Imas Indra A detail-oriented and innovative writer. She developed her creative talent and expertise after years of practice in journalism, academic research, essay writing, and blogging. Currently in Niagahoster, she boosted more people to #BuildSuccessOnline using SEO and content marketing strategies. When it comes to writing, her goal is to make complex topics enjoyable.

7 Tips Kerja Remote yang Lebih Produktif dan Menyenangkan

6 min read

tips kerja remote

Kerja remote adalah sistem kerja yang tak mewajibkan pegawai datang ke kantor. Sebagai gantinya, pegawai dibebaskan untuk bekerja di manapun mereka mau. Entah itu kerja dari rumah, cafe, co-working space, perpustakaan, ataupun tempat lainnya.

Bekerja secara remote semakin menjadi tren. Mulai banyak startup dan perusahaan yang menawarkan opsi kerja remote ke pegawainya. Bahkan, survei menunjukkan sebanyak 34 persen orang di Indonesia sudah bekerja secara remote.

Meski mulai jamak dilakukan, kerja remote boleh dibilang sebagai berkah sekaligus kutukan. Ia jadi berkah ketika Anda dapat bekerja secara produktif. Tanpa perlu repot berdandan, menghabiskan waktu di jalan, ataupun mengeluarkan uang untuk makan.

Namun, kerja remote malah jadi kutukan ketika Anda tak pintar mengelola waktu. Salah-salah, Anda kebablasan bekerja tanpa mengenal waktu alias lembur. Kalau sudah begitu kasusnya, Anda pasti kelelahan dan rawan stres.

kerja remote meme

Supaya bekerja secara remote tak jadi kutukan buat Anda, kami akan bagikan tips kerja remote supaya lebih efektif dan produktif. Tips yang kami akan bahas awalnya memang sengaja ditujukan untuk developer. Tapi, pada praktiknya, Anda boleh improvisasi agar sesuai dengan posisi kerja Anda.

Tips Kerja Remote Khusus untuk Developer

Banyak orang mencoba berbagai tips kerja remote. Cuma kami rasa, sebagian besar tips itu klise. Tips semacam “buat rutinitas sendiri” atau “ketahui jam produktif Anda “ takkan langsung membuat kerja remote jadi produktif.

Makanya, di sini kami coba berbagi tips kerja remote yang lebih praktikal. Setiap tips di bawah bisa Anda langsung terapkan dan rasakan manfaatnya. Tanpa berlama-lama, mari kupas satu per satu cara kerja remote yang produktif.

1. Siapkan tempat kerja yang nyaman

Tempat kerja adalah hal yang tak boleh Anda remehkan ketika memutuskan bekerja secara remote. Percayalah, di mana Anda bekerja betul-betul punya pengaruh besar ke produktivitas dan efektivitas kerja Anda.

Satu tempat yang pas bisa membuat Anda keasyikan bekerja. Satu per satu tugas bisa cepat diselesaikan. Pun, masih ada waktu untuk bersantai dan melakukan hal lain. Sebaliknya, tempat yang zonk takkan menyumbang apa-apa ke Anda. Boro-boro tugas selesai, mungkin Anda justru kehabisan energi untuk sekadar berkonsentrasi.

kerja remote meme

Makanya, tempat kerja yang nyaman tak boleh ditawar. Beberapa hal di bawah ini mungkin akan membantu Anda bekerja dengan nyaman, sigap, dan senang.

  • Tempat yang tenang dan kondusif. Hal macam ini memudahkan Anda untuk fokus bekerja. Jika Anda bekerja di rumah dan tinggal bersama keluarga, pastikan Anda punya ruang kerja khusus agar tidak diganggu. 
  • Meja dan kursi kerja yang ergonomis. Kedua hal ini mendukung Anda supaya lebih nyaman dan betah bekerja. Di samping itu, meja dan kursi ergonomis juga menghindarkan Anda dari cedera dan kecapekan.
  • Headset atau earphone. Piranti ini tak cuma berfungsi untuk mendengarkan lagu ketika bosan atau butuh fokus. Headset, utamanya, sangat berguna ketika Anda perlu melakukan conference call atau video call

Baca juga: 10 Skill Yang Harus Dimiliki Front End Developer

  • Koneksi internet yang cepat dan stabil. Komunikasi dengan tim tak boleh terganggu karena lambatnya koneksi internet. Pastikan Anda bekerja di tempat yang koneksi internetnya lancar jaya. Jika perlu, siapkan modem dan koneksi internet sendiri untuk berjaga-jaga.
  • Aplikasi chat dan video conference. Selalu siapkan aplikasi chat dan video conference. Jika sewaktu-waktu dibutuhkan, Anda tak perlu panik membukanya.
  • Botol air minum. Selalu siapkan botol air minum ukuran besar di meja Anda. Dengan begini, Anda selalu ingat minum agar tak dehidrasi. Di samping itu, Anda mengurangi waktu bolak-balik ambil minum yang bisa mengganggu fokus.

Meski terdengar remeh, masih banyak orang yang tak memperhatikan tempat ketika bekerja secara remote. Apalagi orang-orang yang memutuskan bekerja dari rumah. Mereka umumnya masih suka bekerja di sofa atau malah di kasur.

Jika Anda salah satunya, coba gunakan checklist di atas untuk memastikan tempat kerja Anda nyaman. Lalu, coba bandingkan mana yang lebih produktif: bekerja di kasur/sofa atau bekerja di lingkungan yang lebih terkontrol?

2. Siapkan software penting

Setelah punya tempat kerja yang nyaman, jangan lupa untuk siapkan alat dan software penting untuk bekerja. Berikut adalah software yang akan membantu Anda menjawab tantangan kerja remote.

  • Aplikasi task management atau to-do-list. App semacam Quire atau Trello membantu Anda mendaftar apa saja tugas yang harus dikerjaan. Selain itu, app juga membantu setiap orang dalam tim melihat progres pekerjaan masing-masing.
  • Aplikasi konversi waktu. Jika Anda punya klien dari luar negeri atau bekerja dengan tim global, app semacam ini tentu saja penting. Dengannya, Anda bisa dengan mudah menyesuaikan waktu ketika perlu melakukan conference call. Jika ingin praktis, Anda tinggal kunjungi website seperti The Time Zone Converter.
  • Aplikasi chatting. Aplikasi chatting khusus membantu Anda berkomunikasi dengan tim. Anda bisa pakai Slack, Telegram, WhatsApp, ataupun fitur chat di Skype.
  • Aplikasi kerja khusus developer. Sebagai developer, Anda tentu butuh software khusus untuk mendukung kerja Anda. Misalnya saja Git. Dengan Git, Anda bisa memeriksa code dan mengerjakannya bersama-sama dengan lebih mudah.

Jika Anda bekerja remote dalam sebuah tim, pastikan setiap anggota menggunakan software yang sama. Dengan begitu, alur kerja dalam tim menjadi lebih efektif. Selain itu, software yang sama akan memudahkan Anda dalam berkoordinasi dan membuat laporan.

3. Buat alur kerja yang jelas

Sehabis menyiapkan semua software yang dibutuhkan, Anda tetap perlu mendesain alur kerja. Ingat! Software itu cuma alat. Bagaimana cara Anda menggunakan software itulah yang penting. Makanya, alur kerja yang jelas itu wajib dibuat.

Setiap macam pekerjaan tentu punya alur kerjanya masing-masing. Hanya saja, untuk memudahkan, Anda bisa pakai tiga patokan sederhana di bawah ini:

  • Apa yang sedang dikerjakan?
  • Apa yang akan dikerjakan selanjutnya?
  • Apa hasil yang diharapkan dari tugas ini?

Anda dan setiap orang dalam tim wajib tahu apa yang sedang dikerjakan. Ini penting supaya masing-masing bisa saling mengecek progres. Semisal ada bottleneck atau problem, ketua tim bisa dengan mudah merunutnya.

Apa yang dikerjakan selanjutnya juga penting diketahui. Dengan begitu, Anda bisa merencanakan tugas mana saja yang ingin diambil. Anda dapat berdiskusi lebih dulu ketika ingin mengambil tugas atau membutuhkan bantuan dari teman satu tim.

Baca juga: 15+ Bahasa Pemrograman yang Wajib Dipelajari Developer

Selain kedua hal itu, tiap anggota tim juga wajib tahu output dari tugasnya. Hanya dengan cara itulah, setiap pekerja remote bekerja dengan orientasi pada hasil. Sesuatu yang menjaga anggota tim untuk terus produktif. 

kerja remote meme

Supaya alur kerja menjadi lebih jelas, Anda bisa pakai salah satu dari tools di bawah. Tools yang kami sarankan memang diperuntukkan bagi developer, tapi Anda bisa sesuaikan juga untuk kebutuhan tim Anda:

  • Planscope.iodapat dipakai untuk memantau progres proyek, memeriksa bug pada software, dan sekaligus mengirim notifikasi progres proyek ke sesama developer maupun klien. Tool satu ini cocok dipakai untuk tim kecil berisi 1-4 developer.
  • Pivotal Trackertool bug tracker yang untuk Anda mengadopsi Agile methodology. Sesuai untuk mengembangkan software dalam jangka waktu tahunan.
  • FlowDocksemacam aplikasi chat dengan berbagai fitur tambahan. Tool satu ini memudahkan Anda berkomunikasi, memantau progres kerja, membuat grup untuk topik bahasan tertentu. Semuanya dilakukan tanpa meninggalkan kesan aplikasi chatting yang luwes.
  • Basecamptool lengkap berisi to-do-lists, papan pengumuman, jadwal, arsip dokumen dan aset, group chat, dan pesan personal.

Lewat bantuan tools di atas, Anda akan memiliki alur kerja yang lebih jelas. Hasil kerja juga jadi tak mengawang-awang.

4. Buat jadwal rutin untuk laporan

Di titik ini, Anda seharusnya sudah bisa bekerja dengan lancar. Cuma kalau Anda bekerja dalam tim, ada beberapa hal yang perlu diterapkan. Salah satunya menyediakan satu waktu khusus untuk laporan secara rutin.

Lewat laporan rutin, masing-masing anggota tim bisa saling berdiskusi. Selain menjadikan hubungan antarpegawai lebih dekat, laporan macam ini bisa jadi ajang untuk mengurai masalah dan memperbaiki alur kerja.

Soal seberapa sering laporan macam ini diagendakan, itu tergantung jumlah anggota tim dan beban kerjanya. Dalam kasus developer, makin sedikit anggota tim justru makin sedikit jumlah laporan yang diperlukan. Sebab, memantau tugas tiap anggota masih mudah dan mungkin dilakukan.

developer meme

Sebaliknya, di tim besar laporan harus sering-sering dilakukan. Hal ini untuk menghindari ada orang mengerjakan tugas yang sama, membuat perubahan yang tidak kompatibel dengan keseluruhan code, ataupun hal lain yang membuat pekerjaan tidak efisien.

Sebagai contoh, Anda bisa terapkan dua kali pelaporan singkat (standup meeting) untuk tim developer berisi 1-3 orang. Untuk tim berisi lebih dari empat developer, jadikan pelaporan singkat sebagai agenda harian.

5. Jadwalkan online meeting secara berkala

Ketika Anda bekerja secara remote dengan tim, output bukan satu-satunya hal yang dikejar. Bagaimanapun juga, rasa memiliki dan kerja sama tim juga diperlukan. Karenanya, harus ada waktu khusus untuk online meeting secara berkala. 

Baca juga: 9+ Framework PHP Terbaik untuk Developer

Di sini, Anda dan tim bebas membahas apa saja. Namun, kalau bisa, pakai waktu ini untuk berdiskusi dan berbagi pengetahuan baru seputar posisi yang digeluti. Hal-hal lain seperti manajemen tugas, skill atau kursus tambahan, serta tren industri juga dapat dibahas.

Dengan cara ini, Anda bisa membangun kedekatan dan komunikasi di dalam tim. Selain itu, cara ini bisa dipakai untuk memastikan masing-masing anggota tim punya pandangan yang sama soal tujuan perusahaan dan cara mencapainya.

6. Sering-sering respons percakapan via chat

remote work meme

Ketika bekerja dari rumah, cuma Anda yang tahu kalau Anda sedang bekerja. Teman-teman di kantor tak tahu. Mereka tak bisa melihat, melongok meja kerja, ataupun berbasa-basi sambil membuat segelas kopi.

Karenanya, Anda perlu beri tahu kalau Anda sedang bekerja. Dengan begitu, rekan kerja paham kapan harus menghubungi Anda. Mereka juga tak merasa segan semisal ingin meminta waktu untuk berdiskusi. Di sisi lain, hal ini juga membantu Anda agar nampak berkomitmen dan bertanggung jawab pada tugas meski bekerja secara remote.

Memberi tahu kalau Anda sedang bekerja tak sesusah yang dibayangkan. Anda tinggal log in ke aplikasi chat kantor dan atur status ke online. Dengan begitu, anggota tim dapat langsung tahu kalau Anda sedang bekerja.

Cara lainnya ialah sering-sering merespons percakapan di chat. Jika diperlukan, Anda tentu bisa sekalian berdiskusi dan melaporkan progres pekerjaan via chat. Namun, di kasus lain, Anda juga dapat merespons dengan kata-kata singkat atau emoticon saja.

7. Tinggalkan pesan

Ketika kerja remote, teman setim berhak tahu kapan Anda sedang bekerja dan kapan tidak. Lewat info inilah mereka tahu kapan perlu menghubungi Anda.

Makanya selain sering-sering merespons supaya nampak bekerja, Anda juga wajib beri tahu mereka ketika tidak sedang bekerja atau semisal tak ingin diganggu. Dengan begitu, bukan cuma teman kerja saja yang mudah mengontak Anda. Anda sendiri juga yang memutuskan ritme kerja: kapan perlu mengerjakan tugas dan kapan perlu merespons pesan dari teman.

Baca juga: Ingin Tau Cara Menjadi Web Developer? Yuk Simak Tipsnya!

Untuk itu, Anda dapat tinggalkan pesan lewat status. Contohnya saja pesan seperti “Be back in 1 hour / istirahat 1 jam” dapat ditulis ketika perlu waktu rehat. Tinggalkan pesan “sedang meeting” supaya orang tak bertanya-tanya kenapa Anda online tapi tak lekas membalas pesan. Anda juga bisa tulis pesan semisal sudah selesai bekerja seperti “sampai jumpa besok / online lagi pagi” supaya tak diganggu ketika sedang istirahat. 

Apapun bentuk pesannya, setidaknya Anda tetap perlu memberi tahu dua hal. Pertama, kapan waktu Anda bekerja. Kedua, apakah Anda bersedia dihubungi ketika sedang bekerja.

Siap Kerja Remote yang Lebih Produktif dan Menyenangkan?

Kerja remote memang menyenangkan. Anda tak perlu bangun pagi-pagi, bersiap-siap, menyusuri jalanan macet, dan tiba di kantor kelelahan. Bekerja secara remote memberi kesempatan Anda untuk tetap produktif sambil mempertahankan work – life balance.

Namun, kalau Anda salah strategi, kerja remote bisa jadi sebuah bencana. Alih-alih kerja fleksibel, Anda malah kebablasan bekerja terus sepanjang waktu. Kebanyakan kerja lama-lama Anda bisa kena tipes. Hayoloh~

Karena itu, di artikel ini kami berusaha berbagi tips supaya kerja remote jadi lebih efektif. Tak seperti tips lain yang klise, di sini kami coba untuk menghadirkan tips yang mudah diterapkan. Dengan begitu, Anda langsung merasakan juga manfaatnya.

Jadi, bagaimana? Siapkan kerja remote yang lebih produktif?

Kalau Anda butuh insight menarik seputar tren teknologi, bisnis, dan website development, jangan lupa untuk subscribe blog Niagahoster. Tiap harinya, kami menerbitkan artikel terbaru yang tak boleh Anda lewatkan.

2
Imas Indra A detail-oriented and innovative writer. She developed her creative talent and expertise after years of practice in journalism, academic research, essay writing, and blogging. Currently in Niagahoster, she boosted more people to #BuildSuccessOnline using SEO and content marketing strategies. When it comes to writing, her goal is to make complex topics enjoyable.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − 14 =

[{"code":""
[{"code":""
"label":"Coba Lagi"
"label":"Coba Lagi"
"win":false}
"win":false}
{"code":"HOSTING50"
{"code":"HOSTING50"
"label":"Extra Diskon 50rb "
"label":"Extra Diskon 50rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":"HOSTING20"
{"code":"HOSTING20"
"label":"Extra Diskon 20rb "
"label":"Extra Diskon 20rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":"HOSTING100"
{"code":"HOSTING100"
"label":"Extra Diskon 100rb "
"label":"Extra Diskon 100rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":""
{"code":""
"label":"Belum Beruntung"
"label":"Belum Beruntung"
"win":false}
"win":false}
{"code":"HOSTING20"
{"code":"HOSTING20"
"label":"Extra Diskon 20rb "
"label":"Extra Diskon 20rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":""
{"code":""
"label":"Coba Lagi"
"label":"Coba Lagi"
"win":false}
"win":false}
{"code":"HOSTING50"
{"code":"HOSTING50"
"label":"Extra Diskon 50rb "
"label":"Extra Diskon 50rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":"HOSTING20"
{"code":"HOSTING20"
"label":"Extra Diskon 20rb "
"label":"Extra Diskon 20rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":"FREESHIPPING"
{"code":"FREESHIPPING"
"label":"Coba Lagi"
"label":"Coba Lagi"
"win":false}
"win":false}
{"code":""
{"code":""
"label":"Sedikit Lagi! "
"label":"Sedikit Lagi! "
"win":false}
"win":false}
{"code":"HOSTING50"
{"code":"HOSTING50"
"label":"Extra Diskon 50rb "
"label":"Extra Diskon 50rb "
"win":true}]
"win":true}]