Web Development & Design

Apa Itu Coding dan Bagaimana Cara Mempelajarinya?

Kemajuan teknologi membuat profesi programmer kian diincar banyak perusahaan IT. Faktanya, 13,5% perusahaan di seluruh dunia sedang memburu programmer handal pada 2021. 

Nah, bagi Anda yang masih pemula tapi tertarik menjemput peluang karir sebagai programmer, Anda perlu mengetahui dan mempelajari coding terlebih dahulu. 

Lalu, apa itu coding dan bagaimana cara mempelajarinya? Di artikel ini kami akan menjelaskan tentang apa yang dimaksud dengan coding dan bagaimana memulai belajar coding untuk pemula. 

Apa itu Coding?

Coding adalah kegiatan menulis barisan kode dari suatu bahasa pemrograman. Tujuannya untuk berkomunikasi dengan komputer agar komputer bisa mengeksekusi perintah Anda. 

Nah, mari selami lebih dalam cara kerja coding untuk berkomunikasi dengan komputer. 

Berbeda dengan cara berkomunikasi manusia pada umumnya, komputer tidak menggunakan kata atau istilah bahasa. Komputer hanya memahami data berupa on dan off. Di mana pergantian on dan off ini diatur oleh sebuah transistor.

Data on dan off dilambangkan dengan binary code berupa digit 1 dan 0. Biasanya, binary code ini dikelompokkan dengan nama bytes. Apa itu bytes?

Bytes adalah kelompok angka berisi 8 digit yang mewakili 8 transistor. Contohnya 11101011, 11001101 atau kombinasi lainnya.

sumber: istockphoto.com

Pada proses komputasi modern ada ribuan, jutaan, hingga miliaran byte yang diolah secara bersamaan. Tugas ini tidak mungkin dikerjakan secara manual oleh manusia. Sebab itu bisa memakan waktu lama dan rentan eror.

Nah, itu lah mengapa kita membutuhkan bahasa pemrograman

Bahasa pemrograman adalah perintah yang digunakan untuk menyederhanakan pengolahan byte tadi. Caranya dengan menggunakan kumpulan sintaks.

Saat Anda menulis barisan kode menggunakan sintaks, sintaks itu akan melalui proses penerjemahan atau kompilasi. Tujuannya agar barisan sintaks Anda lebih mudah dipahami komputer. 

Nah, proses kompilasi dari bahasa pemrograman ini berbeda-beda lho. Jadi, ada beragam bahasa pemrograman berdasar proses kompilasinya. Apa saja?  

  • Compiled language

Bahasa pemrograman yang perlu diterjemahkan terlebih dahulu oleh program bernama compiler. Tujuannya agar bahasa itu lebih mudah dipahami komputer. Contohnya C, C++, dan Go.

  • Interpreted language

Bahasa pemrograman yang bisa langsung dieksekusi tanpa memerlukan penerjemahan dari compiler. Contohnya JavaScript dan Phyton.

  • Just In Time (JIT) language

Bahasa pemrograman yang diterjemahkan compiler saat program berjalan. Contohnya JavaScript, C+, dan Java.  

Sintaks bahasa pemrograman tidak boleh ditulis dengan asal lho. Ada aturan sintaks dari bahasa pemrograman tertentu yang perlu Anda patuhi. 

Kalau melenceng sedikit bagaimana, ya?

Jika penulisan barisan kode tidak sesuai sintaks bahasa pemrograman yang Anda pilih, komputer tidak akan bisa mengeksekusi perintah Anda. 

Manfaat Belajar Coding untuk Pemula

Setelah memahami apa yang dimaksud dengan coding, mungkin Anda penasaran dengan manfaat belajar coding untuk pemula. Berikut ini adalah manfaat dari belajar coding untuk pemula:

1. Prospek Karir yang Cerah Sebagai Programmer

Perkembangan teknologi membuat banyak perusahaan makin membutuhkan programmer. Misalnya untuk membuat aplikasi-aplikasi yang memudahkan kehidupan manusia. Contohnya seperti GoJek dan OVO. 

Aplikasi-aplikasi itu membutuhkan keahlian programmer untuk merancang tampilan dan fungsi aplikasi. Jadi, peluang karir sebagai programmer pun makin menjanjikan. 

Faktanya, 13,5% perusahaan di seluruh dunia berniat merekrut 100 programmer di tahun 2021. Angka tersebut akan meningkat seiring dengan perkembangan teknologi di masa depan.

Nah, buat Anda yang berminat jadi programmer, tak usah ragu lagi untuk mulai mempelajari apa itu coding untuk pemula. Sebab akan ada banyak lowongan pekerjaan yang menanti Anda.

2. Peluang Penghasilan yang Tinggi

Jika Anda memutuskan untuk memulai karir sebagai programmer, Anda tak perlu khawatir soal prospek peningkatan penghasilan Anda. Kemungkinan besar, penghasilan Anda akan nanjak terus.

Menurut survei Salary Explorer, penghasilan rata-rata para programmer di Indonesia bisa mencapai Rp9 Juta hingga Rp15 Juta per bulan lho. Jumlah itu sudah termasuk ongkos transport dan benefit lainnya. 

Tak hanya itu saja. Semakin lama masa kerja Anda, tentu skill dan pengalaman Anda sebagai programmer makin bertambah, kan? Nah, pertambahan skill ini akan sebanding dengan kenaikan penghasilan Anda.

Berdasar survei Salary Explorer, para programmer di Indonesia yang bekerja lebih dari 2 tahun mengalami kenaikan penghasilan rata-rata sebesar 32%. Sedangkan mereka yang bekerja lebih dari 5 tahun kenaikan penghasilannya mencapai 36%.

3. Bisa Bekerja dari Mana Saja sebagai Digital Nomad

Ada yang bilang kerja sebagai programmer itu meskipun penghasilannya besar, tapi penuh tekanan. Eits, jangan khawatir dulu, tekanan itu mungkin takkan terasa lagi karena Anda punya peluang jadi digital nomad. Kok bisa? 

Sebab, makin banyak perusahaan yang menawarkan opsi kerja remote pada mereka.  Hanya bermodalkan komputer dan koneksi internet saja, Anda bisa bekerja  dari rumah, kafe, atau sambil travelling.

Buktinya, berdasar riset Digital Ocean, 86% programmer di perusahaan IT seluruh dunia sudah diizinkan untuk bekerja remote. 

Lalu, apa untungnya jika Anda bisa bekerja di mana saja? Anda bisa memilih tempat yang nyaman dan jadwal kerja yang fleksibel. Hal ini dapat membantu Anda meningkatkan produktivitas kerja lho. 

Faktanya, orang yang bisa memilih tempat kerja secara bebas 35% lebih produktif daripada orang yang bekerja kantoran. Menarik, kan?

Setelah menyimak manfaat belajar coding, Anda mungkin makin tertarik menjajal profesi programmer. Namun sebelum mencobanya, Anda perlu mempelajari jenis-jenis bahasa pemrograman. Apa saja? Simak pembahasan selanjutnya.

7 Bahasa Pemrograman untuk Belajar Coding

Berikut ini adalah bahasa pemrograman untuk belajar coding:

1. PHP

PHP merupakan bahasa pemrograman yang perlu Anda pelajari jika Anda ingin menjadi website developer. Sebab PHP biasa digunakan untuk mendukung fungsi pengembangan website, yaitu:

  • Menjalankan fungsi sistem file. Misalnya membuat, membuka, menulis, dan menutup file.
  • Mengatur form. Misalnya mengumpulkan data dari suatu file, menyimpan data ke suatu file, hingga mengirim data melalui email.
  • Mengatur database website. Misalnya menambahkan, menghapus, dan memodifikasi database.
  • Mengatur cookies website.
  • Melarang pengunjung mengakses halaman tertentu dalam sebuah website.
  • Enkripsi data website

Cukup banyak, kan? Itu lah mengapa PHP banyak digunakan untuk mengembangkan website di seluruh dunia. 

