Naning Nur Wijayanti A rare talkative person whose love writing the most. As SEO Content Writer at Niagahoster, she loved to share an articles about Internet of Things.

Apa Itu Programmer: Jenis, Tugas, dan Skill yang Wajib Dikuasai!

9 min read

apa itu programmer

Programmer adalah pekerjaan yang sangat menjanjikan, apalagi di tengah perkembangan teknologi yang pesat seperti sekarang. 

Bayangkan, di awal tahun 2021 saja ada 3,48 juta aplikasi di Google Play dan 2,22 juta aplikasi di Apple App Store. Dan, angka tersebut akan tentu terus bertambah. 

Itu semua merupakan hasil dari kerja programmer yang merancang dan mengelola aplikasi untuk berbagai kebutuhan pengguna. Singkatnya, programmer menjadi pekerjaan yang sangat dibutuhkan. 

Kalau Anda ingin menjadi programmer, sekaranglah saat yang tepat. 

Namun, pelajari dulu jenis-jenis programmer, tugas seorang programmer, skill yang harus dikuasai programmer, hingga cara menjadi programmer andal di artikel berikut ini. 

Simak selengkapnya, ya!

Apa Itu Programmer?

Sesuai namanya, programmer adalah orang yang bertanggung jawab membuat sebuah sistem dengan bahasa pemrograman. Prosesnya meliputi merancang, menulis kode, sampai menguji program hingga siap digunakan.

Sistem yang dibuat oleh programmer pun bermacam-macam, bisa berupa website, web app, software, ataupun aplikasi mobile. Untuk membuatnya pun, ada banyak bahasa pemrograman yang harus dikuasai, seperti PHP, Python, Java, JavaScript, dan lainnya.

Nah, agar mampu menciptakan sebuah sistem yang baik, programmer harus memiliki keterampilan bahasa pemrograman yang mumpuni.

Tugas Programmer

Banyak yang beranggapan bahwa pekerjaan programmer hanya melakukan coding. Benarkah demikian? Ini dia tugas programmer yang perlu Anda ketahui:

1. Menganalisis Program yang Dibutuhkan

Tugas programmer yang pertama adalah menganalisis apa yang dibutuhkan oleh klien. Apakah website, web app, aplikasi mobile, atau software desktop?

Katakanlah, klien ingin membuat aplikasi khusus untuk sistem operasi Windows. Maka, programmer akan merancang program tersebut menggunakan bahasa pemrograman C# yang biasa digunakan untuk mengembangkan aplikasi Windows.

2. Merancang Flowchart

Berikutnya, programmer harus memetakan alur sistem dari aplikasi yang dibuat sesuai tujuannya. 

Misalnya, ketika akan membangun sebuah website toko online, programmer bisa menentukan alur mulai dari pendaftaran akun, penyimpanan data konsumen, proses checkout, transaksi, hingga tracking pengiriman.

Nah, dari konsep flowchart tersebut programmer dapat merencanakan proses penulisan kode agar website dapat berfungsi dengan baik.

3. Menuliskan Kode 

coding salah satu tugas programmer

Selanjutnya, programmer akan melakukan coding sesuai dengan bahasa pemrograman yang dibutuhkan sesuai dengan alur yang sudah dibuat.

Pada proses ini, programmer harus dapat berpikir secara logis dan terstruktur sesuai bahasa pemrograman yang digunakan. Sebab, jika terjadi salah penggunaan kode akan menimbulkan bug atau error yang membuat program tidak bisa dijalankan.

4. Melakukan Debugging

Pekerjaan programmer belum selesai hanya sampai coding. Setelah semua kode tersusun, tugas programmer berikutnya adalah melakukan debugging, yaitu menghapus bug atau error.

Tujuan dari debugging adalah agar sistem yang telah dibangun dapat berjalan lancar. Biasanya, proses ini bisa berlangsung lebih lama, karena programmer harus melakukan uji coba dan mengatasi bug berulang kali.

5. Menguji Program

Sebelum diserahkan kepada klien untuk digunakan atau dirilis ke publik, sistem yang dibangun programmer haruslah bisa digunakan dengan baik. Oleh karena itu, program tersebut harus lolos uji coba program. 

Biasanya, program yang masih dalam tahap uji coba disebut versi beta, dimana performa, tampilan, hingga keseluruhan alur sistem sudah sesuai dengan rancangan.

Nah, uji coba ini dilakukan untuk menghindari kesalahan fatal ketika digunakan terutama pada fungsinya. Sekecil apapun kesalahan harus segera diperbaiki agar menjadi sebuah program yang baik.

