Aldwin Nayoan Aldwin is a content writer at Niagahoster. Specializing in web hosting and WordPress, he is eager to help people uplevel their business on the internet. Apart from being a tech junkie, Aldwin likes fiction and photography.

Apa itu Localhost? Pengertian Localhost, Fungsi, dan Jenisnya

3 min read

22_11_20 Apa itu Localhost Pengertian Localhost, Fungsi, dan Jenisnya

Jika Anda pernah atau sedang belajar membuat website, barangkali localhost adalah istilah yang sudah lazim didengar. Namun bagi sebagian orang, bisa jadi mereka bertanya-tanya, apa itu localhost?

Tenang, jawabannya ada di sini, kok. Kali ini, kami ajak Anda belajar mengenal pengertian localhost website, cara menggunakan localhost, fungsi local host, dan jenis-jenis software server lokal.

Anda jadi penasaran, kan? Langsung saja, ini dia artikel selengkapnya!

Apa itu Localhost?

apa itu localhost adalah

Localhost adalah istilah teknis ketika Anda menggunakan komputer sendiri sebagai server lokal. Karena dijadikan sebagai server, Anda bisa mengakses file-file yang ada di dalam komputer tersebut.

Singkatnya, tidak ada yang spesial dari pengertian localhost website ini.

Hanya saja, orang awam akan menyebut komputer mereka tetap sebagai “komputer”. Sementara bagi programmer atau developer, mereka cenderung mengatakan komputer sebagai “local host”.

Selain penyebutannya yang berbeda, cara mengakses file pun juga tak sama. Pengguna biasa memanfaatkan file manager untuk membuka file. Sementara bagi kalangan IT, cara membuka localhost untuk akses file agak lain.

Pertama, mereka perlu menginstall software atau aplikasi server local host. Kemudian, mereka membuka browser lalu mengetikkan localhost di Address Bar. Baru setelahnya, mereka bisa mengakses folder atau file yang dikehendaki.

Oh ya, karena diakses melalui browser, localhost juga memiliki IP Address-nya sendiri. Defaultnya, IP localhost adalah 127.0.0.1. Dengan begitu, Anda bisa mengakses alamat IP tersebut di browser untuk membuka local host.

Localhost 127.0.0.1 ini sering dikenal dengan loopback address. Hal ini akan dibahas lebih lengkap di bagian berikutnya.

Baca Juga: Cara Upload WordPress ke Hosting dari Localhost

Apa itu Loopback IP 127.0.0.1

Loopback address adalah alamat IP yang digunakan untuk mengakses server lokal alias localhost. Loopback IP localhost umumnya berkisar antara 127.0.0.1 hingga 127.255.255.255.

Namun seperti yang kami ungkapkan di bagian sebelumnya, cara menggunakan localhost, IP Address default untuk localhost adalah 127.0.0.1.

Pun demikian, Anda masih bisa mengubah IP Address server lokal Anda sendiri, kok. Bahkan, Anda juga bisa menggunakan domain Anda sendiri untuk mengakses local host, misal domainsaya.com.

Selengkapnya bisa Anda baca di panduan mengganti localhost dengan nama domain.

Sampai di sini, Anda sudah belajar pengertian localhost website, cara membuka localhost, dan hubungan local host dengan loopback address 127.0.0.1.

Lanjutkan dengan mengenal beberapa fungsi localhost, yuk!

Baca juga: Cara Membuat Database MySQL

Apa Saja Fungsi Localhost?

Secara umum, fungsi localhost adalah sebagai berikut:

1.Menguji Coba Website atau Aplikasi secara Offline

Fungsi utama localhost adalah memungkinkan Anda mengakses situs yang dijalankan pada komputer Anda.

Hal ini bermanfaat jika Anda seorang web developer. Sebab, Anda bisa memastikan website berjalan dengan lancar sebelum menguploadnya ke server hosting online.

Hal ini akan meminimalisir risiko website yang Anda bangun error di layanan hosting dan membuatnya tidak bisa diakses pengunjung.

Baca juga: Membuat Website di Localhost

2. Memeriksa Kecepatan Koneksi Internet

Fungsi localhost lainnya yaitu untuk memeriksa koneksi internet Anda. Cara ini bisa Anda lakukan dengan membuka software Command Prompt untuk Windows atau Terminal untuk MacOS.

Setelah itu, ketikkan ping localhost atau ping 127.0.0.1 dan tekan tombol Enter. Jika koneksi internet Anda tidak bermasalah, maka hasil yang akan muncul kurang lebih seperti ini:

fungsi localhost adalah cek koneksi internet

3. Memblokir Akses ke Website Tertentu

Fungsi tambahan localhost adalah untuk memblokir akses ke website tertentu.

Bagi yang belum tahu, akses ke sebuah website dapat terjadi karena Domain Name Server (DNS) memberikan IP address dari alamat situs yang dimasukkan ke address bar browser Anda.

Untuk mempermudah proses tersebut, komputer Anda menyimpan setiap alamat situs yang pernah ia akses beserta IP address mereka dalam file pengaturan bernama “hosts file”.

Nah, jika tidak ingin komputer Anda digunakan untuk mengakses website tertentu, Anda dapat mengganti IP address mereka dengan 127.0.0.1 yang notabene adalah alamat localhost.

Berikut hasilnya setelah konfigurasi tersebut diaktifkan:

memblokir situs loopback ip cara membuka localhost

Jenis Aplikasi Server Localhost

Di bagian pengertian localhost, kami sudah membahas bahwa untuk mengakses server lokal, Anda butuh menginstall aplikasi localhost. Nah, berikut ini tiga software local host yang bisa Anda coba:

1. XAMPP

xampp adalah logo apa itu localhost loopback ip

XAMPP adalah salah satu aplikasi server lokal yang digunakan secara umum. Aplikasi ini merupakan derivasi dari Apache yang menggunakan MariaDB untuk database-nya, serta PHP dan Perl sebagai bahasa pemrogramannya.

Dukungan sistem operasi XAMPP cukup luas. Anda dapat memasang aplikasi ini di Windows, Linux, dan Mac OS X.

Kabar baiknya, XAMPP bersifat open-source, jadi Anda bisa mengunduh dan menggunakannya dengan gratis.

Jika Anda penasaran bagaimana cara setting localhost dengan aplikasi ini, silakan mampir ke panduan cara menggunakan XAMPP.

Baca juga: Cara Instal WordPress di XAMPP

2. AMPPS

Seperti XAMPP, AMPPS juga merupakan aplikasi server lokal open-source. Di dalamnya, Anda akan menemukan Apache, MySQL, MongoDB, PHP, Perl, bahasa pemrograman Python, dan Softaculous Installer.

Karena memiliki fitur instalasi Softaculous, AMPPS memungkinkan Anda untuk memasang berbagai aplikasi web seperti WordPress, Joomla, dan Drupal secara mudah dalam beberapa klik. Namun, Softaculous membutuhkan koneksi internet untuk melakukannya.

AMPPS juga dapat digunakan pada Windows, Linux, dan Mac OS X.

3. WampServer

Wamp Server adalah software Anda untuk memasang Apache, MySQL, dan PHP di server lokal. Seperti kedua aplikasi localhost sebelumnya, WampServer juga dapat Anda unduh dan gunakan secara cuma-cuma.

Sayangnya, WampServer hanya diperuntukkan komputer dengan sistem operasi Windows. Jika Anda pengguna Mac OS X atau Linux, maka dua software sebelumnya adalah opsi yang lebih tepat.

Sudah Tahu Apa itu Localhost, kan?

Di artikel ini, Anda sudah tahu apa itu localhost dan loopback IP, cara membuka localhost website, fungsi localhost, sampai rekomendasi software untuk server lokal yang bisa Anda install.

Singkatnya, localhost adalah aspek penting untuk Anda gunakan, utamanya jika Anda sedang membangun project website atau aplikasi.

Semoga artikel ini berguna bagi Anda. Jika memiliki pertanyaan, jangan sungkan untuk meninggalkan komentar pada kolom yang tersedia di bawah ini.

Jangan lupa untuk klik tombol Subscribe blog Niagahoster agar tidak ketinggalan artikel terbaru kami. Sampai jumpa lagi!

Aldwin Nayoan Aldwin is a content writer at Niagahoster. Specializing in web hosting and WordPress, he is eager to help people uplevel their business on the internet. Apart from being a tech junkie, Aldwin likes fiction and photography.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *