Mirza M. Haekal Mirza is a member of SEO Team at Niagahoster. He loves to learn something new everyday.

Apa Itu Web Crawler: Cara Kerja dan Fungsinya

3 min read

Apa Itu Web Crawler Cara Kerja dan Fungsinya

Mesin pencari memang bisa memberikan informasi apapun yang Anda inginkan dengan cepat. Namun, tahukah Anda apa yang memungkinkan hal itu untuk terjadi? Ia adalah web crawler. 

Web crawler inilah yang bertanggung jawab untuk membuat mesin pencari bisa berfungsi dengan baik dan benar. Keberadaannya memang tak banyak diketahui oleh banyak orang, tapi fungsinya tak bisa dipandang sebelah mata.

Oleh karena itu, pada artikel kali ini, kami akan membahas mengenai web crawler secara mendalam. Sebab, tak hanya bertanggung jawab untuk mencari informasi, tapi ia juga punya banyak manfaat, lho. Simak sampai selesai, ya! 

Apa Itu Web Crawler?

Ilustrasi Spiders Web Crawler

Pengertian web crawler–atau sering juga disebut spiders— adalah sebuah tool untuk mengindeks dan mengunduh konten dari internet, lalu disimpan ke dalam database mesin pencari.

Sehingga saat ada orang yang mencari suatu informasi, mesin pencari akan langsung menampilkan hasil yang relevan dari database tersebut.

Jika Anda masih kebingungan, coba bayangkan seorang pustakawan. Pustakawan ini bertugas merapikan buku-buku yang ada di perpustakaan agar pengunjung mudah menemukan buku yang mereka cari.

Buku-buku ini dirapikan berdasarkan kategori dan topik pembahasannya. Sehingga, pustakawan harus melihat judul dan deskripsi singkat dari buku itu terlebih dahulu sebelum menempatkannya ke rak yang sesuai.

Web crawler mengumpulkan/mengindeks informasi apa saja yang sekiranya berguna di internet. Dari konten artikel, gambar, video, suara hingga alamat email dan RSS Feed.

Contoh Web Crawler

Setiap mesin pencari yang ada di Internet memiliki web crawler-nya sendiri. Oleh karena itu, jika Anda melakukan pencarian dengan keyword yang sama di mesin pencari lain akan menghasilkan hasil yang berbeda pula.

Beberapa web crawler lain selain Googlebot adalah sebagai berikut:

  • Bingbot dari Bing
  • Slurp Bot dari Yahoo
  • DuckDuckBot dari DuckDuckGO
  • Baiduspider dari Baidu (mesin pencari dari China)
  • Yandex Bot dari Yandex (mesin pencari dari Rusia)
  • Sogou Spider dari Sogou (mesin pencari dari China)
  • Exabot dari Exalead
  • Alexa Crawler dari Amazon

Google sebagai penguasa pangsa pasar mesin pencari menampilkan hasil pencarian yang jauh lebih baik daripada mesin pencari lainnya. Maka dari itu, Anda harus memprioritaskan agar website diindeks oleh Googlebot.

Bagaimana Cara Kerja Crawler?

Internet  selalu berubah dan berkembang setiap waktunya. Karena tak memungkinkan untuk mengetahui jumlah pasti berapa banyak halaman yang ada di internet, web crawler ini memulai pekerjaannya berdasarkan daftar link halaman yang sudah ia kenal sebelumnya dari sitemap suatu website.

Nah, dari daftar link sitemap tersebut, ia akan menemukan link-link lain yang tersebar di dalamnya. Setelah itu, ia akan melakukan crawling ke link-link yang baru saja ditemukan itu. Proses ini akan terulang lagi di link selanjutnya dan bisa terus berjalan tanpa henti.

Namun, web crawler ini tak sembarangan melakukan crawling. Ada beberapa aturan yang tetap harus mereka patuhi, sehingga mereka bisa lebih selektif dalam crawling. Biasanya dalam melakukan crawling, ia mempertimbangkan tiga hal:

Seberapa Penting dan Relevan Suatu Halaman

Web crawler tak serta merta mengindeks semua yang ada di internet. Ia menentukan halaman mana yang perlu crawling, berdasarkan jumlah halaman lain yang menaruh link ke halaman tersebut dan jumlah pengunjung ke sana.

Jadi, apabila suatu halaman muncul di banyak halaman lain dan mendapatkan pengunjung yang tak sedikit, kemungkinan besar halaman itu memang penting.

