Categories: User Story

Maskot Galeri: Dari Brosur Tempel, Kini Rambah Pasar Nasional dengan Website

Website akan mempermudah Anda dalam memasarkan bisnis dan meraih kepercayaan konsumen. Belum percaya?

Coba tengok kisah Maskot Galeri. Produsen kostum badut asal Bandung ini berhasil melebarkan pasarnya. Dari yang tadinya hanya melayani konsumen ibukota, sekarang merambah pembeli dari seluruh nusantara.

Penasaran dengan kiprahnya? Yuk, simak di artikel ini!

Berawal dari Bisnis Seorang Diri

Ardian, pemilik Maskot Galeri, sebenarnya bukan pemain baru dalam industri pembuatan kostum badut. Bisnis yang digelutinya telah berlangsung sejak tahun 2000-an. Namun, jangkauan pasarnya hanya di sekitar Jakarta.

“Sebelumnya saya sudah membuat kostum badut, tapi untuk dipakai sendiri. Selain itu juga membuat pesanan teman-teman dari kalangan jasa persewaan badut,” ujar Ardian.

Untung bagi Ardian, situasi pasar berubah di tahun 2008. “Industri pembuatan kostum badut di ibukota sepi karena sudah tidak ada produsen lain, pesanan jadi mulai banyak,” jelas pemilik Maskot Galeri tersebut.

“Saat itulah saya memutuskan untuk fokus di produksi dengan brand Maskot Galeri,” tambahnya.

Baca Juga: Pentingnya Kenali Target Pasar untuk Bisnis Anda!

Berbekal bahan terbaik dan teknologi jahit berkualitas, Ardian berani menjamin produk bikinan Maskot Galeri nyaman digunakan dan tahan lama. Karena inilah, lambat laun, Ardian tidak hanya mendapatkan pesanan kostum badut. Perusahaan-perusahaan mulai melirik usahanya untuk pembuatan  kostum maskot.

Demi menyesuaikan permintaan dari perusahaan, Ardian juga berani berinvestasi ke penggunaan printer beresolusi tinggi. Dengan alat ini, logo perusahaan di maskot-maskot tersebut terlihat jelas. Kelebihan inilah yang juga jadi daya tarik Maskot Galeri.

Dengan perkembangan tersebut, Ardian kini memiliki 20 pegawai tetap. Mereka ini bisa menyelesaikan setidaknya 15 hingga 20 kostum dalam sebulan.

Satu kostum badut karakter dibanderol seharga Rp1-2 juta. Sedangkan kostum maskot, yang biasanya lebih rumit, diberi harga Rp2-3 juta.

Untuk kualitas dan kecepatan sekelas itu, apa yang Ardian dan timnya tawarkan tentu relatif ekonomis. Ketika disinggung soal ini, Ardian mengaku memiliki trik tersendiri.

“Produk yang saya hasilkan lebih murah dari produsen lain karena saya membeli bahan baku langsung dari pabrik dengan jumlah yang banyak. Sedangkan produsen lain, mereka masih membeli bahan secara eceran di pasar.”

Tak heran banyak konsumen mempercayakan kebutuhan mereka pada Maskot Galeri instansi pemerintahan pun juga termasuk. Mulai dari Polri, KPK, hingga KPU. Bahkan, Maskot Galeri sempat mendapatkan kehormatan untuk memproduksi maskot SEA Games yang diselenggarakan di Jakarta tahun 2011 lalu.

Baca Juga: Customer Value: Pengertian, Faktor, dan Cara Mengukurnya

Dari Brosur Tempel Menjadi Website

Tak ada yang menyangka, kesuksesan Ardian  mengembangkan bisnis dan menjangkau klien-klien besar, dimulai dari hal yang sederhana.

“Pemasaran awal yang dulu saya lakukan adalah memasang plang di pohon atau menempelkan brosur di tiang listrik,” kenang pria tersebut.

Meskipun membutuhkan kerja keras sendirian, cara tersebut bisa menghemat biaya pemasaran yang cekak. Sayangnya, cara itu tak bisa terus-terus Ardian lakukan.. “Iklan saya ditutup iklan sedot WC,” jelasnya  disusul gelak tawa.

Tidak berselang lama, Ardian meninggalkan brosur tempel dan beralih ke surat kabar untuk mempromosikan Maskot Galeri.

Baru di tahun 2009, Ardian memutuskan untuk memasarkan Maskot Galeri dengan website. Cara ini tergolong out of the box untuk bisnis kecil pada saat itu, apalagi untuk sekelas jasa pembuatan kostum badut.

“Media iklan di jalanan dan media cetak sudah mulai banyak persaingan. Waktu itu ada teman lama yang menawarkan untuk membuatkan website untuk usaha saya. Sejak saat itu, saya jasa pembuatan kostum badut pertama yang muncul di Internet,” klaim Ardian ketika mengungkapkan alasannya menggunakan website.

Bolak-Balik Ganti Hosting Website

Setelah beralih ke pemasaran via website, bukan berarti Ardian tidak mengalami hambatan. Di awal-awal, dirinya masih sangat asing dengan dunia teknologi. Mau tak mau, ia perlu belajar cara mengelola website di sela-sela kesibukannya mengembangkan bisnis.

Dengan pengetahuan yang masih terbatas, di kala itu, tidak jarang ia perlu bantuan customer service dari penyedia hosting yang digunakan.

Sayang seribu sayang, tidak semua perusahaan web hosting memberikan pelayanan yang berkualitas. Tidak jarang Ardian dihadapkan dengan customer service yang tidak sabar melayaninya.

Ketika masalahnya tidak dapat ditangani oleh customer service, Ardian terpaksa harus mencari penyedia hosting lain. Buruknya lagi, ini tidak hanya terjadi satu kali.

“Sejak 2009, mungkin sudah ada lebih dari 10 hosting yang saya pakai,” ujar Ardian. Terakhir, ia mempercayakan website Maskot Galeri ke layanan Niagahoster.

“Niagahoster menjadi pilihan saya karena customer service-nya yang sangat sabar. Ketika ada masalah, saya dibantu hingga tuntas. Artikel blognya pun komplit dan informatif. Saya jadi belajar pengelolaan website dan marketing dari situ,” jelas Ardian.

Ketika ditanya soal jenis hosting apa yang digunakan setelah pindah ke Niagahoster, Ardian menjawab: “Sejak 2018 pakai paket Unlimited Hosting.”

Unlimited Hosting merupakan jenis layanan hosting paling terjangkau yang ditawarkan Niagahoster. Bagi yang ingin mencoba layanan Niagahoster untuk pertama kali, ini adalah opsi yang baik.

Terlebih, Unlimited Hosting bersifat managed. Dengan kata lain, pengelolaan server ditangani oleh Niagahoster. Ardian pun jadi bisa lebih fokus untuk menangani website dan bisnisnya.

Apalagi, semua paket Unlimited Hosting kecuali paket Bayi menawarkan resource yang tidak terbatas. Itu artinya, Ardian mendapatkan kapasitas penyimpanan, bandwidth, database, dan fitur lain secara bebas.

Akan tetapi, semua pengguna dalam satu server Unlimited Hosting harus berbagi resource. Inilah yang membatasi performa layanan tersebut. Tidak hanya itu, penggunaan resource yang melebihi batas wajar akan mempengaruhi performa website lain dalam satu server.

Padahal, website Maskot Galeri penuh konten gambar. Jumlah pengunjung juga semakin bertambah. Unlimited hosting akhirnya tidak mampu memberikan kinerja yang baik bagi website tersebut.

“Website saya tidak dapat diakses. Ada beberapa konsumen yang mengeluh tidak bisa melihat foto-foto badut yang pernah saya buat. Akhirnya tidak jadi memesan,” kata Ardian saat menjelaskan dampaknya.

Baca Juga: Website Lambat? Pahami Sebab & Solusinya Agar Bisnis Selamat!

Saat mengeluhkan masalah itu, Ardian direkomendasikan oleh Customer Success Niagahoster untuk beralih ke Cloud Hosting.

Saran ini bukan tanpa alasan. Cloud hosting menawarkan resource yang lebih besar dan terdedikasi untuk satu pengguna.

Selain itu, data website pengguna Cloud Hosting disimpan di dalam beberapa server. Ketika ada server yang mengalami masalah, server lain dapat digunakan untuk menjalankan website. Dengan demikian, kemungkinan downtime sangatlah kecil.

Buktinya, Ardian belum menemukan kasus loading lambat maupun down pada websitenya hingga saat ini.

“Dengan Cloud Hosting, sekarang website saya lebih cepat proses loading nya dan belum pernah down,” ungkapnya.

Meskipun Cloud Hosting lebih mumpuni dari segi resource, kemudahan penggunaannya tidak berbeda dari Unlimited Hosting. Pengelolaan server tetap dilakukan oleh Niagahoster.

Oleh karena itu, Ardian tidak perlu lagi khawatir dengan performa websitenya. Ia jadi lebih leluasa untuk memperluas pemasaran bisnisnya di internet dengan SEO atau search engine optimization.

Baca Juga: Shared Hosting vs Cloud Hosting: Mana yang Lebih Baik?

Kenapa Bersikeras Pakai Website?

Sudah sejak tahun 2009, Ardian memasarkan Maskot Galeri melalui website. Dari website pula Maskot Galeri  berkembang dan mendapatkan klien-klien besar. Hal ini bukan sekadar kebetulan,  adanya website memang memiliki peran khusus yang bermanfaat bagi Maskot Galeri, seperti:

Menjadi Sumber Informasi Utama Bisnis

Website sebenarnya bukan satu-satunya kanal online yang digunakan Ardian untuk mempromosikan Maskot Galeri. Bisnisnya juga hadir di Twitter, Facebook, Instagram, bahkan YouTube.

Namun, ia tetap mempertahankan websitenya. Pasalnya, kini website bisnis sudah menjadi hal yang diharapkan oleh konsumen.

Saat ini, 55% pengguna internet cenderung melakukan riset secara online sebelum membeli. Oleh karenanya, website perusahaan adalah tempat utama konsumen mencari informasi selain di media sosial.

Lebih Leluasa untuk Beriklan

Ardian juga melihat bahwa website lebih memudahkannya untuk mengatur informasi yang ingin ditampilkan. Dibandingkan dengan media sosial, ia dapat menentukan tata letak teks, gambar, dan elemen visual lainnya.

Contohnya dapat dilihat di website Maskot Galeri. Ardian membuat halaman tersendiri yang menjelaskan cara pemesanan kostum.

Informasi ini juga ia sertakan di akun Instagram Maskot Galeri. Namun, calon konsumen harus mengklik satu per satu gambar untuk dapat membaca informasinya. Tentunya, ini kurang praktis.

Di samping itu, Ardian dapat menampilkan berbagai informasi penting di halaman utama atau beranda website. Ini memudahkan konsumen untuk mengetahui hal-hal penting mengenai bisnisnya. Misalnya informasi tentang harga, lama pengerjaan, dan pengiriman kostum di bawah ini.

Tidak mustahil bagi Ardian untuk menampilkan semua informasi tadi di media sosial. Namun, meletakkan semuanya di satu tempat yang mudah dicari calon konsumen tidak semudah ketika dilakukan di website.

Bisnis Makin Terkenal dan Dipercaya

Ardian sadar bahwa Maskot Galeri tidak akan mudah terkenal jika ia hanya menggunakan media sosial. Agar usahanya lebih mudah ditemukan, ia harus mengusahakan agar website Maskot Galeri muncul di Google. Ardian menyiasati ini dengan menerapkan prinsip-prinsip SEO.

Hasilnya memang tidak instan. Namun, jerih payah Ardian terbayar dengan munculnya website Maskot Galeri di halaman pertama Google. Meskipun belum di letak paling atas, Ardian optimis websitenya akan menempati posisi tersebut.

