Benefita Benefita is a Pisces girl. She dreams of living in the world of Harvest Moon.

Budaya Kerja: Kunci Sukses Perusahaan dan Performa Karyawan

9 min read

Budaya kerja

Tahukah Anda mengapa banyak perusahaan membuat akun Instagram khusus yang promosi company value mereka? Seperti Niagahoster dengan @insideniagahoster, Gojek dengan @lifeatgojek, hingga Telkom Indonesia dengan @livingintelkom.

Perusahaan-perusahaan tersebut tahu bahwa karyawan adalah bagian dari kunci sukses bisnis. Sedangkan performa terbaik karyawan terbentuk dari bagaimana perusahaan memperlakukan mereka.

Itu sebabnya, berbagai perusahaan mulai menciptakan budaya kerja terbaik. Budaya kerja adalah sekumpulan prinsip yang mengatur perilaku tiap individu dalam organisasi.

Sayangnya, masih banyak orang ataupun pengusaha yang belum mengetahui hal ini. Tak heran, banyak perusahaan mempekerjakan karyawannya dengan kurang baik.

Oleh karena itu, dalam artikel ini kami akan mengajak Anda agar lebih memahami budaya kerja, termasuk penerapannya dalam perusahaan. Yuk meluncur ke bawah!

Budaya Kerja Adalah…

Budaya kerja adalah prinsip yang mengatur perilaku tiap individu dalam perusahaan. Boleh dibilang, budaya kerja juga menjadi sifat dasar perusahaan.

Itu artinya, seluruh aktivitas dalam perusahaan tersebut—mulai dari membuat keputusan hingga bertingkah laku—harus memegang budaya kerja atau company value-nya.

Saking pentingnya, budaya kerja biasanya menjadi prioritas perusahaan dalam menerima kandidat, lho.

Bahkan sekitar 91% manager mengatakan kecocokan kandidat dengan budaya perusahaan lebih penting daripada pengalaman dan kemampuannya, lho.

Alasannya, kandidat dengan budaya kerja yang sesuai lebih berpotensi memberikan performa terbaiknya dengan tulus.

Hal ini sesuai dengan tujuan budaya kerja itu sendiri, yaitu untuk:

  • Menjadi pegangan dalam membuat keputusan, memproses sesuatu, hingga menyelesaikan masalah;
  • Memperkuat identitas perusahaan;
  • Mempersatukan karakter staf yang beragam;
  • Mengendalikan tingkah laku personil perusahaan/organisasi supaya tetap sejalan dengan nilai-nilai perusahaan. Baik kepada rekan kerja ataupun pelanggan;
  • Memastikan seluruh personil perusahaan/organisasi punya visi misi yang selaras dengan goal perusahaan.

Jadi, budaya kerja memungkinkan setiap staf perusahaan bergerak dengan mata perusahaan alih-alih ego pribadi. Dengan begitu, kolaborasi antar staf lebih harmonis dan perusahaan pun lebih mudah mencapai goal-nya.

Manfaat Budaya Kerja

Bukan sekadar pajangan, kultur perusahaan mampu membawa berbagai keuntungan. Berikut manfaat budaya kerja:

1. Menciptakan Lingkungan Kerja yang Sehat

Tahukah Anda bahwa 58% staf resign akibat lingkungan kerja yang toxic? Baik karena politik kantor yang kotor, rekan kerja tidak suportif, gosip miring, dan sebagainya.

Nah, itu kenapa perusahaan membutuhkan budaya kerja. Sebab, budaya kerja mampu menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan mencegah insiden yang tidak diinginkan.

Manfaat budaya kerja menciptakan lingkungan kerja yang sehat

Tidak usah jauh-jauh, Niagahoster bisa menjadi contoh nyatanya. Salah satu company value yang Niagahoster pegang yaitu keberanian dan keterusterangan (Courage and Candidness).

Dengan value ini, karyawan Niagahoster tidak perlu sungkan dalam memberikan opini terhadap segala hal yang mengganjal. Baik kepada atasan ataupun rekan kerja. Jadi, tidak perlu lagi ngumpet-ngumpet ataupun melakukan hal provokatif.

2. Menjamin Kenyamanan Karyawan

Manfaat budaya kerja berikutnya, menjamin kenyamanan karyawan. Sebab, budaya kerja mengatur bagaimana individu bersikap satu sama lain. Sehingga, perilaku semena-mena bisa diminimalisir.

Budaya perusahaan menjamin kenyamanan karyawan

Penting Anda tahu, saat ini banyak kasus perusahaan, ataupun manager, yang mengeksploitasi pekerjanya. Atau istilah lainnya, sweatshop.

Tak heran, tingkat stres pekerja pun meningkat dan konflik terus bermunculan. Akibatnya, 58% pekerja lebih memilih resign.

Kemungkinan besar, masalah ini terjadi karena perusahaan tidak punya budaya kerja yang jelas. Alhasil, individu di dalamnya cenderung bertindak mengikuti ego pribadinya.

Namun, lain halnya kalau dari awal sudah ada budaya perusahaan yang mengatur bagaimana setiap staf harus bersikap. Termasuk rasa hormat dan apresiasi antar staf.

Baca Juga: Sesi 1 on 1: Budaya Niagahoster Menembus Batas Status “Atasan dan Bawahan”

3. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia

Tak hanya profit bisnis, perusahaan berkualitas pasti akan berinvestasi pada karyawan. Biasanya, ini diwujudkan dalam pengembangan skill karyawan. Seperti training, workshop, hingga kesempatan promosi.

Itu artinya, sesuai company value-nya, perusahaan juga wajib memfasilitasi stafnya dalam belajar. Dengan program-program pelatihan yang jelas, kemampuan karyawan pun akan terus berkembang.

Alhasil, seluruh personil perusahaan selalu memiliki kemampuan yang update dengan kebutuhan jaman. Didukung sumber daya manusia mumpuni, napas perusahaan pun lebih terjamin.

Efeknya, perusahaan yang populer dengan SDM berkualitas punya pesona tersendiri dalam memikat talent terbaik untuk bergabung.

Dan kabar gembiranya, perusahaan dengan budaya yang menarik talenta terbaik dapat menghasilkan 33% revenue yang lebih tinggi, lho.

Baca Juga: Handri Hermawan: Sukses Memanfaatkan Kesempatan Kedua untuk Menjadi Front End Developer di Niagahoster

4. Memperkuat Kolaborasi Antar Individu dan Tim

Manfaat budaya perusahaan berikutnya, memperkuat kolaborasi antar individu sampai dengan tim dalam organisasi.

Boleh dibilang, budaya kerja mampu menyatukan berbagai karakter dalam perusahaan. Sebab dengan menjunjung company value yang sama, prinsip setiap individu pun juga akan sama.

Alhasil, ketika ada permasalahan, setiap individu akan memandang lewat kacamata perusahaan. Tidak lagi mengedepankan ego atau kepentingan pribadi.

Kolaborasi tim makin kuat dengan budaya kerja

Tentunya, ini hal yang cukup penting. Apalagi, saat ini banyak perusahaan beralih ke kerja remote atau Work From Home (WFH). Dan menurut Indeed, 47% orang lebih mempertimbangkan perusahaan yang bisa kerja remote, lho.

Nah tanpa kolaborasi yang baik, potensi miskomunikasi pun cukup besar. Yang akhirnya, mengganggu jalannya bisnis.

Baca Juga: Kesempatan Bekerja Remote Sebagai CS Melalui Rekrutmen Online di Niagahoster

5. Membantu Karyawan Mencapai Goal Perusahaan

Angela Ahrendts, Senior Vice President Apple, pernah bilang:

“Everyone talks about building a relationship with your customer. I think you build one with your employees first.”

Dan benar saja, kebahagiaan karyawan memang kunci sukses perusahaan. Salah satu cara mencapainya yaitu lewat budaya kerja yang baik.

Membantu karyawan mencapai goal perusahaan

Dengan budaya kerja yang bagus, perusahaan akan lebih cepat dalam menemukan masalah. Sebab, perusahaan bisa langsung menilai hal apa yang telah melenceng dari company value-nya dan menghambat dalam mencapai goal-nya.

Semakin cepat masalah tersebut diselesaikan, karyawan akan merasa lebih terjamin, nyaman, serta dekat dengan perusahaan.

Faktanya, performa staf yang merasa engaged dengan perusahaan bisa meningkat 202%, lho (Teamstage). Tak heran, pertumbuhan revenue perusahaan pun bisa meningkat empat kali lipat (Forbes). 

7 Contoh Budaya Kerja yang Sehat Bagi Bisnis dan Karyawan

Sekarang, pasti Anda penasaran: seperti apa sih contoh budaya kerja yang sehat bagi bisnis dan karyawan?

Mari simak ciri-ciri budaya kerja berkualitas di bawah ini:

1. Mengejar Misi dengan Company Value

Budaya kerja dan misi perusahaan itu saling berkaitan.

Budaya kerja membantu karyawan mencapai goal perusahaan dengan prinsip yang sudah disepakati. Dengan begitu, misi perusahaan bisa dicapai dengan lebih cepat.

Selain itu, saat menemukan konflik, company value akan membantu individu tim dalam menyelesaikannya.

Misalnya, karyawan merasa kebijakan perusahaan kurang tepat. Karena ada Courage and Candidness sebagai salah satu company value, karyawan tersebut pun lebih berani menyuarakan isi pikirannya. Sehingga, perusahaan juga bisa segera mengetahui masalahnya dan mencari solusi.

Meski begitu, untuk benar-benar bisa melakukan budaya kerja, perusahaan harus benar-benar menerapkan value tersebut dalam rutinitasnya. Sebab kalau tidak, company value hanya jadi pajangan saja.

Contoh Eksekusi: Menyusun OKR (Objective and Key Results) berdasarkan company value dan melibatkan setiap individu dalam perusahaan.

2. Kepemimpinan yang Mendukung

Keberhasilan budaya perusahaan tak lepas dari peran leader. Bisa itu CEO, manager, ataupun supervisor.

Pasalnya, mereka adalah teladan bagi timnya, serta bertanggungjawab atas kemajuan anggotanya. Mulai dari naik jabatan, penyesuaian gaji, hingga pengembangan skill.

Contoh Eksekusi: Adanya sesi 1on1, mentorship, dsb.

3. Lingkungan Kerja Produktif

Lingkungan kerja produktif adalah hasil dari budaya kerja yang efektif. Sebab, setiap orang dalam perusahaan memahami tujuannya bekerja,  termotivasi untuk mengejarnya, dan mendapat dukungan dari kantor.

Contoh Eksekusi: Memberikan laptop dengan spec yang cukup untuk multi-tasking, mendesain ruang kantor dengan ergonomis, dll.

4. Komunikasi Terbuka dan Kuat

Perusahaan yang sehat biasanya membuka pintu komunikasi selebar mungkin bagi karyawan. Sebab, setiap aspirasi hingga keluhan pekerja itu penting. Terutama jika ada masalah yang harus segera diselesaikan.

Contoh Eksekusi: Melakukan survey karyawan tiap periode waktu tertentu, menyediakan form saran dan kotak ide, dll.

5. Saling Menghargai dan Mengapresiasi

Dengan berbagai apresiasi dari perusahaan, karyawan akan merasa kerja kerasnya dihargai dan bermanfaat bagi bisnis. Sehingga, mereka lebih termotivasi dalam bekerja.

Contoh Eksekusi: Memberikan kudos (ekspresi pujian) kepada karyawan yang berhasil meraih achievement tertentu.

6. Kolaborasi Tim yang Kompak dan Tulus

Kolaborasi tim yang tulus dan saling mendukung adalah ciri budaya kerja yang sukses. Hal ini menandakan setiap orang sadar bahwa peran tiap individu dalam perusahaan itu penting serta saling membutuhkan.

Tanpa hubungan relasi yang tulus, persaingan dalam satu atap perusahaan rawan terjadi. Tak heran, banyak rekan kerja yang ingin menjegal satu sama lain supaya mendapat posisi yang lebih baik.

Contoh Eksekusi: Membagikan informasi menarik dalam tim, mengadakan internal sharing session, dan sebagainya.

7. Menyediakan Kesempatan untuk Berkembang

Perusahaan yang baik pasti tahu selain produktivitas, memajukan karyawan juga penting. Dengan kemampuan yang upgrade, karyawan pun tahu bahwa dirinya berkembang di perusahaan tersebut dan tidak asal kerja-kerja saja.

Contoh Eksekusi: Menyediakan program coaching, workshop, hingga course bagi seluruh karyawan.

Budaya Kerja Korporat vs Startup: Pilih yang Mana?

Walaupun sekilas budaya perusahaan terlihat mirip, penerapan budaya kerja bisa saja berbeda tergantung jenis perusahaannya.

Secara garis besar, ada dua jenis perusahaan: korporat dan startup.

Tentunya, kedua jenis perusahaan ini punya budaya kerja yang umumnya berbeda. Budaya kerja korporat biasanya lebih mengikuti aturan perusahaan, sedangkan budaya kerja startup cenderung luwes.

Secara lengkapnya, mari simak tabel perbedaan budaya kerja korporat vs startup ini:

Budaya Kerja Korporat vs Startup

KorporatStartup
Gambaran UmumKetat dengan aturan perusahaanCenderung luwes dan cepat berubah mengikuti kebutuhan
Jaminan kelangsungan perusahaanCukup stabil karena sudah mapanSulit diprediksi karena baru merintis dan mengandalkan berbagai investor
Job DescFokus ke pekerjaan yang dipegangLebih luas dan fleksibel, bisa terlibat di berbagai tim dan project
KomunikasiMengikuti birokrasi perusahaanBebas dan menghilangkan hierarki termasuk kepada atasan
Pakaian kerjaFormal, mengikuti aturan seragam kantorBiasanya kasual
Lingkungan kerjaSeringkali dipisahkan oleh bilik/sekat agar staf fokus bekerjaTanpa sekat sehingga komunikasi antar individu mudah
Jenjang karirMengikuti alur kenaikan pangkatPenilaian berdasarkan performa dan kebutuhan perusahaan
Teknologi/tools dalam bekerjaSeringkali memakai teknologi/tools yang sama dari tahun ke tahun meski sudah lawasMengikuti perkembangan teknologi terbaru

Meskipun budaya perusahaan korporat dan startup cukup berbeda, masing-masing punya kelebihannya sendiri. Lalu, manakah yang paling tepat untuk Anda? 

  • Korporat: cocok untuk Anda yang suka bekerja di perusahaan yang sudah stabil dan budaya kerjanya lebih formal;
  • Startup: tepat bagi Anda yang suka berinovasi dan merespons perubahan situasi dengan cepat, tanpa puyeng memikirkan birokrasi.

Pastinya, sekarang Anda penasaran perusahaan apa saja sih yang punya budaya kerja terbaik? Nah, pada bagian selanjutnya, Anda akan mengetahui berbagai contoh budaya kerja dari berbagai perusahaan terbaik.

Baca Juga: UKM : Pengertian, Contoh, dan Tips Mengembangkannya

Contoh Budaya Perusahaan Terbaik

Sekarang, Anda akan mengetahui beberapa contoh budaya perusahaan dari beberapa industri yang cukup populer. Tanpa berlama-lama, mari intip budaya kerja perusahaan-perusahaan ini:

1. Google

Budaya perusahaan: kombinasi korporat dan startup

Contoh budaya perusahaan Google

Siapa sih yang tidak tahu Google? Di balik layanan search engine terbaiknya, ternyata Google menciptakan budaya perusahaan yang memotivasi produktivitas stafnya tanpa mengeksploitasi.

Setidaknya, ada 10 company value yang Google angkat:

  1. Focus on the user and all else will follow.
  2. It’s best to do one thing really, really well.
  3. Fast is better than slow.
  4. Democracy on the web works.
  5. You don’t need to be at your desk to need an answer.
  6. You can make money without doing evil.
  7. There’s always more information out there.
  8. The need for information crosses all borders.
  9. You can be serious without a suit.
  10. Great just isn’t good enough.

Prinsip-prinsip tersebut benar-benar Google terapkan dalam pekerjaan. Bahkan meski sudah menjadi korporat dengan lebih dari 135ribu staf, Google tetap mengadopsi budaya kerja startup yang bebas dan fleksibel.

“Apa yang benar-benar menggerakkan Google adalah fokus pada data, kemauan untuk bereksperimen, fokus pada pengguna, serta kumpulan bakat luar biasa: yang ketika Anda menggabungkannya, akan menciptakan lingkungan di mana orang-orang terus-menerus menantang diri mereka sendiri untuk menghasilkan hal-hal baru yang menarik”.

-Laszlo Bock, mantan Senior Vice President of People Relations Google-

Keinginan untuk saling mendengarkan aspirasi antar tim dan user ini memungkinkan Google menciptakan teknologi yang menjawab kebutuhan user.

Dan selain berinovasi terhadap produk, Google juga menjaga kenyamanan stafnya. Buktinya, Google menyediakan makanan gratis, fasilitas fitness, hingga membebaskan 85% stafnya bekerja secara remote.

Tidak heran, Google sukses menyabet Best Global Company Awards 2021. Menyingkirkan perusahaan raksasa lainnya seperti Samsung, Adobe, hingga Microsoft.

Yang bisa Anda pelajari dari contoh budaya kerja Google: Mendorong performa staf dengan menciptakan budaya kerja yang penuh hasrat bertumbuh dan berinovasi.

2. PT Bank Central Asia Tbk (BCA)

Budaya perusahaan: korporat

Contoh budaya kerja BCA

Contoh budaya kerja berikutnya datang dari Indonesia. Yap, BCA. Bank swasta yang populer ini rupanya juga menerapkan budaya perusahaan yang bagus. 

Tidak sebanyak Google, BCA memiliki empat core value:

  1. Customer Focus
  2. Integrity
  3. Teamwork
  4. Continuous Pursuit of Excellence

Sebagai korporat, tentunya BCA memiliki budaya perusahaan yang formal dan terstruktur. Mulai dari jam kerja teratur hingga SOP kerja yang jelas.

Walau begitu, sesuai company value-nya, BCA mendukung kenyamanan stafnya dengan menyediakan desain ruang kantor yang mendukung kolaborasi antar tim, serta peralatan kerja ergonomis.

Dengan budaya kerja yang fokus dan nyaman, BCA pun mampu menggerakkan produktivitas sekaligus memperkuat employee engagement-nya.

Salah satu strategi BCA yaitu dengan memperhatikan kualitas kandidat karyawan, serta rutin mengadakan program pengembangan sumber daya manusia.

Bukti kesuksesan contoh budaya perusahaan BCA ini terlihat dari deretan penghargaan yang diraih. Mulai dari Gallup Great Workplace Award tiga kali berturut-turut, hingga Indonesia’s HR Asia Best Companies to Work for in Asia 2020.

Yang bisa Anda pelajari dari contoh budaya kerja BCA: Membarengi tuntutan kerja dengan fasilitas kantor yang nyaman bagi produktivitas dan kesehatan staf.

3. Niagahoster

Budaya perusahaan: startup

Contoh budaya kerja Niagahoster

Kalau Anda sedang membaca artikel ini, kemungkinan besar Anda pasti tahu Niagahoster. Yap, Niagahoster adalah perusahaan web hosting yang bermarkas di Yogyakarta.

Dari awal kemunculannya, startup ini sudah memiliki company value sebagai dasar kepribadiannya. Uniknya, budaya kerja Niagahoster terus mengalami penyempurnaan sesuai dengan perkembangan perusahaan:

Company Value LamaCompany Value Terbaru
1. Customer Obsession
2. Learn & Be Curious
3. Hire & Develop The Best
4. High Performance
5. Freedom & Responsibility
6. We are Focused
7. Speed Matters in Business
8. Earn Trust
9. Dive Deep
10. Disagree and Commit
11. Deliver Results
1. Customer Obsession
2. Ownership
3. Learn and Be Curious
4. Hire and Develop The Best
5. Highest Standard
6. Freedom and Responsibility
7. Focus
8. Bias Toward Action
9. Courage and Candidness
10. Deliver Results

Meski masih di level startup, Niagahoster berkomitmen menyuntikkan budaya perusahaan di atas ke setiap hal yang dilakukan. Mulai dari proses pengembangan produk, melayani pelanggan, hingga mengapresiasi karyawan.

Contohnya saja, Niagahoster memberlakukan kerja full remote kepada hampir seluruh stafnya. Itu artinya, setiap karyawan bebas kerja dari mana saja dan mengatur jadwal produktivitasnya sendiri.

Dan seandainya karyawan punya masalah tertentu, Niagahoster membebaskan mereka untuk mengeluarkan unek-uneknya tanpa melalui birokrasi yang rumit.

Hal tersebut berlaku tidak hanya ke rekan kerja atau manager, tapi juga ke CEO (Ade Syah Lubis). Bahkan, Ade juga menyiapkan kotak ide untuk menampung seluruh aspirasi hoster ranger.

“Your opinion, voice and ideas matter. It will accelerate our growth. It will help us to get better. “

-Ade Syah Lubis, CEO Niagahoster-

Yang bisa Anda pelajari dari contoh budaya kerja Niagahoster: Terus berempati terhadap pelanggan dan karyawan untuk mengembangkan budaya perusahaan yang relevan dengan kebutuhan.

FAQ (Frequently Asked Questions)

Sampai sini, Anda telah mengenal berbagai contoh budaya kerja dari beberapa perusahaan. Baik korporat, startup, hingga yang menggabungkan prinsip keduanya.

Tapi kalau Anda masih punya kebingungan yang belum terjawab, coba temukan jawabannya dari daftar di bawah ini:

1. Apa Itu Budaya Kerja?

Budaya kerja adalah prinsip yang mengatur perilaku tiap individu dalam perusahaan.

2. Mengapa Budaya Perusahaan Itu Penting?

Dari sisi karyawan, budaya kerja itu penting karena mampu menciptakan ekosistem kerja yang sehat dan nyaman. Sedangkan bagi perusahaan, budaya kerja mampu menjaga performa setiap individu di dalamnya supaya tetap produktif dan mencapai goal bisnis.

3. Bagaimana Kalau Perusahaan Tidak Punya Budaya Kerja?

Salah satu ciri perusahaan yang kurang sehat yaitu tidak punya budaya kerja, atau memiliki company value tapi tidak dijalankan. Akibatnya, setiap personil dalam perusahaan bergerak dengan ego pribadinya dan berpotensi menimbulkan konflik serta lingkungan kerja yang toxic.

4. Bisakah Budaya Perusahaan Berubah?

Tentu saja bisa! Budaya kerja bisa berubah sesuai dengan perkembangan perusahaan. Tapi, bukan berarti dirombak total. Contohnya seperti budaya perusahaan Niagahoster yang menyempurnakan company value lamanya supaya lebih relevan dengan situasi terkini.

5. Apakah Budaya Kerja Dipakai untuk Merekrut Kandidat?

Ya, rekruiter akan mengutamakan budaya perusahaan saat meloloskan kandidat. Sebab, kandidat yang tidak sesuai dengan core value perusahaan berpotensi lebih sulit untuk terlibat dalam perjalanan perusahaan.

6. Bagaimanakah Cara Bergabung ke Perusahaan dengan Budaya Kerja yang Cocok untuk Saya?

Sebelum melamar ke suatu perusahaan, kenali dulu kepribadian Anda. Sebab, baik korporat dan startup punya karakter yang berbeda. Selain itu, pahami juga setiap core value perusahaan yang Anda minati.

Baca Juga: End-to-End Online Recruitment: Mudahnya Membangun Karir di Niagahoster

Yuk, Gabung ke Perusahaan dengan Budaya Kerja Paling Tepat untuk Anda!

Sekarang, Anda semakin paham bahwa budaya kerja adalah prinsip yang mengatur perilaku tiap individu dalam perusahaan.

Setiap bisnis, baik korporat atau startup, membutuhkan budaya perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, nyaman, serta mendukung produktivitas karyawan.

Dengan begitu, perusahaan pun juga lebih mudah mencapai goal targetnya sekaligus tetap mempertahankan employee engagement.

Nah, salah satu perusahaan dengan kultur kerja sehat yaitu Niagahoster. Mengusung 10 core values, Niagahoster berkomitmen untuk peduli pada seluruh hoster ranger dan tidak sekadar membangun keharmonisan semu dalam tim.

Buktinya, meski bekerja secara remote, Niagahoster tetap memfasilitasi hoster ranger dengan equipment yang dibutuhkan. Mulai dari laptop, monitor, meja, kursi, dan sebagainya.

Dan tidak hanya mendorong produktivitas, apresiasi terhadap hoster ranger juga penting. Tak heran, hoster ranger seringkali kebagian hadiah seperti birthday wheel, achievement award, promosi, dan banyak algi.

Nah, jadi hoster ranger Niagahoster seru, kan? Jadi, tunggu apa lagi? Yuk gabung dengan kami!

Benefita Benefita is a Pisces girl. She dreams of living in the world of Harvest Moon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *