Mirza M. Haekal Mirza is a member of SEO Team at Niagahoster. He loves to learn something new everyday.

Design Sprint: Cara Menciptakan Produk dengan Cepat ala Google

4 min read

Featured Image Design Sprint- Cara Menciptakan Produk dengan Cepat ala Google

Semakin cepat produk bisa dibuat, semakin cepat Anda bisa menjualnya. Namun, menciptakan produk tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada saja kendalanya, mulai dari memastikan produk sesuai kebutuhan pasar sampai mengelola sumber daya untuk pembuatan produk. 

Lalu, bagaimana membuat produk dengan cepat, hemat dan disukai konsumen, ya? Nah, Design Sprint bisa menjadi teknik yang layak Anda coba.  Apa itu Design Sprint?

Artikel kami kali ini akan menjelaskan metode Design Sprint dengan lengkap. Jadi, Anda bisa menggunakannya untuk membuat produk Anda dengan lebih efektif. Yuk, simak pembahasannya!

Apa Itu Design Sprint?

ilustrasi design sprint

Design Sprint adalah proses menciptakan produk dengan cepat dalam waktu lima hari. Menggunakan design sprint, Anda dapat membuat rencana pembuatan produk sebagai berikut:

  • Senin: memahami masalah yang terjadi ketika akan membuat sebuah produk
  • Selasa: memikirkan solusi dari masalah tersebut untuk membuat produk yang terbaik
  • Rabu: memilih salah satu solusi dari berbagai pilihan yang didiskusikan dalam tim
  • Kamis: menciptakan produk sesuai dengan solusi terbaik
  • Jumat: menguji produk yang sudah diciptakan ke konsumen

Tentunya, dalam lima hari tersebut, Anda belum membuat sebuah produk akhir siap jual. Namun, masih sebatas produk awal yang siap dikembangkan. 

Tujuan menggunakan Design Sprint adalah produk Anda bisa dibuat lebih cepat dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan. 

Jadi, Anda memulai dengan ide dan memvalidasi ide tersebut dengan melakukan ujicoba awal. Lalu, mengembangkannya berdasar reaksi pasar atas produk tersebut. 

Design Sprint memang cukup efektif untuk menciptakan produk unggulan secara hemat dan efisien. Tak heran, teknik ini banyak digunakan perusahaan di dunia seperti Airbnb, Lego, McKinsey hingga Universitas Stanford.

Baca juga: Lean Startup: Metode yang Wajib Dipelajari Pebisnis Online!

Umumnya, saat Design Sprint, Anda membutuhkan tim dengan peran berbeda sesuai dengan skala bisnis yang Anda jalankan, yaitu:

  • Pengambil keputusan — CEO, kepala departemen, manager, atau orang yang mampu memimpin tim
  • Fasilitator — Mengawasi jalannya Design Sprint dan memastikan agar semua orang menjalankan perannya dengan baik
  • Seksi pemasaran — Mempromosikan dan menyebarkan prototipe ke calon konsumen
  • Customer service — Rutin berinteraksi dengan konsumen dan mencatat semua feedback
  • Pembuat produk — Mendesain dan membuat prototipe produk sesuai tujuan Design Sprint
  • Bendahara — Menghitung pengeluaran selama Design Sprint dan memperkirakan profit yang didapatkan dari prototipe-nya.

Metode Design Sprint

ilustrasi metode design sprint

Setelah melakukan pembagian tugas di atas, gunakan metode Design Sprint di bawah ini untuk mulai menciptakan produk Anda:

1. Hari Senin: Pahami (Understand)

Di hari pertama Design Sprint, Anda berfokus untuk mengumpulkan informasi tentang masalah pada produk. Misalnya, tujuan produk, masalah yang dihadapi konsumen, memilih target pasar, hingga kapasitas perusahaan Anda. 

Lalu, tim Anda perlu membuat daftar pertanyaan yang relevan dengan masalah di atas. 