Data dari W3 Tech menunjukkan ada 78,9% website di mesin pencarian yang menggunakan PHP. Beberapa di antaranya adalah WordPress, Facebook dan Wikipedia.

Tenang saja, PHP tergolong bahasa pemrograman yang mudah untuk dipelajari. Sebab, PHP adalah bahasa yang cukup tua. Jadi Anda bisa dengan mudah menemukan dokumentasi, panduan, dan komunitas aktif untuk mempelajarinya.

Setiap bahasa pemrograman memiliki aturan coding sendiri. Begitu pula dengan PHP. Sintaks dasarnya dibuka dengan <?php dan ditutup dengan ?> sebagai terlihat di contoh berikut:

<html>
<head>
 <title>Php pertamaku</title>
</head>
<body>
<h1>Belajar PHP</h1>
<?php
echo "Belajar php";
?>
</body>
</html> 

Baca Juga: 7+ Situs Belajar PHP Gratis

2. HTML

HTML kerap disebut sebagai bahasa pemrograman. Akan tetapi, sebenarnya HTML merupakan bahasa mark up. Apa itu bahasa mark up?

Bahasa mark up adalah sebuah bahasa komputer yang menggunakan tags atau tanda. Tanda-tanda ini akan dibaca dan diterjemahkan oleh komputer menjadi tampilan website.

Bahasa mark up seperti HTML ini penting untuk dipelajari lho. Sebab bahasa mark up bisa digunakan untuk membuat struktur halaman website. Sedikit banyak ini akan berpengaruh ke aspek SEO website Anda. 

Sebagai contoh, Anda sudah selesai membuat suatu website menggunakan PHP. Lalu Anda merasa tampilan header dan layout kurang menarik. Nah, Anda bisa memodifikasinya menggunakan HTML.

Cara memodifikasinya tentu saja dengan menggunakan sintaks. Sintaks HTML cukup simpel kok. Contohnya seperti ini: 

<!DOCTYPE html>
<html>
    <head>
        <title>Contoh</title>
    </head>
    <body>

Sekarang, gabungkan dengan sintaks PHP untuk modifikasi tampilan website. Contohnya seperti ini:

<!DOCTYPE html>
<html>
    <head>
        <title>Contoh</title>
    </head>
    <body>

        <?php
            echo "Halo, Selamat Siang";
        ?>
    </body>
</html>

Kode itu nantinya akan memunculkan Halo, Selamat Siang sebagai isi dari judul Contoh. Contohnya begini:

Contoh

Halo, Selamat Siang

3. CSS

Jika ingin website yang Anda kembangkan lebih menarik lagi, PHP dan HTML belum cukup. Anda juga perlu belajar CSS yang berfungsi sebagai bahasa desain.

Kok bisa disebut bahasa desain? 

Sebab, CSS berguna untuk  mendesain halaman depan atau tampilan website (front end). Misalnya warna teks, jenis font, baris antar paragraf, ukuran kolom, dan jenis background.

Saat mendesain halaman depan dengan CSS, proses penulisan kode Anda akan lebih cepat. Sebab CSS menyederhanakan proses pembuatan website dengan mengatur elemen yang tertulis di bahasa markup.

Jadi, tak heran jika CSS populer dikombinasikan dengan HTML sebagai bahasa pemrograman utama. Tujuannya agar penulisan kode HTML lebih ringkas.

Sebagai contoh, Anda ingin menggunakan desain yang sama di beberapa halaman HTML. Jika menggunakan HTML saja, Anda akan menyalin satu per satu baris kode HTML untuk tiap halaman. 

