Yasin K Yasin K is a Technical Content Writer for Niagahoster Blog. Other words are unimportant things you will never need to know. Let the content speak for itself :)

DNS Google dan Cara Menggunakannya

5 min read

dns google

Penggunaan DNS yang tepat dapat membantu Anda memiliki koneksi yang lebih baik. Salah satunya, ketika Anda menggunakan DNS Google untuk browsing. Google DNS tidak hanya dapat membantu mempercepat akses ke website, tapi juga mendapatkan koneksi yang lebih aman.

Apa itu DNS Google dan bagaimana cara menggunakannya?

Di artikel ini, kami akan mengulas manfaat Google Public DNS dan berbagai alternatif DNS publik lainnya. Yuk, simak selengkapnya!

Apa itu DNS Google?

DNS Google adalah salah satu publik DNS yang disediakan oleh Google dan banyak digunakan orang karena dianggap mampu memberikan koneksi yang lebih baik.

Nah, DNS adalah sebuah sistem yang menghubungkan data URL website dengan alamat IP yang dimiliki. DNS ibarat buku telepon yang mempunyai daftar nomor telepon yang ada di seluruh dunia. Nah, DNS menyimpan seluruh domain yang ada di internet.

Jadi, ketika sistem DNS itu baik, maka proses untuk menemukan sebuah alamat website bisa berjalan lebih cepat. Nah, Google DNS adalah salah satu DNS yang berkualitas dan direkomendasikan. Apa alasannya?

Baca Juga: Fungsi dan Cara Kerja DNS yang Harus Anda Ketahui

Kenapa Anda Perlu Mencoba DNS Google?

Makin banyaknya website membuat proses pencarian yang dilakukan DNS server (DNS Lookup) kian kompleks. Nah, Google sebagai search engine terbesar meluncurkan layanan DNS untuk mengatasi permasalahan tersebut. Manfaat menggunakan DNS Google antara lain

1. Mempercepat Browsing

Layanan DNS dari Google menggunakan jaringan anycast server secara global. Ini memungkinkan DNS Google untuk mencari server DNS terdekat dengan pengguna sehingga mempercepat proses pencarian domain di DNS server. 

Selain itu, Google DNS juga menjalankan metode yang dapat menurunkan latency –waktu jeda yang diperlukan untuk memproses paket dari pengirim ke penerima– di dalam proses query pada server. Selain itu, Google juga melakukan beberapa optimasi untuk mengelola cache pada infrastruktur miliknya.

Baca juga: 6+ Rekomendasi DNS Tercepat [Update 2021]

2. Meningkatkan Keamanan

Selain kecepatan, DNS Google juga menawarkan keamanan. Salah satu masalah yang dialami oleh penyedia DNS publik adalah kemungkinan layanan mereka dipakai untuk serangan Denial of Service (DDoS).

Selain itu juga dimanfaatkan untuk serangan Amplification atau teknik penerjemahan yang mengeksplisitkan atau memparafrase suatu informasi yang implisit dalam bahasa sumber. Google DNS mempunyai fitur yang dapat melindungi pengguna dari berbagai serangan ini, apalagi jika Anda masih menggunakan perangkat dengan versi lama.

3. Memproses Request Tanpa Redirection

Salah satu keunggulan dari Google Public DNS adalah tidak melakukan redirect ketika website yang diakses tidak ada. DNS yang disediakan oleh ISP terkadang melakukan redirect ketika domain atau website yang diakses sebenarnya tidak ada.

DNS Google tidak melakukan ini tetapi memberikan hasil query yang sesuai dengan kondisi aslinya. Jadi ketika domain tidak tersedia atau kesalahan dalam mengetikkan domain, user menerima respon NXDOMAIN yang memberi tahu bahwa user mengakses domain yang tidak dikenal, bukan malah melakukan redirect seperti DNS server pada umumnya.

4. Mencakup Geografis yang Luas

Bagi DNS tertutup (private DNS) hal ini mungkin tidak masalah. Akan tetapi bagi DNS publik, semakin server dekat dengan user semakin kecil latency yang akan mereka dapatkan. Kebalikannya, semakin jauh lokasi user dengan server maka semakin tinggi latency yang akan didapatkan. Jadi pemilihan server DNS akan tidak jauh dengan lokasi di mana web server berada.

Google Public DNS terdapat di beberapa data center yang ada di seluruh dunia. Tentu saja infrastruktur ini juga didukung perutean anycast untuk mengirimkan response dari data center terdekat dengan web server secara geografis.

5. DNS melalui HTTPS

Google public DNS mengembangkan akses DNS menggunakan HTTPS atau koneksi DNS dengan enkripsi HTTPS. DNS yang terenkripsi menggunakan HTTPS dapat mencegah kerusakan, penyadapan (spoofing), dan dapat meningkatkan keamanan koneksi yang terjadi antara user dengan Google Public DNS. Sistem keamanan ini melengkapi sistem keamanan sebelumnya (DNSSEC) untuk menyediakan pencarian DNS yang terotentikasi dari ujung ke ujung. 

Cara Menggunakan DNS Google

Pada dasarnya baik di semua sistem operasi atau perangkat yang terhubung dengan internet sama saja, Anda hanya perlu memasukkan alamat IP DNS server ke dalam pengaturan koneksi yang dipakai.

IPv4 DNS Google: 8.8.8.8 dan 8.8.4.4
IPv6 DNS Google: 2001:4860:4860::8888 dan 2001:4860:4860::8844

Namun, setiap perangkat punya pengaturan berbeda-beda. Anda bisa mengaktifkan DNS Google mengikuti langkah-langkah di bawah ini sesuai perangkat yang Anda gunakan:

Cara Menggunakan Google DNS di Windows 7,8, dan 10

Pengaturan DNS Google di Windows cukup mudah karena Anda hanya perlu melakukan beberapa klik saja dan memasukkan alamat IP DNS server.

Langkah 1. Buka Pengaturan Jaringan

Pertama Anda perlu membuka pengaturan jaringan yang ada di Windows. Klik-kanan icon ‘Network’ kemudian klik “Open Network and Internet Settings”.

Menu open network and internet settings

Langkah 2. Buka Pengaturan Koneksi Jaringan

Kemudian klik ‘Change adapter options’ untuk melihat berbagai macam koneksi yang tersedia. 

Menu change adapter options

Langkah 3. Pilih Koneksi yang Ingin Diubah

Di dalam ‘Network Connections’ klik-kanan koneksi yang ingin diubah alamat IP DNS, pilih “Properties”. Anda bisa menyesuaikan koneksi mana yang ingin diubah. Biasanya Ethernet merupakan koneksi yang berasal dari jaringan LAN. Sedangkan jika Anda menggunakan WiFi tinggal sesuaikan saja dengan pilihan yang tersedia. Untuk panduan ini, kami memilih koneksi WiFi.

Menu properties untuk koneksi internet

Langkah 4. Pilih Jenis Koneksi

Pada ‘WiFi Properties’ pilih tab “Internet Protocol Version 4 (TCP / IPv4)” kemudian klik “Properties”.

Menu porperties untuk IPv4

Langkah 5. Memasukkan Alamat IP DNS

Langkah terakhir adalah memasukkan alamat IP DNS server. Pada bagian bawah menu ‘Internet Protocol Version 4 (TCP / IPv4)’ terdapat pengaturan DNS yang dapat Anda ubah.

Pilih opsi ‘Use the following DNS server addresses’ kemudian masukkan alamat IP DNS Google yaitu 8.8.8.8 dan 8.8.4.4. Jangan lupa klik “Save” untuk menyimpan konfigurasi yang sudah Anda tambahkan.

Kolom DNS address

Langkah 6. (Opsional) Melakukan Clear Cache DNS di Windows

Terkadang Anda perlu melakukan proses clear cache DNS supaya informasi yang dihasilkan baru, bukan hasil cache yang sudah lama. Cache DNS yang sudah usang akan memberikan informasi yang tidak sesuai ketika mengakses website.

Anda dapat mengikuti artikel cara flush DNS untuk membersihkan cache DNS yang ada di Windows.

Cara Menggunakan Google DNS di Linux

Jika menggunakan Linux, langkahnya cukup singkat, tapi setidaknya Anda perlu tahu beberapa fungsi dasar edit dan mengakses file menggunakan Terminal.

Konfigurasi DNS server di Linux terletak ada di dalam resolv.conf. File ini di beberapa distro biasanya diletakkan pada folder /etc/resolv.conf yang dapat Anda akses menggunakan Terminal. Anda hanya tinggal menambahkan alamat IP DNS Google ke dalam file ini.

Buka Terminal kemudian edit file resolv.conf kemudian tambahkan baris “nameserver 8.8.8.8” tanpa tanda petik dua ke dalam file.

Mengaktifkan DNS Google di terminal Linux

Jangan lupa simpan konfigurasi baru tersebut untuk menerapkannya.

Alternatif Server DNS Publik Gratis Selain Google DNS

Anda sekarang dimudahkan dengan berbagai macam server DNS yang tersedia secara gratis atau yang dikenal dengan publik DNS.

Ada banyak sekali pilihan publik DNS yang tersedia saat ini, seperti OpenDNS, Cloudflare, DNS.Watch, Comodo Secure, dan tentu saja Google Public DNS. Masing-masing layanan mempunyai alamat IP sendiri dengan berbagai macam fitur yang ditawarkan.

1. OpenDNS

Open DNS merupakan layanan domain yang dikelola oleh Cisco, perusahaan penyedia perangkat lunak dan keras yang berhubungan dengan jaringan komputer. Open DNS menggunakan perutean Anycast yang juga digunakan oleh Google Public DNS. Anycast membantu memilih server DNS terdekat sehingga membuat proses browsing menjadi lebih cepat.

Alamat IP untuk DNS yaitu 208.67.222.222, 208.67.220.220

2. DNS.Watch

DNS.Watch merupakan layanan DNS server gratis pihak ketiga yang tidak mencatat riwayat query penggunanya sehingga data Anda lebih aman. Selain itu, DNS.Watch juga bisa membantu Anda membuka konten yang dibatasi secara geografis.

Alamat IP untuk DNS yaitu 84.200.69.80, 84.200.70.40

3. Comodo Secure DNS

Comodo Secure DNS menyediakan server yang tersebar di seluruh dunia sehingga membuat browsing menjadi lebih cepat dibandingkan menggunakan DNS yang disediakan oleh ISP.

Alamat IP untuk DNS yaitu 8.26.56.26 8.20.247.20

4. Cloudflare

DNS Cloudflare termasuk layanan DNS yang masih baru. Layanan server DNS ini diluncurkan April 2018. Anda bisa mengunjungi artikel kami terkait DNS Cloudflare untuk menemukan informasi lebih lengkapnya.

Alamat IP untuk DNS yaitu 1.1.1.1, 1.0.0.1

5. Quad9 DNS

Quad9 DNS juga merupakan salah satu penyedia DNS publik yang cukup terkenal. DNS server ini melakukan pengecekan situs yang dikloning dan memblokirnya sehingga user tidak bisa mengaksesnya. Hal ini untuk mengantisipasi penyalahgunaan data dan serangan yang mungkin saja terjadi melalui website tersebut.

Alamat IP untuk DNS yaitu 9.9.9.9

6. Verisign

Verisign juga menyediakan layanan DNS publik yang dapat Anda pakai. Server DNS yang disediakan oleh Verisign cukup stabil dan aman. Selain itu Verisign juga mengatakan tidak akan pernah menjual riwayat pencarian Anda dan tetap aman di server mereka.

Alamat IP untuk DNS yaitu 64.6.64.6, 64.6.65.6

Tingkatkan Pengalaman Browsing dengan DNS Google

Ada terdapat berbagai macam server DNS publik yang tersedia saat ini. Salah satu yang disarankan adalah DNS Google. Anda bisa mendapatkan jaminan keamanan dan kecepatan jika menggunakan layanan DNS publik ini. Pengaturannya pun cukup mudah di berbagai sistem operasi. Tinggal sesuaikan saja dengan yang Anda pakai.

Selain Google, ada penyedia server DNS alternatif lain seperti Cloudflare, OpenDNS, Verisign, Quad9 DNS, dan lain sebagainya. Anda bisa mencoba berbagai macam server DNS ini dan tentukan mana yang paling cocok dengan kebutuhan yang Anda inginkan.

Sampai di sini artikel DNS Google dan cara menggunakannya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. Jika masih mempunyai beberapa pertanyaan silakan tinggalkan melalui kolom komentar di bawah ini.

Jangan lupa subscribe untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai teknologi, digital marketing, dan bisnis. 

Yasin K Yasin K is a Technical Content Writer for Niagahoster Blog. Other words are unimportant things you will never need to know. Let the content speak for itself :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *