Aldwin Nayoan Aldwin is a content writer at Niagahoster. Specializing in web hosting and WordPress, he is eager to help people uplevel their business on the internet. Apart from being a tech junkie, Aldwin likes fiction and photography.

Copywriting: Pengertian, Contoh dan Langkah Membuat Tulisan yang Menjual

12 min read

Copywriting adalah cara meningkatkan penjualan dengan membuat tulisan yang tepat. Meskipun terdengar sederhana, copywriting punya peran besar bagi bisnis.

Anda masih belum tahu apa itu copywriting?

Tenang, artikel ini akan menjelaskannya dengan lengkap. Tak hanya tahu pengertian copywriting, Anda juga akan melihat contoh copywriting yang membuat promosi produk kian menarik.

Belajar copywriting dengan baik terutama dari tekniknya akan membuat proses belajar digital marketing Anda kian lengkap. Jadi, yuk baca artikel ini hingga selesai!

Apa Itu Copywriting?

Copywriting adalah teknik penulisan yang tepat untuk mengajak orang membeli produk.

Pengertian copywriting juga meliputi semua upaya untuk mempengaruhi orang melakukan sesuatu. Contohnya, mencoba aplikasi tertentu, bergabung ke keanggotaan gratis, dan lainnya.

Nah, meskipun copywriting adalah bagian tak terpisahkan dari digital marketing, copywriting sudah dimulai dari era promosi offline. Saat itu, copywriting digunakan dalam pembuatan advertorial, sales letter, billboard, dan lainnya.

Kini, belajar copywriting kian penting. Terutama, ketika teknik copywriting bisa diterapkan untuk membuat naskah video hingga podcast.

Copywriter adalah orang yang melakukan pekerjaan copy writing. Umumnya, pakar copywriting tersebut akan mengerjakan berbagai media pemasaran seperti:

  • Teks di landing page
  • Artikel blog
  • Email newsletter
  • Post media sosial
  • Headline dan meta description pada hasil pencarian Google
  • Iklan berbayar di Google maupun media sosial
  • Judul dan deskripsi video YouTube 

Baca Juga: Apa Itu Content Marketing

Contoh Copywriting Menarik

Belajar copywriting tanpa melihat contoh copywriting yang menarik tentu kurang lengkap, bukan?

Contoh Copywriting untuk Iklan/Promosi

Contoh copywriting yang menarik datang dari UrbanDaddy. Mereka melakuka promosi dengan email yang informatif dan tidak terlihat membosankan berkat desain yang eye-catching.

Contoh copywriting media iklan

Teknik copywriting di dalamnya dibuat agar Anda tidak merasa seperti membaca iklan atau promosi. Rasanya, pesan itu ditulis khusus untuk Anda.

Pilihan kata yang akrab dan personal membuat pembaca merasa dekat. Apalagi, UrbanDaddy mengemasnya dalam bentuk cerita sehingga lebih membangkitkan emosi.

Dengan copywriting yang menarik tersebut, pembaca pun akan merasa engaged. Alhasil, mereka pun terus membaca hingga titik terakhir. Tak lupa, ada CTA juga sehingga pembaca bisa segera melakukan konversi ataupun mengikuti sosial media UrbanDaddy.

Contoh Copywriting untuk Landing Page

Ingin mendapat inspirasi dari contoh copywriting untuk landing page? Lihatlah landing page Basecamp berikut:

Contoh Copywriting Landing Page

Apa kesan pertama Anda saat melihat landing page di atas? Anda langsung terbayang perasaan bahagia ketika hari ulang tahun tiba, ya?

Momen kebahagiaan tersebut tentu bisa diwujudkan ketika semua rencana tersusun rapi hingga hari H. Nah, Basecamp berhasil menjabarkan manfaat produk mereka untuk mendukung momen istimewa tersebut. 

