Ridandi Bintang Pamungkas Bintang is an avid learner with years of experience in Marketing and Business Management subjects. Aside from writing, Bintang loves reading books and collecting movies.

Sudah Punya Usaha di Marketplace? Lanjutkan dengan Website! Ini Alasannya..

8 min read

featured image website vs marketplace

Sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia di awal tahun 2020, mulai banyak pebisnis yang beralih ke online. Tercatat di pertengahan tahun 2020 saja, ada lebih dari 300 ribu UMKM yang pindah ke platform digital.

Salah satu platform bisnis yang menjadi primadona di masa pandemi adalah online marketplace. Sebut saja Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak. 

Tak heran, karena online marketplace memang menawarkan solusi yang mudah dan terjangkau bagi para pebisnis yang terjun ke dunia digital. 

Dengan menjajakan produk di marketplace, para pebisnis bisa langsung menawarkan produk mereka ke khalayak luas tanpa perlu memikirkan soal pengelolaan platformnya.

Bisa diibaratkan, ini seperti menitipkan produk Anda ke supermarket. Anda tinggal memasok produk dan menunggu hingga produknya laku.

ilustrasi belanja di supermarket

Akan tetapi, untuk bisa sukses berbisnis online, apakah cukup hanya mengandalkan online marketplace saja?

Sayangnya, itu belum cukup. Mengapa demikian?

Karena, online marketplace bukan platform milik Anda sendiri. Jadi, Anda tidak punya kontrol dalam pengelolaan platformnya. 

Hal ini tentu dapat membatasi pengembangan bisnis Anda ke depannya. Sebab, Anda tak bisa melakukan aktivitas branding atau promosi dengan leluasa di platformnya.

Lalu, apa solusinya? Tentu Anda harus menggunakan platform Anda sendiri. Dengan kata lain, Anda harus membuat website toko online.

ilustrasi mendapat penghasilan online

Apakah ini artinya Anda harus meninggalkan marketplace dan sepenuhnya beralih ke toko online? Tidak juga. Justru mengkombinasikan keduanya merupakan pilihan terbaik yang bisa Anda ambil!

Mau tahu alasannya? Yuk simak artikel ini sampai akhir..

Berjualan di Marketplace Memang Menggiurkan, Tapi..

Saat seseorang membuka bisnis di online marketplace, alasannya sudah jelas. Selain gratis, marketplace juga membantu mereka untuk menjangkau pasar yang sangat luas.

Buktinya, berikut adalah peta persaingan toko online di Indonesia serta jumlah pengunjungnya per bulan: 

peta persaingan online marketplace di indonesia

Seperti yang Anda lihat, dua posisi teratas–Shopee dan Tokopedia–memiliki jumlah pengunjung bulanan lebih dari 100 juta orang. Angka yang tentu saja fantastis.

Dengan kondisi “pasar” yang begitu ramai pengunjung, produk Anda tentu akan lebih mudah untuk muncul di hadapan target konsumen.

Tapi, ada satu hal yang perlu Anda sadari. Manfaat ini tidak hanya dirasakan oleh Anda saja, tapi juga ratusan atau bahkan ribuan pebisnis di luar sana.

Contohnya, misalkan Anda menjual tas laptop di Tokopedia. Jumlah produk kompetitor yang harus Anda hadapi adalah..

contoh jumlah produk pesaing di online marketplace

Ya, produk Anda harus bersaing dengan lebih dari 442 ribu produk tas laptop di Tokopedia. 

Memang, pesaing Anda bisa saja dikerucutkan ke penjual tipe produk yang sama seperti yang Anda tawarkan. Tapi, Anda masih harus bersaing dengan kompetitor yang berstatus “Power Merchant” atau bahkan Official Store.

Nah, selain tingkat persaingan yang tinggi, berikut adalah kelemahan online marketplace:

  • Adanya biaya admin di setiap transaksi – Contohnya seperti yang diterapkan Tokopedia dan Shopee.
  • Tak bisa mengumpulkan data konsumen – Padahal, data konsumen bisa digunakan untuk melakukan retargeting atau remarketing, yaitu strategi untuk mendorong jumlah penjualan.
  • Harus mengikuti aturan platform – Setiap platform punya aturannya masing-masing, contohnya untuk pencantuman judul produk dan deskripsinya. Jika Anda melanggar aturannya, toko Anda bisa dibanned.

Sekarang Anda tahu bahwa dibalik segala kelebihan online marketplace, ada berbagai kekurangan yang perlu Anda antisipasi juga.

Oke, seperti yang sudah dijelaskan di awal artikel, berbagai kekurangan tersebut bisa Anda atasi dengan satu solusi, yaitu membangun website toko online.

Tapi.. Memangnya apa aja sih solusi yang ditawarkan oleh toko online? Yuk kita lihat di bagian selanjutnya!

5 Alasan Mengapa Anda Perlu Berjualan di Website (Selain di Marketplace)

Sebelum masuk ke pembahasan, tentu Anda harus tahu dulu apa itu toko online.

Jadi, toko online (atau biasa disebut e-commerce) adalah website yang bisa Anda gunakan untuk menjual produk Anda sendiri. 

Jika online marketplace diibaratkan seperti supermarket – yang menawarkan produk dari berbagai brand, toko online bisa diibaratkan seperti toko fisik yang menjual produk khusus satu brand saja. 

ilustrasi toko guess

Karena website toko online adalah platform Anda sendiri, tentu Anda harus membangun websitenya terlebih dulu.

Jika Anda sudah membuat toko online, berikut adalah beberapa manfaat yang bisa Anda nikmati:

1. Tak Ada Produk Pesaing

Mari kita berkunjung ke website toko online Ikea, salah satu brand furniture populer:

list produk toko online ikea

Di dalam websitenya, para pengunjung hanya akan menemukan produk Ikea. Dan varian produk yang ditampilkan pun lebih bervariasi, karena hanya berasal dari satu brand saja.

Hal inilah yang tak dimiliki marketplace. Karena marketplace menawarkan produk dari berbagai toko dan brand di waktu bersamaan.  

Selain itu, marketplace juga menampilkan varian produk yang sama dari berbagai penjual. Jadi, tak heran jika persaingan di marketplace begitu tinggi.

persaingan produk ikea di marketplace

Fitur lain yang perlu Anda waspadai di marketplace adalah kolom produk terkait. Karena, fitur ini akan menampilkan pilihan produk dari toko lain

pilihan lainnya marketplace

Namun, fitur produk terkait justru patut Anda pasang di website toko online. Karena kolomnya hanya akan menampilkan produk Anda dan Anda bisa memanfaatkannya untuk cross selling:

contoh produk yang digabungkan di ikea

Jadi, bisa disimpulkan bahwa toko online dapat memberikan pengalaman berbelanja yang lebih baik bagi calon pembeli. Karena mereka dapat melihat solusi lengkap yang ditawarkan suatu brand tanpa terganggu penawaran produk dari toko atau brand lain.

2. Anda Punya Kendali Penuh

Di marketplace, toko Anda memang sudah dilengkapi dengan berbagai fitur penting. Contohnya seperti gambar produk, kolom deskripsi, hingga kolom review.

Tapi, bagaimana jika Anda ingin mengubah desain dan layout toko Anda? Atau mungkin Anda ingin menambah fitur-fitur baru di dalamnya?

Sayangnya, itu semua tak bisa Anda lakukan di marketplace. Sehingga, Anda tak bisa membuat toko Anda jadi lebih menarik dan interaktif.

Tapi tenang, Anda masih bisa mengatur desain dan fitur toko Anda di website!

Dengan membuat website di WordPress. Anda bisa menginstal tema untuk mengubah desain dan layout toko online-nya.

halaman utama neve shop

Selain itu, Anda juga bisa menginstal plugin untuk memberikan berbagai fitur menarik ke dalamnya. Berikut adalah beberapa contoh plugin menarik yang bisa Anda instal:

  • WooCommerce Multilingual – Anda dapat menerjemahkan isi toko online Anda ke bahasa tertentu. Plugin ini cocok jika Anda menargetkan pasar mancanegara.
  • WP Mail SMTP – Dengan plugin ini, toko online Anda dapat mempraktikkan email marketing secara praktis.
  • YITH WooCommerce Compare –  Ingin mempermudah calon pembeli dalam membandingkan produk? Plugin ini solusinya.
  • YITH WooCommerce Currency Switcher – Plugin ini memungkinkan calon pembeli untuk mengubah mata uang sesuai yang mereka inginkan.
  • Tawk.To Live Chat – Plugin ini dapat memberikan fitur live chat pada toko online Anda.

Menarik, bukan? Intinya, gunakan tema dan plugin yang tepat untuk toko online Anda. Pastikan desain dan fitur yang dipasang memang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.

Baca juga: 10+ Plugin WooCommerce Terbaik untuk Toko Online Anda

3. Lebih Mudah Membangun Hubungan dengan Konsumen

Di online marketplace, Anda bisa saja membangun hubungan dengan konsumen. Akan tetapi, caranya sangat terbatas. Karena Anda hanya bisa menghubungi mereka via chat.

Batasan ini wajar. Karena di online marketplace jumlah penjualnya begitu banyak. Bayangkan jika tidak ada batasan untuk menghubungi pembeli, pasti kontak pembeli sudah dibombardir promosi dari berbagai toko.

Sebaliknya, di website toko online, Anda bebas berinteraksi dengan pembeli dengan cara apapun. Contohnya seperti:

Dengan begitu, Anda bisa lebih mudah membangun hubungan dengan para pelanggan atau calon konsumen.

Nah, berhubung Anda punya peluang lebih besar untuk membangun hubungan dengan konsumen di website, ada sedikit tips yang bisa Anda terapkan di online marketplace.

Saat Anda mendapat pembeli di online marketplace, Anda bisa menawarkan kupon diskon ke mereka. Tapi, dengan catatan bahwa kuponnya hanya bisa digunakan di website Anda saja.

Sehingga, pembeli yang tertarik akan berbondong-bondong datang ke website Anda untuk menggunakan kuponnya. Setelah itu, Anda bisa mulai melakukan pendekatan lebih jauh dengan mereka, baik melalui live chat, email, atau media sosial.

4. Anda Bebas Menentukan Biaya Transaksi

Biaya transaksi merupakan salah satu bagian terpenting dari bisnis online. Biasanya, biaya ini terdiri dari ongkos kirim, biaya garansi, dan biaya administrasi.

Jika biaya yang harus dikeluarkan tak sesuai ekspektasi pembeli, mereka bisa saja beralih ke kompetitor.

Sayangnya, Anda tak dapat mengatur biaya transaksi secara fleksibel di online marketplace. Karena, tentu saja Anda harus mengikuti kebijakan platformnya terkait struktur biaya.

Lalu bagaimana dengan toko online? Untungnya, di sini Anda bebas menentukan biaya transaksinya.

Contohnya, jika Anda ingin menentukan biaya ongkir flat ke berbagai wilayah. Anda bisa bekerja sama dengan perusahaan pengiriman seperti Paxel.

Anda juga bisa bebas dari biaya administrasi, tidak seperti di online marketplace. Contohnya, Tokopedia menerapkan biaya layanan di setiap transaksi yang menggunakan fitur instant payment.

Baca juga: 8+ Rekomendasi WooCommerce Payment Gateway Terbaik

5. Anda Dapat Membuat Peraturan Sendiri

Dengan banyaknya jumlah seller, online marketplace tentu perlu menerapkan berbagai aturan agar aktivitas jual beli di dalamnya bisa berjalan dengan tertib.

Contohnya sepert aturan transaksi penjualan, penataan etalase, hingga jenis barang dan jasa yang ditetapkan oleh Tokopedia.

Bagaimana jika ada toko yang melanggar peraturannya? Simpel, tokonya akan langsung kena banned.

Risiko ini tidak akan Anda temui di website Anda sendiri. Sudah jelas, karena mana mungkin Anda memblokir toko Anda sendiri?

Justru sebaliknya, Anda bisa membuat peraturan sendiri di dalam tokonya. Tapi, aturan macam apa yang perlu Anda terapkan di dalamnya?

Tak usah khawatir, jika Anda masih bingung, Anda bisa melihat berbagai aturan yang diterapkan online marketplace, seperti:

  • Transaksi pembelian.
  • Tarif pengiriman
  • Promo
  • Garansi
  • Ganti rugi

Setelah itu, Anda tinggal menerapkan prinsip ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Apapun aturan yang Anda buat, pastikan poinnya bermanfaat untuk bisnis Anda dan para konsumen.

5 Brand yang Sukses Memanfaatkan Marketplace dan Website

Jika toko online punya berbagai keunggulan yang tidak dimiliki online marketplace, kenapa Anda tidak membuat toko online saja?

Well, sebetulnya Anda bisa saja melakukannya. Tapi Anda juga akan melewatkan berbagai manfaat online marketplace yang tidak dimiliki toko online. 

Contohnya, online marketplace sudah memiliki basis traffic yang tinggi. Sedangkan di toko online, Anda harus mencari traffic sendiri.

Anda juga tidak perlu khawatir soal pengelolaan platform di online marketplace. Sedangkan di toko online, Anda harus mengelola websitenya secara pribadi. 

Itulah mengapa opsi terbaik adalah memanfaatkan keduanya. Sehingga kelebihan dan kekurangan kedua platform tersebut bisa saling menutupi.

Tapi.. Apakah memanfaatkan marketplace dan website sekaligus adalah keputusan yang tepat?

Tentu saja. Mau tahu buktinya? Berikut adalah beberapa brand yang berhasil memanfaatkan marketplace dan website secara bersamaan:

1. Somethinc

Brand yang lahir pada tahun 2019 ini menjual berbagai produk makeup dan skin care. Mulai dari eyeshadow dan moisturizer, hingga aksesoris seperti cushion puff.

Mereka mengandalkan website toko online untuk mempromosikan produk-produknya. Selain itu, mereka juga melakukan berbagai aktivitas branding di dalamnya.

halaman utama somethinc

Di setiap halaman produk, Somethinc pun memberikan informasi yang cukup lengkap, seperti tips penggunaan dan juga komposisi produknya. Jadi, pengunjung yang tertarik bisa langsung melakukan pembelian. 

halaman produk somethinc

Seluruh aktivitas tersebut bisa diimplementasikan dengan mudah oleh Somethinc berkat fleksibilitas website toko online.

Tapi, Somethinc tidak hanya mengandalkan website toko online saja. Mereka juga memajang produk-produknya di berbagai online marketplace, seperti Shopee dan Tokopedia.

somethinc shopee mall

Dalam hal penjualan, Somethinc tidak sendiri. Mereka juga mengajak orang-orang untuk bergabung menjadi reseller produk mereka. Baik yang menjadi reseller via website maupun online marketplace.

Link website dan akun marketplace tiap reseller juga turut mereka promosikan di toko online:

reseller somethinc

Dengan begitu, saluran penjualan Somethinc jadi berlipat ganda. Tidak hanya mendapatkan puluhan ribu pesanan di marketplace dan website, mereka pun mendapat tumpukan pesanan dari reseller mereka.

2. Livehaf

Livehaf punya cita-cita yang tinggi. Mereka ingin turut berkontribusi untuk meningkatkan citra brand lokal. Itulah mengapa mereka berusaha untuk memberikan produk fashion dengan kualitas terbaik.

Tentunya produk yang berkualitas perlu didukung dengan strategi pemasaran yang efektif.  Salah satunya, dengan menggunakan website sebagai saluran utama penjualan produknya.

Jika Anda berkunjung ke websitenya, Anda dapat melihat menu produk yang ditata dengan baik. Mulai dari opsi produk terbaru, hingga produk cuci gudang.

halaman utama livehaf

Untungnya, website toko online memudahkan mereka untuk memasang menu dan katalog produk dengan layout yang efektif dan menarik secara visual.

Selain memanfaatkan website, mereka juga berupaya meningkatkan penjualan dengan mempromosikan produknya via Shopee Mall. Pilihan produknya pun konsisten dengan yang mereka tampilkan di website.

livehaf shopee mall marketplace

Berkat cara ini, sebagian besar produk Livehaf banyak yang sudah terjual hingga mencapai ribuan unit. Tentu ini menunjukkan bahwa website dan marketplace telah memberikan hasil yang positif bagi pemasaran produk mereka. 

3. Squada

Jika Anda ingin meraih lebih banyak penjualan, sebisa mungkin Anda menawarkan produk Anda ke sebanyak mungkin channel. Setidaknya inilah yang dilakukan oleh Squada.

Bisnis yang bergerak di bidang fashion muslim ini memiliki banyak saluran pemasaran. Mulai dari website dan marketplace, hingga media soslal.

saluran pemasaran squada

Dengan cara ini, calon pembeli bisa memesan dari channel yang mereka inginkan. Entah itu dari website, Shopee, atau WhatsApp.

Tapi, bagaimana jika ada pengunjung yang masuk ke website, tapi mereka ingin memesan lewat channel lain? 

Untungnya, mereka juga menampilkan list channel di bagian footer websitenya. Jadi, misalkan pengunjung websitenya ingin membeli via Shopee, mereka tinggal mengklik linknya saja.

saluran pemasaran marketplace squada di footer

Dengan kata lain, website memungkinkan Anda untuk mengarahkan calon pembeli kemanapun mereka mau. Hal ini tentu bisa dimanfaatkan untuk mendorong pembelian.

4. Merche

Merche adalah brand fashion yang sudah tersebar di berbagai kota. Mulai dari Jakarta dan Bandung, hingga Medan.

Tapi, selain mengandalkan toko offline, Merche juga sudah merambah ke pasar digital. Melalui website toko online, mereka menampilkan produk-produk andalan mereka.

halaman utama merche

Selain menampilkan produk, mereka juga memanfaatkan websitenya untuk memajang berbagai testimoni positif dari para pembeli. Ditambah dengan beberapa info menarik seperti info giveaway dan juga info bazaar. 

Sebagai pelengkap, mereka juga menjual produknya di Tokopedia dan Shopee. Tentunya untuk menjangkau jumlah pembeli yang lebih banyak.

Sama seperti Squada, Merche pun turut melampirkan link akun online marketplace di bagian footer website. Sehingga, calon pembeli bisa memilih saluran belanja yang mereka inginkan.

footer merche berisi link marketplace

5. Alu Juman Store

Alu Juman Store adalah brand yang menjual berbagai produk muslim, seperti Al-Qur’an, majalah islami, dan juga busana muslim.

Bisnis yang berbasis di Yogyakarta ini punya lini produk yang cukup luas. Oleh karena itu, untuk mempermudah penjualan, mereka menjual produknya melalui platform digital.

Di dalam websitenya, Anda bisa langsung memesan produk yang Anda minati. Anda pun dapat melakukan pemesanan melalui tombol WhatsApp yang tersedia.

halaman utama alu juman store

Selain di website, Alu Juman Store juga muncul di berbagai online marketplace, yaitu Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak. Ketiganya merupakan marketplace terpopuler di Indonesia.

Apakah strategi yang digunakan Alu Juman Store di tiap platform sama? Tentu saja tidak.

Di website, mereka melakukan hal tidak bisa mereka lakukan di marketplace, yaitu mengandalkan penataan visual dan katalog untuk mengarahkan pengunjung ke pembelian.

Sedangkan di marketplace, strategi mereka lebih berorientasi pada harga. Mulai dari memanfaatkan fitur bebas ongkir hingga menawarkan diskon.

produk alu juman store di online marketplace

Lengkapi Bisnis Online Anda dengan Website Berkualitas di Niagahoster!

Bagaimana? Apakah Anda sudah termotivasi untuk mulai menikmati manfaat website dan marketplace sekaligus?

Jika jawabannya iya, Anda bisa langsung membuat akun marketplace untuk bisnis Anda. Pilihlah marketplace dengan basis traffic yang tinggi seperti Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak.

Setelah itu, Anda tinggal membuat website toko online. Tapi, bagaimana caranya?

Tenang, Anda tak perlu khawatir. Walau membuat website relatif mudah, tapi mungkin Anda tak punya cukup waktu untuk membuatnya. Oleh karena itu, biarkan Niagahoster yang membuatkan website toko online untuk Anda!

Di sini, Anda cukup pesan website dengan template toko online. Lalu, Anda juga akan mendapat domain gratis lho.

template belanja online niagahoster

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk lengkapi bisnis Anda di marketplace dengan website yang berkualitas di Niagahoster!

Ridandi Bintang Pamungkas Bintang is an avid learner with years of experience in Marketing and Business Management subjects. Aside from writing, Bintang loves reading books and collecting movies.