Aldwin Nayoan Aldwin is a content writer at Niagahoster. Specializing in web hosting and WordPress, he is eager to help people uplevel their business on the internet. Apart from being a tech junkie, Aldwin likes fiction and photography.

3 Cara Tepat Menentukan Niche Market untuk Bisnis

6 min read

Featured image niche market

Niche market dapat membantu Anda menembus industri yang sudah padat persaingannya sekaligus membedakan usaha Anda dari yang sudah-sudah. 

Namun, apa sebenarnya niche market itu? dalam artikel ini, Anda akan pengertian niche market, empat cara yang bisa dilakukan untuk menentukannya, serta keuntungannya bagi bisnis Anda. Selamat membaca!

Apa itu Niche Market?

Niche market adalah bagian dari sebuah industri dengan target pasar yang lebih spesifik atau lingkup konsumen yang lebih kecil. Dengan kata lain, niche market merupakan segmentasi dari industri yang lebih luas alias mass market.

Salah satu contoh sederhana dari niche marketing ada di dalam industri perangkat komputer. Dalam industri ini, Anda dapat menemukan pasar laptop gaming dan pelajar. Kedua pasar tersebut memiliki konsumen dengan spesifikasi yang berbeda dari segi keuangan dan kebutuhannya.

Baca juga: Apa Itu Unique Selling Point (USP)? Bagaimana Cara Menentukannya untuk Bisnis Anda?

Selain kedua faktor tersebut, niche market juga dapat diidentifikasi dari berbagai elemen, termasuk usia, gender, letak geografis, pekerjaan, gaya hidup, hobi, dan lain-lain.

Namun, menentukan niche market yang ingin Anda geluti tidaklah cukup dengan hanya memilih satu atau beberapa faktor tersebut. Mari simak langkah-langkahnya pada bagian berikut ini.

3 Cara Menentukan Niche Market

Menentukan niche market yang menjanjikan sebagai ladang bisnis mungkin terdengar rumit. Akan tetapi, ketiga cara berikut ini akan membantu Anda untuk memutuskannya:

  • Cari Niche Market Potensial
  • Lakukan Riset Pasar
  • Uji Coba Produk terhadap Niche Market

1. Cari Niche Market Potensial

Sebelum memulai sebuah bisnis, pastinya Anda sudah memiliki ide untuk produk yang ingin dijual. Akan tetapi, gagasan tersebut mungkin masih terlalu umum untuk membidik pasar yang sangat spesifik.

Agar bisa memiliki ide produk yang tepat, Anda perlu menemukan niche market yang dapat dilayani terlebih dahulu. Cara yang dibutuhkan untuk melakukannya pun tidak serumit yang Anda pikirkan. Sebagai permulaan, cobalah untuk menggunakan pencarian Google.

Saran-saran kata kunci yang muncul ketika Anda mengetikkan sebuah keyword dalam search bar Google dapat menunjukkan topik yang sering dicari di mesin pencarian tersebut.

Pada contoh yang ditunjukkan oleh gambar di bawah ini, kami memasukkan kata kunci “sabun herbal”. Memang, tidak semua saran kata kunci yang ditampilkan bisa dijadikan petunjuk niche market Anda.

Namun, Anda dapat menemukan “sabun herbal untuk wajah” dan “sabun herbal untuk jerawat” pada contoh tersebut. Kedua kata kunci ini dapat Anda dalami sebagai titik awal eksplorasi niche market.

Niche market - contoh saran kata kunci di pencarian Google

Perlu diingat bahwa trik di atas hanya berfungsi secara maksimal jika Anda tidak log in ke akun Anda. Riwayat pencarian yang terekam dalam akun Anda akan mempengaruhi rekomendasi keyword yang ditampilkan.

Bagi para pengguna Google Chrome, guest mode atau incognito window juga dapat digunakan agar saran kata kunci tidak terpengaruh riwayat pencarian.

Meski begitu, rekomendasi kata kunci yang ditampilkan Google sangat terbatas. Untuk mengatasinya, Anda bisa memanfaatkan layanan pencarian kata kunci gratis seperti Ubersuggest.

Niche market - contoh penggunaan Ubersuggest

Tool ini kami sarankan karena gratis dan tidak membatasi jumlah pencarian kata kunci yang Anda lakukan. Ditambah lagi, tool ini dapat diatur untuk menampilkan hasil pencarian kata kunci dalam bahasa Indonesia.

Di samping eksplorasi kata kunci, Anda juga dapat menggunakan forum online seperti Quora untuk mencari niche market. Platform ini menyediakan berbagai pertanyaan yang dilontarkan oleh penggunanya.

Baca Juga: 9 Cara Riset Keyword Akurat untuk Blog dan Website

2. Lakukan Riset Pasar

Setelah melaksanakan cara yang telah dibahas sebelumnya, barangkali Anda sudah menemukan topik yang dibicarakan oleh banyak orang. Dengan demikian, Anda telah memiliki gagasan akan niche market yang ingin dibidik.

Akan tetapi, Anda perlu memastikan bahwa ide tersebut layak dijadikan sebuah bisnis dengan melakukan riset pasar.

Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk ini. Pertama, Anda bisa melakukan penelusuran di website-website marketplace terkenal. Mengapa? Karena 57% orang lebih memilih untuk melakukan pembelian secara online.

Coba Anda masukkan kata kunci dari niche market potensial yang telah ditentukan. Kemudian, perhatikan hasilnya. Jika tidak ada produk yang muncul, artinya ide Anda tidak akan laku di pasaran.

Niche market - contoh riset pasar

Sebaliknya, apabila Anda menemukan sejumlah produk yang sesuai dengan kata kunci tadi, niche market yang Anda pilih bisa dicoba. 

Setelah itu, cek deskripsi masing-masing produk untuk menemukan kekurangan yang dapat dijadikan unique selling point atau USP Anda.

Begini contohnya. Setelah melakukan riset pasar tentang sabun herbal, Anda menemukan bahwa bahan-bahan yang digunakan memang alami. Akan tetapi, tidak semua produk yang ditawarkan betul-betul ramah lingkungan. Misalnya, minyak bulus dan sawit masih didapati di beberapa sabun.

Karena temuan ini, Anda mencari bahan lain yang tidak bersifat sintetis tetapi juga tidak berasal dari hewan atau kelapa sawit. Ide produk ini bisa Anda tujukan pada konsumen yang betul-betul peduli dengan lingkungan.

Nah, di samping kekurangan kompetitor, perhatikan juga harga rata-rata dari produk-produk yang ada di pasar. Ini akan membantu Anda untuk menentukan harga dari barang yang ingin dijual.

Baca juga: 30+ Peluang Usaha Paling Menjanjikan di Tahun 2020

Cara yang kedua adalah mencari situs-situs bisnis yang menyasar niche market serupa. Meskipun penjualan melalui website marketplace di Indonesia gencar dilakukan, tidak semua produsen melakukannya. Ada juga usaha yang memasarkan produk mereka melalui situs mereka sendiri.

Setelah melalui kedua cara di atas, Anda masih bisa mengerucutkan niche produk Anda lagi dengan menawarkan fitur atau fungsi yang belum dimiliki oleh para kompetitor.

Ditambah lagi, produk Anda juga masih dapat difokuskan untuk kelompok konsumen tertentu. Sabun herbal tadi misalnya, dikhususkan untuk wajah dan ditujukan untuk konsumen pria.

Jeli Pilih Niche Market, Coworking Ini Dapat Ratusan Pelanggan Loyal

3. Uji Coba Produk terhadap Niche Market

Anda sudah memiliki niche market potensial dan melakukan riset pasar. Selanjutnya, yang diperlukan adalah menguji coba produk pada pasar yang ingin dituju.

Sebagai permulaan, Anda bisa membuat landing page produk. Selain sebagai media penjualan, halaman ini juga digunakan untuk mendeskripsikan produk tersebut. Tak lupa, tampilkan juga fitur feedback agar para pembeli pertama dapat memberikan masukan.

Baca Juga: 7+ Contoh Landing Page Menarik untuk Website Anda

Ditambah juga, buatlah campaign pay-per-click (PPC) di platform seperti Google Ads sebagai langkah pemasaran. Ini adalah iklan berbayar yang ditampilkan pada hasil pencarian Google untuk kata kunci yang Anda tentukan.

Misalnya, setiap pencarian dengan kata kunci “sabun herbal” akan memunculkan iklan Anda pada halaman pertama hasil pencarian. Meskipun memerlukan biaya, Anda bisa menentukan sendiri jumlah anggaran untuk iklan tersebut.

Kemudian, perhatikan hasil uji coba Anda. Seberapa banyak produk yang terjual? Bagaimana tanggapan pembeli terhadap produk Anda? 

Jika hasilnya belum memuaskan, janganlah menyerah. Tidak ada ide bisnis yang efektif tanpa percobaan. Sesuaikan produk tersebut dengan kebutuhan niche market Anda dan coba lagi hingga menemukan hasil yang menjanjikan.

Contoh-Contoh Niche Market

Agar Anda terinspirasi, berikut kami berikan beberapa contoh usaha yang membidik niche market.

iCook

Niche market - homepage iCook

Bisnis katering sudah sering ditemui di masyarakat. Namun, belum terbayangkan oleh banyak orang untuk menjalankan bisnis katering masakan instan seperti yang dilakukan oleh iCook.

Usaha kuliner tidak biasa ini menjual sejumlah menu bercitarasa Indonesia dan oriental yang dikirimkan ke alamat pembeli. Uniknya, santapan-santapan tersebut tidak datang dalam kondisi jadi, melainkan belum dimasak.

Walaupun belum matang, bahan-bahan yang dikirimkan sudah dipotong dan ditakar. Dengan demikian, konsumen tinggal memasaknya sesuai dengan deskripsi yang diberikan bersama makanan tersebut.

Dapat Anda tebak bahwa iCook memang bertujuan untuk melayani pelanggan yang tidak sempat berbelanja dan menyiapkan bahan masakan. Bahkan, halaman utama situsnya pun menyebutkan bahwa layanan ini “cocok bagi ibu rumah tangga dan wanita karir super sibuk yang tidak sempat ke pasar”.

Lefty’s Left Hand Store

Niche market - homepage Lefty's Left Hand Store

Barangkali Anda belum tahu bahwa hampir semua peralatan yang digunakan sehari-hari didesain untuk penggunaan dengan tangan kanan. Padahal, 10% penduduk dunia adalah orang kidal.

Melihat kondisi tersebut, Lefty’s Left Hand Store dibentuk untuk melayani konsumen yang dominan menggunakan tangan kiri. Produk yang dijual di situs toko online ini pun sangat beragam — mulai dari perlengkapan berkebun hingga peralatan kantor.

Produk untuk anak-anak pun tidak ketinggalan. Di Lefty’s Left Hand Store, Anda juga bisa membeli beragam alat tulis untuk si buah hati.

Freelancer At Work

Niche market - homepage Freelancer At Work

Bekerja sebagai freelancer kini sudah menjadi hal yang lumrah. Namun, susah membedakan pekerja freelance dengan orang-orang lain yang duduk berjam-jam di depan laptop di sebuah kafe atau tempat umum lainnya. Karenanya, tidak sedikit freelancer yang merasa terganggu oleh orang-orang di sekitarnya.

Freelancer At Work melihat permasalahan ini, dan dengannya meluncurkan layanan pembuatan stiker laptop yang menunjukkan profesi pemiliknya. Contohnya dapat Anda lihat di tangkap layar berikut ini.

Niche market - produk Freelancer At Work

Mungkin terdengar sepele, tetapi produksi stiker milik Freelancer At Work tidak pernah sepi. Bahkan, kini bisnis online tersebut telah berjalan selama empat tahun dan melayani pembeli dari berbagai negara.

Sebagai pelengkap, Freelancer At Work juga menjual pernak-pernik bagi pekerja lepas, seperti stand laptop, keyboard portable, serta wadah untuk berbagai kabel dan aksesoris laptop.

UNTUCKit

Niche market - homepage UNTUCKit

Bagi Anda yang rutin mengenakan kemeja mungkin menyadari bahwa kebanyakan pakaian tersebut memiliki ukuran yang tidak pas. Gara-gara hal ini, Anda perlu menggulung lengan atau membawanya ke penjahit untuk dipotong.

Nah, di sinilah letak keunikan UNTUCKit. Clothing line tersebut menyediakan beragam pilihan kemeja dengan ukuran yang tidak tanggung. Model yang ditawarkan pun banyak. Ditambah lagi, produk UNTUCKit tersedia untuk pria dan wanita.

Bisnis seperti UNTUCKit menunjukkan bahwa di industri yang sangat padat seperti pakaian pun Anda masih bisa menemukan celah-celah untuk membuat usaha yang terkenal karena keunikannya.

Manfaat Memilih Niche Market

Sesuai penjelasan yang kami berikan di awal artikel ini, niche market adalah segmentasi dari industri yang lebih umum dan memiliki lingkup konsumen yang kecil. Lalu, mengapa Anda perlu mempertimbangkan ranah ini? Berikut adalah beberapa alasannya.

Persaingan yang Tidak Begitu Ketat

Coba perhatikan keempat contoh bisnis yang dibahas pada bagian sebelumnya. Karena usaha-usaha tersebut menjual produk dan layanan yang sangat spesifik, tidak banyak kompetitor yang menawarkan keunggulan serupa. Dengan demikian, mereka tidak perlu menghadapi kompetisi yang berat. 

Bisnis Lebih Mudah Dikenal

Dengan jumlah pesaing yang sedikit, tentunya bisnis Anda akan lebih mudah dan cepat dikenal. 

Selain itu, usaha Anda akan berpotensi untuk dijadikan rujukan bagi konsumen-konsumen baru dalam komunitas yang terkait dengan niche market Anda.

Bisnis Lebih Terfokus

Dengan menjalankan bisnis di ranah niche market, Anda tidak perlu bingung dalam mengembangkan produk atau layanan yang sudah ada. Mengapa? Karena target pasar Anda dan permasalahan yang konsumen hadapi sudah jelas.

Ketika ingin menambah varietas produk, Anda tinggal mencari tahu kebutuhan-kebutuhan konsumen yang belum terlayani dan membuat solusinya.

Mudah untuk Mendapatkan Loyalitas Konsumen

Menjalankan usaha dengan target pasar yang spesifik memungkinkan Anda untuk memiliki sedikit kompetitor dan menawarkan produk yang betul-betul bermanfaat bagi pelanggan. Oleh karena itu, para konsumen yang termasuk dalam niche market sasaran Anda akan loyal terhadap brand dan dagangan Anda.

Pekerjaan Terasa Lebih Menyenangkan

Para pelaku usaha yang berbisnis dengan niche market biasanya berawal dari visi pribadi. Salah satu contohnya adalah pemilik Freelancer At Work yang melahirkan idenya karena tidak ingin diganggu ketika bekerja dengan laptopnya di tempat umum.

Dengan kata lain, menjalankan bisnis dengan sasaran niche market akan lebih menyenangkan jika Anda melayani konsumen dengan permasalahan atau kebutuhan yang sama.

Penutup

Demikian pembahasan mengenai pengertian niche market, cara menentukannya, contoh-contohnya, dan manfaatnya.

Agar makin sukses dalam menjalankan usaha Anda dalam niche market yang dipilih, pelajari juga kiat-kiat bisnis online dalam ebook gratis kami.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda. Jika memiliki pertanyaan, jangan sungkan untuk meninggalkan komentar pada kolom yang tersedia di bawah.

0
Aldwin Nayoan Aldwin is a content writer at Niagahoster. Specializing in web hosting and WordPress, he is eager to help people uplevel their business on the internet. Apart from being a tech junkie, Aldwin likes fiction and photography.
[{"code":""
[{"code":""
"label":"Coba Lagi"
"label":"Coba Lagi"
"win":false}
"win":false}
{"code":"HOSTING50"
{"code":"HOSTING50"
"label":"Extra Diskon 50rb "
"label":"Extra Diskon 50rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":"HOSTING20"
{"code":"HOSTING20"
"label":"Extra Diskon 20rb "
"label":"Extra Diskon 20rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":"HOSTING100"
{"code":"HOSTING100"
"label":"Extra Diskon 100rb "
"label":"Extra Diskon 100rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":""
{"code":""
"label":"Belum Beruntung"
"label":"Belum Beruntung"
"win":false}
"win":false}
{"code":"HOSTING20"
{"code":"HOSTING20"
"label":"Extra Diskon 20rb "
"label":"Extra Diskon 20rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":""
{"code":""
"label":"Coba Lagi"
"label":"Coba Lagi"
"win":false}
"win":false}
{"code":"HOSTING50"
{"code":"HOSTING50"
"label":"Extra Diskon 50rb "
"label":"Extra Diskon 50rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":"HOSTING20"
{"code":"HOSTING20"
"label":"Extra Diskon 20rb "
"label":"Extra Diskon 20rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":"FREESHIPPING"
{"code":"FREESHIPPING"
"label":"Coba Lagi"
"label":"Coba Lagi"
"win":false}
"win":false}
{"code":""
{"code":""
"label":"Sedikit Lagi! "
"label":"Sedikit Lagi! "
"win":false}
"win":false}
{"code":"HOSTING50"
{"code":"HOSTING50"
"label":"Extra Diskon 50rb "
"label":"Extra Diskon 50rb "
"win":true}]
"win":true}]