Aldwin Nayoan Aldwin is a content writer at Niagahoster. Specializing in web hosting and WordPress, he is eager to help people uplevel their business on the internet. Apart from being a tech junkie, Aldwin likes fiction and photography.

Wajib Tahu! 50 Perintah CMD dan Fungsinya

22 min read

Featured image perintah CMD

Menjalankan perintah CMD di Command Prompt adalah cara alternatif untuk mengoperasikan perangkat Windows. Dengannya,  Anda dapat melakukan berbagai hal. Misalnya menyalin file atau memperbaiki error pada hard drive.

Namun, Anda perlu tahu perintah apa saja yang dapat digunakan untuk melakukan hal tertentu. Di artikel ini, Anda akan mempelajari 50 perintah CMD beserta fungsinya. Selamat membaca!

Apa Itu Perintah CMD?

Command Prompt atau CMD adalah aplikasi command line interpreter (CLI) yang ada di sistem operasi Windows. Perintah-perintah dalam CMD berfungsi untuk melakukan berbagai operasi di komputer Anda.

Sebenarnya, perintah-perintah tersebut sudah ada sejak jaman MS-DOS. Namun, pengguna awam Windows sudah jarang menggunakan perintah CMD karena fungsi yang sama sekarang lebih mudah diakses melalui menu.

Meski demikian, perintah CMD memberikan kendali lebih atas pengoperasian komputer Anda. Ragamnya memang banyak. Namun, jangan khawatir. Anda dapat menggunakan daftar yang ada di artikel ini sebagai contekan!

Daftar Lengkap Perintah CMD dan Fungsinya

Sebelum masuk ke dalam daftar perintah CMD ini, perlu Anda ketahui bahwa tidak semua perintah dapat digunakan di seluruh versi Windows. Untuk tahu mana saja perintah dasar CMD yang bisa Anda pakai,  simak penjelasan di bawah ini.

1. append

Didukung di: semua versi kecuali Windows 10

Perintah append memungkinkan Anda untuk membuka file yang ada dalam direktori lain, bahkan ketika Anda tidak berada dalam direktori tersebut. Contoh penggunaannya seperti di bawah ini:

append c:\docs;c:\letters edit myfile.txt

Tujuan yang ingin dicapai dengan perintah tersebut adalah membuka dan mengedit file bernama myfile.txt. Jika file tersebut tidak ada di direktori yang sedang Anda buka, maka perintah tadi akan mencarinya di direktori c:\docs dan c:\letters.

Jika Anda ingin menambahkan lebih dari satu direktori pencarian, gunakan tanda titik koma (;) untuk memisahkan masing-masing direktori.

2. arp

Didukung di: semua versi Windows

Sesuai namanya, perintah arp digunakan untuk mengelola ARP atau address resolution protocol. ARP sendiri merupakan bagian dari IP (internet protocol) yang mengarahkan IP address 32-bit ke MAC (medium access control) address.

Berikut adalah salah satu contoh penggunaan perintah arp. Misal saja IP address Anda 220.0.0.160. Jika Anda ingin menggantinya, tinggal menjalankan perintah berikut ini:

arp -s 220.0.0.161 00-50-04-62-F7-23

Dengan perintah tersebut, IP address Anda akan diganti dengan 220.0.0.161.

3. assoc

Didukung di: semua versi setelah Windows 98

Perintah assoc digunakan untuk memeriksa ekstensi file yang diasosiasikan dengan sebuah jenis file. Misalnya, Anda ingin menampilkan keterangan ekstensi .txt. Untuk itu, Anda perlu menjalankan perintah berikut. 

assoc .txt

Setelah Anda memasukkan perintah tersebut akan muncul tulisan .txt=txtfile yang berarti .txt adalah ekstensi untuk file berjenis teks.

Di samping itu, perintah assoc juga dapat dimanfaatkan untuk mengubah atau menghapus pengaosisasian sebuah ekstensi file dengan jenis file. Berikut adalah contoh penggunaannya untuk menghapus:

assoc .txt= 

Jika ingin menggunakan perintah di atas, jangan lupa untuk menambahkan spasi setelah tanda sama dengan (=).

4. at

Didukung di: Windows 2000 dan XP

Perintah at digunakan untuk mengotomatisasi berbagai perintah lainnya pada waktu yang ditentukan. Meskipun hanya didukung di tiga versi lama Windows, at sebetulnya juga dapat digunakan di Vista dan 7 meskipun statusnya sudah deprecated (tidak lagi mendapatkan update atau support).

Mulai di Windows 8, at telah diganti dengan schtasks yang memiliki fungsi serupa. Perintah ini juga akan kami bahas nanti.

Perintah at sendiri memiliki beberapa kegunaan. Apabila Anda hanya mengetikkan at, Command Prompt akan menampilkan daftar perintah yang diotomatisasi.

Perlu diketahui bahwa setiap perintah ini diwakili oleh angka ID. Angka tersebut berguna ketika Anda ingin menghapus otomatisasi perintah yang sudah terdaftar.

Misalnya, perintah di bawah ini akan menghapus otomatisasi perintah dengan ID 1:

at 1 /delete

Jika ingin menghapus semuanya, Anda dapat mengetikkan perintah berikut:

at /delete /yes

Nah, sekarang mari coba membuat otomatisasi perintah dengan contoh berikut:

at 6:50PM /every:5,10,15,20,25 "c:\winnt\task.bat"

Pada contoh tersebut, komputer Anda akan menjalankan file task.bat secara otomatis pada pukul 6:50 malam setiap tanggal 5, 10, 15, 20, dan 25. Sebagai pengingat, Anda hanya dapat menggunakan tanggal untuk menentukan hari pelaksanaan otomatisasi.

Jika /interactive ditambahkan setelah jam pelaksanaan seperti pada contoh di bawah, Anda akan dapat berinteraksi dengan file tersebut ketika dijalankan.

at 6:50PM /interactive /every:5,10,15,20,25 c:\winnt\beep.bat

5. attrib

Didukung di: semua versi Windows

Pernahkah Anda menemukan file yang tidak diinginkan, tetapi tidak dapat Anda hapus? Barangkali atribut file tersebut di-set ke read-only.

Untuk mengubah atributnya, cara yang umum adalah klik kanan pada file tersebut, lalu buka Properties. Di bagian bawah window Properties Anda akan menemukan checkbox untuk mematikan atau menyalakan atribut tadi.

perintah CMD - mengganti atribut file di properties

Namun, Anda juga dapat melakukannya dengan perintah CMD attrib. Contohnya seperti di bawah ini:

attrib -R example.txt

Pada contoh itu,  -R mengisyaratkan penghapusan atribut read-only dari file yang dimaksud. Jika ingin menambahkan atribut, maka tanda minus (-) diganti dengan tanda plus (+).

Selain R, ada tiga atribut lain yang dapat Anda atur dengan perintah attrib:

  • H = hidden, untuk menyembunyikan file dan sebaliknya
  • S = system, menandai bahwa sebuah file digunakan untuk kebutuhan sistem operasi
  • A = archive, menandai bahwa sebuah file belum pernah di-backup

6. bcdedit

Didukung di: semua versi setelah Windows XP

bcdedit adalah perintah yang memungkinkan Anda untuk melakukan tiga hal, yaitu mengelola penyimpanan data boot configuration, menyimpan parameter konfigurasi tersebut, dan mengatur booting sistem operasi.

Format perintah bcdedit sebenarnya sederhana. Berikut contohnya:

bcdedit /command <argument>

/command adalah sub-perintah yang dapat digunakan dengan bcdedit, sedangkan <argument> adalah nama file atau direktori yang dijadikan target perintah ini.

Nah, yang membuat bcdedit cukup rumit adalah banyaknya sub-perintah yang ada di dalamnya. Di bawah ini adalah beberapa sub-perintah beserta fungsinya:

  • /createstore — membuat penyimpanan data boot configuration baru
  • /create — membuat entry baru di sebuah penyimpanan data boot configuration
  • /deletevalue — menghapus sebuah elemen dari boot entry
  • /bootdebug — mengaktifkan boot debugger dalam sebuah boot entry atau sebaliknya

Untuk melihat daftar lengkap sub-perintah bcdedit Anda dapat menjalankan perintah berikut:

bcdedit /?

Jika ingin mengetahui kegunaan dari suatu sub-perintah, Anda tinggal menambahkan namanya setelah perintah tersebut, seperti ini:

bcdedit /? createstore

7. bootsect

Didukung di: semua versi setelah Windows 98

Perintah bootsect digunakan untuk memperbarui master boot code dalam partisi hard drive. Dengan demikian, Anda dapat mengubah tipe boot sequence manager dari NTLDR menjadi BOOTMGR dan sebaliknya.

Misalnya, Anda memerlukan perintah di bawah ini untuk mengubah master boot code untuk partisi :E di komputer Anda:

bootsect /nt52 E:

8. break

Didukung di: semua versi Windows

Tergantung dengan pengaturannya, kombinasi tombol ctrl + C dapat digunakan untuk menghentikan sebuah proses MS-DOS. Misalnya sebuah file batch.

Nah, break adalah perintah yang digunakan untuk menentukan pengaturan itu. Contohnya seperti berikut:

break off

Jika Anda menjalankan perintah tersebut, kombinasi tombol ctrl + C tidak dapat digunakan untuk menghentikan proses MS-DOS. Apabila Anda hanya ingin memeriksa pengaturan ini, ketikkan “break” saja.

9. cacls

Didukung di: semua versi setelah Windows 98

Perintah cacls digunakan untuk memeriksa atau mengubah access control list (ACL) sebuah file. ACL sendiri adalah daftar yang berisi access control entries (ACE). Daftar ini dimanfaatkan untuk menentukan akses file yang dimiliki oleh sebuah user di sebuah komputer.

Syntax cacls cukup sederhana, seperti yang dapat Anda lihat di bawah:

cacls [file name] [sub-command]

Ada beberapa sub-perintah cacls yang dapat digunakan, yaitu:

  • /T — mengganti ACL dari file-file yang ditentukan dalam sebuah direktori dan semua sub-direktori di dalamnya
  • /E — seperti sub-perintah sebelumnya, tapi berfungsi untuk mengubah isi ACL-nya
  • /G user:perm — memberikan permission ke sebuah user
  • /R user — menghapus permission dari sebuah user
  • /P user:perm — mengubah permission sebuah user
  • /D user — menghapus akses file dari sebuah user

Untuk mengisi perm, ada empat kode yang dapat Anda gunakan:

  • n — none (tidak ada akses)
  • r — read (membuka file)
  • w — write (mengubah file)
  • f — full control (akses penuh)

Misalnya, kode di bawah ini dijalankan jika Anda ingin memberikan akses penuh terhadap user bernama user1 untuk file myfile.txt:

cacls myfile.txt /e /g user1:f

Jika sekedar ingin mengetahui ACL sebuah file, Anda tidak perlu menambahkan sub-perintah.

10. call

Didukung di: semua versi Windows

Perintah CMD call digunakan untuk menjalankan sebuah file batch di dalam sesamanya. Contohnya, perintah di bawah akan menjalankan file second.bat di dalam file batch yang sedang berjalan:

call second.bat

Baca juga: Cara Mengaktifkan Telnet di Windows 7

11. change

Didukung di: semua versi setelah Windows XP

Seperti namanya, perintah change berfungsi untuk mengubah pengaturan remote desktop (RD) session host server untuk status logon, COM port mapping, dan mode instalasi. Syntax untuk masing-masing kegunaan tersebut berbeda. Karenanya, kami akan membahasnya satu per satu.

change logon

Perintah change logon mengatur status logon di client session. Misalnya, Anda dapat memperbolehkan logon dengan mengubah statusnya menjadi enabled, seperti di bawah ini:

change logon /enable

Sebaliknya, apabila ingin mencegah logon, gunakanlah perintah berikut:

change logon /disable

Untuk sekedar memeriksa statusnya, jalankan perintah ini:

change logon /query

change port

Anda akan membutuhkan perintah change port ketika ingin mengubah COM port mapping. Sebagai contoh, menjalankan perintah berikut ini akan mengganti COM12 ke COM1:

change port com12=com1

change user

Seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya, change user digunakan untuk mengubah mode instalasi RD session host server. Contoh pemanfaatannya seperti berikut:

change user /execute

Perintah di atas memungkinkan mapping file .ini ke direktori utama. Namun, ini berarti Anda tidak dapat meng-install aplikasi apapun di RD session host server. Untuk memperbolehkannya, gunakan perintah ini:

change user /install

12. chdir

Didukung di: semua versi Windows

Ingin menggunakan perintah CMD untuk navigasi direktori? Bisa! Anda tinggal menggunakan chdir. Dengan perintah ini, Anda dapat kembali ke direktori yang dibuka sebelumnya dengan perintah seperti di bawah ini:

chdir..

Jika perintah tersebut dijalankan, efeknya akan seperti ketika Anda klik tombol back pada File Explorer.

Selain itu, chdir juga dapat digunakan untuk kembali ke direktori utama. Contohnya seperti berikut:

chdir\

Dengan perintah tersebut, dari direktori C:\Windows\COMMAND> Anda dapat lompat ke C:\ dalam sekejap.

Menariknya lagi, Anda dapat membuka sebuah direktori dengan hanya mengetikkan namanya. Misalnya:

chdir\windows\system32

Dengan menjalankan perintah itu, direktori system32 langsung diakses.

Sebagai catatan, Anda juga dapat mengganti chdir dengan cd. Kedua perintah tersebut memiliki fungsi dan syntax yang sama.

13. chkdsk

Didukung di: semua versi Windows

Apakah laptop atau komputer Anda lambat? Sebagai langkah pengecekan pertama, Anda dapat menjalankan perintah chkdsk. Perintah ini berfungsi untuk memeriksa status hard drive Anda. 

Di samping itu, chkdsk juga dapat digunakan untuk mencoba membetulkan hard drive yang error karena bad sector. Jalankan saja perintah berikut ini:

chkdsk d: /r

14. chkntfs

Didukung di: semua versi setelah Windows 98

Fungsi chkntfs berhubungan dengan chkdsk. Dengannya, Anda dapat memerintahkan komputer untuk melakukan pengecekan terhadap semua partisi hard drive dan menjalankan chkdsk pada partisi yang dianggap bermasalah. Perintahnya seperti berikut:

chkntfs /d

15. cipher

Didukung di: semua versi setelah Windows 98

Perintah cipher berhubungan erat dengan enkripsi file dan folder pada hard drive bertipe NTFS. Ada tiga fungsi utama yang dapat Anda manfaatkan dari perintah CMD ini.

Pertama, Anda dapat memeriksa status enkripsi sebuah file atau folder dengan perintah di bawah ini:

cipher /c myfile.txt

Kedua, Anda dapat mengenkripsi sebuah file atau folder dengan mengganti /c dengan /e, seperti pada contoh berikut:

cipher /e myfile.txt

Ketiga, perintah cipher memungkinkan Anda untuk mematikan enkripsi file atau folder dengan sub-perintah /d:

cipher /d myfile.txt

16. clip

Didukung di: semua versi setelah Windows XP

Perintah clip digunakan ketika Anda ingin menyalin output dari sebuah CLI ke clipboard untuk satu alasan atau lain. Syntaxnya pun sangat sederhana; tinggal ketikkan clip di Command Prompt dan tuliskan nama dan ekstensi file yang ingin disalinjalankan. Contohnya seperti ini:

clip readme.txt

17. cls

Didukung di: semua versi Windows

Bagi Anda yang menggunakan Command Prompt untuk berbagai keperluan, perintah cls sangat berguna. Dengan menjalankan perintah tersebut, Anda dapat menghapus semua teks di CMD, baik yang Anda ketikkan maupun outputnya.

Seperti clip, Anda tinggal mengetikkan cls untuk menggunakan perintah ini.

18. cmdkey

Didukung di: semua versi setelah Windows XP

cmdkey digunakan untuk membuat, menghapus, atau melihat username dan password yang digunakan untuk login ke komputer. Perintah ini bermanfaat apabila Anda adalah admin user dari komputer tersebut.

Penggunaannya sederhana. Jika Anda ingin melihat daftar username dan password milik user komputer, ketikkan:

cmdkey /list

Sekarang mari mencoba mendaftarkan sebuah username dan password dengan perintah berikut:

cmdkey /add:server01 /user:userbaru /pass:pf90

Dengan itu, Anda telah membuat akses untuk user bernama userbaru dengan password pf90 agar dapat memasuki server01.

Jika ingin menghapusnya, tinggal gunakan perintah ini:

cmdkey /delete:userbaru

Anda juga dapat mengosongkan daftar username dan password dalam sebuah server:

cmdkey /delete:server01

19. color

Didukung di: semua versi setelah Windows 2000

Bosan dengan tampilan hitam putih Command Prompt? Anda dapat mengganti warnanya dengan perintah color. Syntax-nya seperti demikian:

color <b><f>

<b> menentukan warna latar belakang, sedangkan <f> menentukan warna teks. Untuk menentukan warnanya, Anda menggunakan angka 0 hingga 9. Namun, Anda tidak dapat memilih warna yang sama. Berikut adalah warna yang dapat Anda pilih dan angka yang mewakilinya:

  • 0 hitam
  • 1 biru
  • 2 hijau
  • 3 aqua
  • 4 merah
  • 5 ungu
  • 6 kuning
  • 7 putih
  • 8 abu-abu
  • 9 biru muda

Selain itu, ada enam warna lagi yang dapat dipilih. Akan tetapi, keenamnya diwakili oleh huruf. Berikut daftarnya:

  • a hijau muda
  • b aqua muda
  • c merah muda
  • d ungu muda
  • e kuning muda
  • f putih terang

Misalnya, dengan perintah berikut ini background Command Prompt akan berubah menjadi abu-abu dengan teks merah:

color 84

Jika ingin mengembalikan Command Prompt ke warna aslinya, ketikkan saja color tanpa tambahan apapun.

20. comp

Didukung di: semua versi setelah Windows 98

Perintah comp digunakan untuk membandingkan dua file. Biasanya, perintah  CMD ini dipakai ketika Anda ingin memeriksa kode dari kedua file tersebut. Contohnya seperti berikut:

comp file1.txt file2.txt /n=10 /a

Dengan perintah di atas, Anda membandingkan file1.txt dan file2.txt.

/n menentukan jumlah baris kode yang diperiksa dengan perintah comp. Di contoh tersebut kami membandingkan sepuluh baris kode pertama, tapi Anda dapat menggantinya sesuai keinginan.

/a digunakan untuk menampilkan output dari perintah comp dalam set karakter ASCII. Hasilnya seperti berikut:

Compare error at LINE 5
file1 = i
file2 = o
Compare error at LINE 5
file1 = v
file2 = u
Compare error at LINE 5
file1 = e
file2 = r
Compare error at LINE 6
file1 = s
file2 = f
Compare error at LINE 6
file1 = x
file2 = v
Compare error at LINE 6
file1 =
file2 = e
Compare error at LINE 7
file1 =
file2 =
Compare error at LINE 7
file1 =
file2 =
Compare error at LINE 8
file1 =
file2 = s
File1 only has 7 lines

Baca juga: Cara Install XAMPP di Windows

21. compact

Didukung di: semua versi setelah Windows 2000

Tadi Anda telah mempelajari enkripsi file dengan cipher. Kini kami akan membahas perintah yang digunakan untuk mengkompres file, yaitu compact. Namun, perlu Anda ingat bahwa perintah ini hanya dapat berfungsi pada partisi berjenis NTFS.

Sebagai permulaan, barangkali Anda ingin memeriksa status kompresi setiap file yang ada dalam suatu direktori. Contoh perintah berikut memungkinkan Anda untuk memeriksa semua file di direktori yang sedang diakses:

compact

Jika ada file yang ingin Anda kompres, perintahnya seperti demikian:

compact file.txt /c

Untuk kebalikannya, Anda tinggal mengganti /c dengan /u. Sebagai catatan, mengkompres atau melakukan dekompresi terhadap suatu file akan menandai direktori tempatnya disimpan. Setelah ditandai, semua file yang disimpan pada direktori tersebut akan dikompres atau dekompresi.

22. convert

Didukung di: semua versi setelah Windows 98

Seusai namanya, perintah convert digunakan ketika Anda ingin mengubah partisi berjenis FAT menjadi NTFS. Misalnya seperti contoh berikut ini:

convert d: /fs:ntfs

23. copy

Didukung di: semua versi Windows

Kegunaan perintah copy sama seperti namanya, yaitu menyalin sebuah file ke lokasi yang berbeda. Untuk memahami kegunaannya, perhatikan contoh di bawah ini:

copy myfile.txt d:\

Perintah tersebut mengisyaratkan penyalinan file myfile.txt yang ada pada direktori yang sedang Anda akses ke direktori D:.

Anda juga dapat memanfaatkan perintah copy untuk mengkopi semua file dengan jenis sama. Untuk melakukannya, gunakanlah tanda bintang (*) seperti pada contoh ini:

copy *.txt d:\

Bahkan, perintah copy juga dapat digunakan untuk menyalin semua file dalam satu direktori, seperti pada contoh berikut:

copy *.* f:\

Tentunya perintah ini bermanfaat jika Anda ingin mengkopi file ke removable drive seperti flashdisk.

24. date

Didukung di: semua versi Windows

Perintah date digunakan untuk melihat tanggal atau menggantinya. Syntaxnya sangat sederhana. Setelah mengetikkan “date”, Command Prompt akan menampilkan tanggal hari ini dan pertanyaan untuk mengganti tanggalnya. Jika tidak ingin menggantinya, Anda tinggal tekan tombol enter di keyboard.

25. defrag

Didukung di: semua versi Windows

Jika rajin melakukan optimasi hard drive, barangkali Anda sudah tidak asing dengan fitur Disk Defragmentation. Di Command Prompt pun Anda dapat melakukannya dengan perintah CMD defrag.

Untuk sekedar melakukan defragmentation, Anda tinggal menjalankan perintah ini:

defrag c:

Apabila Anda ingin menganalisa partisinya terlebih dahulu, tambahkan /a seperti pada contoh berikut:

defrag c: /a
Selain itu, Anda juga dapat melakukan defragmentation terhadap semua partisi:
defrag /c

26. del

Didukung di: semua versi Windows

Anda dapat menggunakan Command Prompt untuk menghapus file dengan perintah del. Mari perhatikan contoh-contoh berikut untuk memahami penggunaannya.

Untuk menghapus sebuah file dari direktori yang sedang diakses, gunakan perintah berikut:

del myfile.txt

File yang dihapus dengan perintah ini akan masuk ke Recycle Bin seperti pada umumnya. Namun, mungkin Anda ingin menampilkan pertanyaan konfirmasi sebelum file yang dipilih benar-benar dihapus. Jika ya,  tambahkan /p seperti pada contoh di bawah:

del myfile.txt /p

Apakah Anda harus mengakses direktori dari file yang ingin dihapus? Tentu saja tidak. Anda dapat melakukannya dari direktori lain dengan perintah ini:

del c:\windows\test.tmp

Anda bahkan dapat menghapus seluruh file dalam sebuah direktori dengan perintah berikut:

del c:\windows\temp\*.*

Menariknya, perintah del memberikan Anda kemampuan yang tidak dapat dimiliki jika menggunakan File Explorer, yaitu menghapus file dengan atribut read only. Caranya dengan menambahkan /f setelah nama file:

del myfile.txt /f

Sebagai pengingat, Anda dapat mengganti perintah del dengan delete atau erase karena ketiganya memiliki fungsi yang sama.

27. deltree

Didukung di: Windows 95, 98, dan ME

Jika file yang dihapus dengan perintah del, delete, dan erase masuk ke dalam Recycle Bin, lain halnya dengan perintah deltree. Perintah ini berfungsi untuk menghapus file secara permanen. Tak hanya itu, deltree juga dapat menghapus semua sub-direktori dalam sebuah direktori.

Contoh penggunaannya seperti berikut:

deltree d:\pictures

Dengan perintah di atas, direktori bernama pictures di partisi D: dan seluruh sub-direktorinya  akan dihapus permanen.

28. dir

Didukung di: semua versi Windows

Perintah dir berguna untuk melihat daftar file dan sub-direktori yang ada di dalam sebuah direktori. Di samping itu, perintah ini juga digunakan untuk menampilkan berbagai informasi tentang hard drive Anda, termasuk:

  • Nomor seri
  • Jumlah file yang ada di dalam hard drive
  • Total ukuran file
  • Sisa ruang di hard drive

Mari bahas syntax untuk masing-masing fungsinya. Apabila Anda sekedar ingin menampilkan daftar file dan sub-direktori dalam direktori yang sedang diakses, ketikkan “dir”.

Perintah ini dapat dibuat lebih fleksibel untuk menunjukkan file dengan ekstensi tertentu saja, seperti pada contoh berikut:

dir *.txt *.doc

Dengan perintah di atas, Command Prompt hanya akan menampilkan file .txt dan .doc di direktori Anda.

Penggunaan perintah dir juga tidak terpisahkan dari atribut file. Berikut adalah daftar atribut dan simbolnya dalam syntax perintah dir:

  • d — direktori
  • r — file read only
  • h — file tersembunyi (hidden)
  • a — file yang belum di-archive atau di-backup
  • s — file sistem
  • i — file yang tidak diindeks

Contoh penggunaannya seperti demikian:

dir /a:r

Dengan perintah di atas, yang akan ditampilkan hanya file dengan atribut read only.

29. diskpart

Didukung di: semua versi setelah Windows 98

Perintah diskpart digunakan untuk mengelola partisi hard drive di komputer atau laptop Anda. Dengannya, Anda dapat membuat partisi baru, menghapusnya, dan menampilkan daftar partisi yang ada.

Untuk menggunakannya, ketikkan “diskpart” terlebih dahulu. Setelah itu, ketikkan “list disk” untuk menampilkan daftar hard drive di komputer. Di bawah ini adalah contoh outputnya:

 Disk ###  Status         Size     Free     Dyn  Gpt
  --------  -------------  -------  -------  ---  ---
  Disk 0    Online          476 GB   449 MB
  Disk 1    Online         2047 GB      0 B
  Disk 2    No Media           0 B      0 B
  Disk 3    No Media           0 B      0 B
  Disk 4    No Media           0 B      0 B
  Disk 5    No Media           0 B      0 B

Misalnya saja Anda ingin mengelola partisi di disk 0. Untuk memilihnya, ketikkan “select disk 0”. Selanjutnya ketikkan “list partition” untuk melihat daftar partisi di dalamnya. Contoh outputnya seperti di bawah ini:

Partition ###  Type              Size     Offset
  -------------  ----------------  -------  -------
  Partition 1    Primary            549 MB  1024 KB
  Partition 2    Primary            195 GB   550 MB
  Partition 0    Extended           269 GB   195 GB
  Partition 4    Logical             29 GB   195 GB
  Partition 5    Logical             29 GB   225 GB
  Partition 6    Logical              8 GB   254 GB
  Partition 7    Logical            202 GB   262 GB
  Partition 3    Recovery           502 MB   465 GB

Nah, sekarang Anda dapat memilih partisi yang ingin dikelola. Misalnya, ketikkan “select partition 1”. Pada titik ini, Anda dapat memanfaatkan berbagai sub-perintah yang didukung diskpart. Berikut adalah beberapa di antaranya yang sering digunakan:

add

Sub-perintah add berfungsi untuk membuat partisi baru yang serupa dengan sebuah partisi lain yang sudah ada di komputer Anda. Contoh penggunaannya seperti berikut:

add disk=1

Dengan sub-perintah tersebut, partisi baru dengan pengaturan yang sama dengan partisi nomor 1 akan dibuat.

assign

Jika Anda menggunakan add disk, partisi baru yang dibuat belum memiliki huruf. Sub-perintah assign digunakan untuk menentukan hurufnya. Namun, jangan lupa untuk menggunakan perintah select partition terlebih dahulu untuk memilih partisi yang ingin Anda beri huruf.

Pada contoh di bawah ini, huruf E: diberikan pada partisi yang dipilih:

assign letter=e

delete

Sesuai namanya, sub-perintah ini digunakan untuk menghapus sebuah partisi. Berikut adalah contoh penggunaannya:

delete partition

detail

Dengan sub-perintah detail, Anda dapat melihat informasi tentang partisi yang dipilih. Ketikkan “detail partition” dan Anda akan melihat output seperti berikut ini:

Partition 1
Type  : 07
Hidden: No
Active: Yes
Offset in Bytes: 1048576
  Volume ###  Ltr  Label        Fs     Type        Size     Status     Info
  ----------  ---  -----------  -----  ----------  -------  ---------  --------
* Volume 0         System Rese  NTFS   Partition    549 MB  Healthy    System

29. driverquery

Didukung di: semua versi setelah Windows XP

Perintah driverquery digunakan untuk menampilkan daftar driver yang di-install di komputer atau laptop Anda. Contoh outputnya seperti berikut:

Module Name  Display Name           Driver Type   Link Date
============ ====================== ============= ======================
...
PptpMiniport WAN Miniport (PPTP)    Kernel        7/15/2016 8:28:13 PM
Processor    Processor Driver       Kernel        7/15/2016 8:10:42 PM
Psched       QoS Packet Scheduler   Kernel        7/15/2016 8:25:21 PM
QWAVEdrv     QWAVE driver           Kernel        7/15/2016 8:28:46 PM
RasAcd       Remote Access Auto Con Kernel        7/15/2016 8:29:11 PM
RasAgileVpn  WAN Miniport (IKEv2)   Kernel        7/15/2016 8:27:00 PM
Rasl2tp      WAN Miniport (L2TP)    Kernel        7/15/2016 8:27:35 PM
RasPppoe     Remote Access PPPOE Dr Kernel        7/15/2016 8:28:21 PM
RasSstp      WAN Miniport (SSTP)    Kernel        7/15/2016 8:27:11 PM
...

30. edit

Didukung di: semua versi hingga Windows 7 tapi tidak didukung di sistem 64-bit

Command Prompt sebenarnya memiliki tool text editor bawaan. Untuk mengaksesnya, Anda tinggal menjalankan perintah CMD edit. Contohnya seperti di bawah ini:

edit c:\myfile.txt

Perintah tersebut akan membuka file bernama myfile.txt. Jika file tersebut tidak ada, otomatis tool tersebut akan membuat file baru dengan nama yang Anda tentukan.

Baca juga: Cara Install Composer di Windows

31. exit

Didukung di: semua versi Windows

Perintah exit digunakan untuk keluar dari Command Prompt atau menutup proses batch script yang sedang berjalan. Untuk menjalankannya, Anda hanya perlu mengetikkan “exit”.

32. expand

Didukung di: semua versi setelah Windows 98

Sebelumnya Anda sudah mengenali perintah compact yang digunakan untuk mengkompres file. Nah, expand adalah kebalikannya. Perintah ini berfungsi untuk melakukan dekompresi. Syntax-nya cukup sederhana:

expand <source> <destination>

<source> adalah letak file yang ingin dibuka, sedangkan <destination> adalah direktori di mana Anda ingin meletakkan isi dari file tersebut. Contoh penggunaannya seperti berikut:

expand d:\i386\hal.dl_ c:\windows\system32\hall.dll

33. find

Didukung di: semua versi Windows

Command Prompt memungkinkan Anda untuk mencari teks tertentu dalam sebuah file dengan perintah find. Syntaxnya seperti demikian:

find [string] [drive\ file name]

Misalnya saja Anda ingin mencari teks “REM” dalam file autoexec.bat yang berada di drive C:. Maka Anda perlu menjalankan perintah berikut:

find "REM" c:\autoexec.bat

Perlu diketahui bahwa perintah find akan mencari teks yang sesuai dengan yang Anda ketikkan. Oleh karena itu, Anda perlu memperhatikan penggunaan huruf kapital.

Contohnya, perintah tadi tidak akan menampilkan teks “rem” dalam huruf kecil pada hasil pencarian Anda.

Namun, Anda juga dapat meminta perintah tersebut untuk tidak mempedulikan jenis hurufnya. Untuk melakukannya, Anda tinggal menambahkan /I sebelum teks yang dicari.

34. ipconfig

Didukung di: semua versi Windows

ipconfig adalah perintah CMD yang digunakan untuk menampilkan informasi tentang pengaturan jaringan yang ditentukan untuk komputer atau laptop Anda.

Dengan mengetikkan “ipconfig” pada Command Prompt, Anda sudah dapat melihat informasi tersebut, seperti contoh berikut ini:

Connection-specific DNS Suffix  . : hsd1.ut.comcast.net.
IP Address. . . . . . . . . . . . : 192.168.201.245
Subnet Mask . . . . . . . . . . . : 255.255.255.0
Default Gateway . . . . . . . . . : 192.168.201.1

Akan tetapi, Anda juga dapat melihat informasi lengkapnya dengan menambahkan “/all” di belakang perintah tersebut. Hasilnya akan seperti demikian:

Host Name . . . . . . . . . : COMPUTERH1
DNS Servers . . . . . . . . : 123.45.67.8
111.111.111.1
111.111.111.1
Node type . . . . . . . . . : Broadcast
NetBIOS Scope ID. . . . . . :
IP Routing Enabled. . . . . : No
WINS Proxy Enabled. . . . . : No
NetBIOS Resolution Uses DNS : No
0 Ethernet adapter :
Description . . . . . . . . : PPP Adapter.
Physical Address. . . . . . : 44-44-44-54-00-00
DHCP Enabled. . . . . . . . : Yes
IP Address. . . . . . . . . : 123.45.67.12
Subnet Mask . . . . . . . . : 255.255.0.0
Default Gateway . . . . . . : 123.45.67.8
DHCP Server . . . . . . . . : 255.255.255.255
Primary WINS Server . . . . :
Secondary WINS Server . . . :
Lease Obtained. . . . . . . : 01 01 80 12:00:00 AM
Lease Expires . . . . . . . : 01 01 80 12:00:00 AM
1 Ethernet adapter :
Description . . . . . . . . : 3Com 3C90x Ethernet Adapter
Physical Address. . . . . . : 00-50-04-62-F7-23
DHCP Enabled. . . . . . . . : Yes
IP Address. . . . . . . . . : 111.111.111.108
Subnet Mask . . . . . . . . : 255.255.255.0
Default Gateway . . . . . . : 111.111.111.1
DHCP Server . . . . . . . . : 111.111.111.1
Primary WINS Server . . . . :
Secondary WINS Server . . . :
Lease Obtained. . . . . . . : 11 16 00 12:12:44 AM
Lease Expires . . . . . . . :

Selain menampilkan pengaturan jaringan Anda, perintah ipconfig juga memiliki kegunaan lain jika digunakan dengan sub-perintahnya. Berikut adalah beberapa sub-perintah yang digunakan secara umum:

  • /release — menghapus pengaturan DHCP dan IP address seluruh adapter jaringan yang digunakan. Anda juga dapat mengetikkan nama adapter untuk menggunakan ipconfig/release terhadap adapter tersebut saja
  • /renew — memperbarui pengaturan DHCP dan IP address seluruh adapter jaringan yang digunakan. Seperti sub-perintah sebelumnya, Anda juga dapat menggunakan ipconfig/renew pada adapter yang dipilih
  • /flushdns — menghapus cache DNS yang disimpan di komputer Anda. Ini perlu dilakukan secara berkala agar tetap dapat mengakses situs-situs yang biasa Anda kunjungi

35. logoff

Didukung di: semua versi setelah Windows 98

Sesuai dengan namanya, perintah logoff digunakan untuk log off dari komputer Anda. Dalam konteks jaringan komputer lokal, perintah CMD ini juga dapat digunakan untuk menghentikan sesi user tertentu.

Untuk menjalankannya, Anda tinggal mengetikkan “logoff”. Jika Anda seorang administrator, Anda dapat menghentikan sesi seorang user dengan menambahkan ID komputernya, seperti pada contoh berikut:

logoff 12

36. move

Didukung di: semua versi Windows

Perintah move memungkinkan Anda untuk memindahkan satu file atau lebih ke direktori lain. Bahkan, Anda dapat menggunakannya untuk memindahkan satu direktori ke dalam direktori lain juga. Syntax-nya seperti berikut:

move <file name> <destination>

Contohnya seperti ini:

move stats.doc c:\statistics

Jika sedang tidak berada dalam direktori file tersebut, Anda perlu menyebutkan huruf partisi dan nama direktorinya:

move d:\docs\stats.doc c:\statistics

Apabila ingin memindahkan lebih dari satu file, Anda harus memisahkan masing-masing dengan koma dan spasi:

move stats.doc, morestats.doc c:\statistics

Nah, untuk memindahkan direktori ke dalam direktori lain, Anda perlu menambahkan tanda kutip ganda di awal dan akhir nama direktori tersebut:

move "direktori1" direktori2

37. msg

Didukung di: semua versi setelah Windows 2000

Jika berada dalam sebuah jaringan komputer lokal, Anda dapat mengirim pesan ke user lain dengan perintah msg. Syntax-nya seperti demikian:

msg <username> <message>

Di bawah ini adalah contoh jika Anda mengirimkan pesan berbunyi “Halo” ke user bernama “user01”:

msg user01 Halo

38. pause

Didukung di: semua versi Windows

Perintah pause digunakan untuk menghentikan file batch yang sedang berjalan. Jika dijalankan, pesan “Press any key to continue” akan muncul di layar. Untuk melanjutkan proses file tersebut, Anda tinggal menekan tombol apapun di keyboard.

39. print

Didukung di: semua versi Windows

Barangkali Anda belum tahu bahwa Anda dapat mencetak file teks dari Command Prompt. Untuk melakukannya, Anda perlu menyebutkan nama file (filename) dan port printer yang digunakan (device), seperti pada syntax berikut:

print <filename> <device>

Namun, Anda harus mengetahui jenis port yang digunakan oleh printer Anda. Untuk parallel port, nama printer yang digunakan dimulai dengan LPT. Sedangkan untuk serial port, nama printernya dimulai dengan COM. Agar lebih jelas, mari perhatikan contoh di bawah:

print c:\file.txt /d:lpt1

Dengan menjalankan contoh perintah tersebut, Anda akan mencetak file.txt yang berada di partisi C: dengan printer pada port LPT1.

40. query

Didukung di: semua versi setelah Windows XP

query adalah perintah CMD yang digunakan untuk menampilkan empat jenis informasi yang terkait dengan RD session host server. Masing-masing informasi dapat ditunjukkan dengan syntax berikut:

  • query process — menampilkan daftar proses yang berjalan di RD session host server
  • query session — menampilkan daftar sesi yang ada di RD session host server
  • query termserver — menampilkan daftar RD session host server yang ada di jaringan lokal
  • query user — menampilkan informasi mengenai sesi user di sebuah RD session host server

Baca juga: Contoh Penggunaan Wget Command

41. recover

Didukung di: semua versi setelah Windows 98

Jika hard drive mengalami kerusakan, Anda dapat mencoba untuk mengembalikan data di dalamnya dengan perintah recover.

Akan tetapi, Anda hanya dapat meng-recover file satu per satu. Selain itu, Anda harus tahu nama filenya dan letaknya. Contohnya seperti di bawah ini:

recover d:\fiction\story.txt

42. rename

Didukung di: semua versi Windows

Sesuai namanya, perintah rename digunakan untuk mengubah nama file dan direktori. Sama seperti perintah sebelumnya, rename mengharuskan Anda untuk mencantumkan nama direktori dari file maupun direktori yang dipilih.

Misalnya, dengan perintah di bawah Anda dapat mengubah file “computer.jpg” menjadi “text.jpg”:

rename d:/pictures/computer.jpg text.jpg

Sebagai catatan, Anda juga dapat menggunakan perintah ren untuk mengganti nama file atau direktori. Syntax perintah ini tidak berbeda dengan yang dimiliki perintah rename.

43. repair-bde

Didukung di: Windows 7, 8, dan 10

repair-bde juga merupakan perintah yang berfungsi untuk menyelamatkan file dari hard drive yang rusak. Namun, ia digunakan untuk hard drive yang dienkripsi dengan BitLocker.

Untuk dapat menggunakan repair-bde, Anda harus memiliki hard drive lain di komputer. Ini digunakan sebagai tempat penyimpanan file dari hard drive yang rusak.

Data di hard drive kedua akan di-overwrite atau ditimpa dengan file-file yang dapat diselamatkan dari hard drive yang rusak. Oleh karena itu, Anda dianjurkan untuk menggunakan hard drive kosong.

Selain itu, Anda membutuhkan recovery key, recovery key package, recovery password, atau password untuk membuka enkripsi pada hard drive tersebut.

Dengan adanya beberapa faktor yang terlibat, repair-bde memang terdengar rumit. Akan tetapi, syntax-nya cukup mudah dipahami:

repair-bde <inputvolume> <outputvolume> <-rk> <–rp> <-pw> <–kp>

Berikut adalah penjelasan masing-masing bagian dari syntax di atas:

  • inputvolume — huruf partisi hard drive yang file-file-nya ingin Anda selamatkan
  • outputvolume — huruf partisi hard drive yang akan digunakan untuk menyimpan file-file tersebut
  • -rk — file recovery key dari hard drive yang dienkripsi
  • -rp — recovery password untuk membuka hard drive yang dienkripsi
  • -pw — password untuk membuka hard drive yang dienkripsi
  • -kp — recovery key package untuk membuka hard drive yang dienkripsi

Meskipun -rk merupakan file, Anda harus mencantumkan huruf partisi dan direktori yang menjadi letaknya.

Agar lebih jelas, mari lihat contoh penggunaan perintah repair-bde di bawah ini:

repair-bde c: d: -rk f:\RecoveryKey.bek

Perintah tersebut akan mencoba memindahkan file-file dari drive C: ke drive D: dengan file recovery key bernama RecoveryKey.bek.

Untuk penggunaan perintah repair-bde yang menggunakan recovery key package, contohnya seperti berikut:

repair-bde C: D: -rp 111111-222222-333333-444444-555555-666666-777777-888888

44. replace

Didukung di: semua versi Windows

Perintah replace digunakan untuk mengganti satu atau beberapa file dalam sebuah direktori dengan file lain. Perintah ini bermanfaat jika ada file yang sama di beberapa direktori dan perlu diperbarui secara berkala.

Syntax-nya seperti demikian:

replace <drive1> <filename> <drive2> </p> </r> </s>

Seperti yang dapat Anda lihat di atas, ada tiga opsi yang dapat digunakan dalam perintah replace, yaitu:

  • /p — menampilkan pertanyaan konfirmasi sebelum Anda mengganti file pada <drive2>
  • /r — digunakan untuk mengganti file dengan atribut read only
  • /s — digunakan untuk mengganti semua file dalam subdirektori di <drive2>

Mari simak contoh penggunaannya di bawah ini:

replace f:\phones.cli c:\ /s

Dengan perintah tersebut, semua file “phones.cli” di partisi C: dan seluruh subdirektori-nya akan diganti dengan file yang berada di partisi F:.

45. rmdir

Didukung di: semua versi Windows

rmdir digunakan untuk menghapus direktori yang kosong. Meski demikian, perintah CMD ini juga dapat menghapus direktori yang tidak kosong di Windows XP dan versi setelahnya.

Penggunaan sederhananya seperti demikian:

rmdir c:\test

Apabila ingin menghapus file dan subdirektori di dalamnya, Anda tinggal menambahkan /s di belakang perintah di atas:

rmdir c:\test /s

Anda juga dapat menggunakan perintah rd untuk menghapus direktori karena memiliki fungsi yang sama dengan rmdir.

46. robocopy

Didukung di: semua versi setelah Windows XP

Sebelumnya Anda telah belajar tentang perintah copy. robocopy memiliki fungsi yang sama, tetapi perintah ini juga dapat meng-copy direktori dan partisi.

Syntax-nya mirip dengan yang dimiliki perintah copy. Bedanya, file yang ingin disalin ke direktori tujuan (destination) dicantumkan setelah Anda menyebutkan nama direktori tersebut:

robocopy <source> <destination> <file(s)> <option>

Seperti yang dapat dilihat di atas, setelah menyebutkan file yang ingin di-copy Anda dapat menggunakan satu atau beberapa opsi. Berikut adalah beberapa opsi yang dapat digunakan:

  • /s — meng-copy subdirektori yang ada di dalam direktori asal (source), kecuali subdirektori kosong
  • /e — meng-copy subdirektori yang ada di dalam direktori asal, baik yang ada isinya maupun tidak
  • /copyall — informasi file yang di-copy tetap disimpan ketika sudah disalin ke direktori tujuan
  • /nocopy — informasi file yang di-copy tidak disimpan ketika sudah disalin ke direktori tujuan
  • /move — menghapus file asli setelah di-copy
  • /a — hanya meng-copy file dengan atribut archive
  • /a+:<attribute> — meng-copy sekaligus menentukan atribut file. Simbol atributnya seperti yang tadi sudah disebutkan di pembahasan tentang perintah attrib
  • /a-:<attribute> — seperti opsi sebelumnya, tetapi sekaligus menghapus atribut file
  • /ia:<attribute> — hanya meng-copy file dengan atribut yang Anda tentukan
  • /xa:<attribute> — mengecualikan file dengan atribut yang Anda tentukan
  • /xf file <filename> — mengecualikan file yang namanya memiliki kata tertentu
  • /xf dirs <directoryname> — mengecualikan direktori yang namanya memiliki kata tertentu
  • /max:n — hanya meng-copy file di bawah ukuran yang Anda tentukan (n)
  • /min:n — hanya meng-copy file di atas ukuran yang Anda tentukan (n)

47. schtasks

Didukung di: semua versi setelah Windows XP

Di bagian awal artikel ini Anda sudah belajar tentang perintah at yang digunakan untuk otomatisasi tindakan. Nah, schtasks memiliki fungsi yang sama, tetapi syntax-nya berbeda:

schtasks /parameter <arguments>

Yang dimaksud /parameter pada schtasks adalah sub-perintahnya. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  • /create — membuat sebuah otomatisasi
  • /delete — menghapus sebuah otomatisasi
  • /query — menampilkan daftar perintah yang diotomatisasi
  • /change — mengubah pengaturan sebuah otomatisasi
  • /run — menjalankan sebuah otomatisasi
  • /end — menghentikan sebuah otomatisasi yang berjalan

Sedangkan <arguments> adalah tindakan yang diotomatisasi dengan schtasks. Ada banyak sekali tindakan yang dapat Anda lakukan dengan perintah tersebut. Di bawah ini adalah beberapa <arguments> yang digunakan secara umum:

  • /tr — menentukan nama file yang ingin dijalankan dengan schtasks dan direktorinya
  • /tn — menentukan nama tindakan yang diotomatisasi
  • /sc — menentukan frekuensi otomatisasi. Anda dapat menentukannya per menit, jam, hari, minggu, dan bulan. Anda bahkan dapat membuat otomatisasi yang hanya berjalan sekali.
  • /mo — menentukan frekuensi dengan lebih detil. Misalnya, Anda ingin menjalankan sebuah file setiap 120 menit.
  • /d — menentukan hari otomatisasi
  • /m — menentukan bulan otomatisasi
  • /i — menentukan jarak waktu antar otomatisasi sebuah tindakan
  • /st — menentukan waktu otomatisasi dimulai. Perlu Anda ingat bahwa format yang digunakan adalah 24 jam. Jadi, jika Anda ingin menyetel sebuah tindakan untuk jam 2 siang, maka ketikkan 14:00.
  • /et — menentukan waktu otomatisasi berhenti
  • /k — menghapus otomatisasi ketika ia berhenti

Agar Anda dapat memahaminya dengan lebih mudah, mari lihat contoh di bawah ini. Contoh berikut digunakan untuk membuat sebuah otomatisasi bernama SecurityScript dengan target file sec.vbs:

schtasks /create /tn "Security Script" /tr sec.vbs /sc minute /mo 100 /st 17:00 /et 08:00 /k

48. sfc

Didukung di: semua versi setelah Windows 98

Perintah sfc atau system file checker digunakan untuk mencari dan mengganti file sistem Windows dengan versi yang benar. Ini sangat berguna apabila ada masalah dalam sistem komputer Anda yang sulit diperbaiki.

Syntax-nya cukup mudah dipahami:

sfc /command

/command adalah sub-perintah yang dapat digunakan dengan sfc. Berikut adalah daftar sub-perintahnya:

  • /scannow — mencari dan memperbaiki file sistem yang rusak
  • /verifyonly — mencari file sistem yang rusak
  • /scanfile — memindai kerusakan pada file yang dipilih dan memperbaikinya. Anda perlu menyebutkan nama file dan direktorinya untuk menggunakan sub-perintah ini
  • /verifyfile — memindai kerusakan pada file yang dipilih. Seperti pada sub-perintah sebelumnya, Anda perlu menyebutkan nama file dan direktorinya

Di bawah ini adalah contoh penggunaan perintah sfc untuk memindai kerusakan pada file kernel32.dll dan memperbaikinya:

sfc /VERIFYFILE=c:\windows\system32\kernel32.dll

49. shadow

Didukung di: Windows XP, Vista, dan 7

Perintah shadow dapat digunakan jika Anda mengelola RD session host server. Dengannya, Anda dapat mengendalikan komputer lain pada server tersebut. Berikut adalah syntax-nya:

shadow {<SessionName> | <SessionID>} [/server:<ServerName>] [/v]

Jadi, Anda dapat mengendalikan sebuah komputer pada RD session host server dengan hanya menyebutkan nama session atau ID-nya. Contohnya pada contoh berikut:

shadow 93

Dengan perintah tersebut, Anda akan mengendalikan komputer dengan ID 93.

50. shutdown

Didukung di: semua versi setelah Windows 2000

Jika ingin shut down, sleep, atau log off komputer dari Command Prompt, Anda dapat menggunakan perintah shutdown. Selain itu, Anda juga dapat menggunakannya untuk melakukan hal yang sama pada komputer lain dalam sebuah jaringan.

Syntax-nya sederhana, tetapi ada beberapa arguments yang dapat Anda gunakan dengan perintah CMD ini:

shutdown <arguments> <TargetComputer>

Berikut adalah beberapa arguments atau sub-perintahnya yang sering digunakan:

  • /i — menampilkan graphical user interface atau GUI shutdown
  • /l — log off dari komputer
  • /s — shut down atau mematikan komputer
  • /r — restart komputer
  • /a — membatalkan shut down komputer
  • /p — mematikan komputer pada jaringan lokal secara langsung. Artinya, GUI shutdown komputer yang biasanya Anda lihat tidak akan ditampilkan
  • /h — menyalakan mode hibernate
  • /t — lama waktu yang ditentukan sebelum salah satu sub-perintah dijalankan

Jadi, jika ingin mematikan komputer pribadi, Anda dapat menjalankan perintah berikut:

shutdown /i /s

Namun, apabila Anda mengelola sebuah jaringan lokal dan ingin mematikan salah satu komputer, di bawah ini adalah contoh perintah yang dibutuhkan:

shutdown /i /s /t 45

Baca juga: Cara Install Laravel di Windows

Perintah CMD: Penutup

Setelah membaca artikel ini, tentunya Anda tahu bahwa ada banyak sekali perintah CMD yang dapat digunakan. Fungsinya pun beragam, mulai dari pengoperasian dasar seperti meng-copy dan memindahkan file hingga pengelolaan komputer di jaringan lokal.

Nah, mulai sekarang Anda dapat menggunakan perintah-perintah yang ada di artikel ini untuk menggunakan Command Prompt. Jika ada pertanyaan, jangan sungkan untuk meninggalkan komentar Anda pada kolom yang tersedia di bawah.

8
Aldwin Nayoan Aldwin is a content writer at Niagahoster. Specializing in web hosting and WordPress, he is eager to help people uplevel their business on the internet. Apart from being a tech junkie, Aldwin likes fiction and photography.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three + 11 =

[{"code":""
[{"code":""
"label":"Coba Lagi"
"label":"Coba Lagi"
"win":false}
"win":false}
{"code":"HOSTING50"
{"code":"HOSTING50"
"label":"Extra Diskon 50rb "
"label":"Extra Diskon 50rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":"HOSTING20"
{"code":"HOSTING20"
"label":"Extra Diskon 20rb "
"label":"Extra Diskon 20rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":"HOSTING100"
{"code":"HOSTING100"
"label":"Extra Diskon 100rb "
"label":"Extra Diskon 100rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":""
{"code":""
"label":"Belum Beruntung"
"label":"Belum Beruntung"
"win":false}
"win":false}
{"code":"HOSTING20"
{"code":"HOSTING20"
"label":"Extra Diskon 20rb "
"label":"Extra Diskon 20rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":""
{"code":""
"label":"Coba Lagi"
"label":"Coba Lagi"
"win":false}
"win":false}
{"code":"HOSTING50"
{"code":"HOSTING50"
"label":"Extra Diskon 50rb "
"label":"Extra Diskon 50rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":"HOSTING20"
{"code":"HOSTING20"
"label":"Extra Diskon 20rb "
"label":"Extra Diskon 20rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":"FREESHIPPING"
{"code":"FREESHIPPING"
"label":"Coba Lagi"
"label":"Coba Lagi"
"win":false}
"win":false}
{"code":""
{"code":""
"label":"Sedikit Lagi! "
"label":"Sedikit Lagi! "
"win":false}
"win":false}
{"code":"HOSTING50"
{"code":"HOSTING50"
"label":"Extra Diskon 50rb "
"label":"Extra Diskon 50rb "
"win":true}]
"win":true}]