Copywriting adalah senjata Basecamp untuk menarik perhatian pengunjung. Namun, 4000 bisnis yang ditampilkan di website tersebut menjadi sarana untuk menunjukkan kredibilitas Basecamp. Ini tentu contoh copywriting dengan teknik yang tepat untuk mendongkrak penjualan produk.

Jika Anda tertarik mempelajari contoh copywriting pada landing page lainnya, kunjungi artikel → 7+ Contoh Landing Page Menarik untuk Website Anda.

Mengapa Anda Membutuhkan Copywriting?

Anda sudah mulai paham apa itu copywriting dari contoh copywriting di atas. Namun, kenapa sih Anda harus belajar copywriting?

Singkatnya, tanpa memahami teknik copywriting, Anda bisa saja mengalami hal-hal berikut:

  • Tingkat penjualan produk rendah;
  • Traffic website tidak kunjung naik;
  • Postingan di media sosial sepi;
  • Artikel blog jarang dibaca atau dibagikan;
  • Tak banyak yang ingin mengunduh ebook Anda;
  • Email list sepi pendaftar;
  • Usaha affiliate marketing sepi peminat;
  • Dan masih banyak lagi.

Anda tidak ingin hal itu terus terjadi, bukan? Maka, copywriting adalah jawabannya. Sebelum mencoba membuat copy sendiri, mari pelajari berbagai jenis copywriting.

Jenis-Jenis Copywriting

Lima jenis copywriting adalah sebagai berikut sesuai dengan fokus tindakan yang dilakukan:

1. Direct Response Copywriting

Direct response copywriting adalah jenis copywriting yang berfungsi untuk mendapatkan tanggapan langsung dari konsumen.

Contohnya seperti mengarahkan pembaca untuk mengeklik tombol CTA, berlangganan ebook, membagikan konten, dan lain sebagainya.

Biasanya copywriting jenis ini digunakan pada landing page, homepage, iklan Search Engine Marketing, dan sebagainya.

2. Marketing Copywriting

Marketing copywriting adalah copywriting yang berfokus untuk menawarkan produk, memberikan solusi konsumen, dan menyampaikan manfaat produk.

Jadi, marketing adalah tujuan akhirnya, alias meyakinkan konsumen untuk membeli produk atau layanan Anda.

Homepage dan email marketing adalah tempat di mana jenis copywriting ini biasa ditemukan.

3. Brand Copywriting

Brand copywriting adalah jenis copywriting yang berfungsi untuk menyampaikan citra dan identitas brand.

Selain itu, copywriting jenis ini dapat menjadi pembeda brand milik kompetitor. Salah satu bentuk brand copywriting biasanya berupa slogan atau tagline brand.

Copywriting jenis ini sering dipasang pada logo dan halaman “tentang kami”.

4. SEO Copywriting

SEO Copywriting adalah copywriting yang bertujuan untuk menarik perhatian konsumen dan memposisikan konten di Google. Sehingga, copywriting yang ditulis pun harus memenuhi kaidah SEO.

Biasanya SEO Copywriting digunakan pada deskripsi produk, landing page, dan kategori produk.

5. Technical Copywriting

Technical copywriting adalah jenis copywriting yang berfungsi untuk memberikan pemahaman mendalam tentang cara kerja produk atau layanan.

Biasanya, copywriting jenis ini sering digunakan pada produk kesehatan, kecantikan, dan teknologi.

Belajar Copywriting: 6 Langkah Membuat Copywriting yang Menarik!

Bagaimana cara membuat copywriting yang unik dan menarik? Inilah enam langkah utama yang harus dilakukan:

1. Pelajari Produk atau Layanan Anda

Tanpa mengenali produk dan layanan yang ditawarkan, Anda tidak akan dapat memasarkannya dengan baik. Jadi, mempelajari produk menjadi bagian penting dari belajar copywriting.

Ini tidak hanya berlaku untuk pekerjaan copywriting di sebuah perusahaan, tapi juga untuk bisnis Anda.

Nah, setelah mempelajari produk, ada baiknya Anda menuliskan informasinya dalam bentuk deskripsi. Ini sebagai referensi dalam proses penulisan yang dilakukan.

Untuk memudahkan Anda menulis deskripsi produk, coba tanyakan tiga hal ini kepada diri Anda:

  • “Apa yang unik dari produk tersebut?”
  • “Apa saja fiturnya?”
  • “Apa manfaat yang didapatkan konsumen dari fitur tersebut?”

Sekarang, kami akan menjelaskan apa yang perlu Anda tulis berdasarkan ketiga pertanyaan di atas.

Apa yang Unik dari Produk tersebut?

Idealnya, setiap produk (dan layanan) memiliki unique selling point (USP). Artinya, produk tersebut memiliki keunikan yang tidak ditemukan pada kompetitornya.

Misalnya, Anda ingin memasarkan sabun wajah herbal. Meskipun sudah banyak produsen sabun wajah herbal lainnya, produk Anda 100% bebas dari unsur hewani. Inilah elemen yang bisa Anda gunakan sebagai USP.

Apa Saja Fiturnya?

Di samping sebuah keunikan, produk atau layanan Anda tentunya memiliki beberapa fitur, bukan?  Meskipun tidak semuanya perlu disebutkan dalam teks copywriting, sebaiknya Anda menuliskan fitur-fitur tersebut dalam sebuah daftar agar mudah diingat ketika dibutuhkan.

Dari contoh sabun wajah herbal tadi, Anda bisa menyebutkan bahan khususnya sebagai fitur. Misalnya, sabun tersebut dibuat dari ekstrak daun serai.

Apa Manfaat yang Didapatkan Konsumen dari Fitur Tersebut?

Apabila Anda hanya menyebutkan fitur-fitur dari sebuah produk, audiens belum tentu paham manfaatnya. Oleh karena itu, Anda juga perlu menjelaskan tentang keuntungan fitur tersebut.

Sebagai contoh, sebutkan bahwa ekstrak daun serai yang terkandung di dalam produk sabun Anda tidak hanya memberikan keharuman alami, tetapi juga mencegah munculnya jerawat.

2. Pahami Kebutuhan Audiens

Mengenali audiens dengan baik tak kalah penting. Sebab, copywriting adalah tentang menjelaskan manfaat produk kepada pengguna dengan tepat.

Anda juga perlu memahami audiens agar dapat membuat teks pemasaran yang personal. Dengan begitu, lebih banyak orang yang bisa tertarik untuk membeli produk Anda.

Caranya, lakukan survei kepada konsumen Anda saat ini. Tentunya, Anda harus memiliki alamat email mereka dulu. Dalam survei tersebut, ada beberapa pertanyaan yang wajib dicantumkan agar Anda dapat memahami konsumen semaksimal mungkin, termasuk:

  • “Apa yang membuat Anda tertarik dengan produk kami?”
  • “Apakah Anda pernah menggunakan produk serupa?”
  • “Bagaimana pengalaman Anda menggunakannya?”

Baca Juga: 15 Cara Ampuh Mendapatkan Leads

Tergantung apa yang Anda jual, Anda juga dapat menanyakan hal-hal yang bersifat lebih pribadi seperti berikut:

  • “Ceritakan tentang diri Anda (umur, tempat tinggal, jumlah penghasilan)”
  • “Apa profesi Anda?” atau “Bisnis apa yang Anda jalankan?”
  • “Apa tantangan sehari-hari yang dapat dipecahkan oleh produk kami? Apa yang belum terpecahkan?”
  • “Apa yang ingin bisa Anda capai dalam pekerjaan atau bisnis?”

Dengan jawaban dari pertanyaan di atas, Anda dapat menciptakan gambaran tentang target audiens atau buyer persona. Seperti deskripsi produk, gambaran ini juga digunakan sebagai referensi.

3. Tentukan Headline yang Memikat

Delapan dari sepuluh audiens hanya akan membaca judul atau headline Anda. Artinya, Anda harus bisa menciptakan judul yang betul-betul menarik perhatian. Copywriting adalah teknik yang tepat untuk melakukannya.

Perlu kreatifitas tinggi untuk membuat headline yang kuat. Namun, praktiknya tidak sesulit yang dibayangkan. Inilah trik menyulap judul yang biasa-biasa saja menjadi tampak menarik:

  • Jelaskan manfaat yang anda tawarkan
  • Buat pembaca ingin segera membeli
  • Cantumkan persentase

Sebutkan Manfaat yang Anda Tawarkan

Anda tentunya tidak ingin kehilangan calon konsumen, bukan? Salah satu hal yang menjadi penyebabnya adalah judul yang kurang jelas.

Misalnya “Cara Mudah Menghemat Waktu Kerja” merupakan headline yang singkat. Namun, pembaca tidak akan langsung tahu apa yang didapatkan dari menyimak keseluruhan teksnya.

Bandingkan dengan judul “Kerja Selesai 2 Jam lebih Awal dengan 7 Trik Ini”. Judul ini tidak begitu singkat, tetapi pembaca dapat langsung memahami manfaatnya.

Cara ini pun dapat diterapkan untuk headline di landing page. Salah satu contohnya adalah yang dilakukan The Hustle.

praktik copywriting di headline situs The Hustle

Dengan pesan itu, orang yang mengakses halaman tersebut akan langsung paham bahwa The Hustle menawarkan berita bisnis dan teknologi yang dapat disimak dengan cepat.

Buat Pembaca Ingin Segera Membeli

Copywriting adalah strategi membuat orang ingin membeli dalam waktu singkat. Nah, umumnya, konsumen tidak menolak keuntungan lebih. Diskon, misalnya. Itulah kenapa menyebutkan diskon masih menjadi teknik copywriting yang jitu.

Namun, mencantumkan diskon di headline tidaklah cukup. Sampaikan juga bahwa diskon tersebut tidak berlaku selamanya, seperti tampak di halaman utama website Niagahoster:

Headline situs Niagahoster

Kenapa penting informasi waktu diskon berlangsung? Makin banyak orang yang tertarik segera membeli produk dengan penawaran diskon yang terbatas. Jika hal itu terjadi, copywriting Anda berhasil.

Namun, batas waktu penawaran Anda harus benar-benar ada. Jika tidak, audiens akan kehilangan rasa percaya mereka terhadap bisnis Anda.

Selain untuk website, jenis headline ini juga dapat Anda gunakan di iklan media sosial atau pencarian Google. Misalnya, “Hanya 7 Hari! Diskon 35% Untuk Semua Aksesoris”.

Cantumkan Persentase

Selain manfaat dan penawaran terbatas, unsur lain yang tidak kalah ampuh dalam copywriting adalah persentase. Apalagi jika angkanya ganjil.

Mengapa demikian? Dengan adanya persentase, pembaca akan lebih yakin dengan penjelasan Anda. Misalnya judul ini: “11 Kiat Meningkatkan Traffic Website Sebesar 37,5%”.

Jika headlinenya sekedar “Kiat Meningkatkan Traffic Website”, tentu kurang menarik perhatian banyak orang, bukan?

4. Dukung Headline dengan Lead yang Menarik

Headline sudah menarik. Namun, orang belum tentu mau menyimak artikel, newsletter, atau landing page Anda setelah meng-klik judul.

Untuk itu, lead atau paragraf pembuka yang dibuat harus menarik juga. Hal ini membutuhkan kemampuan copywriting yang baik. Berikut adalah beberapa cara untuk membuat lead yang susah ditolak pembaca:

  • Tunjukkan empati
  • Mulailah dengan fakta
  • Buat audiens penasaran

Tunjukkan Empati

Copywriting adalah tentang mendapatkan perhatian audiens dengan berempati kepada mereka. Konsep ini perlu menjadi bagian dari sebuah lead. Bagaimana caranya?

Bukalah lead Anda dengan tiga contoh ungkapan ini untuk membangun koneksi dengan audiens dari awal:

  • “Pernahkah Anda mengalami ini? [lanjutkan dengan cerita singkat tentang masalah audiens]”
  • “Anda tentu tahu betapa [masalah X] bisa sangat mengganggu aktivitas. Untungnya, [produk X] dapat mengatasinya dengan [solusi X]”
  • “Kami paham bahwa [masalah X] dapat mengganggu aktivitas Anda. Oleh karena itu, Anda memerlukan [solusi X]”

Mulailah dengan Fakta

Seperti pada jenis tulisan apapun, data, fakta, atau kutipan dari sebuah sumber terpercaya dapat digunakan sebagai pembuka lead.

Ungkapan-ungkapan berikut ini bisa Anda contoh agar lead terdengar kredibel dan menangkap perhatian audiens:

  • “Riset [perusahaan X] tahun ini menunjukkan bahwa….”
  • “[teknik X] terbukti dapat meningkatkan pendapatan sebesar X%, menurut studi [perusahaan X].”
  • “Telah dibuktikan bahwa [platform X] masih merupakan solusi nomor satu untuk….”

Buat Audiens Penasaran

Audiens tentunya harus dibuat penasaran agar mau membaca teks Anda sampai akhir. Ini bisa dilakukan dengan ajakan sederhana di akhir paragraf pembuka. Contohnya, “Penasaran dengan caranya? Simaklah artikel ini!”

Selain itu, copywriting Anda juga dapat membuat audiens penasaran dengan memberikan fakta yang mengejutkan. Contohnya: “Tidak dapat dipungkiri bahwa [unsur X] bermanfaat bagi tubuh. Namun, tahukah Anda bahwa [unsur X] memiliki dampak negatif?”

5. Tulis Copy yang Berkualitas

Meskipun headline dan lead merupakan bagian penting dalam teknik copywriting, Anda tidak boleh melupakan bagian utama tulisan. Dalam copywriting, bagian ini disebut copy.

Ada beberapa formula yang bisa Anda gunakan untuk menulis copy yang berkualitas, di antaranya:

  • Gunakan kata dan kalimat sederhana
  • Tulis untuk satu orang saja
  • Jelaskan manfaat bagi audiens
  • Manfaatkan subheading

Gunakan Kata dan Kalimat Sederhana

Pernahkah Anda melihat media pemasaran, baik itu landing page, sales email, maupun iklan yang bahasanya sulit dipahami? Pastinya tidak.

Sebagai seorang copywriter, Anda tidak perlu menggunakan kiasan, perumpamaan, atau pun kata yang jarang dipakai sehari-hari, seperti:

  • Mendemonstrasikan
  • Distingtif
  • Utilitas
  • Terintegrasi
  • Diksi

Daripada menggunakan kata-kata di atas, audiens akan lebih mudah memahami teks Anda dengan contoh berikut:

  • Menunjukkan
  • Unik
  • Manfaat
  • Terhubung
  • Kata

Selain itu, sebisa mungkin jangan buat kalimat yang terlalu panjang. Untuk menghindari ini, cobalah untuk tidak menggunakan sebuah kata lebih dari sekali dalam satu kalimat ketika membuat copy writing.

Jika tidak bisa, Anda dapat mengakalinya dengan menuliskan kalimat dengan panjang yang berbeda-beda dalam satu paragraf. Dengan cara ini, audiens dijamin tidak akan mudah bosan membaca tulisan Anda.

Tulis untuk Satu Orang Saja

Salah satu tujuan Anda belajar copywriting adalah untuk membuat teks yang terdengar personal. Sehingga isinya lebih mengena bagi para target audiens.

Oleh karena itu, Anda perlu memperhatikan penggunaan subjek pada tulisan. Alih-alih menggunakan kata ganti orang ketiga seperti mereka dan ia, gantilah subjeknya dengan Anda. Dengan kata lain, tempatkan pembaca sebagai satu-satunya audiens Anda di copywriting tersebut.

Contohnya seperti pada paragraf berikut ini:

“Ingin produktivitas tim Anda meningkat? Jika ya, [biro X] adalah solusi Anda. Dengan pengalaman lebih dari sepuluh tahun, kami dapat membantu tenaga penjualan Anda untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan.”

Coba bandingkan paragraf tadi dengan yang satu ini:

“[biro X] adalah solusi untuk meningkatkan produktivitas departemen penjualan. Selama lebih dari sepuluh tahun, kami dipercaya berbagai perusahaan untuk melatih tenaga penjualan mereka.”

Paragraf manakah yang lebih terdengar personal menurut Anda?

Jangan Hanya Menyebutkan Fitur

Sebuah copy tentunya harus membahas tentang produk yang Anda tawarkan. Namun, jangan hanya terpaku dengan fitur dari produk tersebut ketika Anda menulis bagian ini.

Daripada sekedar menyebutkan fitur, Anda dapat menggarisbawahi manfaat utama produk. Informasi di halaman utama website Niagahoster adalah contoh penerapan teknik copywriting ini.

Penjelasan fitur di situs Niagahoster

Penggalan dari halaman ini menyebutkan beberapa fitur, termasuk LiteSpeed Web Server, Immunify 360, dan live chat. Akan tetapi, manfaatnya juga dijelaskan, seperti hosting super cepat, keamanan website ekstra, dan tim support cepat tanggap.

Manfaatkan Subheading

Ketika membaca artikel pemasaran atau konten newsletter, orang mengharapkan teks yang mudah dibaca dengan cepat. Jadi, poin-poin penting di tulisan Anda harus jelas.

Nah, Anda dapat menggunakan subheading untuk mempermudah pembaca menemukan poin-poin di copywriting Anda, apapun media yang digunakan.

Di samping itu, subheading juga bermanfaat untuk memenggal teks yang panjang menjadi bagian-bagian kecil. Dengan demikian, teks juga menjadi lebih nyaman dibaca.

6. Akhiri dengan Persuasi

Apapun tujuan teks copywriting Anda, di bagian akhir harus ajak audiens untuk melakukan aksi yang Anda inginkan. Contohnya, membeli produk, subscribe konten, daftar newsletter, atau lainnya.

Untuk membuat ajakan tersebut, Anda perlu menggunakan call-to-action atau CTA. Ini adalah tombol, banner, atau formulir yang berisi perintah bagi audiens Anda. Di website layanan digital, misalnya, CTA yang digunakan biasanya seperti “Mulai Sekarang” atau “Daftar Sekarang”.

Namun, sebaiknya CTA yang Anda buat tidak hanya sekedar mendorong audiens untuk memberikan komitmen mereka. Di saat yang sama, berikan juga manfaat kepada audiens. Contoh copywriting tersebut dapat Anda lihat di situs penyedia tool SEO Moz.

Copywriting call to action di situs Moz

Dengan CTA tersebut, Moz mengajak audiensnya untuk mencoba tool SEO-nya secara gratis. Akan tetapi, audiens juga dapat langsung memilih paket berbayar.

Penggunaan CTA di artikel blog tidak jauh berbeda. Formulir berlangganan konten blog Niagahoster adalah contohnya. Anda juga dapat menemukan formulir ini di bagian bawah artikel nanti.

Call to action di blog Niagahoster

CTA ini mengajak pembaca artikel agar mereka mau mendaftarkan alamat email. Sebagai imbalannya, pembaca akan mendapatkan konten-konten blog melalui email.

