Tips Sukses Menjadi Reseller Modal Minim

Ingin berbisnis tapi tak punya modal yang cukup? Atau ingin memiliki usaha sampingan yang fleksibel tapi menjanjikan? Sangat bisa. Anda dapat sukses menjadi reseller meski tanpa modal. Jika Anda ingin mengetahui strategi jitu menjadi reseller, Anda berada di artikel yang tepat. Mari simak penjelasan berikut.

Apa itu Reseller?

Reseller adalah seseorang yang membeli produk dari supplier untuk dijual kembali kepada konsumen. Seorang reseller bebas untuk tetap menggunakan brand produk dari supplier ataupun membuat brand tersendiri. Namun, biasanya reseller selalu menyetok barang dari supplier terlebih dahulu sebelum menjualnya.

Sangat berbeda dengan dropship yang sangat bergantung ke supplier, menjadi reseller berarti Anda dapat leluasa mengatur produk yang akan dijual. Karena produk akan berada di tangan Anda, maka akan lebih unggul dari sisi marketing.

Anda dapat membuat foto produk menjadi katalog sesuai dengan branding. Selain itu, reseller juga harus mengatur inventori produk, menguasai alur jual beli online, hingga cara promosi produk yang tepat.

Terlihat sangat sulit ya? Tentu saja tidak. Justru, menjadi reseller memiliki banyak keuntungan. Apalagi dengan pangsa pasar online di Indonesia sangat besar, menjadi reseller yang sukses bukanlah hal yang mustahil.  Nah, mari ketahui dulu keuntungan apa saja yang akan didapatkan seorang reseller.

7+ Keuntungan Menjadi Reseller Online

Jika menurut Anda keuntungan menjadi seorang reseller online hanyalah dari margin laba, maka Anda harus membaca lengkap ulasan berikut ini. Karena ternyata banyak loh hal yang bisa Anda dapatkan dengan menjadi reseller online.

1. Memulainya Hanya Butuh Internet

Sudah ada banyak cara mendapatkan uang bermodal internet, salah satunya menjadi reseller online. Anda dapat memanfaatkan internet untuk sebagian besar urusan bisnis reseller, seperti mencari sumber supplier tangan pertama, promosi secara masif, bahkan melakukan transaksi jual beli berbasis online.

Menjadi reseller berarti memaksimalkan internet agar mendapat keuntungan dari sistem reseller. Misalnya, Anda dapat menggunakan berbagai channel untuk menjual produk, seperti membuat website, gabung di platform marketplace, membuat channel YouTube, dan lain sebagainya. Anda dapat menjalankan bisnis reseller dan mendapatkan pemasukan melalui internet.

Baca juga: [Terbaru] 30+ Cara Mendapatkan Uang dari Internet di 2020

2. Nyaris Tanpa Modal

Di awal sempat disinggung bahwa reseller biasanya menyetok produk dari supplier dan menjualnya kembali. Biasanya supplier skala besar menawarkan harga yang lebih miring untuk pembelian partai besar. Semakin banyak reseller membeli produk dari supplier, maka semakin murah harga yang didapatkan. Jadi semakin leluasa juga reseller menentukan harga yang bersaing.

Namun, untuk Anda yang memulai bisnis reseller dengan budget yang terbatas, Anda tidak perlu khawatir. Anda tetap dapat melakukan promosi saat produk belum Anda pegang.

Anda dapat menggunakan strategi pre-order untuk mengumpulkan konsumen dalam jangka waktu atau kuota tertentu. Jika sudah memenuhi minimal order dari supplier, barulah Anda dapat memesan barang dan mengirimkannya ke konsumen. Bagaimana? Benar-benar tanpa modal, bukan?

Baca juga: 5 Cara Memulai Bisnis Tanpa Modal di 2020 yang Wajib Dicoba

3. Dapat Menentukan Harga yang Kompetitif

Menjadi reseller sangat memungkinkan Anda untuk balik modal sekaligus mendapatkan keuntungan. Mengapa?

Sebagai reseller, Anda tidak perlu mengeluarkan ongkos produksi suatu barang. Supplier seringkali memproduksi barang dalam jumlah yang banyak untuk kemudian dipasarkan dengan harga yang relatif terjangkau.

Semakin banyak jumlah produk yang reseller beli, akan semakin murah harga yang diberikan supplier. Dari sini, reseller bebas menentukan harga jual barangnya. Jika mau, reseller dapat menentukan harga yang sangat murah untuk dijual kembali. Logikanya, semakin terjangkau suatu barang, kemungkinan terjualnya akan semakin besar.

Pada sisi ini, reseller sangat diuntungkan karena dapat melakukan persaingan harga. Sangat unggul dibanding dropship yang menjual produk dengan harga toko ditambah margin keuntungan. Anda dapat memasang harga yang kompetitif dengan dropship atau bahkan dengan toko lain.

Baca juga: 8+ Cara Bisnis Online dari Nol untuk Pemula [Terbaru!]

4. Produk yang Dijual Variatif

Beruntungnya reseller adalah dapat menyetok dan menjual produk dari berbagai brand atau toko. Dengan begitu, Anda dapat memberikan lebih banyak pilihan kepada konsumen di toko Anda. Selain itu, Anda dapat menjual produk dengan menyesuaikan keinginan pasar.

Reseller dapat dengan mudah masuk ke dalam momentum-momentum tertentu saat menjual produk. Misalnya, saat masa pandemi seperti sekarang ini, Anda dapat menjual berbagai macam new normal kit seperti hand sanitizer, masker, sarung tangan, toilet seat spray, dan lain sebagainya.

Tentunya Anda dapat menentukan supplier lebih dari satu. Agar produk yang Anda jual lebih bervariasi, Anda juga dapat menjual paket bundling produk dengan tema tertentu.

5. Bebas Mengatur Stok dan Mengaudit Penjualan

Fleksibilitas seorang reseller dapat dilihat saat mengatur stok produk dan mengaudit penjualan. Reseller dapat menentukan kapan harus menambah stok dari supplier. Sehingga, jumlah stok yang ada dapat stabil sesuai dengan kebutuhan. Keuntungan ini membuat pelayanan reseller lebih cepat karena dapat menjual stok yang sudah ada.

Reseller juga dapat menyesuaikan gaya audit sendiri. Sangat jauh berbeda dengan audit versi perusahaan, Anda dapat melakukan audit persediaan produk dengan fleksibel dan sederhana. Contohnya seperti membuat tabel barang yang terjual, update persediaan stok, dan tabel laba-rugi yang dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan.

Hal ini berguna untuk terus memantau perkembangan bisnis reseller Anda. Seperti, mengetahui produk mana yang paling banyak peminat, produk apa yang harus di diperbarui, dan produk yang harus di-discontinue atau tidak dilanjutkan penjualannya.

Karena skala persediaan produk reseller belum sebesar produsen ataupun perusahaan, proses stock opname hingga penghitungan laporan keuangan pun dapat dengan mudah dilakukan.

6. Komisi Tambahan dari Supplier

Beberapa supplier yang ingin mengembangkan bisnisnya seringkali melakukan sharing commissions atau memberikan komisi lebih kepada reseller. Komisi ini biasanya berupa potongan harga beberapa persen dari harga supplier. Reseller mendapatkan keuntungan lebih dengan sistem ini.

Dengan potongan yang diberikan supplier, Anda dapat menjual produk dengan menentukan harga yang bersaing bahkan dengan supplier itu sendiri.

Misalnya, setelah pandemi seperti ini minat go online makin meningkat. Hal ini membuka peluang menjadi reseller hosting untuk perusahaan, UMKM, bahkan usaha rumahan. Dengan permintaan web hosting yang tinggi, Anda dapat memilih Niagahoster menjadi partner supplier hosting tanpa deposit!

Baca juga: Niagahoster Partner, Bisnis Mudah Bersama Niagahoster!.

7. Promosi Lebih Efektif

Poin ini adalah keunggulan reseller yang dapat sangat dimaksimalkan

Anda dapat memfoto produk yang Anda jual sesuai gaya promosi Anda. Foto-foto tersebut sekaligus dapat Anda gunakan sebagai katalog promosi. Selain itu, Anda dapat membuat video promosi dari produk yang tersedia. Saat ini video promosi pun bermacam-macam, seperti animasi, video tutorial, video testimonial, dan lain sebagainya.

Media promosi seperti itu sangat membantu dalam membangun kepercayaan konsumen. Cara promosi reseller yang unik dan berbeda inilah yang akhirnya menaikkan penjualan. Ada baiknya, Anda juga membuat semua tema promosi selaras dengan karakter bisnis reseller Anda.

Baca juga: 11+ Strategi Cara Promosi Paling Efektif untuk Bisnis Apapun

8. Kombinasi Offline dan Online

Memiliki ketersediaan stok membuat Anda sebagai reseller dapat fleksibel menjual produk baik offline maupun online. Untuk mendapatkan hasil lebih maksimal, Anda dapat mengombinasikan keduanya. Sektor offline dapat membantu menunjukkan kredibilitas bisnis reseller online Anda dengan memaksimalkan testimonial pembeli secara langsung.

Dengan aktif di sektor offline, Anda dapat menambahkan fitur pick up dan COD (Cash on Delivery) pada sistem pembelian melalui online. Karena meskipun pangsa pasar yang luas, konsumen pun juga sangat berhati-hati memilih toko online untuk menghindari penipuan.

Dengan “meng-online-kan toko offline”, Anda dapat mengambil manfaat maksimal di kedua sektor tersebut. Di satu sisi, toko online Anda makin terpercaya karena adanya testimoni nyata, lokasi yang dapat dijangkau pelanggan, dan tampilan maps pada Google Bisnisku. Selain itu, toko offline Anda juga akan semakin ramai pengunjung karena Anda dapat mempromosikan bisnis lebih luas.

Untuk Anda yang tidak memiliki toko fisik, jangan khawatir. Seperti diagram di atas, Anda dapat memaksimalkan media sosial untuk bisnis reseller Anda. Saat ini angka penjualan dari toko fisik dan online tidak begitu jauh perbedaannya. Itu berarti sektor online dapat menjadi saluran utama untuk bisnis reseller Anda. Terlebih lagi peran digital makin pesat, bukan tidak mungkin penjualan secara online akan jauh lebih unggul dibandingkan offline.

7+ Tips Sukses Cara Menjadi Reseller

Bagaimana? Menjadi reseller banyak keuntungannya bukan? Untuk lebih memaksimalkan keuntungan di atas, ada beberapa tips jitu yang dapat Anda terapkan. Seperti langkah praktis berikut yang membantu meningkatkan kualitas bisnis reseller Anda.

1. Menentukan Produk

Tahapan penting menjadi reseller adalah menentukan produk yang layak jual. Di antara sekian banyak ide produk yang dapat dijual, seorang reseller harus dapat memilih produk apa yang benar-benar dapat mendulang kesuksesan. Hal ini sangat menentukan keberlangsungan bisnis reseller Anda.

Menentukan produk yang akan Anda jual sebaiknya diiringi dengan riset. Anda dapat mencari informasi mengenai produk apa saja yang sedang banyak dibutuhkan, manfaat produk, sebanyak apa peminatnya, dan seberapa sulit mendapatkan produk.

Baca juga: 15+ Produk Terlaris yang Bisa Anda Jual Secara Online

Dalam memilih produk, Anda harus mempertimbangkan beberapa hal, sebagai berikut:

Produk Anda adalah Solusi

Sebisa mungkin, tentukan produk yang sedang banyak dicari. Temukan masalah yang sering ditemui dan hadirkan produk Anda sebagai solusi dari masalah tersebut. Tegaskan bahwa produk Anda layak untuk dibeli karena memiliki nilai manfaat yang besar.

Seperti contoh di bawah ini, produk yang simpel dan unik, terlebih lagi memiliki nilai solutif akan menjadi “kebutuhan” bagi calon pembeli.

Cari tahu seberapa besar peminat

Tahapan ini sangat penting, jangan sampai Anda sudah menyetok produk tanpa tahu akan dipasarkan ke siapa saja. Untuk melihat peminat sebuah produk, langkah yang Anda dapat lakukan sangatlah mudah dan bervariasi. Anda dapat mulai dengan melakukan survey di media sosial, penelitian sederhana tentang kondisi saat ini, dan menentukan target pasar Anda. Sesimpel menggunakan polling di Instagram, misalnya.

Sesuaikan dengan kondisi

Cara paling ampuh untuk menentukan produk adalah dengan memperhatikan kondisi. Misalnya saat musim hujan. Siapa sih yang tidak butuh payung atau jas hujan? Masuklah ke celah kondisi tersebut dan jadikan produk Anda sebagai pilihan yang dapat calon pelanggan beli. Anda dapat menjual satu atau dua produk dengan fitur yang mengagumkan, contohnya payung anti basah, payung untuk motor, dan lain sebagainya.

2. Menentukan Supplier

Memilih supplier harus menjadi salah satu prioritas utama. Mengapa? Jika supplier yang Anda pilih sudah terpercaya, minimal Anda tidak akan kena tipu. Malahan, kemungkinan besar setengah dari bisnis reseller Anda akan berhasil.

Berikut adalah beberapa kriteria untuk memilih supplier yang terpercaya.

Kualitas produk layak jual

Anda harus memilih supplier dengan produk yang memiliki konsistensi dalam segi kualitas. Sebab, Anda tentu tidak ingin mendapatkan komplain dari konsumen, bukan?

Lalu, bagaimana caranya Anda memastikan produk yang berkualitas?

Karena Anda tidak menjual produk sendiri, maka pastikan produk tersebut sudah lolos quality control sebelum dikirim ke Anda. Supaya sesuai dengan ekspektasi Anda, buatlah indikator kualitas produk bersama dengan supplier.

Tuliskan apa saja kriteria kualitas produk dari supplier yang harus Anda dapatkan. Jika produk yang diterima dari supplier sudah memenuhi indikator tersebut, maka sudah dapat dianggap lolos quality control.

Misalnya di bidang fashion, tegaskan pada supplier bahwa Anda tidak dapat menerima produk yang memiliki kekurangan. Misalnya seperti jahitan kurang rapi, tidak sesuai desain, kotor, warna dan bahan yang tidak sesuai, dan lain sebagainya. Jika suatu saat ada produk yang tidak sesuai indikator tersebut, Anda dapat mengajukan komplain kepada supplier.

Terdapat identitas resmi yang akurat

Akan lebih baik jika supplier yang Anda gunakan memiliki identitas yang dapat diverifikasi. Maksudnya, Anda dapat menemukan lokasi tempat produksi, kantor supplier, atau gudang tempat penyimpanan produk. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa supplier Anda benar-benar terpercaya. Jika suatu saat ada hal yang tidak diinginkan, Anda dapat langsung mendatangi lokasi supplier Anda.

Komunikasi yang lancar

Aspek yang tidak kalah pentingnya adalah komunikasi. Pastikan supplier Anda terbuka mengenai semua perihal kerja sama. Untuk dapat menjalankan bisnis reseller Anda dengan lancar, Anda akan banyak berurusan dengan supplier seperti menangani pemesanan baik dalam partai kecil maupun besar. Jaga komunikasi yang baik dengan supplier agar tetap responsif terhadap segala komplain maupun pertanyaan mengenai produk.

Peraturan order

Hal ini harus sangat jelas diketahui oleh reseller maupun supplier. Anda harus memastikan tata cara dan aturan pemesanan. Misalnya seperti minimal jumlah pemesanan, estimasi produksi, cara transaksi, hingga pengiriman barang.

Pastikan supplier dapat mengirimkan barang secepat dan seaman mungkin. Karena jika ada suatu masalah proses dari supplier maka bisnis reseller Anda juga akan terhambat, Anda pula yang harus berhadapan dengan konsumen.

Selain itu, harus jelas juga bagaimana cara penanganan masalah pada produk. Misalnya, aturan pengembalian atau penukaran barang jika ada yang tidak lolos quality control, proses refund, ataupun permintaan order tertentu.

3. Perhitungkan Secara Matang

Agar bisnis reseller Anda dapat berlangsung lama, Anda wajib mempertimbangkan segala macam biaya masuk dan keluar. Anda dapat mengkalkulasikan berapa biaya operasional sehingga Anda pun mendapatkan keuntungan. Agar terhindar dari kerugian, ada beberapa tips untuk memperhitungkan keuangan bisnis reseller, sebagai berikut.

Biaya pengadaan produk

Hal ini berkaitan dengan poin sebelumnya, yaitu menentukan supplier dan produk. Anda akan untung besar jika menemukan supplier dengan produk mumpuni, tapi dengan syarat jumlah pemesanan yang minimal.

Memang biasanya semakin banyak reseller menyetok barang, harga yang didapatkan akan semakin murah. Namun, pastikan Anda mendapatkan harga terbaik dengan jumlah minimal pembelian tidak begitu besar. Mengapa?

Semakin besar minimal pembelian, jika tidak diimbangi dengan penjualan yang masif maka akan semakin beresiko tertumpuknya stok. Terutama apabila produk yang Anda jual mengikuti trend.

Biaya operasional

Selanjutnya hitung semua biaya yang dibutuhkan saat operasional bisnis reseller Anda. Sebagai contoh, Anda perlu menghitung modal untuk kepentingan promosi seperti digital marketing, pembuatan website, dan biaya internet. Selain itu, perhatikan biaya pengemasan produk untuk konsumen. Pada bagian ini akan dijelaskan lebih lanjut mengapa menjadi salah satu tips penting sukses menjadi reseller.

Menentukan harga jual

Sebelum Anda berpikir bahwa perhitungan biaya bisnis reseller terlalu rumit, mari rincikan secara jelas bagaimana cara penentuan harga jual. Untuk dapat mematok harga suatu produk, Anda perlu melihat-lihat harga yang dijual oleh kompetitor. Adapun cara menentukan harga jual sebagai berikut:

Harga jual = harga beli + biaya operasional + persentase laba yang diinginkan

Baca juga: 15+ Cara Cepat Meningkatkan Penjualan Online

4. Buat Branding Reseller Online

Pentingnya branding sudah tidak dapat diragukan lagi. Agar bisnis reseller Anda makin banyak dikenal oleh publik, Anda dapat melakukan branding. Anda dapat memulainya dengan membuat logo. Kehadiran logo sangat penting agar bisnis reseller Anda memiliki identitas, terlebih lagi saat di awal Anda memulainya.

Baca juga: 8+ Website untuk Membuat Logo Gratis

Selanjutnya Anda dapat membuat konten yang konsisten dan berkarakter di media sosial dan website. Untuk penjelasan lebih dalam, kami sudah menghadirkan artikel 7+ trik digital branding yang dapat menjamin bisnis online Anda.

Selain cara tersebut, ada satu cara yang sangat efektif untuk membangun branding bisnis reseller Anda, yaitu packaging atau pengemasan produk yang menarik. Anda dapat sekreatif mungkin dalam mengemas produk untuk konsumen.

Pengemasan juga dapat disesuaikan dengan segmentasi pasar. Misalnya, produk yang Anda jual adalah baju dengan target generasi milenial, Anda dapat mengemas dengan box bergambar, menambahkan kartu terima kasih, menggunakan kardus atau box dibandingkan plastik, atau menyisipkan bonus stiker.

Dengan begitu, konsumen Anda merasa istimewa dengan hadirnya produk Anda. Konsumen pun terdorong untuk membagikan pengalaman dan visual packaging unik yang Anda berikan. Lalu, promosi gratis ada di tangan Anda! Gunakan kesempatan tersebut sebagai testimonial bisnis reseller Anda.

Baca juga: 10 Tips Meningkatkan Brand Awareness Bisnis Anda

5. Membuat Website

Tips yang akan paling memberikan dampak signifikan bagi bisnis reseller Anda adalah membuat website. Dengan membuat website online, Anda dapat melakukan banyak hal seperti:

  • Membuat katalog produk online: bertujuan untuk memudahkan calon pelanggan dalam memilih produk Anda, pada tahap ini dapat menggunakan foto produk sesuai dengan ciri khas bisnis reseller Anda.
  • Mengatur order flow: tidak seperti dropship yang melakukan order ke toko, Anda dapat langsung menerima order dari pelanggan. Alurnya dapat disesuaikan, misalnya cara checkout, konfirmasi alamat pengiriman, hingga metode pembayaran.
  • Meningkatkan kepercayaan konsumen: 70% konsumen mempercayai review secara online, untuk itu Anda dapat menampilkan kumpulan testimoni dari para pelanggan di website Anda.
  • Menunjang kesuksesan: dengan membuat website, dua pertiga bisnis secara global atau 65% bisnis kecil terlihat lebih kredibel dan 60% bisnis merasa website sangat penting untuk kelangsungan bisnis.

Membuat website sangat penting bagi pertumbuhan bisnis reseller Anda. Berbeda dengan marketplace yang membuat produk Anda memiliki banyak pesaing, website menghadirkan kesan profesional pada bisnis reseller Anda. Bayangkan perbedaan jika produk Anda dijual di pasar dibanding di toko sendiri, begitu pula Anda bisa mengasumsikan antara marketplace dengan website.

Seperti data di atas, diperkirakan pada tahun 2023 pengguna internet di Indonesia akan mencapai 150 juta pengguna. Angka yang sangat fantastis untuk menjadi pangsa pasar bisnis Anda, bukan?

Lalu kapan waktu yang tepat membuat website untuk bisnis reseller Anda? Jawabannya adalah sekarang juga. Karena semakin lama, bisnis online akan semakin bertumbuh. Itu artinya Anda akan semakin bersaing dengan bisnis lain jika Anda mengulur waktu.

Bisa saja bisnis lain sedang gencar-gencarnya branding ketika Anda sibuk berpikir akan membuat website atau tidak. Tentunya semakin dini Anda membuat website, semakin cepat pula Anda dapat melakukan pengembangan bisnis.

6. Perbanyak Pilihan Cara untuk Order

Sebagai reseller yang kemungkinan menjual produk yang sama dengan kompetitor, Anda wajib mengedepankan kenyamanan konsumen. Selain responsif terhadap pertanyaan setiap pelanggan, reseller juga harus memperhatikan variasi cara order. Hal ini karena konsumen memiliki karakteristiknya masing-masing.

Selain order melalui website Anda, maksimalkan cara order produk dengan membuka toko online di beberapa marketplace yang sudah terpercaya. Cara ini memiliki kelebihan dan tantangannya tersendiri. Anda dapat leluasa menjual produk dengan mengunggahnya di akun toko online Anda.

Baca juga: Perbedaan Ecommerce, Marketplace, serta Online Shop

Akan tetapi, seperti halnya sebuah pasar, Anda dapat membayangkan berjualan online berdampingan dengan penjual online lainnya di marketplace. Menguntungkan? Tentu tidak. Banyaknya toko online di sebuah marketplace tentu akan meningkatkan persaingan Anda.

Dengan berjualan di marketplace, Anda akan bersaing dengan ratusan bahkan ribuan penjual lainnya. Persaingan bukan hanya akan terjadi dari segi kualitas saja, namun juga harga. Untuk dapat bersaing di marketplace, ada banyak kemungkinan yang dapat terjadi.

Baca Juga: 4 Model Bisnis Ecommerce yang Wajib Anda Ketahui

Misalnya, kompetitor menjual produk serupa dengan kualitas di bawah produk Anda, sehingga dapat menjual dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Mau tidak mau, Anda harus berbagi pangsa pasar dengan kompetitor.

Terlebih lagi di marketplace tidak menyediakan fitur-fitur untuk branding bisnis Anda sendiri, berbeda dengan website yang dapat Anda kustomisasi sesuai kebutuhan. Sebagai contoh, dengan bergabung sebagai merchant marketplace, Anda tidak akan mendapatkan data dari pelanggan. Di mana jika Anda membuat website sendiri, Anda dapat mengelola data pelanggan untuk strategi digital marketing.

Selain masuk ke marketplace ataupun website, ada tips yang lainnya untuk memperluas cara yaitu dengan media sosial. Dengan penggunaan media sosial yang tinggi di Indonesia, Anda wajib menyediakan layanan order dengan mudah dan praktis melalui media sosial. Ada beberapa media sosial yang sering dijadikan channel order reseller seperti Instagram, Facebook, Kaskus, Twitter. Data menunjukkan tingkat transaksi media sosial tersebut sangat tinggi.

Baca juga: Marketplace vs Toko Online: Jangan Salah Pilih ya!

7. Utamakan Customer Service

Siapakah pembeli Anda nantinya? Tentu saja manusia, bukan? Dalam berhubungan dengan konsumen hal yang paling penting adalah komunikasi. Jaga selalu komunikasi yang baik dengan konsumen Anda. Jika satu atau dua konsumen Anda sangat puas dengan pelayanan toko online Anda, rayu untuk memberikan testimoni. Anda juga dapat meminta bantuan pada konsumen untuk merekomendasikan toko online Anda ke lingkungan mereka.

Maksimalkan pelayanan customer service dengan sopan dan ramah. Selain itu, gunakan pula aplikasi chatting sebagai channel order Anda, seperti WhatsApp bisnis dan Line bisnis. Kedua aplikasi tersebut tercatat sebagai aplikasi chatting favorit dan paling banyak digunakan untuk transaksi bisnis. Selain penggunaan yang mudah, bisnis reseller Anda dapat lebih dekat secara personal dengan konsumen.

Baca juga: 5 Plugin Chat WordPress Terbaik

8. Kuasai Informasi Produk

Sebagai penjual, Anda harus menguasai produk lebih dari siapa pun. Cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai produk dari supplier. Jika konsumen bertanya, Anda harus siap sedia memberikan informasi produk dengan sikap yang terbuka.

Dengan menguasai informasi produk, Anda dapat menjelaskan deskripsi produk mulai dari fisik, kegunaan, dan meyakinkan konsumen mengapa mereka membutuhkan produk Anda.

Selain itu, pengetahuan tentang produk dapat Anda kemas dengan teknik copywriting yang tepat. Anda dapat Belajar Copywriting: Cara Lengkap “Menjual” dengan Tulisan pada artikel yang telah kami terbitkan sebelumnya.

Baca juga: Panduan Lengkap Social Media Marketing 2020

9. Kembangkan Lini Promosi

Agar bisnis reseller Anda lebih dikenal oleh banyak orang, maka harus kuat di sisi marketing. Lakukan promosi di segala kesempatan. Mulai dari promosi mulut ke mulut, ke lingkungan sekitar, media sosial, bahkan digital marketing.

Melalui media sosial pun tidak boleh sembarang, Anda harus mengunggah konten yang bervariatif dan juga konsisten. Jaga pula karakter bisnis reseller Anda dengan menggunakan tone warna, gaya animasi, dan lain sebagainya. Kami sudah merangkum strategi cara promosi paling efektif untuk Anda. Anda juga dapat mengiklankan bisnis reseller Anda dengan Ad di beberapa media sosial. Contohnya seperti Facebook Ads, Instagram Ads, iklan PPC (Pay per Click), dan Google AdWords.

Baca juga: Belajar Digital Marketing Terlengkap untuk Pemula (Terbaru)

10. Maksimalkan Review

Dengan segala pelayanan mengagumkan yang telah Anda berikan ke konsumen, ajaklah konsumen memberikan review positif untuk bisnis reseller Anda. Review dapat berupa foto produk saat sudah berada di tangan konsumen, kalimat feedback, ataupun testimonial.

Anda dapat mengumpulkan testimonial tersebut sebagai bahan promosi baik di media sosial, marketplace, atau bahkan di website Anda. Hal ini sangat penting, karena 45% konsumen mempertimbangkan review sebelum melakukan pembelian baik produk maupun jasa. Contohnya seperti review dari beberapa pelanggan Niagahoster di bawah ini.

Ingin Sukses Menjadi Reseller? Mulai dari Sekarang!

Tidak ada lagi waktu yang tepat untuk membuka bisnis reseller online. Semakin cepat Anda mulai menjadi reseller, semakin cepat Anda mendapatkan kepercayaan pelanggan. Bagaimana, sudah siap sukses menjadi reseller?

Naning Nur Wijayanti

A rare talkative person whose love writing the most. As SEO Content Writer at Niagahoster, she loved to share an articles about Internet of Things.

Share
Published by
Naning Nur Wijayanti

Recent Posts

14+ Ide Konten TikTok untuk Promosi Bisnis

Ide konten TikTok check~ Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana orang-orang bisa membuat konten TikTok yang menarik? Dance viral, voiceover, duet with…

24 hours ago

Customer Success Agent: Layani Pelanggan Sepenuh Hati Walau Diterpa Pandemi

Sejak munculnya COVID-19, hampir semua lini pekerjaan menghadapi tantangan. Terutama setelah adanya anjuran untuk bekerja dari rumah. Ada yang mampu…

2 days ago

13+ CMS Laravel Terbaik Untuk Developer!

Laravel merupakan salah satu framework PHP yang populer. Dengan framework ini pekerjaan developer dalam mengembangkan website jadi lebih mudah. Bahkan,…

2 days ago

11+ Website Inspirasi Footer Design Terbaik (2021)

Tahukah Anda bahwa footer design termasuk bagian website yang mendapat perhatian paling banyak oleh pengunjung? Ketika membuka website, memang header…

3 days ago

Cara Menambahkan Custom Pagination WordPress Tanpa Ribet!

Anda sedang mencari cara menambahkan fitur pagination WordPress? Wah, Anda sudah menemukan artikel yang tepat nih! Kali ini kami akan…

4 days ago

Cara Membuat Blog dengan Laravel untuk Pemula (Terlengkap!)

Laravel merupakan salah satu framework terbaik untuk membuat blog. Dengan framework gratis ini, Anda bisa lebih mudah mengembangkan blog dengan…

5 days ago