Baca Juga: 7 Jenis Program Error dan Cara Mengatasinya

Jenis-Jenis Programmer

Meskipun memiliki tugas yang banyak, tapi ada beberapa jenis programmer sesuai keahliannya yang spesifik. Apa saja?

1. Web Developer

web developer adalah jenis programmer yang paling banyak ditemui

Jenis programmer pertama, yaitu web developer yang berfokus membangun dan mengembangkan website. Bidang ini menjadi sangat populer dan paling dibutuhkan karena semakin besarnya kebutuhan website development

Nah, ada tiga jenis web developer yaitu:

  • Front End Developer – Berfokus pada tampilan atau desain website dengan memperhatikan user interface dan user experience. Bahasa pemrograman yang biasa digunakan, yaitu HTML, CSS, dan JavaScript. Seringnya bekerja bersama dengan seorang web designer.
  • Back End Developer – Bertanggung jawab agar website bekerja dengan baik, seperti server, database, coding, pertukaran data, dan lainnya. Biasa menggunakan bahasa pemrograman PHP, SQL, Phyton, Node JS, dan JavaScript.
  • Full Stack Developer – Gabungan dari front end dan back end developer. Tugasnya, memastikan tampilan website agar unik dan intuitif, sekaligus menjaga kestabilan atau keamanan website.

Baca juga: 10 Skill Yang Harus Dimiliki Front End Developer

2. Software Developer

Software developer adalah orang yang khusus membuat aplikasi atau software, baik skala kecil maupun skala besar, seperti pada perusahaan. 

salah satu jenis programmer yaitu software developer

Nah, software yang dikembangkan biasanya khusus untuk satu sistem operasi saja. Tetapi sekarang, sudah banyak software yang dapat berjalan di berbagai sistem operasi, seperti Windows, MacOS, Android, dan lainnya.

Selain itu, seorang software developer juga merancang, mengelola, dan mengorganisir data software untuk mendukung kinerja yang optimal. 

Baca Juga: Apa itu Software Engineer

3. Mobile App Developer

Jenis programmer yang sedang naik daun yaitu mobile app developer. Mereka berfokus pada pengembangan aplikasi mobile, baik berbasis Android maupun iOS.

mobile app developer bertugas membangun aplikasi berbasis mobile

Penggunaan perangkat mobile yang praktis seperti smartphone dan tablet, menjadikan kebutuhan aplikasi mobile semakin meningkat. Contohnya, aplikasi keuangan, transportasi, sosial media, dan sebagainya. 

Bahkan saat ini hampir semua pekerjaan yang dikerjakan dengan desktop bisa dilakukan dari perangkat mobile di mana pun.

Untuk menjadi mobile app developer, Anda harus menguasai bahasa pemrograman, diantaranya C# dan Java. 

Baca juga: Apa itu Aplikasi Native? Simak Penjelasan Lengkapnya Berikut ini!

4. Data Scientist

data scientist merupakan jenis programmer yang mengatur data

Sesuai dengan namanya, jenis programmer ini lebih kerap berkutat dengan data, bukan pembuatan aplikasi. 

Sebagai seorang data scientist, Anda harus memiliki skill yang tinggi dalam analisis data yang didukung dengan kemampuan matematika dan statistika yang baik. 

Keahlian seorang data scientist cukup dibutuhkan, terutama dengan semakin meningkatnya bisnis online saat ini. Oleh karena itu, menjadi programmer di bidang ini cukup menjanjikan penghasilan yang besar.

5. Data Administration

Seorang programmer database administration juga berkutat dengan data. Bedanya, jenis programmer ini mengelola keamanan data sebuah sistem atau program.

Jika ingin menjadi seorang database administrator, Anda harus mempelajari tentang query sarana komunikasi data dengan database. Selain itu, Anda juga perlu menguasai ilmu statistik dan analisis. 

Dengan berbagai skill terkait database yang dikuasai dengan baik, pekerjaan Anda akan lebih mudah.

Skill yang Harus Dimiliki Programmer

Apapun jenis programmer sebagai karir yang ingin Anda jalani, terdapat beberapa skill wajib yang harus Anda miliki. Apa saja?

1. Menguasai Bahasa Pemrograman

bahasa pemrograman merupakan skill wajib bagi programmer

Bahasa pemrograman adalah kumpulan sintaks yang berfungsi untuk memerintahkan perangkat lunak komputer. 

Menggunakan bahasa pemrograman ibarat Anda “berkomunikasi” dengan komputer agar dapat melakukan sesuatu. Contohnya, menyimpan data, mengelola data, hingga menghapus data. 

Nantinya, Semua komunikasi lewat bahasa pemrograman tersebut akan  menjadi output berupa website, web app, aplikasi, dan sebagainya.

Nah, saat ini sudah ada banyak jenis jenis bahasa pemrograman, mulai dari Python, Java, JavaScript, C#, Swift, Ruby, dan yang lainnya. 

Baca juga: Inilah Perbedaan Java dan JavaScript yang Perlu Anda Tahu

Untuk menjadi programmer, tidak ada batasan berapa jumlah bahasa yang Anda kuasai. Tetapi, pilihlah satu hingga tiga bahasa yang benar-benar mendukung jenis programmer yang ingin Anda geluti. 

Misalnya, ketika ingin menjadi ahli untuk pemrograman web, Anda memerlukan bahasa pemrograman JavaScript, dan belajar HTML, lengkapi pula dengan CSS.

Baca juga: Bagaimana Cara Membuat Website dengan HTML dan CSS?

2. Memahami Sistem Operasi 

Sebagai seorang programmer, Anda harus memahami sistem operasi dengan baik. Sebab, rancangan dari program yang tersebut akan sesuai dengan sistem operasi yang diinginkan, terutama kalau Anda mengerjakan project dari klien. 

Dengan memiliki pengetahuan terkait sistem operasi, Anda dapat mengembangkan sistem dengan bahasa pemrograman yang sesuai. Contohnya, ketika membuat software untuk Windows, maka Anda bisa menggunakan C#, ASP, SQL, dan sebagainya. 

Baca juga: Apa Itu Query SQL? Simak Penjelasan Lengkapnya!

3. Memahami Konsep dan Kebutuhan Program 

Setiap programmer wajib memiliki kemampuan analisis konsep sebuah program. 

Misalnya, klien Anda menginginkan website toko online yang intuitif mulai dari landing page hingga proses tracking pengiriman produk. Maka, Anda harus bisa memetakan konsep dan alur customer journey yang efektif.

Anda memang tidak harus memahami prosesnya dengan detail. Namun, setidaknya Anda paham konsep dasarnya. 

Dengan begitu, Anda hanya perlu fokus pada penulisan coding sesuai fitur dan kebutuhan saja. Jadi, pekerjaan pun akan jauh lebih terstruktur dan efisien.

4. Memahami Database

pengetahuan database bagi programmer

Setiap program yang akan Anda buat, pasti akan memiliki data, seperti data user, data konten, hingga data berupa perintah sistem. Semuanya harus disimpan dalam sebuah sistem database agar mudah dikelola.

Nah, untuk itulah Anda harus memiliki pemahaman tentang database. Jadi, Anda bisa mengelola alur relasi antar data pada tabel database dan sistem penyimpanan data tersebut.

5. Memiliki Soft Skill yang Memadai

Terakhir, sebagai programmer Anda bukan hanya akan berkutat pada coding atau hal-hal teknis saja. Ada beberapa soft skill yang diperlukan agar mengembangan sebuah sistem dapat berjalan lancar, seperti:

  • Problem solving
  • Berpikir logis dan sistematis
  • Kemampuan analisis
  • Kemampuan manajemen waktu dan sumber daya dengan efektif
  • Keahlian komunikasi untuk berkolaborasi dengan tim lain
  • Penguasaan Bahasa Inggris, terutama untuk memahami coding

Cara Menjadi Programmer Andal

Ketika memilih karir menjadi programmer, maka Anda harus menggunakan skill di atas dengan tepat, agar menjadi seorang programmer andal. Bagaimana caranya? 

1. Menentukan Bidang Programmer

Untuk terjun ke dunia pemrograman, pilih jenis programmer yang sesuai minat dan kemampuan Anda. Selain itu, Anda juga bisa melihat trend pasar saat ini.

Anda bisa menjadi Web Developer, Software Developer, Mobile App Developer, Data Science, ataupun Data Administration.

Pada permulaan, Anda bisa mencoba berbagai pekerjaan program, misalnya membuat website, membuat mobile app, dan sebagainya. Nah, jika Anda sudah memiliki keahlian yang cukup dan menemukan minat pada satu bidang, maka dalamilah bidang tersebut.

Jika Anda fokus pada satu bidang, bukan tidak mungkin nantinya Anda akan menjadi ahli di bidang tersebut. Pun demikian, seiring berjalannya waktu, Anda masih bisa mempelajari jenis programmer lainnya. 

