Yasin K Yasin K is a Technical Content Writer for Niagahoster Blog. Other words are unimportant things you will never need to know. Let the content speak for itself :)

Ingin Tau Cara Menjadi Web Developer? Yuk Simak Tipsnya!

5 min read

web developer

Web developer menjadi salah satu pekerjaan yang banyak dicari. Menariknya sektor web development (di mana web developer bekerja) merupakan salah satu bidang yang mempunyai lapangan kerja dengan penawaran tinggi. Tidak mengherankan jika sektor ini dilirik dan diminati oleh banyak orang.

Nah! Bagi Anda yang ingin belajar mengenai web development dan ingin mengetahui cara menjadi web developer, caranya cukup mudah. Namun sebelum mempelajari lebih lanjut, sebaiknya Anda mengetahui apa sih berbagai macam hal yang perlu dipelajari untuk menjadi web developer.

Apa Itu Web Developer?

Web developer merupakan pekerjaan programmer yang bertugas untuk membuat berbagai aplikasi dan website untuk klien dan perusahaan. Banyak perusahaan berlomba-lomba membuat website.

Ini menjadi peluang bagi orang yang ingin terjun di dunia web development. Semakin banyak perusahaan yang ingin membuat website semakin banyak pula kebutuhan seorang web developer.

Bagi Anda yang ingin menjadi web developer tentunya harus mempunyai tujuan yang jelas. Apakah Anda ingin menyelami karir sebagai senior developer, membuat jasa pembuatan website, atau hanya sekedar membuat toko online.

Langkah pertama cara menjadi web developer adalah menentukan tujuannya sehingga lebih jelas membuat keputusan tentang apa saja yang perlu dipelajari.

Apa Pekerjaan dan Jobdesk Web Developer?

Sekarang di dunia kerja ada tiga pilihan karir di web developer, yaitu Front-end Developer, Back-end Developer, dan Full-stack Developer. Apa saja sih pekerjaan dan jobdesk masing-masing karir tersebut? Yuk simak ulasannya di bawah ini.

1. Front End Developer

Front end developer adalah profesi yang bertanggung jawab untuk mengembangkan website dari sisi tampilan dengan menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript.

Cara Menjadi Web Developer

Seorang front-end developer mengurusi desain website secara keseluruhan. Mulai dari menu (development, design, marketing, company), tombol interaksi (menampilkan banner ebook gratis), dan gambar untuk meningkatkan pengalaman user saat membuka website.

Nama front-end sendiri dianggap sama dengan halaman muka sebuah toko yang menampilkan gambaran umum atau informasi sebelum orang mau masuk ke dalamnya.

Itulah mengapa seorang front-end dituntut untuk kreatif dan memiliki skill desain yang cukup –paling tidak tahu tentang desain. Seorang front-end juga memikirkan bagaimana alur sebuah website, bagaimana seorang pengunjung harus berinteraksi, proses navigasi, dan juga kenyamanan pengunjung selama berselancar di dalam website.

Nah untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, selain mengetahui mengenai desain, seorang front-end setidaknya harus menguasai beberapa bahasa pemrograman, seperti HTML, CSS, dan JavaScript.

1. Hypertext Markup Language (HTML)

Seorang pengembang website menggunakan HTML untuk menyusun dan membuat bagian paragraf, heading, link atau tautan, dan juga blockquote untuk halaman website.

HTML merupakan bahasa pemrograman yang sudah cukup lama digunakan untuk mengembangkan website. Bahasa ini merupakan poin utama yang harus diketahui oleh orang yang ingin terjun di dunia pemrograman.

Anda tidak perlu khawatir karena bahasa pemrograman ini terkenal mudah untuk dipelajari. Saat menggunakan HTML, Anda akan berhubungan dengan struktur kode sederhana seperti tag dan atribut untuk mark up halaman website. Contohnya ketika Anda membuat sebuah paragraf, cukup memasukkan sebuah teks di antara tag pembuka <p> dan penutup </p>.

Jika Anda ingin belajar lebih jauh mengenai HTML bisa mengikuti artikel Belajar HTML Lengkap untuk Pemula yang sudah kami bahas sebelumnya.

2. Cascading Style Sheets (CSS)

CSS membantu Anda untuk membuat tampilan website yang modern dan menarik.

Fungsi utama dari CSS ini untuk memisah antara konten dengan tampilan visual di website. Anda bisa mengatur tampilan elemen website yang tertulis dalam bahasa mark up, seperti HTML. Nah, melalui CSS Anda bisa mengubah warna, posisi, dan ukuran elemen di dalam website dengan sangat mudah.

CSS pun juga dapat membuat fungsi-fungsi yang cukup kompleks seperti membuat dropdown menu. Anda bisa mengintip di artikel kami ‘Cara Membuat Menu Dropdown CSS Mudah’. Selain HTML, CSS juga dapat dikombinasikan dengan JavaScript.

3. JavaScript

Anda tentunya ingin membuat website yang sempurna navigasi dan tampilannya, semua itu bisa Anda wujudkan menggunakan JavaScript. Memanfaatkan JavaScript, Anda bisa membuat berbagai fitur dari yang sederhana sampai dengan yang paling kompleks. Misalnya saja layout, galeri, tombol, carousel, dan lain sebagainya.

JavaScript juga mampu membuat berbagai animasi dua dimensi maupun tiga dimensi, bahkan aplikasi yang berhubungan dengan database jika Anda mau mengembangkannya.

Nah! Kelebihan JavaScript dibandingkan dengan bahasa pemrograman sejenisnya adalah banyaknya framework yang tersedia.

Selebihnya mengenai JavaScript dapat Anda baca di artikel Panduan Belajar JavaScript Untuk Pemula.

Itulah tiga poin yang setidaknya dipahami untuk menjadi seorang web developer khususnya bagian front-end. Ingin tahu poin lainnya? Silakan baca di artikel 10 Skill Yang Harus Dimiliki Front End Developer yang juga sudah kami bahas sebelumnya.

2. Back End Developer

Backend developer adalah profesi yang bertugas untuk mengatur bagian belakang website, seperti server, penerimaan data dari front end, dan lain-lain.

Jika front-end berurusan dengan tampilan depan, back-end developer berurusan dengan penulisan kode yang tidak terlihat oleh pengunjung. Umumnya back-end developer berurusan dengan berbagai peningkatan dan perbaikan fungsi sistem, API, library, dan lain sebagainya.

Ada beberapa poin yang setidaknya dipelajari jika Anda ingin menjadi seorang back-end developer.

1. Structured Query Language (SQL)

Anda tahu database? Nah SQL ini berguna saat Anda ingin mengumpulkan berbagai informasi pengunjung. Saat pengunjung mendaftar atau mengisi form dan melakukan submit, SQL bertugas untuk mengeksekusi sebuah perintah untuk mengambil data tersebut disimpan ke dalam database.

Jadi Anda dapat menyimpan informasi seperti username, password, nama, dokumen, dan lain sebagainya menggunakan SQL.

SQL juga bisa Anda manfaatkan untuk menampilkan informasi yang sebelumnya tersimpan di dalam database. Selain menyimpan dan menampilkan informasi di dalam database, SQL juga dapat menghapus dan menyunting informasi di dalam database.

Tentunya sangat banyak fungsi SQL di dalam berjalannya sebuah website. Ketika Anda membuat form sign up, login, form pendaftaran, pemesanan, dan lain sebagainya, itu semua tidak pernah lepas dari yang namanya SQL.

2. Hypertext Preprocessor (PHP)

Pasti pernah melihat form login atau sign-up kan ya? Nah! Berbagai form tersebut biasanya dibuat menggunakan bahasa pemrograman PHP. Tidak hanya sampai di situ, PHP juga dapat membuat tampilan website Anda menjadi lebih menarik, dinamis (menyesuaikan perangkat pengunjung), dan mempunyai fungsionalitas yang maksimal.

Apa bedanya dengan HTML? Website yang tersebut menggunakan HTML saja hasilnya masih statis (tidak responsif) sehingga tampilannya terkesan biasa saja dan monoton. Sedangkan ketika dikombinasikan cmsdengan PHP, website dapat berjalan lebih maksimal dan tampilannya maupun navigasinya lebih menarik.

Selain itu, proses input dan output dengan database akan lebih mudah dilakukan jika menggunakan PHP daripada HTML. Bagaimana caranya? Anda bisa mengikuti artikel kami ‘Cara Membuat CRUD Dengan PHP Dan MySQL’ untuk mempelajari dasar-dasar dari penggunaan PHP dengan database.

Selengkapnya mengenai PHP dapat Anda baca di artikel ‘Pengertian PHP dan Fungsinya’.

Baca juga: Belajar PHP untuk Membuat Web? Gratis di 8 Website Ini

3. Full Stack Developer

Seorang full stack developer adalah gabungan dari keduanya, harus mengurusi front-end sampai dengan back-end. Jadi Full Stack Developer dituntut tidak hanya mempunyai keahlian dalam mengembangkan bagian depan website saja melainkan juga di dalamnya.

