Aldwin Nayoan Aldwin is a content writer at Niagahoster. Specializing in web hosting and WordPress, he is eager to help people uplevel their business on the internet. Apart from being a tech junkie, Aldwin likes fiction and photography.

7+ Strategi Bisnis untuk Kesuksesan Online Anda di 2020

6 min read

Featured image strategi bisnis

Merancang strategi bisnis sudah menjadi kewajiban para pengusaha dan perusahaan. Tanpa pendekatan yang tepat, Anda akan kesulitan untuk bertahan dalam persaingan pasar.

Apalagi, kini semuanya serba digital. Contohnya adalah penggunaan website dalam berbisnis, baik online maupun offline. Bahkan, 84 persen konsumen berpendapat bahwa website adalah patokan kredibilitas sebuah usaha. Dengan kata lain, bisnis Anda akan kalah dari yang sudah berwebsite.

Di samping itu, masih ada tantangan lainnya apabila usaha Anda telah memiliki situs, yaitu membuatnya terkenal dan menarik perhatian. Apa sajakah cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut? Ikuti artikel ini untuk mengetahuinya!

Jika ingin tahu cara membangun bisnis online dari nol, Anda bisa membaca artikel tentang langkah-langkah memulai bisnis online untuk pemula.

7+ Strategi Bisnis Online yang Perlu Anda Ketahui

Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari enam strategi bisnis online berikut:

  1. Desain website untuk kredibilitas Anda
  2. Daftar Google Bisnisku
  3. Content marketing
  4. Search engine optimization (SEO)
  5. Social Media Marketing
  6. Membangun email list
  7. Membuat program afiliasi
  8. Undian berhadiah atau giveaway

Meskipun ada lebih banyak lagi pendekatan bisnis online yang bisa Anda temukan, keenam cara tersebut tidak bisa dikesampingkan. Jika bisa menjalankan semuanya, bisnis Anda dijamin dapat menarik perhatian lebih banyak calon pelanggan di dunia maya. Mari cek satu per satu!

1. Desain Website untuk Kredibilitas Anda

Desain website mungkin bukan topik yang terdengar dekat dengan strategi bisnis online. Namun, penampilan situs berada di lini depan pembangunan kredibilitas usaha di dunia internet. Apakah alasannya?

48 persen orang menganggap tampilan website sebagai salah satu faktor kredibilitasnya. Jika website tidak terlihat menarik, besar kemungkinan calon pelanggan angkat kaki tanpa berpikir panjang. Sebagai catatan, Anda hanya memiliki 0,05 detik untuk memberikan kesan baik pada pengunjung website.

Namun, mempercantik situs perusahaan Anda tanpa memperhitungkan kemudahan penggunaannya juga tidaklah tepat. Pasalnya, pengunjung dapat menjadi frustasi karena menu navigasi website yang tidak mudah dipahami.

Ditambah lagi, Anda juga harus menjaga agar desain halaman situs tidak memperlambat loadingnya. Menurut sebuah riset yang dilakukan Google, pengunjung akan meninggalkan website Anda jika halaman yang diakses tidak segera dimuat sepenuhnya dalam tiga detik.

Oleh karena itu, situs Anda perlu tampilan yang enak dipandang tanpa mengesampingkan kemudahan penggunaan dan kecepatan loadingnya. Dengan strategi ini, pengunjung website akan lebih betah berlama-lama di website Anda.

Baca Juga: 11+ Kriteria Website User Friendly

2. Daftar Google Bisnisku

Ingatkah Anda akan Yellow Pages? Sebelum mesin pencarian online menjadi populer, keberadaan buku tersebut sangat membantu bagi para pemilik usaha. Dengannya, konsumen dapat mencari nomor telepon berbagai bisnis dan fasilitas umum — persis seperti fungsi Google saat ini.

Sebenarnya, Google pun memiliki fitur serupa bernama Google Bisnisku atau My Business. Fasilitas ini menampilkan informasi lengkap sebuah bisnis setiap kali seseorang menggunakan nama bisnis tersebut sebagai kata kunci pencarian.

Menariknya, tidak hanya nomor telepon, email, dan alamat perusahaan yang diperlihatkan, tetapi juga jam operasional hingga ulasan pelanggan.

Ditambah lagi, Google Bisnisku menyediakan tempat bagi pemilik usaha dan calon pelanggan untuk berkomunikasi. Selain itu, calon pelanggan yang menggunakan Google Maps juga dapat menemukan lokasi bisnis Anda dengan mudah karena sudah terdaftar.

Lalu, bagaimana caranya mendaftar Google Bisnisku? Anda bisa melihat panduannya di artikel ini, di mana Anda juga akan dituntun untuk melengkapi semua informasi yang diperlukan untuk fitur tersebut.

3. Content Marketing

Dalam bisnis online, desain website memang menjadi faktor yang menarik perhatian calon pembeli. Namun, diperlukan hal lain untuk mengajak mereka untuk mengenal perusahaan Anda terlebih dahulu dan tidak buru-buru meninggalkan situsnya.

Nah, content marketing-lah yang mempunyai peran tersebut. Ini juga merupakan salah satu alasan mengapa beberapa ahli online marketing memiliki ungkapan “content is king”.

Dalam content marketing, konten yang dimaksud meliputi berbagai media, termasuk tulisan, audio, dan video. Selain itu, yang dilakukan dalam content marketing tidak hanya menciptakan isi dari halaman-halaman pada situs Anda, tetapi juga blog, email newsletter, dan post media sosial.

Ada beberapa tujuan yang dapat dicapai dengan menerapkan strategi content marketing yang tepat. Salah satunya adalah memperkenalkan brand Anda. Namun, individu-individu yang menjadi target pemasaran Anda perlu didekati dengan “halus”. Caranya dengan membahas permasalahan yang mereka miliki.

Misalnya, bisnis Anda bergerak di bidang pengadaan peralatan kantor. Dengan demikian, pelanggan Anda adalah orang-orang di divisi inventarisasi perusahaan. Melalui artikel-artikel blog, Anda bisa mengulas berbagai ide penataan interior perkantoran atau teknik eprocurement. Tak lupa, Anda juga mengaitkan konten blog tersebut dengan jasa maupun produk yang bisnis Anda sediakan.

Content marketing memang tidak akan meningkatkan penjualan Anda secara langsung. Namun, strategi bisnis online ini dapat menambah traffic website dan mengkonversi pengunjung menjadi pelanggan.

4. Search Engine Optimization (SEO)

Barangkali beberapa dari Anda telah memiliki website dan menerapkan content marketing. Jika demikian, Anda perlu melengkapi strategi bisnis online dengan search engine optimization atau SEO. Namun, apa arti istilah ini sebenarnya?

Search engine optimization adalah upaya optimasi supaya website Anda muncul pada halaman pertama hasil pencarian online — atau lebih baik lagi, peringkat pertama.

Alasan utama seseorang menerapkan SEO adalah untuk meningkatkan publisitas situsnya di hasil pencarian. Hal ini dikarenakan 81 persen konsumen menggunakan mesin pencarian untuk mencari produk atau jasa yang mereka butuhkan.

Calon pelanggan bisa saja memasukkan nama bisnis Anda ke search bar Google, lalu menemukan alamat situsnya dengan mudah. Akan tetapi, hal tersebut hanya mungkin terjadi apabila calon pelanggan mengetahuinya. Jika tidak, website Anda akan sukar ditemukan dalam hasil pencarian. Karena itulah Anda perlu melakukan SEO.

Lalu, apa yang perlu diperhatikan dalam search engine optimization? Ada banyak faktor yang mempengaruhi optimasi website, sampai-sampai SEO dibagi menjadi dua jenis: on-page dan off-page.

On-page SEO melingkupi struktur konten suatu halaman, kualitas informasi yang ada di dalamnya, dan persentase penggunaan kata kunci pencarian yang relevan. Di sisi lain, off-page SEO dipengaruhi oleh backlink, meta description, struktur URL, dan masih banyak lagi.

Jika ingin tahu lebih banyak tentang seluk-beluk search engine optimization, Anda bisa membaca artikel ini.

5. Social Media Marketing

Media sosial memiliki peran yang tidak kalah besar dari website dan blog. Melaluinya, Anda dapat memperkenalkan bisnis Anda kepada publik dan menarik perhatian mereka untuk menjadi pelanggan.

Terdengar mirip dengan konsep content marketing, bukan? Akan tetapi, pemasaran melalui media sosial sedikit berbeda dari segi implementasi dan fungsi.

Meskipun platform media sosial memperbolehkan konten tertulis dan visual, masing-masing dari mereka memiliki batasannya sendiri-sendiri. Di Twitter, misalnya, satu posting dibatasi menjadi 280 karakter — berbeda dengan blog yang memberi kebebasan penuh pada pemiliknya.

Oleh karena itu, Anda perlu menyesuaikan format konten dengan platform yang digunakan. Ditambah lagi, tidak semua situs media sosial tepat bagi pemasaran bisnis Anda. Pasalnya, mungkin lebih banyak audiens Anda yang cenderung menggunakan platform A daripada platform B.

Untuk menentukan situs media sosial yang cocok, Anda dapat mempraktikkan metode Bullseye yang dicetuskan oleh Gabriel Weinberg. Pada dasarnya, cara ini mengajak Anda untuk memilih tiga media sosial yang paling berpotensi dan menjalankan ide-ide pemasaran di dalamnya. Dengan demikian, Anda dapat melihat platform yang mendapatkan respon paling banyak dari audiens.

Selain itu, fungsi social media marketing tidak seperti content marketing. Dengan sebuah blog, misalnya, Anda mendekati pelanggan dan memperkenalkan bisnis Anda melalui konten-konten informatif. Akan tetapi, tidak ada keleluasaan untuk berinteraksi dengan calon pembeli.

Di lain sisi, media sosial tidak cocok untuk sebuah posting panjang. Namun, fasilitas yang tersedia memungkinkan kedekatan antara pemilik usaha dan konsumen. Dengan demikian, social media marketing bisa digunakan untuk melengkapi strategi content marketing.

Baca Juga: Panduan Lengkap Social Media Marketing

6. Email Marketing

Anda tidak salah melihat ketika membaca judul bagian ini. Meskipun kini orang lebih cenderung berkomunikasi melalui media sosial, email masih menjadi sarana yang relevan untuk pemasaran bisnis. McKinsey & Company menyebutkan bahwa email marketing 40 kali lebih efektif dari Facebook dan Twitter dalam mendapatkan pelanggan baru.

Tak hanya itu, email marketing adalah cara pemasaran yang tidak membutuhkan modal besar, sehingga bisnis baru pun dapat menerapkannya. Alasannya karena ROI atau modal kembali yang Anda terima 4400 persen lebih besar dari jumlah yang dikeluarkan untuk usaha pemasaran ini.

Untuk memulai email marketing, Anda perlu membangun sebuah daftar email calon pelanggan atau email list. Tentu saja tanpa memaksa mereka untuk memberikannya.

Cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan menampilkan formulir call to action (CTA) pada website perusahaan yang dapat diisi dengan alamat email. Formulir ini tidak perlu terlihat wah, tetapi dapat menarik perhatian pengunjung situs Anda.

Namun, tidak semua orang akan bersedia masuk ke dalam email list Anda. Oleh karenanya, Anda dapat menawarkan informasi yang ia butuhkan, misalnya dalam bentuk newsletter atau ebook gratis.

Selanjutnya, Anda perlu melakukan segmentasi calon pelanggan ketika email list sudah terisi banyak. Cara ini dilakukan agar konten email marketing Anda relevan dengan setiap jenis calon pelanggan.

Untuk memahami lebih dalam tentang cara pemasaran melalui email, Anda dapat membaca panduan ini.

Baca Juga: 5+ Contoh Newsletter untuk Email Marketing Anda

7. Membuat Program Afiliasi

Memasarkan bisnis adalah hal yang berat. Apalagi jika perusahaan Anda baru saja dirintis dan kurang publikasi. Oleh karena itu, mungkin Anda perlu mengajak konsumen untuk menjadi agen pemasaran. Apakah hal tersebut mungkin dilakukan? Tentu saja. Caranya dengan menjalankan program afiliasi.

Sejatinya, afiliasi adalah strategi bisnis di mana Anda memberikan link referral produk kepada orang-orang yang bergabung dalam program afiliasi Anda.

Akan tetapi, tidak sembarang orang dapat mengikuti program afiliasi. Karena lingkup bisnis Anda meliputi dunia maya, anggota program afiliasi harus memiliki website atau blog dan konten untuk meletakkan link referral.

Selain itu, yang orang yang tergabung dalam program tersebut harus memiliki pengetahuan tentang produk Anda dan industri terkait.

Lalu, bagaimanakah cara kerja marketing afiliasi? Setiap kali seseorang membeli produk Anda melalui link referral, anggota program afiliasi yang meletakkannya akan mendapatkan komisi. Di Niagahoster, misalnya, komisi yang didapatkan anggota sebesar 70 persen dari hasil penjualan hosting.

Dengan kata lain, baik bisnis Anda maupun anggota program afiliasi mendapatkan keuntungan — dan publisitas perusahaan juga meningkat.

Namun demikian, mungkin Anda merasa tidak yakin dengan efisiensi marketing afiliasi. Faktanya, sebuah riset Business Insider yang diterbitkan di 2016 menyebutkan bahwa 15 persen pendapatan di industri media digital berasal dari teknik pemasaran ini.

Di samping itu, 81 persen brand telah melakukannya. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika Anda ingin mencoba pendekatan ini.

8. Undian Berhadiah atau Giveaway

Siapa yang tidak suka produk gratis? Apalagi jika produk tersebut memang yang Anda inginkan dan butuhkan. Mentalitas tersebutlah yang menyebabkan giveaway tidak jarang dilakukan, baik di ranah online maupun offline.

Giveaway memang tidak memberikan Anda pendapatan. Akan tetapi, seperti content marketing, strategi bisnis ini akan memperkenalkan brand Anda kepada khalayak luas dan menciptakan kesan pertama yang baik.

Bagi Anda yang ingin mengadakan sebuah undian berhadiah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, Anda perlu proaktif dalam pelaksanaannya. Tidak cukup jika Anda mengadakan suatu giveaway dalam situs bisnis Anda tanpa mempromosikannya.

Untuk itu, Anda bisa menggunakan berbagai platform media sosial yang ada. Ditambah lagi, Anda dapat meminta pengguna media sosial lainnya untuk menyebarkan informasi tersebut.

Kedua, orang harus tertarik dengan tawaran yang Anda buat. Jika tidak, tingkat keberhasilan giveaway yang dilakukan akan menciut.

Untungnya, Anda tidak perlu mempelajari psikologi untuk menimbulkan urgensi pada diri target giveaway Anda. Hanya dengan menambahkan countdown timer pada undian tersebut, jumlah peserta dapat dipastikan meningkat.

Ketiga, ajang giveaway bisa sekaligus difungsikan sebagai momen untuk memperkaya email list. Bagaimana caranya? Anda tinggal menetapkan bahwa peserta harus mendaftar menggunakan alamat email.Lalu, Anda juga bisa meminta peserta untuk share link halaman giveaway melalui media sosial.

Barangkali penjelasan di atas terdengar rumit untuk dilakukan. Padahal, Anda dapat mendesain undian sendiri dengan tool online seperti KingSumo. Menariknya, Anda dapat menggunakannya secara gratis, meskipun tool tersebut memiliki versi berbayar pula.

Penutup

Kompetisi bisnis di internet tidak lebih mudah dari di dunia nyata. Brand Anda harus diwakili oleh sebuah website yang dikenal banyak orang.

Dalam artikel ini telah dibahas enam strategi bisnis yang perlu diterapkan untuk memajukan usaha Anda, yaitu:

  • Desain website untuk kredibilitas Anda
  • Daftar Google Bisnisku
  • Content marketing
  • Search engine optimization (SEO)
  • Social media marketing
  • Membangun email list
  • Membuat program afiliasi
  • Undian berhadiah atau giveaway

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda. Jika memiliki pertanyaan, jangan sungkan untuk meninggalkan komentar pada kolom yang tersedia di bawah ini.

0
Aldwin Nayoan Aldwin is a content writer at Niagahoster. Specializing in web hosting and WordPress, he is eager to help people uplevel their business on the internet. Apart from being a tech junkie, Aldwin likes fiction and photography.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three + eighteen =