Baca juga: PHP Developer: 10 Tips Menjadi PHP Developer Handal

2. Memilih Bahasa Pemrograman

Beda bidang programming, beda juga bahasa pemrogramannya. Jadi, pelajarilah bahasa pemrograman yang memang sesuai dengan karir programmer yang Anda inginkan.

Misalnya, Anda ingin fokus pada web development, maka bisa mempelajari JavaScript, HTML, dan CSS. Kalau ingin mendalami mobile app development berbasis iOS, Anda harus menguasai Swift, dan sebagainya.

Baca juga: Belajar Bahasa Pemrograman C++ Untuk Pemula

3. Pelajari Berbagai Framework

mempelajari berbagai framework programming agar semakin andal

Saat ini, framework adalah kerangka kerja siap pakai untuk memprogram suatu sistem. Misalnya untuk membuat website, Anda bisa menggunakan front end framework seperti, Vue.js, React.js, Angular, Ember.js, dan Backbone.js.

Ketika Anda sedang mengembangkan web app, back end, dan REST API, Anda bisa menggunakan Golang Framework.

Dan masih banyak framework lainnya yang membuat pemrograman Anda menjadi lebih mudah dan cepat, diantaranya:, 

Dengan bantuan framework, efektifitas Anda dalam memprogram suatu sistem akan meningkat. Jadi, jam terbang pengalaman Anda sebagai programmer akan makin banyak. 

4. Berkontribusi dalam Project Open Source

Makin sering Anda berlatih, makin andal Anda sebagai programmer, seiring berjalannya waktu. Nah, salah satu cara agar kemampuan coding terasah adalah dengan berkontribusi dalam project open source.

Ketika bergabung dalam project open source, Anda dapat menambah pengalaman coding dengan mengerjakan aplikasi yang beragam. Selain itu, Anda bisa mempelajari cara atau aturan penulisan kode orang lain yang lebih efektif. 

Tak hanya itu, Anda juga bisa menganalisis kesalahan coding dan cara penyelesaiannya. Makin banyak mengikuti project, makin banyak portfolio programming Anda. 

platform open source github untuk bergabung dalam project programming

Salah satu platform populer untuk bergabung dalam suatu project open source adalah GitHub. Pada platform tersebut, Anda bisa berkolaborasi dengan programmer lain dalam melakukan coding secara online.

5. Mengerjakan Project Sampingan

Tenaga programmer sangat dibutuhkan di manapun, terutama di perusahaan-perusahaan besar seperti untuk project pembuatan aplikasi layanan, hingga sistem manajemen internal.

Tetapi, Anda sangat disarankan mengembangkan karir secara independen. Misalnya, menerima project secara freelance. Dengan begitu, jam terbang Anda sebagai programmer akan meningkat dan menambah daftar portofolio Anda. 

Selain itu, Anda juga bisa membangun personal branding dengan pekerjaan sampingan lainnya agar lebih menunjukkan keahlian Anda. Misalnya, menulis blog, melakukan online mentoring, menjadi content creator di YouTube seperti Sandhika Galih.

Dengan membangun personal branding sebagai expert, Anda juga membuka peluang untuk mendapat klien dan potensi penghasilan lain seperti afiliasi, lho.

Baca juga: Membangun Strategi Personal Branding yang Kuat dalam 7 Langkah

6. Membuat Website Portofolio

memiliki website portofolio untuk mendokumentasikan project

Karir programmer sangat erat kaitannya dengan website karena merupakan media bagi mereka untuk menunjukkan program yang telah dibuatnya. 

Semua hasil pekerjaan yang ditunjukkan dalam sebuah website portofolio juga bisa menarik klien atau perusahaan untuk mengajak Anda bekerja sama dalam sebuah project.

Tak hanya itu,  berbagai pandangan programmer tentang dunia programming untuk menunjukkan keahliannya (expertise) juga efektif ditampilkan dalam sebuah website

7. Membuat Project Sendiri

Salah satu cara untuk mengetahui skill Anda di bidang programming adalah dengan membuat project sendiri. Anda bisa mulai dari project sederhana ataupun mengembangkan project open source untuk nantinya digunakan banyak orang.

Dengan project pribadi, Anda bisa leluasa melakukan percobaan dalam membangun sistem website, web app, ataupun aplikasi sesuai keinginan dan tujuan Anda. 

Nah, dengan bekal pengalaman membuat program sendiri, Anda bisa lebih sering melakukan trial error yang pada akhirnya menambah ilmu Anda untuk dapat menghindari kesalahan kedepannya.

Baca juga: [100% Mudah] Cara Membuat Aplikasi Android Terlengkap!

Contoh Programmer Sukses

Di dunia ini, banyak sekali programmer yang membangun program dengan banyak pengguna. Berikut beberapa contoh programmer sukses yang bisa menginspirasi Anda:

1. Tim Berners-Lee

Tim Berners-Lee adalah pencipta World Wide Web. Ia mendesain dan membangun sistem dari akses internet yang Anda gunakan sekarang.

Programmer ini juga yang membuat website pertama kali dengan bahasa pemrograman HTML dan mengonlinekannya hingga bisa bisa diakses oleh pengguna dari seluruh dunia. 

2. Larry Page dan Sergey Brin

Larry Page dan Sergey Brin adalah pendiri Google, sebuah mesin pencarian terbesar saat ini. 

Keduanya memulai project Google pada 1996, ketika masih menjadi mahasiswa di Stanford University. Kala itu, baik Larry Page dan Sergey Brin sangat tertarik pada sistem mesin pencarian. Dan pula, mereka tidak puas atas mesin pencari di internet saat itu, Page Rank. 

Dari sanalah muncul ide Google, yang ditujukan untuk mengumpulkan informasi dunia dan membuatnya dapat diakses sehingga bermanfaat bagi semua orang.

Sistem Google bekerja dengan mendasarkan struktur link-link antar situs web untuk menentukan peringkat setiap website. Nah, peringkat tersebut akan ditampilkan dalam mesin pencari sesuai dengan kata kunci yang diinput.

3. Bill Gates

Programmer sukses selanjutnya yaitu Bill Gates, pendiri Microsoft dan sistem operasi Windows. 

Permainan Tic-Tac-Toe adalah program komputer pertama yang dibuat oleh Bill Gates. Setelahnya, ia fokus menekuni programming dan membangun Microsoft bersama Paul Allen.

Hingga saat ini, lebih dari 75% pengguna komputer di dunia menggunakan sistem operasi Windows. Selain itu, Microsoft pun berekspansi dengan mengeluarkan banyak varian program, seperti Microsoft Word, Microsoft Powerpoint, Microsoft Excel, dan sebagainya.

4. Matt Mullenweg

Pada 2002, Matt Mullenweg merupakan seorang pengguna blog b2/cafeblog, sebuah platform untuk mempublikasikan blog atau konten penggunanya. 

Akan tetapi, b2/cafeblog ternyata berhenti dalam mengembangkan softwarenya pada tahun itu. Dari sana, muncul ide dari Matt yang mengembangkan program dengan sistem seperti b2/cafeblog.

Hingga pada Januari 2003, terciptalah WordPress yang saat ini menjadi platform blogging nomor satu di dunia dengan lebih dari 30 juta website aktif

5. Mark Zuckerburg

Mark Zuckerberg merupakan programmer sukses yang mendirikan Facebook pada 2004. Proses pemrogramannya pun hanya dilakukan di kamar asrama kampusnya.

Awalnya, Facebook hanya diperuntukan bagi mahasiswa Harvard University, tetapit secara perlahan mulai digunakan luas dan berhasil menjadi platform media sosial nomor satu.

Siap Jadi Programmer?

Nah, Anda sudah mengetahui apa itu programmer dan seluk beluk pekerjaan yang dilakukannya, bukan?

Jika Anda tertarik menjadi programmer, Anda perlu menguasai berbagai skill, seperti memahami bahasa pemrograman dan sistem operasi, memahami konsep dan kebutuhan program, dan memahami database. 

Apapun bidang programming yang Anda pilih, terus asah skill Anda dan perbanyak pengalaman dengan mengerjakan berbagai project pribadi atau bersama. 

Kalau sudah mampu membuat program yang baik, tampilkan karya Anda dalam sebuah website portofolio untuk menunjukkan kemampuan Anda sebagai seorang programmer andal. 

Jangan lupa, agar bisa diakses online, website portofolio Anda membutuhkan hosting yang mumpuni untuk bisa diakses 24 jam penuh dan mampu menyimpan data website Anda dengan baik.

Nah, layanan hosting Indonesia unlimited Niagahoster bisa jadi pilihan. 

Bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan di atas, website Anda juga akan didukung berbagi teknologi terbaru seperti LiteSpeed Web Server yang merupakan server tercepat di dunia dan fitur keamanan Imunify360 yang mampu menghalau malware.

Nah, sudah siap membangun branding sebagai programmer andal melalui website portofolio keren?

Naning Nur Wijayanti A rare talkative person whose love writing the most. As SEO Content Writer at Niagahoster, she loved to share an articles about Internet of Things.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *