Ilham Mubarok Ilham loves to write, trying to help people to understand about website, web hosting, and online marketing in the most convenient way.

Pengertian Plugin Beserta Jenis dan Fungsinya

2 min read

plugin adalah

Plugin adalah…

Plugin adalah kode software dengan fungsi tertentu yang memungkinkan aplikasi atau program untuk menjalankan fitur tambahan di aplikasi atau program tersebut. Kode software tersebut jamak ditemukan di program atau aplikasi seperti Mozilla, Google Chrome, Opera Browser, dan WordPress.

Mungkin Anda pernah mendapatkan notifikasi “Install plugin X untuk bisa menonton video di browser Y.”

Beberapa aplikasi memang menggunakan istilah berbeda seperti Add-on (Mozilla dan Opera Browser) dan Extension (Google Chrome). Sedangkan WordPress tetap menggunakan istilah plugin.

Umumnya setiap plugin memang didesain untuk satu aplikasi atau program tertentu. Misalnya, add ons Mozilla tidak dapat diinstall untuk Google Chrome. Begitu juga sebaliknya, extension Google Chrome tidak dapat dipasang di Mozilla.

 

plugin adalah

Plugin di WordPress

WordPress sebagai salah satu CMS terpopuler menyediakan plugin agar para penggunanya bisa memberikan fitur-fitur terbaik di website atau blognya. Ketersediaan plugin di WordPress memudahkan para pengguna WordPress yang tidak ahli dalam coding.

Plugin adalah cara mudah bagi para pengguna CMS WordPress untuk menambahkan fitur-fitur di website atau blognya.

Anda tidak perlu ahli coding untuk menambahkan satu atau beberapa fitur di blog atau website yang menggunakan WordPress berkat adanya plugin ini. Anda hanya perlu memasang plugin yang dibutuhkan dan mengikuti instruksi yang diberikan oleh pengembang plugin tersebut.

Saat ini WordPress menyediakan setidaknya sekitar 55 ribu plugin. 55 ribu plugin tersebut terbagi menjadi beberapa jenis kategori. Beberapa jenis kategori plugin WordPress yang populer adalah sebagai berikut:

Plugin SEO

Ingin website atau blog Anda menempati peringkat atas di hasil pencarian Google? Agar artikel-artikel yang ditulis bisa muncul di halaman pertama hasil pencarian Google diperlukan berbagai usaha.

Salah satunya adalah dengan mengunduh dan memasang plugin SEO seperti Yoast SEO. Plugin tersebut berfungsi untuk membantu menganalisis artikel yang akan Anda rilis dari segi SEO, apakah artikel tersebut sudah SEO friendly atau belum.

Contoh plugin SEO: All in One SEO Pack, Yoast SEO

Plugin Keamanan

Dunia maya bukan tempat yang aman. Anda perlu melindungi website Anda dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan memasang plugin keamanan untuk menghindari serangan siber yang bisa datang kapan saja.

Contoh plugin keamanan: iThemes Security, Jetpack, dan Wordfence

Plugin Backup

Plugin backup berfungsi untuk mengembalikan data website yang error atau terhapus. Memasang plugin ini merupakan langkah antisipasi jika terjadi error pada website yang menyebabkan data-data di dalamnya terhapus.

Contoh plugin backup: UpdraftPlus dan BackWPUp

Plugin Anti-Spam

Memperoleh banyak komentar di setiap artikel yang Anda rilis tentu menyenangkan. Namun, terkadang tidak jarang kolom komentar dipenuhi komentar-komentar spam. Menjengkelkan bukan?

Oleh karena itu, Anda perlu memasang plugin seperti Akismet agar website atau blog Anda terhindar dari komentar-komentar spam yang mengganggu.

Contoh plugin anti spam: Akismet

Plugin Kecepatan Website

Kecepatan adalah hal vital untuk sebuah website karena bisa berpengaruh pada performa di hasil pencarian Google. Website yang kecepatan loadingnya lebih cepat mempunyai nilai lebih untuk mendapatkan peringkat teratas di hasil pencarian. Oleh karena itu, Anda juga disarankan untuk memasang plugin untuk meningkatkan kecepatan website.

Contoh plugin kecepatan website: W3 Total Cache dan WP Super Cache

Baca Juga: Plugin Wajib WordPress

Plugin Social Media

Mendapatkan trafik dari Google saja tidak cukup. Anda juga perlu trafik yang datang dari media sosial karena kebanyakan orang membagikan artikel melalui platform tersebut. Agar pembaca artikel bisa membagikan artikel Anda dengan mudah, Anda perlu memasang plugin social media.

Dengan menambahkan plugin social media ke WordPress, Anda bisa meningkatkan jumlah share artikel di blog atau website.

Contoh plugin social media: Sassy Share, Social Widget, dll

Kesimpulan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, WordPress memiliki sekitar 55 ribu plugin saat ini dan kemungkinan akan terus bertambah.

Tentu Anda tidak bisa semua plugin tersebut bisa Anda gunakan. Anda perlu memilih plugin sesuai dengan kebutuhan website atau blog Anda. Banyak plugin menyediakan fungsi yang sama sehingga Anda perlu mempertimbangkan fitur apa benar-benar dibutuhkan website atau blog Anda.

Selalu perhatikan terlebih dahulu fungsi apa yang ditawarkan oleh plugin. Kemudian lihat juga rating dan reviewnya. Apakah ratingnya bagus? Apakah pengguna plugin tersebut memberikan review positif?

Anda harus hati-hati dan teliti sebelum memasang sebuah plugin karena dalam beberapa kasus, pemasangan plugin bisa merusak kinerja website atau blog. Oleh karena itu, Anda harus selalu mengecek review terlebih dahulu agar bisa mengetahui pengalaman pemasangan plugin tersebut dari orang lain.

 

2
Ilham Mubarok Ilham loves to write, trying to help people to understand about website, web hosting, and online marketing in the most convenient way.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − 2 =