Muhammad Ariffudin Ariffud is a career-shifting SEO Content Writer from Web Programming educational background, specializes in writing technical topics.

Apa itu DBMS? Pengertian, Fungsi, Kelebihan, Macam-macam DBMS

9 min read

22_5_15_FI_Apa itu DBMS, Pengertian, Fungsi, Kelebihan, Macam-macam DBMS

Apakah Anda ingin berprofesi sebagai programmer, data analyst, atau database administrator? Jika ya, maka Anda wajib belajar terlebih dahulu apa itu DBMS beserta konsep DBMS.

Alasannya, DBMS akan memudahkan pekerjaan Anda dalam mengelola database dan data di dalamnya. Untungnya di artikel kali ini, Anda akan memahami pengertian DBMS, fungsi DBMS, hingga macam-macam DBMS.

Penasaran kan? Yuk baca artikel ini hingga tuntas!

Apa itu DBMS?

dbms adalah

DBMS adalah singkatan dari Database Management System. Sedangkan pengertian DBMS adalah software yang digunakan untuk mengelola database, atau kumpulan data yang saling terhubung satu sama lain. 

Dengan kata lain, di dalam sebuah DBMS terdapat satu atau banyak database. Berkat adanya DBMS, setiap data dapat dikelola, dimanipulasi, dan diolah menjadi bentuk informasi baru.

Hal ini karena software DBMS punya kemampuan yang lebih baik daripada database biasa, yaitu:

  • Construct – Sebuah DBMS mampu dipakai untuk membangun database, sebagai tempat untuk menyimpan dan mengolah data.
  • Define – Sebuah DBMS bisa mendefinisikan data, sehingga data tersebut bisa ditaruh di database yang sesuai.
  • Manipulate – Sebuah DBMS bisa dimanfaatkan untuk memanipulasi data, sesuai kehendak dari penggunanya.

Dari kemampuan di atas, maka tak heran jika DBMS banyak dipakai untuk mengolah data, apalagi yang jumlahnya besar. Bahkan, DBMS juga menguasai hampir semua sektor industri seperti teknologi, finansial, kesehatan, dan perbankan.

Karena kegunaannya khusus, maka Anda wajib menggunakan bahasa yang spesifik ketika berkomunikasi dengan DBMS. Yaitu, bahasa pemrograman SQL (Standard Query Language). Bahasa ini terdiri dari dua jenis perintah utama, yaitu:

  • Data Definition Language (DDL) – Sesuai namanya, DDL digunakan untuk mendefinisikan struktur tabel dan data. Beberapa contoh perintah DDL antara lain CREATE, DROP, dan ALTER.
  • Data Manipulation Language (DML) – DML dimanfaatkan untuk memanipulasi data setelah data tersebut didefinisikan. Contoh perintah DML yang banyak digunakan yaitu INSERT, UPDATE, dan DELETE.

Sampai di sini, Anda telah belajar pengertian DBMS. Di poin berikutnya, kami ajak Anda memahami tujuan DBMS dan fungsi DBMS.

Tujuan DBMS dan Fungsi DBMS

Secara umum, tujuan utama DBMS adalah memudahkan user mengelola database dan memanipulasi data yang ada di dalamnya. Namun lebih dari itu, fungsi DBMS secara khusus adalah:

1. Data Dictionary Management (Pengelolaan Kamus Data)

Fungsi DBMS yang pertama adalah untuk mengelola kamus data. Kamus data adalah tempat untuk menyimpan elemen data seperti isian data, jumlah karakter, tipe data, dan relasinya terhadap data lain.

Selain itu, setiap perubahan struktur data yang terjadi akan direkam secara otomatis di kamus data. Sehingga, Anda jadi lebih mudah dalam mencari data yang dibutuhkan, karena semuanya telah tersimpan di kamus data.

2. Data Storage Management (Pengelolaan Penyimpanan Data)

Fungsi DBMS selanjutnya adalah untuk mengelola penyimpanan data. Maksudnya dengan DBMS, Anda bisa dengan mudah membuat dan mengelola struktur yang nantinya digunakan sebagai tempat menyimpan data.

Selain sebagai tempat penyimpanan, DBMS juga menyediakan berbagai opsi entri data. Dengan kata lain, Anda bisa mendefinisikan secara spesifik bagaimana sebuah data diinputkan ke database.

Hal ini sangat berguna ketika Anda banyak berurusan dengan data multimedia. Misalnya gambar, video, suara, bahkan data biometrik seperti sidik jari dan pengenalan wajah.

Baca juga: Cara Membuat Entri Data CRUD dengan PHP & MySQL

3. Data Transformation & Presentation (Perubahan dan Presentasi Data)

Masih berhubungan dengan fungsi DBMS sebelumnya, DBMS dapat Anda gunakan untuk mengubah tampilan data. Hal ini dapat dilakukan, tentunya setelah Anda mengatur bagaimana cara entri data tersebut.

Dengan kata lain, data yang Anda inputkan akan otomatis menyesuaikan diri dengan struktur datanya. Sebagai contoh, bayangkan Anda mengelola sebuah database untuk perusahaan multinasional.

Pengguna akhir dari Indonesia pasti akan memasukkan data waktu dalam format 24 jam. Sebaliknya, pengguna asal Amerika Serikat akan menginputkan waktu dalam format 12 jam.

Nah, adanya perbedaan cara entri data waktu ini tidak akan menjadi masalah. Sebab, Anda telah mendefinisikan bagaimana data waktu tersebut akan diolah sesuai dengan strukturnya.

4. Security Management (Pengelolaan Keamanan)

Pengelolaan keamanan adalah fungsi DBMS yang berikutnya. Dengan DBMS, Anda bisa mengatur otorisasi pengguna secara spesifik. Misalnya siapa yang hanya bisa mengakses database dan siapa yang bisa memodifikasi database tersebut.

Tak hanya itu, DBMS juga menyediakan opsi enkripsi data, yaitu proses mengubah data menjadi karakter acak yang sulit dibaca. Nah, enkripsi ini bisa Anda manfaatkan untuk melindungi data sensitif. Contohnya password, nomor rekening bank, atau detail kartu kredit.

Baca juga: Cara Mengetahui Password Root MySQL/MariaDB di CyberPanel

5. Backup & Recovery Management (Pengelolaan Pencadangan & Pemulihan)

Fungsi DBMS yang terakhir adalah untuk mengelola backup dan restore database. Hampir semua DBMS modern sudah menyediakan fitur backup, yang bisa Anda atur baik secara manual maupun otomatis.

Jika sewaktu-waktu terjadi kerusakan terhadap sistem maupun media penyimpanan, Anda masih punya salinan database. Dengan begitu, waktu yang dibutuhkan sistem tersebut untuk pulih jadi lebih cepat.

Setelah belajar tentang tujuan dan fungsi DBMS, berikutnya kami ajak Anda mengenal konsep DBMS lebih dalam. Yuk simak!

Baca juga: Cara Import Database MySQL [Termudah!]

Konsep DBMS

Secara umum, konsep DBMS terdiri dari beberapa komponen utama, antara lain:

1. Database

database adalah

Seperti yang sedikit dijelaskan, database adalah wadah untuk menyimpan struktur tabel, yang nantinya akan diisi oleh berbagai data. Nah, data ini dapat berupa teks, angka, gambar, video, suara, bahkan informasi geografis.

Selain itu, database juga dapat Anda gunakan untuk menyimpan relasi data. Relasi terjadi ketika dua atau lebih data dari tabel berbeda saling berhubungan. Relasi data akan menghasilkan informasi baru yang disebut data transaksional.

2. Software

Di dalam konsep DBMS, software inilah yang Anda kenal dengan nama DBMS. Bisa dibilang, kehadiran DBMS adalah untuk menciptakan database dan sekaligus mengelola data yang ada di dalamnya.

Sebaliknya tanpa adanya DBMS, Anda tidak bisa membuat database baru. Apalagi mengelola hal-hal yang berhubungan dengan data, seperti menambahkan, menghapus, atau memanipulasi data.

3. Hardware

Hardware adalah perangkat keras yang ikut terlibat dalam pemrosesan data di DBMS. Hardware ini dapat berupa komputer beserta bagian-bagiannya, seperti hard disk, processor, RAM, dan keyboard.

Misalnya Anda menjalankan sebuah software DBMS. Maka, Anda butuh keyboard untuk menginput data. Nantinya, data tersebut akan diproses dengan bantuan processor, sebelum disimpan secara fisik di dalam hard disk.

4. Operating System

Seperti yang diketahui, Anda tidak bisa menjalankan komputer tanpa adanya sistem operasi yang tertanam di dalamnya. Maka dari itu, operating system juga masih termasuk salah satu konsep DBMS.

Di samping itu, software DBMS juga diinstall di atas sistem operasi. Maka dari itu, pastikan memilih DBMS yang kompatibel dengan OS Anda. Namun untungnya, kebanyakan software DBMS yang ada di pasaran itu multiplatform.

Artinya, software tersebut dapat diinstall di sistem operasi populer, seperti Windows, Linux, dan MacOS.

5. User

database administrator adalah

User adalah bagian dari konsep DBMS yang keberadaannya sangat dibutuhkan. Tanpa adanya user, segala bentuk data beserta relasinya di dalam software DBMS tidak dapat dimanfaatkan dengan maksimal.

Secara umum, user atau pengguna DBMS ini dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Database Developer – Developer adalah seseorang yang bertanggung jawab dalam merancang dan membangun sebuah database sesuai kebutuhan yang telah ditetapkan.
  • Database Administrator – Administrator adalah seseorang yang bertugas mengelola akses database, memantau penggunaan database, serta melindungi database dari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kebocoran data.
  • Database End User – End user atau pengguna tingkat akhir adalah seseorang yang dapat mengakses database untuk kebutuhan pengolahan data. Misalnya untuk menginput, mengedit, atau menghapus data.

Setelah belajar tentang pengertian DBMS , konsep DBMS, dan tujuan DBMS, sekarang saatnya Anda mengetahui kelebihan DBMS. Yuk menuju poin selanjutnya!

5 Kelebihan DBMS

Beberapa kelebihan DBMS yang dapat Anda rasakan, antara lain:

1. Memudahkan Pertukaran Data

Kelebihan DBMS yang pertama adalah memudahkan pertukaran dan akses data. Sebab, Anda bisa mengelola hak akses pengguna terhadap database sesuai dengan role-nya masing-masing.

Contohnya Administrator dapat mengelola database dan memberi hak akses kepada pengguna lain. Sementara pengguna lain tersebut hanya bisa menginput, mengedit, dan menghapus data di dalam database saja.

Dengan begitu, setiap perubahan data yang terjadi dapat diketahui secara langsung oleh pengguna. Asalkan, pengguna tersebut telah mengantongi izin akses.

2. Meningkatkan Keamanan Data

Meningkatkan keamanan data adalah kelebihan DBMS yang berikutnya. Seperti yang Anda tahu, semakin banyak orang yang mengakses database, artinya semakin besar risiko keamanan yang menghantuinya. Misalnya, pencurian database memanfaatkan detail login milik salah satu pengguna.

Untungnya DBMS memungkinkan Anda mengatur hak akses pengguna hingga detail terkecil. Dengan begitu, masalah keamanan data di DBMS dapat ditekan seminimal mungkin.

3. Menjaga Integritas Data

DBMS sangat berguna dalam menjaga integritas atau kesatuan data di database. Alasannya ketika membuat database baru di DBMS, Anda wajib menyiapkan struktur data secara rinci terlebih dahulu.

Sehingga, masalah yang timbul akibat kesalahan pengguna dapat diminimalisasi. Contohnya menginput data dengan format yang tak semestinya, atau memasukkan data yang sama berkali-kali.

4. Mencegah Kerusakan Data

Salah satu fungsi DBMS adalah untuk membackup data. Backup sendiri adalah proses menyalin database dari DBMS ke media penyimpanan lain, seperti cloud storage. 

Dengan adanya fitur backup dan restore otomatis di DBMS, pengguna tidak perlu repot melakukan backup database secara berkala. Sehingga, risiko kerusakan data yang bisa terjadi kapan saja bisa dicegah hingga level minimal.

5. Memudahkan Pengambilan Keputusan

Kelebihan DBMS yang terakhir adalah memudahkan Anda mengambil keputusan. Sebab, DBMS dapat Anda manfaatkan untuk mengolah dan memanipulasi data agar menghasilkan suatu informasi baru.

Informasi yang berasal dari DBMS ini memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Sehingga, dapat Anda jadikan salah satu pertimbangan ketika mengambil sebuah keputusan penting.

Baca juga: Apa Itu Data Scientist? Inilah Pekerjaan, Tugas, dan Skills yang Diperlukan

3 Kelemahan DBMS

Selain kelebihan DBMS, berikut kami sajikan beberapa kelemahan DBMS yang wajib Anda ketahui:

1. Menambah Beban Biaya

DBMS membutuhkan serangkaian hardware, sistem operasi, dan software pendukung lain untuk dapat berjalan dengan lancar. Dengan kata lain, Anda perlu mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk keperluan operasional DBMS.

Belum lagi ketika Anda kewalahan mengelola database sendirian. Artinya, Anda butuh mempekerjakan orang lain sebagai database administrator. Hal ini tentu menambah beban biaya yang harus Anda keluarkan.

2. Menyebabkan Kerumitan Data

Kelemahan DBMS selanjutnya adalah dapat menyebabkan kerumitan data. 

Dengan DBMS, Anda memang bebas membangun banyak database lengkap dengan struktur datanya. Namun semakin banyak database, semakin rumit proses pengelolaan data.

Hal ini dapat menyebabkan kebingungan bagi penggunanya. Atau yang lebih fatal, terjadi kesalahan yang mengakibatkan kerusakan data.

3. Mengakibatkan Inkompatibilitas

Masalah inkompatibilitas atau ketidaksesuaian adalah kelemahan DBMS yang terakhir. Seperti yang Anda ketahui, perusahaan penyedia software DBMS selalu mengupdate produknya secara berkala.

Sayangnya, update software bisa membawa perubahan yang kurang menguntungkan. Contohnya, hardware atau OS yang Anda pakai saat ini tidak lagi didukung DBMS tersebut.

Mau tak mau Anda harus mengganti hardware atau OS tersebut, jika ingin terus memakai software DBMS yang sama.

Sampai di sini, Anda telah memahami kelebihan DBMS dan kekurangan DBMS. Selanjutnya, kami ajak Anda mengenal macam-macam DBMS.

Baca juga: Apa Itu Big Data? Konsep, Karakteristik, dan Manfaatnya Bagi Bisnis Anda

Macam-macam DBMS

Berdasarkan pemodelan datanya, macam-macam DBMS dapat dibagi menjadi tiga. Apa sajakah itu?

1. Relational Database Management System

Relational Database Management System (RDBMS) adalah macam-macam DBMS di mana data bersifat relasional atau saling berhubungan. RDBMS adalah jenis DBMS terpopuler saat ini. Beberapa contohnya yaitu MySQL, PostgreSQL, dan Oracle.

Lalu, apa perbedaan DBMS dan RDBMS? Bisa dibilang, DBMS adalah software umum untuk database. Sedangkan, RDBMS adalah bagian dari DBMS di mana data dapat saling terhubung melalui tabel dua dimensi.

macam macam dbms relational

Nantinya, setiap tabel akan terdiri dari kolom dan baris. Kolom adalah tempat untuk mendefinisikan struktur, tipe, dan atribut data. Sementara, baris digunakan untuk menyimpan isian atau rekaman data.

2. Hierarchical Database Management System

Hierarchical Database Management System ialah macam-macam DBMS di mana data diorganisir layaknya hirarki. Nantinya, data akan disusun dari atas ke bawah. Di mana induk data berada di atas, sedangkan anak data di bawah.

macam macam dbms hierarchical

Jika ditelusuri, semua data akan memiliki informasi berupa hubungan induk-anak dengan data lain, asal masih satu hirarki.

Beberapa contoh Hierarchical DBMS yang cukup populer yaitu IBM System, Windows Registry, dan RDM Mobile.

3. Network Database Management System

Network Database Management System adalah macam-macam database di mana data disusun membentuk sebuah jaringan. Sama seperti Hierarchical DBMS, pemodelan data di Network DBMS juga bersifat atas-bawah.

Namun perbedaannya, di Network DBMS satu anakan data bisa berasal dari beberapa induk data, bahkan yang sudah beda hirarki.

macam macam dbms network

Nah, contoh Network DBMS yang banyak dipakai misalnya Integrated Data Store (IDS) dan Raima Database Manager.

5 Contoh DBMS Populer

Di poin sebelumnya, Anda telah belajar tentang macam-macam DBMS. Sekarang, lanjutkan dengan mengenal beberapa contoh DBMS terpopuler. Yuk simak!

1. MySQL

contoh dbms mysql

MySQL adalah salah satu contoh DBMS yang paling banyak digunakan. DBMS MySQL sebenarnya adalah software open source. Namun sekarang, ia dimiliki oleh perusahaan Oracle dan diterbitkan di bawah lisensi GNU.

Kelebihan MySQL:

  • Bisa diunduh dan digunakan secara gratis (khusus MySQL Community Edition).
  • Perintah DBMS SQL yang simpel dan mudah digunakan, bahkan oleh pemula sekalipun.
  • Mendukung berbagai platform cloud computing, seperti AWS atau Azure.

Kekurangan MySQL:

  • Skalabilitas kurang, sehingga tidak cocok dipakai untuk membangun database berskala besar.
  • Dukungan open source hanya sebagian, sisanya Anda harus membeli lisensi resmi.
  • Tidak mendukung beberapa fitur standar SQL.

MySQL cocok digunakan untuk:

  • Website atau aplikasi web berskala kecil, yang tidak membutuhkan database kompleks.
  • Sistem OLAP (Online Analytical Processing) dan OLTP (Online Transaction Processing).

Baca juga: Memahami Perbedaan MySQL dan MySQLi

2. MariaDB

contoh dbms mariadb

Contoh DBMS populer selanjutnya yaitu MariaDB. MariaDB adalah software DBMS yang sangat mirip dengan MySQL. Baik dari segi penerbitan lisensi, perintah, API, sampai library yang tersedia.

Kelebihan MariaDB:

  • Proteksi data ketat. Ada fitur pengecekan password, otentikasi, dan perlindungan role pengguna.
  • Banyak fitur menarik, seperti dukungan GIS, kolom dinamis, dan penanganan database NoSQL.
  • Performa lebih gesit, jika dibandingkan MySQL.

Kekurangan MariaDB:

  • Komunitas belum terlalu banyak, karena masih tergolong DBMS baru.
  • Belum 100% mendukung bahasa SQL, karena jarak versi update yang lumayan jauh.

MariaDB cocok digunakan untuk:

  • Sama seperti MySQL, untuk website dan web app berskala kecil. Seperti toko online dengan pengunjung lokal.

Baca juga: MariaDB vs MySQL: Mana yang Harus Digunakan?

3. Oracle

contoh dbms oracle

Oracle adalah contoh DBMS yang dibangun dan dikembangkan sepenuhnya oleh perusahaan Oracle. Meski bukan DBMS open source, Oracle memberi opsi download gratisan bagi pengguna yang ingin mencoba.

Kelebihan Oracle:

  • Mendukung berbagai inovasi teknologi terbaru, seperti hybrid cloud computing.
  • Bantuan pengguna yang solid serta dokumentasi resmi yang lengkap.
  • Kapasitas lega, cocok untuk membangun database berskala besar.

Kekurangan Oracle:

  • Fitur-fitur Oracle gratisan sangat minim, sementara versi berbayarnya sangat mahal (mulai dari Rp200 jutaan).
  • Membutuhkan hardware dengan spesifikasi terbaik, jika ingin bisa digunakan dengan lancar.
  • Tergolong sulit dipelajari, sehingga tidak cocok untuk pemula.

Oracle cocok digunakan untuk:

  • Berbagai aplikasi desktop, website, dan mobile, terutama yang berskala global atau perusahaan.
  • Data warehouse untuk menyimpan data yang jumlahnya jutaan atau bahkan lebih.

4. PostgreSQL

contoh dbms postgresql

Berbeda dengan Oracle, PostgreSQL adalah contoh DBMS yang 100% open source. Artinya, software milik PostgreSQL Global Development Group ini bisa Anda gunakan secara bebas tanpa lisensi, baik untuk keperluan pribadi maupun komersial.

Kelebihan PostgreSQL:

  • Skalabilitas tergolong bagus, sehingga bisa dikembangkan secara berkala sesuai kebutuhan.
  • Mendukung tipe data custom, artinya pengguna bebas membuat tipe data sendiri.
  • Kompatibel dengan berbagai tools dan library pihak ketiga, untuk menambah fitur-fiturnya.

Kekurangan PostgreSQL:

  • Dokumentasi memang lengkap, tapi kurang konsisten sehingga berpotensi membingungkan penggunanya.
  • Tidak menyediakan fitur audit kondisi database, artinya pengguna harus mengecek kesehatan database secara manual.

PostgreSQL cocok digunakan untuk:

  • Sistem dengan kebutuhan pengolahan data kompleks, seperti Geographical Information System (GIS).
  • Data analysis dan warehouse untuk mengolah data berkapasitas besar.

Baca juga: Cara Install PostgreSQL di Ubuntu 18.04 [Termudah!]

5. MSSQL

contoh dbms mssql

Contoh DBMS populer yang terakhir adalah Microsoft Server SQL (MSSQL). Sama seperti Oracle, MSSQL bukanlah software DBMS open source. Untungnya, beberapa versi MSSQL bisa diunduh secara cuma-cuma.

Kelebihan MSSQL:

  • Menyediakan berbagai macam versi, baik gratisan maupun berbayar, yang bisa didownload sesuai kebutuhan.
  • Dokumentasi pengguna yang lengkap, didukung komunitas yang suportif.
  • Mendukung berbagai teknologi cloud computing, baik pihak ketiga maupun cloud bikinan Microsoft sendiri.

Kekurangan MSSQL:

  • Versi berbayar sangat mahal, mencapai Rp200 jutaan untuk satu paket.
  • Kebijakan lisensi yang berubah-ubah, sehingga berpotensi merugikan penggunanya.
  • Proses pengolahan data yang rumit, sangat tidak cocok untuk pemula.

MSSQL cocok digunakan untuk:

  • Berbagai aplikasi dan sistem berskala besar dan perusahaan, terutama jika Anda juga menggunakan produk Microsoft yang lain.

Sudah Mengerti Apa itu DBMS ‘kan?

Di artikel kali ini, Anda telah belajar banyak hal tentang DBMS. Mulai dari apa itu DBMS, konsep DBMS, hingga kelebihan dan kelemahan DBMS. Intinya, DBMS adalah software untuk membangun database dan mengolah data di dalamnya.

Lantas, manakah contoh DBMS yang ingin Anda gunakan? Jika Anda masih pemula, saran kami mulailah dari MySQL yang perintahnya ringkas. Untungnya juga, MySQL bisa dipasang di berbagai platform secara gratis.

Selain itu, MySQL biasanya juga tersedia di beberapa layanan hosting. Sehingga, Anda bisa belajar membangun database online sendiri.

Nah, jika Anda butuh hosting untuk belajar database MySQL, Niagahoster bisa jadi pilihan. Tersedia berbagai fitur seperti phpMyAdmin, MySQL Databases, MySQL Databases Wizard, dan Remote MySQL yang bisa Anda coba. Kabar baiknya lagi, semua fitur tadi punya interface yang simpel dan mudah dipahami.

Tunggu apalagi, yuk belajar membuat database online dengan berlangganan hosting Niagahoster!

Demikian artikel kali ini, semoga bermanfaat. Jangan lupa klik tombol Subscribe agar Anda tak ketinggalan update terbaru kami. Sampai jumpa lagi!

Muhammad Ariffudin Ariffud is a career-shifting SEO Content Writer from Web Programming educational background, specializes in writing technical topics.

Leave a Reply

Your email address will not be published.