Putri Aprilia Putri is an SEO Content Writer at Niagahoster. She has experience in SEO writing with business and tech topic.

7+ Tips Iklan di Google Ads (Google AdWords) [Terlengkap]

5 min read

Tips Iklan di Google AdWords

Jika sekedar menggunakan Google Ads, Anda tentu telah mengetahui caranya.  Namun, apakah ada tips Google AdWords yang bisa membuat promosi Anda lebih efektif dan efisien? 

Tentu ada! Dan jawabannya akan kami berikan lengkap di artikel ini.

Dengan tips iklan di Google Ads, strategi promosi jadi tidak asal-asalan dan tujuan pemasaran lebih mudah tercapai. Yuuk, langsung simak saja pembahasannya.

7+ Tips Google Adwords Terlengkap 

Ada beberapa tips iklan di Google Ads yang bisa Anda coba. Inilah 7+ tips Google Adwords yang bisa membantu meningkatkan performa iklan bisnis Anda!  

1. Tentukan Tujuan Iklan dengan Jelas

Menentukan tujuan adalah hal wajib sebelum membuat Google Ads. Sebab, setiap iklan tentu memiliki tujuan yang berbeda, kan? 

Artinya, strategi dan pelaksanaan iklan tersebut juga harus disesuaikan. Baik pada sisi copywriting, desain landing page, budget, dan lainnya. 

Sebagai contoh, Anda ingin meningkatkan penjualan. Nah, jenis copywriting yang digunakan tentu akan lebih fokus ke kata seperti “beli sekarang” atau “coba gratis”. 

Teknik copywriting seperti di atas, bisa saja kurang efektif jika tujuan iklan hanya sekadar mendapatkan leads. 

Oleh karena itulah, tujuan yang jelas menjadi sangat penting. Tanpa itu, bagaimana mungkin mengukur keberhasilan iklan Google Ads Anda? 

2. Gunakan Kata Kunci yang Tepat

Setelah menentukan tujuan iklan, tips Google Adwords selanjutnya adalah menggunakan kata kunci yang tepat. 

Google akan menampilkan iklan sesuai kata kunci yang diketikkan pengguna. Apa saja kata kunci yang paling sering digunakan terkait lingkup bisnis Anda, maka itulah yang harus digunakan. 

Nah, untuk mengetahui kata kunci yang tepat, melakukan riset kata kunci adalah cara yang efektif. 

Tenang. Anda tidak perlu melakukannya secara manual. Saat ini, sudah banyak kok tools riset kata kunci yang mudah digunakan. Contohnya, Ubersuggest dan Ahrefs.  Bahkan, bisa saja Anda melakukan riset kata kunci yang digunakan kompetitor.

tool riset keyword Ubersuggest

Nah, setelah mendapatkan kata kunci yang pas, gunakanlah kata kunci tersebut pada iklan Anda. Baik pada judul iklan dan teks iklan atau deskripsi di halaman landing page. 

Harapannya dengan tips google Adwords ini, peluang iklan dilihat oleh target pelanggan semakin besar. 

3. Buat Teks Iklan yang Menarik

Tips meningkatkan performa iklan Google Ads selanjutnya adalah mengulik teks iklan agar menarik audiens. Untuk itu, teknik copywriting yang digunakan haruslah jempolan. Bisa dikatakan inilah ujung tombak iklan untuk mencapai tujuan. 

Bagaimana membuat teks iklan yang menarik? 

Pastikan Anda tidak membanjiri teks dengan informasi fitur produk. Tampilkan manfaat dan kegunaan fitur dalam penggunaan produk Anda. Contohnya seperti di bawah ini: 

teks iklan google ads niagahoster

Dengan mengetahui langsung manfaat yang bisa diperoleh, audiens akan lebih tertarik untuk melihat produk yang ditawarkan, bukan?

Namun, perlu diingat bahwa teks iklan sebaiknya bukan hanya menarik untuk calon pembeli saja tapi juga Google. Oleh karena itu, Anda juga harus menerapkan teknik SEO copywriting supaya Google tertarik dengan iklan Anda.  

Cara membuat SEO Copywriting tak begitu sulit kok. Anda hanya perlu riset keyword dan menyisipkan keyword pada headline, meta description, dan lainnya. 

4. Sesuaikan Iklan dengan Landing Page

Coba bayangkan Anda klik sebuah iklan, tapi tak menemukan produk yang ditawarkan di halaman landing pagenya. Menyebalkan, bukan?

Anda pasti akan merasa menjadi korban clickbait dan langsung meninggalkan website tersebut.  

Itulah yang terjadi kalau judul dan meta description pada iklan Anda tidak mengarah ke halaman landing page yang tepat. 

Jadi, sesuaikan iklan dengan landing page pada setiap kampanye promosi. Jika tidak seperti itu, calon pembeli akan kecewa. Bahkan, bisa lebih parah jika sampai membuat kepercayaan pada bisnis Anda menurun. 

Sebagai contoh, inilah iklan Niagahoster tentang promosi diskon 80% untuk pembelian hosting:

teks iklan google adwords niagahoster

Ketika audiens klik iklan tersebut, inilah landing page yang akan mereka jumpai: 

landing page niagahoster

Nah, karena iklan dan halaman tujuan relevan, calon pembeli bisa langsung mendapat informasi penawarannya dan bahkan langsung membeli produk tersebut.

5. Optimasi Landing Page 

Tips google adwords ini masih terkait tips sebelumnya. Kenapa optimasi landing page diperlukan?

Ibarat sebuah perjalanan, landing page adalah terminal bagi audiens untuk melanjutkan ke perjalanan berikutnya. Bisa berbelanja, ikut serta dalam sebuah event atau mendaftar sebagai anggota. 

Pada intinya, landing page harus mampu memberikan informasi yang menarik dan menggiring audiens untuk bersedia klik CTA. Jadi, optimasi landing page terkait dengan bagaimana informasi tersebut mudah dipahami audiens.

Nah, kalau desain atau tampilan landing page membingungkan, calon pelanggan bisa saja membatalkan pembelian di website Anda. Untuk itu, perhatikanlah hal sebagai berikut: 

  • Desain Menarik dan Navigasi yang Mudah. Desain sederhana akan membantu menonjolkan informasi utama yang disampaikan. Selain itu, navigasi yang baik akan memudahkan mereka untuk mendapatkan informasi lebih lengkap.
  • Tambahkan Gambar. Gunakan gambar ilustrasi yang relevan dengan promosi yang ditawarkan. Pilihlah yang terbaik dan jangan terlalu banyak karena akan menyulitkan mengatur komposisi landing page-nya. 
  • Gunakan Kontras Warna yang Baik. Gunakan warna yang menonjol untuk informasi penting di landing page Anda. Misalnya jika ada informasi bonus atau diskon atau penawaran terbatas 
  • Gunakan Bullet Point. Hindari adanya teks yang panjang dan membosankan (wall of texts). Tentukan poin utama yang ingin disampaikan dan tampilkan dalam bullet list.
  • Jangan lupakan CTA. Arahkan pengunjung ke proses pembelian, pendaftaran dan lainnya dengan sebuah tombol CTA yang jelas. Misalnya, “Beli Sekarang”, “Daftar Sekarang” atau “Mulai Bergabung”.

Meskipun cukup banyak ketentuannya, Anda tetap bisa membuat landing page dengan mudah. Salah satunya, dengan bantuan plugin landing page seperti Elementor dan Beaver Builder

6. Buat Iklan Mobile Friendly

Tips meningkatkan iklan Google Ads selanjutnya adalah membuat iklan yang mobile friendly. Kenapa? Sebab, faktanya ada lebih dari 50 persen pengunjung website yang mengakses lewat perangkat mobile.

Artinya, iklan Anda berpotensi dilihat lebih banyak orang jika desain yang digunakan mobile friendly. Sebaliknya, jika iklan sulit dilihat dari perangkat mobile, audiens juga akan kesulitan mendapatkan informasinya dengan baik. 

Sebagai contoh, iklan yang terlalu besar akan membuat deskripsi akan terpotong. Bisa juga desain yang digunakan membuat tombol CTA tidak dapat diklik pengunjung dari ponsel mereka. 

Kalau itu terjadi, iklan jadi kurang menarik dan tidak dapat menjangkau audiens yang diinginkan.

Untuk itu, Anda perlu membuat desain iklan yang pas di desktop dan mobile. Bila perlu buat desain khusus untuk keduanya. Plus, akan lebih lengkap lagi kalau landing pagenya juga mobile friendly. 

Baca juga: Cara Membuat Website Mobile Friendly

7. Tentukan Bidding yang Tepat 

Tips Google Adwords yang tak kalah penting adalah menentukan bidding sesuai kebutuhan dan budget Anda. Bidding adalah penawaran harga per klik untuk iklan Anda. 

Ketika menggunakan Google Ads, Anda harus membayar biaya dari setiap iklan yang diklik pengunjung. Maka, Anda perlu pandai-pandai mengatur budget dan bidding iklan yang pas. 

Strateginya adalah bisa menampilkan iklan sesuai dengan target pasar menggunakan budget yang efisien. 

Anda bisa melakukan bidding secara manual dengan strategi Anda sendiri. Namun, agar lebih mudah, manfaatkan fitur Automated Bidding atau Smart Bidding dari Google Ads. 

Fitur di atas akan secara otomatis mengurangi bidding jika harga per klik (CPC) sudah terlalu tinggi. Dan, begitu juga sebaliknya. 

8. Lakukan A/B Testing

A/B testing bisa menjadi cara untuk menentukan iklan mana yang paling efektif untuk mencapai target iklan. 

Pengetesan iklan ini bisa dilakukan secara satu per-satu, mulai dari desain iklan, copywriting dan biddingnya hingga landing pagenya. Atau, bisa juga dilakukan sekaligus mencakup keseluruhan iklan. 

A/B testing pada landing page pernah dilakukan ketika kampanye presiden Barack Obama berikut ini:

Versi A 

A/B testing landing page kampanye obama

Versi B 

A/B testing landing page kampanye Obama

Dengan tujuan untuk mendapatkan leads pendaftaran, ternyata versi B memberi hasil 40% lebih baik dibanding versi A.

Alasannya, penggunaan foto keluarga Barack Obama dianggap mampu membangun citra yang baik. Selain itu, perubahan CTA dari Sign Up menjadi Learn More ternyata lebih relevan. 

Artinya, penting sekali untuk melakukan A/B testing karena terbukti mampu memberikan insights tentang hasil terbaik. Meskipun, perubahan yang dilakukan mungkin tidak banyak.

Baca juga: A/B Testing: Cara jitu Tingkatkan Conversion Rate Website

9. Lakukan Retargeting  

Retargeting adalah memberikan penawaran kembali kepada pengunjung yang sudah berinteraksi di website Anda, tapi belum melakukan pembelian.

Retargeting perlu menjadi strategi promosi Anda karena peluang conversionnya bisa mencapai hingga 60%.

Cara ini dilakukan dengan menampilkan kembali iklan di berbagai website, media sosial, dan aplikasi yang digunakan pengunjung tersebut. 

Tips Google Adwords ini bisa memanfaatkan Google Display Network yang mampu menjangkau 90 persen pengguna internet. Untuk melakukannya, Anda perlu memilih tipe Display saat memilih tipe iklan Google Ads. 

Memilih tipe google ads display network

Jika langkah retargeting yang Anda lakukan tepat, tentu upaya promosi iklan menjadi lebih efektif.

Baca juga: Retargeting vs Remarketing: Apa Saja Perbedaannya? Mana yang Harus Dipilih?

10. Monitoring dan Evaluasi Performa Iklan

Penting untuk terus memantau iklan yang ditayangkan. Jadi, ketika ada iklan yang tidak efektif, Anda bisa segera menghentikannya. 

Lalu, bagaimana cara mengukur performa iklan? Anda bisa menggunakan tool bernama Google Analytics. Tool ini berguna untuk memantau jumlah trafik, data pengunjung termasuk dari mana mereka datang, dan lainnya. 

Nah, data analytics tersebut akan membantu Anda mengambil keputusan terkait optimasi iklan.

Sebagai contoh, jika dengan budget yang disiapkan jumlah pengunjung masih kurang dari target, Anda bisa memikirkan untuk menambah budget atau menghentikannya sama sekali. 

Coba Tips Google AdWords untuk Sukseskan Performa Iklan Bisnis Anda!

Nah, itulah tips Google Ads yang bisa Anda coba untuk meningkatkan performa iklan Anda. Yuk, review sebentar beberapa tipsnya: 

  1. Tentukan tujuan iklan 
  2. Gunakan kata kunci yang tepat 
  3. Buat teks iklan yang menarik 
  4. Sesuaikan iklan dengan landing page
  5. Optimasi landing page 
  6. Buat iklan mobile friendly 
  7. Tentukan bidding yang tepat 
  8. Lakukan A/B testing 
  9. Retargeting dengan tepat
  10. Terus monitor dan evaluasi performa iklan

Google Ads memang ampuh untuk promosi bisnis dengan cara cepat. Namun, Anda tetap perlu melengkapinya dengan strategi digital marketing lain. Bagaimana cara melakukannya?

Nah, kami sudah menyiapkan panduan dalam bentuk ebook yang bisa Anda download gratis. 

banner ebook panduan digital marketing

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda, ya. Jika ada pertanyaan seputar tips beriklan di Google Ads, jangan ragu-ragu untuk tulis di kolom komentar! 

Putri Aprilia Putri is an SEO Content Writer at Niagahoster. She has experience in SEO writing with business and tech topic.