Aldwin Nayoan Aldwin is a content writer at Niagahoster. Specializing in web hosting and WordPress, he is eager to help people uplevel their business on the internet. Apart from being a tech junkie, Aldwin likes fiction and photography.

Apa Itu Data Center? Mengapa Tidak Boleh Asal Pilih?

6 min read

Featured image data center

Data center atau pusat data sudah menjadi kebutuhan utama bisnis. Terutama, yang menjalankan bisnis secara online atau berjalan di industri teknologi informasi. 

Alasannya, sebuah data center berisi server dan perlengkapan IT lain yang bermanfaat untuk membuat website bisnis selalu bisa diakses online dan mendukung produktivitas perusahaan secara umum.

Nah, apa itu data center? Mengapa Anda tidak boleh sembarang memilih pusat data? Seperti apa spesifikasi yang dianjurkan? 

Tenang, semuanya akan Anda pelajari secara lengkap di artikel ini!

Apa Itu Data Center dan Fungsinya?

Data center adalah fasilitas berisi infrastruktur IT untuk menyimpan dan mengolah data. Banyak pihak yang sudah menggunakannya, termasuk instansi pemerintah, organisasi, dan perusahaan.

Dulu, setiap instansi umumnya memiliki data center sendiri. Instansi tersebut juga harus menentukan teknologi yang akan digunakan dan strategi pengelolaannya.

Namun, kini sudah banyak pusat data yang bisa digunakan bersama-sama. Fasilitas seperti ini dikenal sebagai colocation

Pengelola colocation akan memilihkan infrastruktur terbaik dan teknologi terbaru untuk memastikan layanan penyimpanan data yang optimal.

Apalagi dengan adanya infrastruktur cloud, penggunaan data center colocation menjadi lebih efektif. Tak perlu khawatir dengan privasi data Anda karena satu server dapat dibagi resourcenya menggunakan software. 

Setiap pengguna pusat data akan memiliki resource sendiri, sehingga satu pengguna tidak bisa mengakses data pengguna lainnya.

Nah, apa fungsi data center? Pusat data dapat dimanfaatkan untuk berbagai fungsi tergantung penggunanya, yaitu meliputi:

  • Menyimpan dan mengolah data perusahaan
  • Komunikasi dan kolaborasi internal menggunakan email dan aplikasi berbagi file
  • Menjalankan aplikasi customer relationship management (CRM)
  • Menampung traffic website atau aplikasi web
  • Menjalankan game online
  • Big data, kecerdasan buatan, dan machine learning

Cara Kerja Data Center

Cara kerja data center bergantung pada penggunaannya. Ada yang menggunakan server dan fasilitas lainnya untuk berbagai keperluan sekaligus. Namun, ada juga yang hanya memanfaatkannya untuk penyimpanan data.

Pengelolaan data center juga berbeda-beda. Pusat data yang dimiliki oleh suatu perusahaan akan dikelola secara mandiri. 

Data center yang disewakan biasanya menentukan bahwa instansi yang menyewanya bertanggung jawab untuk menyediakan dan mengelola infrastruktur IT-nya. Namun, kelistrikan, keamanan, dan pemeliharaan lokasi dikelola oleh pemilik pusat data.

Lalu, apa saja yang ada di dalam data center?

Umumnya, ada tiga komponen utama dalam pusat data, yaitu:

  • Infrastruktur komputasi — Kumpulan unit yang berfungsi untuk menunjang berbagai aplikasi yang dibutuhkan, seperti RAM dan prosesor yang ada di PC Anda.
  • Infrastruktur penyimpanan data — Kumpulan sarana penyimpanan data beserta backup-nya. Di PC Anda, tugasnya sama dengan hard disk drive atau solid state drive.
  • Infrastruktur jaringan — kumpulan sarana yang menghubungkan data center dengan dunia luar, termasuk switch, router, dan firewall.

Di samping ketiga komponen utama tersebut, data center juga harus dilengkapi dengan infrastruktur pendukung yang meliputi:

  • Sumber listrik cadangan — uninterruptible power supply (UPS) dan generator untuk memastikan listrik menyala setiap saat.
  • Pengatur kondisi ruangan — pendingin dan penghangat ruangan, ventilasi, dan sistem pemadam kebakaran untuk menjaga kondisi di dalam data center.
  • Infrastruktur keamanan — kontrol akses seperti sistem keamanan biometrik dan kamera pengawas.

Data center yang baik akan memiliki semua komponen dan infrastruktur di atas. Apalagi kalau didukung infrastruktur cadangan sehingga pusat data bisa beroperasi dengan lancar walau ada kendala atau pemeliharaan.

Namun, ada cara lebih mudah untuk mengetahui data center yang baik, yaitu dengan mengecek tier pusat data tersebut.

Jenis Data Center

Data center tier menandakan kualitas pusat data. Menurut Uptime Institute, ada empat data center tier. Tier 4 memiliki kualitas terbaik, sedangkan tier 1 adalah kualitas terendah. 

Inilah penjelasan lengkapnya:

Tier 1

Kalau Anda menginginkan kualitas, data center tier 1 sebaiknya menjadi pilihan terakhir. Apa alasannya?

Komponen-komponen utama pusat data tier 1, seperti perangkat komputasi, penyimpanan, dan jaringan tidak dilengkapi cadangan. Artinya, satu komponen bermasalah pun akan menyebabkan downtime (tidak dapat digunakan).

Tidak hanya itu, pemeliharaan fasilitas di data center tier 1 juga mengharuskan semua komponen dimatikan.

Kekurangan lainnya adalah ketiadaan cadangan listrik dan sistem pendingin. Meski demikian, beberapa pusat data tier 1 memiliki infrastruktur pendukung tersebut.

Apabila terpaksa menggunakan data center tier 1, setidaknya pilihlah yang lokasinya bebas dari banjir. 

Uptime

99,671%

Downtime

28,8 jam per tahun

Tier 2

Tier 2 adalah pusat data yang sudah menyediakan cadangan untuk beberapa infrastrukturnya, termasuk komponen utama dan sumber daya listrik. Selain itu, data center ini sudah dilengkapi sistem pendingin, tetapi tanpa cadangan. 

Server data center tier 2 juga lebih aman dibandingkan tier 1 karena lantainya telah ditinggikan untuk mencegah masuknya air jika ada genangan.

Meski menawarkan banyak kelebihan yang tidak ada di tier 1, downtime masih sering terjadi di tier 2. Alasannya, komponen prosesor harus dimatikan setiap kali pemeliharaan berlangsung.

Uptime

99,741%

Downtime

22 jam per tahun

Tier 3

Data center tier 3 berstatus N+1, yang artinya semua infrastruktur utama dan pendukung tersedia dan memiliki cadangan. Selain itu, syarat pusat data berstatus tier 3 adalah harus memiliki cadangan listrik untuk 72 jam. 

Itulah alasan downtime data center tier 3 sudah jauh lebih kecil.

Namun demikian, pusat data tier 3 belum benar-benar bebas dari kendala. Perbaikan infrastruktur darurat bisa mempengaruhi kinerja komponen-komponennya.

Uptime

99,982%

Downtime

1,6 jam per tahun

Tier 4

Data center tier 4 adalah pilihan terbaik baik Anda yang menginginkan kualitas.  Level data center ini berstatus 2N+1, yang artinya jumlah unit infrastruktur utama dan pendukung digandakan dan ada cadangannya.

Belum lagi, cadangan listrik yang dimiliki pusat data agar masuk dalam tier 4 harus cukup untuk 96 jam.

Karena dua keunggulan di atas, bisa dikatakan bahwa pusat data level 4 hampir tidak akan pernah mati. Downtime yang terjadi karena pemeliharaan pun hampir tidak akan terasa dampaknya.

Tapi, keunggulan pusat data tier 4 tidak berhenti di situ saja. Data center ini memiliki dedicated line untuk menjaga stabilitas koneksi dengan bandwidth yang tersedia.

Tak lupa, tier 4 memiliki kemampuan memblokir serangan DDoS. Canggihnya lagi, beberapa di antaranya, seperti DCI Indonesia menggunakan Wanguard yang bisa memblokir dengan temporary mode, sehingga tidak semua server terpengaruh blokadenya.

Uptime

99,995%

Downtime

0,4 jam atau 26,3 menit per tahun

Baca Juga: Ingin Website Anda Online 24 Jam? Perhatikan Uptime-nya!

Kriteria Data Center yang Baik

Di samping keempat tier di atas, kriteria-kriteria di bawah ini juga bisa membantu Anda mengidentifikasi sebuah pusat data berkualitas:

1. Lokasi

Lokasi pusat data harus diperhatikan untuk menjaga efisiensinya. Pertama, data center harus berada di lokasi yang aman dari berbagai bencana alam. Hal ini penting untuk menjaga infrastruktur yang ada di dalamnya.

Selain aman dari bencana alam, pusat data yang baik juga memiliki lantai yang ditinggikan, terutama di area server. Dengan begitu, peralatan akan terhindar dari genangan air jika terjadi kebocoran di dalam fasilitas.

Kedua, lokasi pusat data wajib terjangkau oleh berbagai provider jaringan internet. Jika salah satu provider mengalami gangguan, yang lain berfungsi sebagai cadangan agar koneksi dengan dunia luar selalu terjaga.

Tidak lupa, data center harus mudah mendapatkan pasokan air agar sistem pendinginnya dapat bekerja dengan optimal.

2. Skalabilitas

Perkembangan bisnis harus diimbangi dengan resource IT yang memadai. Misalnya, website e-commerce yang semakin ramai pengunjung perlu ditingkatkan sumber daya servernya agar tidak lambat atau down.

Nah, untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pusat data yang Anda gunakan sebaiknya memudahkan skalabilitas. Artinya, resource bisa ditambah sesuai dengan kebutuhan pengembangan dalam waktu yang cepat.

3. Kecepatan Pemrosesan Data

Sebagai fasilitas pendukung kelancaran bisnis, sudah selayaknya data center menyediakan pemrosesan data yang cepat. Apalagi pusat data yang digunakan oleh banyak instansi sekaligus.

Untuk itu, Anda perlu memilih pusat data yang sudah menggunakan prosesor multi-core. Prosesor ini mampu meningkatkan kecepatan memproses data. Dengan begitu, akses setiap data dapat dilayani dengan cepat.

4. Sumber Daya Listrik

Pusat data harus memiliki pasokan listrik yang baik dan beberapa sarana cadangannya. Setidaknya, harus ada penyimpan daya seperti UPS agar listrik tetap menyala sebelum generator bekerja.

Mengapa Tidak Boleh Sembarang Pilih Data Center?

Memilih data center yang tepat sangat penting. Jika tidak dilakukan dengan tepat, empat kerugian di bawah ini bisa Anda alami:

1. Produktivitas Berkurang

Downtime pada data center bisa mengganggu produktivitas. Contohnya, kasus downtime pusat data Microsoft di Amerika Serikat pada tahun 2018 yang menimpa Microsoft Azure, layanan cloud computing Microsoft.

Downtime yang berlangsung selama sebelas jam itu membuat banyak pengguna layanan Azure tidak bisa mengakses data dan tools untuk menunjang produktivitas mereka. 

2. Reputasi Bisnis Tercoreng

Downtime bukan hanya bisa mengurangi produktivitas, tetapi juga berdampak pada reputasi bisnis. Salah satu contohnya adalah downtime Slack, aplikasi virtual workspace yang sudah digunakan oleh 600 ribu perusahaan.

Pada 27 Juni 2018, aplikasi tersebut mengalami downtime sekitar empat jam yang disebabkan oleh peningkatan drastis pada penggunaan jaringan miliknya. Otomatis, komunikasi bisnis yang seharusnya menggunakan Slack terhenti.

Meski ada beberapa alternatif komunikasi yang bisa digunakan, banyak penggunanya tetap tidak puas dengan adanya kendala tersebut.

3. Kehilangan Konsumen

Transaksi produk atau layanan online saat ini sudah menjadi hal umum. Bisa dibayangkan kalau mendadak data center down sehingga tidak bisa diakses. Konsumen bisa saja batal bertransaksi.

Kalau kendala terjadi terlalu lama, bukan tidak mungkin konsumen akan beralih ke kompetitor, bukan?

Oleh karena itu, website dan aplikasi web e-commerce harus didukung oleh pusat data yang minim kendala.

Baca Juga: 10 Isu Keamanan yang Wajib Diwaspadai Toko Online + Solusinya

4. Data Hilang atau Dicuri

Katakanlah Anda menggunakan data center tier 1, dan mendadak terjadi banjir di pusat data tersebut. Apa yang terjadi? Data Anda yang tersimpan bisa saja hilang karena fasilitas penyimpanan yang digunakan rusak akibat bencana alam tersebut.

Bukan hanya dari gangguan fisik, pusat data bisa saja menjadi sasaran serangan siber atau cyber attack

Apabila server berhasil disusupi ransomware, data Anda bisa dikuasai hacker. Data itu bisa saja tidak pernah kembali atau Anda harus membayarkan uang dalam jumlah besar untuk mendapatkannya lagi.

Niagahoster Menggunakan Data Center Tier 4 Agar Performa Hosting Optimal

Data center adalah salah satu faktor penting bagi kelancaran bisnis Anda. Pusat data yang baik dapat dimanfaatkan untuk komunikasi, penyimpanan data, dan menjalankan website atau aplikasi web dengan optimal.

Kesalahan memilih pusat data akan berakibat pada risiko seperti website lambat, pencurian data, hingga kehilangan konsumen. Rekomendasi terbaik adalah menggunakan data center tier 4.

Kalau Anda ingin membangun bisnis online melalui website, menggunakan layanan hosting Niagahoster adalah pilihan yang tepat. Alasannya, Niagahoster menggunakan data center tier 4 dari DCI Indonesia untuk memastikan data Anda aman dan mudah diakses. DCI Indonesia sendiri merupakan data center pertama di Asia Tenggara yang mendapatkan sertifikasi tier 4 dan belum pernah mengalami downtime.

Nah, karena menggunakan tier 4, tentunya data center Niagahoster memiliki uptime 99,99% yang akan mendukung produktivitas bisnis Anda. Sebab, website Anda lebih jarang mengalami downtime.

Tak hanya itu, hosting Niagahoster juga sudah menggunakan server LiteSpeed Enterprise dan prosesor multi-core Intel Xeon Silver 4214 2.2G yang akan meningkatkan kecepatan akses website.

Meskipun menerapkan standar tertinggi, layanan hosting Niagahoster bisa Anda dapatkan mulai Rp10.164/bulan saja, kok. Murah, ‘kan? Jadi, segera pilih paket hosting Anda!

Sudah memiliki website dan ingin memindahkan hosting ke Niagahoster? Cukup klik tombol di bawah ini dan isi formulir transfer hosting. Tim support Niagahoster siap membantu pemindahan website Anda 24 jam setiap hari.

Aldwin Nayoan Aldwin is a content writer at Niagahoster. Specializing in web hosting and WordPress, he is eager to help people uplevel their business on the internet. Apart from being a tech junkie, Aldwin likes fiction and photography.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *