Sekar Ningtyas As a content writer, Sekar always tries to help people in scaling up their competencies about WordPress, SEO and digital marketing through the simplest way.

Apa itu Full Stack Developer? Inilah 7+ Skill yang Harus Dikuasai!

6 min read

skill full stack developer

Anda ingin menjadi full stack developer? Mantap! Full stack developer adalah profesi yang menjanjikan peluang emas. Kenapa demikian?

Saat ini pertumbuhan teknologi di Indonesia tengah meningkat pesat. Makin banyak bisnis dan perusahaan membutuhkan peran full stack developer. Jadi, peluang penghasilannya tentu menggiurkan.

Namun, menjadi seorang full stack adalah hal yang tidak mudah. Anda wajib memiliki skill yang lebih tinggi dibanding programmer pada umumnya. Penasaran kenapa bisa seperti itu?

Di artikel ini, kami akan menjelaskan tentang apa itu full stack developer, dan apa saja skill yang dibutuhkan. Yuk, simak!

Apa itu Full Stack Developer?

Full stack developer adalah sebutan untuk developer yang berurusan dengan segala sisi pengembangan website atau web development, baik front-end hingga back-end.

Apa itu front-end dan back-end? Biar mudah dipahami, kami akan menjabarkan ke beberapa poin berikut:

Front end developer bertugas mengerjakan segala sesuatu yang bisa terlihat oleh pengguna. Termasuk soal desain website, dan fitur-fitur yang ada di dalamnya. Maka dari itu, front-end developer harus memahami:

  • User Interface (UI)
  • UX (User Experience)
  • HTML atau CSS
  • Bahasa pemrograman seperti JavaScript.

Backend developer mengacu pada segala hal yang berada ‘di belakang’ layar website dan tidak bisa dilihat oleh pengguna. Makanya, seorang back-end developer perlu mamahami:

  • Database
  • Server
  • Keamanan website
  • Struktur dan content management.
  • Bahasa pemrograman khusus seperti PHP, Rubby, Phyton dan lain-lain.

Full stack developer adalah orang yang mengerjakan tugasnya front-end dan back-end developer sekaligus.

Tak hanya itu, full stack developer juga akan berperan mengembangkan aplikasi, debugging, troubleshooting, bahkan membuat fitur baru. 

Dengan begitu, kemampuan analisis full stack developer bisa sangat luas ketika mengerjakan sebuah proyek. Baik dari sisi desain maupun teknisnya. Ini pula yang akhirnya membuat pengerjaan proyek berjalan efektif dengan bantuan tipe developer ini.

Itulah kenapa full stack developer adalah orang yang dituntut untuk terus mengasah skill mereka untuk mendapatkan hasil terbaik.

8 Skill Full Stack Developer yang Wajib Dimiliki

Beberapa skill utama yang wajib dikuasai seorang full stack developer adalah:

1. Paham HTML dan CSS

Langkah mendasar untuk menjadi seorang full stack developer adalah menguasai HTML dan CSS. HTML digunakan untuk membangun struktur website. Sedangkan, CSS berfungsi untuk mendesain dan mengatur halaman website agar terlihat menarik.

Menguasai keduanya sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Apalagi HTML dan CSS bukan termasuk bahasa pemrograman. Tetapi lebih ke bahasa struktur yang memiliki perintah-perintah sederhana.

Terlebih saat ini juga sudah banyak media online yang menawarkan workshop atau artikel panduan untuk belajar HTML dan CSS secara cuma-cuma. Salah satunya, artikel kami → Belajar HTML Lengkap untuk Pemula.

Secara garis besar, beberapa hal yang menjadi pertimbangan perusahaan ketika merekrut seorang full stack developer adalah:

  • Menguasai semantic HTML.
  • Mampu menjelaskan apa itu CSS Box Model.
  • Memahami CSS preprocessors. Tidak perlu memahami penggunaannya terlalu dalam. Yang terpenting Anda tahu apa fungsi dan bagaimana cara kerjanya.
  • Mengenal CSS Media Queries untuk menciptakan CSS yang responsif di berbagai perangkat.
  • Dapat menggunakan Bootstrap, framework terpopuler untuk pengembangan website yang mudah dan cepat. 

2. Kuasai JavaScript

JavaScript terus berkembang dengan berbagai tools, libraries dan framework terbaru. Inilah yang membuatnya menjadi bahasa pemrograman terpopuler di kalangan developer. 

JavaScript sangat berguna untuk menghasilkan website / aplikasi menjadi interaktif. Ia dapat menciptakan fungsi dari yang sederhana hingga kompleks, seperti tombol, layout, hingga popup. 

Bagi Anda pemula yang ingin mempelajari JavaScript, bisa langsung baca panduan kami di → Panduan Belajar JavaScript Untuk Pemula. Tetapi, jika ingin menjadi full stack developer, Anda juga wajib menguasai beberapa materi JavaScript berikut ini:

  • Memahami cara penggunaan DOM (Document Object Model) dan JSON (JavaScript Object Notation).
  • Memahami fitur-fitur bahasa penting seperti komposisi fungsional, prototypal inheritance, closures, ruang lingkup (scope), callback.
  • Menguasai bundle modul untuk menggabungkan file-file JavaScript seperti Webpack, Browserify atau builder tools seperti Gulp.
  • Menguasai setidak satu hingga dua framework JavaScript seperti AngularJs, React dan lain-lain.

Baca juga: Apa itu React JS? Panduan Lengkap untuk Pemula

3. Kuasai Bahasa Pemrograman Back-end 

Menguasai front-end saja tidak cukup untuk menjadi full stack developer. Back-end juga perlu dikuasai. Salah satunya diawali dengan memahami bahasa pemrograman. 

Sama dengan front-end yang wajib memahami HTML, CSS, dan JavaScript untuk membuat struktur website, di back-end bahasa pemrograman sangatlah penting untuk memahami: cara kerja database, user authentication, application logic dan mengintegrasikan segala fungsi yang ada di front-end. 

Dari sekian jenis jenis bahasa pemrograman, beberapa diantaranya yang sering digunakan adalah JavaScript, Phyton, Java, Ruby, PhP dan C++.

4. Paham Kinerja Database dan Web Storage

Setiap aplikasi atau website akan memerlukan database untuk menyimpan data. Sebagai full stack developer, setidaknya wajib buat Anda untuk menguasai satu atau dua sistem manajemen database dan cara kerjanya. 

Beberapa sistem manajemen database yang saat ini populer adalah MySQL, MongoDB, Redis, Oracle, dan SQL Server. Pelajari pula cara penggunaan web storage untuk menyimpan sessions, cache dan cookies. 

5. Mengenal Cara Kerja HTTP & REST

Full stack developer adalah orang yang juga perlu tahu bagaimana cara kerja HTTP dan REST. HTTP adalah protokol dalam jaringan yang berfungsi untuk mentransfer dokumen, file, gambar, video, antar komputer.

Sedangkan REST (Representational State Transfer) merupakan standar metode komunikasi yang menggunakan protokol HTTP dan sering diterapkan untuk pengembangan website. Tujuan REST itu sendiri adalah untuk membuat sistem website bisa bekerja cepat dan mudah. 

Kedua komponen ini sangat penting bagi Anda yang ingin menjadi full stack developer. Sebab keduanya dapat membantu Anda menciptakan performa website yang optimal dan responsif.

Setelah Anda paham konsep dasar dari keduanya, Anda juga perlu paham dengan beberapa teori penting lainnya seperti:

  • Apa itu REST dan mengapa penting untuk HTTP dan web applications.
  • Cari tahu best practice dari penggunaan API dan berbagai metodenya.
  • Pahami juga tentang Chrome DevTools.
  • Apa itu sertifikat SSL.
  • Apa itu HTTP/2 dan HTTP/3.

6. Tahu Cara Menggunakan GIT

Setiap kali mengerjakan suatu proyek website atau aplikasi, full stack developer tentu tidak sekali dua kali melakukan perubahan kode. Nah, supaya setiap perubahan tersebut bisa terlacak dengan baik, menggunakan GIT sangat membantu.

Singkatnya, GIT diartikan sebagai pengontrol versi (Version Control System) untuk mencatat setiap perubahan file yang di dalamnya terdapat kode-kode yang dibuat oleh developer.

Selain GIT, Anda juga perlu tahu cara penggunaan GITHub. GITHub merupakan aplikasi berbasis website, di mana Anda bisa menyimpan setiap file kode GIT.

Full stack developer adalah developer dengan kebutuhan skill tinggi yang perlu menguasai Github

Di samping itu, ia juga diibaratkan seperti media sosial untuk para developer. Jadi, masing-masing developer bisa menyimpan, membagikan, dan mengatur setiap file proyek yang ada di dalamnya.

Baca juga: Cara Custom Domain ke Halaman GitHub dengan 4 Langkah Mudah!

7. Paham Konsep Dasar Algoritma dan Struktur Data

Supaya bisa menciptakan aplikasi atau website yang sempurna, Anda juga harus memahami dasar-dasar algoritma dan struktur data. Algoritma merupakan sebuah metode untuk memecahkan suatu masalah dengan cara logis dan sistematis. 

Sedangkan struktur data merupakan cara mengelola data agar dapat digunakan secara efektif dan efisien. Skill kedua ini begitu penting untuk para full stack developer. Khususnya untuk menciptakan produk aplikasi atau website yang mudah digunakan user. 

Bila Anda ingin mempertajam skill algoritma dan struktur data, banyak situs belajar yang bisa Anda kunjungi seperti GeeksforGeeks, Coursera, LeetCode, atau Logicmojo.

8. Memahami UI dan UX

Skill berikutnya yang tidak boleh dilewatkan untuk menjadi full stack developer adalah memahami UI dan UX. Walaupun Anda tidak harus memiliki skill teknik desain secara eksplisit, tetapi Anda tetap perlu memahami konsep dasar keduanya. 

UI (User Interface) bergantung pada desain tampilan aplikasi atau website secara visual. Sedangkan UX (User Experience) mengutamakan setiap fungsi yang ada di dalam aplikasi atau website agar mudah teraplikasi oleh pengguna. 

Baca juga: Mengenal Secara Tuntas Perbedaan UI dan UX

Di UI, Anda perlu menguasai soal kombinasi warna, font, simbol dan sebagainya yang bisa menarik perhatian pengguna. Ini pula yang menjadi faktor penting untuk menambah value dari brand website atau aplikasi itu sendiri.

Sedangkan di UX, Anda harus tahu bagaimana memastikan untuk setiap fungsi yang ada didalamnya bisa berjalan sempurna. Dan memastikan user tidak merasa kesulitan atau tersesat di tengah-tengah pemakaian.

Baca juga: Ingin Tau Cara Menjadi Web Developer? Yuk Simak Tipsnya!

Tips Menjadi Full Stack Developer Handal

Setelah membahas skill teknis, tips untuk mendukung Anda untuk menjadi full stack developer adalah:

1. Bangun Networking dan Gabung Berbagai Workshop

Kalau ilmu teknis Anda sudah cukup mumpuni, jangan lupa untuk bangun networking dari sekarang. Networking tidak hanya penting untuk kalangan full stack developer saja. Semua profesi pun membutuhkan networking agar selalu up to date dengan info-info yang menambah wawasan.

Anda bisa memulainya dengan bergabung pada suatu komunitas, forum atau media sosial yang khusus untuk para developer. Misalnya bergabung di Web Designer Indonesia, Belajar HTML & CSS atau PHP Indonesia. Atau bisa juga dengan mengikuti berbagai workshop yang membahas topik-topik seputar programming di online atau offline. 

Selain dapat bertemu dengan banyak sejawat yang berpengalaman, networking juga bisa menjadi perantara Anda untuk mendapatkan peluang karir yang lebih prospektif.

Entah itu lowongan untuk freelance atau full time, intinya, peluang Anda untuk menjadi full stack developer handal akan terbuka lebar. 

2. Buat Eksperimen Anda Sendiri

Ilmu yang terus ditumpuk, tidak akan berhasil tanpa adanya praktik. Apalagi kalau berhubungan dengan hal-hal teknis. Jangan sampai Anda hanya mengetahui ilmu teori tanpa tau cara memanfaatkannya. 

Oleh karena itu, buatlah produk (aplikasi atau website) Anda sendiri. Gunakan setiap skill Anda untuk menciptakan produk terbaik. Pastikan produk Anda tidak hanya tampilannya saja yang eye-catching. Tapi juga mudah diaplikasikan oleh pengguna. 

Bila perlu, buat trial and error secara berkala sampai hasilnya sempurna. Kerjakan dengan konsep yang matang agar hasilnya bisa menjadi aset Anda untuk menambah portfolio.

Nah, itu tadi pembahasan lengkap mengenai full stack developer. Di luar sana, pastinya ada banyak cabang profesi developer yang bisa Anda pilih. Misalnya seperti WordPress developer yang fokus dalam mengembangkan website berplatform WordPress.

Sudah Siap Menjadi Full Stack Developer?

Menjadi seorang full stack developer adalah profesi yang tak mudah. Menguasai satu bidang programming saja sudah cukup menantang. Padahal, full stack developer adalah orang yang bisa menguasai dua bidang programming sekaligus, front-end dan back-end.

Tetapi, jangan sampai hal ini menghalangi Anda untuk terus berusaha. Apalagi, kebutuhan full stack developer di Indonesia masih terbatas. Sedangkan, peluang yang ditawarkan sangat tinggi. Nah, kalau Anda tertarik menjadi full stack developer, go get it!

Untuk dapat mengasah skill Anda di bidang ini, sebaiknya Anda sering membuat projek website lalu upload ke hosting. Dengan begitu, siapapun dapat melihat portfolio Anda. Kami menyediakan hosting domain dengan harga terjangkau.

Selain itu, kami juga sudah membahas tentang skill apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi front end developer. Kalau Anda juga mau belajar coding secara gratis, banyak alternatifnya, lho. Salah satunya dengan mengunjungi beberapa website yang disebutkan pada artikel→ 13+ Website Belajar Coding Gratis. Selamat belajar!

Sekar Ningtyas As a content writer, Sekar always tries to help people in scaling up their competencies about WordPress, SEO and digital marketing through the simplest way.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *