Ridandi Bintang Pamungkas Bintang is an avid learner with years of experience in Marketing and Business Management subjects. Aside from writing, Bintang loves reading books and collecting movies.

Media Sosial vs Website: Manakah yang Terbaik untuk Mengawali Bisnis Rumahan?

8 min read

media sosial vs website

Ketika berencana untuk membangun bisnis rumahan. Barangkali Anda berpikir untuk menggunakan platform media sosial. Terutama untuk aktivitas pemasarannya. Tapi, apakah menggunakan media sosial saja sudah cukup?

Saat ini ada lebih dari 300 ribu UMKM yang sudah beralih ke platform digital. 

Selain itu jumlah konsumen yang berbelanja online pun kian meningkat. Di tahun ini saja, jumlah konsumen digital di Indonesia diprediksi sudah mencapai 137 juta orang. Mampukah bisnis Anda menjangkau peluang sebesar itu hanya dengan bantuan media sosial?

Jika Anda merasa belum yakin dengan potensi media sosial, masih ada juga platform lain yang bisa Anda gunakan saat membangun bisnis rumahan, yaitu website

Di satu sisi, website memang mampu membuat bisnis Anda terlihat lebih profesional. Namun, di sisi lain, mungkin Anda juga belum yakin untuk menggunakan website. Karena Anda belum tahu berbagai kelebihan dan kekurangan website dalam membangun bisnis rumahan. 

Jadi, manakah platform terbaik untuk memulai bisnis rumahan? Apakah media sosial? Atau website?

bingung memilih media sosial atau website

Tak usah khawatir, di sini Anda akan menemukan jawabannya. Kita akan mengulas satu per satu keunggulan dan kelemahan dari masing-masing platform. 

Penasaran platform mana yang jadi pemenangnya? Yuk simak lebih lanjut!

Membangun Bisnis di Awal dengan Media Sosial

Dulu, media sosial umumnya hanya dimanfaatkan sebagai media untuk bersosialisasi. Namun, kini fungsi media sosial sudah berkembang lebih luas. Salah satunya untuk berbisnis.

Tak heran, banyak akun-akun bisnis yang berseliweran di feed Instagram atau Facebook. Mulai dari bisnis rumahan, hingga bisnis-bisnis besar yang mengiklankan produknya.

Lantas, apa sih yang membuat media sosial begitu menarik bagi para pebisnis? Berikut alasannya:

  1. Gratis – Anda tinggal mendaftar dan akun Anda langsung siap untuk digunakan. Semuanya bebas biaya, kecuali jika Anda ingin beriklan.
  2. Mudah untuk Digunakan – Tak perlu waktu lama untuk tahu cara menggunakan platform media sosial. Mulai dari mengatur akun hingga posting konten bisa dilakukan dengan beberapa klik!
  3. Pengelolaannya Gampang – Anda tak perlu mengeluarkan biaya maintenance platform. Cukup update saja aplikasinya untuk mendapat pembaruan sistem.
  4. Feedback Langsung dari Calon Konsumen – Berinteraksi dengan calon konsumen di media sosial sangatlah mudah. Anda dapat melihat dan menjawab komentar-komentar mereka di kolom komentar atau di direct message.
  5. Jangkauan Pasar yang Luas – Dengan memanfaatkan fitur hashtag, konten Anda bisa menjangkau lebih banyak calon konsumen.

Sudah gratis, mudah dipakai, tak sulit pula pengelolaannya. Bagi orang-orang yang baru memulai bisnis, tentu media sosial terlihat sangat ideal.

Tak heran jika 54% UMKM memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan penjualan di masa pandemi.

ilustrasi social media marketing

Pertanyaannya, apakah media sosial memang platform yang sempurna untuk memulai bisnis? 

Tidak juga. 

Karena, platform ini punya beberapa kelemahan yang perlu Anda ketahui. Berikut di antaranya:

  1. Desain Platform yang Terbatas – Anda tak dapat mengubah tampilan akun Anda sesuka hati. Satu-satunya solusi adalah menyesuaikan desain konten Anda dengan karakter bisnis Anda.
  2. Fungsi Platform Tak Fleksibel – Platform ini hanya bisa Anda gunakan untuk menjaring calon konsumen via konten. Tidak ada opsi lain seperti membangun email list.
  3. Kontrol Terbatas – Siapapun bebas memberi komentar di postingan Anda. Sehingga Anda tidak dapat mengontrol komentar-komentar yang muncul di akun Anda.

Nah, mengapa kelemahan-kelemahan tersebut patut Anda waspadai?

Mari kita ambil contoh. Berikut adalah kolom komentar di salah satu postingan akun Instagram sebuah aplikasi:

contoh komen negatif di media sosial

Bila tidak direspon dengan tepat, tentu komentar-komentar negatif seperti ini bisa mengurungkan niat orang-orang yang sudah tertarik menginstall aplikasinya. Nah, inilah salah satu resiko yang kerap muncul di media sosial.

Untungnya, masalah seperti ini bisa diatasi dengan mudah di website. Karena Anda bebas memilih komentar yang tampil di websitenya. Demi kepentingan branding, Anda bisa saja menampilkan komentar-komentar bernada positif di halaman testimonial.

Selain itu, website juga dapat memberi ruang yang fleksibel untuk menampilkan karakter bisnis. Contohnya seperti yang bisa dilihat pada halaman utama website Makaroni Ngehe:

halaman utama makaroni ngehe

Di halaman utama, mereka bisa memasang desain yang sesuai dengan karakter brandnya. Mulai dari warna, logo, hingga background websitenya.

Tidak hanya itu, fungsi websitenya pun luas. Mereka bisa menggunakannya untuk memperkenalkan bisnis, menampilkan daftar produk, menawarkan pendaftaran reseller, dan membuat form pemesanan. Semuanya tersedia dalam satu platform.

Nah, hal-hal inilah yang tidak akan Anda dapatkan di media sosial.

Sekarang Anda tahu bahwa website memiliki berbagai manfaat yang patut untuk dipertimbangkan. Namun, apakah ini berarti website adalah pilihan yang lebih tepat untuk memulai bisnis? Mari kita lihat di bagian selanjutnya!

Mengapa Bisnis Anda Perlu Website?

Bagi pebisnis yang masih awam dengan dunia teknologi, membangun sebuah website mungkin terdengar rumit. Barangkali alasan ini pula yang seringkali mengurungkan niat pebisnis untuk membuat website.

Padahal, manfaat yang ditawarkan website tak bisa dianggap remeh. Agar siap beradaptasi dengan dunia online, sebuah bisnis justru perlu memiliki website.

Jadi, sebenarnya apa saja sih manfaat utama yang dimiliki website? Berikut daftarnya!

  1. Membantu Aktivitas Branding – Anda dapat membangun citra positif untuk bisnis Anda. Caranya dengan memperkenalkan nilai-nilai bisnis Anda melalui halaman “Tentang Kami” atau melalui artikel-artikel yang Anda posting di blog. 
  2. Mendukung Aktivitas Pemasaran – Anda bisa melakukan promosi di banyak tempat, mulai dari slider di halaman utama, hingga di halaman produk.
  3. Bebas Menentukan Desain – Anda dapat menyesuaikan desain website Anda sesuai dengan style bisnis Anda. Sama seperti yang ditampilkan pada contoh website Makaroni Ngehe.
  4. Fungsi Platform yang Luas – Anda bisa menggunakan website untuk banyak hal, seperti menampilkan katalog produk, membuat artikel blog, atau mengumumkan info promosi.
  5. Muncul di Mesin Pencari – Agar bisa muncul di halaman pencarian Google, tentu bisnis Anda harus punya website, bukan?

Di sisi lain, Anda juga harus tahu kelemahan-kelemahan yang dimiliki website, yaitu:

  1. Tidak Gratis – Untuk membuat website, Anda perlu hosting dan domain. Keduanya butuh biaya.
  2. Semuanya Dikerjakan Sendiri – Mulai dari memilih desain, mengelola isinya, hingga update tema dan plugin, semuanya Anda yang handle. Termasuk perihal keamanan dan kecepatan websitenya juga. 
  3. Perlu Dipelajari – Karena penggunaannya tidak semudah media sosial, Anda perlu meluangkan waktu untuk belajar cara menggunakannya.

Oke, karena Anda sudah tahu kelebihan dan kelemahan dari masing-masing platform, sekarang saatnya menentukan platform yang lebih baik untuk mengawali bisnis rumahan!

Dan Pemenangnya adalah…

Eits, tunggu dulu. Mari kita rangkum secara singkat. 

Di satu sisi, media sosial punya kelebihan yang tidak dimiliki website, yaitu gratis, mudah digunakan, dan pengelolaannya simpel.

Di sisi lain, kelebihan-kelebihan yang dimiliki website mampu menutupi kekurangan media sosial, seperti bebas menyesuaikan desain, fungsi platformnya luas, serta mudah untuk muncul di mesin pencari.

Jadi, jika ditanya manakah platform terbaik untuk mengawali bisnis rumahan? Jawabannya adalah: Keduanya!

Ya, opsi terbaik adalah dengan menggunakan keduanya, karena keduanya saling melengkapi. Media sosial mampu menutupi kekurangan website, dan website mampu menutupi kekurangan media sosial.

Sebagai permulaan, Anda bisa menjaring calon konsumen lewat media sosial. Kemudian, Anda dapat mengarahkan mereka ke website untuk melakukan pembelian. Contohnya seperti yang dilakukan oleh Eiger:

profil instagram eiger

Seperti yang Anda lihat, mereka menaruh link website pada Instagram bio. Jadi, ketika ada calon konsumen yang tertarik untuk membeli, mereka tinggal mengklik link tersebut untuk melakukan pembelian. Contoh ini menunjukkan integrasi media sosial dan website yang baik.

Nah, itu baru satu contoh. Selanjutnya kita akan melihat bisnis-bisnis lain yang sukses memanfaatkan kombinasi media sosial dan website.

Memanfaatkan Media Sosial dan Website Sekaligus? Kenapa Tidak?

Sudah banyak bisnis yang menggunakan kombinasi media sosial dan website. Anda pun pasti pernah melihatnya. Entah bisnis yang menampilkan akun media sosial di websitenya, atau bisnis yang menampilkan website di akun media sosialnya.

Sekarang, mari kita lihat beberapa contoh bisnis yang berhasil menggunakan kombinasi media sosial dan website. Bisa jadi salah satunya dapat menginspirasi Anda saat memulai bisnis!

1. Matoa

Bisnis jam tangan yang berbasis di Bandung, Jawa Barat ini memulai perjalanannya sejak tahun 2011. 

Walaupun awalnya hanya bermodalkan kerjasama dengan tiga pengrajin di salah satu desa di Ciwidey, Jawa Barat. Saat ini Matoa sudah berkembang menjadi salah satu penghasil jam tangan lokal yang potensial di Indonesia.

Seiring dengan perkembangannya, lini produk Matoa pun turut meluas. Kini, mereka tidak hanya menjual jam tangan saja, tapi juga kacamata dan aksesoris.

Para pelanggan yang tertarik untuk membeli bisa datang ke workshop (toko fisik) Matoa yang tersebar di berbagai kota. Selain itu, mereka juga bisa melakukan pemesanan melalui website. 

halaman produk matoa

Hebatnya, Matoa tidak hanya menggunakan websitenya untuk berjualan. Pelanggan pun bisa mengajukan garansi, melacak pesanan, hingga memesan reparasi jam tangan di websitenya langsung!

klaim reparasi matoa

Intinya, website Matoa mampu menyajikan solusi atas segala permasalahan konsumennya. 

Nah, agar semakin banyak konsumen yang mengunjungi websitenya, Matoa juga menaruh link websitenya di akun instagram. Sehingga, followers akun Instagram Matoa bisa dengan mudah mengunjungi websitenya.

akun instagram matoa

Hal yang Bisa Dipelajari dari Matoa:

  1. Sebelum membangun website, cari tahu apa saja solusi yang bisa Anda tawarkan di websitenya nanti. Sehingga website Anda bisa menjadi one-stop solution.
  2. Pastikan nilai-nilai dan karakter bisnis yang Anda tampilkan di website dan media sosial selaras.
  3. Lampirkan link website Anda di akun media sosial agar followers Anda bisa mengunjunginya.

2. Eatsambel

Berawal dari bisnis rumahan pada tahun 2018 silam, Eatsambel kini sudah semakin maju. Mereka adalah contoh brand produsen sambal yang sukses memanfaatkan saluran pemasaran online.

“Sambal itu makanan yang sudah lama, tapi saya ingin memadukan cita rasa dengan perkembangan teknologi digital saat ini”, ujar Yansen Gunawan, CEO sekaligus Co-Founder Eatsambel.

Senada dengan ucapan Yansen, Eatsambel memang berhasil mempromosikan cita rasa produknya di berbagai saluran pemasaran digital. 

Contohnya di media sosial. Jika Anda berkunjung ke akun Instagram mereka, Anda akan disuguhi berbagai konten menarik terkait produknya. Seperti review sambal, kampanye giveaway, dan kumpulan ide makan sambal.

konten akun instagram eatsambel

Di bagian bio, Anda akan melihat link campsite.bio yang mengarah ke berbagai saluran pemasaran Eatsambel, seperti WhatsApp, online marketplace, dan website.

link campsite eatsambel

Sekarang, mari kita lihat websitenya. 

Saat masuk ke halaman utama, Anda akan melihat suguhan visual yang simpel dan menarik. Walau hanya didominasi background kuning dan sebotol sambal, tapi tetap memikat.

halaman utama eatsambel

Jika Anda scroll ke bawah, Eatsambel juga menampilkan visi mereka, yaitu: Mereka ingin rakyat Indonesia bisa menikmati cita rasa sambal terbaik. Kedengarannya sederhana, tapi cukup baik untuk membangun kepercayaan calon konsumen.

Setelah itu, Anda akan melihat daftar produk yang mereka tawarkan. Cara ini bisa Anda gunakan juga untuk menjaring penjualan.

Dan hey! Mereka juga tak lupa melampirkan link akun Instagram mereka. Ini adalah cara yang bagus untuk mengarahkan pengunjung website untuk menjadi follower.

link instagram di website eatsambel

Untuk menarik pengunjung dari mesin pencari, Eatsambel juga masih mengandalkan website. Buktinya, jika Anda mencari Eatsambel di Google, hasil yang akan muncul di peringkat pertama adalah websitenya.

contoh serp eatsambel

Hal-hal yang Bisa Dipelajari dari Eatsambel:

  1. Pasanglah konten-konten yang menarik di media sosial, seperti konten giveaway dan konten review.
  2. Anda dapat memanfaatkan aplikasi social bio link seperti Campsite atau Linktree. Sehingga pengunjung akun media sosial Anda bisa diarahkan ke berbagai saluran, seperti website, online marketplace, dan WhatsApp.
  3. Jangan lupa tampilkan akun media sosial Anda di website. Cara ini bisa mengundang pengunjung website untuk menjadi follower Anda.

3. Holland Bakery

Holland Bakery adalah salah satu bisnis roti legendaris di Indonesia. Sejak berdiri pada tahun 1978, mereka kini sudah memiliki 400 outlet yang tersebar di berbagai kota.

Kok mereka bisa bertahan sejauh ini? Tentunya karena mereka mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Walaupun Holland Bakery bisa disebut brand “kolonial, tapi mereka dapat memasarkan bisnis mereka secara “millennial.

Buktinya, konten-konten yang ada di akun Instagram Holland Bakery terbilang fresh dan tidak terlihat kuno. Mereka rutin meng-update kontennya, dan konten yang disajikan pun mengikuti selera pasar, seperti konten produk, konten kuis, dan konten video.

konten instagram holland bakery

Tidak hanya itu, Anda pun akan melihat hal yang sama di website Holland Bakery. Mereka tidak hanya menampilkan daftar produk dan testimoni, namun juga berbagai promo spesial yang sedang ditawarkan.

Uniknya, website Holland Bakery juga menyediakan laman social. Isi halamannya berupa ajakan kepada para pengunjung untuk mengikuti akun media sosial Holland Bakery.

halaman social holland bakery

Holland Bakery juga mampu menyajikan kontennya dengan baik walaupun lintas platform. Sebagai contoh, mereka bisa menampilkan konten promosi di website mereka:

promo website holland bakery

Lalu konten tersebut bisa dikemas ulang dengan baik di akun Instagramnya tanpa mengurangi pesan yang ingin mereka sampaikan:

promo instagram holland bakery

Hal-hal yang Bisa Dipelajari dari Holland Bakery:

  1. Rutinlah untuk meng-update konten, baik di media sosial maupun website.
  2. Pastikan konten yang Anda posting mengikuti selera target pasar.
  3. Anda dapat membuat halaman khusus di website untuk mempromosikan akun-akun media sosial bisnis Anda.

4. KITC

KITC memperkenalkan dirinya sebagai brand lokal dengan sentuhan kultur geek pop Jepang. Mereka menjual berbagai produk fashion, mulai dari kaos dan jaket, hingga aksesoris.

Keunikan brand ini muncul karena mereka benar-benar fokus pada niche bisnisnya. Anda bisa lihat sendiri, mulai dari produk hingga tampilan akun media sosial dan website mereka. Semuanya bernuansa geek pop Jepang.

halaman about kitc

Jika Anda berkunjung ke akun Instagram dan akun Facebooknya, Anda akan merasakan suasana yang sama. Mulai dari penggunaan warna hingga bahasa, semuanya sama. Sehingga, karakter brand mereka semakin kuat.

Oh ya, mereka juga mengintegrasikan website dan media sosial mereka dengan sangat baik. Contohnya, mereka menaruh link-link akun media sosial–seperti Instagram, Facebook, dan Twitter– di bagian bawah websitenya:

akun media sosial kitc

Lalu, mereka juga mendorong follower mereka untuk berkunjung ke website, seperti yang mereka lakukan lewat bio Instagram:

bio instagram kitc

Tidak hanya di bio, mereka juga turut mempromosikan websitenya lewat iklan-iklannya di media sosial:

iklan kitc di instagram

Hal-hal yang Bisa Dipelajari dari KITC:

  1. Website dan media sosial bisa jadi alat yang ampuh untuk memperkuat karakter brand. Pastikan brand Anda terlihat unik di kedua platform tersebut!
  2. Buatlah website Anda menarik di mata followers. Ajak mereka untuk berkunjung. Contohnya dengan menawarkan free ongkir jika memesan via website.
  3. Gunakan iklan di media sosial untuk mengarahkan calon konsumen ke website.

Ingin Membangun Bisnis dengan Media Sosial dan Website? Anda Juga Bisa!

Sudah siap mengawali bisnis Anda dengan media sosial dan website? Tenang, caranya sangat mudah kok! 

Cara Menggunakan Platform Media Sosial 1. Daftarkan bisnis Anda di platform media sosial (seperti Facebook, Instagram, atau Twitter)

2. Pasarkan bisnis Anda di sana. Sebagai pedoman, Anda bisa mengikuti panduan lengkap social media marketing di tahun 2020. Di dalamnya, Anda akan menemukan trik-trik jitu untuk memasarkan bisnis Anda di Facebook, Instagram, dan Twitter.
Cara Menggunakan Website1. Beli paket hosting dan domain yang ingin Anda gunakan.
2. Install website Anda.
3. Isi dan kelola kontennya.

Walaupun cara menggunakan website terlihat simpel, mungkin Anda masih bingung harus mulai dari mana. Khususnya di tahap memilih paket hosting dan instalasi website.

Tapi Anda tak perlu khawatir, karena Anda bisa membangun website Anda tanpa perlu keahlian coding! 

Lho, memang bisa?

Tentu saja! Di Niagahoster, mimpi Anda untuk memiliki website professional bisa terkabul hanya dengan beberapa klik! 

Anda tinggal pilih desain dan tema websitenya di awal, cek domain yang ingin Anda pakai, dan websitenya pun siap untuk digunakan! Tentunya lengkap dengan berbagai fitur yang Anda butuhkan. 

Contohnya, berikut adalah salah satu tema website yang bisa Anda pilih untuk memulai bisnis rumahan:

buat website toko online di niagahoster

Lalu bagaimana dengan servernya? Santai saja, server di Niagahoster memiliki tingkat uptime 99.99%. Jadi Anda bisa tidur nyenyak karena website Anda on terus!

Tertarik? Klik tombol di bawah untuk mulai membangun website bisnis Anda sekarang juga!

1
Ridandi Bintang Pamungkas Bintang is an avid learner with years of experience in Marketing and Business Management subjects. Aside from writing, Bintang loves reading books and collecting movies.
[{"code":""
[{"code":""
"label":"Coba Lagi"
"label":"Coba Lagi"
"win":false}
"win":false}
{"code":"HOSTING50"
{"code":"HOSTING50"
"label":"Extra Diskon 50rb "
"label":"Extra Diskon 50rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":"HOSTING20"
{"code":"HOSTING20"
"label":"Extra Diskon 20rb "
"label":"Extra Diskon 20rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":"HOSTING100"
{"code":"HOSTING100"
"label":"Extra Diskon 100rb "
"label":"Extra Diskon 100rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":""
{"code":""
"label":"Belum Beruntung"
"label":"Belum Beruntung"
"win":false}
"win":false}
{"code":"HOSTING20"
{"code":"HOSTING20"
"label":"Extra Diskon 20rb "
"label":"Extra Diskon 20rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":""
{"code":""
"label":"Coba Lagi"
"label":"Coba Lagi"
"win":false}
"win":false}
{"code":"HOSTING50"
{"code":"HOSTING50"
"label":"Extra Diskon 50rb "
"label":"Extra Diskon 50rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":"HOSTING20"
{"code":"HOSTING20"
"label":"Extra Diskon 20rb "
"label":"Extra Diskon 20rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":"FREESHIPPING"
{"code":"FREESHIPPING"
"label":"Coba Lagi"
"label":"Coba Lagi"
"win":false}
"win":false}
{"code":""
{"code":""
"label":"Sedikit Lagi! "
"label":"Sedikit Lagi! "
"win":false}
"win":false}
{"code":"HOSTING50"
{"code":"HOSTING50"
"label":"Extra Diskon 50rb "
"label":"Extra Diskon 50rb "
"win":true}]
"win":true}]