Muhammad Ariffudin also known as Ariffud

Database Administrator: Tugas, Skill, Prospek Kerja

6 min read

22_5_15_FI_Apa itu DBMS, Pengertian, Fungsi, Kelebihan, Macam-macam DBMS

Database administrator adalah profesi di bidang IT yang belakangan ini tengah naik daun. Sebab, banyak perusahaan beralih ke database sebagai tempat menyimpan dan mengelola data.

Sehingga, dibutuhkan orang yang berkompeten dalam pengelolaan database.

Nah, Anda tertarik berkarir sebagai seorang DBA, tapi bingung harus mulai dari mana?

Tenang, Anda sudah ada di tempat yang tepat! Kali ini, kami ajak Anda belajar tentang apa itu database administrator, tugas dan tanggung jawab DBA, sampai prospek kerja dan skill wajib database administrator.

Anda jadi penasaran, kan? Langsung saja, ini dia pembahasan selengkapnya.

Apakah yang Dimaksud dengan Database Administrator?

database administrator adalah

Database administrator adalah orang yang mengelola database dan menjaga keberadaan seluruh data di dalamnya. Tujuannya, agar data yang tersedia dapat dianalisis lebih lanjut untuk tujuan tertentu. Misalnya merencanakan strategi bisnis.

DBA adalah profesi di bidang IT dengan peran vital di berbagai industri. Sebab, semakin banyak perusahaan yang bergantung pada data untuk berbagai keperluan. Misalnya mencari tahu gambaran analisis terkait kondisi pasar.

Tanpa pengelolaan data yang baik dari DBA, perusahaan jadi sulit untuk mengambil keputusan berdasarkan data secara akurat. Bahkan bisa saja, isi database perusahaan jadi hilang maupun bocor ke pihak tak bertanggung jawab.

Contoh tugas database administrator adalah di industri perbankan. Di sini, DBA wajib memastikan database pelanggan A hanya berisi tagihan kartu kredit milik pelanggan tersebut. Bukan malah mencampurkannya dengan tagihan punya orang lain.

Oh ya, di luar sana masih banyak orang yang menyamakan database administrator dengan data administrator. Padahal, data administrator atau data analyst lebih fokus pada mengolah data relevan dari database menjadi insight berharga yang mudah dipahami orang awam.

Sementara, database administrator bertanggung jawab dalam membangun database, menjaga performa database agar tetap prima, mengintegrasikan database ke aplikasi lain, serta mengamankan dan membackup database. 

Nah, Anda ingin tahu tugas DBA secara lebih detail? Langsung saja meluncur ke poin berikut ini!

Baca juga: Apa itu Data Scientist

Tugas Database Administrator

Jika Anda membaca artikel apa itu database, Anda mungkin paham kalo mengelola database itu tak sekadar menambah, mengedit, atau menghapus data. Masih banyak tugas database administrator lainnya, seperti:

  • Melakukan pekerjaan umum dan administratif berkaitan dengan database, seperti mengelola data, tabel, dan database.
  • Mengerjakan pekerjaan terkait database yang sifatnya lebih spesifik (task oriented), contohnya mengatur relasi suatu database dengan database lain untuk menghasilkan informasi baru.
  • Melakukan instalasi software DBMS (Database Management System) ke dalam sistem dan memperbaruinya secara berkala.
  • Memonitor dan memperbaiki performa database beserta isinya, serta aplikasi-aplikasi lain yang berhak mengakses database.
  • Merancang dan membangun database baru, atau memodifikasi database yang sudah ada untuk selanjutnya dipakai oleh platform atau aplikasi.
  • Memantau dan mengelola seluruh data yang berada di ekosistem data warehouse (gudang data).
  • Menganalisis, meninjau, dan mengaudit kelayakan seluruh database secara berkala, baik dari segi kecepatan, keamanan, maupun aspek-aspek lain.
  • Mendukung integrasi dan penggunaan database terhadap platform atau aplikasi yang ada.

Wah, ternyata banyak sekali ya tugas DBA itu? Eits, Anda jangan pusing dulu. Karena sekarang ini, profesi database administrator dibagi menjadi beberapa jenis. Nah, setiap jenis punya tugas dan tanggung jawab yang lebih spesifik.

Apa sajakah itu? Jawabannya bisa Anda temukan di poin selanjutnya!

Baca juga: Cara Membuat Database MySQL

Jenis Database Administrator

Anda ingin berkarir sebagai seorang admin database? Tidak ada salahnya untuk mengincar satu profesi spesifik dari beberapa jenis database administrator berikut:

1. System Database Administrator

System DBA adalah jenis database administrator yang berfokus pada pengelolaan software DBMS secara teknis. Mulai dari instalasi, konfigurasi, sampai modifikasi DBMS agar kompatibel dengan sistem yang ada.