Sebagai contoh, perusahaan Anda ingin membuat website toko online. Beberapa pertanyaan yang bisa dibuat adalah:

  • Apa nama domain website-nya?
  • Ingin menggunakan paket hosting apa?
  • Budget berapa?
  • Fitur apa saja yang harus dipasang?
  • Desainnya bagaimana?
  • Sistem pembayaran bagaimana?
  • Apakah konsumen bisa bertanya langsung lewat website?
  • Kalau bisa, apakah CS-nya sama dengan via telepon?
  • Siapa yang akan mengurusi maintenance website?

Semua pertanyaan tersebut nantinya akan dijawab dan dikembangkan di hari kedua.

2. Hari Selasa: Kembangkan (Diverge)

Metode Design Sprint di hari kedua adalah mengembangkan ide dengan menjawab semua pertanyaan di hari sebelumnya. Satu pertanyaan bisa memiliki banyak jawaban.

Misalnya, pertanyaan “Ingin menggunakan paket hosting apa?”. Jawabannya bisa “Shared Hosting atau Cloud Hosting.” Lalu, Anda bisa kembangkan lagi (break down) seperti ini:

  • Shared Hosting

– Kelebihan: harga murah dan penggunaan mudah. Jadi, bisa menghemat budget dan tak harus repot maintenance rutin.
– Kekurangan: sumber daya terbatas dan tak bisa menampung terlalu banyak pengunjung. Jadi, kemungkinan website akan lambat saat puncak diskon besar-besaran.

  • Cloud Hosting

– Kelebihan: sumber daya besar, sehingga tak perlu was-was website lambat.

– Kekurangan: harga lebih mahal dari Shared Hosting dan sangat mepet dengan budget.

Teruslah kembangkan jawaban Anda sesuai dengan informasi yang dimiliki. Setiap orang mendapat kesempatan sama untuk ikut memberikan ide saat melakukan Design Sprint. 

3. Hari Rabu: Putuskan (Decide)

Dari berbagai jawaban yang dikumpulkan, Anda bisa memilih jawaban terbaik. Di tahap ini, Anda bisa melakukan Speed Critique, yaitu upaya mengkritik setiap jawaban secara cepat (tiga menit). Tujuannya, membuat diskusi lebih efektif dengan menghindari debat kusir.

Setelah memilih jawaban terbaik, jalankan keputusan yang dibuat. Menggunakan contoh toko online, Anda bisa mulai untuk:

  1. Membeli hosting dan domain niagahostertoko.com di penyedia hosting yang disepakati.
  2. Memilih platform untuk toko online tersebut, misalnya menggunakan WordPress.
  3. Memilih tema GeneratePress karena ringan
  4. Memilih WooCommerce sebagai platform toko online karena kemudahan integrasinya
  5. Membuat sketsa/rancangan halaman produk toko online 
  6. Dan seterusnya

4. Hari Kamis: Membuat Produk (Prototype)

Metode Design Sprint yang keempat adalah menciptakan produk menggunakan rancangan awal yang sudah diputuskan sebelumnya. Misalnya, dari sketsa yang sudah dibuat.

Tahap Design Sprint di hari Kamis ini memang akan lebih banyak fokus pada tugas dari pembuat produk. Semua aspek produk yang awalnya berupa ide akan diwujudkan secara nyata dan detail sesuai bahasan di hari-hari sebelumnya. 

Pada contoh toko online, Anda dan tim sudah harus memastikan menu utama di halaman produk sudah siap. Selain itu, Anda perlu mengecek apakah muncul error dari input produk yang dilakukan. Intinya, semua masalah yang ditemukan, harus sudah mampu diatasi dengan baik.

Sementara itu, anggota tim yang tidak membuat produk, bisa mengerjakan kegiatan lain untuk mendukung pengembangan produk. Misalnya, bagian pemasaran mulai menghubungi calon konsumen untuk mencoba produk setelah produk awal jadi.

5. Hari Jumat: Validasi (Validate)

Metode Design Sprint yang terakhir adalah menguji produk langsung ke calon konsumen melalui interview. 

Anda bisa mengajukan pertanyaan seperti:

  • Apakah website mudah digunakan?
  • Apakah ada fitur yang mengganggu?
  • Apakah loadingnya cukup cepat?
  • Apakah tampilannya menarik?
  • Bagaimana kesan umum yang didapatkan?

Jangan lupa mencatat dan merekam interaksi dalam tahap pengujian tersebut sesuai kebutuhan review produk nantinya.

Manfaat Design Sprint

ilustrasi manfaat design sprint

Selain mampu membantu Anda menciptakan produk dengan cepat, berikut ini adalah lima manfaat Design Sprint:

1. Mengurangi Risiko Bisnis

Dengan design Sprint, risiko bisnis Anda bisa dikurangi. Sebab, Anda terhindar dari menciptakan produk yang tidak diinginkan pasar. 

Melalui produk prototipe, Anda bisa melakukan ujicoba dulu, sebelum membuat produknya dalam jumlah banyak.  Jadi, tak banyak waktu, tenaga, dan uang yang terbuang percuma, kan?               

2. Mendorong Inovasi

Design Sprint memungkinan semua anggota tim Anda memberikan ide. Dengan begitu, inovasi untuk pengembangan produk jadi lebih mudah dan kreativitas tim Anda juga berkembang.

Ketika menggunakan Design Sprint, Anda tak perlu khawatir dengan senioritas, hirarki perusahaan, dan semacamnya. Sebab, fokus utamanya adalah membuat produk terbaik yang paling dibutuhkan konsumen Anda.

3. Mengetahui Target Pasar dengan Tepat dan Cepat

Anda tentu sudah menentukan target pasar ketika akan menjual produk. Tapi, apakah itu merupakan target pasar yang tepat? Untuk menemukan jawabannya, Anda harus memastikannya dengan pengujian.

Nah, Design Sprint mendorong Anda untuk terus melakukan validasi ide dengan cepat. Jadi, Anda bisa tahu apakah produk tersebut memang diinginkan oleh target pasar Anda.

4. Meningkatkan Kerjasama Tim

Design Sprint mengharuskan semua anggota tim berpartisipasi dari hari pertama sampai hari kelima. Hal tersebut tentu bisa meningkatkan kerjasama mereka untuk memecahkan masalah bersama.

5. Mengetahui Apa yang Harus Dilakukan Selanjutnya

Design Sprint membantu Anda mendapatkan informasi tentang produk apa yang diinginkan konsumen. Anda jadi bisa menentukan mana fitur yang harus ditambahkan, diperbaiki, bahkan dihapus. Dengan begitu, Anda akan mempunyai rencana jelas tentang apa yang harus dilakukan berikutnya.

Siap Melakukan Design Sprint?

Ternyata, Design Sprint merupakan teknik yang luar biasa, bukan?  Teknik ini mendorong Anda memanfaatkan lima hari dengan efektif untuk:

  • Menciptakan produk lebih baik
  • Mengetahui target pasar lebih tepat
  • Meningkatkan kerjasama tim lebih solid

Design Sprint perlu Anda coba dalam proses pembuatan produk untuk bisnis Anda. Dengan menciptakan produk terbaik dengan cepat, Anda tentu lebih bisa memenangkan persaingan bisnis, kan?

Selain menerapkan Design Sprint, ada banyak tips lain untuk membuat bisnis makin cuan. Kami sudah merangkumnya dalam ebook Kiat Sukses Bisnis Online. Ebook ini akan memandu Anda langkah demi langkah menghasilkan uang dari bisnis online. Menariknya, Anda bisa mendownloadnya gratis!

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda. Jika ada pertanyaan atau ingin berbagi cerita menciptakan produk, Anda bisa menulisnya pada kolom komentar di bawah. Sampai jumpa di artikel selanjutnya dan semoga sukses dengan produk Anda!

Mirza M. Haekal Mirza is a member of SEO Team at Niagahoster. He loves to learn something new everyday.