Anda tak perlu repot begitu jika menggunakan CSS. Anda cukup mengetikkan satu kali fungsi CSS kemudian menggunakannya di berbagai halaman. Berikut ini adalah salah satu contohnya.

<HTML>
  <TITLE>Bach's home page</TITLE>
  <STYLE>
    H1, H2 { color: green }
  </STYLE>
  <BODY>
    <H1>Bach's home page</H1>
    <P>Johann Sebastian Bach was a prolific
        composer. Among his works are:
    <UL>
      <LI>the Goldberg Variations
      <LI>the Brandenburg Concertos
      <LI>the Christmas Oratorio
    </UL>
    <H2>Historical perspective</H2>
    <P>Bach composed in what has been referred to as
      the Baroque period.
  </BODY>
</HTML>

Nah, tampilan di website akan jadi seperti ini

sumber: w3.org

Dengan menggunakan berbagai kombinasi sintaks CSS, Anda bisa mengatur tampilan website. Contohnya sebagai berikut:

  • Fitur scroll di website

CSS memungkinkan Anda membuat fitur scroll down dan scroll up. 

sumber: blog.logrocket.com
  • Dark mode

Anda juga bisa membuat dark mode, yaitu pilihan tampilan layar website yang terdiri atas background terang atau gelap.

sumber: blog.logrocket.com
  • Boks yang berisi teks

Anda bisa membuat boks untuk mengatur panjang teks. Jadi, jika ada teks yang terlalu panjang, akan ditampilkan dengan fitur scroll down dalam suatu boks. Tujuannya agar konten Anda terlihat rapi dan konsisten. Contohnya seperti ini.

sumber: blog.logrocket.com
  • Fitur swipe

Jika fitur scrolling terlalu membosankan, Anda bisa membuat fitur swipe untuk tampilan website yang lebih dinamis. Contohnya seperti di bawah ini.

sumber: blog.logrocket.com

4. JavaScript

JavaScript cocok bagi Anda yang ingin belajar membuat website dengan tampilan dan konten yang dinamis. Artinya, bahasa pemrograman ini bisa membantu Anda membuat konten bergerak tanpa perlu me-reload halaman. 

Contohnya adalah pertambahan jumlah retweet dan likes di Twitter yang ditampilkan secara langsung.

Tak hanya itu saja. Anda juga bisa membuat website dengan gambar animasi, slideshow foto, dan pengisian poling. 

Bagi Anda yang tertarik belajar JavaScript, bahasa ini cukup mudah dipelajari kok. Sebab, penulisan sintaksnya sederhana dan mirip bahasa inggris. Berikut ini adalah contoh sintaksnya:

<!DOCTYPE html>
<html>
<body>

<h1>My First JavaScript</h1>

<p id="demo">JavaScript can change the style of an HTML element.</p>

<script>
function myFunction() {
  document.getElementById("demo").style.fontSize = "25px"; 
  document.getElementById("demo").style.color = "red";
  document.getElementById("demo").style.backgroundColor = "yellow";        
}
</script>

<button type="button" >

Sintaks itu akan memunculkan tampilan seperti ini:

sumber: w3schools.com

5. Python

Python adalah bahasa pemrograman yang perlu Anda pelajari. Sebab, bahasa pemrograman ini mudah, sintaksnya sederhana, dan mirip dengan bahasa Inggris.  

Sebagai contoh, Anda ingin menuliskan “Five is greater than two!” sebanyak dua kali, beginilah sintaksnya:

if 5 > 2:
 print("Five is greater than two!")  
if 5 > 2:
        print("Five is greater than two!") 

Tampilannya akan jadi seperti ini:

Kemudahan sintaks itu lah yang membuat jumlah pengguna Python makin banyak. Buktinya, tingkat popularitasnya mencapai 11% pada 2021, naik 2% dari tahun 2020.

Meskipun sederhana, Python ini ternyata serba bisa. Ia sering dipakai untuk megelola server website dan mengembangkan perangkat lunak. Namun, selain itu masih banyak lagi kegunaan Python yang harusnya membuat Anda tertarik mempelajarinya, yaitu:

  • Mengembangkan Artificial Inteligence (AI)

Python merupakan bahasa yang stabil, fleksibel, sekaligus simpel. Apalagi, sintaksnya bisa langsung dieksekusi tanpa interpretasi compiler. Jadi, Python cocok untuk membuat prototype algoritma AI yang membutuhkan banyak pengembangan data library.

  • Membuat Analisis Data

Python merupakan bahasa yang fleksibel. Hal ini akan memudahkan Anda saat harus mengumpulkan, mengolah, dan memanipulasi banyak data untuk kepentingan analisis.

  • Membuat Visualisasi Data

Python memiliki graphic library yang cukup banyak. Jadi, hal ini akan mendukung pengembangan visualisasi data yang membutuhkan tampilan interaktif. Tujuannya untuk membuat data lebih mudah dipahami manusia. 

Jika Anda tertarik mempelajari Python, Anda bisa mencari grup khusus yang membahas Python di Facebook. Selain itu, Anda juga bisa membuka forum resmi Python

6. Java

Java adalah bahasa pemrograman yang wajib dipelajari untuk melakukan coding membuat aplikasi mobile. Tak hanya itu, Java juga biasa digunakan untuk membuat aplikasi desktop. 

Java memang bahasa yang berusia 26 tahun. Wah, cukup tua juga, ya? Akan tetapi, penggunanya masih banyak lho. Pada tahun 2021 saja penggunanya mencapai 35% dari developer di seluruh dunia.

Ada beberapa alasan mengapa Java masih saja relevan saat ini, yaitu:

  • User friendly

Bahasa pemrograman ini cukup mudah digunakan. Sebab, sintaksnya sederhana dan mirip dengan bahasa Inggris. Hal ini membuat pemula mudah mempelajari dasar bahasa pemrograman Java dan berpindah ke Java yang lebih advance. 

  • Portabel

Java adalah bahasa pemrograman yang portabel. Artinya, Java akan tetap kompatibel jika digunakan di berbagai platform. 

Ketika Anda selesai membuat project dengan Java, hasil jadinya akan selalu bisa dibuka di berbagai sistem operasi apapun. Sebab, Java Virtual Machine atau sistem yang memungkinkan Java untuk dijalankan di komputer juga kompatibel dengan berbagai sistem operasi. 

  • Sumber pembelajaran lengkap dan mudah diakses

Java adalah bahasa yang usianya sudah tua. Oleh karena itu, dokumentasi pembelajarannya pun sudah banyak dan tersedia secara gratis. Contohnya JHipster, Maven, dan Google Guava. 

Sumber pembelajarannya tak hanya dari pustaka saja lho. Anda juga bisa belajar dari komunitas aktif Java.  Mulai dari komunitas pemula, advance hingga expert. . 

Anda tertarik belajar Java? Tenang saja, sintaksnya cukup ramah pemula. Sebab sintaksnya terstruktur dan ringkas. Sintaks diawali dengan class yang diberi nama Main, seluruh barisan kode ditulis setelahnya. 

public class MyClass {
public static void main(String[] args) {
int time = 22;
if (time < 10) {
System.out.println("Good morning.");
} else if (time < 20) {
System.out.println("Good day.");

}  else {
System.out.println("Good evening.");
}
}
}


Baca Juga: Inilah Perbedaan Java dan JavaScript

7. C++

C++ adalah bahasa pemrograman yang perlu Anda pelajari jika Anda ingin mengembangkan sebuah aplikasi mobile. Meskipun project yang dihasilkan terlihat rumit, belajar C++ tak ada salahnya kok.

