Yasin K Yasin K is a Technical Content Writer for Niagahoster Blog. Other words are unimportant things you will never need to know. Let the content speak for itself :)

Apa Itu Apache? Kelebihan dan Kekurangannya

4 min read

apache adalah

Apache adalah salah satu web server paling populer saat ini. Ingin tahu apa itu Apache Web Server?

Di artikel ini kami akan membahas apa itu Apache dan perbandingannya dengan beberapa web server populer lainnya. Namun sebelum jauh membahas apa itu Apache akan lebih baik jika membahas terlebih dahulu mengenai web server. 

Apa Itu Web Server?

Web server merupakan perangkat lunak yang merespon permintaan (request) dari browser. Jadi web server mempunyai peran untuk menghubungkan antara user dengan server website.

Contohnya ketika user ingin mengakses website niagahoster.co.id melalui browser. Pada saat user memasukkan URL (niagahoster.co.id) ke dalam browser kemudian mengaksesnya, browser mengirimkan request ke web server. Kemudian web server mencarikan data dari website niagahoster.co.id. Setelah menemukan data website niagahoster.co.id, web server kemudian mengirimkan HTTP response ke browser dan mengubahnya menjadi halaman website.

apache adalah web server

Web server berbeda dengan file server, mail server, atau database server. Maka dari itu, masing-masing dari jenis server ini menggunakan perangkat lunak server yang berbeda-beda. Aplikasi file server contohnya seperti Samba dan Google Drive (Online). Sendmail dan Postfix merupakan contoh mail server yang ada saat ini. Sedangkan contoh dari database server adalah MySQL dan Microsoft SQL Server.

Contoh dari perangkat lunak web server yang saat ini adalah Nginx, Apache, dan LiteSpeed. Di antara ketiganya, Apache merupakan web server yang paling banyak digunakan berdampingan dengan Nginx.

Apa Itu Apache?

Apache diluncurkan pada tahun 1995 dan menjadi web server populer sejak satu tahun kemudian sampai dengan saat ini. Jadi web server ini sudah ada lebih dari 20 tahun dan sampai dengan saat ini Apache Web Server dikelola oleh Apache Software Foundation.

Sama halnya web server pada umumnya, Apache adalah sebuah perangkat lunak web server yang menghubungkan antara server dengan user (browser). Jika Anda mengakses sebuah website melalui URL di browser kemudian muncul tampilan website, bisa jadi itu merupakan hasil kerja dari Apache.

Pada awal kemunculannya, Apache dikembangkan supaya dapat menjadi sebuah perangkat lunak web server open-source yang dapat dikembangkan dan dikelola oleh modern sistem operasi, seperti Unix dan Windows. Tujuan lain dari pengembangan Apache adalah menyediakan web server yang aman, efisien, dan dapat dikembangkan dengan mudah.

Berbicara soal kepopuleran web server ini, ada beberapa perusahaan besar yang menggunakan Apache seperti Salesforce, General Electric, Cisco, IBM, Adobe, VMware, Facebook, Xerox, LinkedIn, Hewlett-Packard, eBay, AT&T, Siemens, dan masih banyak yang lainnya –diambil dari siftery.com. Selain itu, saat ini Apache menjadi web server yang paling banyak digunakan dari total keseluruhan website yang ada di internet.

Jika melihat kondisi sekarang, saat ini juga banyak penyedia layanan panel kontrol (khususnya cPanel) menggunakan Apache sebagai web server. Sama halnya dengan berbagai macam web server saat ini, Apache menjadi salah satu penggerak utama supaya website dapat terhubung dengan pengunjung (user).

Bagaimana Cara Kerja Apache Web Server?

Cara kerja Apache sama seperti cara kerja perangkat lunak web server pada umumnya. Dasar dari peran web server adalah untuk menerima request dari user (contohnya ‘web browser’) dan mengirimkan respon dari request yang diterima (komponen dari halaman website yang diakses oleh user).

Apache Web Server mempunyai beberapa modul yang dapat menambah fungsionalitasnya, seperti MPM yang menangani berbagai macam mode multi-processing. Atau, mod_ssl yang dapat memungkinkan dukungan koneksi SSL dan TLS.

Beberapa fitur lain yang ditawarkan oleh Apache, seperti .htaccess, SSL, HTTP/2, Lua, PHP, Perl, IPv6, FTP, Bandwidth throttling, WebDAV, Load balancing, dan lain sebagainya.

Niagahoster juga memiliki produk SSL Murah yang bisa Anda gunakan untuk keamanan website & menaikkan peringkat SEO Website Anda.

Kekurangan dan Kelebihan Apache Web Server

Meskipun merupakan web server yang menarik untuk Anda coba, Apache tentu mempunyai kekurangan dan kelebihan.

Kekurangan Apache

  • Keamanan yang rentan karena ada beberapa konfigurasi yang tidak dikembangkan dengan baik.
  • Jika menerima trafik yang tinggi, muncul gangguan pada performa website.

Kelebihan Apache

  • Lintas platform.
  • Kompatibel dengan WordPress.
  • Komunitas yang besar dan dokumentasi yang lengkap.
  • Lisensinya gratis (open source).
  • Mempunyai perangkat lunak yang stabil dan andal.
  • Patch keamanan yang terus diperbarui.
  • Konfigurasi mudah.

Perbandingan Apache dengan Web Server Lain

Ada banyak web server yang tersedia di internet selain Apache. Pesaing utama Apache dari segi jumlah pengguna adalah Nginx. Keduanya menguasai lebih dari setengah marketshare web server seluruh dunia. Selain itu, ada juga LiteSpeed Web Server. Meskipun belum sepopuler Apache dan Nginx, performa LiteSpeed Web Server bisa bersaing dengan kedua web server paling populer itu.

apache adalah perbandingan

Masing-masing web server mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi Anda bisa memilih salah satu web server sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Pada bagian selanjutnya kami akan membahas perbandingan Apache dengan Nginx dan LiteSpeed.

Apache Vs Nginx

Nginx (baca: engine-ex) merupakan web server yang masih lebih mudah dibandingkan dengan Apache. Web server ini rilis pertama kali pada tahun 2004. Keunggulan dari web server ini adalah kemampuannya untuk menangani ratusan bahkan ribuan koneksi dalam waktu yang bersamaan tanpa mengganggu proses lain. Sampai dengan saat ini, Nginx menjadi salah satu web server yang juga cukup disukai oleh banyak user.

Adapun beberapa perbandingan antara Apache Vs Nginx, antara lain:

1. Nginx Lebih Tangguh Menangani Trafik Tinggi

Apache menggunakan thread untuk menangani berbagai macam proses yang masuk. Hal ini mengakibatkan website dengan trafik yang tinggi kemungkinan besar akan mengalami permasalahan pada performa.

Berbeda dengan Nginx yang sudah mampu menjawab permasalahan itu dengan dapat menangani ribuan koneksi dalam waktu yang bersamaan.

Jadi, jika Anda mempunyai website dengan trafik yang cukup tinggi, Nginx merupakan salah satu pilihan alternatif selain Apache.

2. Skalabilitas Nginx Lebih Baik

Jika Apache menggunakan beberapa thread untuk memproses koneksi yang masuk, Nginx hanya menggunakan satu (single thread). Nginx memakai arsitektur event-driven yang memproses seluruh permintaan (request) di dalam satu thread saja.

Jadi di dalam Nginx terdapat proses master yang nantinya berperan sebagai kepala yang menangani beberapa worker –proses lain yang menangani thread lain dan masih di dalam satu thread.

Model event-driven yang dipakai Nginx mendistribusikan request dengan cara yang efisien yang akhirnya dapat menciptakan skalabilitas yang lebih baik.

3. Konfigurasi Apache Lebih Mudah

Jika dibandingkan dengan Nginx, Apache menawarkan beberapa kemudahan di dalam pengelolaan dan konfigurasi. Selain itu, Apache juga menyediakan berbagai macam modul tambahan. Maka dari itu, jika Anda merupakan pengguna yang masih awam tentunya akan lebih baik jika menggunakan Apache sebagai perangkat lunak web server.

Baca Juga: Apa Itu Nginx dan Cara Kerjanya

Apache Vs LiteSpeed

LiteSpeed merupakan ‘pemain’ baru pada industri web server, sama seperti Nginx. Web server ini dikenalkan pada tahun 2003 dan menjadi web server paling populer kelima setelah Microsoft-IIS. Meskipun masih di posisi bawah dari tingkat kepopulerannya, LiteSpeed tidak boleh dianggap remeh karena di beberapa sisi ternyata mampu mengalahkan performa Apache.

Adapun perbandingan antara Apache Vs LiteSpeed Web Server, antara lain:

1. LiteSpeed Lebih Baik dalam Menangani Trafik Tinggi

Sama halnya dengan Nginx, LiteSpeed Web Server dapat menangani trafik yang cukup tinggi dan lebih tinggi dibandingkan dengan Apache. 

2. LiteSpeed Menangani Masalah Keamanan Lebih Baik

Pada proses penanganan Distributed Denial-of-Service (DDos), baik Apache maupun LiteSpeed mempunyai kinerja yang hampir sama. Akan tetapi, di kasus tertentu, Apache mengalami permasalahan (crash), sedangkan LiteSpeed Web Server masih bisa menghadapi ancaman dengan baik.

3. LiteSpeed Lebih Cepat

Jika merujuk pada BuycPanel.com, LiteSpeed mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan Apache, seperti:

  • LiteSpeed dapat berjalan lebih cepat 6x dibandingkan dengan Apache.
  • LiteSpeed dapat membuat halaman Magneto berjalan 75 lebih cepat dibandingkan dengan Apache.
  • Nilai kualitas performa PHP 50% lebih baik di LiteSpeed dibandingkan di Apache.

Kesimpulan

Apache adalah web server yang populer. Hal ini bisa jadi karena Apache merupakan web server yang paling tua dibandingkan dengan web server lainnya. Selain itu, Apache mempunyai beberapa fitur lain yang ditawarkan oleh SSL, seperti .htaccess, HTTP/2, Lua, PHP, Perl, IPv6, FTP, Bandwidth throttling, WebDAV, Load balancing, dan lain sebagainya.

Sayangnya, jika dibandingkan dengan web server lain seperti Nginx dan LiteSpeed, performa Apache tergolong di bawahnya. Kemampuan menangani ribuan koneksi dalam waktu bersamaan yang dimiliki oleh Nginx ternyata berhasil mengungguli Apache. Selain itu, performa PHP dan Magneto dapat lebih baik ketika menggunakan LiteSpeed dibandingkan dengan Apache.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. Jika masih ada pertanyaan jangan sungkan untuk meninggalkannya melalui kolom komentar di bawah. Jangan lupa subscribe untuk mendapatkan informasi tentang dunia teknologi, digital marketing, dan bisnis dari kami.

0
Yasin K Yasin K is a Technical Content Writer for Niagahoster Blog. Other words are unimportant things you will never need to know. Let the content speak for itself :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three + fourteen =