Halaman penting ini biasanya berisi konten atau informasi yang dibutuhkan oleh banyak orang, sehingga mesin pencari pasti akan memasukkannya ke indeks agar orang-orang lebih mudah mengaksesnya.

Kunjungan Rutin

Konten-konten yang ada di internet itu selalu berganti setiap detiknya. Entah karena update, dihapus, atau dipindah ke tempat lain. Maka dari itu, web crawler perlu untuk mengunjungi berbagai halaman website secara rutin agar memastikan versi terakhir halaman tersebut yang ada di indeks.

Apalagi kalau halaman itu merupakan halaman yang penting dan banyak pengunjungnya, ia dipastikan akan sering melakukan kunjungan ulang yang rutin ke sana.

Menuruti Keinginan Robots.txt

Web crawler juga menentukan halaman mana yang perlu crawling berdasarkan keinginan robots.txt. Jadi sebelum crawling ke suatu website, ia akan mengecek robots.txt dari website itu terlebih dahulu.

Robots.txt ini merupakan file di sebuah website yang berisi informasi mengenai halaman mana yang boleh diindeks dan halaman mana yang tak boleh. 

Fungsi Web Crawler

Fungsi utama dari web crawler memang mengindeks konten di internet. Namun di samping itu, ada beberapa fungsi lain yang juga tak kalah penting:

1. Membandingkan Harga 

Web crawler bisa membandingkan harga dari suatu produk di internet. Sehingga harga ataupun data dari produk tersebut bisa akurat. Jadi, saat Anda mencari suatu produk, harga produk tersebut akan langsung muncul tanpa perlu masuk ke website penjualnya.

2. Data untuk Tools Analisis

Tools analisis website seperti Google Search Console dan Screaming Frog SEO mengandalkan web crawler untuk mengumpulkan data-datanya dan melakukan indexing. Sehingga data-data yang dihasilkan selalu akurat dan terbaru.

3. Data Untuk Statistik

Web crawler juga memberikan data-data penting yang bisa digunakan untuk website berita atau website statistik. Misalnya, hasil pencarian akan muncul di section News, jika Anda mengikuti cara daftar Google News. Untuk itu, website memerlukan sitemap khsusus yang akan di-crawl oleh web crawler nantinya.

Apa Pengaruh Web Crawler Kepada SEO?

Web crawler adalah tool yang berfungsi melakukan crawling dan indexing. Nah, apabila iar tak mengindeks ke website Anda, maka website Anda tak akan muncul di hasil pencarian. Kalau website bahkan tak muncul di hasil pencarian, mustahil untuk mendapatkan posisi teratas di hasil pencarian.

Jadi dengan kata lain, sebelum Anda melakukan taktik SEO apa pun, pastikan website Anda sudah diindeks terlebih dahulu. Maka dari itu, pastikan website Anda sudah masuk index dengan mengikuti panduan lengkap yang sudah kami tulis di artikel ini.

Memblokir Web Crawler

Seperti yang sudah sedikit disinggung di atas, Anda bisa memblokir atau melarang web crawler untuk melakukan crawling menggunakan robots.txt.

Kenapa diblokir? Sebab, pada kondisi tertentu, ada konten yang tak perlu masuk indeks. Misalnya adalah konten duplikat. Konten duplikat ini justru bisa membuat website Anda dihapus dari indeks. Maka dari itu, sebaiknya konten duplikat ini tak diindeks oleh web crawler.

Selain itu, melarang web crawler melakukan crawling pada halaman yang tak penting bisa mengurangi beban website Anda dan mempercepat proses indexing.

Untuk cara membuat robots.txt dan bagaimana cara menerapkannya di website Anda, kami sudah memberikan panduannya di artikel ini.

Kesimpulan

Untuk sebuah tool yang bekerja di balik layar tanpa henti, web crawler ini memberikan banyak manfaat, bukan?

Setelah mengetahui banyak manfaatnya, Anda pasti menginginkan web crawler mengindeks ke website Anda. Nah, untuk membuat web crawler mengindeks website Anda, maka Anda perlu mengoptimasi website Anda. Baik dari aspek SEO, desain, hingga responsivitas website Anda.

Apabila artikel ini bermanfaat, Anda bisa klik tombol subscribe di bawah untuk mendapatkan berbagai informasi menarik lain mengenai dunia internet. Sampai bertemu di artikel selanjutnya, ya!

Mirza M. Haekal Mirza is a member of SEO Team at Niagahoster. He loves to learn something new everyday.

One Reply to “Apa Itu Web Crawler: Cara Kerja dan Fungsinya”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *