Naning Nur Wijayanti A rare talkative person whose love writing the most. As SEO Content Writer at Niagahoster, she loved to share an articles about Internet of Things.

Apa Itu E-Wallet? Cara Kerja, Contoh, Kelebihan, dan Kekurangannya!

9 min read

apa itu ewallet

Dunia financial technology (fintech) memang semakin berkembang. Dan e wallet adalah salah satu produk fintech yang paling banyak digunakan.

Anda salah satu pengguna ewallet juga, kan? Atau, malah masih bingung perbedaan e-money dan e-wallet?

Nah, di artikel ini, Anda akan menemukan penjelasan lengkap tentang apa itu e-wallet, bagaimana cara kerja e-wallet, dan contoh aplikasi e-wallet di Indonesia. 

Tenang, kami juga akan bahas kelebihan dan kekurangan ewallet, sehingga Anda dapat mempertimbangkan saat menggunakannya!

Sudah siap? Mari simak selengkapnya.

Apa Itu E-Wallet?

E-wallet adalah layanan dompet digital untuk menampung dana, melakukan pembayaran secara elektronik, dan mencatat setiap transaksi yang telah dilakukan.

Dompet digital berbentuk aplikasi yang memudahkan Anda bertransaksi  dengan lebih cepat, baik offline maupun online. Penggunaannya tentu lebih sesuai dengan perkembangan bisnis online saat ini.

Yang tak kalah penting, e wallet memiliki kemampuan untuk mencatat setiap transaksi. Mulai dari saldo yang masuk atau keluar, jumlah transaksi yang dilakukan, hingga detail transaksi yang dilakukan.

Semua kelebihan tersebut tentu tidak ditemukan di dompet fisik. Anda harus menyimpang uang fisik, hanya bisa bertransaksi di merchant offline, dan pengeluaran harus dicatat sendiri secara manual.

Itulah kenapa penggunaan e-wallet semakin meningkat. Apalagi setelah ewallet dinyatakan sebagai sistem pembayaran yang legal di Indonesia untuk mendukung sistem pembayaran yang aman, efisien, dan lancar

Dampaknya, muncullah banyak startup fintech dengan penawaran menarik dan fitur beragam. Kami akan mengulasnya di contoh ewallet.  

Perbedaan E-Wallet dan E-Money

Kalau Anda menganggap e-wallet sama dengan e-money, Anda perlu melihat perbedaan keduanya berikut ini:

1. Chip Based vs Server Based

Ewallet merupakan dompet digital yang berbasis aplikasi, sehingga semua data yang dikelola membutuhkan peran server. Singkatnya, e-wallet bersifat server-based. 

Sedangkan, emoney fokus pada fungsi sebagai alat pembayaran yang berbasis chip di sebuah kartu yang diterbitkan penyedia layanan. 

Karena chip-based, emoney tidak menyimpan data pribadi dan transaksi pengguna. Tak heran, emoney dapat dipindahtangankan, dan umumnya digunakan untuk pembayaran offline seperti toll, kereta api, transjakarta, SPBU, dan lainnya.

2. Tingkat Keamanan 

ilustrasi keamanan ewallet

Dari sisi keamanan, ewallet lebih terjamin karena didukung perlindungan fitur keamanan aplikasi yang berlapis dan bisa ditingkatkan. Misalnya, multi factor authentication, mulai dari email, password, nomor telepon, OTP, dan sebagainya.

Saat transaksi pun terdapat tahapan verifikasi pengguna yang biasanya berupa berupa PIN, sidik jari, atau sebagainya. Jadi, tidak sembarang orang dapat melakukan transaksi tanpa akses ke aplikasi ewallet.

Sedangkan, emoney lebih riskan dari sisi keamanan, karena transaksinya tidak membutuhkan verifikasi khusus. Jadi, jika kartu Anda hilang, siapa saja bisa menggunakan saldo yang ada di dalamnya untuk bertransaksi.

3. Cara Top Up 

Untuk menambah jumlah uang uang yang disimpan, e-wallet menawarkan metode top up yang variatif. Mulai dari transfer bank, transfer antar pengguna ewallet, merchant, dan lainnya. 

Sedangkan untuk top up emoney pilihannya lebih sedikit. Pengisian saldo emoney harus dari penyedia layanan yang bersangkutan. Umumnya, dari lembaga perbankan.

4. Limit Saldo

Ewallet menyediakan limit saldo yang besar. Bahkan pada ewallet tertentu, bisa mencapai Rp10.000.000! Sedangkan, emoney telah ditentukan memiliki limit saldo maksimal Rp2.000.000 dari Bank Indonesia.

5. Registrasi

Ewallet hanya bisa digunakan setelah pengguna melakukan registrasi layanan dengan data diri lengkap dan valid. Ini merupakan perlindungan keamanan dari penyedia layanan untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan aplikasi e wallet.

Emoney tidak menuntut Anda melakukan registrasi. Bahkan, kartu emoney dijual bebas di minimarket. Siapapun bisa dengan mudah memiliki kartu emoney tanpa dibatasi jumlahnya.

6. Segmentasi Pengguna

segmentasi pengguna ewallet

Segmentasi pengguna ewallet memang lebih terbatas dibandingkan emoney. Sebab, untuk menggunakan ewallet diperlukan handphone untuk menginstal aplikasi. Selain itu, perlu ada proses registrasi dengan data valid. 

Sedangkan, emoney bisa digunakan siapa saja, sehingga segmentasi pengguna lebih luas. Bahkan, yang tidak memiliki handphone atau data identitas yang terdaftar, bisa menggunakannya.

Cara Kerja E-Wallet

Cara kerja ewallet melibatkan akses handphone pengguna, pengolahan data diri dan transaksi di server aplikasi dan transaksi di merchant tujuan. Penjelasannya sebagai berikut:

cara kerja e wallet

Pengguna mendaftar layanan ewallet dengan mengisi data lengkap. Selanjutnya, pengguna bisa top up saldo di e wallet dan siap melakukan transaksi. 

Ketika melakukan transaksi online maupun offline dengan scan barcode, saldo pengguna akan terpotong otomatis. 

Sebagai contoh, ketika Anda membeli layanan hosting di Niagahoster, terdapat pilihan untuk membayar dengan QRIS. Setelah Anda melakukan scan barcode, nominal transaksi akan tertera pada ewallet Anda. Pembayaran pun bisa diselesaikan.

contoh penggunaan ewallet

Dengan sistem yang sederhana tersebut, ewallet dapat membantu Anda untuk bertransaksi dengan lebih mudah, bukan?

Baca juga: Ingin Membangun Digital Banking? Sekarang Saatnya!

Kegunaan E-Wallet

Sebagai dompet digital, e wallet memiliki beberapa kegunaan yang bisa Anda manfaatkan. Apa saja?

1. Transaksi Online

Kegunaan e wallet yang utama adalah melakukan transaksi secara online. Misalnya, membayar belanjaan di ecommerce. Apalagi hal itu menjadi lebih mudah karena  makin banyaknya integrasi layanan e wallet dengan berbagai platform.

2. Transfer

Transfer dana adalah salah satu manfaat yang disediakan ewallet. Baik transfer dana antar pengguna layanan ewallet yang sama, maupun dari e wallet ke rekening bank. Hal ini tentu semakin memudahkan untuk saling berkirim uang, baik untuk tujuan pribadi maupun bisnis. 

3. Membayar Tagihan

Anda juga bisa menggunakan ewallet untuk membayar tagihan berbagai layanan. Misalnya, tagihan PLN, PDAM, dan lainnya. Jadi, Anda tidak perlu repot ke kantor yang bersangkutan lagi untuk melakukannya.

4. Pembelian Pulsa atau Paket Data

Ewallet juga sudah terintegrasi dengan banyak provider telekomunikasi di Indonesia. Anda pun dapat membeli pulsa atau paket data dengan mudah, murah, dan aman.

Anda tak perlu mengingat nomor yang akan diisikan atau menginfokan nomor tersebut ke orang lain, misalnya counter pulsa. Cukup dari handphone, proses bisa dilakukan dengan biaya yang lebih murah. 

5. Menabung

Fungsi ewallet untuk menyimpan dana juga bisa Anda manfaatkan untuk menabung. Tentunya, jumlah uang yang disimpan tidak akan sebesar ketika menabung di bank. Namun, dompet digital ini bisa menjadi sarana menyimpan uang dengan aman untuk tujuan tertentu. 

6. Transaksi Lainnya

Ewallet juga bisa digunakan untuk pembayaran offline dengan pilihan merchant yang semakin banyak. Misalnya, di restoran, di toko, di rumah sakit, dan sebagainya. Yang perlu dilakukan adalah melakukan scan barcode pada tempat yang menerima pembayaran e-wallet.

Contoh E-Wallet di Indonesia

Berikut ini beberapa aplikasi e-wallet terpopuler yang bisa Anda gunakan:

1. Gopay

e wallet gopay

Gopay adalah dompet digital yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Mulai dari transaksi layanan Gojek, transaksi in-store melalui Gopay merchant, hingga pembayaran ke platform lain seperti ecommerce dan tagihan lainnya.

Gopay juga merupakan contoh layanan ewallet yang menyediakan fitur withdraw atau penarikan saldo. Anda bisa menarik uang secara tunai melalui minimarket, ataupun mentransfernya rekening bank Anda.

Fitur unik lain dari e wallet ini adalah paylater yang memungkinkan Anda menggunakan dana di awal ketika saldo kosong. Lalu, membayarnya kemudian dengan melakukan top up seperti biasa.

Baca juga: 7+ Perbedaan E-commerce, Marketplace, dan Online Shop

2. OVO

ewallet ovo

OVO adalah ewallet ternama dengan lebih dari 60.000 outlet atau merchant mitra di seluruh Indonesia. Artinya, Anda bisa leluasa menggunakan e-wallet ini untuk berbagai keperluan.

Selain itu, dompet digital ini juga terafiliasi dengan Grab sebagai salah satu aplikasi dengan berbagai layanan. Jadi, Anda bisa menggunakan layanan aplikasi tersebut dengan pembayaran yang lebih mudah dan cepat. 

OVO juga memungkinkan Anda melakukan transfer ke rekening bank dan transfer gratis antar pengguna. Dengan akun Premier, Anda bahkan bisa memiliki limit saldo hingga RP10.000.000. 

3. Dana

contoh ewallet dana

Ewallet ketiga yaitu Dana, sebuah layanan dompet digital yang memiliki fitur keamanan kelas dunia. Salah satunya, penggunaan two factor authentication untuk setiap transaksi dengan kode PIN dan OTP.  Tak perlu lagi salah bayar atau terkena korban penipuan kan?

Dengan keamanan yang terjamin, Anda jadi lebih yakin untuk mengintegrasikan rekening bank agar memudahkan transfer ataupun proses top up.

Tak hanya itu, Anda juga dapat menarik saldo di agen, mitra, dan merchant Dana lainnya, sehingga sangat bermanfaat jika Anda membutuhkan uang tunai.

Dompet digital ini bisa dikatakan kaya fitur seperti kemudahan untuk menabung atau berinvestasi emas melalui saldo, melakukan pembayaran asuransi, hingga  mendukung UMKM menjadi mitra agar dapat menerima pembayaran dengan akun Dana.

Baca juga: UKM : Pengertian, Contoh, dan Tips Mengembangkannya

4. LinkAja

e-wallet LinkAja

LinkAja adalah dompet digital dengan jaringan antar bank di Indonesia yang cukup luas. Ewallet ini menghubungkan Telkomsel dan empat bank milik negara, yaitu Bank Mandiri, BTN, BNI 46, dan BRI. 

Dengan integrasi itulah LinkAja bisa memiliki banyak kegunaan layaknya e money. Misalnya untuk pembayaran transportasi umum, dan pembelian BBM. Keunggulan ini belum mampu ditandingi e wallet lain.

Seperti ewallet lainnya, LinkAja juga dapat digunakan untuk membayar tagihan di lebih banyak layanan. Mulai dari tagihan koperasi, pendidikan, properti, hingga pajak dan retribusi. 

Yang tak kalah unik, LinkAja memiliki fitur dompet digital syariah. Tentunya fitur yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan syariah seperti pembayaran zakat, wakaf, investasi syariah, hingga pembayaran haji dan umrah.

5. Jenius

contoh e-wallet jenius

Jenius adalah ewallet keluaran Bank BTPN yang telah memiliki 3,3 juta pengguna. 

Ewallet ini menawarkan berbagai fitur unggulan seperti Pay Me, semacam layanan penagihan. Selain itu, Jenius merupakan dompet digital yang dapat mengisi saldo ke ewallet lain.

Eits, ewallet ini bukan hanya untuk transaksi tapi juga untuk pengelolaan keuangan. Fitur manajemen keuangan Jenius antara lain:

  • Tabungan Jenius meliputi Flexi Saver (tabungan fleksibel), Dream Saver (tabungan autodebet), dan Maxi Saver (deposito berjangka). 
  • Flexi Cash atau dana siaga, dimana Anda bisa mengajukan pinjaman dengan limit tertentu untuk kebutuhan tidak terduga.

Selain itu, terdapat fitur Moneytory untuk pengelolaan cash flow yang otomatis mencatat setiap pengeluaran dan pemasukan Anda.

Kerennya lagi, Jenius juga menyediakan kartu debit visa bagi para penggunanya dan dapat digunakan di seluruh dunia.

6. iSaku

e wallet isaku

Seperti ewallet pada umumnya, iSaku memiliki fitur standar seperti pembayaran tagihan dan belanja, isi saldo, dan transfer ke sesama pengguna iSaku.

Uniknya, ewallet iSaku merupakan dompet digital yang terintegrasi dengan Indomaret, salah satu perusahaan retail terbesar di Indonesia. Jadi, Anda bisa melakukan tarik tunai di Indomaret dengan mudah.

Dengan integrasi tersebut, Anda bisa mendapatkan double poin jika berbelanja menggunakan aplikasi Indomaret Poinku dan membayar menggunakan iSaku.

Selain Indomaret, iSaku juga bisa digunakan di 14.000 toko retail, lho. Mulai dari Superindo, Indogrosir, Lotte, Ceriamart, dan masih banyak lainnya.

Jadi, aplikasi ewallet yang satu ini cocok untuk Anda yang masih setia berbelanja offline dan menginginkan kemudahan pembayaran secara online.

7. ShopeePay

e-wallet shopeepay

Sesuai namanya, ShopeePay adalah ewallet yang utamanya untuk bertransaksi di aplikasi Shopee.

ShopeePay berguna untuk bertransaksi di merchant atau mitra Shopee, mengklaim gratis ongkir, menggunakan promosi seperti, voucher, potongan harga, dan cashback.

Dengan memiliki ShopeePay, ketika terjadi pengembalian dana dari transaksi di Shopee, saldo akan tersimpan otomatis dan bisa digunakan untuk transaksi berikutnya.

Baca juga: Apa Itu Marketplace? Berikut adalah Pengertian, Contoh, dan Jenisnya!

8. OCTO Mobile

e-walley octo mobile

OCTO Mobile adalah aplikasi dompet digital besutan bank CIMB Niaga. Karena di support oleh bank besar, Anda bisa memanfaatkan berbagai fitur perbankan, misalnya:

  • Dapat membuka rekening bank CIMB Niaga secara online dengan mudah. 
  • Bebas biaya transfer ke bank lain hingga 20 kali.
  • Terdapat layanan perbankan seperti investasi, valas, transaksi antar negara, tabungan syariah, hingga kartu kredit.

Selayaknya sebuah ewallet, OCTO Mobile juga dapat digunakan untuk pembayaran tagihan, transaksi di semua merchant yang berlogo QRIS, hingga adanya kode promosi.

Selain itu, OCTO Mobile menggunakan fitur canggih login biometrik finger print atau face id untuk menjamin keamanan transaksi.

9. JakOne Mobile

contoh ewallet jakone mobile

JakOne Mobile adalah ewallet keluaran Bank DKI. Uniknya, JakOne Mobile bersifat multifungsi, yaitu sebagai mobile banking dan juga ewallet yang khusus digunakan oleh warga DKI Jakarta.

JakOne Mobile memiliki fitur pembayaran tagihan lengkap, mulai dari listrik, air, telepon, hingga pajak. Selain itu, ewallet ini juga sudah memiliki lebih dari 7000 mitra, dimana Anda bisa bertransaksi melalui scan barcode

Baca juga: Cek 9 Prediksi Trend Bisnis Online di Tahun 2022!

Kelebihan E-Wallet

Apa saja kelebihan e wallet untuk penggunanya?

1. Transaksi Lebih Cepat dan Tepat

transaksi ewallet lebih cepat

Berbeda dengan transaksi nontunai, segala transaksi melalui ewallet bekerja secara otomatis. Contohnya, Anda dapat melakukan transaksi in app ataupun offline hanya dengan scan barcode

Begitu pula dengan verifikasi transaksi, jika terdapat kesalahan input data atau nominal, maka sistem ewallet akan otomatis mengenalinya. Sehingga, transaksi bisa berjalan dengan cepat, dan tepat sesuai keperluan pengguna.

2. Meminimalisir Resiko Uang Palsu

ewallet terhindar dari uang palsu
Sumber: VOI.id

Adanya uang palsu masih menjadi ancaman bagi transaksi konvensional. Buktinya, masih ada 188.370 lembar uang palsu beredar yang bisa merugikan siapapun yang menerimanya.

E-wallet sebagai layanan yang memproses uang digital  tentu tidak mengalami kendala keamanan di atas. Perjalanan uang digital Anda, mulai dari top up, masuk ke akun ewallet, hingga digunakan untuk transaksi, semuanya dilakukan secara digital.

Perlindungan keamanan yang diberikan oleh masing-masing penyedia layanan e wallet juga canggih. Jadi, lebih kecil risiko dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab. 

3. Keamanan Transaksi Terjamin

Memangnya, apa saja sih perlindungan keamanan yang diberikan oleh e wallet? Ewallet telah dilengkapi standar keamanan yang tinggi, seperti:

  • Terverifikasi Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan jadi sudah legal.
  • Tersertifikasi PCI DSS (The Payment Card Industry Data Security Standard) sehingga keamanan transaksi lebih terjaga.
  • Memiliki Data Center dan Recovery Data Center sehingga pengelolaan data lebih terpusat dan aman.
  • Menggunakan multi factor authentication, seperti kode OTP, PIN, login biometric untuk mencegah aksi fraud atau penipuan.
multifactor authetication ewallet

Walaupun e-wallet sudah menjamin keamanan data dan transaksi, Anda juga tetap perlu menjaga akun Anda. Misalnya, dengan rutin mengganti password, memonitor saldo secara berkala, mengupdate aplikasi, dan lainnya.

Baca juga: Perhatian! Keamanan Website Akan Jadi Tren Penting Dunia Digital di 2022

4. Semua Transaksi Tercatat dengan Baik

pencatatan transaksi ewallet

Pernahkah Anda lupa mencatat transaksi belanja? Tiba-tiba uang sudah habis saja!

Untungnya, dengan ewallet, Anda akan selalu mendapatkan catatan transaksi dengan lengkap, mulai dari waktu, nominal, tujuan pembayaran, dan lainnya.

Jadi, Anda dapat melihat detail laporan transaksi secara jelas. Bukan hanya menguntungkan bagi pengelolaan keuangan, laporan transaksi juga bermanfaat sebagai bukti pembayaran.

5. Tersedia Banyak Promosi

promosi ewallet

Sebagai layanan baru, para startup fintech yang menawarkan e-wallet tentu ingin menggaet lebih banyak pengguna. Salah satunya dengan promosi mulai dari potongan harga, cashback, hingga penawaran hadiah, dan lainnya. 

Nah, tentu pengguna ewallet bisa mendapatkan keuntungan lebih dengan bertransaksi menggunakan promosi yang ditawarkan, bukan?

6. Terintegrasi dengan Banyak Lembaga

Selain untuk keperluan berbelanja, e-wallet juga mendukung pembayaran untuk banyak lembaga, seperti PDAM, PLN secara terintegrasi.

Hal ini cukup memudahkan pengguna ewallet untuk menggunakan layanan tertentu. Misalnya, Anda tidak perlu lagi datang ke kantor PLN untuk membayar listrik, cukup isi saldo ewallet, input nomor ID pelanggan, dan lakukan pembayaran.

Kekurangan E-Wallet

Namun, ewallet tentu punya kelemahan yang harus Anda pertimbangkan sebelum menggunakannya:

1. Jumlah Merchant Masih Terbatas

Sebagai layanan yang bisa dikatakan baru, tentu jumlah merchant yang melayani pembayaran dengan e-wallet masih terbatas. Apalagi pertumbuhan UMKM di Indonesia yang pesat membuat kemitraan dengan merchant tersebut masih perlu waktu. 

Tak heran, Anda belum bisa menggunakan ewallet di banyak toko kecil yang mungkin menjadi tempat transaksi Anda sehari-hari. 

Baca juga: Marketplace vs Toko Online: Jangan Salah Pilih Ya!

2. Adanya Biaya Transaksi

Setiap transaksi yang menggunakan e-wallet akan dikenakan biaya layanan. Nominalnya berbeda-beda, tergantung jenis transaksi dan kebijakan masing-masing ewallet.

Hal ini tentu menjadi pertimbangan bagi beberapa orang ketika berbelanja. Sebab, harus ada biaya tambahan yang disiapkan di setiap transaksi yang dilakukan.

3. Belum Semua Ewallet Mendukung Pencairan Uang 

Saat ini, belum semua ewallet menyediakan opsi layanan untuk mencairkan saldo. Artinya, setiap uang yang tersimpan di ewallet hanya bisa dibelanjakan. Hal ini harus menjadi pertimbangan Anda dalam memilih ewallet ataupun saat melakukan pengisian saldo.

4. Pengguna Menjadi Lebih Konsumtif

ewallet membuat pengguna jadi konsumtif

Kemudahan dan kecepatan transaksi, serta promosi yang ditawarkan ewallet, bisa membuat pengguna bertransaksi di luar kebutuhan. Jadi, Anda perlu mempertimbangkan setiap keputusan transaksi dengan baik ketika menggunakan e wallet.

Ewallet: Dompet Digital Solusi Pembayaran Online

Anda sudah paham bahwa ewallet adalah dompet digital yang memudahkan transaksi, bukan?

Aplikasi e wallet memang memiliki banyak kelebihan, seperti membantu transaksi online maupun offline jadi lebih cepat, memiliki sistem keamanan dan pencatatan transaksi yang baik, serta dapat diintegrasikan dengan banyak lembaga.

Tak heran, ewallet merupakan salah satu metode pembayaran yang mulai digemari, baik bagi konsumen maupun pebisnis.

Nah, jika Anda pemilik bisnis online, sudah saatnya memanfaatkan ewallet sebagai salah satu metode pembayaran Anda. Dengan begitu, konsumen pun bisa bertransaksi dengan lebih aman dan nyaman.

Selain menjadi mitra ewallet, ternyata masih banyak lho strategi berbisnis online yang perlu Anda lakukan. Temukan panduan mengembangkan bisnis online dalam ebook gratis berikut ini!

download ebook gratis kiat sukses bisnis online 2021
Naning Nur Wijayanti A rare talkative person whose love writing the most. As SEO Content Writer at Niagahoster, she loved to share an articles about Internet of Things.

Leave a Reply

Your email address will not be published.