Waranugraha Yogya Content Marketer & SEO Specialist. Freelance Web Developer sejak 2008. Menyukai dunia IT khususnya website & penerapannya dalam dunia bisnis. Saat ini fokus mendalami ilmu Internet Marketing.

Error 404 Not Found dan Pesan Kesalahan Lain pada Website yang Perlu Anda Ketahui

3 min read

Pernahkah Anda menemui halaman Error 404?

Bagi pemilik website, munculnya halaman error seperti ini bisa jadi cukup mengganggu. Biarpun sebenarnya cukup sederhana, permasalahan ini berpotensi menjadi sangat merepotkan, terutama bagi pengguna awam.

Pesan kesalahan seperti Error 404 bisa berasal dari script website yang Anda miliki. Faktor lainnya, mungkin disebabkan oleh server hosting tempat Anda menyimpan file website.

Nah, selain Error 404, ada pesan kesalahan lain yang bisa jadi sering Anda temui. Dalam artikel ini kami menghadirkan ulasannya untuk Anda. Tentu saja, lengkap dengan cara mengatasinya.

Mari mulai dari pesan kesalahan yang paling sering Anda temui.

1. Error 404 (Not Found)

website error 404

Penyebab

Error 404 Not Found biasa disebut sebagai broken link. Umumnya kesalahan ini terjadi karena adanya kesalahan penulisan URL, URL halaman telah diubah oleh si pengunggah, halaman yang Anda akses sudah tidak tersedia, atau malah halaman tersebut telah dihapus.

Cara Mengatasi

Pengaturan URL umumnya ditangani oleh script .htaccess. Silakan periksa apakah file .htaccess berada dalam root document/public html Anda (Note: pastikan Anda sudah mengaktifkan fitur show hidden files pada cpanel Anda).

Apabila Anda pemilik website, dan website Anda menemui permasalahan ini, silakan periksa daftar postingan yang Anda buat. Selain itu, lihat juga apakah ada pengaturan mengenai URL Access. Anda bisa menyesuaikan URL pada pengaturan postingan Anda dengan URL Access yang Anda inginkan.

Kemudian, apabila permasalahan terletak pada hilangnya konten yang Anda akses, Anda dapat membuat konten baru yang serupa. Anda juga dapat melakukan mengalihkannya ke halaman lain melalui fitur Redirect pada cpanel jika konten yang hilang tersebut tidak ingin Anda tampilkan lagi.

Selain Error 404, ada sejumlah pesan kesalahan lain yang sering ditemui. Berikut kami berikan ulasannya kepada Anda, lengkap dengan cara mengatasinya.

2. Error 403 (Forbidden)

Website error 403 forbidden

Penyebab

Error 403 umumnya terjadi karena permasalahan pada permission/hak akses suatu halaman atau script. Umumnya folder dalam website menggunakan permission 755, sedangkan script website menggunakan permission 644. Namun ingat, tidak semua script menggunakan permission ini. Beberapa script khusus menggunakan set permission bernomor lain mengeksekusi suatu perintah.

Cara Mengatasi

Untuk mengatasi permasalahan mengenai Error 403 ini, Anda dapat coba login ke file manager. Kemudian, periksa permission script website Anda. Pastikan bahwa permission/hak aksesnya adalah 755 untuk folder dan 644 untuk script website. Apabila Anda melihat adanya script/folder yang memiliki permission berbeda dari apa yang telah kami sebutkan, silakan ubah sementara ke value di atas.

3. Error 500 (Internal Server Error)

website internal server error

Penyebab

Error 500 umumnya terjadi karena adanya permasalahan komunikasi antara server dan script website Anda. Hal ini juga dapat disebabkan oleh perubahan konfigurasi file .htaccess. Beberapa faktornya antara lain: perubahan yang tidak disengaja, instalasi plugin/extension yang melakukan pada htaccess, maupun terhapusnya file .htaccess. Salah satu fungsi file .htaccess adalah mengatur bagaimana server dapat mengakses script website yang Anda miliki.

Cara Mengatasi

Untuk mengatasi Error 500, silakan periksa apakah file .htaccess terdapat pada document root server hosting Anda. Jika ada, periksa juga apakah ada pengaturan file .htaccess yang berubah.

Apabila Anda tidak mengetahui pengaturan file .htaccess pada website yang Anda miliki, Anda dapat menanyakannya pada programmer website Anda. Alternatifnya, Anda dapat meminta bantuan kepada tim dukungan teknis penyedia layanan hosting Anda.

Solusinya sedikit berbeda apabila Anda menggunakan CMS (Content Management System) untuk website. CMS seringkali memiliki standar pengaturan script tersendiri. Karenanya, Anda dapat mencoba memeriksa pengaturan default .htaccess pada website pengembang CMS tersebut. Selain itu Anda juga dapat bertanya pada forum komunitas CMS yang Anda gunakan jika permasalahan masih terjadi.

4. Error 503 (Service Unavailable)

website error 503

Penyebab

Error 503 dapat terjadi karena adanya permasalahan server. Beberapa faktornya antara lain server down, adanya maintenance, atau resource server yang Anda gunakan sedang tinggi.

Cara Mengatasi

Coba lakukan ping ke website Anda (Anda dapat menggunakan koneksi berbeda jika diperlukan) dan periksa apakah ada reply dari server website Anda atau tidak (jika tidak, ini berarti time out).

Apabila Anda hanya memiliki 1 buah koneksi internet, Anda dapat mencoba menggunakan beberapa tool ping seperti: https://tools.pingdom.com/ atau http://downforeveryoneorjustme.com/.

Login cpanel Anda dan cek Resource Usage pada server hosting yang Anda gunakan. Jika penggunaan resource pada akun Anda tinggi, Anda perlu memeriksa file website/plugin yang Anda miliki. Periksa juga script/plugin mana yang berpotensi memberatkan server, kemudian non-aktifkan terlebih dahulu. Selanjutnya Anda bisa mencoba mengakses website kembali setelah penggunaan resource menurun.

Semisal penggunaan resource pada hosting Anda dalam taraf normal namun masih menemui Error 503, Anda dapat menghubungi administrator layanan hosting yang Anda gunakan. Karena, bisa jadi, terdapat faktor penyebab lain misalnya permasalahan dari server utama.

5. Error 504 (Gateway Time-out)

website error 504

Penyebab

Pesan Error 504 Gateway Time-out umumnya terjadi karena request (permintaan) data yang terlalu lama ke server. Selain itu, permasalahan ini juga dapat dipengaruhi oleh gangguan pada penyedia layanan internet, pembagian serta pengunaan data akses yang tidak seimbang, kesalahan jaringan server di Internet maupun koneksi internet pada komputer yang Anda gunakan.

Cara Mengatasi

Anda dapat mencoba mengakses website tujuan menggunakan proxy terlebih dahulu untuk memastikan dimana letak permasalahan utama. Apakah permasalahan terletak pada provider internet yang Anda gunakan? Atau malah penyedia layanan hosting Anda yang bermasalah?

Jika akses menggunakan proxy dapat berjalan lancar, Anda perlu menghubungi tim dukungan teknis layanan hosting Anda untuk bantuan lebih lanjut. Langkah ini bisa Anda ambil sebagai upaya berjaga-jaga. Bisa jadi, terdapat pemblokiran layanan yang tidak Anda ketahui.


Kini membuat website memang dapat dibuat dengan mudah dan murah. Akan tetapi, bukan berarti Anda bisa tidak perlu memberikan perhatian khusus pada detail-detail terkecil. Lihat contoh sederhananya. Kesalahan penulisan link URL saja dapat memunculkan Error 404 bukan?

Saran kami, selalu kenali permasalahan yang Anda alami terlebih dahulu sebelum mulai mencoba alternatif solusi penyelesaian. Jika hal ini masih tidak dapat membantu, Anda dapat menghubungi tim dukungan teknis penyedia layanan hosting Anda untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.

Ataukah pesan kesalahan juga muncul pada website WordPress Anda? Jika ya, dan Anda menemukan pesan error di luar yang telah kami ulas di atas, Anda dapat mencoba membaca artikel 10 Permasalahan Error WordPress Beserta Cara Mengatasinya.

Salam hangat,

Save

0
Waranugraha Yogya Content Marketer & SEO Specialist. Freelance Web Developer sejak 2008. Menyukai dunia IT khususnya website & penerapannya dalam dunia bisnis. Saat ini fokus mendalami ilmu Internet Marketing.

15 Replies to “Error 404 Not Found dan Pesan Kesalahan Lain pada…”

    1. Seperti penjelasan pada artikel “Error 503 dapat terjadi karena adanya permasalahan server. Beberapa faktornya antara lain server down, adanya maintenance, atau resource server yang Anda gunakan sedang tinggi.” Sehingga saat penyebab diatas teratasi atau penggunaan resource bapak turun, website menjadi normal kembali.

  1. Solusi untuk menyelesaikan kendala sering error 503 apa ya admin. Itu lah masalah hosting pertama kami di niaga hoster. Nama hostingnya majujayarentcar jenis paket hostingnya pelajar, saya ada hosting baru di niaga hoster jenis atau type personal tapi saya belum paham cara memindahkan beberapa website yang ada di hosting pelajar untuk saya pindahkan ke hosting personal. Apa ada petunjuk dan cara bagaimana memindahkan website https://rentalmobilpontianak.my.id yang ada di hosting pelajar majujayarentcar ke hosting personal pontianak-rentalmobil

    1. Mengenai masalah error tersebut ada beberapa kemungkinan, salah satunya masalah pada resource hosting anda yang mencapai limit. Supaya dapat dilakukan pengecekan lebih detail mengenai masalahnya silakan mengirimkan tiket bantuan di member area. Support kami siap membantu 24 jam melalui chat, telpon dan tiket bantuan.

      Untuk memindahkan, anda dapat meminta bantuan support atau mengikuti tutorial berikut: https://www.niagahoster.co.id/blog/cara-pindah-hosting-wordpress/
      semoga membantu. 🙂

  2. mas kalo mengatasi not found 404 menggunakan "hapus url sembunyikan sementara" di search console gimana?
    not found 404 itu sama dengan konten usang atau tidak?
    terima kasihh…

    1. Jika hanya "hapus url sembunyikan sementara" maka sumber masalahnya tetap tidak teratasi pak, karena google search console hanya detector saja.
      404 adalah respon website ketika tidak menemukan halaman yang direquest oleh pengunjung.
      Saran saya, perbaiki link / konten yang mengalami 404 atau lakukan redirect 404 ke home website bapak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × 1 =