Apa Itu Unique Selling Point (USP)? Bagaimana Cara Menentukannya untuk Bisnis Anda?

Sebelum membaca artikel ini, tolong jawab pertanyaan ini terlebih dahulu: apa yang membedakan bisnis Anda dengan bisnis sejenis lainnya?

Bisnis yang bisa unggul dibandingkan dengan ratusan —bahkan ribuan— kompetitor lain adalah bisnis yang mempunyai perbedaan bernama Unique Selling Point (USP). USP inilah yang membuat calon konsumen memilih Anda dibandingkan dengan kompetitor. Jadi, keberadaannya sangat penting bagi sebuah bisnis.

Namun, Anda tak perlu khawatir jika belum bisa menjawab pertanyaan di atas. Karena melalui artikel ini, kami akan berusaha membantu Anda untuk menentukan USP dari bisnis yang sedang dijalankan. Maka dari itu, simak artikel ini sampai selesai, ya!

Apa Itu Unique Selling Point (USP)?

Seperti namanya, Unique Selling Point (USP) adalah keunikan yang membedakan bisnis Anda dari bisnis sejenis lainnya. Bisa dikatakan, kalau USP ini adalah salah satu alasan utama kenapa konsumen rela merogoh koceknya untuk membeli produk dari Anda, bukan dari kompetitor.

Sebab, jika semua bisnis menawarkan produk yang sama, calon konsumen pasti kebingungan harus memilih yang mana, bukan? Ujung-ujungnya, mereka pasti membeli dari penjual yang memberikan mereka keuntungan lebih dibandingkan dengan yang lainnya. Nah, keuntungan inilah yang dinamakan USP.

Unique Selling Point sangat penting terutama bagi bisnis online. Sebab, pesaing bisnis online itu tak hanya dari lokal, melainkan dari seluruh dunia. Dengan kata lain, calon konsumen bisnis online itu mempunyai pilihan produk yang tak terbatas. Sehingga calon konsumen bisa dengan mudah berpaling jika penjual tak memberikan keunikan yang menguntungkan bagi mereka.

3 Tips Cara Menentukan Unique Selling Point dari Bisnis Anda

Nah, setelah memahami apa itu Unique Selling Point, sekarang akan kami memberikan tiga cara berbeda untuk menentukan USP dari bisnis Anda. Oh ya, Anda bisa menerapkan salah satu dari ketiga cara ini sesuai dengan bisnis yang dijalankan.

1. Ketahui Apa yang Sebenarnya Konsumen Inginkan

Cara pertama untuk menentukan Unique Selling Point adalah dengan memikirkan baik-baik apa yang konsumen benar-benar inginkan dari bisnis Anda.

Baca juga: 5 Strategi Membangun Kepercayaan Konsumen dengan Website

Misalnya, Anda punya bisnis kuliner. Tentu saja, pasti konsumen ke tempat Anda untuk menghilangkan lapar, bukan? Namun, apakah hanya makanan yang mereka inginkan? Toh, ada banyak restoran lainnya yang bisa mereka pilih dan sama kenyangnya. Apa yang membuat mereka memilih restoran Anda dan menghiraukan tempat makan lainnya?

Jawabannya bisa saja dari harga, rasa makanan, kualitas customer service, kebersihan, keramahan pelayan, kecepatan pemesanan, dan lain sebagainya. Aspek-aspek yang mengikuti dibalik alasan utama (makan/menghilangkan lapar) inilah yang sebenarnya bisa Anda jadikan Unique Selling Point. Sebab, itulah yang benar-benar konsumen inginkan dari Anda.

Nah, Anda bisa mengetahui apa yang konsumen inginkan ini dengan melakukan survey secara langsung kepada mereka.

Konsumen bisa mengisi form yang di dalamnya terdapat pertanyaan mengenai kenapa mereka lebih memilih bisnis Anda dibandingkan dengan kompetitor. Selain itu, minta juga kepada konsumen untuk memberikan nilai (bisa 1-5 atau 1-10) kepada aspek-aspek dibalik alasan utama tadi. Mulai dari, harga, kualitas, pelayanan, dan lain sebagainya.