Selain itu, seorang full stack developer setidaknya mempunyai pengetahuan tentang manajemen server, API, websocket, database, pemrograman, dan struktur website. Penting juga untuk memahami disiplin ilmu lain yang berhubungan dengan tampilan depan seperti user experience (UX) dan user interface (UI). Ingin coba?

Baca juga: Menentukan Warna Efektif untuk Desain Website Anda

5+ Tips Menjadi Web Developer Sukses

ilustrasi tips menjadi web developer sukses

Nah, berikut beberapa tips supaya Anda bisa menjadi web developer yang sukses. Apa saja?

1. Lakukan Perencanaan Proyek

Merencanakan proyek memang terdengar ribet. Namun, ini sangatlah penting karena mempunyai banyak manfaat bagi Anda, lho. Mulai dari bisa menghemat waktu, mengurangi stres saat deadline mendekat, hingga meningkatkan kemungkinan selesai tepat waktu.

Lalu, bagaimana cara merencanakan proyek? Simpel! Anda bisa menuliskan apa saja proyek yang hendak Anda kerjakan di kertas, di aplikasi notes, atau memanfaatkan tools seperti Trello dan Quire.

2. Selalu Update

Dunia web developer cukup cepat berkembang. Jadi, Anda akan ketinggalan jika tidak selalu update mengikuti berita atau perubahan di dunia web developer. Maka dari itu, setidaknya setiap hari bukalah portal berita atau website yang membahas tentang web developer.

Berikut beberapa contoh website agar Anda selalu update dengan dunia web developer:

3. Jangan Takut untuk Bertanya

Anda pasti tak asing dengan peribahasa “Malu bertanya sesat di jalan”. Nah, peribahasa tersebut juga berlaku untuk web developer. Ada banyak hal yang harus dipelajari dan diingat sebagai web developer, jadi maklum kalau Anda lupa atau tidak tahu semua hal.

Maka dari itu, jangan takut untuk bertanya. Anda bisa bertanya ke sesama teman web developer lain, bergabung di komunitas web developer, atau sekedar tanya Mbah Google.

4. Coba Ikut Course Online

Sekarang, situs belajar online sudah menjamur. Alhasil, siapapun bisa belajar topik apapun dengan biaya yang ramah di kantong. Pun begitu dengan course online web developer.

Dengan ikut course online, Anda akan belajar dari mentor yang sudah berpengalaman. Sehingga skill Anda tentu akan membaik dan bisa membantu Anda menjadi web developer sukses ke depannya.

5. Teliti Saat Bekerja

Sebagai web developer, Anda harus teliti saat bekerja. Kenapa demikian? Sebab, satu kesalahan kecil saja bisa membuat website tak berfungsi semestinya. Misalnya, muncul bug atau error saat pengunjung mengkliknya.

Maka dari itu, Anda harus teliti saat bekerja dan tak perlu terburu-buru mengerjakan sesuatu. Sebaiknya, cek ulang lagi dari awal sebelum Anda serahkan proyek tersebut ke atasan atau ke klien.

Baca Juga: Denny Triana: A Day in the Life of Engineering Manager

6. Selalu Komunikasikan Apapun

Komunikasi adalah hal yang penting dalam setiap pekerjaan. Terutama web developer yang harus berurusan dengan klien atau atasan. Jika ada penjelasan atau permintaan dari klien yang kurang jelas, sebaiknya Anda langsung bertanya di awal.

Begitu juga saat ada masalah di tengah proyek. Segera komunikasikan masalah tersebut ke klien atau atasan agar Anda bisa mencari solusi bersama-sama. Dengan begitu, proyek bisa selesai dengan tepat waktu dan hasilnya memuaskan.

Baca Juga: 5+ Tips Menjadi WordPress Developer Handal

Penutup

Tidak ada yang mustahil untuk menjadi web developer. Bermodalkan pengetahuan yang cukup dan tujuan yang benar, Anda pun bisa menjadi seorang web developer yang sukses.

Apa pun jenis developer yang Anda pilih, semua ada pasarnya masing-masing. Jadi tidak perlu khawatir karena Anda bisa memilih menjadi front end developer, back end developer, atau full stack developer.

Pilihlah jenis developer yang sesuai dengan minat dan kemampuan Anda.

Sekian dulu artikel dari kami. Semoga artikel cara menjadi web developer ini bisa membantu Anda untuk mewujudkan impian tersebut. Jika Anda masih mempunyai beberapa pertanyaan, jangan sungkan untuk mengirimkannya melalui kolom komentar di bawah ini. Semoga bermanfaat!

Yasin K Yasin K is a Technical Content Writer for Niagahoster Blog. Other words are unimportant things you will never need to know. Let the content speak for itself :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *