepercayaan mesin pencari terhadap website Anda.

2. Yelp.com

Situs ini dapat Anda gunakan untuk mendaftarkan bisnis Anda sehingga terdaftar pada website mereka. Saat memproses pendaftaran masukan website milik Anda supaya bisa menjadi backlink dari website Anda.

Sebelum mendaftarkan bisnis Anda, lakukan pencarian melalui Yelp untuk memastikan bahwa website Anda belum terdaftar di situs itu.

3. Hosting

Hosting digunakan sebagai media penyimpanan data website Anda. Gunakan hosting yang terpercaya sehingga reputasi website Anda juga mendapatkan efeknya.

4. Komentar Blog

Beberapa pengelola website menggunakan cara ini untuk mendapatkan pengujung dari beberapa site. Akan tetapi algoritma google sudah mulai menyaring mendaftar link yang berasal dari komentar dikarenakan banyak sekali komentar spam yang bermunculan

Agar komentar Anda tidak masuk ke dalam kategori spam dan merusak reputasi SEO website, Anda bisa mencoba menggunakan cara berikut :

  1. Memberikan komentar yang relevan dengan isi artikel
  2. Tidak menyertakan URL pada komentar
  3. Memasang gravatar pada profil yang Anda gunakan

Tiga cara tersebut bisa Anda coba untuk mengenalkan website Anda melalui komentar dan tentu saja untuk menaikan kepercayaan mesin pencari sehingga optimasi SEO lebih optimal.

5. Forum

Saat ini komentar pada website kurang berpengaruh banyak pada SEO Anda akan tetapi bisa dicoba untuk mengenalkan website Anda.

Lengkapi profil Anda dan jawablah pertanyaan yang diajukan oleh user lain sehingga membaca profil Anda. Jadi pastikan pada profil Anda terdapat alamat website yang Anda punya.

6. Interlinking

Cara lain yang bisa digunakan untuk memberikan kenyamanan pada pengunjung Anda adalah dengan menggunakan internal link. Link tersebut berguna untuk navigasi website Anda dan berpindah dari satu materi ke materi yang lainnya.

Kesimpulan

SEO saat ini mejadi teknik yang sangat penting untuk dipelajari, maka dari itu belajar SEO sangat disarankan untuk para blogger untuk meningkatkan trafik websitenya. SEO on-page sangat penting saat menyusun konten sedangkan SEO on-page menjadi langkah kedua setelah proses penulisan konten selesai. Namun, Anda bisa langsung menerapkan kedua-duanya sehingga tidak perlu menyuntingnya kembali.

Tetapi disamping semua itu, yang paling penting dalam mengelola website adalah membuat konten yang menarik, relevan, dan membangun. Jika Anda menggunakan WordPress ada plugin SEO terbaik yang bisa dicoba, salah satunya adalah Yoast SEO.


Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk Anda.

Jika ada kesalahan mohon dikoreksi, kurang paham mari berdiskusi, Ada masukan, silahkan komentar disini, senang? jangan malu – malu untuk subscribe kita melalui form dibawah ini. 😉

Subscribe Sekarang

Dapatkan beragam artikel tutorial, insight dan tips menarik seputar dunia online langsung melalui email Anda. Subscribe sekarang dan raih kesuksesan bersama kami!

  • Pak Tani Digital

    Jika meningkatkan traffic situs web yang pada dasarnya bukan sebuah blog itu caranya gimana ya. Karena pasti dia tidak kaya konten. Terimakasih

    • Yasin Manganugrahana K

      Perlakukannya hampir sama, seperti keyword yang digunakan, meta keyword, dan lain sebagainya.

  • Android Taste

    Cocok banget buat saya artikelnya. Kebetulan saya juga baru buat website, dan menggunakan hosting niagahoster.

Scroll Up