Aldwin Nayoan Aldwin is a content writer at Niagahoster. Specializing in web hosting and WordPress, he is eager to help people uplevel their business on the internet. Apart from being a tech junkie, Aldwin likes fiction and photography.

Apa Itu HTTP/3? Pengertian dan Manfaatnya

3 min read

Featured image apa itu HTTP/3

Selama empat tahun terakhir, HTTP/2 telah bertanggung jawab menangani segala pertukaran data pada jaringan internet. Kini, penerusnya yang disebut HTTP/3 telah diluncurkan. Akan tetapi, apa itu HTTP/3? Apa saja keunggulannya dibandingkan HTTP/2? Semuanya akan dibahas di artikel ini.

Apa Itu HTTP/3?

Apa itu HTTP/3? HTTP/3 adalah versi ketiga dari hypertext transfer protocol, salah satu bagian penting dari dunia internet yang memungkinkan adanya pengiriman data dari satu komputer ke perangkat lainnya.

Selama ini, HTTP/3 adalah sebuah rancangan standar internet yang dikenal sebagai HTTP-over-QUIC. Istilah QUIC sendiri merupakan akronim dari quick UDP (user datagram protocol) internet connection, penerus HTTP/2 yang dikembangkan oleh Google.

Dengan kata lain, pengadopsian UDP sebagai protokol transfer data pada HTTP/3 menggantikan teknologi transmission control protocol (TCP) yang telah digunakan sejak versi HTTP pertama.

Sebelum draf rancangan tersebut habis masa berlakunya,  pada 27 Juli lalu, HTTP/3 telah berada pada fase terakhir sebelum tahap request-for-comments (RFC).

Oleh karena itu, versi terbaru HTTP ini sekarang telah secara resmi ditetapkan sebagai standar baru protokol transfer data melalui internet.

Perbedaan antara HTTP/3 dan HTTP/2

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, perbedaan yang kentara dari HTTP/3 adalah protokol yang digunakan. Versi terbaru ini menggunakan UDP, sedangkan pendahulunya memakai TCP.

UDP sendiri memiliki konsep yang sama dengan TCP. Namun, yang membedakan keduanya adalah efisiensinya. Sebelum berlanjut ke pembahasan manfaat dari efisiensi tersebut, mari memahami cara kerja dasar TCP dan UDP.

Cara Kerja TCP

Ketika terjadi pengiriman data antar dua perangkat komputasi melalui jaringan internet, data tersebut dibagi menjadi bagian-bagian kecil yang dikenal sebagai packets. Maka dari itu, tugas protokol transfer data adalah merangkainya kembali setelah sampai di tujuan.

TCP memiliki cara canggih untuk menyikapi transfer data, yaitu multiplexing. Dalam pendekatan ini, TCP akan meminta dan menerima keseluruhan packets dari sebuah data sekaligus.

Namun, TCP melakukan request ke pengirim data untuk setiap packet yang ada. Ditambah lagi, request dilakukan satu per satu, sehingga proses transfer data akan melambat jika ada satu request yang tidak direspon dan harus dilakukan kembali. Hal ini menyebabkan TCP lambat.

Akan tetapi, TCP memiliki keunggulan di sisi lain. Protokol ini mengurutkan setiap packet dari data yang dikirim. Dengan demikian, ia dapat memastikan bahwa data yang diterima utuh dan identik dengan yang diminta. Apalagi, TCP menggunakan checksum untuk mencari error pada data tersebut.

Cara Kerja UDP

Sama dengan TCP, UDP dapat melakukan multiplexing. Namun demikian, protokol ini tidak mengurutkan setiap packet dari data kiriman.

Selain itu, satu request dilakukan untuk keseluruhan packets dan proses tetap berlanjut meskipun ada packet yang tidak sampai.

Meskipun hal tersebut membuat protokol ini lebih cepat dibandingkan TCP, data yang diterima melalui UDP bisa saja termodifikasi atau tidak sempurna.

Nah, mungkin Anda terheran-heran mengapa versi HTTP terbaru menggunakan teknologi transfer data yang terdengar setengah-setengah. Tentunya karena HTTP/3 tidak akan menggantikan HTTP/2 untuk semua keperluan.

Dengan kelebihannya, HTTP/3 diutamakan untuk pergerakan data yang memang tidak perlu sempurna setiap saat. Contohnya adalah streaming, baik itu audio, video, maupun game. HTTP/2 masih akan digunakan untuk urusan seperti pengunduhan file, pengiriman email, dan update aplikasi atau software.

Empat Manfaat HTTP/3

Sekarang Anda sudah tahu keunggulan HTTP/3, bukan? Setidaknya ada empat manfaat yang bisa didapatkan darinya. Mari kita bahas satu per satu:

1. Proses Transfer File Tidak Tersendat – Website Lebih Cepat! 

Sesuai dengan penjelasan di atas, UDP yang digunakan HTTP/3 meminta semua packet dari sebuah data tanpa mengurutkannya. Ditambah lagi, packets akan tetap dirangkai kembali meskipun tidak lengkap. Dengan demikian, data akan lebih cepat ditampilkan di perangkat Anda.

2. Mengunduh Data Tanpa Interupsi

Jika suka mendengarkan musik lewat Spotify atau streaming YouTube, mungkin ini adalah fitur yang Anda dambakan. Bayangkan saja ketika Anda menikmati koneksi WiFi rumah lalu listrik padam. Otomatis, koneksi akan dilanjutkan dengan internet smartphone Anda.

Namun, streaming tadi mungkin tidak akan langsung dapat berlanjut apabila transfer data yang terjadi menggunakan HTTP/2. Hal ini terjadi karena HTTP/2 membutuhkan IP address yang konstan, baik pada perangkat pengirim data dan penerimanya.

Dengan kata lain, perubahan sumber koneksi internet tidak akan berdampak pada kinerja HTTP/3. Jika bingung dengan hubungan antara IP address dan sumber koneksi internet, Anda bisa membaca artikel ini.

3. Akses Terhadap Sebuah Situs atau Streaming Data lebih Cepat

Kedengarannya ini seperti manfaat pertama tadi. Akan tetapi, sudut pandang manfaat ketiga ini lebih umum: kecepatan dalam mengakses sebuah halaman website atau aliran data.

Karena permintaan dan penerimaan packets pada HTTP/3 terjadi secara simultan tanpa “antrian fragmen data”, Anda dapat melihat hasilnya tanpa proses yang berulang-ulang.

Manfaat ini mungkin tidak terasa jika Anda berada pada jaringan yang sepi. Akan tetapi, jaringan sibuk membutuhkannya.

4. Keamanan yang Lebih Baik Dari HTTP/2

Jika membicarakan tentang keamanan, sebetulnya HTTP/3 tidak memiliki fitur yang lebih dari HTTP/2. Akan tetapi, perlu Anda ingat bahwa transfer data pada HTTP versi 2 terjadi melalui proses meminta dan menerima packet yang berulang-ulang. Sedangkan pada HTTP vesi 3, proses tersebut hanya terjadi sekali. Karena itulah HTTP/3 dapat menginisiasi koneksi aman secara lebih cepat daripada pendahulunya.

Cek Apakah Website Anda Sudah Mendukung HTTP/3

Karena versi ketiga HTTP baru saja diluncurkan, pengadopsiannya belum merata. Bisa saja penyedia layanan hosting untuk website Anda belum mendukung HTTP/3.

Untuk memeriksa apakah situs Anda sudah menggunakannya, Anda bisa menggunakan tool online seperti HTTP3Check.

 Apa itu HTTP/3 - halaman utama HTTP3Check

Dengan tool tersebut, Anda tinggal memasukkan alamat atau URL website Anda, lalu klik pada tombol “search”. Jika situs Anda sudah mendukung HTTP/3, hasilnya akan seperti berikut:

Apa itu HTTP/3 - contoh cek HTTP/3

Niagahoster Sudah Mendukung HTTP/3!

HTTP/3 adalah penerus HTTP/2 yang menggunakan UDP atau user datagram protocol untuk merangkai packets semua data yang diterima perangkat Anda melalui jaringan internet.

Dengan teknologi tersebut, penerimaan data tidak akan terganggu dan pergantian koneksi internet pun tidak akan menginterupsinya. Alhasil, Anda akan mendapatkan kecepatan akses, download, maupun streaming yang lebih tinggi. Ditambah lagi, HTTP/3 lebih aman dari versi sebelumnya.

Kabar baiknya, Niagahoster telah mendukung HTTP/3. Dengan membeli layanan hosting kami, Anda akan mendapatkan segala kelebihan yang telah dibahas dalam artikel ini. Harga dimulai dari Rp 10.000 per bulan!

2
Aldwin Nayoan Aldwin is a content writer at Niagahoster. Specializing in web hosting and WordPress, he is eager to help people uplevel their business on the internet. Apart from being a tech junkie, Aldwin likes fiction and photography.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 + 17 =