Benefita Benefita is a Pisces girl. She dreams of living in the world of Harvest Moon.

9 Cara Membuat Vlog dengan Jutaan Viewers (Terbaru!)

9 min read

Cara Membuat Vlog untuk Pemula

Susah-susah bikin vlog, tapi sepi peminat…

Anda mengalami masalah tersebut? Atau baru mau buat vlog dan ingin langsung disukai banyak orang? Kalau benar begitu, artikel ini cocok untuk Anda. 

Kenapa?

Disini, kami akan mengupas tuntas cara membuat vlog. Harapannya, mendapatkan jutaan viewer bukan lagi sekedar angan-angan. 

Tapi sebelumnya, yuk kita pemanasan dulu dengan mengenal pengertian vlog lebih jelas.

Apa Itu Vlog?

Vlog adalah sebuah blog dalam format video yang dapat diakses online. Blog lebih banyak berupa teks, gambar dan video, sedangkan vlog murni berupa video.

Kepopuleran vlog tidak perlu diragukan lagi. Faktanya, 44% orang menonton vlog setiap bulannya.

Tidak mengherankan sih. Vlog memang cukup mudah dinikmati. Audiens hanya perlu duduk santai sambil menonton video di gadget apapun.

Vlogger sendiri juga cukup diuntungkan dengan konten yang dibuat. Sebab, vlog bisa mendatangkan penghasilan yang fantastis. Entah itu dari jumlah view, sponsored content, dan lain-lain.

Nah agar impian Anda sebagai vlogger berhasil, vlog Anda harus tampil keren. Karena itu, Anda perlu mengetahui cara membuat vlog untuk pemula yang mampu mendatangkan jutaan followers.

Sudah tidak sabar? Yuk teruskan membaca!

9 Cara Membuat Vlog untuk Pemula

Ini dia yang Anda tunggu-tunggu, 9 cara membuat vlog untuk pemula.

1. Pilih Platform

Vlog Anda membutuhkan rumah. Dengan begitu, orang-orang yang ingin menonton akan tahu di mana mereka bisa menemukan seluruh video Anda.

Ada beberapa platform cara membuat vlog yang kami rekomendasikan, di antaranya:

1. YouTube

Apakah vlog Anda cocok ditonton oleh berbagai kalangan usia?

Jika iya, YouTube adalah rumah yang tepat untuk vlog Anda. Alasannya, bisa dibilang YouTube menjadi tempat berkumpul bagi mereka yang berusia 18 hingga 49 tahun.

Apalagi, mengingat platform ini paling umum untuk mencari video, tentunya vlog Anda berpeluang mendapat traffic tinggi.

Platform YouTube untuk vlogging

Kelebihan:

(+) Potensi penontonnya cukup besar, melihat popularitas YouTube dengan lebih dari 2 milyar pengguna;

(+) Durasi maksimal video hingga 12 jam;

(+) Cocok untuk menjaring berbagai kelompok usia.

Kekurangan:

(-) Persaingannya sangat ketat karena ada 500 jam video diupload setiap menitnya;

(-) Kolom deskripsinya kurang dapat menampung informasi tambahan.

2. TikTok

Sudahkah membuka TikTok Anda hari ini?

Mengejar YouTube, TikTok sudah menjaring lebih dari 850 juta pengguna aktif. Namun, platform media sosial ini memang lebih cocok untuk generasi milenial, yaitu kelompok usia 16 hingga 34 tahun.

Cara membuat vlog di TikTok juga cukup mudah. Ada banyak fitur editing yang bisa langsung Anda manfaatkan: timelapse, backsound, dan lain-lain.

Tiktok bisa jadi platform untuk vlogging

Kelebihan:

(+) Peluang mendapatkan penonton cukup besar;

(+) Editing video bisa langsung dari aplikasi;

(+) Cocok untuk kalangan anak muda.

Kekurangan:

(-) Keterbatasan dalam memberikan informasi pelengkap pada kolom deskripsi;

(-) Durasi maksimal hanya 60 detik.

3. Website

Perlukah seorang vlogger memiliki website? Sangat perlu. Buat apa, sih?

Well, saat ini, mengandalkan kekuatan sosmed saja masih kurang. Website yang diperkuat dengan optimasi SEO memungkinkan Anda meraih popularitas dengan lebih cepat.

Jadi, seandainya vlog Anda gagal menjaring penonton di sosmed, Anda masih bisa mengumpulkan audiens dari mesin pencarian Google.

Website merupakan platform andalan banyak vlogger.

Kelebihan:

(+) Bisa embed video dari sosial media apapun sehingga vlog tidak mengambil ruang penyimpanan website;

(+) Bebas memberikan artikel atau informasi pelengkap lainnya. Seperti cerita dalam bentuk teks, link menuju penjualan, dan banyak lagi;

(+) Membuat website tidaklah sulit;

(+) Mudah ditemukan di mesin pencarian.

Kekurangan:

(-) Membutuhkan investasi hosting dan domain untuk membuat website;

(-) Bergantung pada optimasi SEO agar lebih mudah ditemukan (Untung ada tips dan triknya di sini -> Belajar SEO Terbaru untuk Pemula)

2. Tentukan Niche yang Anda Suka

Cara membuat vlog untuk pemula berikutnya, tentukan niche. 

Niche adalah tema spesifik yang fokus menyasar target pasar tertentu. Dan, hampir semua vlogger sukses meraihnya berkat kejelian menentukan niche.

Contohnya, Ria SW dengan niche kuliner, street food dan spicy food.

Cara membuat vlog dengan menentukan niche

Dengan memilih niche, audiens akan tahu apa isi vlognya.  Tentunya dengan kelebihan dia dalam mengulas tema di niche itu. Jadi, mereka tidak akan berharap Ria SW membuat vlog uji nyali di tempat angker, kan?

Nah sekarang, coba pikirkan niche apa yang membuat Anda bersemangat untuk dijadikan konten. Apakah aktivitas berolahraga atau travelling?

Kalau masih bingung, silakan cari inspirasi dari niche di bawah ini:

1. Culinary

Niche yang menampilkan vlog berburu makanan, mukbang (makan dalam jumlah besar), samyang challenge, dan banyak lagi.

Contoh vlogger: Ria SW, Hari Jisun, dan Mark Wiens.

2. Lifestyle

Niche tentang gaya hidup seperti kegiatan berolahraga, otomotif, atau bisa juga membagikan tips-tips seputar kesehatan.

Contoh vlogger: Steve Cook, Chloe Things, dan Molita Lin.

3. Entertainment

Entertainment vlog memiliki konten berbau hiburan. Bisa gaming, music, ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response atau sensasi rileks ketika menonton sesuatu), dan lain-lain.

Contoh vlogger: Fadil Jaidi, Hi Patrick, dan Jessica Jane.

4. Travel

Kegiatan travelling bisa menjadi konten vlog yang anti membosankan. Anda bisa memilih ke tempat etnik, tempat yang sedikit orang tahu, ataupun lokasi wisata ekstrem.

Contoh vlogger: Arief Muhammad, Rachel Goddart, dan Danielle Mansuti.

5. Horror

Niche horror juga bisa menjadi konten yang seru, lho. Biasanya vlog menampilkan kegiatan uji nyali, jalan-jalan ke tempat angker, melakukan challenge, dan hal-hal lain yang membuat bulu kuduk merinding.

Contoh vlogger: Joe Kal, Joe Weller, dan Kiflyf TV.

3. Temukan Ciri Khas

Tahapan cara membuat vlog berikutnya adalah menemukan ciri khas. Dengan menunjukkan sisi unik Anda, audiens akan mudah mengenali Anda sebagai vlogger.

Nah, vlog adalah media berkreasi yang membebaskan Anda menjadi diri sendiri. Jadi, tidak usah terbelenggu dengan prasangka semacam:

Audiens suka sama orang yang kayak gimana, sih?

Di depan kamera harus kelihatan sopan dan smart kayak menantu idaman, ya?

Niche memang bisa sama, konten bisa mirip, tapi ciri khas adalah faktor X yang membuat Anda stand out.

Lalu, bagaimana sih cara menemukan ciri khas? Ada beberapa cara. Supaya lebih mudah, gunakan contoh Ria SW lagi yuk.

1. Konsisten dengan Pilihan Niche

Ria SW konsisten dengan niche kuliner. Semua video di halaman depan channelnya melulu tentang makanan. Alhasil, audiens akan langsung tahu bahwa Ria adalah seorang food vlogger.

Tampilan halaman playlist YouTube sesuai niche

Jadi, jangan heran ketika Anda bertanya kepada orang: “siapa food vlogger Indonesia?”,  nama Ria SW pasti jadi salah satu jawaban mereka.

2. Bawa Atau Kenakan Sesuatu yang Menjadi Ciri Khas Anda

Setiap hunting makanan, Ria SW selalu membawa boneka anak ayam. Ini menjadi ciri khas Ria dalam setiap videonya.

Ciri khas bisa mengenalkan vlog lebih baik

Tapi, Anda tidak harus membawa-bawa boneka juga, kok. Sebagai gantinya, bisa dengan menggunakan aksesori seperti cincin, pakaian dengan corak tertentu, atau apapun yang membuat Anda nyaman.

3. Buat Tagline yang Unik

Super super yummy~

Inilah tagline Ria SW yang diucapkan sesaat setelah menyantap makanan.

Vlog akan lebih dikenal jika ada tagline yang digunakan

Dengan tagline yang unik, kesan akan lebih membekas dalam ingatan. Sehingga, video Anda pun menjadi semakin memorable.

Nah sampai sini, jangan lupa masukkan misi menemukan ciri khas Anda ke dalam catatan To-do List. Dengan berbagai keunikan yang sudah ada, Anda tentu bisa menciptakan ciri khas baru Anda sendiri.

4. Tentukan Tujuan Konten

Satu hal yang tak kalah penting dalam cara membuat vlog adalah menemukan tujuan konten.

Apakah Anda ingin membuat konten inspiratif seperti Deddy Corbuzier? Atau ingin membuat konten edukasi seperti 5 Minutes Craft?

Apapun itu, jangan lupa tentukan tujuan konten vlog Anda. Apa saja?

1. Inspire

Tujuan konten ini adalah memberikan inspirasi kepada audiens sehingga mereka terdorong untuk melakukan sesuatu yang positif. Bisa berupa success story, cerita motivasi, dan lain-lain.

2. Educate

Konten ini tugasnya mengedukasi atau meningkatkan pemahaman audiens tentang suatu topik. Berbagai tips, life hacks, tutorial termasuk di dalamnya.

3. Entertain

Layaknya snack, inilah konten yang paling ringan. Video dengan tujuan entertain cukup mudah Anda temukan dalam bentuk video lucu. MIsalnya, vlog jalan-jalan, mukbang, dan banyak lagi.

Meskipun tujuan konten umumnya ada tiga, Anda bisa kok memadukan satu sama lain. Misalnya, Jessica Jane yang seringkali mengkombinasikan educate dengan entertain.

Vlog bisa digunakan untuk tujuan hiburan atau pendidikan

Dalam videonya,  Jessica Jane sering melakukan tutorial masak sekaligus menampilkan konten mukbang. Selain itu, dalam beberapa kesempatan dia memposting tips seputar skin care, daily routine, dan banyak lagi.

5. Buat Ide Konten yang Kreatif

“Mau sih jadi vlogger, tapi bingung di depan kamera harus ngapain…”

Dengan kepala kosong, tentunya bisa jadi gagap saat harus action di depan kamera. Karena itu, Anda membutuhkan ide kreatif untuk cara membuat vlog yang keren.

Secara bergiliran, Anda bisa memanfaatkan ide-ide konten di bawah ini.

1. Take a Tour

Ide konten vlog bisa menggunakan take a tour

Manfaatkan momen perjalanan ke suatu tempat menjadi konten vlog Anda. Perlihatkan pemandangan yang Anda lalui, dokumentasikan obrolan-obrolan ringan Anda bersama seseorang. Ini bisa jadi ide konten yang menarik. 

Jangan lupa juga untuk  menyisipkan tips travelling dan survival guide supaya vlog lebih informatif.

2. What’s in Your Bag

What's in your bag juga bisa jadi ide konten vlog

Ungkap sisi personal Anda dengan memperlihatkan isi tas Anda. Tunjukkan barang-barang favorit yang biasa Anda bawa. Tapi, bukan bermaksud pamer, ya. Anda bisa menjelaskan alasan menggunakan barang tersebut. Jadi, fokusnya di sisi manfaatnya.

Selain itu, mengeluarkan barang belanjaan (shopping haul) sepulang dari supermarket juga ide vlog yang menarik, lho.

3. Tips n Trick

Berikan tips and trick sebagai konten vlog yang unik.

Punya life hacks anti-mainstream yang bermanfaat? Katakanlah cara memotong kue dengan benar atau tips biar tidak menangis saat mengiris bawang merah. 

Apapun itu, bisa jadi ide konten vlog yang unik, lho. 

Bahkan meskipun tips dan trik Anda sederhana, cara membuat vlog untuk pemula ini bisa membuat orang-orang menyukai konten Anda.

4. Day in My Life

A day in my life cukup banyak menjadi konten vlog.

Anda seorang mahasiswa? Pengusaha? Atau, karyawan? Nah, apapun pekerjaan Anda, ide konten day in my life bisa jadi pilihan. 

Rekam rutinitas Anda sambil menjelaskannya kepada penonton. Misalnya, kenapa Anda melakukannya, apa rekomendasi Anda untuk melakukan kegiatan tersebut, atau semacamnya?

Nantinya, Anda bisa membuat kontennya lebih spesifik lagi. Contoh, keseharian mahasiswa IT di Jakarta, atau keseharian pengusaha kuliner, dan lainnya.

5. Challenge

Vlog bisa diiisi dengan berbagai challenge yang masih mengikuti kaidah masyarakat.

Anda pasti pernah menonton video mukbang, try not to laugh (tahan tawa), dan konten bertema challenge lain, kan? Ide konten seperti ini menarik juga lho.

Alasannya, penonton biasanya tertarik dengan bagaimana vlogger tersebut menghadapinya. Entah dari berhasil atau gagalnya, ekspresi yang ditampilkan hingga reaksi tidak terduga lainnya. Inilah yang membuat audiens penasaran da menonton sampai akhir.

Namun, pastikan challenge yang dilakukan masih dapat diterima masyarakat luas, ya? 

6. Ambil Peralatan yang Mendukung

Anda tak perlu berkecil hati jika perlengkapan yang dimiliki masih sederhana. Yang paling penting, usaha Anda untuk menghasilkan gambar terbaik.

Sambil menabung dan terus berkarya, Anda bisa mulai menambah beberapa perlengkapan ideal untuk cara membuat vlog. Apa saja perlengkapan itu?

1. Kamera

Tidak ada salahnya kok memulai karir sebagai vlogger dengan kamera sederhana. Kamera ponsel, misalnya. Asalkan konten yang dibuat disesuaikan dengan kemampuan kamera tersebut. 

Nah, jika sudah memiliki modal lebih, silakan gunakan camcorder atau mirrorless. Jika video Anda lebih banyak untuk pengambilan aktivitas outdoor seperti travelling, GoPro bisa jadi pilihan juga lho.

2. Mikrofon

Pastikan audiens bisa mendengar video dengan jernih. Jangan membuat mereka kabur hanya karena suara video penuh ‘kresek-kresek’ akibat angin dan lainnya. Itulah pentingnya memastikan bahwa mikrofon dapat berfungsi dengan baik. 

3. Stabilizer

Sesuai namanya, stabilizer membantu Anda mendapatkan gambar yang stabil. Peralatan ini mungkin tidak begitu penting untuk pengambilan di dalam rumah. Namun, jika video Anda banyak mengambil scene sambil berjalan-jalan, peralatan ini cukup dibutuhkan.

4. Tripod

“Mas mas, tolong pegangin kamera saya dong!”

Anda bisa menghindari keribetan semacam ini dengan menggunakan tripod. Tidak hanya untuk menyangga kamera dengan aman, Anda lebih bebas untuk menentukan angle terbaik dalam pengambilan gambar. 

7. Eksekusi Konten dengan Tepat

Perencanaan konten perlu dilakukan, tapi eksekusi konten dengan tepat adalah hal penting. 

Coba bayangkan jika video berjudul mukbang mie 200 cabai tapi kontennya justru banyak tentang perjalanan mencari warung makan. Pasti, Anda akan berpikir, “Wah clickbait doang, nih!”

Jadi, eksekusi konten dengan pengambilan gambar yang sesuai penting untuk keberhasilan vlog tersebut. 

Nah, secara umum, ada dua teknik yang bisa Anda pakai:

1. Talking Head

Talking head adalah pengambilan gambar dari bagian dada ke atas dengan background statis. Cara membuat vlog dengan teknik ini yaitu meletakkan kamera atau membawanya sendiri seperti yang Raditya Dika tunjukkan di bawah.

Jenis pengambilan gambar vlog bernama Talking Head

Teknik Talking Head akan memusatkan fokus audiens kepada vlogger. Cocok untuk konten mukbang, review produk, dan banyak lagi.

2. Follow Me Around

Seperti namanya, teknik ini mengajak audiens ‘berkeliling’ bersama vlogger. Bisa dengan meminta orang lain merekam Anda, ataupun Anda bawa sendiri.

Jenis pengambilan gambar vlog bernama Follow me Around

Dengan follow me around, vlog bertemakan travelling ataupun room tour akan terasa lebih hidup dan informatif.

8. Optimasi Vlog

Bagaimana jika konten terbaik Anda tidak mendapatkan viewer yang memuaskan? Kecewa, bukan?

Tenang, Anda bisa melakukan upaya optimasi vlog agar mampu menjaring audiens lebih baik.

Seperti halnya blog, ada teknik optimasi yang bisa Anda terapkan di vlog. Berikut di antaranya:

1. Terapkan SEO

SEO (Search Engine Optimization) adalah langkah optimasi website atau YouTube agar mendapatkan peringkat teratas di hasil pencarian. Upaya optimasi tersebut dilakukan dengan memasukkan beberapa elemen pada konten yang dibuat.

Penerapan SEO pada vlog akan sangat bermanfaat

Umumnya, kunci kesuksesan SEO ada pada:

  • Topik konten. Pilihlah yang paling relevan dengan bisnis Anda
  • Keyword. Gunakan kata kunci sesuai niche yang Anda bangun.
  • Tren. Ikuti perubahan tren kebutuhan konten audiens Anda.
  • Metadata. Buatlah judul dan deskripsi yang sesuai konten dan kata kunci. Tambahkan tag sesuai konten yang diupload.
  • Hashtag. Kategorikan konten dalam semua hashtag unik.
  • Thumbnail. Pilih sebuah gambar yang paling mencerminkan konten.
  • URL. Gunakan alamat URL sesuai konten secara singkat dan jelas.

Meskipun banyak, semua hal sangat penting. Jadi, sebaiknya Anda menerapkan semuanya. Nah, untuk mempelajarinya dengan menerapkan SEO YouTube untuk cara membuat vlog di YouTube. Setelah mahir, gunakan juga ke platform yang lain.

Ebook Mitos SEO

2. Promosikan Vlog

Selain mengetahui cara membuat vlog, penting juga lho mempromosikannya. Jadi, video tersebut makin luas menjangkau berbagai kalangan.

Apa saja ya strategi promosi yang perlu Anda lakukan? 

  • Manfaatkan fitur Community pada YouTube. Fitur ini memungkinkan Anda membuat status di YouTube. Buatlah postingan bahwa Anda akan meng-upload vlog baru dan berinteraksilah dengan subscriber melalui postingan tersebut.
Fitur community pada YouTube
  • Menggunakan fitur End Screen. Fitur ini akan menampilkan beberapa thumbnail video lain dan tombol subscribe di akhir vlog. Ini memudahkan audiens untuk menonton video Anda yang lain yang relevan.
Contoh penggunaan End Screen di YouTube
  • Berkolaborasi dengan vlogger lain. Kolaborasi mampu memperluas jaringan pertemanan sekaligus audiens Anda. Namun, ingat untuk berkolaborasi dengan vlogger yang memiliki niche serupa.
Kolaborasi dengan vlogger lain bisa jadi cara promosi yang efektif
  • Iklankan vlog Anda. Silakan gunakan berbagai layanan ads seperti Google Ads, YouTube Ads, dan banyak lagi. Jika ingin gratis, Anda juga bisa mempromosikannya melalui media sosial.
Iklankan vlog di media sosial agar semakin banyak viewersnya

Setelah melakukan strategi marketing di atas, tersisa satu langkah lagi yang cukup penting. Apakah itu? Mari ke cara membuat vlog untuk pemula berikutnya.

9. Analisa dan Kembangkan Channel Vlog

Apa kabar traffic dan engagement vlog Anda? Bagaimana respon orang-orang? Apakah video Anda sudah berhasil?

