Sekar Ningtyas As a content writer, Sekar always tries to help people in scaling up their competencies about WordPress, SEO and digital marketing through the simplest way.

Mengenal Google UTM, Tools Jitu untuk Analisa Traffic dengan Mudah

4 min read

Google UTM

Google Analytics sejauh ini memang sudah dikenal sebagai alat analisis yang memiliki jumlah pengguna terbanyak di dunia. Seperti hasil survey yang dilansir oleh BuiltWith, bahwa 70% dari seluruh website di dunia sama-sama mengandalkan Google Analytics untuk mengukur performa website mereka. 

Akan tetapi, dari sekian banyak pengguna, hanya segelintir orang saja yang benar-benar bisa memaksimalkan fitur Google Analytics. Salah satunya adalah fitur Google UTM tracking code, yang berguna sebagai parameter untuk melacak dari mana sumber klik dan konversi halaman website itu berasal. 

Jadi, sebenarnya apa itu Google UTM? Bagaimana cara membuat UTM tracking code melalui UTM link builder Google Analytics?

Semua pertanyaan tersebut akan kami bahas secara lengkap melalui artikel ini. So, simak baik-baik ya!

Apa itu Google UTM?

UTM adalah singkatan dari Urchin Traffic Monitor alias sebuah kode unik yang diselipkan pada alamat URL website. Kode ini berfungsi untuk mengidentifikasi dari mana saja sumber traffic Anda didapatkan. Biasanya, kode ini dipakai oleh pengguna saat membagikan konten mereka melalui berbagai medium seperti email, ads, media sosial, dan sebagainya.

Nah, Google pun menyediakan fitur UTM builder yang bisa Anda buat melalui Google Analytics Campaign URL Builder. Anda bisa memanfaatkan fitur Google UTM sebagai tools yang efektif untuk menganalisa secara spesifik sumber traffic yang diperoleh, terutama saat Anda sedang menjalankan campaign tertentu.

Dengan begitu, saat Anda hendak menjalankan sebuah campaign melalui berbagai channel berbeda, Anda bisa mengetahui channel mana yang paling efektif untuk diandalkan. 

Misalnya, di saat Anda menyebarkan tiga macam banner iklan di beberapa channel berbeda. Yang pertama Anda sebarkan melalui Facebook, yang kedua melalui email marketing, dan ketiga melalui LinkedIn.  

Kemudian, Anda memasang UTM tracking code pada masing-masing banner. Nah, ketika Anda mengecek traffic di Google Analytics, Anda bisa mengetahui channel mana yang benar-benar memiliki konversi klik tertinggi. 

Jadi, Anda bisa menggunakan satu channel saja yang paling efektif dan menonaktifkan banner pada channel lainnya. Kemudian, sisa budget dari banner tersebut pun bisa Anda alokasikan untuk membuat campaign berikutnya. 

Contoh UTM Tracking Code

Sebelum kami menjelaskan tutorial bagaimana cara menggunakan UTM link builder, ada baiknya bila Anda familiar dengan bentuk kode UTM saat digabungkan pada alamat URL. Seperti ini contohnya:

https://www.niagahoster.co.id/blog/cara-install-laravel-di-windows/?utm_campaign=blogpost &utm_medium=social&utm_source=facebook

Dari URL di atas, Anda bisa melihat alamat yang ditandai dengan warna biru tersebut merupakan struktur dari kode UTM. Maka, di saat Anda mengecek Google Analytics, secara otomatis Anda bisa mengetahui bahwa traffic yang diperoleh dari link tersebut berasal dari Facebook. 

Namun jangan khawatir, penambahan kode UTM setelah tanda tanya (?) seperti di atas tidak akan mempengaruhi apapun pada tampilan halaman website Anda. 

Baca juga: Cara Memasang Iklan AdSense di Blog WordPress.

5 Macam Parameter Kode UTM yang Bisa Anda Gunakan

Dari penjelasan sebelumnya, kita tahu bahwa tools Google UTM bisa memberikan fleksibilitas untuk Anda dalam mencari tahu asal usul traffic yang diperoleh melalui link tersebut. Seperti mengetahui informasi sumber link, konten apa yang diklik, hingga menjadi bahan tambahan untuk membuat strategi marketing yang baru.

Untuk mempermudah penggunaan kode UTM, Google menyediakan 5 jenis parameter yang bisa Anda gunakan yaitu:

1. Campaign

Kode ini menandakan nama sesuai campaign atau promosi yang Anda buat. Misalnya, jika alamat kode Anda adalah: utm_campaign=20percentpromocode, berarti link tersebut berisikan kode promosi dengan penawaran diskon 20 persen.

2. Source

Parameter ini berfungsi untuk menginfokan dari mana sumber traffic Anda berasal. Misalnya, jika Anda ingin membagikan sebuah postingan ke Facebook, maka parameter yang akan digunakan akan seperti ini: utm_source=Facebook.

3. Medium

Parameter satu ini digunakan untuk mengetahui jenis medium apa yang digunakan pengunjung saat mengklik link yang Anda sebarkan. Medium tersebut bisa berupa email, ads, alamat browser, media sosial dan lain-lain. Kurang lebih, seperti ini bentuk contohnya: utm_medium=socialmedia.

4. Content

Parameter Content berguna untuk mengetahui hasil jenis campaign yang berbeda di dalam satu URL yang sama atau sebagai indikator saat Anda melakukan A/B testing. Misalnya Anda ingin membuat banner pertama dengan sebuah logo, kemudian banner kedua dengan text. Maka, untuk membedakan keduanya, Anda bisa membuat kode UTM seperti berikut: utm_content=logolink dan utm_content=textlink.

5. Term

Term merupakan parameter yang digunakan untuk mengindikasikan kata kunci yang digunakan pada ads berbayar seperti PPC (Pay per Click).  Contoh, ketika Anda membayar sebuah campaign untuk kata kunci “online marketing”, maka Anda bisa menambahkan kata kunci tersebut ke dalam kode UTM dengan bentuk seperti ini: utm_term=online+marketing.

Dengan adanya lima parameter di atas, maka Anda bisa membuat kombinasi kode pelacakan UTM sesuai kebutuhan. Semakin banyak parameter yang digunakan, maka semakin spesifik pula hasil analisa yang diperoleh. 

Sederhananya, Anda bisa mengandalkan kombinasi parameter untuk berbagai tujuan seperti:

  • Melacak semua traffic kunjungan.
  • Mengoptimalkan strategi campaign marketing.
  • Mencari tahu konten mana yang paling disukai oleh audience. 
  • Memperoleh informasi mendalam untuk menentukan kriteria target audiens baru.
  • Dapat menjadi cara terbaik untuk melakukan A/B testing pada campaign.
  • Menganalisis fungsi dan efektifitas link yang disebarkan ke berbagai medium.
  • Memudahkan untuk melacak antara satu campaign dengan yang lainnya dari sumber medium berbeda dan masih banyak lagi.

Baca juga: 5+ Contoh Newsletter untuk Email Marketing Anda.

Tutorial Cara Menggunakan Google UTM

Setelah mengetahui fungsi dari kode pelacak UTM milik Google, sekarang waktunya kami jelaskan bagaimana cara menggunakan Google UTM builder sebagai berikut:

1. Kunjungi halaman Google’s Campaign URL Builder

Langkah pertama untuk membuat kode pelacak UTM adalah dengan mengunjungi halaman Google’s Campaign URL Builder. Di halaman inilah Anda akan menemukan berbagai kolom parameter yang nantinya akan menjadi kode tambahan untuk disisipkan pada link URL. 

2. Isi setiap kolom parameter yang dibutuhkan

Mulailah untuk mengisi masing-masing kolom parameter seperti Website URL, Source, Medium dan Campaign Name. Apabila Anda ingin melacak performa pada iklan berbayar, Anda bisa mengisi kolom Term dan Content untuk memperoleh kode UTM tambahan. 

Supaya mudah dipahami, di bawah ini kami berikan contoh pengisiannya:

Dapat dilihat dari gambar di atas bahwa tujuan kami adalah membuat kode UTM untuk halaman website https://www.niagahoster.co.id/blog/cara-membuat-blog/, yang nantinya akan kami sebarkan melalui Newsletter di email dengan penawaran free Blog Course.

3. Link sudah siap digunakan 

Hasilnya, link yang sudah dilengkapi dengan kode UTM akan menjadi seperti ini. 

Anda bisa memperpendek link URL dengan mengklik ‘Convert URL to Short Link’ dan mengubahnya menjadi seperti ini.

4. Analisa hasilnya dengan mengakses Google Analytics

Jika Anda ingin menganalisa performa link tersebut, biasanya Google membutuhkan proses waktu 3-5 hari untuk mengumpulkan semua data dengan optimal. Tentunya, proses analisis ini dilakukan dengan mengakses langsung pada dashboard Google Analytics. 

Caranya adalah dengan memilih menu Acquisition > Campaigns > All Campaigns. Di halaman inilah seluruh hasil traffic dari link UTM Anda akan ditampilkan. Sebaiknya, lakukan pengecekan secara berkala agar bisa mengukur kinerja yang dihasilkan. Untuk memudahkan analisa dan tracking, Anda bisa mengumpulkan setiap link UTM pada spreadsheet.

Bagi Anda yang belum begitu familiar dengan penggunaan Google Analytics, Anda bisa membaca panduan lengkap kami di sini.

Menganalisa Traffic Lebih Mudah dengan Google UTM

Kini dengan Google UTM, Anda bisa mengidentifikasi traffic setiap campaign atau postingan di berbagai medium dengan lebih efektif. Hanya dengan penambahan kode sederhana, Anda bisa melacak dari mana saja sumber traffic Anda berasal. 

Anda bisa mengetahui mana saja link yang memperoleh traffic terbanyak, menelaah konten mana yang paling banyak disukai audiens, atau menjadi solusi pendukung untuk melakukan A/B testing dan sebagainya.

Bila Anda membutuhkan insight baru untuk bisa meningkatkan traffic website, kami memiliki berbagai cara jitu yang bisa Anda pelajari melalui artikel kami di 20 Cara Jitu Meningkatkan Traffic Website Hingga 2x Lipat.Semoga panduan artikel ini bisa bermanfaat bagi Anda. Jangan lupa subscribe untuk mendapatkan informasi seputar artikel terbaru di Niagahoster.

0
Sekar Ningtyas As a content writer, Sekar always tries to help people in scaling up their competencies about WordPress, SEO and digital marketing through the simplest way.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − eleven =