C++ akan membantu Anda lebih mudah memahami konsep dasar bahasa pemrograman. Sebab, bahasa pemrograman ini dekat dengan bahasa komputer.

Tak hanya itu saja, kebanyakan bahasa pemrograman memiliki sintaks dasar seperti C++. Jadi, setelah Anda mempelajari C++, Anda akan lebih mudah belajar bahasa lain. Misalnya saja seperti Java.

Memangnya, bagaimana contoh sintaks C++? Di bawah ini adalah contohnya:

#include <iostream>
using namespace std;

int main() {
  cout << "Hello World!";
  return 0;
}

Selain tujuh bahasa pemrograman yang barusan diulas, masih ada banyak jenis bahasa pemrograman yang bisa Anda gunakan dalam belajar coding untuk pemula. Selengkapnya, silakan baca artikel berikut ini > 15+ Bahasa Pemrogaman yang Wajib Dipelajari Developer

Sekarang Anda sudah memahami apa itu coding, Anda juga sudah tahu mau belajar bahasa pemrograman yang mana. Nah sekarang mari kita lihat berbagai pertanyaan yang sering diajukan terkait coding.

Hal yang Sering Ditanyakan Soal Apa itu Coding

Berikut ini adalah fakta seputar coding sebagai inspirasi Anda:

1. Apa Perbedaan Coding dan Programming?

“Lho? Jadi coding dan programming itu berbeda?”

Yap, coding dan programming memang kerap dianggap sama saja. Akan tetapi, dua hal ini punya perbedaan mencolok. Berikut adalah perbedaannya dari beberapa parameter:

  • Definisi

Pertama, dari definisinya terlebih dahulu. Coding adalah kegiatan menulis kode untuk menerjemahkan bahasa pemrograman jadi intruksi yang dipahami komputer. 

Sedangkan programming adalah kegiatan untuk mengembangkan program mulai dari merancang program hingga program itu jadi.

  • Lingkup Kerja

Coder menulis kode yang akan diterjemahkan ke bahasa komputer. 

Sedangkan programmer melakukan perancangan intruksi kode, debugging kode, testing program dengan kompilasi, hingga memastikan tidak ada eror saat program berjalan. 

  • Tools

Coding tidak memerlukan banyak tools. Cukup dengan text editor seperti WordPad atau Notepad, coder sudah bisa menulis kode. Jika ingin lebih praktis, coder bisa menggunakan IDE. 

Sedangkan programming membutuhkan tinjauan dokumen dan analisis kode yang membutuhkan banyak tools. Misalnya code generator, database tools, testing framework, compiler, code editor, debuggers dan alat analisis kode. 

  • Skill yang Harus Dipelajari

Coding memerlukan pengetahuan dasar tentang bahasa pemrograman. 

Programming akan membutuhkan pengetahuan soal pembuatan algoritma, model matematika, pemrosesan data, dan pengetahuan struktur data.

Seorang programmer membutuhkan gelar dan pengalaman khusus untuk menulis logika, menganalisis, merancang, dan menulis program yang kompleks. 

  • Hasil Akhir

Hasil akhir dari coding adalah seperangkat instruksi yang diberikan ke komputer. Sedangkan hasil akhir programming adalah keseluruhan program, aplikasi, perangkat lunak, atau situs web.

Nah, itu tadi perbedaan coding dan programming. Agar lebih jelas, mari simak tabel di bawah ini:

ParameterCodingProgramming
DefinisiKegiatan menulis kode untuk menerjemahkan bahasa pemrograman jadi bahasa komputerKegiatan untuk mengembangkan program mulai dari merancang program hingga program itu jadi
Lingkup KerjaMenulis kode yang akan diterjemahkan ke bahasa komputer. Melakukan perancangan intruksi kode, debugging kode, testing program dengan kompilasi, memastikan tidak ada eror saat program berjalan
ToolsWordPad, Notepad, IDECode generator, database tools, testing framework, compiler, code editor, debuggers dan alat analisis kode
Skill yang Harus DipelajariPengetahuan dasar tentang bahasa pemrogramanPengetahuan soal pembuatan algoritma, model matematika, pemrosesan data, dan pengetahuan struktur data
Hasil AkhirSeperangkat instruksi yang diberikan ke komputerKeseluruhan program, aplikasi, perangkat lunak, atau situs web

Meskipun berbeda tugas, coder dan programmer bisa bekerja sama lho. Bagaimana bentuk kerja samanya?

Katakanlah programmer menerima project pengembangan sebuah mobile apps. Fungsinya untuk memantau kemacetan di sebuah kota. 

Mereka kemudian mendesain aplikasi tersebut dengan serangkaian intruksi. Mereka membuat aplikasi itu interaktif dan bisa diakses dari perangkat apa saja. 

Desain aplikasi itu dikerjakan oleh coder. Coder mengubah desain itu menjadi serangkaian kode yang dapat dimengerti oleh komputer. 

Setelah coder selesai dengan tugasnya, programmer bisa melakukan pemolesan final. Misalnya, melakukan debugging dan testing apakah aplikasi berjalan tanpa ada eror. Atau bisa juga memperbaharui dengan versi yang lebih canggih.

2. Apakah Coding Susah Dipelajari?

Jawabannya adalah tidak. Kini bahan pembelajaran coding sudah banyak tersedia di internet secara gratis. Jadi, sebenarnya mudah saja mempelajari coding asal Anda tekun melakukannya.

Satu orang bisa menguasai coding dalam kurun waktu rata-rata 6-12 bulan. Kurun waktu itu bisa dicapai dengan belajar sendiri lho. Mau lebih cepat?

Ikuti saja bootcamp atau kursus intensif. Satu orang yang mengikutinya dapat menguasai coding dalam kurun waktu 3-6 bulan saja.  

3. Bahasa Apa Saja Yang Mudah Dipelajari Sebagai Pemula?

Sebagai pemula, Anda bisa memulai dari 5 bahasa termudah untuk dipelajari. Berikut ini adalah 5 bahasa termudah beserta peluangnya:

  • HTML

HTML mudah dipelajari karena strukturnya simpel. Terdiri dari tags pembuka dan penutup. Strukturnya yang simpel memungkinkan Anda menemukan bug dengan cepat.

Saat ini, hampir semua website dibangun menggunakan website. Jadi, HTML perlu dipelajari jika Anda ingin menjemput peluang karir di bidang website development.

  • JavaScript

JavaScript mudah dipelajari sebab Anda bisa mempelajarinya hanya dengan text editor dan browser. 

Bahasa ini biasanya digunakan bersama dengan library seperti jQuery oleh para front end developer. Tujuannya untuk menyelesaikan permasalahan kompleks seputar website.

  • C

C mudah dipelajari karena sintaksnya sederhana. Hanya terdiri dari 32 kata kunci. Selain itu, struktur datanya pun mudah dimengerti. 

Biasanya sebagian besar programmer belajar bahasa C sebelum beralih ke bahasa yang lebih kompleks. Tujuannya agar lebih mudah memahami bahasa lain. 

Jika Anda belajar bahasa C tak perlu merasa sia-sia, penggunaan bahasa ini memiliki prospek dalam karir Anda. Sebab banyak aplikasi dibangun dengan bahasa ini. Salah satu contohnya adalah Photoshop.

  • Python

Python adalah bahasa yang mudah dipelajari karena sintaksnya mirip bahasa Inggris. Selain itu, sintaksnya memiliki banyak whitespace. Jadi, Anda akan lebih mudah membacanya. 

Skill bahasa Phyton banyak digunakan untuk pengembangan website, pengembangan AI, dan pengembangan aplikasi.

  • Java

Meskipun Java merupakan bahasa yang tua, tapi bahasa ini mudah dipelajari. Sebab Java memiliki banyak sumber pembelajaran gratis yang terus berkembang. Mulai dari pustaka gratis hingga komunitas aktif.

Tak hanya itu saja. Sintaksnya sederhana dan terstruktur. Sehingga memudahkan pemula untuk mengetahui kesalahan penulisan kode. 

Sudah Memahami Apa itu Coding? Yuk Belajar Coding!

Sekarang Anda sudah memahami apa yang dimaksud dengan coding. Coding adalah kegiatan menulis barisan kode dari suatu bahasa pemrograman. 

Belajar coding akan memberi Anda banyak manfaat. Misalnya seperti prospek karir yang cerah sebagai programmer, penghasilan yang menjanjikan, dan bisa bekerja dari mana saja untuk meningkatkan produktivitas. 

Jika Anda tertarik belajar coding untuk pemula, Anda perlu melakukannya dengan cara step by step. Kami sudah menjelaskannya dalam artikel ini, yaitu:

  1. Menentukan skill yang ingin dikembangkan
  2. Memilih bahasa pemrograman yang perlu dipelajari
  3. Memilih sumber pembelajaran
  4. Download code editor
  5. Mulai menulis kode
  6. Bergabung di komunitas

Salah satu tujuan belajar coding untuk pemula adalah untuk menjemput peluang karir sebagai programmer. Tentu nantinya Anda akan mengerjakan berbagai project mulai dari yang sederhana hingga yang rumit. 

Nah, jangan biarkan portofolio Anda tercecer ya. Supaya portofolio Anda rapi dan bisa dilihat oleh banyak calon klien potensial, Anda bisa meng-onlinekan portofolio. Salah satu caranya adalah dengan membuat website.

Pastikan Anda memilih hosting berkualitas untuk website portofolio Anda ya. Tak perlu bingung lagi, Niagahoster menyediakan hosting berkualitas dengan harga terjangkau. 

Dengan menggunakan Unlimited Hosting kami, Anda akan mendapatkan SSL Comodo gratis dengan durasi 1 tahun dan Sectigo Web Protection. Tak tanggung-tanggung, semua itu bisa Anda dapatkan dengan diskon 80%!

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk bikin website portofolio Anda dengan hosting berkualitas dari Niagahoster!

Salsabila Annisa

SEO Content Writer at Niagahoster. She developed her writing skill after years of experience in journalism.

Share
Published by
Salsabila Annisa

Recent Posts

Panduan Install Nginx SSL di Ubuntu 20.04

Anda ingin menginstall SSL pada VPS dengan web server Nginx? Inilah artikel yang tepat untuk Anda. Kami akan menjelaskan cara…

8 hours ago

15+ Contoh Program Python Sederhana yang Bisa Anda Coba

Salah satu cara paling cepat untuk belajar Python adalah mencoba membuat program Python sendiri. Langkah ini bisa melatih kemampuan logika…

21 hours ago

Cara Membuat Linktree Gratis dengan Mudah [Terbaru]

Pernah melihat URL Linktree tersemat di bio beberapa akun Instagram atau toko online? Lalu, Anda ingin tahu cara membuat LinkTree…

2 days ago

Anda Pengguna WP Fastest Cache? Segera Update Agar Aman!

Gawat nih, tim security research dari Jetpack menemukan dua celah keamanan di plugin WP Fastest Cache. Hal itu bisa membuat…

3 days ago

Mengenal File Default .htaccess di CodeIgniter dan Cara Membuatnya

Pada website CodeIgniter, setiap file punya fungsi manfaatnya masing-masing, termasuk file default .htaccess. Bahkan, file tanpa ekstensi ini sangat vital…

4 days ago

Cara Membuat Website di WordPress (Tutorial Lengkap)

Membuat website sangatlah mudah. Apalagi jika Anda menggunakan platform yang tepat. Nah, di artikel ini kami akan menjelaskan secara lengkap…

5 days ago