Nah, tugas database administrator jenis ini antara lain:

  • Menginstall software DBMS yang sesuai kebutuhan, serta mengupdatenya secara berkala.
  • Melakukan pengaturan dan konfigurasi sistem mengikuti standar yang ditetapkan software DBMS.
  • Melakukan konfigurasi di tingkat OS dan jaringan agar kompatibel dengan software DBMS yang dipakai.
  • Memastikan ketersediaan memori RAM dan ruang penyimpanan untuk software DBMS, sekaligus mengauditnya secara rutin.

Baca juga: Mempercepat Kinerja MySQL

2. Database Architect

Dari namanya, Anda pasti sudah menebak kalau database architect adalah orang yang bertugas mengembangkan database. Tahap-tahapnya meliputi perancangan, implementasi, hingga uji kompatibilitas database dengan aplikasi.

Cakupan pekerjaan seorang database architect meliputi:

  • Melakukan pemodelan database beserta isinya, seperti tabel, kolom, hingga tipe data.
  • Mengimplementasikan pemodelan database menjadi sebuah database utuh yang siap digunakan.
  • Menganalisis kebutuhan akses data aplikasi terhadap database, demi menjaga performa keduanya tetap optimal.
  • Melakukan strategi penjadwalan backup dan restore untuk setiap database yang dibuat.

3. Data Warehouse Administrator

data warehouse dba adalah

Data warehouse administrator adalah jenis profesi DBA yang benar-benar fokus dalam mengelola gudang data. Nah, gudang data atau data warehouse adalah kumpulan data, baik data lampau maupun yang masih dipakai, yang berasal dari berbagai database.

Seorang data warehouse administrator punya tugas berkaitan dengan:

  • Menganalisis dan menyajikan data sesuai dengan kaidah business intelligence (BI).
  • Melakukan pemodelan database secara spesifik untuk keperluan data warehousing.
  • Mengolah dan menyeleksi data melalui proses ETL (extract, transform, load).
  • Melakukan pengelolaan data warehouse sesuai dengan teknologi yang lazim digunakan, seperti online analytical processing (OLAP) dan star schema.

Sampai di sini, Anda sudah tahu kalau admin database adalah profesi yang punya jenis-jenis spesifik. Berikutnya, kami ajak Anda membahas jenjang karir seorang DBA.

Scroll ke bawah, yuk!

Jenjang Karir Database Administrator

Jika ditanya database administrator biasanya dari jurusan apa, maka jawabannya adalah jurusan IT seperti teknik informatika dan sistem informasi. Sebab, database adalah mata kuliah wajib di program studi tersebut.

Bicara jenjang karir, Anda bisa melamar posisi entry level atau junior database administrator, jika masih fresh graduate dan belum punya pengalaman profesional. Gaji seorang junior database administrator biasanya lebih dari Rp5 juta.

Jika Anda sudah punya banyak pengalaman dan skill menjanjikan, Anda bisa dipromosikan menjadi senior database administrator. Untuk di level ini, besaran gajinya bisa mencapai belasan juta rupiah, loh.

Yang perlu diingat, database administrator adalah profesi yang punya prospek kerja cerah. Sebab dengan meningkatnya digitalisasi data di hampir semua industri, keberadaan DBA adalah sesuatu yang diperlukan perusahaan.

Nah, Anda ingin tahu skill apa saja yang dibutuhkan untuk jadi database administrator? Baca pembahasannya di poin berikutnya, ya!

Baca juga: Cara Membuat Database MySQL di cPanel

Keahlian untuk Menjadi Database Administrator

Selain memiliki ijazah dari jurusan terkait, tentu saja Anda wajib membekali diri dengan hard dan soft skill yang dibutuhkan untuk menjadi seorang DBA, yaitu:

Hard Skill Database Administrator

Beberapa hard skill yang diperlukan seorang database administrator adalah:

1. Bahasa SQL

bahasa perintah sql

Structured Query Language atau SQL adalah bahasa pemrograman yang digunakan khusus untuk mengakses, mengelola, dan memanipulasi data di database. Bahasa ini tersusun atas perintah-perintah yang disebut query SQL.

Jika Anda ingin berkarir sebagai admin database, maka Anda wajib menguasai semua jenis query SQL. Sebab apapun software database yang dipakai, biasanya akan tetap menggunakan bahasa dan perintah SQL.

2. Software DBMS

Database Management System atau DBMS adalah software yang digunakan untuk mengelola database beserta isinya. Dengan software inilah, Anda akan melakukan berbagai jenis pekerjaan sebagai seorang database administrator.

Ada banyak software database terpopuler, baik yang gratis maupun berbayar. Misalnya PostgreSQL untuk mengelola data dalam skala besar, atau MySQL yang cocok untuk sistem berskala lebih kecil.

3. Dasar Pemrograman

Meskipun bukan hard skill yang utama, memahami dasar pemrograman tertentu bisa jadi nilai plus seorang DBA, loh. Sebab biar bagaimanapun, database Anda akan terkoneksi dengan sistem yang dibangun dengan bahasa pemrograman tersebut.

Contoh kasusnya, jika website perusahaan Anda tidak bisa terhubung ke database, atau data yang ditampilkan tidak sesuai, Anda bisa turun tangan. Siapa tahu, programmer website tersebut salah menuliskan perintah SQL yang seharusnya.

4. Sistem Operasi Server

Hard skill terakhir yang perlu dikuasai oleh database administrator adalah pengetahuan soal sistem operasi server. Sebab, sistem milik perusahaan termasuk databasenya pasti ditempatkan di server hosting, agar bisa diakses online.

Oh ya, sistem operasi server ini juga akan mempengaruhi software DBMS yang Anda gunakan. Misalnya, Linux OS yang kompatibel dengan software DBMS open source seperti MySQL, atau Windows OS yang bisa dipasang Microsoft SQL Server.

Baca juga: Cara Import Database dari Localhost ke Web Hosting

Soft Skill Database Administrator

Sementara soft skill wajib seorang DBA adalah sebagai berikut:

1. Analytical dan Logical Thinking

Soft skill pertama yang wajib dimiliki seorang database administrator adalah kemampuan analisis data dan berpikir logis. Keahlian ini sangat berguna, karena setiap hari Anda akan berurusan dengan data.

Contohnya ketika Anda diminta membangun database baru. Nah, Anda bisa menganalisis database seperti apa yang dibutuhkan perusahaan, sesuai dengan data dan statistik pendukung yang tersedia.

2. Problem Solving

Mengelola database tentu saja tak luput dari masalah dan kejadian yang tidak terduga. Di sini, kemampuan Anda dalam menyelesaikan masalah atau problem solving secara efektif dan efisien sangat diperlukan.

Contohnya jika salah satu data di database berubah secara misterius. Anda harus bisa mengidentifikasi masalah, mengatasi masalah hingga tuntas, sampai memastikan hal yang sama tidak akan terulang lagi di masa depan.

Baca juga: Cara Mengatasi Unable to Connect to Your Database Server

3. Communication Skill

Untuk menjadi seorang database administrator andal, kemampuan berkomunikasi secara lisan dan tertulis juga termasuk penting untuk Anda pahami. Sebab, seorang database administrator nantinya akan sering berdiskusi dengan divisi atau departemen lain.

Misalnya diskusi perancangan dan implementasi database dengan para stakeholder, atau kolaborasi dengan developer atau software engineer terkait integrasi database dan sistem yang sedang dikembangkan.

4. Willing to Learn

Soft skill terakhir yang tak kalah penting untuk berkarir sebagai DBA adalah kemauan untuk belajar hal baru. Sebab, teknologi pengelolaan database pastinya akan selalu berkembang dan berinovasi guna menghasilkan terobosan baru.

Misalnya di masa depan ada software DBMS yang lebih canggih, atau bahasa pemrograman baru yang terbukti lebih efektif untuk mengelola database. Nah, Anda harus mempelajari itu semua agar kemampuan sebagai DBA bisa semakin berkembang. 

Tertarik Berkarir sebagai Database Administrator?

Database administrator adalah profesi yang memegang peranan vital dalam kelancaran pengelolaan database. Profesi ini diproyeksi tumbuh hingga 9% di tahun 2031. Bahkan, jika dibanding posisi lain seperti Computer Support dan Network Administrator, gaji DBA pun masih lebih tinggi.

Untungnya di artikel ini, Anda sudah belajar pengertian DBA, tugas dan tanggung jawab, serta jenjang karir dan prospek kerja seorang admin database. Nah, apakah Anda tertarik berkarir sebagai database administrator?

Jika ya, Anda bisa mempersiapkan skill yang dibutuhkan dari sekarang. Misalnya menguasai bahasa dan perintah SQL, menentukan software DBMS yang digunakan, serta berlatih mengelola database secara langsung di server hosting.

Salah satu caranya dengan berlangganan Unlimited Hosting Niagahoster. Layanan ini diperkaya fitur-fitur seperti MySQL Databases untuk mengelola database MySQL, atau phpMyAdmin untuk menulis perintah SQL dengan tampilan user friendly.

Menariknya, layanan ini dibanderol dengan harga terjangkau, mulai Rp9 ribuan/bulan! Jadi tunggu lagi, yuk cobain Unlimited Hosting Niagahoster dan bangun karir Anda sebagai database administrator!

Muhammad Ariffudin also known as Ariffud

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *