Abd. Wahab SEO Content Writer at Niagahoster

Perbedaan Reseller dan Dropship: Mana yang Lebih Untung?

5 min read

featured image perbedaan reseller dan dropship

Jika Anda ingin menjalankan bisnis yang minim modal tapi menguntungkan, maka bisnis dropship dan reseller adalah pilihannya.

Keuntungan yang didapatkan reseller bisa mencapai 30% hingga 50% dari setiap produk yang dijual. Sedangkan dropship bisa mendapat  keuntungan mencapai 20% hingga 30% dari setiap penjualannya.

Eitss… tapi tunggu dulu, beda reseller dan dropship itu apa sih?

Tenang saja! Di artikel ini kami akan mengajak Anda memahami perbedaan reseller dan dropship. Bahkan, di akhir artikel ini, Anda dapat menilai sendiri, mana yang menguntungkan antara dropship vs reseller.

Yuk, simak penjelasan lengkapnya!

6 Perbedaan Reseller dan Dropship

Reseller adalah jenis usaha yang dilakukan dengan membeli suatu produk dari produsen, lalu menjualnya kembali kepada konsumen. Sedangkan, dropship adalah model bisnis yang dilakukan dengan cara menjual produk secara langsung dari supplier ke konsumen.

infografis perbedaan reseller dan dropship

Jika dipahami secara sekilas, antara dropship vs reseller sama-sama menjadi penghubung antara produsen dan konsumen. Lalu, apa yang membedakan keduanya? Nah, berikut perbedaan reseller dan dropship selengkapnya:

1. Cara Kerja

cara kerja vps

Perbedaan reseller dan dropship yang pertama adalah proses atau cara kerjanya. 

Reseller memulai bisnisnya dengan membeli produk dari suatu supplier. Biasanya, reseller akan mendapatkan harga beli yang rendah jika sudah bekerja sama dengan supplier. Kemudian, produk tersebut akan dijual kembali oleh reseller dengan harga yang yang dapat ditentukan sendiri. Nantinya, jika sudah mendapatkan konsumen, maka reseller dapat mengirimkan barang kepada konsumen secara langsung.

Sedangkan, cara kerja dropship dimulai dengan memilih produk dari supplier. Kemudian, pelaku dropship bertugas untuk memasarkan produk tersebut melalui online. Biasanya melalui media sosial, website, atau marketplace. Nantinya, jika ada konsumen yang bertransaksi, maka produk akan dikirimkan langsung oleh supplier kepada konsumen dengan menggunakan brand dari dropship Anda.

Jadi intinya, reseller bisa dijalankan sendiri. Mulai dari promosi hingga pengiriman produk. Sedangkan, dropship tergantung dengan supplier. Mulai dari tahap pemilihan produk hingga pengiriman barang kepada konsumen.

2. Kebutuhan Modal

tips sukses menjadi reseller minim modal

Perbedaan dropship dan reseller berikutnya adalah kebutuhan modal untuk memulai bisnis.

Untuk memulai bisnis reseller, Anda perlu menyiapkan modal. Setidaknya ada beberapa hal yang perlu Anda siapkan. Misalnya:

  • Uang untuk membeli produk dari supplier
  • Ruang untuk penyimpanan
  • Kebutuhan packaging atau pengemasan untuk pengiriman produk
  • Jaringan internet 
  • Smartphone atau laptop untuk operasional

Sedangkan, untuk bisnis dropship, Anda hanya membutuhkan sedikit modal, yaitu: 

  • Jaringan internet
  • Smartphone atau laptop untuk operasional

Anda tidak perlu memikirkan stok produk, penyimpanan, dan bahkan pengiriman produk. Karena, supplier adalah orang yang bertanggung jawab mengirimkan barang ke konsumen ketika terjadi proses jual beli.

3. Potensi Keuntungan

Setelah melihat cara kerja dan kebutuhan modal antara dropship vs reseller, perbedaan berikutnya adalah potensi keuntungan yang bisa didapatkan.

Baik reseller maupun dropship, keduanya mendapatkan keuntungan dari harga jual produk. Bedanya, reseller punya kebebasan untuk menentukan harga jual yang lebih tinggi jika menggunakan brand sendiri. Dengan begitu, reseller bisa mendapatkan potensi keuntungan yang tinggi juga.

Sedangkan, dropship biasanya memiliki potensi keuntungan yang terbatas. Penyebabnya, banyaknya persaingan dalam bisnis online ini, sehingga pelaku dropship cenderung memasang harga jual yang rendah. Akibatnya, keuntungan yang didapatkan juga cukup rendah atau terbatas. 

4. Strategi Pemasaran

Menjadi reseller, berarti Anda memiliki produk di tangan Anda. Dengan begitu, strategi pemasaran yang dapat Anda lakukan juga cukup beragam. Anda dapat melakukan pemasaran secara online maupun offline.

Untuk melakukan pemasaran secara online, Anda dapat memanfaatkan sosial media, marketplace, atau menggunakan website agar bisnis Anda jadi lebih terpercaya. Sedangkan secara offline, Anda dapat membuat toko offline yang bisa dikunjungi pelanggan. Dengan begitu, Anda bisnis Anda dapat ditemui pelanggan dengan banyak cara.

Beda halnya dengan dropship. Strategi pemasaran bisnis dropship hanya dapat dijalankan secara online. Karena, Anda tidak memiliki stok produk sama sekali. 

Meskipun begitu, jika Anda menerapkan strategi digital marketing, maka bisnis Anda akan memiliki potensi kesuksesan online yang besar. Apalagi jika Anda berhasil memiliki online presence yang kuat dan basis konsumen yang loyal.

5. Potensi Risiko

Arti Direct Download dan Mirror Download yang Perlu Anda Tahu

Risiko adalah bagian yang tidak terpisah dari suatu bisnis. Begitu juga dengan bisnis reseller dan dropship.

Salah satu risiko atau ketakutan dalam bisnis reseller adalah barang tidak laku. Bayangkan, jika Anda sudah mengeluarkan modal untuk membeli produk. Namun nyatanya, produk Anda tidak laku di pasaran. Akibatnya, barang-barang yang tidak laku tersebut akan menumpuk di ruang penyimpanan. 

Pada bisnis dropship, Anda tidak perlu khawatir barang-barang yang tidak laku akan menumpuk. Karena barang-barang yang Anda promosikan akan tetap berada di tangan supplier sebelum dikirimkan kepada konsumen.

Hanya saja, risiko yang lain dihadapi oleh bisnis dropship. Karena menyangkut kepercayaan pelanggan. 

Bayangkan, jika konsumen membeli produk dari Anda karena kualitas yang Anda janjikan. Tapi nyatanya, supplier justru mengirimkan produk dengan kualitas yang rendah kepada konsumen atas nama brand Anda. Apa jadinya? Tentu, akan memberikan pengalaman yang buruk bagi pelanggan. Dengan begitu, bisnis Anda dapat kehilangan kepercayaan pelanggan.

6. Pelayanan kepada Pelanggan

ilustrasi tingkatkan kualitas customer service untuk customer experience

Pelanggan adalah raja. Semakin baik pelayanan yang Anda berikan maka semakin senang pelanggan terhadap Anda. Nah, antara dropship vs reseller, memiliki cara pelayanan pelanggan yang berbeda. 

Reseller akan melayani pelanggan mulai dari proses awal transaksi, pengemasan barang, pengiriman, hingga barang tiba ke tangan pembeli. Jika terjadi komplain dari pelanggan, maka reseller akan dapat menanganinya. Bahkan, dapat dikatakan pelayanan pelanggan reseller cukup mudah. Karena semua proses komunikasi terjadi antara pelanggan dan reseller saja.

Sedangkan dropship hanya berhubungan dengan pelanggan ketika menangani pertanyaan mengenai pemesanan, pembelian, dan komplain. Berikutnya, pengemasan dan pengiriman barang menjadi urusan supplier dengan konsumen. 

Anda sudah mengetahui perbedaan dropship dan reseller. Agar lebih jelas, pada pembahasan berikutnya, kami akan menjelaskan secara rinci kelebihan dan kekurangan reseller dan dropship.

Kelebihan dan Kekurangan Reseller

Berikut kelebihan dan kekurangan reseller:

4 Kelebihan Reseller

  • Modal Rendah: Untuk memulai bisnis reseller, Anda tidak perlu mengeluarkan banyak modal. Karena, modal yang Anda butuhkan lebih rendah jika dibandingkan harus membuat dan menjual produk sendiri.
  • Kerja dari Rumah: Reseller merupakan salah satu peluang kerja dari rumah yang cukup menguntungkan. Karena, keseluruhan proses kerja reseller dapat Anda kerjakan secara online dari rumah. Yang Anda butuhkan hanyalah jaringan internet dan laptop atau smartphone saja.
  • Banyak Jenis Pemasaran: Proses pemasaran bisnis reseller dapat dilakukan secara online dan offline. Jadi, Anda dapat menggunakan website toko online maupun membuat toko offline yang dapat dikunjungi pelanggan, Dengan begitu, potensi keuntungan Anda juga bisa datang dari banyak jalur.  
  • Potensi Keuntungan Tinggi: Selain bisa mendapatkan produk dengan harga yang rendah, Anda bahkan dapat menentukan harga sesuai dengan keinginan Anda. Hasilnya, tentu potensi keuntungan yang Anda dapatkan juga semakin tinggi. 

4 Kekurangan Reseller

  • Membutuhkan Modal: Sekalipun rendah, Anda tetap harus mengeluarkan modal untuk melakukan pengadaan barang. Apalagi, modal yang Anda butuhkan juga harus disesuaikan dengan produk yang Anda pilih. 
  • Membutuhkan Ruang Penyimpanan: Kebutuhan ruang penyimpanan sudah pasti perlu Anda pikirkan. Karena ruangan dibutuhkan untuk menyimpan dan merawat stok produk dari bisnis reseller Anda. 
  • Potensi Barang Tidak Laku: Hampir setiap usaha memiliki ketakutan jika barang yang ditawarkan tidak laku. Untuk bisnis reseller, jika barang Anda tidak laku, maka tentu akan menjadi kerugian bagi Anda. 
  • Mengurusi Semua Transaksi Sendiri: Menjadi reseller, berarti Anda harus disiplin untuk mengelola bisnis Anda. Karena, semua proses transaksi yang terjadi mulai dari pembelian hingga pengiriman harus Anda lakukan sendiri.

Kelebihan dan Kekurangan Dropship

Berikut kelebihan dan kekurangan dropship:

3 Kelebihan Dropship

  • Tanpa Modal: Keuntungan melakukan bisnis dropship adalah Anda dapat memulai bisnis tanpa modal. Anda tidak perlu mengeluarkan modal untuk stok produk. Tidak perlu menyiapkan gudang penyimpanan. Anda juga tidak perlu melakukan pengiriman barang. Karena, produksi dan distribusi barang ke konsumen adalah tanggungan supplier. Yang Anda butuhkan hanyalah jaringan internet dan smartphone untuk melakukan pemasaran.
  • Kerja Fleksibel:. Anda dapat menjalankan bisnis Anda kapan saja dan di mana saja. Jadi, Anda dapat bekerja dengan kebebasan menentukan waktu. Bahkan, Anda dapat mengerjakannya tanpa harus keluar dari rumah sama sekali. 
  • Banyak Pilihan Produk: Jika Anda berbisnis dropship, Anda tidak perlu pusing untuk persoalan produk. Di internet, produk apa saja yang Anda temukan, dapat Anda jadikan bisnis dropship. Mulai dari produk kebutuhan rumah tangga, perlengkapan dapur, produk kecantikan, gadget dan aksesorisnya, pakaian, furniture, dan banyak lagi. Dengan begitu, Anda dapat menentukan jenis bisnis Anda sesuai dengan target pasar Anda. 

3 Kekurangan Dropship

  • Kontrol terhadap produk: Anda tidak memiliki kontrol terhadap kualitas produk. Karena ketika terjadi transaksi, maka produk langsung dikirimkan oleh supplier kepada konsumen menggunakan brand Anda. Akibatnya, Anda yang harus bertanggung jawab jika terjadi komplain dari pelanggan. 
  • Keuntungan terbatas: Anda harus puas dengan batasan keuntungan yang bisa Anda dapatkan. Karena, sumber keuntungan Anda hanya dari komisi penjualan produk saja. 
  • Harus selalu update: Anda harus selalu mengupdate dan mempromosikan produk Anda. Baik itu melalui media sosial, website, maupun marketplace. Karena, konsumen akan lebih memilih produk dari bisnis dropship yang update. Selain itu, juga untuk membuat bisnis Anda bisa selalu bersaing dengan bisnis dropship serupa.

Manakah yang Lebih Menguntungkan antara Dropship atau Reseller?

Perbedaan reseller dan dropship berpengaruh besar terhadap keuntungan yang bisa didapatkan. Lalu, manakah yang lebih menguntungkan antara dropship atau reseller? 

Reseller adalah bisnis yang lebih menguntungkan karena Anda memiliki kebebasan untuk menentukan harga. Anda dapat membeli suatu produk dengan harga yang rendah, lalu menjualnya dengan harga yang tinggi. Dengan begitu, Anda hanya membutuhkan sedikit modal untuk bisa mendapatkan keuntungan yang lebih banyak.

Sedangkan, dropship adalah pilihan yang menguntungkan jika Anda ingin memulai bisnis tanpa modal. Meski begitu, untuk mendapatkan banyak keuntungan, Anda perlu berusaha untuk menjual lebih banyak barang dibandingkan reseller. Agar bisnis dropship Anda bisa sukses, Anda dapat belajar cara menjadi dropshipper terlebih dahulu.

Nah, jika Anda tertarik menjalankan bisnis reseller, Anda dapat menjadi reseller hosting Indonesia bersama Niagahoster Partner. Pada program ini, Anda dapat menjalankan bisnis reseller hosting tanpa ribet

Sudah Siap Bergabung di Niagahoster Partner?

Sekarang Anda sudah tahu perbedaan reseller dan dropship. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Manapun yang Anda pilih antara reseller atau dropship, hal yang penting Anda lakukan yaitu membangun dan mempertahankan hubungan dengan pelanggan.

Nah, jika Anda tertarik menjadi reseller tanpa perlu mengeluarkan biaya sepeserpun, Anda dapat bergabung menjadi reseller hosting dan domain di program Niagahoster Partner

menjadi reseller hosting dan domain di program niagahoster partner

Menariknya, jika Anda menjadi partner, Anda akan mendapatkan diskon hingga 50%. Bahkan, Anda dapat menjual kembali hosting Niagahoster dengan brand Anda sendiri. Ditambah lagi, Anda bebas menentukan harga jual sesuai dengan keinginan Anda.

Nah, tunggu apa lagi? Mulai kesuksesan Anda sekarang dengan Niagahoster Partner!

Abd. Wahab SEO Content Writer at Niagahoster

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *