Aldwin Nayoan Aldwin is a content writer at Niagahoster. Specializing in web hosting and WordPress, he is eager to help people uplevel their business on the internet. Apart from being a tech junkie, Aldwin likes fiction and photography.

Cara Melakukan Personalized Marketing untuk Mendongkrak Penjualan

4 min read

cara menerapkan referral marketing untuk bisnis online

Anda sudah menjajal berbagai strategi digital marketing, tetapi target penjualan belum tercapai? Bisa jadi karena Anda belum menerapkan personalized marketing sebagai upaya pemasaran.

Melalui pendekatan pemasaran dengan personalisasi, konsumen Anda akan merasa dimengerti, sehingga lebih mudah untuk Anda dorong melakukan transaksi.

Jika Anda tertarik mencoba strategi marketing ini, artikel berikut ini adalah tempat yang tepat untuk Anda kunjungi. Di sini, Anda akan belajar mengapa personalized marketing itu penting dan bagaimana cara melakukan personalized marketing.

Yuk, simak penjelasan selengkapnya sampai selesai!

Apa Itu Personalized Marketing?

Personalized marketing adalah upaya untuk memberikan konten pemasaran yang sesuai dengan target konsumen Anda. Tujuannya, agar Anda bisa membangun komunikasi secara personal dengan konsumen dengan pesan yang relevan dengan kebutuhan mereka. 

Melalui cara pemasaran tersebut, Anda akan lebih mudah mendorong konsumen untuk tidak hanya melakukan transaksi, tetapi juga menjadi pelanggan tetap.

Cara melakukan personalized marketing adalah dengan menggunakan tools analytics untuk mengumpulkan data yang menggambarkan karakteristik konsumen. Contoh datanya termasuk minat, lokasi, dan produk brand Anda yang konsumen beli. 

Data itu kemudian bisa Anda manfaatkan untuk membuat kategori atau segmen konsumen. Dengan begitu, Anda dapat merencanakan email newsletter, iklan, dan konten lain berisi penawaran yang tepat untuk masing-masing segmen.

Contoh personalized marketing adalah mengirimkan email untuk merekomendasikan beberapa produk yang berkaitan dengan barang yang baru saja konsumen beli di toko online Anda. Misalnya, kaos kaki limited edition untuk konsumen yang membeli sepatu tertentu.

Langkah tersebut selain mendorong pembeli untuk bersedia bertransaksi lagi, juga akan memberikan kesan bahwa Anda memahami kebutuhan konsumen.

Tentunya, tujuan personalisasi dalam pemasaran tidak hanya itu. Mari simak tujuan personalized marketing lainnya di bawah ini. 

Baca Juga: Email Marketing

Apa Tujuan Personalized Marketing?

Personalized marketing memiliki beberapa tujuan, yaitu:

1. Mengoptimalkan Pengalaman Konsumen

Memenangkan hati konsumen adalah hal penting dalam bisnis. Jika pembeli percaya pada Anda, ia tak akan segan untuk bertransaksi dengan Anda.

Nah, tujuan personalized marketing di antaranya adalah membangun rasa percaya tersebut. Caranya, dengan memaksimalkan pengalaman konsumen melalui konten pemasaran yang sesuai dengan kebutuhannya.

Dampak personalisasi berkebalikan dengan upaya pemasaran tradisional yang umumnya tidak memperhitungkan target audiens.

Misalnya, Anda pergi ke sebuah toko swalayan dan seorang pramuniaga menghampiri untuk mempromosikan produk yang tidak Anda butuhkan. Tentunya, pengalaman Anda sebagai konsumen kurang menyenangkan, bukan?

Baca Juga: Online Marketing

2. Menghasilkan Pelanggan Tetap

Biaya untuk mendapatkan pelanggan baru lima kali lebih mahal dibandingkan biaya untuk mempertahan pelanggan yang sudah ada. Karena itu, meningkatkan loyalitas konsumen terhadap bisnis adalah cara tepat untuk menghemat anggaran pemasaran Anda.

Salah satu strategi untuk mendapatkan loyalitas pelanggan adalah dengan cara melakukan personalized marketing. Sebab, banyak konsumen menyukai brand yang mengenali kebutuhan mereka.

Nah, upaya personalisasi pemasaran akan menunjukkan kepada konsumen bahwa Anda mengetahui apa yang konsumen butuhkan. 

Baca Juga: Ingin Mempertahankan Pelanggan? 11+ Langkah Ini WAJIB Anda Lakukan

3. Meningkatkan Pendapatan Bisnis Anda

Selama Anda mampu memberikan pengalaman konsumen yang baik lewat personalized marketing, pemasukan bisnis Anda bisa meningkat. 

Sebab, penelitian menunjukkan bahwa 80% konsumen lebih tertarik untuk membeli dari brand yang menerapkan personalisasi di upaya pemasarannya.

Oleh karena itu, return on investment atau keuntungan Anda juga akan lebih banyak dibandingkan jika Anda menjalankan strategi pemasaran secara tradisional.

Pun demikian, strategi pemasaran tersebut harus diikuti dengan kualitas produk yang selalu terjaga, ya.

Cara Melakukan Personalized Marketing

Ini dia langkah-langkah untuk melakukan upaya personalisasi pemasaran:

1. Siapkan Tools yang Anda Butuhkan

Untuk menerapkan personalized marketing, Anda memerlukan tools yang mendukung tujuan Anda memahami konsumen. Salah satunya adalah tracking pixels yang Anda sematkan di halaman website, email, banner iklan, dan sarana pemasaran lainnya.

Tracking pixels berfungsi untuk menyampaikan data interaksi konsumen dengan berbagai sarana pemasaran Anda. Misalnya, halaman produk apa saja yang dikunjungi oleh konsumen.

Untuk memeriksa data itu, Anda perlu menghubungkan tracking pixels dengan tools analytics.

Selain itu, Anda perlu menggunakan tools customer relationship management (CRM) untuk memasang formulir kontak di website Anda. Tujuannya, untuk mendapatkan alamat email konsumen. Nantinya, Anda memanfaatkan alamat-alamat email yang didapatkan untuk mengirimkan newsletter atau promosi kepada pelanggan.

Baca Juga: Cara Menggunakan Google Analytics

2. Kumpulkan Data Konsumen

Setelah menyiapkan tools yang Anda butuhkan, cara melakukan personalized marketing selanjutnya tentu mengumpulkan data konsumen.

Namun, Anda perlu menginformasikan kepada konsumen bahwa Anda membutuhkan data tersebut demi meningkatkan pelayanan kepada mereka. Jelaskan data apa saja yang Anda kumpulkan, cara Anda melakukannya, dan bagaimana data tersebut Anda gunakan.

Informasi tersebut penting bagi konsumen. Sebab, meski banyak pelanggan lebih tertarik dengan brand yang menerapkan personalisasi, belum tentu semuanya setuju untuk memberikan data pribadi mereka.

Oleh karena itu, Anda juga perlu memberikan konsumen pilihan untuk tidak berpartisipasi dalam upaya personalisasi Anda. Contohnya, dengan menampilkan opsi tidak setuju dengan pencatatan data saat konsumen mengakses website Anda.

3. Lakukan Segmentasi Konsumen

Setelah mendapatkan data, Anda perlu membagi para konsumen Anda ke dalam beberapa segmen atau kategori sesuai tujuan yang ingin dicapai.

Misalnya, jika ingin memberikan rekomendasi produk yang tepat untuk pelanggan, Anda bisa melakukan segmentasi berdasarkan daftar transaksi. Dengan begitu, produk Anda semakin laris karena Anda memberikan produk yang pelanggan butuhkan.

Contoh personalized marketing lainnya adalah segmentasi berdasarkan posisi konsumen dalam sales funnel. Ini adalah konsep yang menggambarkan tahapan interaksi konsumen dengan brand Anda.

Secara umum, sales funnel terdiri dari empat tahap, yaitu awareness, interest, decision, dan action. Segmentasi berdasarkan sales funnel memastikan bahwa konsumen mendapatkan pesan pemasaran yang tepat. 

Misalnya, email promosi produk belum tentu cocok untuk konsumen yang baru saja mengenal brand Anda. Lebih tepatnya, Anda memberikan pesan selamat datang dan edukasi tentang produk yang Anda tawarkan.

4. Tentukan Sarana Pemasaran

Digital marketing menawarkan bermacam sarana untuk menjalankan upaya personalisasi, termasuk email dan iklan di website. Lalu, sarana mana yang sebaiknya Anda gunakan untuk personalized marketing?

Untuk mengetahuinya, Anda perlu mencoba platform-platform yang sering diakses target konsumen Anda. Data yang dikumpulkan menggunakan tool analytics bisa membantu Anda untuk mengetahui jika landing page, iklan, atau email newsletter Anda diklik oleh konsumen.

Sudah Tahu Apa Itu Personalized Marketing, Bukan?

Di artikel ini Anda sudah belajar tentang apa itu personalized marketing. Dengan menerapkan upaya pemasaran tersebut, Anda dapat lebih mudah mendorong konsumen untuk bertransaksi. Bahkan, marketing secara personal bisa membuat konsumen loyal kepada brand Anda.

Meski personalized marketing meningkatkan efektifitas promosi, jangan lupa memastikan agar website Anda selalu siap menampung pelanggan, ya. Setelah para pelanggan dimanjakan dengan pengalaman konsumen yang baik, mereka pasti akan tambah puas jika bertransaksi di website yang mudah diakses dan cepat.

Untuk mendukung kebutuhan itu, Anda perlu memilih web hosting yang bisa diandalkan. Nah, Niagahoster bisa jadi pilihan tepat untuk Anda. Sebab, layanan hosting Niagahoster memiliki uptime 99,9%, sehingga website Anda senantiasa bisa diakses pelanggan.

Tak hanya itu, layanan hosting Niagahoster menawarkan banyak fitur unggulan untuk memastikan kualitas website Anda, termasuk:

  • Server LiteSpeed Enterprise untuk memastikan website Anda selalu cepat
  • Imunify360 yang membantu menangkal serangan malware di website
  • SSL gratis selamanya untuk mengamankan lalu lintas data antara website dan konsumen Anda
  • Bantuan customer support 24 jam setiap hari melalui berbagai platform, termasuk live chat dan telepon.

Dengan Rp10.000/bulan, Anda bisa mulai memanfaatkan semua fitur tersebut. Jadi, tunggu apa lagi? Pilih paket hosting Anda sekarang!

Aldwin Nayoan Aldwin is a content writer at Niagahoster. Specializing in web hosting and WordPress, he is eager to help people uplevel their business on the internet. Apart from being a tech junkie, Aldwin likes fiction and photography.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

[class^="wpforms-"]
[class^="wpforms-"]
[class^="wpforms-"]
[class^="wpforms-"]