Setelah Anda mengumpulkan jawaban survey dan menemukan apa yang mayoritas konsumen benar-benar inginkan. Segera fokuskan strategi pemasaran produk Anda kepada aspek tersebut. Anda bisa menghiraukan aspek lainnya untuk saat ini, karena itu bukanlah yang konsumen inginkan.

Jadi, misalnya saja mayoritas konsumen memilih produk Anda karena mereka menginginkan aspek customer service yang Anda berikan. Anda bisa memasang iklan dengan kata-kata, “Dijamin uang kembali 100% jika Anda tak puas dengan pelayanan kami!” Dengan begitu, image USP customer service berkualitas Anda akan melekat baik di benak konsumen maupun calon konsumen.

2. Berikan Kepuasan Batin Kepada Konsumen

Kadang, dalam berbisnis itu Anda juga dituntut untuk mempelajari sedikit psikologi. Apalagi jika bisnis Anda bergerak di pasar yang benar-benar ramai dan penuh sesak. Anda harus bisa mencari tahu kepuasan batin apa yang bisa diberikan kepada konsumen melalui produk yang Anda jual. Kepuasan batin inilah yang akan menjadi Unique Selling Point Anda.

Salah satu contoh Unique Selling Point terbaik untuk ini adalah iPhone. Mayoritas orang membeli iPhone bukan karena speknya atau teknologinya yang canggih. Melainkan karena gengsi dan eksklusifitas yang ditawarkannya. Dengan kata lain, kepuasan batin. Kami akan membahasnya lebih lanjut di bawah ini:

  • Gengsi

Dalam buku otobiografinya, dijelaskan bahwa sang founder Apple Steve Jobs sangat terobsesi dengan desain yang sempurna. Hasilnya bisa Anda lihat sendiri bahwa iPhone itu sangat indah dan sedap dipandang. Semuanya sangat rapi dan presisi.

Keindahan ini benar-benar bisa dimaksimalkan oleh Steve Jobs yang memang marketing genius. Mulai dari presentasi pengumuman iPhone yang bagaikan theater, iklan berbudget besar selayaknya film mini, hingga toko resmi di lokasi terkenal dengan desain selayaknya toko perhiasan mewah.

Semua pemasaran tersebut bertujuan untuk menciptakan persepsi bahwa iPhone itu adalah “barang mahal yang cantik dan wah.” Bukan hanya sekedar “seonggok” smartphone seperti kompetitor lainnya.

Efek dari strategi pemasaran Jobs ini sangat luar biasa: orang-orang tak ragu mengeluarkan banyak uang untuk iPhone, bahkan rela mengantre belasan jam di emperan tokonya. Padahal, jika melihat spek yang ditawarkan, seharusnya harga iPhone bisa jauh lebih murah lagi.

Namun, orang-orang tak peduli kalau iPhone itu overpriced. Alasannya simpel: mereka tidak membeli smartphone, melainkan membeli gengsi.

  • Eksklusivitas

Kalau semua orang memiliki banyak uang, maka tak ada yang namanya orang kaya. Begitu juga dengan iPhone, kalau semua orang memiliki iPhone, maka rasa “wah” nya juga akan menghilang. Steve Jobs tau benar akan hal ini dan membuat iPhone menjadi barang yang eksklusif. Bagaimana caranya?

Pertama, Jobs membuat iOS (sistem operasi iPhone) closed source. Berarti, tak ada yang bisa mengotak-atik iOS selain dari pihak Apple sendiri. Ini menjamin pengguna iPhone —yang sudah mengeluarkan banyak uang— bahwa tak ada smartphone selain iPhone yang juga menggunakan iOS di bumi ini. Berbanding terbalik dengan Android, bukan?

Kedua, tahukah Anda bahwa Apple sengaja membatasi stok iPhone yang tersedia di pasaran? Selain membuat harganya melambung lebih tinggi lagi, stok yang terbatas juga memberikan kesan eksklusifitas kepada orang-orang. Dimana mereka yang berhasil mendapatkan iPhone itu serasa memiliki barang ajaib yang tak ada duanya di jagat ini.

Ketiga, aplikasi yang eksklusif. iCloud, FaceTime, iMessage, Airdrop adalah beberapa contoh aplikasi eksklusif buatan Apple. Dengan kata lain, Anda tak akan bisa menggunakannya dimanapun kecuali pada produk Apple. Ini tentu saja menambah rasa eksklusifitas yang ditawarkan iPhone.

Keempat, ekosistem Apple yang sempurna. Semua produk Apple itu saling berhubungan dan baru bisa berfungsi optimal apabila digunakan dengan produk Apple lainnya. Nah, ekosistem ini lah yang sebenarnya membuat iPhone itu eksklusif dan “memaksa” pengguna untuk loyal kepada Apple.

Contohnya bisa Anda lihat pada Airpods. Dimana Airpods akan kehilangan banyak fitur-fiturnya jika digunakan di Android. Anda sudah beli mahal-mahal tapi kalau tak bisa berfungsi dengan baik kan sayang, bukan? Efeknya, orang-orang yang penasaran dengan Airpods terpaksa harus membeli iPhone terlebih dahulu.

Nah, Anda juga bisa meniru kecerdikan Apple di atas dan menjadikan kepuasan batin konsumen sebagai Unique Selling Point. Yang harus Anda lakukan agar USP ini sukses adalah memfokuskan pemasaran Anda pada kepuasan batin yang akan didapatkan konsumen, bukan pada produk yang dijual.

Baca juga: 11+ Strategi Pemasaran Efektif untuk Bisnis Anda

Dengan begitu, calon konsumen akan secara otomatis mengasosiasikan produk Anda dengan kepuasan batin yang akan mereka dapatkan. Efeknya, konsumen akan mempunyai persepsi unik dan berbeda kepada produk Anda dibandingkan dengan ratusan kompetitor lainnya.

Bingung mencari kepuasan batin untuk produk Anda? Tenang, berikut kami berikan beberapa contoh yang bisa Anda jadikan inspirasi:

  • Gaya Hidup Sehat.

Semua orang itu pasti ingin sehat. Jadi, Anda bisa menggunakan strategi promosi yang meyakinkan konsumen bahwa dengan menggunakan produk Anda, mereka bisa lebih sehat. Dengan begini, konsumen akan merasa kalau produk Anda itu adalah produk yang lebih sehat dibandingkan dengan kompetitor.

  • Menjaga Lingkungan

Tak hanya puas secara batin, tapi konsumen juga bahagia di saat yang sama. Sebab, dengan menggunakan produk Anda, mereka juga ikut berkontribusi langsung untuk menjaga lingkungan di sekitarnya. Contohnya: penggunaan plastik daur ulang untuk membungkus produk atau menjalankan program donasi dari setiap produk yang terjual untuk penanaman pohon.

  • Kebanggaan

Rasa bangga itu ada banyak macamnya. Selain kebanggaan menggunakan barang mewah seperti iPhone, ada juga rasa bangga karena menggunakan produk dalam negeri, rasa bangga karena produk yang dibeli itu eksklusif/terbatas, dan lain sebagainya. Tinggal sesuaikan saja dengan produk/jasa yang Anda jual.

3. Tengok Kompetitor

Menengok kompetitor di sini bukan meniru apa Unique Selling Point mereka, lho. Sebab, jika meniru persis USP dari kompetitor yang sudah terkenal, kemungkinan besar Anda akan kalah. Mereka sudah memiliki banyak konsumen tetap dan sumber daya yang besar.

Melainkan, menengok kompetitor di sini itu untuk mencari tahu apa yang kurang dari mereka sehingga bisa dijadikan inspirasi untuk membentuk USP bisnis Anda sendiri. Dengan kata lain, menggunakan kelemahan kompetitor untuk keuntungan Anda.

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengunjungi website/toko offline mereka. Dengan begini, Anda bisa mengetahui bagaimana sistem mereka bekerja secara langsung. Pastikan Anda memperhatikan segala aspek dari website/toko offline tersebut. Mulai dari tampilan website, performanya, user experience, bagaimana proses transaksi mereka, hingga customer service-nya.

Nah, setelah itu catat aspek-aspek apa saja yang menurut Anda kurang dari website/toko kompetitor. Semakin banyak semakin bagus.

Langkah selanjutnya adalah melakukan validasi hasil penemuan Anda tadi dengan konsumen kompetitor. Validasi ini untuk mengetahui apakah aspek yang menurut Anda kurang dari kompetitor juga dirasakan oleh mayoritas konsumen mereka.

Nah, ada dua cara untuk melakukan validasi ini. Pertama, Anda bisa melihat review yang ditinggalkan konsumen kompetitor di Google Bisnisku. Lalu, melihat aspek apa yang paling banyak dikeluhkan oleh para konsumen mereka. Terutama konsumen yang tidak meninggalkan review bintang lima.

Sedangkan cara kedua adalah dengan bertanya langsung ke konsumen mereka. Cara kedua ini sangat cocok apabila kompetitor memiliki toko offline fisik. Di mana Anda bisa mencegat konsumen di luar tepat setelah mereka melakukan pembelian.

Setelah berhasil mencegat konsumen, Anda bisa bertanya kepada mereka mengenai pengalamannya membeli di kompetitor. Agar tak mencurigakan, jangan langsung menanyakan aspek terburuk, tapi aspek terbaiknya terlebih dahulu.

Yup, cara kedua ini memang terhitung nekat. Namun, pebisnis yang sukses adalah mereka yang nekat dan berani ambil risiko, bukan?

Nah, langkah terakhir adalah mulai membentuk USP dari data yang berhasil Anda kumpulkan ini. Misalnya, jika kekurangan terbesar kompetitor adalah website mereka yang lambat, berarti website Anda haruslah super cepat.

Atau mungkin mayoritas konsumen kompetitor mengeluh karena tidak didukungnya pembayaran melalui payment gateway. Sehingga Anda harus gerak cepat agar metode pembayaran tersebut segera tersedia di website Anda.

Setelah semua langkah di atas dilakukan, jangan lupa untuk memasukkan Unique Selling Point baru ini di setiap strategi pemasaran Anda selanjutnya. Buat dunia tahu bahwa Anda memiliki kelebihan unik yang menguntungkan dibandingkan kompetitor. Dijamin, konsumen yang tak puas dengan kompetitor perlahan akan menggunakan produk Anda dengan sendirinya.

Contoh Unique Selling Point

Supaya penjelasan di atas tidak terkesan mengada-ada, berikut kami berikan contoh beberapa bisnis yang sukses menerapkan salah satu dari tiga cara di atas.

1. Tangting Barber Home

Contoh dari cara USP nomor satu di atas adalah Tangting Barber Home. Tangting Barber Home ini adalah tukang cukur online. Orang-orang yang menggunakan jasanya memang untuk cukur rambut. Akan tetapi, bukan itu alasan sebenarnya kenapa ia lebih dipilih daripada tukang cukur tradisional lainnya. Apakah Anda sudah bisa menebak alasannya?

Yup, Tangting Barber Home sukses menawarkan solusi dari berbagai masalah yang dialami orang-orang saat cukur rambut. Terutama niche market generasi millenial yang ada aja alasannya. Mulai dari antrian yang panjang (apalagi kalau weekend), tidak punya waktu untuk ke tukang cukur, hingga mager karena panas atau jalan macet. Dengan kata lain, konsumen memilih Tangting Barber Home bukan hanya karena ingin cukur rambut. Melainkan karena praktis dan hemat waktu.

2. Puyo Dessert

Salah satu contoh Unique Selling Point terbaik untuk cara nomor dua adalah puding milik Puyo Dessert. Kata dessert (camilan) sendiri itu umumnya sudah diasosiasikan dengan makanan tidak sehat, bukan? Apalagi bagi puding yang sangat manis dan tinggi kalori.

Namun, Puyo Dessert berhasil mendobrak semua persepsi tersebut. Ia mengklaim bahwa dirinya adalah puding yang sehat. Puding buatannya itu kaya akan fiber, rendah kalori, dan tak ada pengawet di dalamnya.

Efeknya, konsumen yang ingin hidup sehat, pasti memilih puding Puyo Dessert dibandingkan puding biasa dari kompetitor. Konsumen akan merasa lega karena ia tetap bisa hidup sehat walaupun mengkonsumsi camilan.

3. Antologi

Untuk contoh cara nomor tiga, kami memilih coworking space Antologi. Kenapa? Sebab di tengah membludaknya coworking space yang bermunculan di setiap sudut kota Jogja, Antologi berhasil menjadi juara diantara kompetitornya. Ini tak lain karena Antologi bisa memberikan Unique Selling Point yang tidak dimiliki oleh para kompetitor lainnya.

Di saat kompetitor hanya fokus pada coworking space saja, Antologi juga mempunyai kafe di dalamnya. Sehingga saat pengunjung haus/lapar bisa langsung memesan tanpa harus keluar/melalui ojek online.

Saat kompetitor lain mulai ikut mempunyai kafe, Antologi sudah selangkah lebih jauh dengan menawarkan berbagai program menarik bagi anggotanya. Sehingga Antologi tak hanya menyediakan tempat untuk diskusi, tapi juga sarana menambah ilmu dan relasi.

Unique Selling Point Itu Penting!

Setelah membaca artikel ini, pasti Anda mulai sadar betapa pentingnya Unique Selling Point, bukan? Dalam jangka panjang, USP ini bisa menjadi pembeda antara bisnis yang sukses dan bisnis yang gulung tikar.

Sebab, jika konsumen memiliki alasan untuk memilih produk Anda, mereka pasti akan terus kembali dan merekomendasikannya ke orang lain. Bandingkan jika produk Anda itu biasa-biasa saja dan tak ada bedanya. Jangankan membeli, dilirik konsumen pun tidak.

Oleh karena itu, kami harap Anda menerapkan salah satu cara di atas agar bisnis Anda bisa bersaing dengan kompetitor. Selain itu, jangan lupa juga untuk menerapkan kiat-kiat bisnis online dari kami. Supaya bisnis Anda tak hanya bisa bersaing, tapi juga menjadi nomor satu di antara kompetitor.

Penasaran dengan kiat-kiat tersebut? Anda bisa mendownload ebook gratisnya di bawah ini:

Kami harap artikel ini bermanfaat bagi Anda. Jika Anda memiliki tips mencari USP lain, tak usah sungkan untuk menuliskannya di kolom komentar, ya! Jangan lupa juga untuk klik tombol subscribe agar mendapatkan tips bisnis seperti ini langsung ke email Anda. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Mirza M. Haekal

Mirza is a member of SEO Team at Niagahoster. His mission is trying to help as many people as possible through his contents. He loves fantasy and sci-fi stories, ranging from video games, TV series, comics, movies, and books.

Share
Published by
Mirza M. Haekal

Recent Posts

7 Cara Menulis Deskripsi Produk yang Jitu dan Menjual

Ketika berbisnis online, entah di marketplace atau website, banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk menunjang penjualan. Salah satunya, menulis…

17 hours ago

Panduan Lengkap Facebook Shop untuk WooCommerce Bagi Pemula (2020)

Anda sudah memiliki website WooCommerce, tapi belum memanfaatkan platform lain untuk memasarkan bisnis? Kami sarankan Anda untuk menggunakan Facebook Shops. …

2 days ago

Ingin Menjadi WordPress Developer? Ini Dia Tipsnya!

WordPress dikenal sebagai salah satu CMS (Content Management System) terbaik. Lebih dari 34 persen seluruh website di internet saat ini…

3 days ago

10 Rekomendasi CSS Framework Terbaik untuk Developer

Desain front-end menjadi bagian yang sangat penting di website atau aplikasi. Bukan cuma untuk meningkatkan impresi positif suatu brand saja.…

3 days ago

Ingin Punya Blog Keren Tanpa Ribet? Bikin di WordPress Aja!

Pernahkah Anda mengunjungi blog dengan tampilan yang memukau dan konten yang menarik? Saking bagusnya blog tersebut, Anda jadi terinspirasi untuk…

4 days ago

Rahasia Sukses UMKM Go Online: Siapkan 4 Hal Ini!

Tahukah Anda? Persentase UMKM di Indonesia yang sudah go online baru sekitar 15% saja. Atau lebih tepatnya, hanya 9,4 juta…

5 days ago