Aldwin Nayoan Aldwin is a content writer at Niagahoster. Specializing in web hosting and WordPress, he is eager to help people uplevel their business on the internet. Apart from being a tech junkie, Aldwin likes fiction and photography.

Apa itu Localhost? Panduan untuk Pemula

2 min read

localhost

Bagi Anda yang baru mulai belajar membuat website, barangkali localhost adalah salah satu dari segudang istilah yang terdengar asing. Namun jangan khawatir. Dalam artikel ini, Anda akan dituntun untuk memahami apa itu localhost dan kegunaannya.

Apa itu Localhost?

Dalam konteks pemrograman website, komputer Anda disebut localhost. Mengapa demikian?

Perlu Anda ingat bahwa server web hosting juga merupakan perangkat komputer. Oleh karena itu, komputer Anda pun dapat digunakan untuk menyimpan dan menjalankan sebuah website dengan sebuah aplikasi server lokal.

Akan tetapi, situs tersebut tidak dapat diakses siapapun melalui jaringan internet. Satu-satunya cara untuk membukanya adalah dengan mengetikkan http://localhost pada web browser komputer yang menyimpan data situs itu.

Dengan kata lain, localhost bukan hanya sebuah istilah, tetapi juga merupakan nama domain. Tentunya, localhost memiliki IP address di baliknya, yaitu 127.0.0.1 (atau dikenal sebagai loopback address). 

Fungsi Localhost

Ada tiga manfaat yang bisa didapatkan dengan keberadaan localhost. Apa saja itu? Simak penjelasannya di bawah ini!

1. Menguji Coba Situs dan Aplikasi Web secara Offline

Seperti yang telah dibicarakan pada bagian sebelumnya, fungsi utama localhost adalah memungkinkan Anda mengakses situs yang dijalankan pada komputer Anda.

Hal ini bermanfaat jika Anda seorang developer website. Dengan localhost, Anda dapat memastikan bahwa situs atau aplikasi web yang Anda buat bekerja dengan tepat sebelum mengunggahnya ke server online.

Tentunya Anda dapat melakukannya dengan layanan web hosting. Akan tetapi, membuat website secara offline tidak memerlukan biaya apapun. Ditambah lagi, Anda tidak perlu memikirkan tentang batas bandwidth server.

Baca Juga: Cara Upload WordPress ke Hosting dari Localhost

2. Cek Kondisi Koneksi Internet Anda

Localhost juga dapat digunakan untuk memeriksa koneksi internet Anda. Untuk melakukannya, Anda hanya perlu membuka Command Prompt (Windows) atau Terminal (Mac OS) dan mengetikkan “ping localhost” atau “ping 127.0.0.1”. Setelah itu, tekan tombol enter dan lihat hasilnya. Berikut adalah hasil tes yang muncul ketika tidak ada masalah pada koneksi internet.

Apa itu localhost - contoh penggunaan localhost untuk cek koneksi internet.

3. Blokir Akses ke Situs Tertentu

Bagi Anda yang belum tahu, akses ke sebuah website dapat terjadi karena Domain Name Server (DNS) memberikan IP address dari alamat situs yang dimasukkan ke address bar browser Anda.

Untuk mempermudah proses tersebut, komputer Anda menyimpan setiap alamat situs yang pernah ia akses beserta IP address mereka dalam file pengaturan bernama “hosts file”.

Nah, jika tidak ingin komputer Anda digunakan untuk mengakses website tertentu, Anda dapat mengganti IP address mereka dengan 127.0.0.1 yang notabene adalah alamat localhost. Apabila Anda menggunakan Google Chrome, berikut adalah apa yang terjadi setelah pengaturan tersebut diaktifkan.

Apa itu localhost - halaman Google Chrome ketika sebuah situs dialihkan ke localhost.

Macam-Macam Aplikasi Server Localhost

Pada bagian tentang pengertian localhost telah disebutkan bahwa server web hosting merupakan perangkat komputer. Akan tetapi, ia tidak dapat menjalankan situs tanpa adanya aplikasi web server seperti NginX dan Apache.

Hal tersebut juga berlaku bagi server lokal atau komputer pribadi yang dijadikan sebuah server. Di bawah ini adalah beberapa aplikasi yang bisa Anda pilih untuk menciptakan server lokal.

1. XAMPP

XAMPP adalah salah satu aplikasi server lokal yang digunakan secara umum. Aplikasi ini merupakan derivasi dari Apache yang menggunakan MariaDB untuk database-nya, serta PHP dan Perl sebagai bahasa pemrogramannya.

Dukungan sistem operasi XAMPP cukup luas. Anda dapat memasang aplikasi ini di Windows, Linux, dan Mac OS X.

Kabar baiknya, XAMPP bersifat open-source, jadi Anda bisa mengunduh dan menggunakannya dengan gratis.

Jika ingin menginstal WordPress di XAMPP, Anda bisa mengikuti panduan instalasi yang pernah kami bahas.

2. AMPPS

Seperti XAMPP, AMPPS juga merupakan aplikasi server lokal open-source. Di dalamnya, Anda akan menemukan Apache, MySQL, MongoDB, PHP, Perl, Python, dan Softaculous Installer.

Karena memiliki fitur instalasi Softaculous, AMPPS memungkinkan Anda untuk memasang berbagai aplikasi web seperti WordPress, Joomla, dan Drupal secara mudah dalam beberapa klik. Namun, Softaculous membutuhkan koneksi internet untuk melakukannya.

AMPPS juga dapat digunakan pada Windows, Linux, dan Mac OS X.

Baca Juga: MariaDB vs MySQL: Mana yang Harus Digunakan?

3. WampServer

WampServer memungkinkan Anda untuk memasang Apache, MySQL, dan PHP di server lokal. Seperti kedua aplikasi localhost sebelumnya, WampServer juga dapat Anda unduh dan gunakan secara cuma-cuma.

Sayangnya, WampServer hanya diperuntukkan komputer dengan sistem operasi Windows. Jika Anda pengguna Mac OS X atau Linux, XAMPP dan AMPPS adalah pilihan yang lebih tepat.

Apabila mengalami kesulitan dalam memasang WampServer, Anda dapat mengikuti langkah-langkahnya dalam Panduan Mudah Instalasi WAMP Server.

Gunakan Localhost untuk

Sekarang Anda sudah tahu apa itu localhost, kan? Umumnya, fungsi localhost adalah mengecek tampilan dan fungsionalitas website atau web app yang diinstal dalam komputer Anda. Ini dilakukan dengan mengetikkan “localhost” atau IP address 127.0.0.1 ke address bar di browser.

Selain dalam pembuatan website dengan hosting offline, localhost juga digunakan ketika ingin mengecek kondisi koneksi internet dan memblokir akses terhadap situs tertentu.

Semoga artikel ini berguna bagi Anda. Jika memiliki pertanyaan, jangan sungkan untuk meninggalkan komentar pada kolom yang tersedia di bawah ini.

Jangan lupa untuk subscribe blog Niagahoster untuk mendapatkan informasi terbaru seputar web development dan hosting.

Aldwin Nayoan Aldwin is a content writer at Niagahoster. Specializing in web hosting and WordPress, he is eager to help people uplevel their business on the internet. Apart from being a tech junkie, Aldwin likes fiction and photography.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[{"code":"","label":"Coba Lagi","win":false},{"code":"HOSTING50","label":"Extra Diskon 50rb ","win":true},{"code":"HOSTING20","label":"Extra Diskon 20rb ","win":true},{"code":"HOSTING100","label":"Extra Diskon 100rb ","win":true},{"code":"","label":"Belum Beruntung","win":false},{"code":"HOSTING20","label":"Extra Diskon 20rb ","win":true},{"code":"","label":"Coba Lagi","win":false},{"code":"HOSTING50","label":"Extra Diskon 50rb ","win":true},{"code":"HOSTING20","label":"Extra Diskon 20rb ","win":true},{"code":"FREESHIPPING","label":"Coba Lagi","win":false},{"code":"","label":"Sedikit Lagi! ","win":false},{"code":"HOSTING50","label":"Extra Diskon 50rb ","win":true}]
[{"code":"","label":"Coba Lagi","win":false},{"code":"HOSTING50","label":"Extra Diskon 50rb ","win":true},{"code":"HOSTING20","label":"Extra Diskon 20rb ","win":true},{"code":"HOSTING100","label":"Extra Diskon 100rb ","win":true},{"code":"","label":"Belum Beruntung","win":false},{"code":"HOSTING20","label":"Extra Diskon 20rb ","win":true},{"code":"","label":"Coba Lagi","win":false},{"code":"HOSTING50","label":"Extra Diskon 50rb ","win":true},{"code":"HOSTING20","label":"Extra Diskon 20rb ","win":true},{"code":"FREESHIPPING","label":"Coba Lagi","win":false},{"code":"","label":"Sedikit Lagi! ","win":false},{"code":"HOSTING50","label":"Extra Diskon 50rb ","win":true}]