Aldwin Nayoan Aldwin is a content writer at Niagahoster. Specializing in web hosting and WordPress, he is eager to help people uplevel their business on the internet. Apart from being a tech junkie, Aldwin likes fiction and photography.

Tingkatkan Conversion Rate Anda dengan 5+ Tips CTA ini!

5 min read

website user friendly

Apakah jumlah pelanggan bisnis online tidak bertambah? Atau mungkin artikel Anda kurang menarik minat pembaca untuk mengikuti blog Anda? Jangan putus asa dulu. Bisa saja Anda hanya perlu menambahkan sedikit “bumbu” untuk menarik perhatian pengunjung website. Call to Action atau CTA adalah “bumbu” yang kami maksud.

Namun, Anda perlu tahu trik yang tepat dalam membuat call to action agar mendapatkan hasil maksimal. Untuk membantu Anda, artikel ini akan membahas 5+ teknik CTA paling ampuh yang dapat meningkatkan conversion rate situs Anda.

Apa itu CTA?

CTA adalah instruksi atau teks pada halaman situs, banner iklan, dan email yang dibuat untuk mengarahkan atau mengajak pengunjung agar melakukan sesuatu. Contohnya adalah tombol “Start Now” pada halaman utama website QuickSprout yang menawarkan ilmu bisnis online.

CTA di halaman utama QuickSprout

Tulisan call to action berbeda-beda tergantung tujuannya. Misalnya, CTA yang umum pada sebuah situs ecommerce adalah “beli sekarang” atau “masukkan ke keranjang”.

Contoh lainnya adalah perintah seperti “baca selengkapnya” yang sering digunakan pada email newsletter. Di samping itu, mungkin Anda juga pernah menemukan tombol “load more” di bawah sebuah artikel blog yang bila di-klik akan memunculkan beberapa tulisan terkait.

Tentunya masih ada banyak cara selain ketiga contoh di atas untuk membujuk pengunjung secara halus. Apalagi, CTA yang dibuat secara spesifik untuk jenis orang tertentu dapat meningkatkan rasio konversi sebanyak 202 persen.

Ingin tahu apa saja yang bisa dilakukan untuk membuat CTA lebih efisien? Simak tips-tipsnya pada bagian berikut ini!

5 Trik Membuat Tulisan CTA yang lebih Baik

Penggunaan call to action tidak dapat dipisahkan dari pemilihan kata yang tepat. Agar Anda tahu apa saja yang perlu dilakukan dalam membuat CTA, pelajarilah kelima trik yang akan diulas di bawah ini.

1. Mulailah Kalimat CTA dengan Perintah

Agar pembaca atau calon pembeli melakukan apa yang Anda inginkan, kalimat call to action yang digunakan haruslah jelas. Salah satu cara untuk membuatnya demikian adalah menggunakan perintah pada awal kalimat. Amatilah beberapa contoh di bawah ini agar lebih jelas:

  • Pesan sekarang dan dapatkan diskon 20 persen!
  • Masukkan alamat email Anda untuk bergabung!
  • Temukan caranya di artikel ini!
  • Subscribe channel Youtube kami!

Akan tetapi, bagaimana sebuah seruan dapat mengubah persepsi orang terhadap call to action yang Anda buat? Coba cermati kalimat berikut: “Ebook terbaru kami tentang kiat bisnis online sudah dapat diunduh dengan link di bawah ini”. Terdengar bertele-tele dan kurang meyakinkan bukan?

Jika Anda mengubah kalimat tersebut dan memulainya dengan perintah, hasilnya akan jadi seperti ini: “Ingin jago bisnis online? Unduh ebook terbaru kami di link ini”. Dengan bentuk pernyataan seperti demikian, dijamin akan lebih banyak orang yang tertarik untuk meng-klik link tersebut.

2. Bermainlah dengan Kreativitas Anda

Pembuatan CTA adalah proses yang membutuhkan kreativitas. Anda dituntut untuk membuat kalimat ajakan yang singkat, tapi tetap menarik dan mendorong mereka untuk melakukan tindakan yang Anda inginkan.

Ketika membuat sebuah call to action, pastinya Anda ingin pembaca tertarik untuk mengikutinya. Akan tetapi, Andalah yang bertanggung jawab untuk membuat mereka merasa demikian. Apalagi, banyak teks CTA yang sudah umum dipakai sehingga orang cenderung berpikir bahwa tawaran Anda biasa-biasa saja.

Untuk mengatasi hal tersebut, Anda perlu memutar otak dan menciptakan berbagai kalimat ajakan baru. Daripada menggunakan kalimat seperti “Pesan tiket Anda sekarang”, Anda bisa menuliskan “Rencanakan liburan impian Anda sekarang”.

Atau, jika Anda menjalankan sebuah situs konsultan kesehatan dan mengandalkan newsletter sebagai media komunikasi dengan pelanggan, Anda bisa mengganti CTA “Daftar sekarang juga!” dengan “Hidup sehat Anda dimulai sekarang!”

3. Sebutkan Manfaat yang akan Didapat Pembaca/Calon Pelanggan

Sebelum orang yang melihat call to action Anda mengiyakan perintah di dalamnya, ia pasti akan berpikir, “Apa manfaatnya bagi saya?” Dengan kata lain, Anda perlu menyelipkan keuntungan yang akan didapatkan target dari CTA tersebut.

Sebagai contoh, kalimat call to action yang digunakan bisa berbunyi: “Dapatkan potongan untuk pembelian pertama Anda!”, atau “Daftar sekarang dan dapatkan panduan membuat website!”

Di sisi lain, pendekatan ini juga bisa digunakan untuk mempertegas perbedaan antara Anda dengan kompetitor. Misalnya: “Daftar sekarang dan dapatkan trik bisnis online mujarab!”

Baca juga: Apa Itu Landing Page? Pengertian, Fungsi, dan Contohnya

4. Buat Penawaran Terbatas

Pernahkah Anda mendengar istilah FOMO? Kata tersebut adalah akronim dari fear of missing out, yang merupakan kondisi di mana seseorang takut ketinggalan informasi terbaru.

Biasanya, istilah ini diidentikkan dengan media sosial karena banyak penggunanya yang ingin selalu mengikuti hal-hal terbaru.

Namun, FOMO memiliki pengertian yang sedikit berbeda dalam dunia marketing. Dalam konteks ini, istilah tersebut berarti keinginan konsumen untuk tidak melewatkan satupun penawaran.

Contohnya, Anda melihat sebuah potongan harga pada halaman utama sebuah website retail fashion. Promo ini hanya berlangsung pada hari itu. Tanpa pikir panjang, Anda langsung memutuskan untuk mengambil kesempatan tersebut.

Nah, itulah yang disebut FOMO dalam bisnis. Tentunya Anda juga bisa menggunakan trik ini agar CTA pada halaman website dapat menggugah antusiasme pembaca atau calon pembeli. Misalnya dengan seruan seperti berikut: “Beli sekarang, diskon berakhir besok!”

5. Gunakan Pilihan Jawaban

Salah satu bentuk call to action bisa Anda coba adalah banner popup yang biasanya muncul setelah rentang waktu yang ditentukan.

Pada blog Anda, misalnya, Anda meletakkan CTA popup untuk menawarkan jasa konsultasi keuangan atau ebook premium mengenai topik terkait. Di dalam popup tersebut terdapat dua tombol — yang pertama berbunyi “Ya”, sedangkan yang kedua berbunyi “Tidak”.

Tujuan dari pilihan jawaban ini adalah agar pembaca tidak merasa dipaksa untuk mengikuti keinginan Anda.

Di samping itu, Anda juga bisa mengubah kedua pilihan jawaban tersebut menjadi “Ya, saya ingin tahu lebih banyak” dan “Tidak, saya sudah ahli”. Selain membuat orang yang membacanya berpikir dua kali, tentunya teks tersebut juga menggelitik hati.

5 Tips Penempatan CTA yang Baik

CTA adalah komponen yang harus bisa dilihat dengan mudah oleh pengunjung website. Oleh karena itu, CTA harus diletakkan pada tempat yang strategis. Di bawah ini Anda akan melihat beberapa contoh penempatan teks atau tombol call to action yang baik dan alasannya.

1. Bagian Atas Halaman Website

Sebuah hasil studi yang dirilis oleh Nielsen Norman Group, firma penelitian user experience, menunjukkan bahwa pengguna internet cenderung mengamati dan membaca konten website dari bagian kiri atas.

Pernyataan tersebut adalah alasan mengapa banyak website meletakkan call to action mereka pada bagian atas halaman utama. Contohnya bisa Anda lihat pada halaman utama Digital Photography School.

CTA di halaman utama blog Digital Photography School

Ketika memasuki situs tersebut, hal pertama yang muncul adalah tulisan yang menawarkan tips-tips fotografi bagi Anda. Ditambah lagi, tombol “Start here” berwarna jingga di atas cenderung menyita perhatian karena kontras dengan latar belakang halaman yang gelap.

Meski ada kemungkinan Anda akan meng-scroll halaman ini untuk melihat konten lainnya, pikiran Anda akan terpusat pada call to action-nya terlebih dahulu.

2. Bagian Bawah Halaman Website

Terkadang teks CTA ditempatkan pada bagian bawah sebuah laman situs, entah itu setelah artikel atau pada area footer. Namun, bukankah pengunjung atau pembaca akan meninggalkan halaman tersebut setelah mendapatkan informasi yang diinginkan?

Belum tentu. Penempatan call to action tergantung isi dari teks tersebut dan efek yang Anda inginkan. Selain itu, konten yang ada di atasnya juga harus informatif dan dapat mengundang rasa ingin tahu pembacanya.

Dengan demikian, CTA pada akhir halaman atau artikel biasanya menawarkan info atau pengetahuan lebih. Cermati tangkap layar dari salah satu blog post kami di bawah ini sebagai contoh.

CTA di blog Niagahoster

Pada contoh tersebut, CTA-nya mengajak pembaca untuk tidak ketinggalan artikel terbaru dengan mendaftarkan alamat email mereka.

3. Banner CTA yang Menempel pada Atas Halaman

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa pengunjung website cenderung mengamati halaman dari kiri atas. Tetapi, bisa saja beberapa orang melewatkan call to action yang diletakkan di bagian atas.

Meskipun penempatan tersebut tidak salah, Anda juga bisa mengakalinya dengan banner yang selalu menempel pada bagian atas halaman website. Contohnya seperti pada tangkap layar berikut yang diambil dari blog CarolinaRatri.

CTA di blog CarolinaRatri

Call to action tersebut memang tidak begitu mencolok, terutama karena jenis font yang membuat tulisan tidak begitu jelas. Namun, banner ini tidak hilang walaupun halaman sudah di-scroll sampai bawah.

contoh cta adalah

4. CTA pada Sidebar

Meskipun jenis CTA yang dijelaskan pada poin sebelumnya selalu berada pada layar pengunjung, ukurannya yang kecil menghalangi Anda untuk memberinya desain yang mencolok. Jika kurang setuju dengan ide tersebut, Anda bisa menaruh call to action di sidebar.

Sidebar adalah kolom di sisi kiri atau kanan konten utama pada sebuah halaman website. Biasanya ruang ini diisi dengan berbagai widget seperti search bar, daftar post yang direkomendasikan, dan link ke akun media sosial.

Di samping itu, sidebar juga merupakan salah satu tempat strategis bagi CTA. Tidak tanpa alasan, tentunya. Di bidang yang kecil ini, Anda tetap dapat meletakkan banner call to action yang menarik perhatian. Salah satu contohnya dapat ditemukan pada salah satu halaman blog The Daily Egg berikut ini.

apa itu cta contoh

Pada contoh tersebut, call to action yang digunakan memiliki warna yang kontras dengan area di sekitarnya. Ditambah lagi, tidak ada kolom email yang perlu diisi — pengunjung website hanya perlu klik tombol “I’m Ready!” pada banner tersebut.

5. CTA Slide Up

Cara menampilkan call to action yang tidak kalah efektif adalah dengan banner slide up. Jenis banner ini mirip popup, namun biasanya berukuran lebih kecil dan muncul pada salah satu pojok halaman. Agar lebih jelas, cermatilah tangkap layar berikut yang diambil dari salah satu artikel kami.

cta adalah di blog niagahoster

Orang yang melihat banner CTA tersebut bisa saja menolak tawaran yang tertera di dalamnya. Akan tetapi, call to action yang diletakkan pada posisi ini pasti menyita perhatian pengunjung. Selain itu, lokasinya tidak akan mengganggu pembaca yang sedang memperhatikan konten website Anda.

Baca juga: Belajar Digital Marketing Lengkap Untuk Pemula

Penutup

Call to action atau CTA adalah elemen website berupa teks untuk mengarahkan pembacanya untuk melakukan sesuatu. Implementasi CTA dapat meningkatkan conversion rate situs Anda.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda. Jika ada pertanyaan, janganlah sungkan untuk meninggalkan komentar Anda pada kolom di bawah ini.

0
Aldwin Nayoan Aldwin is a content writer at Niagahoster. Specializing in web hosting and WordPress, he is eager to help people uplevel their business on the internet. Apart from being a tech junkie, Aldwin likes fiction and photography.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five − four =