Intinya, elemen call-to-action pada bagian akhir copywriting media pemasaran Anda tidak boleh sekadar ajakan yang menguntungkan Anda. Berikan juga manfaat yang jelas bagi calon pelanggan atau audiens.

Baca Juga: Cara Menjadi Blogger

Bonus Tips: 4 Teknik Copywriting agar Tulisan Anda Lebih Persuasif

Adakah cara lain untuk membuat copywriting yang menarik? Tentu saja!

Inilah teknik copywriting untuk meningkatkan kualitas copy Anda, baik untuk landing page, sales letter, maupun media pemasaran lainnya:

  • Formula AIDA
  • Teknik Slippery Slide
  • Social Proof
  • Yakinkan audiens dengan Frequently Asked Question

Mari kita bahas satu per satu!

1. Gunakan Formula AIDA

AIDA adalah singkatan dari Attention Interest, Desire, dan Action. Arti keempat unsurnya, yaitu:

  • Attention — tangkap perhatian audiens
  • Interest — buat audiens penasaran
  • Desire — buat audiens menginginkan manfaat yang Anda tawarkan
  • Action — ajak audiens untuk mendapatkan manfaat tersebut

Umumnya, AIDA digunakan dalam strategi content marketing. Tiap formulanya digunakan untuk membuat jenis konten sesuai tahapan yang dilalui audiens hingga menjadi pelanggan.

Meski demikian, formula AIDA juga dapat dimanfaatkan sebagai panduan dalam menulis teks copywriting. Penggunaannya pun tidak jauh berbeda dengan langkah tiga sampai enam yang tadi telah dibahas. Berikut ini adalah ilustrasi letak masing-masing unsurnya dalam sebuah tulisan:

  • Attention = headline
  • Interest = lead
  • Desire = copy
  • Action = CTA

Jadi, jika Anda merasa kesulitan dalam menulis sebuah teks copywriting, formula AIDA dapat digunakan untuk menentukan kata-kata yang tepat bagi setiap komponen tulisan Anda.

2. Pakai Konsep Slippery Slide

Untuk menguasai copywriting, Anda harus belajar membuat audiens tetap tertarik dengan tulisan Anda hingga akhir. Nah, slippery slide adalah teknik copywriting yang perlu diterapkan agar Anda tidak terdengar membosankan.

Pada dasarnya, slippery slide merupakan konsep di mana setiap kalimat dalam teks Anda didukung oleh kalimat selanjutnya. Dengan demikian, semua kalimat memiliki fungsi untuk menjaga rasa ingin tahu pembaca hingga bagian CTA.

Ada dua cara yang dapat Anda lakukan untuk menerapkan konsep slippery slide. Pertama, bayangkan diri Anda sebagai audiens. Dengan kata lain, Anda harus memahami kebutuhan dan cara berpikir mereka agar tidak membuat tulisan yang sulit dipahami.

Kedua, perhitungkan efektivitas masing-masing kalimat Anda. Jangan sampai ada kalimat yang membuat pembaca kehilangan rasa ingin tahunya di tengah jalan atau tidak tertarik dengan yang ingin Anda tawarkan. Tak lupa, baca lagi teks Anda setelah selesai untuk mencari bagian-bagian yang tidak dibutuhkan.

3. Jangan Lupakan Social Proof

Sebenarnya, teknik copywriting ini lebih tepat digunakan untuk landing page dan sales email. Akan tetapi, Anda juga dapat menerapkannya dalam media pemasaran apapun.

Pada dasarnya, social proof adalah elemen copywriting yang digunakan untuk meyakinkan  audiens bahwa Anda dapat dipercaya. Ini dapat ditunjukkan dalam beberapa bentuk, termasuk:

  • Logo klien
  • Testimoni pelanggan
  • Jumlah pelanggan atau subscriber

Social proof biasanya diletakkan sebelum CTA agar calon pelanggan yakin bahwa mereka dapat berbisnis dengan Anda.

Bagi Anda yang belum memiliki banyak pelanggan pun dapat menggunakan social proof. Mintalah testimoni dari klien yang sudah ada dan tampilkan yang terbaik pada media pemasaran Anda.

Atau, apabila menjalankan toko online, Anda dapat meminta persetujuan dari beberapa pelanggan untuk menampilkan ulasan mereka atas produk Anda.

Baca Juga: Social Media Marketing

4. Yakinkan Audiens dengan Frequently Asked Questions

Dalam berbisnis, pasti ada beberapa hal di pikiran target pemasaran yang membuatnya ragu-ragu untuk membeli dari Anda. Alasannya bisa jadi harga yang tinggi, ada produk serupa yang lebih terkenal, kurangnya pemahaman tentang layanan Anda, dan lain-lain.

Untuk mengatasi itu, Anda dapat memberikan alasan layanan, barang, atau konten Anda lebih unggul dari yang ditawarkan kompetitor di dalam copy Anda.

Solusinya adalah membuat segmen frequently asked questions atau FAQ. Idealnya, teks pada bagian ini disajikan dalam bentuk poin-poin.

Anda bahkan dapat membuat halaman FAQ tersendiri dan disambungkan ke segmennya pada landing page untuk menjawab segala keraguan audiens.

Salah satu contoh segmen FAQ yang baik dapat Anda temukan di halaman produk Mental Mastery, sebuah kursus online tentang optimisme. Berikut ini adalah penggalannya:

Copywriting faq di landing page Mental Mastery

Pertanyaan pada penggalan FAQ tersebut adalah “bagaimana jika saya tertinggal?”. Kemudian dijelaskan bahwa kursus ini dapat diakses selamanya agar audiens dapat mengikutinya sesuai dengan kecepatan yang diinginkan.

Bagi orang yang belum pernah mengambil kursus online, informasi seperti ini penting. Ia belum tentu tahu bahwa pembelajaran informal berbasis daring umumnya memungkinkan peserta untuk mengikutinya dengan kecepatan yang diinginkan.

Audiens Anda pun tidak hanya orang-orang yang sudah paham tentang apa yang Anda jual. Jadi, sebaiknya Anda memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul di benak audiens awam.

Ingin Belajar Lebih dalam Tentang Copywriting?

Belajar copywriting tidak akan ada habisnya. Sebab, copywriting adalah ilmu yang dinamis, karena ada begitu banyak hal yang muncul seiring perkembangannya. Untungnya, sekarang Anda sudah paham apa itu copywriting, manfaat, dan contoh copywriting.

Intinya, berikut adalah enam langkah yang harus Anda lakukan dalam upaya copy writing:

  1. Pelajari produk atau layanan Anda
  2. Pahami kebutuhan audiens
  3. Tentukan headline yang memikat
  4. Dukung headline dengan lead yang menarik
  5. Tulis copy yang berkualitas
  6. Akhiri teks dengan persuasi

Selain itu, Anda juga dapat belajar empat teknik copywriting berikut untuk membuat copy yang lebih persuasif:

  1. Formula AIDA
  2. Konsep Slippery Slide
  3. Social Proof
  4. Frequently Asked Questions

Namun demikian, kemampuan copywriting Anda dapat diasah dengan terus berlatih. Oleh karena itu, gunakanlah kiat-kiat yang ada dalam panduan ini di setiap kesempatan yang ada.

Selain itu, jangan lupa untuk mencari sumber-sumber baru untuk dijadikan referensi belajar copywriting. Contohnya seperti ebook gratis kami yang berisi lebih dari 30 tips copywriting beserta contohnya!

Penasaran, kan? Yuk klik banner di bawah untuk download ebooknya:

Aldwin Nayoan Aldwin is a content writer at Niagahoster. Specializing in web hosting and WordPress, he is eager to help people uplevel their business on the internet. Apart from being a tech junkie, Aldwin likes fiction and photography.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *