David Kurniawan A Technical Content Writer at Niagahoster, specializing in Virtual Private Servers (VPS), WordPress, and Internet Marketing. David is eager to help people to improve their business on the internet.

Yuk! Mengenal Apa Itu Framework & Fungsinya

5 min read

Apa itu framework

Framework adalah sebuah kerangka program yang digunakan untuk membantu developer untuk mengembangkan kode secara konsisten. 

Dengan adanya framework developer bisa mengurangi jumlah bug pada aplikasi yang dibuat. Karena, fungsi dan variabel yang sudah tersedia di dalam komponen framework.

Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari lebih dalam pengertian dan fungsi framework. Tak hanya itu, Anda pun akan diajak mengenal jenis jenis framework yang sering digunakan. Yuk, simak artikel ini sampai selesai.

Apa Itu Framework?

Sebelum belajar lebih jauh tentang framework, ada baiknya jika Anda memahami pengertian framework terlebih dahulu. Sesuai dengan namanya, framework adalah kerangka kerja yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi berbasis desktop atau aplikasi berbasis website. 

Framework sengaja diciptakan untuk membantu developer mengembangkan aplikasi lebih cepat serta tersusun dan terstruktur. 

Dengan menggunakan framework Anda akan lebih mudah untuk membuat aplikasi, karena Anda hanya perlu menyusun komponen-komponen pemrograman yang sudah jadi. Sehingga developer dan programmer tidak perlu melakukan koding program yang diulang-ulang.

Fungsi Framework

Berdasarkan penjelasan diatas, framework memiliki fungsi utama untuk mempermudah para developer mengembangkan software dan aplikasi. Karena framework memiliki program yang tersusun dengan struktur MVC (Model View Controller). Selain itu, ada tiga fungsi framework yang dapat Anda ketahui di bawah ini.

1. Program Menjadi Lebih Terstruktur dan Tersusun

Saat developer mengerjakan pengembangan software atau aplikasi yang besar, maka program yang akan ditulis di dalamnya menjadi semakin banyak. Terkadang, semakin banyaknya program yang ditulis akan menjadikan proses debugging semakin lambat. Selain itu, saat Anda mencari kode program yang error akan semakin sulit karena program yang tidak terstruktur.

Oleh karena itu, dengan adanya framework dapat menjadikan program menjadi lebih terstruktur sehingga Anda dapat dengan mudah menemukan kode yang perlu diperbaiki. Bahkan beberapa jenis framework ada yang menerapkan konsep MVC (Model View Controller) yang akan memudahkan developer untuk memisahkan antara logika dan view.

2. Praktis untuk Developer

Saat Anda mengembangkan software atau aplikasi, akan lebih praktis ketika Anda menggunakan framework. Alasannya karena framework sudah menyediakan kode berupa function dan class jadi proses pembuatan software atau aplikasi akan menjadi lebih cepat. Anda cukup memanggil function atau class tersebut ke dalam kode program Anda.

Baca Juga: 9+ Framework PHP Terbaik untuk Developer

3. Memiliki Keamanan yang Lebih Unggul

Selama bertahun-tahun, keamanan untuk software dan aplikasi telah menjadi perhatian utama bagi developer. Beberapa dari developer telah menggunakan segala cara untuk  mengamankan software dan aplikasi yang telah mereka buat.

Setelah framework hadir, developer boleh sedikit tenang soal keamanan program yang telah dibuat. Karena setiap celah keamanan dari framework sudah diidentifikasi oleh 10-100+ developer ahli. Framework juga terus diperbarui versinya untuk menawarkan fitur baru dan menangani bug yang meminimalisir celah keamanan framework.

Jenis Framework

Framework memiliki tiga jenis platform, yaitu Ajax framework, web application framework dan application framework. Dari ketiga platform tersebut memiliki perbedaan penggunaanya. Berikut adalah penjelasan singkat dari ketiga jenis framework.

1. Ajax Framework

Ajax framework adalah singkatan dari Asinkron JavaScript dan XML. Ajax adalah teknik baru untuk membuat aplikasi web yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih interaktif dengan bantuan XML, HTML, CSS, dan Java Script.

AJAX merupakan salah satu framework yang sangat disenangi oleh para developer karena dengan menggunakan AJAX Anda dapat:

  • Update halaman web tanpa memuat ulang halaman tersebut.
  • Request data dari server, setelah halaman dimuat.
  • Receive data dari server, setelah  halaman dimuat.
  • Kirim data ke server, menggunakan backend halaman.

Saat ini Ada beberapa jenis Ajax framework yang populer. Nah, disini kami akan memberikan empat contoh Ajax framework. Berikut ini contohnya.

Prototype adalah framework JavaScript yang dibuat untuk memudahkan developer mengembangkan website dinamis. Prototype merupakan library JavaScript, yang memungkinkan Anda untuk memanipulasi Document Object Model (DOM) dengan cara yang sangat mudah. Tidak hanya itu Prototype juga menawarkan framework class-style 00 dengan dukungan Ajax.

Taconite adalah framework JavaScript yang sangat membantu Anda untuk menyederhanakan dan menambahkan Ajax ke web application Anda. Fitur yang membedakan Taconite dari framework Ajax lainnya adalah Anda dapat dengan mudah memperbarui DOM tanpa harus menulis JavaScript. Taconite dapat bekerja di semua browser modern seperti Chrome, Safari dan Firefox.

MooTools adalah kumpulan JavaScript yang dirancang untuk pengembang JavaScript  tingkat menengah hingga mahir.  Dengan menggunakan MooTools Anda dapat menulis kode yang kuat dan fleksibel dengan API yang terdokumentasi dengan baik.

Kode MooTools didokumentasikan secara luas dan mudah dibaca, memungkinkan Anda untuk memperluas fungsionalitas agar sesuai dengan kebutuhan Anda.

ZK Ajax adalah framework open source, yang terdiri dari komponen klien dan server yang dapat berkomunikasi satu sama lain. ZK menyediakan dua set komponen user interface. Set pertama komponen didasarkan pada XUL atau bahasa XML User Interface Language. Set kedua menggunakan XHTML. 

Tidak hanya itu ZK juga menyediakan markup berbasis XML yang disebut ZUML untuk menambahkan komponen ke halaman.

2. Web Application Framework

Web Application framework adalah software yang dirancang untuk mendukung pengembangan web application, web services, web resources dan web API. Dengan adanya web application framework mengembangkan website jadi lebih cepat dan lebih mudah.

Saat ini, jumlah framework telah meningkat pesat. Untuk membantu Anda memilih framework yang paling cocok untuk website, kami telah membuat daftar lima web application framework terbaik, berikut penjelasannya.

Ruby on Rails adalah framework web application yang dapat mengembangkan setidaknya sepuluh kali lebih cepat dengan Rails dari pada framework Java. Selain itu, Rails mencakup semua yang diperlukan untuk membuat aplikasi database-driven web application dengan menggunakan struktur MVC (Model View Controller).

Django adalah framework open source yang ditulis menggunakan bahasa pemrograman Python. Layaknya framework pada umumnya Django terdiri dari kumpulan modul yang membuat pengembangan aplikasi lebih mudah. Django menawarkan banyak koleksi modul yang dapat Anda gunakan dalam proyek pembuatan aplikasi.

Angular adalah framework open source yang digunakan untuk mengembangkan website dinamis. Hadirnya Anguler digunakan untuk meningkatkan fungsi dari HMTL untuk membangun web application. Kehandalan dari framework Angular memang tidak diragukan lagi, salah satu alasannya adalah karena dikembangkan langsung oleh tim Google.

Laravel adalah framework backend yang menggunakan bahasa pemrograman PHP yang memungkinkan Anda memberikan aplikasi luar biasa. Dengan sintaks kode yang bersih dan elegan, sangat membantu developer untuk mendorong keterampilan pengembangan website.

Laravel memiliki sistem migrasi basis data sendiri yang memungkinkan tim pengembang dengan mudah membangun, memodifikasi, dan berbagi skema basis data aplikasi. 

Nah, untuk penjelasan lebih lengkapnya Anda bisa membaca artikel kami yang berjudul Laravel Framework: Pengertian, Keunggulan & Tips untuk Pemula

CodeIgniter adalah framework PHP MVC (Model View Controller) untuk mengembangkan aplikasi dengan cepat. CodeIgniter menyediakan library untuk terhubung ke database dan melakukan berbagai operasi. seperti mengirim email, upload file, managing sessions dan lain-lain.

Apabila Anda tertarik menggunakan framework CodeIgniter Anda bisa mengikuti langkah-langkah instalasinya di artikel yang berjudul Cara Install CodeIgniter di Hosting.

Baca Juga: Laravel vs Codeigniter: Manakah yang Lebih Baik?

3. Application Framework

Application framework adalah library yang terdiri dari software yang digunakan oleh developer untuk mengembangkan struktur aplikasi. Application framework berfungsi sebagai alat untuk membuat template dan struktur aplikasi menggunakan cara yang lebih efisien dan lebih cepat.

Berikut ini adalah beberapa contoh application framework yang paling populer dan sering digunakan saat ini.

Ionic adalah platform open source yang menyediakan pengembangan aplikasi mobile cross-platform. Keuntungan menggunakan framework Ionic adalah developer apps dapat menggunakan elemen UI default seperti forms, filters, action sheets, list views, tab bars, dan navigation menu dalam disain aplikasi yang dibuat.

Apalagi jika Anda sudah terbiasa dengan CSS, JavaScript, atau HTML, maka menggunakan framework Ionic menjadi lebih mudah untuk dikelola. Ionic mendukung sistem operasi Android dan iOS terbaru.

Xamarin adalah framework yang digunakan untuk membangun aplikasi dengan menggunakan bahasa pemrograman C# untuk Android, iOS, dan Windows phone. Xamarin merupakan alat yang andal yang memberikan kinerja fleksibel dan didukung oleh Microsoft. 

Dengan interface yang mudah dipahami Xamarin sangat cocok digunakan untuk membangun aplikasi dengan mudah.

React Native adalah framework cross-platform yang dikembangkan langsung oleh tim Facebook untuk membuat aplikasi Android dan iOS. Seperti yang Anda ketahui banyak framework yang bisa digunakan untuk membuat aplikasi Android dan iOS, akan tetapi React Native memiliki perbedaan dengan framework lainnya. 

Dengan menggunakan React Native dapat membuat Anda lebih efisien dan mempercepat waktu develop aplikasi.

jQuery adalah library JavaScript yang siap untuk digunakan dan memiliki berbagai plugin seperti Image Slider, Content Slider, Pop-Up Box dan lain-lain. Menggunakan jQuery jauh lebih mudah dibandingkan menggunakan library JavaScript, karena lebih sedikit kode yang ditulis untuk mendapatkan fitur yang sama dibandingkan dengan library lain.

Jadi dengan menggunakan jQuery akan membuat tampilan aplikasi lebih sederhana, interaktif dan user friendly.

Sencha Touch adalah application framework yang didukung oleh HTML5 dan CSS3, providing APIs, animations dan komponen yang kompatibel dengan platform browser seluler saat ini. Sencha Touch menggunakan pola desain MVC untuk membuat kode lebih rapi dan mudah dibaca.

Sudah Mengerti Apa itu Framework?

Framework adalah platform yang tepat untuk membuat website atau aplikasi yang responsif dan lebih menarik. Dengan bantuan framework, Anda bisa membuat website atau aplikasi dengan lebih cepat dan aman.

Di artikel ini, kami sudah membahas banyak pilihan jenis framework yang dapat Anda gunakan. Anda dapat memilih framework sesuai dengan kebutuhan Anda.

Semoga artikel ini berguna bagi Anda. Jika memiliki pertanyaan, jangan sungkan untuk meninggalkan komentar di bawah ini.

1
David Kurniawan A Technical Content Writer at Niagahoster, specializing in Virtual Private Servers (VPS), WordPress, and Internet Marketing. David is eager to help people to improve their business on the internet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 − six =

[{"code":""
[{"code":""
"label":"Coba Lagi"
"label":"Coba Lagi"
"win":false}
"win":false}
{"code":"HOSTING50"
{"code":"HOSTING50"
"label":"Extra Diskon 50rb "
"label":"Extra Diskon 50rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":"HOSTING20"
{"code":"HOSTING20"
"label":"Extra Diskon 20rb "
"label":"Extra Diskon 20rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":"HOSTING100"
{"code":"HOSTING100"
"label":"Extra Diskon 100rb "
"label":"Extra Diskon 100rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":""
{"code":""
"label":"Belum Beruntung"
"label":"Belum Beruntung"
"win":false}
"win":false}
{"code":"HOSTING20"
{"code":"HOSTING20"
"label":"Extra Diskon 20rb "
"label":"Extra Diskon 20rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":""
{"code":""
"label":"Coba Lagi"
"label":"Coba Lagi"
"win":false}
"win":false}
{"code":"HOSTING50"
{"code":"HOSTING50"
"label":"Extra Diskon 50rb "
"label":"Extra Diskon 50rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":"HOSTING20"
{"code":"HOSTING20"
"label":"Extra Diskon 20rb "
"label":"Extra Diskon 20rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":"FREESHIPPING"
{"code":"FREESHIPPING"
"label":"Coba Lagi"
"label":"Coba Lagi"
"win":false}
"win":false}
{"code":""
{"code":""
"label":"Sedikit Lagi! "
"label":"Sedikit Lagi! "
"win":false}
"win":false}
{"code":"HOSTING50"
{"code":"HOSTING50"
"label":"Extra Diskon 50rb "
"label":"Extra Diskon 50rb "
"win":true}]
"win":true}]