Strategi Memilih Nama Domain untuk Bisnis Anda - Tutorial Website, Hosting dan Bisnis Online

Halo, siapa nama Anda?

Seperti itulah kita sering bertanya, saat berkenalan dengan orang baru. Ya, nama menjadi sangat penting jika ingin mengenal dan dikenal. Begitu juga bila nama brand domain Anda di internet.

Domain itu …

Menurut Wikipedia, pengertian nama domain adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi nama server komputer seperti web server atau email server di jaringan komputer ataupun internet.

Nama domain berfungsi untuk mempermudah pengguna di internet pada saat melakukan akses ke server, selain juga dipakai untuk mengingat nama server yang dikunjungi tanpa harus mengenal deretan angka yang rumit yang dikenal sebagai alamat IP.

Nama domain ini juga dikenal sebagai sebuah kesatuan dari sebuah situs web seperti contohnya “wikipedia.org”. Nama domain kadang-kadang disebut pula dengan istilah URL, atau alamat website.

Bahasa sederhananya, domain adalah nama unik untuk website Anda. Domain akan menjadi identitas Anda, menjadi identitas website bisnis Anda.

Saya pernah menyebutkan data bahwa ada lebih dari 55 juta UKM di Indonesia hingga hari ini.

Jika ada 1000 orang saja yang menjual produk/layanan yang sama dengan Anda di internet, menurut Anda bagaimana caranya agar pelanggan memilih produk yang Anda tawarkan?

> DOWNLOAD GRATIS EBOOK DOMAIN <

Fungsi Domain

Hubungan Domain & Brand

Mungkin, saat ini Anda sedang mencoba membuat brand.
Mungkin, sebelumnya Anda sudah memiliki brand, namun kini ingin menghadirkannya ke online.

Sebelumnya, apakah kalimat di bawah ini terdengar asing?

“Gantinya ngopi”

“Indomie seleraku..”

“Nyamuk sini cuma takut tiga roda”.

Benar!

Kalimat tersebut adalah tagline yang sering disebutkan dalam iklan Kopiko, Indomie dan obat nyamuk Tiga Roda.

Mengapa Anda tidak merasa asing?
Karena kekuatan brand 3 produk yang berbeda tersebut sudah sangat kuat melekat dalam benak kita, khususnya jika sering menonton televisi.

Bayangkan, bagaimana jika nama bisnis (brand) Anda melekat dalam ingatan banyak orang, terutama ketika mereka mencari produk Anda?

Misalnya, produk Anda adalah obat penumbuh rambut. Target pasar Anda adalah pria dewasa yang mengalami kebotakan.

Tentu akan sangat menarik jika banyak orang yang memiliki permasalahan rambut mengingat brand (nama bisnis) Anda, kan?

Artinya, mereka yang merasakan “sakit” atas kebotakan yang mereka alami, akan cepat ingat untuk mencari produk Anda. Ya, produk Anda, bukan yang lain!

Contoh lainnya, di daerah Aceh, semua sepeda motor, apapun mereknya, disebut Honda.
Ini adalah salah satu contoh kekuatan brand yang sudah melekat!

Ingatkah Anda, produk apa ini?

adesBagaimana dengan ini?

aqua

Atau ini?

2tang

Benar, ketiganya adalah produk air mineral.

Merek mana yang paling sering melekat di pikiran Anda untuk produk air mineral?

Lalu, Apa Hubungan Brand dengan Domain?

Di dunia offline, bila orang ingin mencari obat penumbuh rambut, maka mereka akan datang ke toko Anda.

Bila orang di (beberapa daerah) Aceh ingin mencari “honda” bermerek Yamaha, maka mereka akan datang ke showroom Yamaha.

Di internet (online), merek produk/nama bisnis Anda dihubungkan dengan nama domain pada website, karena nama domain di website adalah aset utama Anda. Kita akan membahas tentang brand secara lebih mendalam pada artikel lainnya.

> DOWNLOAD TUTORIAL MEMBUAT WEBSITE <

Sekarang, Saatnya Action.

Domain akan memiliki dampak besar terhadap brand Anda secara keseluruhan, di offline maupun online, mesin pencari, social media, dll.

Anda kurang percaya? Mari lihat contohnya website berikut ini:

pen island

Pen Island atau Penis Land?

speed

Speed of Art atau Speedo Fart ?

whre

Who Represents atau Whore Presents ?

Ngeri kan, kalau akhirnya domain/brand Anda jadi bahan plesetan/bully?

Tips 0: Hindari Konotasi Negatif pada Nama Domain Anda

Jadi, sepertinya harus kita sepakati bahwa terkadang memilih nama domain akan (hampir) sama sulitnya dengan memilih nama untuk anak Anda.

Ya, nama memang bisa diganti, namun pasti akan banyak pengaruhnya bila nama tersebut sudah dikenal banyak orang. Anda akan perlu mengurus administrasi kependudukan, rekening bank, identitas online, hingga sosialisasi ke keluarga dan kerabat. Ribet!

Begitu juga dengan domain.

Agar Selamat, (Tolong) Lakukan Strategi Ini

1. Tetapkan Tema Bisnis Anda

Mari kita anggap ini sebagai langkah pertama. Artinya, sebelum Anda menentukan nama domain, tetapkan dulu sampai matang tentang apa bisnis Anda, siapa target calon pembelinya (market). Kalau belum, ambil waktu Anda untuk menetapkan konsep bisnis Anda secara keseluruhan.

2. Tuangkan Ide

Sekarang, tuliskan minimal 5-10 nama domain yang sudah lama Anda rencanakan, yang sudah ada di pikiran Anda, yang buat Anda sangat antusias! Gapapa, tulis saja, ini akan berguna menjadi bahan pertimbangan Anda di poin-poin selanjutnya.

3. Mudah Diketik

Domain diakses di internet. Saat ini Anda masih perlu mengetik alamat domain secara manual, karena trend teknologi voice recognition masih belum trend. Sehingga, pastikan nama domain Anda mudah diketik.

Nama domain INDOSAMBALADO.COM pasti akan lebih mudah diketik daripada INDO-SAMBALADO.COM, karena tidak perlu pemisah.

Anda pernah kan dengar cuapan seperti ini? :

A: “Tulisan domain-nya disambung atau dipisah?”
B: “Dipisah”
A: “Dipisah dimana?”
B: *kemudian hening cipta, bingung menjelaskannya, lama menerangkannya. 

4. Mudah Disebutkan & Diingat

Bayangkan jika Anda hanya punya waktu 1 detik, untuk menyebutkan nama domain Anda kepada 1 juta orang. Atau, nama domain Anda dilihat langsung oleh 1 juta orang, namun hanya dalam waktu 1 detik saja.

Semakin mudah namanya disebutkan dan diingat dengan cepat, semakin baik.

Ini penting, khususnya bila brand bisnis Anda belum banyak dikenal orang. Kecuali, bila brand bisnis Anda sudah mendarah daging, mengakar dalam kehidupan banyak orang. Contohnya, Google. Jarang orang bertanya, huruf O nya ada 1 atau 2?

Giliran Anda.

5. Riset Legal Trademark

Poin ini termasuk yang paling penting, karena hubungannya sangat erat dengan hukum. Salah langkah, Anda bisa berurusan dengan hukum.

Periksa terlebih dahulu nama bisnis dan domain website yang Anda inginkan di website database merek dagang (trademark), misalnya seperti:

Sebagai tambahan, bila Anda butuh resource lengkap untuk hal ini, Anda juga bisa membaca koleksi tulisan di galeri ebook.

6. Cek di Google

Agar lebih pasti, buka Google.com dan cari nama domain Anda. Bila belum ada, maka Anda cukup beruntung. Lanjutkan ke langkah selanjutnya.

7. Cek di Name Checker

Sekarang adalah era media sosial. Hampir mustahil rasanya jika Anda menggunakan smartphone namun tidak menggunakan media sosial. Begitu juga dengan calon pelanggan yang mencari bisnis Anda.

Dulu, saya pernah “kecolongan”, karena nama domain yang sudah saya daftarkan, ternyata nama yang sama untuk akun Twitter sudah dimilliki oleh orang lain. Bagi saya, cukup mengkhawatirkan bila nama brand ada yang dimiliki oleh orang lain.

Sebaiknya, Anda juga pertimbangkan hal ini dengan cara memeriksa di website seperti :

Masukkan nama domain Anda, lalu pastikan nama domain Anda belum ada yang menggunakan sebagai profil social media.

Mungkin ini akan sedikit merepotkan, karena harus mendaftarkan banyak akun. Namun dalam jangka panjang, pencegahan efeknya akan cukup bermanfaat bagi Anda dan bisnis Anda.

Bila Anda ragu, Anda bisa mendaftar di social media ternama saja seperti Facebook, Twitter, Instagram, Google Plus, Youtube, dll. Ngomong-ngomong, hampir semuanya ternama!

8. Tidak Perlu Panjang

Guru Bahasa Inggris saya di sekolah dulu sering menyampaikan di kelas, “MISS B”.

Make it Stupid Simple, Baby!

Maksudnya, sederhanakan saja, buat yang sederhana. Dalam konteks per-domain-an, jadikan poin ini sebagai pertimbangan Anda.

9. Brandable? Jangan Pakai .blogspot.com, dkk

Suatu malam, ada yang invite BBM saya. Nama kontaknya adalah Jual Sprei Weebly.

Saya yakin Anda juga sependapat bahwa nama Weebly tersebut mengurangi nilai “keren” dari bisnis jualan sprei. Hal ini sama dengan bila Anda sudah memiliki website/blog untuk bisnsi, namun masih menggunakan (dot)weebly.com, (dot)blogspot.com, apalagi (dot)geocities.com.

10. Amankan .COM, lalu .ID

Benar. Utamakan nama domain .COM terlebih dahulu untuk bisnis Anda. Bila Anda sudah memiliki CV/PT, langsung beli juga yang .CO.ID. Bila Anda memiliki dana lebih atau melihat kemungkinan kompetitor lain akan mengambil ekstensi domain .NET, .ORG, .ID, dll, sebaiknya beli saja.

Mohon ingat, hanya bila Anda memiliki dana lebih. Sebab, harga domain .ID saja adalah sekitar Rp500.000 per tahun.

> CEK NAMA DOMAIN ANDA DISINI <

11. Sisipkan Kata Kunci, Namun Jangan Ngotot

Bila Anda pernah mempelajari salah satu teknik optimasi mesin pencari/SEO (Search Engine Optimization) yang pernah populer, caranya adalah dengan meletakkan kata kunci yang populer (banyak dicari), pada nama domain (sebaiknya jangan lakukan ini lagi bila Anda belum berpengalaman, website Anda beresiko dihukum Google).

Misalnya bisnis Anda adalah toko bunga di Jakarta. Data dari Google ini memang benar adanya:

toko-bunga

Namun bila Anda ingin membuat kata kunci, sebaiknya jangan sampai “kata kunci banget” sehingga justru membuat kurang ‘nge-brand’.

12. Buat Domain yang Menarik

Poin ini sebenarnya cukup relatif. Intinya adalah, kalau memungkinkan, nama domain Anda boleh terdengar keren.

Tapi ini bukan sebuah kewajiban, karena nantinya walaupun di awal domain Anda tidak terlalu keren, pada akhirnya domain Anda akan semakin keren seiring dengan semakin kuatnya brand Anda.

13. Targetkan Area Anda

Hanya bila Anda berbisnis dan hanya mencakup wilayah tertentu. Misalnya, LontongMedanBangTogar.com, IndahFloristCibubur.com, dll.

14. Hindari Angka dan Simbol

Ada yang berpendapat ini keren, namun semuanya kembali pada Anda. Bila nama brand Anda akan menggunakan angka seperti 7ElevenID.com, 7KeajaibanRezeki.com, dll.

Bila memang harus menggunakan angka, pastikan angka tersebut memiliki arti/cukup familiar bagi pengunjung. Misalnya, Rumah123.com lebih familiar daripada Rumah812.com. Atau, 000webhost.com lebih familiar daripada 000000webhost.com

15. Spesifik

Usahakan agar cukup spesifik, khususnya bila Anda ingin memasukkan kata kunci dalam brand domain Anda. TokoMainanAnak.com lebih spesifik daripada TokoMainan.com dan bila memang bisnis Anda jenisnya spesifik.

16. Sesuai dengan Target Market

Bila target pasar Anda adalah orang Indonesia, gunakan nama brand domain yang akan terdengar familiar bagi market Anda (orang yang akan membeli produk). Kalau mentok, Anda bisa sisipkan kata tambahan.

17. Tentukan Ekstensi yang Tepat

Ekstensi domain adalah tipe domain, contohnya seperti .net, .com, .co.id, .id, dll.

Anda harus paham penggunaan yang tepat untuk jenis ekstensi domain yang berbeda. Beberapa yang umum diantaranya :

  • .COM, untuk umum, komersil.
  • .NET, untuk penyedia layanan internet
  • .INFO, untuk penyedia informasi
  • .ORG, untuk organisasi
  • .CO.ID, untuk perusahaan di Indonesia (Anda harus punya CV/PT)
  • .SCH.ID, untuk sekolah di Indonesia
  • .GO.ID, untuk lembaga pemerintah
  • .MIL.ID, untuk militer
  • dll

18. Ikan Sepat, Ikan Gabus. Lebih Cepat, Lebih Bagus

Lakukan riset dan beli domain segera. Bila Anda kalah cepat dengan orang lain, Anda terlambat 1 langkah di belakang.

19. Domain Privacy dengan Perlindungan WHOIS?

WHOIS digunakan untuk melihat informasi pemilik domain. Misalnya bila Anda ingin mengetahui informasi nama/alamat/nomor kontak pemilik sebuah domain, Anda bisa menemukannya di website Whois yang banyak tersedia di internet.

Dengan Proteksi WHOIS

Tanpa Proteksi WHOIS

Namun bila Anda merasa harus melindungi data Anda agar orang awam tidak bisa menemukan data Anda sebagai pemilik domain, Anda dapat mengaktifkan layanan proteksi WHOIS di tempat Anda membeli Domain.

Di Niagahoster, Anda bisa mendapatkannya di member area.

20. Jangan Copy Milik Orang Lain

It’s a big NO. Sebaiknya ciptakan nama brand Anda sendiri.

Jika Anda merasa meng-copy atas nama kreativitas dengan meniru nama domain orang lain/plesetannya, Anda sebaiknya siap dengan masalah yang mungkin timbul saat nama brand Anda sudah beranjak besar.

Alternatifnya, lakukanlah A.T.M. (Amati, Tiru, Modifikasi) jika Anda mau.

21. Ingat Perpanjangan Domain

Jangan sampai lupa memperpanjang nama domain.

Catat tanggal jatuh tempo domain Anda.
Aktifkan perpanjangan otomatis atau pastikan emailnya lengkap.

Anda akan berada dalam masalah besar apabila sampai lupa melakukan perpanjangan nama domain. Bisa-bisa justru kompetitor Anda yang merebutnya dari Anda.

21 poin di atas mungkin terasa merepotkan bagi Anda. Namun saya pastikan ini hanya di awal saja.
Lebih baik repot sedikit di awal daripada bermasalah di kemudian hari, kan?

Jika Anda mencari nama domain yang “bagus”, kemungkinan besar sudah diambil.
Dengan sedikit riset kreatif, pada dasarnya Anda masih tetap dapat memiliki nama domain yang bagus versi Anda sendiri, karena bisnis Anda unik!

> MULAI SEKARANG <

 

::: Niagahoster Market Tips :::

Di Expired Domains, Anda bisa menemukan nama domain milik orang lain yang sudah dihapus. Apabila tersedia domain yang cukup menarik, Anda bisa langsung memesan nama domain tersebut. Ingat, lakukan hal ini hanya jika Anda cukup yakin dan paham konsekuensinya di kemudian hari.

Expired Domain Murah

Nah, apabila Anda kesulitan menemukan nama domain yang menarik, Anda bisa menggunakan alat bantu berupa layanan website untuk membuat nama domain. Dengan bantuan alat ini, Anda bisa mendapatkan banyak ide liar untuk nama domain. Namun, mohon tetap ingat poin-poin yang telah dibahas di atas saat Anda menentukan nama domain.

Lakukanlah sekarang. Anda bisa Googling dan berdiskusi di kolom komentar jika tidak mendapatkan jawaban setelah Googling. Semoga sukses, ya! 🙂

domain bisnis

Subscribe Sekarang

Dapatkan beragam artikel tutorial, insight dan tips menarik seputar dunia online langsung melalui email Anda. Subscribe sekarang dan raih kesuksesan bersama kami!

  • Rahman

    Halo mas, infonya sangat menarik. Saya punya domain Opsional.com , menurut preferensi mas, bagusnya dibuat untuk website apa ya?

    • Fadhel Odell

      Halo Rahman! Apa tujuan awal Anda membeli domain Opsional.com ? 🙂
      Saat ini saya lihat website Anda berisi blog artikel dengan niche yang bervariasi.
      Bila Anda ingin fokus melanjutkan sebagai bisnis, saya sarankan untuk lakukan optimasi khusus untuk blog Anda.
      Referensinya bisa lihat disini : https://goo.gl/cwLVZt

      Bila Anda terpikir untuk membuat bisnis lain dan masih menggunakan Opsional.com, selama masih cukup relevan, Anda bisa gunakan domain tersebut. Contohnya, Moz.com adalah perusahaan jasa SEO. Secara arti, mungkin MOZ tidak ada artinya sama sekali dengan SEO.

      Seperti yang saya sampaikan di atas, bila nama brand Anda semakin tumbuh besar, apapun nama brand Anda akan tetap diingat orang tanpa mempermasalahkan artinya 🙂

  • joe satria

    Ada salah satu nama domain pertama saya yang jarang sekali orang mengetik nama brandnya di google dari pada domain saya yang satunya padahal umurnya lebih tua. itu akibat dari salah dalam memilih nama domain atau namanya kepanjangan, karena dulu saya tidak tahu betapa pentingnya nama domain ini.
    terima kasih banyak, artikelnya bermanfaat sekali, jadi menambah wawasan saya.
    posting terus artikelnya ya Bos

    • Fadhel Odell

      Halo Joe! 🙂 Senang bila artikel ini bermanfaat untuk Anda. Sebagai tambahan, bila domain Anda sering “hadir” di target market Anda (orang2 yang mungkin akan senang dengan content di website Anda), lama kelamaan awareness brand Anda juga bisa akan naik. Artinya, orang mulai akan familiar dengan nama tersebut dan akan mulai mencari di Google.

  • Mariana

    Terimakasih atas ilmunya, Kak. Alhamdulillah, sudah mengamankan nama domain sesuai nama sendiri dulu.
    Selanjutnya tinggal mikir keras nih buat nyari nama domain yang cocok dengan nama bisnis, dan mungkin nama bisnis yang bisa di-SEO-friendly-kan. 🙂

  • Om Topik

    Untuk saat ini sedang merencanakan situs jual beli, kira2 yang bagus apa ya ?

    • Waranugraha Yogya

      Halo Om Topik,
      Anda bisa memanfaatkan tools pencari ide nama domain seperti http://www.domainsbot.com/ jika membutuhkan referensi nama domain. Atau bisa juga menggunakan brand yang sudah anda rencanakan sebelumnya.

  • Dwi Rahayu Octaria

    Banyak orang termasuk Saya belum menyadari betapa pentingnya sebuah nama domain..

    Artikel ini sangat lengkap dan tentu saja bermanfaat untuk Saya, sehingga membuat pengetahuan Saya bertambah hari ini.

  • Maman

    bagus mana? wordpress atau blogger?

    • Waryanto

      Halo,

      Untuk hal tersebut dilihat dari kebutuhan blog seperti apa yang Anda inginkan. Untuk WordPress sendiri (wordpress self host bukan wordpress.com) anda dapat lebih leluasa dalam menambahkan fitur-fitur baru pada blog Anda, salah satunya seperti fitur register/login menggunakan akun sosial media sebagai kontributor pada blog.