Categories: Marketing

Apa Itu Experiential Marketing? Kenapa Penting Bagi Bisnis di 2020?

Sebelum scroll ke bawah, coba Anda jawab pertanyaan ini terlebih dahulu. Menurut Anda, apa yang membuat orang rela mengeluarkan uang dan antri berjam-jam untuk membeli tiket konser? Padahal mereka bisa rebahan di kasur sambil mendengarkan lagu yang sama persis dari Spotify atau YouTube, kan?

Yup, betul! Jawabannya adalah karena pengalaman yang diberikan.

Dengan menonton konser, mereka tak hanya mendengarkan lagu, tapi kelima panca indera-nya juga aktif. Mereka bisa merasakan atmosfernya, melihat pemusik favoritnya secara langsung, bertemu dengan sesama penggemar, dan pengalaman lain yang tak akan bisa dirasakan dari rumah.

Nah, pengalaman unik yang tak ada duanya bagi konsumen Anda inilah yang berusaha dicapai oleh experiential marketing. Terdengar menarik, bukan? Maka dari itu, yuk simak artikel ini sampai selesai!

Apa Itu Experiential Marketing?

Singkatnya, experiential marketing adalah strategi pemasaran yang memberikan pengalaman khas brand Anda kepada konsumen. Hasilnya, brand Anda akan lebih “hidup” dan membekas di hati konsumen karena mereka aktif berinteraksi dengannya. Alih-alih hanya melihatnya sekilas dari iklan di TV atau banner di suatu website, misalnya.

Kenapa Experiential Marketing Penting Bagi Bisnis?

Ada tiga alasan kenapa Anda harus mempertimbangkan untuk menjalankan experiential marketing di tahun 2020 ini (atau tahun-tahun selanjutnya). Apa saja itu?

1. Membangun Koneksi dengan Konsumen

Seperti yang Anda tahu, di zaman serba digital ini iklan bisa muncul di mana-mana. Mulai dari televisi, radio, website, media sosial, di dalam aplikasi, video game, video YouTube, jeda lagu Spotify, hingga di bak truk sekalipun.

Maka dari itu, orang-orang sudah kebal dengan iklan dan justru menganggapnya sebagai pengganggu. Efeknya, mereka tak merasakan koneksi personal dengan brand yang diiklankan sama sekali. Kalau sudah begini, bagaimana iklan tersebut bisa menarik konsumen coba?

Nah, experiential marketing bisa menjadi solusi terbaik dari masalah di atas, lho. Sebab, experiential marketing ini bukanlah sekedar “iklan yang numpang lewat” saja. Melainkan, ia berfokus untuk memberikan pengalaman unik bagi calon konsumen sehingga bisa membangun koneksi personal. Hasilnya, promosi yang Anda lakukan akan lebih efektif karena membekas di hati dan pikiran konsumen.

2. Meningkatkan Loyalitas Konsumen

Apa yang terjadi kalau Anda berhasil membangun koneksi personal dengan konsumen? Yup, mereka akan setia dengan brand Anda. Konsumen yang setia itu adalah aset berharga yang diidamkan oleh semua bisnis, lho. Saking berharganya, kami sudah menuliskan artikel terpisah mengenai strategi menjaga kesetiaan konsumen di → Customer Retention: 11 Strategi Jitu Meningkatkan Profit

Tak heran karena konsumen yang setia bisa membawa berbagai keuntungan bagi bisnis Anda kedepannya. Seperti selalu membeli produk dari Anda tanpa pikir panjang dan sukarela mempromosikannya ke khalayak. Kedua hal ini akan mustahil dicapai jika konsumen tidak mempunyai koneksi personal dengan suatu brand.

3. Meroketkan Brand Awareness Anda

Seperti yang sudah kami singgung di atas, konsumen yang setia akan mempromosikan bisnis Anda ke mana-mana. Mulai dari word-of-mouth ke orang-orang terdekatnya, hingga promosi ke seluruh jagat maya melalui media sosial mereka.

Oh ya, promosi dari konsumen setia itu efeknya luar biasa, lho. Sebab, 92% orang lebih mempercayai rekomendasi dari orang lain daripada iklan dari brand tersebut. Walaupun orang itu tak mengenal satu sama lain. Wow!
Kalau sudah begini, brand awareness dan reputasi bisnis Anda pasti juga akan meroket. Efeknya, profit akan meningkat karena banyaknya pembeli baru yang datang dari promosi konsumen setia Anda tadi. Enak sekali, kan?

5 Jenis Experiential Marketing Beserta Contohnya

Agar Anda mendapat gambaran lebih jelas, di bawah ini kami akan memberikan jenis-jenis beserta contoh experiential marketing yang bisa dicoba.

1. Pameran Produk

Alih-alih menjelaskan panjang lebar mengenai manfaat produk, biarkan konsumen merasakan sendiri produk tersebut secara langsung. Simpel, bukan? Namun walaupun begitu, pameran produk ini berhasil membantu 65% konsumen untuk memahami produk dengan lebih baik daripada iklan biasa, lho.

Nah, pameran produk ini bisa Anda lakukan dengan dua cara: menggelar event khusus atau sekedar menaruh produk baru Anda di toko.
Contoh experiential marketing pertama bisa Anda lihat pada PlayStation Events.

Sumber gambar: GamesIndustry

Event ini merupakan acara tahunan untuk memamerkan daftar video games yang akan dirilis di konsol PlayStation pada tahun tersebut. Sepanjang event berjalan, para pengunjung bisa mencoba memainkan semua video games tersebut di booth yang sudah disediakan.

Sedangkan contoh kedua bisa Anda temukan dengan mudah di toko smartphone resmi seperti Apple Store atau Mi Store. Biasanya, beberapa smartphone rilisan terbaru dan terpopuler akan ditaruh di atas meja sehingga pengunjung bisa mencoba semua fiturnya dengan bebas.

2. Seminar

Menjalankan seminar atau workshop itu tak hanya membangun koneksi, tapi juga mengedukasi konsumen Anda di saat yang sama. Jenis experiential marketing ini juga tak kalah populer dari pameran produk dan sudah diterapkan oleh bisnis besar maupun kecil. Bahkan, mungkin Anda juga pernah menjadi peserta dari experiential marketing ini.

Oh ya, seminar tak harus dijalankan secara offline, lho. Anda juga bisa melakukannya secara online dengan webinar. Apa itu webinar? Temukan penjelasan lengkap serta panduan menjalankannya di → Webinar: Strategi Marketing Paling Gres untuk Bisnis Online

Untuk contoh experiential marketing seminar ini tak perlu jauh-jauh. Di Niagahoster sendiri kami rutin menjalankan seminar gratis baik offline maupun online seperti di bawah ini:

3. Event

Pada experiential marketing, event itu tak hanya terbatas pada event pameran produk seperti nomor satu di atas. Namun, semua event seperti konser, festival, dan lain sebagainya. Tinggal bagaimana tingkat kreativitas Anda dan jenis kecocokan dengan bisnis yang dijalankan. Semakin unik dan kreatif event Anda, semakin memorable pula di hati konsumen.

Contoh experiential marketing event yang unik bisa Anda temukan pada event bernama Building a Better Bay Area yang diselenggarakan oleh Google pada tahun 2015 silam. Ceritanya, Google berniat menyumbang $5,5 juta ke beberapa organisasi nonprofit yang ada di Bay Area.

Namun alih-alih langsung menyumbangkan uang tersebut, Google mengadakan event terlebih dahulu. Event ini mengajak publik untuk memilih jenis organisasi nonprofit apa saja yang pantas mendapatkan uang tersebut. Voting dilakukan secara online dengan hastag #GoogleImpactChallenge dan offline dengan menyebar poster di Bay Area.

Sumber gambar: Financial Express

4. User Generated Content

User Generated Content (UGC) adalah konten yang dibuat oleh pengguna dari produk Anda. Entah itu gambar, video, suara, dan lain sebagainya.

UGC termasuk dalam experiential marketing karena Anda mengajak konsumen untuk terlibat secara langsung dalam pemasaran produk. Ini tentu saja adalah pengalaman yang memorable karena Anda menghargai konsumen dan membuat mereka merasa menjadi bagian dari brand.

Karena terlalu panjang untuk dijelaskan disini, Anda bisa membaca tentang UGC lebih jauh beserta contohnya di artikel → 5+ Cara Maksimalkan Strategi Marketing dengan User Generated Content

5. Pengalaman Imersif

Bisa dikatakan, pengalaman imersif adalah mengajak konsumen untuk benar-benar masuk dan merasakan dunia dari produk Anda. Anda bisa memanfaatkan teknologi canggih seperti Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), dan Mixed Reality (MR). Atau bisa juga dengan mengubah dunia nyata menjadi mirip dengan dunia yang ada di dalam produk Anda.

Jenis experiential marketing ini masih sangat jarang diterapkan. Tak heran karena menggunakan teknologi yang cukup canggih. Sehingga membutuhkan budget yang cenderung lebih besar dibandingkan jenis yang lainnya.

Contoh experiential marketing ini di Indonesia bisa Anda temukan pada KCMTKU. Perusahaan kacamata ini menyediakan fitur bernama Virtual Try-on yang menggunakan teknologi Augmented Reality (AR). Di websitenya, para pengunjung bisa “mencoba” berbagai model kacamata via kamera HP/laptopnya.

Sedangkan untuk contoh Pengalaman Imersif berskala besar, Anda bisa menengok AMC di event SXSW pada tahun 2017 lalu. Tujuannya experiential marketing ini adalah untuk mempromosikan serial TV Breaking Bad dan Better Call Saul buatan AMC. Di event ini, AMC membuka restoran fiktif yang muncul di serial tersebut, lengkap dengan menu yang bisa dipesan dan aktor aslinya yang memang menjadi pegawai di serialnya

7 Tips Menerapkan Experiential Marketing di Bisnis Anda

Sampai di sini pasti Anda sudah paham apa itu experiential marketing, kan? Namun, jangan terburu-buru dulu untuk membuat konsep experiential marketing, ya! Sebab, kami ada beberapa tips yang patut Anda perhatikan agar experiential marketing bisa sukses dan viral. Apa saja itu?

1. Punya Tujuan yang Jelas

Menentukan tujuan yang jelas adalah langkah penting yang tak bisa Anda lewatkan, lho. Sebab, tujuan bisa membantu Anda memahami apa yang sebenarnya hendak dicapai dengan experiential marketing. Sehingga Anda bisa lebih fokus dan mempermudah membuat konsep experiential marketing yang akan dijalankan.

Beberapa contoh tujuan experiential marketing adalah:

  • Memperluas brand awareness
  • Mendapatkan leads
  • Mengenalkan produk baru
  • Mempromosikan layanan/produk tertentu

2. Asli dan Tidak Dibuat-buat

Maksud utama experiential marketing adalah untuk membangun koneksi personal dengan konsumen Anda. Jadi wajar kalau experiential marketing itu haruslah asli dan tak dibuat-buat. Dengan kata lain, experiential marketing wajib mencerminkan identitas brand Anda selama ini.

Maka dari itu, Anda harus berfokus pada apa yang membuat brand Anda unik saat merencanakan konsep experiential marketing. Tunjukkan apa yang membuat Anda berbeda dari kompetitor sejenis. Serta, pamerkan apa yang membuat konsumen mencintai brand Anda.

3. Harus Menceritakan Sesuatu

Semua experiential marketing yang sukses selama ini mempunyai cerita di baliknya, lho. Tak percaya? Coba Anda scroll ke atas dan amati contoh-contoh experiential marketing yang sudah kami berikan. Pasti semuanya menggunakan teknik storytelling untuk bisnis yang memang terbukti ampuh.

Sebab, cerita adalah salah satu cara paling powerful untuk meninggalkan kesan yang mendalam pada konsumen Anda. Lewat cerita, Anda menyadari dan mengakui kesulitan yang dimiliki konsumen. Serta di saat yang sama, juga menawarkan solusi melalui brand Anda. Semakin personal dan relevan cerita Anda, semakin besar kemungkinan experiential marketing akan sukses.

4. Jangan Lupa Follow Up

Memang, experiential marketing itu seringnya hanyalah event yang terjadi sekali atau dalam waktu terbatas. Namun, bukan berarti experiential marketing akan selesai saat event sudah bubar, ya. Experiential marketing berjalan terus karena Anda harus menjaga momentum dengan tetap berkomunikasi dengan konsumen.

Bagaimana caranya? Anda bisa menerapkan email marketing, menghubungi lewat media sosial, hingga mengirim surat sekalipun setelah event selesai. Lalu, singgung kembali cerita atau pesan-pesan yang Anda sampaikan di experiential marketing.

Dengan begitu, brand Anda akan tetap terngiang-ngiang di kepala konsumen walau event sudah lama selesai. Plus, Anda juga akan mendapatkan leads yang sangat berharga bagi bisnis ke depannya.

5. Minta Feedback dari Konsumen

Tidak setiap hari Anda berhubungan langsung dengan konsumen, bukan? Maka dari itu, experiential marketing merupakan waktu yang tepat bagi Anda untuk mendapatkan feedback dari konsumen.

Baca juga: Cara Membuat Review di WordPress

Anda bisa minta feedback terkait bagaimana konsumen melihat brand Anda, apa yang konsumen sukai dari experiential marketing ini, dan lain sebagainya. Tak usah takut untuk bertanya ini itu, karena kemungkinan besar konsumen Anda akan dengan senang hati menjawabnya.

6. Mendorong Social Sharing

Seperti yang Anda ketahui, experiential marketing adalah wadah bagi konsumen untuk aktif berinteraksi dengan brand. Nah, experiential marketing yang bagus itu tak hanya memberikan interaksi secara langsung, tapi juga di dunia maya.

Maka dari itu, experiential marketing Anda sebaiknya bisa mendorong konsumen untuk berbagi momen tersebut di media sosialnya (social sharing). Entah melalui User Generated Content, penggunaan hashtag tertentu, kontes online, dan lain sebagainya.

Social sharing juga bisa menjadi ajang untuk promosi gratis brand Anda, lho! Jadi sebaiknya, Anda gabungkan saja experiental marketing dengan social media marketing agar social sharing ini bisa terwujud.

7. Bisa Diukur

Bagaimana Anda tahu kalau experiential marketing itu sukses atau gagal? Yup, dengan mengukurnya. Mengukur strategi pemasaran bisa membantu Anda untuk mengetahui apa yang perlu diperbaiki, apa yang perlu ditingkatkan, hingga merencanakan strategi pemasaran selanjutnya.

Oh ya, metrik pengukuran yang digunakan bisa berbeda-beda tergantung tujuan experiential marketing Anda. Misalnya, tujuan Anda untuk meningkatkan brand awareness. Nah, berarti metrik untuk mengukurnya adalah mention di media sosial, jumlah likes, sharing, dan lain sebagainya.

Siap Menerapkan Experiential Marketing untuk Strategi Pemasaran Anda Selanjutnya?

Ternyata experiential marketing itu unik dan menarik, bukan? Experiential marketing adalah solusi terbaik untuk menarik perhatian konsumen di dunia yang penuh dengan iklan ini. Serta di saat yang sama juga bisa untuk membangun koneksi personal yang membekas dengan konsumen Anda. Win-win solution pokoknya!

Nah, sekarang saatnya bagi Anda untuk membuat konsep experiential marketing sendiri! Bagaimana caranya? Anda bisa mengambil inspirasi dari beberapa contoh brand terkemuka di atas atau membuat konsep experiential marketing sendiri dari awal. Sesuaikan saja dengan budget, tujuan, dan jenis bisnis Anda. Intinya, asal Anda menerapkan tips-tips di atas, kemungkinan besar experiential marketing akan sukses!

Oh ya, experiential marketing ini hanyalah satu dari banyaknya strategi pemasaran yang bisa Anda terapkan untuk bisnis, lho! Jika Anda penasaran dan ingin mencoba strategi pemasaran yang lain, langsung klik saja → 11+ Strategi Pemasaran Efektif untuk Bisnis Anda. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Mirza M. Haekal

Mirza is a member of SEO Team at Niagahoster. His mission is trying to help as many people as possible through his contents. He loves fantasy and sci-fi stories, ranging from video games, TV series, comics, movies, and books.

Share
Published by
Mirza M. Haekal

Recent Posts

7 Cara Menulis Deskripsi Produk yang Jitu dan Menjual

Ketika berbisnis online, entah di marketplace atau website, banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk menunjang penjualan. Salah satunya, menulis…

15 hours ago

Panduan Lengkap Facebook Shop untuk WooCommerce Bagi Pemula (2020)

Anda sudah memiliki website WooCommerce, tapi belum memanfaatkan platform lain untuk memasarkan bisnis? Kami sarankan Anda untuk menggunakan Facebook Shops. …

2 days ago

Ingin Menjadi WordPress Developer? Ini Dia Tipsnya!

WordPress dikenal sebagai salah satu CMS (Content Management System) terbaik. Lebih dari 34 persen seluruh website di internet saat ini…

3 days ago

10 Rekomendasi CSS Framework Terbaik untuk Developer

Desain front-end menjadi bagian yang sangat penting di website atau aplikasi. Bukan cuma untuk meningkatkan impresi positif suatu brand saja.…

3 days ago

Ingin Punya Blog Keren Tanpa Ribet? Bikin di WordPress Aja!

Pernahkah Anda mengunjungi blog dengan tampilan yang memukau dan konten yang menarik? Saking bagusnya blog tersebut, Anda jadi terinspirasi untuk…

4 days ago

Rahasia Sukses UMKM Go Online: Siapkan 4 Hal Ini!

Tahukah Anda? Persentase UMKM di Indonesia yang sudah go online baru sekitar 15% saja. Atau lebih tepatnya, hanya 9,4 juta…

5 days ago