Tutorial

Spesifikasi Hosting untuk Moodle & Rekomendasi Jenis Hosting

Sebagai platform e-learning untuk diinstall di server hosting, Moodle kerap jadi pilihan karena gratis dan mudah digunakan. Nah, agar performanya juga oke, sebaiknya Anda tak asal pilih hosting untuk Moodle.

Lantas, seperti apa hosting untuk Moodle yang tepat?

Tenang, Anda tak salah tempat, kok! Kali ini, kami akan mengulas syarat spesifikasi hosting untuk Moodle, serta memberi Anda rekomendasi jenis hosting yang cocok untuk platform e-learning ini.

Penasaran kan? Langsung saja, ini dia artikel selengkapnya!

Spesifikasi Hosting untuk Moodle

Moodle adalah platform e-learning berbasis web yang dapat diinstall di server hosting. Tak sembarang server, berikut spesifikasi hosting untuk Moodle yang direkomendasikan:

  • Processor – Minimal Single Core 1GHz. Direkomendasikan Dual Core 2GHz atau lebih.
  • Memory – Minimal RAM 512MB. Direkomendasikan RAM 1GB atau lebih.
  • Disk Space – 200MB untuk file installer Moodle. Direkomendasikan 5GB untuk Moodle itu sendiri dan konten pembelajaran.

Oh ya, kami juga menyarankan Anda memilih hosting yang punya opsi upgrade. Sehingga, Anda selalu bisa menyesuaikan spesifikasi hosting dengan kebutuhan pengelolaan Moodle ke depannya.

Nah, itu tadi persyaratan spesifikasi hosting untuk Moodle. Berikutnya, simak kelebihan dan kekurangan Moodle dulu, yuk!

Baca juga: Cara Membuat E-learning Berbasis Web

Kelebihan Moodle

Kelebihan Moodle sebagai salah satu platform e-learning adalah sebagai berikut:

  • Gratis – Anda bisa menginstall dan menggunakan Moodle tanpa perlu merogoh kocek untuk lisensi tertentu.
  • Mudah Digunakan – Moodle memakai antarmuka berbasis drag & drop yang gampang dipelajari. Baik oleh murid, pengajar, maupun administrator.
  • Fleksibel – Moodle mendukung berbagai skema pembelajaran. Baik skala kecil dengan materi dan jumlah audiens terbatas, hingga skala yang lebih luas lagi.
  • Aman – Tim developer Moodle secara rutin mengupdate platform ini untuk menjamin keamanan pengguna dari risiko pencurian data pribadi.
  • Terintegrasi – Anda dapat menyulap Moodle dari platform e-learning menjadi sebuah portal edukasi utuh dengan opsi penambahan halaman wiki, forum diskusi, dan blog.
  • Dapat Dikustomisasi – Anda bisa mengotak-atik tampilan Moodle lewat berbagai opsi tema, serta menambahkan fitur-fitur baru dengan adanya dukungan plugin.
  • Mobile Friendly – Moodle dapat diakses dari perangkat mobile dengan tampilan yang responsif. Sehingga, memudahkan Anda mengaksesnya di mana saja.

Kekurangan Moodle

Meski punya banyak kelebihan, Moodle tetap menyimpan kekurangan untuk Anda perhatikan, seperti:

  • Tampilan Membosankan – Bagi sebagian orang, interface Moodle tampak kurang menarik sehingga berpotensi membosankan bagi pengaksesnya.
  • Support Bahasa Kurang – Moodle hanya menyediakan opsi bahasa Inggris. Jika Anda ingin menggunakan bahasa lain, Anda harus menginstall plugin tambahan.

Sampai di sini, Anda sudah paham kelebihan dan kekurangan Moodle. Apakah Anda tertarik mencobanya? Jika ya, mari simak rekomendasi hosting untuk Moodle!

Rekomendasi Hosting untuk Moodle

Bicara hosting untuk Moodle, sebenarnya Anda bebas memilih jenis hosting apapun, asal memenuhi syarat spesifikasi yang kami bahas di awal. Misalnya, menggunakan layanan Shared Hosting yang biasanya dibanderol dengan harga terjangkau.

Pun demikian, kami sebenarnya kurang merekomendasikan Shared Hosting ini. Sebab, Shared Hosting adalah jenis hosting di mana Anda tidak punya ruang pribadi di server, dan harus puas berbagi sumber daya dengan pengguna lain.

Dengan jenis hosting ini, performa Moodle dikhawatirkan akan anjlok atau bahkan tidak bisa diakses sama sekali, terutama ketika dipakai banyak orang sekaligus.

Untungnya, kami punya dua rekomendasi hosting untuk Moodle dengan kinerja yang pastinya oke. Apa sajakah itu?

1. VPS Hosting

VPS adalah jenis hosting yang membagi satu server untuk beberapa pengguna. Bedanya dengan Shared Hosting, Anda punya sebuah ruang pribadi yang tak terusik pengguna lain. Sehingga, kinerja VPS lebih baik dibanding Shared Hosting.

Uniknya, jika menyewa VPS sama halnya dengan menyewa ruang kosong. Artinya, Anda harus siap mengelola server dan isinya dari nol secara mandiri. Termasuk, untuk kebutuhan instalasi platform Moodle.

Untungnya, kami sudah membuat panduan cara install Moodle di VPS untuk Anda praktikkan.

Meski begitu, VPS kurang cocok bagi Anda yang kurang familiar dengan hal-hal teknis. Sebab, Anda harus mengotak-atik semuanya sendirian.

Nah, Anda ingin tahu hosting untuk Moodle dengan performa setara VPS tanpa harus pusing mengurus hal teknis? Simak poin yang satu ini!

2. Cloud Hosting

Cloud Hosting adalah jenis hosting di mana Anda tak hanya mengandalkan satu server, tapi juga beberapa server sekaligus. Otomatis, jika salah satu server mengalami kendala, Anda masih bisa mengandalkan server lainnya.

Nah, Cloud Hosting adalah pilihan tepat bagi Anda yang butuh kinerja setara VPS, tapi enggan mengelola server secara mandiri. Alasannya, jenis hosting ini termasuk layanan yang dikelola secara penuh oleh provider hosting.

Oh ya, cara install Moodle di Cloud Hosting jauh lebih mudah dibanding di VPS, loh. Anda cukup mengakses cPanel > Softaculous App Installer. Kemudian, cari Moodle di kolom pencarian lalu klik Install seperti ini:

Bagaimana, Cloud Hosting paling pas sebagai hosting untuk Moodle yang Anda butuhkan?

Baca juga: Cloud Hosting vs Traditional Hosting

Sudah Paham Jenis Hosting untuk Moodle, kan?

Di artikel ini, Anda sudah memahami spesifikasi hosting untuk Moodle, serta jenis hosting untuk Moodle yang tepat.

Shared hosting, VPS dan Cloud hosting sama-sama memenuhi syarat untuk menginstall Moodle.  Pun begitu,  Cloud Hosting bisa menjadi pilihan yang lebih baik. Apa alasannya?

Dengan harga yang masih terjangkau, Anda bisa menikmati performa tinggi seperti di VPS dan kemudahan pengelolaan layaknya Shared Hosting. Nah, Anda tertarik menjajal layanan Cloud Hosting?

Kebetulan, Niagahoster menyediakan layanan Cloud Hosting dengan beragam keunggulan menarik yang pas untuk instalasi Moodle yang ingin Anda lakukan.

Sebut saja, performa 10x lebih kencang dibanding Shared Hosting, jaminan uptime 99.995%, sampai proteksi keamanan berlapis bebas serangan berbahaya. Semuanya bisa Anda nikmati mulai dari Rp124 ribuan/bulan saja!

Menarik, kan? Yuk cobain Cloud Hosting Niagahoster, dan rasakan bedanya!

Muhammad Ariffudin

Share
Published by
Muhammad Ariffudin

Recent Posts

Perbedaan Cloud Hosting dengan Cloud Computing, Jangan Salah Pilih!

Cloud Hosting dan Cloud Computing adalah dua istilah yang serupa tapi tak sama. Yuk ketahui perbedaan Cloud Hosting dan Cloud…

16 hours ago

Cara Mengganti Nama Domain Dengan Cepat dan Mudah

Anda ingin tahu cara mengganti nama domain? Tapi, sebenarnya bisakah mengganti nama domain website dengan nama lain? Tenang, Anda sudah…

19 hours ago

Cara Backup dan Restore Database MySQL dengan Mysqldump

SQL Dump adalah tools CI untuk membackup database MySQL. Yuk ketahui cara backup MySQL dengan Mysqldump di sini!

5 days ago

Hosting Murahan vs Niagahoster: Teliti Sebelum Beli Hosting!

Ingin membeli hosting? Awas, jangan terkecoh hosting abal-abal! Yuk ketahui dulu perbedaan hosting murahan vs Niagahoster di sini!

7 days ago

Jejak Digital Adalah: Pengertian, Bahaya, Cara Menghapus, dan Tips Mengelolanya

Jejak digital adalah informasi yang ditinggalkan seseorang saat menggunakan internet. Informasi ini sulit dihilangkan dan bisa saja disalahgunakan oleh orang…

1 week ago

Apa Itu Dropshipper? Bagaimana Cara Menjadi Dropshipper?

Anda ingin memulai bisnis online dengan modal kecil? Menjadi dropshipper adalah salah satu cara yang bisa Anda coba, apalagi bagi…

1 week ago