Alexandromeo Lawrence Alex is a SEO Content Writer at Niagahoster. He is passionate about SEO, digital marketing, and web development.

Backend Developer: 5+ Skill yang Harus Dikuasai untuk Jadi Profesional

4 min read

6 Skill yang Harus Dimiliki Oleh Back End Developer

Kebutuhan website yang kian besar dan kompleks membuat seorang developer harus memiliki skill mumpuni. Inilah yang mendorong munculnya keahlian khusus sebagai frontend dan backend developer. Tujuannya, agar dapat membuat website dengan cepat tapi tetap dengan hasil terbaik.  

Nah, di artikel sebelumnya, kami sudah membahas tentang frontend developer. Kali ini, kami akan mengulas skill yang harus dimiliki untuk menjadi backend developer andal. Namun, sebelumnya mari pelajari tentang pengertian dan tugas backend developer dulu. 

Apa Itu Backend Developer?

Backend developer adalah seseorang yang bertanggung jawab untuk mengelola server website (server-side). Artinya, seorang backend developer perlu memastikan website bekerja dengan baik dalam kaitan pertukaran data dari browser ke server. 

Selain itu, backend developer juga menangani database dan membuat alur website yang terstruktur. Hal ini bisa dilakukan berkat skill coding yang cukup baik. Untuk itulah seorang backend developer perlu menguasai bahasa pemrograman yang tepat.

Tidak hanya itu, backend developer juga bertanggung jawab menjaga keamanan website. Bisa dengan memastikan tidak ada coding buruk yang bisa dimanfaatkan untuk menyusup ke server, atau memastikan alur website tidak rentan terhadap aksi hacking.

Backend developer tidak hanya memiliki peran saat membangun website saja. Setelah website online, backend developer juga perlu melakukan testing untuk terus menguji performa dan keamanannya.

Tugas Backend Developer

Sebelumnya, kami sudah menjelaskan singkat apa itu backend developer. Meskipun memiliki tanggung jawab besar, jika punya skill yang baik, akan mudah untuk menjalankan berbagai tugas backend developer berikut ini: 

1. Merancang Database

Tugas backend developer yang pertama adalah merancang database. Database adalah tempat untuk menyimpan berbagai data untuk keperluan website. Contoh data yang dimaksud adalah data pengguna, berbagai produk, dan lain-lain di dalam sebuah website toko online. 

Nah, backend developer harus bisa membuat arsitektur database yang efisien. Hal ini meliputi bagaimana data produk, login pelanggan toko online dapat disimpan dengan baik dan diakses dengan mudah. Tidak hanya itu, semua data pribadi yang disimpan harus aman dari aksi kejahatan online. 

Jika mampu menjalankan tugas dengan baik, seorang web developer akan mampu membuat struktur database yang efisien sehingga meringankan kinerja server. Dengan begitu, website tidak akan mudah down.

2. Merancang Alur Website

Backend developer bertugas merancang alur website agar user experience yang dimiliki pengunjung lebih baik. Tugas ini membutuhkan logika pemrograman dan skill coding yang tinggi.

Sebagai contoh, ketika membangun website toko online. Seorang web developer harus merancang alur mulai dari pembelian produk hingga check out. 

Ilustrasinya seperti ini: ketika pengunjung datang ke toko online Anda, mereka akan memilih produk yang diinginkan dengan jumlah tertentu. Alur yang Anda buat harus menentukan apakah calon pembeli tersebut harus membuat sebuah akun atau bisa langsung menyelesaikan pembayaran. 

Selain itu, Anda harus melakukan kalkulasi dengan tepat jumlah uang yang harus dibayar serta menyiapkan tagihannya (invoice). Tidak berhenti disitu, Anda perlu merancang bagaimana pengiriman barang akan dilakukan, kecuali jika produk yang dijual adalah digital.   

3. Mengatur Keamanan Website

Tugas web developer lainnya adalah mengatur keamanan website agar aman dari serangan hacker. Bisa dibayangkan bagaimana jika database sudah tertata dengan baik dan dengan mudah dibobol?

Untuk mendukung tugasnya, seorang backend harus paham berbagai teknik hacking, seperti SQL injection, deface, hingga phishing. Dengan begitu, back end developer selalu memiliki solusi untuk terus meningkatkan keamanan website dan permasalahan yang dihadapi.

Salah satu langkah yang biasa dilakukan seorang back end developer adalah terkait user management. Dengan mengelola hak akses setiap pengguna sesuai kewenangannya, backend developer bisa memastikan hanya admin yang bisa mengakses semua data. Hal ini akan lebih memudahkan ketika mengelola akses ke server.

5+ Skill yang Harus Dimiliki Oleh Backend Developer

Nah, setelah mengetahui tugasnya, inilah beberapa skill yang perlu Anda miliki untuk menjadi backend developer yang profesional:

1. Bahasa Pemrograman Terkait Server

Seorang backend developer harus menguasai bahasa pemrograman terkait server. Contohnya, PHP sebagai bahasa pemrograman yang ramah bagi pemula karena aturan penulisan yang sederhana.

Selain itu, PHP juga mendukung berbagai jenis web hosting. Hal ini tentu merupakan keuntungan mengingat saat ini banyak website yang masih menggunakan PHP. Artinya, Anda dapat mengerjakan banyak project dari klien yang membutuhkan keahlian PHP.  

Namun, menguasai PHP saja tidaklah cukup. Anda juga perlu mempelajari bahasa pemrograman lain, seperti JavaScript. Saat ini, JavaScript cukup banyak digunakan karena kemampuannya membuat website lebih interaktif. Beberapa website yang kompleks juga dapat dibuat lebih menarik dengan bahasa pemrograman ini. Jadi, layak untuk Anda pelajari. 

Baca Juga: 13+ Website Terbaik Belajar Coding Gratis

2. Framework Backend

Untuk dapat menjadi seorang back end developer yang handal, Anda perlu menguasai framework back end. Sebab, dengan bantuan framework, Anda bisa membuat website lebih cepat. 

Sebuah framework telah memiliki berbagai fitur yang belum disediakan pada bahasa pemrograman dasar. Selain itu, performa website juga menjadi lebih baik dengan keamanan terjamin. 

Seorang backend developer perlu menggunakan framework sesuai bahasa pemrograman yang dikuasai. Berikut daftar framework yang sering digunakan dalam pembuatan website:

  • Spring, Hibernate adalah framework untuk bahasa pemrograman Java.
  • CodeIgniter, Laravel, Yii adalah framework untuk bahasa PHP.
  • Django, Flask adalah framework untuk bahasa Python.
  • Rails adalah framework untuk bahasa Ruby.

Dengan menguasai framework backend, tugas Anda dalam membangun website akan lebih mudah. 

3. Pengelolaan Server

Tidak cukup hanya dengan menguasai bahasa pemrograman terkait server, seorang backend developer harus mampu mengelola server dengan baik. 

Saat ini, ada berbagai jenis server yang digunakan. Namun, yang cukup populer adalah Nginx, Apache dan LiteSpeed. Sebagai backend developer, Anda bisa mulai belajar salah satu server untuk dikuasai, baru mempelajari server lainnya. 

Dengan memiliki pengetahuan untuk mengelola  server, Anda akan lebih mudah ketika akan melakukan konfigurasi terkait layanan hosting. Terutama, jika menggunakan jenis layanan VPS hosting. 

Dengan keahlian mengelola server, seorang backend developer akan mampu membangun website dengan performa terbaik.

4. Pengelolaan Database

Backend developer harus memiliki keahlian mumpuni juga dalam mengelola database, apapun jenisnya. Mulai dari MySQL dan PostgreSQL hingga noSQL dan lainnya. 

Selain mudah dikelola, database yang dirancang haruslah aman. Tujuannya, agar kinerja server lebih terjaga. Dengan pengelolaan database yang baik, tentu website akan mudah diakses dan jarang terjadi kendala seperti server down.

Nah, dalam praktiknya, seorang backend developer akan berkutat dengan manipulasi data dalam database. Misalnya, menambah, mengubah, bahkan menghapus data. Untuk itulah diperlukan pemahaman query database dengan baik.

Baca Juga: 5 Hal Wajib Saat Kelola Website

5. Manajemen API

Seorang backend developer harus menguasai manajemen API. Pada dasarnya, API adalah perangkat lunak yang berfungsi untuk menghubungkan berbagai aplikasi atau bahasa pemrograman. 

Dengan adanya API, sebuah website dapat berkomunikasi dengan aplikasi atau website lain. Maka, Anda dapat mengembangkan website menjadi lebih besar lagi. Bahkan, dengan kemampuan manajemen API, seorang back end developer juga dapat menghubungkan website dengan aplikasi mobile baik iOS atau Android.

Itulah kenapa manajemen API merupakan skill backend developer yang perlu dikuasai dengan baik. 

6. Version Control System

Skill back end developer lain yang perlu dikuasai adalah Version Control System (VCS) yang berfungsi untuk mengatur versi kode pada setiap pengembangan website. Dengan skill ini, pekerjaan Anda bisa lebih terstruktur karena setiap perubahan tercatat dengan baik.Terutama, jika Anda bekerja dalam sebuah tim. 

Sebagai contoh, Anda sedang mengerjakan suatu fitur dalam website. Anda dan rekan Anda bisa mengerjakan task dengan nama versi berbeda. Dengan VCS, Anda bisa dengan mudah tahu manakah versi dengan fitur yang baik, lalu menggabungkannya dalam sebuah versi terbaru. Dengan begitu, pengembangan website lebih cepat dilakukan.

Sudah Siap Menjadi Seorang Backend Developer?

Back end developer adalah seorang web developer yang fokus pada pengelolaan server (server side). Dalam praktiknya, backend developer sekaligus bertugas membuat database dan alur website dengan baik serta didukung keamanan yang mumpuni. 

Untuk dapat menjalankan tugasnya dengan baik, seorang back end developer perlu menguasai berbagai skill seperti pemahaman server, bahasa pemrograman, framework, database, manajemen API hingga version control system.

Anda bisa menentukan skill mana yang harus dikuasai dulu. Bagi pemula, bisa memulai yang paling mudah atau sesuai dengan minat dulu. Nah, jika sudah mahir, Anda bisa mengasah kemampuan lain secara bertahap atau sesuai kebutuhan project yang dikerjakan. 

Nah, tunggu apa lagi? Segera kuasai skill di atas dan jadilah backend developer yang profesional.

1
Alexandromeo Lawrence Alex is a SEO Content Writer at Niagahoster. He is passionate about SEO, digital marketing, and web development.
[{"code":""
[{"code":""
"label":"Coba Lagi"
"label":"Coba Lagi"
"win":false}
"win":false}
{"code":"HOSTING50"
{"code":"HOSTING50"
"label":"Extra Diskon 50rb "
"label":"Extra Diskon 50rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":"HOSTING20"
{"code":"HOSTING20"
"label":"Extra Diskon 20rb "
"label":"Extra Diskon 20rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":"HOSTING100"
{"code":"HOSTING100"
"label":"Extra Diskon 100rb "
"label":"Extra Diskon 100rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":""
{"code":""
"label":"Belum Beruntung"
"label":"Belum Beruntung"
"win":false}
"win":false}
{"code":"HOSTING20"
{"code":"HOSTING20"
"label":"Extra Diskon 20rb "
"label":"Extra Diskon 20rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":""
{"code":""
"label":"Coba Lagi"
"label":"Coba Lagi"
"win":false}
"win":false}
{"code":"HOSTING50"
{"code":"HOSTING50"
"label":"Extra Diskon 50rb "
"label":"Extra Diskon 50rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":"HOSTING20"
{"code":"HOSTING20"
"label":"Extra Diskon 20rb "
"label":"Extra Diskon 20rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":"FREESHIPPING"
{"code":"FREESHIPPING"
"label":"Coba Lagi"
"label":"Coba Lagi"
"win":false}
"win":false}
{"code":""
{"code":""
"label":"Sedikit Lagi! "
"label":"Sedikit Lagi! "
"win":false}
"win":false}
{"code":"HOSTING50"
{"code":"HOSTING50"
"label":"Extra Diskon 50rb "
"label":"Extra Diskon 50rb "
"win":true}]
"win":true}]