Hingga sekarang, Ardian membuktikan bahwa usaha tersebut membuat Maskot Galeri semakin terkenal dan diakui. “Perusahaan besar lebih percaya untuk menyerahkan pembuatan kostum maskotnya kepada kami,” ujarnya.

Kapan Saatnya Beralih ke Cloud Hosting?

Barangkali, website Anda lambat atau tidak dapat diakses seperti Maskot Galeri. Tetapi, mungkin Anda tidak yakin harus beralih ke Cloud Hosting. Lalu, kapan saat yang tepat untuk upgrade ke Cloud Hosting? Simak kriteria-kriteria yang ada di infografik berikut ini:

Gunakan Cloud Hosting Niagahoster Agar Website Lancar Seperti Maskot Galeri!

Belajar dari pengalaman Maskot Galeri, website bisnis memerlukan layanan hosting yang tahan banting dan mampu menampung banyak pengunjung. Jangan sampai website menjadi lambat dan tidak dapat diakses.

Seperti yang telah dibuktikan Maskot Galeri, Anda dapat mempercayai kualitas layanan Cloud Hosting Niagahoster. Biayanya pun terjangkau. Dari Rp150.000 per bulan, manfaat yang dirasakan website Maskot Galeri sudah bisa Anda dapatkan.

Masing-masing paket Cloud Hosting di atas juga dilengkapi dengan fitur yang sama, yaitu:

  • LiteSpeed web server yang memastikan website Anda selalu cepat.
  • WP accelerator, fitur eksklusif untuk meningkatkan kecepatan website WordPress dengan sekali klik.
  • LiteSpeed Memcached untuk meringankan beban pada server.
  • WordPress Management untuk memudahkan pengelolaan website WordPress.
  • Imunify 360 dan SSL gratis agar website aman.
  • Backup otomatis setiap hari yang dapat Anda restore kapan saja.

Selain itu, Anda tidak perlu memindahkan website ke Cloud Hosting sendiri. Tinggal hubungi Customer Success kami kapan saja dan Anda akan dibantu dalam prosesnya.

Jadi, jangan tunggu hingga website bisnis Anda tidak mampu menampung calon konsumen! Pilih paket Cloud Hosting Anda segera!

Aldwin Nayoan

Aldwin is a content writer at Niagahoster. Specializing in web hosting and WordPress, he is eager to help people uplevel their business on the internet. Apart from being a tech junkie, Aldwin likes fiction and photography.

Share
Published by
Aldwin Nayoan
Tags: user story

Recent Posts

Faktor Apa Saja yang Mempengaruhi Google Ranking? (Edisi 2021)

Tahukah Anda bahwa ada lebih dari 200 faktor yang mempengaruhi peringkat website di Google? Itulah kenapa persaingan di halaman pertama…

17 hours ago

Ingin Website dengan Akses Tercepat? Pilih Niagahoster! Ini Buktinya..

Apa persamaan pemilik website dan pembalap? Keduanya sama-sama menganggap penting hitungan detik.  Jika pembalap memanfaatkan selisih detik untuk memenangkan pertandingan,…

2 days ago

Redirect PHP: Cara Membuat Redirect dengan Aman dan Mudah

Ketika mengelola website, redirect PHP kadang diperlukan. Tujuannya agar pengunjung dapat dialihkan dari suatu halaman ke halaman lainnya sesuai kebutuhan. …

3 days ago

14+ Ide Konten TikTok untuk Promosi Bisnis

Ide konten TikTok check~ Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana orang-orang bisa membuat konten TikTok yang menarik? Dance viral, voiceover, duet with…

4 days ago

Customer Success Agent: Layani Pelanggan Sepenuh Hati Walau Diterpa Pandemi

Sejak munculnya COVID-19, hampir semua lini pekerjaan menghadapi tantangan. Terutama setelah adanya anjuran untuk bekerja dari rumah. Ada yang mampu…

5 days ago

13+ CMS Laravel Terbaik Untuk Developer!

Laravel merupakan salah satu framework PHP yang populer. Dengan framework ini pekerjaan developer dalam mengembangkan website jadi lebih mudah. Bahkan,…

5 days ago