Web Development & Design

10+ Database Project Terbaik yang Wajib Anda Coba!

Database menjadi hal yang cukup penting dalam pengelolaan project Anda. Akan tetapi, memilih database terbaik sering kali jadi pekerjaan yang tak mudah. 

Anda mungkin langsung terpikir untuk menggunakan database populer saja. Namun, Anda perlu memastikan dulu apakah database itu sesuai dengan jenis data yang Anda gunakan. Selain itu, fitur-fiturnya juga harus memenuhi kebutuhan project Anda, kan? 

Nah, di artikel ini, kami akan memberikan rekomendasi database project terbaik yang bisa Anda coba. Apa saja? Yuk, langsung simak pembahasannya.

Apa itu Database?

Database adalah kumpulan data terstruktur dan tidak terstruktur yang disimpan secara sistematis dalam suatu komputer.  Misalnya, data berupa tabel, baris, objek, query dan kode pemrograman. 

Adanya database yang baik merupakan salah satu syarat agar project Anda berjalan lancar. Misalnya, project pengembangan website, aplikasi dan lainnya. 

Selain itu, Anda perlu mengelola database project dengan efektif dan efisien. Salah satu caranya dengan menggunakan aplikasi database atau sistem manajemen database (DBMS).

DBMS dapat membantu Anda untuk menginput dan mengupdate database project atau melakukan pemanggilan query secara lebih cepat. 

Ada banyak contoh aplikasi database project populer yang bisa Anda gunakan. Namun, aplikasi database seperti apa yang Anda butuhkan untuk project Anda?

10+ Rekomendasi Database Project Terbaik

Inilah rekomendasi database project terbaik yang bisa Anda coba:

1. Oracle

Oracle merupakan aplikasi database relasional yang populer. Salah satu alasannya, database ini memiliki performa tinggi. Oracle mampu menjaga kecepatan pemrosesan data meskipun ada peningkatan workload.

Selain itu, Oracle bersifat multi user sehingga bisa diakses bersama dengan user lain. Menariknya, ketika input data meningkat, umumnya kapasitas penyimpanan data akan menipis dan kecepatan pemrosesan data akan menurun. 

Namun itu tidak terjadi karena Oracle memiliki fitur Real Application Clustering. Fitur ini akan secara otomatis menambah kapasitas penyimpanan data dan kecepatan pemrosesan data sesuai dengan kebutuhan Anda.

Soal keamanan data, Anda tak perlu khawatir. Oracle memiliki fitur User Manager untuk menentukan hak akses user berdasar data tertentu. Selain itu, Oracle juga dilengkapi dengan enkripsi password untuk menjaga agar hanya user yang memiliki password yang bisa mengaksesnya.

Dengan fitur-fitur itu, tak heran kalau Oracle menjadi salah satu database populer untuk project pengembangan database perusahaan besar, seperti Mcafee dan Cisco.

Pun demikian, Anda juga bisa lho menggunakan Oracle untuk project yang Anda kerjakan sendiri.

Harga:

Standard – 350 USD

Enterprise – 950 USD

Personal – 460 USD

2. MySQL

MySQL merupakan database relasional yang dikembangkan oleh Oracle. Bedanya, database ini memiliki versi yang bisa digunakan secara gratis karena bersifat open source.

Sebenarnya, MySQL tidak membutuhkan spesifikasi perangkat yang cukup tinggi. Cukup dengan RAM 1 GB, Anda sudah bisa menggunakannya untuk database Anda.

Nah, kalau Anda ingin menggunakannya dengan banyak user, tentu kapasitas penyimpanan data perlu diperhitungkan agar bisa menangani input data yang semakin besar. Untungnya,  skalabilitas MySQL cukup baik di mana Anda bisa menambah kapasitas penyimpanan hingga ukuran 1 TB.

Anda juga tak perlu cemas jika project Anda menggunakan berbagai macam bahasa pemrograman. Sebab, MySQL mendukung bahasa pemrograman C, C++, Java, Perl, PHP, Python, dan Tcl, Haskel dan Eiffel.

Kecepatan MySQL juga tak perlu Anda ragukan. Terutama, dengan adanya fitur query cache yang akan menyimpan semua query pada cache. Tujuannya, saat Anda memanggil query yang sama, server tidak perlu memproses ulang query Anda ke database. 

Kecepatan aplikasi database ini juga diimbangi dengan sistem keamanannya yang berlapis. Pertama, Anda bisa menggunakan enkripsi password untuk user. Kedua, Anda bisa mengatur akses user berdasar jenis database, asal host, tabel dan juga kolom.

3. Microsoft SQL Server

Project Anda membutuhkan database dengan performa stabil saat memproses data berukuran besar? Microsoft SQL Server mungkin bisa jadi solusinya. 

Dengan fitur memory optimized tempDB metadata, Anda tak perlu khawatir kecepatan pengelolaan database berkurang karena adanya workload tinggi. Fitur ini akan memindahkan tabel data yang sering Anda gunakan ke dalam tabel optimasi memori. Jadi, loading proses data dapat diminimalisir.

Anda berencana menambah kapasitas data project beberapa waktu ke depan? Jangan khawatir, database ini memiliki skalabilitas yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan kapasitas penyimpanan, bahkan bisa hingga ratusan terabyte. Syaratnya, dengan migrasi ke cloud Microsoft Azure.

Microsoft SQL Server merupakan salah satu database terbaik untuk project yang banyak mengelola data sensitif. Database ini memiliki fitur Data Discovery Classification yang dapat mengelompokkan data publik, privat dan umum. Dengan begitu, Anda bisa merancang sistem keamanan berdasar tingkat sensitivitas data. 

Bisa dikatakan MySQL cocok untuk project database perusahaan besar yang berkepentingan melindungi data konsumennya.  

Oh ya, database ini juga telah mendukung bahasa pemrograman seperti Java, PHP, C++, Python, Ruby, Visual Basic, Delphi, Go dan R.

Harga:

Standard – 1.418 USD per tahun

Enterprise – 5.434 USD per tahun

4. PostgreSQL

PostgreSQL merupakan database non relasional yang reputasinya cukup baik. Sebab meskipun bersifat open source, database ini memiliki banyak keunggulan fitur.

Pertama, database ini memiliki kecepatan yang baik ketika digunakan dalam kondisi workload tinggi. Hal ini berkat dukungan  fitur Table Partitioning yang memecah tabel data berukuran besar menjadi beberapa baris. Selanjutnya, data akan dibaca dengan scanning sehingga pemrosesan data lebih cepat.

Kedua, database ini juga memiliki fitur Multi Version Concurrency Control (MVCC) untuk menjaga konsistensi data. Jadi, ketika Anda sedang mengembangkan data, user lain akan tetap melihat data sebelumnya. User lain akan melihat data baru setelah update data selesai.

POstgreSQL adalah database yang cukup populer bagi para developer yang memiliki project dengan banyak pengembangan data. Misalnya, project pengembangan website atau aplikasi yang dikerjakan oleh banyak developer sekaligus. 

Dari sisi keamanan, PostgreSQL memiliki fitur role management yang memastikan tiap user hanya memiliki akses ke database yang menjadi tugasnya. 

Selain itu, database ini dilengkapi fitur user management database yang berlapis. Pertama, Anda hanya bisa mengizinkan akses local host via local unix socket. Akses ilegal akan diblokir menggunakan username.

Kedua, Jika ingin memberi akses pada user dengan non local host, Anda bisa menggunakan opsi -i. Jika Anda menemukan akses ilegal, pemblokiran dilakukan dengan IP Address.

Semua kelebihan di atas masih ditambah dengan kemudahan untuk menggunakannya secara gratis karena bersifat open source. Plus, adanya dukungan ke bahasa pemrograman yang familiar seperti Python, Java, C#, C/C+, Ruby, JavaScript (Node.js), Perl, Go, dan Tcl. 

Harga:

Gratis

5. MongoDB

MongoDB merupakan database non relasional yang banyak digunakan oleh pengembang aplikasi dan website terkenal. Contohnya, Adobe dan Ebay. 

Database populer ini memiliki performa yang baik berkat penggunaan dokumen dengan format bahasa JSON. Sehingga pemrosesan data jadi lebih ringan. Selain itu, informasi data website dapat diperbaharui tanpa ada pemuatan ulang.

Bahasa pemrograman yang terintegrasi pun cukup beragam. Sehingga memudahkan Anda mengembangkan website dengan tren terkini. Misalnya C, C++, C#, Haskell, Java, JavaScript, Lisp, Perl, PHP, Python, Ruby dan Scala.

Skalabilitas MongoDB pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Ketika ada lonjakan kapasitas data, Anda bisa menambahkan server cloud untuk database cluster. Anda pun bisa menambahkannya tanpa membeli perangkat baru. 

Hebatnya lagi, database ini memiliki sistem keamanan berlapis. Database dilengkapi dengan TLS/SSL untuk mengamankan jaringan internet, user manager dan izin akses berdasar role atau task yang dikerjakan. 

Bagi Anda yang berminat mencoba MongoDB, Anda bisa melakukan instalasi pada server Anda secara gratis. Namun jika Anda ingin menggunakannya dalam server berskala sangat besar, MongoDB tersedia dalam versi dedicated dan enterprise yang berbayar.

Harga:

Dedicated Cluster – 57 USD per bulan

Dedicated Multi Region Cluster – 95 USD per bulan

Enterprise – hubungi sales mereka

6. PhpMyAdmin

Bagi Anda yang ingin fokus pada project pengembangan situs web terutama WordPress, Anda dapat menggunakan aplikasi database PhpMyAdmin. Aplikasi database ini cukup populer karena memiliki sejumlah keunggulan.

Baca Juga: Cara Mengetahui Nama Database WordPress

Salah satu keunggulan dari aplikasi database ini adalah penggunaan user interface untuk mengelola database. Misalnya untuk menjalankan query, mengelola user, mengeksekusi statemen MySQL hingga melakukan ekspor dan impor data. Jadi, tak perlu pakai command line lagi.  

Sayangnya, ada batasan ukuran file sebesar 2 MB untuk proses ekspor impor database. Jika Anda ingin menambah kapasitasnya, Anda bisa melakukan setting pada server sesuai kebutuhan. 

Salah satu kelebihan phpMyAdmin adalah dokumentasinya yang lengkap. Selain itu, aplikasi database ini sering menjadi bagian dari menu di cPanel hosting sehingga mudah diakses. 

Baca Juga: Cara Membuat Database di Web Hosting Manager (WHM)

7. Mariadb

Mariadb adalah database relasional yang serupa dengan MySQL. Bedanya, Mariadb bisa Anda gunakan secara gratis karena bersifat open source secara penuh.

Skalabilitas database open source ini tak perlu diragukan lagi. Mariadb memiliki fitur ColumnStore yang akan memudahkan Anda untuk menambah kapasitas penyimpanan data hingga ukuran petabyte. 

Hebatnya lagi, Mariadb memiliki penyimpanan kolom dengan kompresi 10 kali. Sehingga Anda dapat memproses dan menganalisis data berukuran besar dengan lebih cepat.

Soal keamanan, Mariadb tidak bisa diremehkan. Mariadb memiliki fitur Temporary Table Encryption atau Log Encryption untuk melindungi data sensitif Anda.

Baca Juga: MariaDB vs MySQL: Mana yang Harus Digunakan?

8. Redis

Anda sedang membuat project untuk mengembangkan website, aplikasi chatting atau games? Jika iya, Redis bisa menjadi database yang bisa Anda gunakan.

Redis atau Remote Dictionary Server merupakan database non relasional dengan kinerja tinggi yang mendukung fungsi cache. Redis memiliki sistem in-memory yang menghapus proses akses data ke disk sehingga penulisan dan penyimpanan data Redis hanya butuh waktu beberapa milidetik saja. 

Redis juga memiliki fitur Redis Sorted Set. Anda bisa secara otomatis menyusun urutan data berdasar peringkat yang tentunya cukup membantu untuk membuat project leaderboard game.Dengan begitu, Anda akan lebih mudah dalam mengatur peringkat pemain.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan fitur Pub/Sub untuk mencocokkan pola dari beragam struktur data. Jadi, Anda bisa menggunakannya untuk mempercepat kinerja aplikasi chatting yang jadi project Anda.

Seperti halnya database populer lain, skalabilitasnya cukup baik sehingga Anda bisa menambah node untuk mendistribusikan workload ketika terjadi lonjakan data. Jadi, kecepatan pemrosesan data tidak terganggu. 

Redis memiliki fitur Network Security yang hanya akan mengizinkan akses dari komputer yang jaringannya sudah ditentukan. Selain itu, ada juga fitur Protected Mode untuk melindungi data Anda dari akses di luar jaringan. Sebagai tambahan, ada fitur Authenticator akan memberi akses database pada user yang memiliki password. 

Bagi Anda yang berminat mencoba database ini, ada 30 hari free trial software. Namun versi free trial tidak bisa digunakan untuk deploy. Untuk menggunakan fitur lengkap, Anda perlu versi premium mereka.

Apalagi, Redis terintegrasi dengan bahasa pemrograman sederhana yang familiar bagi developer. Misalnya Python, Java, PHP, Perl, Go, Ruby, dan C+. 

Harga:

Trial gratis 30 hari. Hubungi sales untuk mendapat informasi harga premium. 

9. SQLite

SQLite adalah database yang perlu Anda coba untuk mengembangkan project kecil dengan kebutuhan pengembangan data minimal. Misalnya, project aplikasi gadget. Database ini juga hanya bisa digunakan untuk satu user aktif. 

SQLite merupakan database yang ditulis dalam bahasa pemrograman C yang dikenal sebagai bahasa perakitan yang portable. Artinya, Anda dapat membangun sistem hardware apapun yang dapat berjalan pada platform berbeda. 

Selain itu, SQLite adalah database yang serverless. Anda tidak perlu melakukan instalasi, setup, konfigurasi dan lain-lain untuk menggunakannya. Jadi, Anda bisa langsung membaca dan menulis data langsung dari file database di disk.

Jika kriteria SQLite sesuai untuk project Anda, Anda bisa menginstallnya secara gratis. 

10. IBM Db2

IBM Db2 adalah database non relasional yang cukup cepat untuk menganalisis data kompleks berukuran sangat besar. Oleh karena itu, database ini populer digunakan untuk membangun sistem analisis data perusahaan besar di dunia. Salah satunya adalah Audi

Soal skalabilitas kapasitas penyimpanan, Anda tak perlu meragukannya. Sebab, database ini didukung fitur z/OS Workload Manager yang akan membagi workload data baru ke subsistem lain secara otomatis. Kecepatan pemrosesan data pun jadi lebih cepat. 

Selain itu, kecepatan database ini didukung oleh fitur Data Virtualization. Fitur ini memudahkan Anda membuat query data di beberapa sistem sekaligus tanpa harus menyalin dan mereplikasi data. 

Keamanan database ini juga tak bisa diremehkan. Ada fitur Native Encryption untuk melindungi data ketika offline. Anda juga bisa mengatur akses user dan mengelompokkan data berdasar sensitivitasnya. 

Sedangkan bahasa pemrograman yang digunakan cukup tinggi. Database ini terintegrasi dengan APL2, Asembler, C dan C++, HLASM, Java, Perl, PHP, Python. 

Sayangnya, untuk menginstall database ini ada biaya yang harus dibayar. Di website resmi IBM Db2, tertulis bahwa untuk mengetahui harga database dan lisensinya, Anda harus menghubungi sales langsung. 

Database ini tersedia dalam free trial bagi Anda yang ingin mencoba menggunakannya.

11. Elasticsearch

Anda ingin mengembangkan project mesin pencarian website, misalnya untuk toko online Anda? Jika iya, elasticsearch merupakan pilihan tepat untuk database terbaik Anda.

Dengan fitur query pencarian indeks, Anda bisa mengembangkan pencarian data bervolume besar pada sebuah website dengan lebih mudah. Tentunya, akan sangat bermanfaat untuk toko online yang memiliki banyak produk, ya? 

Elasticsearch terintegrasi dengan Kibana yang merupakan alat visualisasi dan analisis data. Dengan Kibana, analisis data yang Anda inginkan bisa ditampilkan dalam bentuk tabel atau grafik. Ini bisa dimanfaatkan untuk analisis trafik website toko online dan distribusi URL suatu website.

Jika terjadi lonjakan data dalam website seperti penambahan produk pada toko online, Anda tak perlu khawatir. Anda bisa meningkatkan skalabilitas dengan menambah node untuk melakukan redistribusi query atau workload ke seluruh node. Jadi, kapasitas penyimpanan data akan bertambah. 

Database ini juga memiliki fitur keamanan TLS/SSL pada setiap node untuk melindungi transaksi data internode. Dengan query xpack.security.enabled,Anda bisa memastikan setting keamanan setiap node sudah terpasang. 

Elasticsearch mendukung bahasa pemrograman MVEL, Groovy JVM, Javascript, Lucene API, dan Phyton.

Harga:

Gratis

12. Microsoft Access

Usia Microsoft Access boleh dibilang sudah sangat tua, tapi hingga kini masih banyak penggunanya. 

Database ini mudah digunakan sehingga digemari oleh banyak developer pemula. Fitur yang ditawarkannya pun cukup sederhana. Mulai dari built-in wizard, template dan query untuk melakukan modifikasi database. 

Selain itu, database ini memiliki fitur Visual Table untuk menampilkan tabel data dalam perancangan visual. Jadi, fitur ini akan mempermudah Anda dalam membuat, mengedit, menghapus dan memeriksa tabel data.

Kapasitas database Microsoft Access memang hanya 2 GB. Namun, database ini cukup bisa diandalkan untuk menjalankan project kecil kok. Misalnya, untuk project website pribadi atau database bisnis kecil dan rumahan. 

Fitur keamanan yang ditawarkan Microsoft Access pun cukup standar, yaitu password database dan password user. Jadi, bagi Anda yang mencari database dengan perlindungan keamanan tinggi, Microsoft Access bukanlah pilihan utama.

Harga:

139,99 USD

Waktunya Pilih Database Project Terbaik Anda!

Menggunakan sebuah database terbaik, Anda bisa lebih mudah mengelola data project Anda. Hal ini penting agar pengembangan project dapat berjalan baik. 

Nah, karena setiap project memiliki kebutuhan yang berbeda, kami telah memberikan rekomendasi database project terbaik yang akan memudahkan Anda memilih. Ini dia rangkumannya:

DatabaseAksesPerforma dan SkalabilitasKeamananCocok untuk ProjectJenis DataLisensi
OracleMultiuserDidukung fitur RAC, jadi cukup cepat dan skalabilitas fleksibelUser dan role manager, enkripsi passwordSistem database perusahaan besarTerstrukturBerbayar mulai 350 USD
MySQLMultiuserCepat karena ada query cache, skalabilitas hingga terrabyteSistem keamanan berlapisPengembangan websiteTerstrukturGratis
SQL ServerMultiuserSangat cepat, skalabilitas cukup baik dengan migrasi ke cloud AzureKlasifikasi data sensitifDatabase perusahaan besarTerstrukturBerbayar mulai 1.418 USD
PostgreSQLMultiuserCepat didukung fitur partitioning, skalabilitas fleksibelRole manager, akses melalui localhostPengembangan website dan aplikasiTak terstrukturGratis
MongoDBMultiuserCepat dan skalabilitas fleksibel dengan penambahan cloudSistem keamanan berlapisPengembangan websiteTak terstrukturGratis dan berbayar mulai 57 USD per bulan
IBM Db2MultiuserSangat cepat dengan smart data visualization, skalabilitas  fleksibel dengan workload managerNative encryption, user manager, pengelompokan data sensitifSistem database perusahaan besar Tidak terstrukturBerbayar, harga bisa diketahui dengan menghubungi sales
Elastic searchMultiuser Sangat cepat dengan query pencarian index, skalabel dengan penambahan nodeTLS/SSL pada setiap node, user manager, role manager, log activitySistem database pencarian aplikasi, website, dan media streamingTidak terstrukturGratis
RedisMultiuserCepat didukung in-memory, skalabilitas fleksibel dengan penambahan nodeHanya mengizinkan akses dari komputer asal aplikasi, dan ada fitur protected modePengembangan aplikasi website, aplikasi chatting, dan gameTidak terstrukturBerbayar, harga bisa diketahui dengan mengirim form request price ke sales
Microsoft AccessMultiuser, tapi terbatas puluhan user.cepat dengan menambah index, skalabilitas terbatas hingga 2GBPassword database dan userProject pribadi pemula, sistem database perusahaan kecil atau rumahanTerstrukturBerbayardengan harga 139,99 USD
SQLiteSingle userCepat karena bisa mengelola data langsung di file disk, skalabilitas terbatas hingga 281 terabyteScanning input data untuk validasi aksesPengembangan aplikasi gadget, dan perangkat elektronik seperti MP3 PlayerTerstrukturGratis
PhpmyadminMulti user dengan privileges settingCepat karena memiliki fitur database lain, skalabilitas tergantung serverIssue trackerPengembangan website WordPressTidak terstrukturGratis
MariadbMultiuserCepat didukung fitur kompresi 10x, skalabilitas fleksibel dengan fitur ColumnStoreTemporary table and log encryption untuk melindungi data sensitifPengembangan websiteTidak terstrukturGratis

Setelah membandingkan database project berdasar keunggulan fiturnya, pastikan Anda memilih yang sesuai dengan kebutuhan project Anda. 

Jadi, tunggu apalagi? Siap mengembangkan project website Anda dengan database terbaik?

Salsabila Annisa

SEO Content Writer at Niagahoster. She developed her writing skill after years of experience in journalism.

Share
Published by
Salsabila Annisa

Recent Posts

Cloud Computing: Pengertian, Cara Kerja, dan Fungsinya

Cloud computing adalah teknologi komputasi yang harus mulai Anda manfaatkan, baik sebagai individu ataupun bisnis. Kenapa begitu? Bayangkan, Anda bisa…

5 hours ago

Apa itu Ping? Berikut Ini Penjelasan dan Fungsinya!

Bayangkan kalau Anda ingin mengakses sebuah website, tapi halamannya tak kunjung muncul. Tentu kesal, bukan? Namun, jangan panik, coba lakukan…

20 hours ago

PHP 8.1 Telah Dirilis! Simak Fitur Baru, Perubahan, dan Lainnya

PHP telah merilis versi terbarunya, PHP 8.1, pada 25 November 2021 kemarin.  Dilansir laman resmi PHP, versi ini disebut membawa…

3 days ago

Apa Itu Error 404 Not Found dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Error 404: Not Found adalah salah satu error yang paling sering dikeluhkan oleh para pemilik website. Munculnya error ini tentu…

3 days ago

Valuasi: Pengertian, Cara Menghitung, dan Berbagai Levelnya

Ketika bicara valuasi, yang terlintas pertama di pikiran Anda mungkin sebuah startup. Padahal, valuasi adalah faktor yang menjadi penanda kesuksesan…

4 days ago

Apa itu Cloudflare? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Keamanan dan kecepatan merupakan faktor utama dalam mengelola website. Untungnya, ada beberapa langkah mudah untuk memastikan website cepat dan aman.…

5 days ago