Semua pertanyaan itu dapat terjawab setelah Anda menganalisa performa vlog. Ada banyak platform yang gratis Anda manfaatkan kok, seperti:

  • Google Analytic merupakan software untuk melacak kinerja website. Menampilkan data realtime, demografi pengunjung, perilaku pengunjung, jumlah dan sumber trafik, serta kecepatan website ;
  • Google UTM (Urchin Traffic Monitor) yaitu kode unik yang disematkan pada sebuah link url. Kode ini memungkinkan Anda mengetahui sumber traffic konten Anda;
  • YouTube Analytic  yaitu tools untuk mengukur performa channel dan konten YouTube. Menunjukkan data overview, reach, engagement, audience, dan revenue;
  • Traffic checker lainnya seperti Similar Web, Alexa, UberSuggest, dan lain-lain.

Tool di atas akan mengungkap sejauh apa keberhasilan video Anda. Tentunya, ini memudahkan Anda dalam mengembangkan vlog dan membuat strategi lanjutan.

Katakanlah Anda membuat konten dengan engagement tinggi, tapi respon publik terhadap malah negatif. Nah, Anda bisa langsung memperbaikinya, bisa dari konsep atau cara penyampaiannya..

Saatnya Anda Menjadi Vlogger dengan Jutaan Followers!

Memiliki vlog dengan jutaan viewers hanyalah impian? Coba pikirkan lagi. 

Melalui artikel ini, Anda jadi tahu cara mewujudkannya. Sudah ada 9 cara membuat vlog untuk pemula yang Anda pelajari. Secara ringkas, ini dia langkahnya:

  1. Pilih Platform

  2. Tentukan Niche yang Anda Suka

  3. Temukan Ciri Khas

  4. Tentukan Tujuan Konten

  5. Buat Ide Konten yang Kreatif

  6. Ambil Peralatan yang Mendukung

  7. Eksekusi Konten dengan Tepat

  8. Optimasi Vlog

  9. Analisa dan Kembangkan Channel Vlog Anda

Bagaimana, sudah cukup lengkap, kan? Anda jadi makin semangat untuk menjadi vlogger, ya?

Nah, dengan mengikuti cara membuat vlog di atas, jalan Anda menuju vlogger dengan jutaan followers akan lebih terarah. Menyusul karir vlogger ngetop seperti Ria SW, Arief Muhammad, Jessica Jane pun bukan hal yang mustahil.

Jadi, siapkah Anda menjadi vlogger dengan jutaan viewers?

Benefita Benefita is a Pisces girl. She dreams of living in the world of Harvest Moon.
[{"code":""
[{"code":""
"label":"Coba Lagi"
"label":"Coba Lagi"
"win":false}
"win":false}
{"code":"HOSTING50"
{"code":"HOSTING50"
"label":"Extra Diskon 50rb "
"label":"Extra Diskon 50rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":"HOSTING20"
{"code":"HOSTING20"
"label":"Extra Diskon 20rb "
"label":"Extra Diskon 20rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":"HOSTING100"
{"code":"HOSTING100"
"label":"Extra Diskon 100rb "
"label":"Extra Diskon 100rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":""
{"code":""
"label":"Belum Beruntung"
"label":"Belum Beruntung"
"win":false}
"win":false}
{"code":"HOSTING20"
{"code":"HOSTING20"
"label":"Extra Diskon 20rb "
"label":"Extra Diskon 20rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":""
{"code":""
"label":"Coba Lagi"
"label":"Coba Lagi"
"win":false}
"win":false}
{"code":"HOSTING50"
{"code":"HOSTING50"
"label":"Extra Diskon 50rb "
"label":"Extra Diskon 50rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":"HOSTING20"
{"code":"HOSTING20"
"label":"Extra Diskon 20rb "
"label":"Extra Diskon 20rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":"FREESHIPPING"
{"code":"FREESHIPPING"
"label":"Coba Lagi"
"label":"Coba Lagi"
"win":false}
"win":false}
{"code":""
{"code":""
"label":"Sedikit Lagi! "
"label":"Sedikit Lagi! "
"win":false}
"win":false}
{"code":"HOSTING50"
{"code":"HOSTING50"
"label":"Extra Diskon 50rb "
"label":"Extra Diskon 50rb "
"win":true}]
"win":true}]